• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSKRIP WAWANCARA

Dalam dokumen Lampiran 1 Pedoman Wawancara (Halaman 31-50)

DENGAN WAKIL KETUA 2 STT TAWANGMANGU Nama Responden : David Eko Setiawan, M. Th

Jabatan Responden : Wakil Ketua II STT Tawangmangu Tempat Wawancara : Zoom Meeting

Hari/Tanggal : 1 November 2021

Waktu : 11.00-13.00 WIB

32

Product P1: Apa pendapat anda tentang kualitas pendidikan STT Tawangmangu saat ini?

WK1: Kalau dilihat dari sejarah berdirinya STT Tawangmangu, saya melihat adanya perkembangan yang terus dilakukan. Perlu diketahui, STT itu resminya berdiri tahun 1994 transisi dari Sekolah Alkitab sejak tahun 1968 yang sejajar dengan diploma yang berorientasi kepada pelayanan gerejawi saja. Kita bisa lihat butuh waktu yang sangat lama untuk mengembangkan lembaga ini menjadi kampus. Saya katakan adanya perkembagan yang dapat dinilai dari bagaimana lembaga terus memperbaiki dalam segi penataan kurikulum yang semakin jelas, penataan organisasi seperti melengkapi setiap prosedur, dan usaha-usaha pengembangan SDM di kampus ini. Kita juga dapat menilai dari bagaimana STT Tawangmangu selalu mengikuti standar yang diberikan pemerintah dan nilai akreditasi yang diperoleh. Sekitar tahun 2013 atau 2014 ini bukan fase yang mudah bagi dunia STT saat itu, karena untuk memperoleh akreditasi BAN-PT tidaklah mudah. Hanya beberapa saja yang dapat bertahan.

Jadi, dapat kita simpulkan kualitas

33

pendidikan di STT Tawangmangu cukup baik.

P2: Bagaimana penyusunan kurikulum di STT Tawangmangu ini?

WK2: Proses penyusunan kurikulum yang dilakukan dulu dan sekarang sangat berbeda. Kalau sekarang,

penyusunan mengikuti prosedur akademik yang lebih jelas dan lebih kolegial, tidak lagi penyusunan kurikulum yang memakai metode dari top ke bottom. Tetapi memang ada beberapa catatan dalam hal ini karena saya sebagai tenaga

kependidikan sekaligus dosen di sini melihat adanya bias dalam outcome dan output. Hal ini juga terjadi karena visi tidak memuat definisi istilah yang jelas. Dibandingkan dengan masa lalu, hampir semua lulusan dari sini adalah church planter atau ya minimal perintis jemaat. Tetapi sekarang, visi dari founder kampus ini tidak lagi difokuskan. Sekarang, output kita bergeser menjadi pekerja di dalam gereja.

P3: Apakah STT ini memiliki program unggulan yang tidak dimiliki oleh STT lain?

WK3: Menurut saya, kita harus lihat dari visi STT Tawangmangu yang

34

sekarang bahwa salah satu aspek yang menjadi fokus di sini adalah kontekstulisasi. Reputasi kampus yang dikenal dengan tempat pembentukan karakter seharusnya sudah diintegerasikan dalam

kurikulum saja karena SD-SMA pun menerapkan hal ini. Jadi, program unggulan di sini harusnya Teologi Kontekstual. Memang Teologi ini mulai ditinggalkan oleh beberapa STT karena tingkat relevansinya tidak seluas Teologi Konstruktif.

Tetapi kalau visi kita memuat kontekstualisasi, mari kita berfokus untuk mengunggulkan Teologi Kontekstual.

P4: Bagaimana menurut Bapak mengenai mata kuliah

entrepreneurship yang dulu ada di kampus ini? Apakah ini juga

menjadi program unggulan kampus?

WK4: Saya rasa tidak cocok karena basis kita ada di humaniora. Di samping itu juga, prodi PAK menjadi tenaga pengajar bukan seorang wirausaha.

Jadi, saya lebih setuju kalau konstekstualisasi yang perlu ditingkatkan.

P5: Jenis kegiatan atau program apa saja yang dilaksanakan di STT

35

Tawangmangu dalam peningkatan mutu lembaga?

WK5: Kami selalu menyediakan informasi dan bahkan mengutus beberapa orang untuk mengikuti seminar-seminar yang memuat

pengembangan lembaga. Dan juga hal lainnya, yaitu adanya upaya kerja sama dengan pemerintah dan pihak swasta juga kami sudah dan sedang tingkatkan.

P6: Bagaimana STT Tawangmangu mampu memberikan jaminan bahwa lulusan yang dihasilkan dari kampus ini mampu bersaing dan kompeten di dunia kerja?

WK6: Waktu tunggu kerjanya terhitung cepat kurang dari satu tahun.

Dokumen borang akreditasi kami dulu mendapatkan angka

memuaskan untuk aspek ini.

P7: Bagaimana usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan?

WK7: Upaya yang dilakukan untuk

meningkatkan lulusan yaitu kampus ini terus melakukan penyempurnaan kurikulum. Walaupun, kami

terhitung lamban, tapi sikap korektif dari bagian pendidikan nyata. Saat ini kami menerapkan KKNI.

36

Selanjutnya, perlu memikirkan untuk meningkatkan dengan kurikulum kampus merdeka. Ini akan menjadi tugas yang besar.

P8: Apa saja prestasi akademik dan non akademik yang pernah diraih oleh STT ini?

WK8: Dosen-dosen sudah tersertifikasi dan terjafung minimal lektor 3C. Lalu kita juga melihat dari LPPM yang memiliki desa binaan. Selanjutnya, kami pernah diminta menjadi perwakilan kampus untuk gerakan literasi digital tahun 2017 dan ini adalah skala nasional. Pernah terlibat dalam event nasional hari kesaktian Pancasila yang bekerja sama dengan beberapa lembaga, salah satunya UNS dalam bentuk publikasi buku dengan standar ISBN.

P9: Apakah kampus ini mengijinkan bangunan maupun lingkungannya agar digunakan sebagai pusat komunitas masyarakat untuk acara tertentu?

WK9: Diijinkan selama ini dengan kegiatan yang berkaitan dengan gereja atau kegiatan rohani.

Price P10: Dari manakah sumber dana operasional STT Tawangmangu?

37

WK10: Sumber dana kami, sebagai berikut:

1. SPP perserta didik 2. Hibah yayasan 3. Donatur tetap 4. Donatur tidak tetap 5. Hibah instansi

P11: Apakah sumber dana operasional tersebut telah berjalan dengan efisien?

WK11: Dalam 5 tahun ini terhitung efisien.

P12: Bagaimana pengelolaan dana pendidikan yang ada di STT Tawangmangu ini?

WK12: Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan RAB paling banyak untuk pembiayaan tenaga pendidik.

P13: Bagaimana pengalokasian dana pendidikan untuk menganggarkan setiap kegiatan di STT

Tawangmangu?

WK13: Pengalokasian dana disesuaikan dengan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) dari setiap unit.

P14: Apakah besar dana pendidikan di STT Tawangmangu secara rutin dipublikasikan kepada orang tua atau penanggung jawab mahasiswa dengan transparan?

WK14: Kami publikasikan secara rutin.

38

P15: Bagaimana penetapan biaya pendidikan yang menjadi

tanggungan orang tua atau pihak sponsor mahasiswa di STT Tawangmangu?

WK15: Ada 2 jenis pembiayaan pendidikan:

1. Biaya Swadaya yang biasa kami sebut biaya mandiri 100%

2. Sponsorship. Dengan catatan 80%

ditanggung oleh kampus dan 20%

oleh mahasiswa dengan item-item yang ditetapkan oleh kami seperti pendaftaran, almet, bangunan, ujian, wisuda, kelas pilihan.

P16: Apakah ada biaya pendidikan yang ditetapkan di STT Tawangmangu tetapi tidak ada di STT lain yang sejenis?

WK16: Kami di sini memberlakukan kelas pilihan yang dimana melatih soft skill mahasiswa dan itu juga masuk dalam pembiayaan.

P17: Di luar biaya pendidikan, adakah biaya yang ditetapkan di STT Tawangmangu?

WK17: Biaya hidup selama berasrama yang kita sebut dengan biaya akomodasi.

P18: Adakah keluhan dari orang tua atau pihak sponsor mahasiswa tentang biaya pendidikan?

39

WK18: Kalau keluhan pastinya ada. Dan yang paling sering dikeluhkan dari sponsor itu tentang adanya kebijakan baru atau kebijakan yang berubah di tengah berjalannya semester.

Kemudian juga, keluhan dengan adanya kenaikan biaya walaupun hal ini sudah kami sosialisasikan kepada pihak penanggung jawab biaya mahasiswa. Perlu diketahui, sponsorship ini tidak semua

bersumber hanya kepada satu orang.

Beberapa sponsorship ada yang terdiri dari beberapa orang untuk membiayai satu orang. Ketika ini berubah, mereka perlu untuk

koordinasi lagi dengan yang lain, ya menjadi ribet akhirnya.

P19: Apakah STT Tawangmangu menyampaikan prosedur

pembayaran biaya pendidikan secara menyeluruh dan jelas kepada orang tua atau sponsor mahasiswa?

WK19: Setiap prosedur tentang pembiayaan disampaikan secara rutin. Kami juga menerbitkan kartu kendali ketika menjelang UTS dan UAS sehingga perserta didik sudah mengerti waktu-waktu deadline pembayaran.

P20: Adakah dispensasi dan syarat cicilan pembayaran biaya pendidikan bagi mahasiswa?

40

WK20: Item tertentu yang bisa dicicil seperti biaya pembangunan saja.

Kalau dispensasi dulu disediakan, namun dihapus karena terdapat masalah pelaksanaan yang tidak efektif dan menyulitkan di bagian keuangan kami. Jadi, saat ini kami belum memiliki konsep terbaru mengenai dispensasi.

P21: Bagaimanakah prosedur pemberian beasiswa bagi mahasiswa?

WK21: 1. Kepada mahasiswa yang tidak mampu berdasarkan 3T. kampus menyediakan kuota 20% dari jumlah mahasiswa baru yang diterima.

2. Kepada yang mereka yang terkualifikasi dengan prestasi akademik yang dilihat dari IP.

3. Dan kepada yang tidak mampu dan tidak masuk dalam program 20% dengan memiliki SKTM dari kelurahan dan foto rumah serta wawancara.

Place P22: Apakah lokasi dari STT

Tawangmangu cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat?

WK22: Strategis. Kampus ini terjangkau dengan tranportasi public dan hanya berjarak sekitar 2 km dari pusat kota di kec. Tawangmangu. Terlebih lagi, kami berada di area wisata.

41

P23: Sejauh mana masyarakat mengetahui lokasi STT Tawangmangu?

WK23: Kampus ini telah berdiri selama 50 tahun dan masyarakat mengetahui eksistensi kampus kami.

P24: Bagaimana dengan reputasi di kalangan gereja atau lembaga Kristen lainnya?

WK24: STT Tawangmangu cukup dikenal baik. Kampus kami terkenal dengan tempat pendidikan yang mencetak perintis jemaat dan tempat

pembelajaran yang berfokus pada karakter.

P25: Apakah keberadaan lokasi STT Tawangmangu merupakan salah satu keunggulan apabila dibandingkan dengan STT lain di sekitarnya?

WK25: Menurut saya salah satu keunggulan kami dari segi lokasi karena tempat dan iklim yang sangat mendukung untuk melakukan pembelajaran.

P26: Apakah ada lahan kosong yang memungkinkan perluasan usaha di STT ini?

WK26: Belum adanya lahan kosong yang memungkinkan perluasan di sini

42

Promotion P27: Bagaimana upaya yang dilakukan STT Tawangmangu untuk

memperkenalkan kampus ini kepada masyarakat?

WK27: Melalui website dan beberapa media sosial yang dimiliki kampus kami.

Kemudian, promosi melalui alumni dan terakhir yang kami lakukan, yaitu promosi melalui mahasiswa yang kami utus untuk melakukan pelayanan di luar kota. Hasilnya cukup efektif.

P28: Bagaimana prosedur penerimaan mahasiswa baru di STT ini?

WK28: PMB terbaru yang kami lakukan, yaitu membuat sebuah pra

pendaftaran ke alumni, stakeholder, dan ke kolegal-kolegal. Setelah itu, pra-pendaftaran di-follow up.

Formulir pendaftaran yang resmi lalu dikirim kepada mereka yang sudah mendaftarkan diri di pra-pendaftaran. Seleksi administasi juga dilakukan untuk melihat kualifikasi berkas yang sesuai dengan standar pendidikan nasional.

Kemudian, ada surat panggilan mengikuti ujian seleksi dan wawancara.

43

P29: Bagaimana relasi STT

Tawangmangu dengan STT lain yang ada di sekitar?

WK29: Cukup bagus. Kami selalu terlibat dalam kegiatan bersama STT lainnya di Jawa Tengah.

P30: Bagaimana kerja sama STT

Tawangmangu yang terjalin dengan orang tua atau pihak sponsor selama ini?

WK30: Hubungan dengan orang tua dan kepada pihak sponsor terjalin baik melalui laporan pembiayaan dan ucapan terima kasih yang rutin kami kirimkan. Ini juga dapat dinilai dari bagaimana para sponsor berani untuk complain secara langsung yang menandakan kami memiliki bonding.

P31: Bagaimana kerja sama STT

Tawangmangu yang terjalin dengan alumni setempat selama ini?

WK31: Cukup baik tetapi memang ada catatan bahwa sense of belonging ke almamater masih kurang. Kami mengevaluasi hal ini karena terkait tidak adanya payung alumni yang resmi.

44

P32: Bagaimana kerja sama STT

Tawangmangu yang terjalin dengan masyarakat selama ini?

WK32: Masyarakat Tawangmangu sangat menghargai keberadaan kampus.

Tidak ada konflik yang muncul selama ini bahkan masyarakat melibatkan kampus dalam acara-acara kemasyarakatan.

P33: Media apa saja yang digunakan untuk kegiatan promosi dari STT Tawangmangu?

WK33: Media daring, brosur, iklan, majalah.

P34: Kapankah STT Tawangmangu melakukan kegiatan promosi?

WK34: Kegiatan promosi yang rutin kami lakukan itu setiap semester. Tahun ini ada yang diutus ke luar pulau untuk pelayanan sekaligus ini momen untuk promosi kampus.

People P35: Menurut Bapak, bagaimana

kepemimpinan dan manajemen yang diterapkan STT ini?

WK35: Kepemimpinan sudah berjalan berdasarkan kepemimpinan kolegial.

Dibandingkan dulu, keputusan-keputusan dibicarakan dalam rapat.

Hanya saja, masih ada kekurangan dengan manajemen kami, yaitu dalam pelaksanaan yang berbeda

45

dengan apa yang telah menjadi keputusan rapat.

P36: Bagaimana dengan sinergi antar pekerja di sini?

WK36: Kalau sinergi sudah baik dengan dibuktikan pekerjaan yang terselesaikan khususnya hal-hal yang memerlukan koordinasi.

P37: Apakah jumlah dosen dan staf lainnya memadai dan sesuai dengan harapan STT Tawangmangu?

WK37: Jumlah tenaga pendidik sudah cukup. Sementara tenaga

kependidikan masih kurang dengan ditandai adanya rangkap kerja.

P38: Apakah dosen dan staf lainnya di STT Tawangmangu masih dibebani tugas rangkap?

WK38: Iya masih bahkan ada yang masih memiliki pekerjaan yang lebih dari dua.

P39: Apakah kualifikasi pendidikan yang dimiliki dosen dan staf lainnya sesuai dengan harapan STT Tawangmangu?

WK39: Tenaga pendidik sudah

terkualifikasi. Tetapi beberapa tenaga kependidikan masih perlu dibenahi.

46

P40: Apakah ada tenaga di luar STT yang digunakan untuk mendukung proses pendidikan?

WK40: Ada, yaitu mereka adalah dosen tidak tetap, pekerja honorer, dan dosen tamu.

P41: Bagaimana upaya STT

Tawangmangu untuk meningkatkan SDM yang ada?

WK41: Memberikan kesempatan untuk studi lanjut kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kemudian, mengikuti seminar yang sesuai dengan kompetensi mereka

P42: Apakah STT Tawangmangu sudah memenuhi dalam hal pelayanan yang diberikan selama ini?

WK42: Perlu adanya peningkatan di unit-unit tertentu. Contohnya, pelayanan kepada alumni.

P43: Bagaimana peran pemerintah dalam mengembangkan STT

Tawangmangu selama ini?

WK43: Masih terbatas. Selama ini, kemenag terlibat melalui dana hibah dan adanya pendampingan dari BAN-PT. Itu saja.

47

P44: Bagaimana peran Yayasan dalam mengembangkan STT

Tawangmangu selama ini?

WK44: Jujur saja, belum optimal. Yayasan memang terlibat dalam

penyelenggara. Tetapi dalam pengembangan masih perlu ditingkatkan. Yayasan perlu memikirkan peningkatan sarpras, SDM, pengembangan kurikulum, dll. Yayasan juga terhitung jarang mengadakan rapat bersama pihak kampus. Ketika ada masalah tertentu baru rapat diadakan. Harusnya ada agenda rapat yang ditetapkan.

Physical Evidence P45: Apakah sarana prasarana STT Tawangmangu sudah sesuai dengan target dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah?

WK45: Kalau sarana prasarana masih kurang. Beberapa kekurangan seperti kelas, dan berdasarkan dokumen akreditasi yang lalu juga memuat kekurangan di unit-unit layanan mahasiswa.

P46: Apakah bentuk desain interior dan eksterior kampus ini

mempertimbangkan ketertarikan masyarakat atau sepenuhnya mengikuti aturan pemerintah?

48

WK46: Kami mengikuti sepenuhnya aturan pemerintah. Kami pernah ditegur sewaktu divisitasi oleh BAN-PT untuk luas bangunan kelas dan kami sudah memperbaikinya.

P47: Apakah fasilitas yang dimiliki di kampus ini telah memenuhi semua kebutuhan mahasiswa?

WK47: Cukup memadai. Kurangnya pada kapasitas kecepatan jaringan internet, dan juga jaringan yang sering terganggung. Kami juga masih memiliki kekurangan pada fasilitas kegiatan kemahasiswaan.

P48: Bagaimana upaya STT

Tawangmangu untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa apabila masih terdapat kekurangan dalam sarana dan prasarana?

WK48: Kami merencanakan pembangunan dalam RIP. Kami sedang upayakan perbaikan RIP agar menjadi target kita ke depan.

Process P49: Bagaimana proses pendidikan yang berlangsung di STT Tawangmangu?

WK49: Sudah cukup bagus sesuai dengan prosedur dan terekam dengan baik.

P50: Bagaimana upaya kampus kepada para dosen dalam proses

49

pembelajaran untuk meningkatkan kualitas mahasiswa?

WK50: Pelatihan tentang KKNI, diberikan format dan pedoman yang berkaitan dengan perkuliahan, lalu melibatkan penelitian bersama dosen,

mahasiswa dan dengan kampus lain.

P51: Apakah dosen telah melaksanakan proses pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa?

WK51: Efektif dengan memenuhi rata-rata 14-16 pertemuan yang terekam dari jurnal kelas. Penggunaan waktu juga terhitung efisien.

P52: Apakah STT Tawangmangu memiliki program unggulan yang tidak dimiliki oleh STT lain?

Bagaimana prosesnya?

WK52: Ya sekali lagi, menurut saya program unggulan kami adalah Teologi Kontekstual dan dapat dinilai dengan banyak penelitian-penelitian kami yang sudah berkembang ke arah sana.

P53: Apakah STT Tawangmangu telah melaksanakan pelayanan pendidikan sesuai dengan standar yang

ditetapkan oleh pemerintah?

WK53: Sudah.

50 Keterangan:

P1-P53 : Pertanyaan Peneliti ke-1 sampai dengan ke-53 WK1-WK53 : Jawaban Responden ke-1 sampai dengan ke-53

TRANSKRIP WAWANCARA

Dalam dokumen Lampiran 1 Pedoman Wawancara (Halaman 31-50)