METODOLOGI PENELITIAN
3.3. Subjek dan Objek Penelitian
Adapun subjek penelitian ini ialah stasiun televisi TRANS7, khususnya program Redaksi Siang, dan objek penelitian ini adalah salah satu pemberitaan dari program Redaksi Siang TRANS7 edisi Oktober 2011-Januari 2012.
Kemudian, untuk teknik pengambilan sampel untuk subjek dan objek dalam penelitian ini, penulis menggunakan non probability sampling (sampel non probabilitas), dimana teknik pengambilan sampel ini tidak secara random (acak) atau tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau angota populasi untuk kemudian dijadikan sampel. Dalam non probability sampling, terdapat purposive sampling (sampel purposif atau sampel bertujuan) yang digunakan oleh penulis, yakni orang-orang yang dijadikan sebagai sampel diseleksi dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Kriteria yang dibuat berdasarkan tujuan penelitian dan fokus masalah yang dituju oleh penulis.55
Sampel penelitian dari penelitian kualitatif ini kemudian disebut narasumber, partisipan, informan, teman atau guru dalam penelitian. Sebagai sumber data atau sebagai informan, penulis menentukan kriteria yang harus dipenuhi sebagai berikut:
1. Mereka yang bekerja di TRANS7 selama minimal dua tahun.
2. Mereka yang menguasai atau memahami ideologi yang dimiliki dan dijadikan sebagai acuan oleh media TRANS7.
3. Mereka yang masih atau pernah berkecimpung atau terlibat langsung dalam program Redaksi Siang TRANS7.
4. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi.
55
Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009, hal. 158
5. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil ‘kemasannya’ sendiri.
6. Mereka yang mau terbuka dalam memberikan informasi-informasi terkait dengan objek penelitian.
Berdasarkan kriteria itulah, maka penulis mendapatkan delapan orang untuk dijadikan sebagai informan, tiga diantaranya merupakan informan kunci. Informan-informan tersebut antara lain:
3.3.1. Cut Ika Melanie
Salah satu informan kunci pada penelitian ini ialah Cut Ika Melanie. Perempuan yang kerap disapa Icut ini merupakan produser pada program pmberitaan Redaksi Siang, yang memiliki tugas utama mengidentifikasi kebutuhan biaya program, menyusun rencana produksi program dan melaksanakannya untuk mencapai target, serta mengkoordinir, mengawasi, dan mengevaluasi kelancaran keseluruhan kegiatan persiapan dan pelaksanaan pembuatan program (materi, personil, set design, musik, teks,
editor, art, talent, peralatan) dan pengembangan ide kreatif program sesuai dengan konsep program yang disepakati, untuk memastikan kegiatan produksi berjalan sesuai dengan perencanaan.
Perempuan kelahiran 6 September 1979 ini sudah bekerja selama hampir enam tahun di TRANS7, dan lebih dari sembilan tahun di TRANSCORP. Ia memulai karir pada tahun 2003 sebagai
production assistant program talkshow Kupas Tuntas di stasiun televisi Trans Tv. Kemudian pada tahun 2005 Icut menjadi reporter pada program Reportase Trans Tv.
Lulusan jurusan Broadcasting Universitas Indonesia dan Universitas Mercu Buana ini, pada tahun yang sama, berkesempatan menjadi assprod program Kejamnya Dunia Trans Tv. Kemudian
pada tahun 2006, tahun dimana kepemilikan saham TV7 dipegang oleh TRANSCORP dan berubah nama menjadi TRANS7, pada saat itu Icut menjabat posisi assprod Reportase Trans Tv, produser Kupas Tuntas Trans Tv dan juga menjadi produser program Selamat Pagi TRANS7, yang kini telah berganti nama menjadi Redaksi Pagi.
Tahun 2006 merupakan tahun perombakan bentuk tayangan pemberitaan pada TRANS7, khususnya program pemberitaan pada siang hari (Redaksi Siang). Ia bersama rekannya Dina (produser Redaksi Siang), terlibat secara langsung dalam perubahan format pemberitaan, dari segmentasi hingga pada bentuk pengemasan pemberitaan. Pada saat itulah Icut dan rekan-rekannya merancang bentuk atau format yang baru untuk redaksi Siang. Kemudian pada tahun 2008 hingga penelitian ini dilakukan, Icut menjabat sebagai produser pada program Redaksi Siang TRANS7, yang bertugas sebagai penanggungjawab atas tayangan pemberitaan program Redaksi Siang TRANS7.
3.3.2. Ardina Yunita Kartikasari
Perempuan dengan nama panggilan Dina ini juga merupakan informan kunci pada penelitian yang penulis lakukan. Dina belum genap setahun menjadi produser pada program Redaksi Siang TRANS7, namun perempuan ini telah bergabung dengan TRANSCORP selama hampir delapan tahun.
Perempuan yang sudah berkecimpung dalam media sejak mengawali karir, nyatanya tidak sejalan dengan pendidikan yang ia ambil sebelumnya. Perempuan yang pernah bekerja di bagian marketing Suara Surabaya FM ini, ternyata lulusan ilmu pariwisata Universitas Airlangga dan Universitas Kristen Petra.
Pada tahun 2004, Dina bergabung dengan TRANSCORP dan bekerja sebagai reporter pada stasiun televisi Trans Tv hingga tahun 2006. Bersama rekannya Icut, perempuan kelahiran 23 Juni 1978 ini juga ikut serta melakukan perombakan format program pemberitaan TRANS7. Kemudian pada tahun 2006 hingga tahun 2011 Dina menjadi assprod Redaksi Siang TRANS7.
3.3.3. Ida Ayu Okta
Ida Ayu Okta atau Okta merupakan informan kunci selain Icut dan Dina. Okta merupakan assprod dalam program Redaksi Siang TRANS, yang bertugas sebagai wakil dari produser dalam memantau pemberitaan yang akan ditayangkan, juga menyiapkan rencana-rencana tayangan pemberitaan yang akan di siarkan serta membantu produser dalam mengatur ploting atau tema yang akan diliput oleh reporter.
Perempuan berzodiak Libra ini mengawali karir di TRANSCORP sebagai reporter Trans Tv pada tahun 2006 hingga tahun 2008. Walaupun pada tahun 2006 Okta tidak ikut serta ambil peran dalam perombakan format nama program pemberitaan di TRANS7, Okta cukup piawai dalam menjelaskan rangkaian sejarah Redaksi Siang kepada penulis.
Kemudian perempuan berdarah Bali ini menikah pada tahun 2008 dengan salah satu karyawan Trans Tv. Dikarenakan peraturan perusahaan yang melarang adanya dua orang karyawan yang terikat pernikahan di dalam satu perusahaan, maka pada saat itu Okta dimutasi ke stasiun televisi TRANS7. Di sanalah Okta mulai bekerja sama dengan Icut dan Dina, yang saat ini menjabat sebagai produser Redaksi Siang TRANS7.
Perempuan lulusan fakultas hukum Universitas Airlangga ini nyatanya mampu beradaptasi dengan dunia jurnalistik. Ia mampu mengimbangi dua rekannya yang lebih dulu berkecimpung di dunia jurnalistik, Icut dan Dina, dalam menjalankan program Redaksi Siang. Terbukti dengan pemahamannya yang luas mengenai kode etik jurnalistik, kaidah penulisan berita, bahkan teknik pengambilan serta pemotongan gambar, pada saat penulis wawancarai.
3.3.4. Yudha Kurniawan
Yudha Kurniawan merupakan salah satu informan pendukung yang penulis pilih dalam penelitian ini. Pria yang kerap dipanggil Yudha ini, sudah hampir lima tahun bekerja pada TRANS7. Selama ia bekerja dalam program Redaksi Siang, ia menempati posisi asisten produksi, yang bertugas membantu produser dalam memenuhi kelengkapan atribut pemberitaan dari mulai kaset liputan selesai di preview oleh produser hingga naik tayang sesuai dengan rundown. Pria humoris satu ini merasa betah dan akan terus melanjutkan masa kerjanya, yang sebelumnya kontrak selama lima tahun. Hal itu dikarenakan dari awal ia masuk TRANS7, ia berambisi menjadi seorang reporter. Terbukti sewaktu penulis beberap kali ke kantor TRANS7 untuk melakukan riset awal, Yudha beberapa kali jarang terlihat di kantor karena ikut liputan atau
tandem bersama reporter harian Redaksi TRANS7.
Pria yang berdomisili Depok ini tidak begitu memahami seluk beluk sejarah program Redaksi Siang, dikarenakan pada saat ia masuk TRANS7 tahun 2008, TV7 sudah berganti nama menjadi TRANS7 serta format pemberitaan Redaksi Siang juga sudah menyesuaikan dengan segmentasi pasar saat ini. Namun walau begitu, pria lulusan IISIP Jakarta ini memiliki sesuatu khas yang
selalu diingat oleh seluruh karyawan TRANS7. Yudha memiliki tanggal lahir yang sama dengan tanggal lahirnya TRANS7, yaitu 15 Desember. Hal itulah yang kemudian membuat dirinya serta tanggal lahirnya menjadi diingat oleh rekan-rekannya di TRANS7.
3.3.5. Kamaluddin Azhar
Kamaluddin Azhar alias Udin merupakan informan pendukung pada penelitian yang penulis lakukan. Pria berbadan agak gemuk dengan rambut ikal pendek ini merupakan editor video audio pada program Redaksi Siang TRANS7. Ia sudah bekerja dalam program Redaksi Siang hampir tiga tahun. Namun kini ia dipindahkan ke program lain. Pria berdomisili Surabaya ini memiliki pengetahuan yang luas mengenai proses pemotongan gambar, kaidah-kaidah yang digunakan, walaupun ia mempelajari itu semua secara otodidak setelah ia bekerja di TRANS7.
Hal itu dikarenakan pria kelahiran Surabaya, 18 Maret 1985 ini lulusan Politeknik Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November jurusan teknologi informasi yang agak jauh dengan bidang pekerjaannya saat ini. Sebelumnya, ia pernah bekerja di PT. Infoglobal Autoptima sebagai System Implementator pada tahun 2007. Namun, kemampuannya dalam menyunting gambar saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Sadar diri ia belajar mengenai penyuntingan gambar tidak dari perkuliahan, Udin giat belajar dan tidak cepat puas. Hasilnya, sebelum ia dipindahkan ke program lain, ia sempat dijadikan mixer, yaitu orang yang tidak hanya memotong gambar dan menggabungkannya dengan narasi naskah, melainkan juga memberikan efek musik dan juga penyamaran gambar yang tidak layak tayang, selama beberapa bulan.
Perempuan 28 tahun ini menjabat posisi sebagai editor dan pernah juga sebagai mixer sewaktu penulis pilih sebagai informan. Perempuan dengan nama lengkap Marita ini telah bekerja sebagai editor program Redaksi Siang selama hampir tiga tahun, sedangkan di TRANS7, ia sudah menjadi karyawan sejak tahun 2007. Perempuan yang bertutur kata dengan logat sunda yang kental ini menjelaskan bahwa ia tidak begitu tahu bagaimana seluk beluk sejarah Redaksi Siang, bagaimana proses terbentuknya serta apa yang melatarbelakanginya. Namun ia tahu pada saat Redaksi Siang berganti format pemberitaan dari yang tadinya bersifat hardnews, menjadi penulisan feature.
Perempuan berkulit kuning langsat ini ternyata bukan orang sunda asli, walaupun dari nada bicaranya menggunakan logat sunda yang khas. Ternyata Dian, panggilan perempuan ini, lahir dan besar di Cirebon. Perempuan kelahiran Cirebon, 18 Februari 1984 ini lahir hingga bersekolah tingkat SMA di Cirebon. Barulah kemudian ia kuliah di Universitas Padjadjaran dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi pada tahun 2002. Sebelum bekerja di TRANS7, Dian sempat pula bekerja di Kota baru Parahyangan Bandung pada tahun 2002, dan Bank Central Asia pada tahun 2003.
3.3.7. Fanny Ratna Furi
Perempuan yang memiliki nama panggilan Fanny ini merupakan salah satu informan pendukung dalam penelitian yang penulis lakukan. Perempuan yang tengah mengandung anak pertamanya ini sudah menjadi video editor dalam program Redaksi Siang selama lima tahun. Sudah dari awal ia bekerja di TRANS7 pada tahun 2007, ia sudah ditempatkan dalam program Redaksi Siang. Namun walau begitu, perempuan kelahiran 25 November
1984 ini tidak mengetahui secara mendalam mengenai sejarah program Redaksi Siang.
Perempuan yang sebelumnya pernah bekerja sebagai staff CS
di PT. Indosat ini hanya menerangkan selama ia bekerja ia memang mengalami format pemberitaan, yang sebelumnya hardnews dan temanya seputar peristiwa kriminal sehari-hari. Perempuan yang kerap diandalkan untuk menyunting gambar dalam waktu singkat karena harus segera tayang, karena kecepatannya dalam bekerja ini ternyata lulusan Universitas Mercu Buana Jakarta Barat.
3.3.8. Donny Sandjaya Suparman
Laki-laki yang kerap dipanggil Donny ini merupakan salah satu informan pendukung dalam penelitian yang penulis lakukan. Saat ini, Donny bekerja sebagai reporter tim liputan Redaksi Siang TRANS7. Laki-laki berusia 26 tahun ini sudah masuk TRANS7 sejak dari tahun 2009. Sebelumnya, Donny sempat bekerja di PT. Cipta TPI sebagai account executive pada tahun 2007.
Walaupun Donny tidak tahu sejarah Redaksi Siang secara mendetail, tetapi ia tahu bagaimana format pemberitaan yang berubah sesuai dengan perubahan segmentasi pasar. Karena, pada saat berbincang-bincang dengan penulis, sembari bercanda, ia menuturkan pada waktu perombakan pemberitaan tersebut terjadi, ia sering terkena teguran dikarenakan cara penulisan naskah berita Redaksi Siang yang ia buat masih seringkali menggunakan format yang lama yaitu hardnews. Laki-laki lulusan Universitas Gadjah Mada ini juga aktif di pelbagai kegiatan penelitian dan pelatihan. Selain itu, ia juga memiliki hobi melakukan perjalanan, membaca, menonton film serta futsal, sehingga ia memiliki pengetahuan yang luas dan banyak referensi untuk bahan pemberitaan Redaksi Siang
yang banyak mengambil sisi hiburan untuk segmentasi pasarnya yang mayoritas perempuan.