• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Pendekatan Penelitian

C. Subjek Penelitian

Subjek merupakan individu, benda atau hal-hal dimana terdapat informasi yang melekat dan dibutuhkan oleh peneliti Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan snowball sampling dan juga sample purposif atau purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009: 85) snowball sampling adalah teknik mengambil sumber data yang pada awalnya berjumlah sedikit, lama-lama menjadi besar. Biernacki & Waldrof (1981: 142) juga menegaskan bahwa “… snowball method entailed little more than to start it rolling through a personal contact or through an informant and then simply to sit back and allow the resulting chain to

follow it’s own cause”. Inti dari penuturannya menjelaskan bahwa snowball

sampling merupakan metode pengambilan sampel berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya.

Beralih pada purposeive sampling, menurut Sukardi (2006: 41) maksud dari Purposive atau yang memiliki arti “bertujuan” adalah dalam memilih subjek, peneliti menggunakan “alasan tertentu” yang sudah ditentukan. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dilakukan karena yang menjadi focus dalam sample ini adalah informan–informan terpilih yang memiliki banyak informasi mengenai fenomena yang terjadi. Bisa juga diartikan bahwa purposive sampling merupakan pengambilan sampling berdasarkan seleksi khusus dari peneliti yang membuat kriteria tertentu mengenai siapa yang masuk ke dalam kualifikasi atau qualified sebagai subjek. Selanjutnya, subjek dalam penelitian kualitatif disebut sebagai informan.

Subjek pada penelitian ini adalah dua wirausaha batik yang sudah minimal pada generasi ke tiga. Subjek pertama penelitian ini berasal dari Kota Yogyakarta yaitu seorang pria berinisial AP, lahir di Yogyakarta 56 tahun silam. Subjek AP merupakan generasi ke empat dari usaha bati keluarga “Batik Gajah Oya”. Pekerjaan yang digelutinya subjek AP saat ini adalah sebagai seorang Konsultan di United Nation Development Program (UNDP), Pengurus Persatuan Olahraga Selam Indonesia regional DIY dan pengusaha batik. Subjek yang kedua pada penelitian ini adalah wanita berusia 38 tahun yang berinisial I. Lahir dan sejak kecil sudah menetap di Kabupaten Bantul serta merupakan generasi ketiga dari usaha batik keluarga “Dirjo Sugito Batik”. Pekerjaan yang digeluti oleh subjek I adalah pengelola usaha batik keluarga. Secara singkat, subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Gambaran Subjek Penelitian Nama Inisial Lokasi Jenis Kelamin Umur Generasi ke - Pekerjaan AP Kec. Kraton, Kota Yogykarta L 56 thn 4 1. Konsultan United Nation Development Program 2. Pengusaha Batik “Gajah Oya” I Kec. Pandak, Kab. Bantul P 38 thn 3 1. Pengusaha batik “Dirjo Sugito Batik” D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengkombinasikan metode pengumpulan data penelitian kualitatif pada umumnya yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan metode pengumpulan data dalam melakukan analisis genogram karier menurut Mamat Supriatna (2010: 63). Metode tambahan tersebut berupa pembuatan konstruksi genogram karier serta wawancara genogram karier. Maka, metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan membuat konstruksi genogram karier, wawancara genogram karier, observasi non partisipan dan studi dokumenter. Selalin itu, agar penelitian yang dilakukan berjalan lancar dan efektif, maka peneliti memutuskan untuk melakukan pra-observasi untuk melakukan pendekatan lebih mendalam kepada subjek.

1. Konstruksi Genogram Karier

Membuat konstruksi genogram karier digunakan untuk mempermudah peneliti melakukan bridging untuk melakukan wawancara mengenai genogram karier.

Mamat Supriatna (2010: 64-66) menyebutkan terdapat tiga buah tahap untuk menggunakan genogram karier, yaitu:

a. Konstruksi Genogram b. Identifikasi Jabatan c. Eksplorasi Subjek

Ketiga tahap tersebut akan digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi dari subjek. Untuk melakukan Identifikasi Jabatan serta mengeksplorasi subjek, maka perlu dilakukan wawancara mendalam.

2. Wawancara Genogram Karier

Sumbangan informasi dalam penelitian kualitatif salah satunya ada pada teknik wawancara. Pada dasarnya, wawancara pada genogram karier sama dengan wawancara pada umumnya. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2011: 216) teknik pengumpulan data dengan wawancara sering digunakan dalam penelitain yang berbentuk deskriptif kualitatif. Wawancara atau interview menurut Jogiyanto (2010: 93) merupakan sebuah komunikasi dua arah untuk memperoleh data dari informan. Wawancara dilakukan oleh dua orang antara pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). Menururt Yin (2014: 111), wawancara menjadi teknik pengumpulan data yang esensial pada penelitiain kualitatif, karena dengan menggunakannya, peneliti dapat melaporkan serta menginterpretasikan informasi yang penting atas situasi yang berkaitan dengan penelitian yang diberikan oleh subjek. Dalam penelitian kualitatif, wawancara memang menjadi teknik yang utama dan sebagian besar data penelitian didapatkan melalui teknik wawancara.

Teknik menggunakan genogram karier dilakukan melalui wawancara. Menururt Bowen dan Brooks (1991: 126) dua kegunaan penggunaan genogram, adalah sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi contoh yang mungkin mempengaruhi perspektif tentang karier pada diri subjek

b. Mengidentifikasi sumber self pereception subjek sebagai seorang worker. Mamat Supriatna (2010: 63) juga menjelaskan tentang berbagai macam bidang yang dapat didiskusikan dalam penggunaan genogram karier, yaitu; a. Keberhasilan anggota keluarga sebagai pasangan, orang tua, karyawan, teman

dan saudara

b. Peningkatan atau penurunan mobilitas yang berkaitan sebagai anggota keluarga yang telah memiliki karier

c. Waktu, ruang, uang dan hubungan yang dikelola di dalam serta di luar keluarga dan

d. Integritas setiap orang dalam macam-macam peranan yang berbeda.

Dengan melakukan wawancara mendalam, peneliti dapat melakukan eksplorasi terhadap individu. Aspek-aspek lain juga diungkap oleh peneliti seperti yang dijelskan pada pedoman wawancara.

3. Observasi

Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan kegiatan yang sedang berlangsung (Nana Syaodih Sukmadinata, 2011: 220). Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi non participant, karena dalam observasi ini peneliti tidak ikut ambil andil dalam kegiatan, hanya sebatas mengamati saja. Yang diteliti melalui teknik observasi oleh peneliti adalah:

a. Antusiasme dalam menggambarkan situasi subjek b. Interaksi subjek dengan relasi kerja

c. Interaksi subjek dengan pegawai d. Keadaan lingkungan kerja

e. Kesesuaian pernyataan dengan realita lapangan f. Hasil Produksi