primary reserve maupun secondary reserve. Kekurangan cadangan likuiditas merupakan salah satu indikator peringatan dini yang selalu diperhatikan Bank dalam pengelolaan risiko likuiditas.
• Dalam mengantisipasi meningkatnya risiko
likuiditas, upaya pengelolaan secondary reserve. dilakukan dengan lebih hati-hati sejalan dengan posisi Loan to Deposit Ratio
(LDR) Bank sehingga kondisi likuiditas Bank secara keseluruhan dapat tetap terjaga dengan baik.
3) Mekanisme pengukuran dan pengendalian risiko likuiditas
• Dalam melakukan pengukuran risiko
likuiditas, Bank menggunakan alat ukur antara lain proyeksi arus kas, proil maturitas, rasio likuiditas dan stress testing sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
• Pengendalian risiko likuiditas dilakukan
melalui strategi pendanaan, pengelolaan posisi likuiditas dan risiko likuiditas harian, pengelolaan aset likuid berkualitas tinggi dan rencana pendanaan darurat (contingency funding plan) yang berisi langkah-langkah yang dapat diambil dalam mengantisipasi dan menghadapi kondisi kesulitan (shortfall)
likuditas sehingga Bank dapat tetap memenuhi setiap kewajiban inansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu.
• Pengelolaan risiko likuiditas secara
operasional di fasilitasi melalui Rapat Komite Asset & Liabilities yang dilakukan secara periodik. Bank senantiasa menjaga cadangan likuiditas berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku, dan kontraktual transaksi serta perilaku nasabah.
e. Risiko Hukum
Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Hukum 1) Organisasi Manajemen Risiko Hukum
Organisasi manajemen risiko hukum Bank berada dalam struktur organisasi Divisi Kepatuhan & Manajemen Risiko dan di bawah Bagian Manajemen Risiko terdiri dari staf fungsional yang secara khusus bertanggung jawab melakukan pengelolaan risiko hukum dan bersifat independen dari unit kerja operasional. 2) Pengendalian risiko hukum
Pengendalian risiko hukum Bank dilakukan antara lain dengan cara:
• Bank memiliki Biro Hukum yang memiliki
peranan antara lain:
- melakukan analisa hukum atas produk
of liquidity reserve is one of early warning indicators that is always attended to by the Bank in liquidity risk management.
• In anticipation of the increase of liquidity
risk, the management of secondary reserve is carried out more carefully along with the position of Loan to Deposit Ratio (LDR) of the Bank, so that the Bank’s overall liquidity condition may be well maintained.
3) Mechanism of measuring and controlling liquidity risk
• In measuring liquidity risk, the Bank uses the
measuring tools, among others, projected cash low, maturity proile, liquidity ratio and stress testing pursuant to Bank Indonesia’s regulation.
• Liquidity risk control is performed by funding
strategy, management of liquidity position and daily liquidity risk, management of high quality liquid assets and contingency funding plan, including the steps to be taken in anticipation and facing liquidity shortfall condition so that the Bank may remain fulilling the respective inancial obligation as promised on a timely manner.
• Operational management of liquidity risk is
facilitated through Meeting of Assets & Liabilities Committee that is arranged periodically. The Bank always maintains liquidity reserve based on the applicable Bank Indonesia’s provision, and contractual transaction as well as customer’s behavior.
e. Legal Risk
Risk Management Application for Legal Risk 1) Legal Risk Management Organization
The Bank’s legal risk management organization is provided in the organization structure of Compliance & Risk Management Division and under Risk Management Section consisting of functional staff particularly responsible for legal risk management who is independent from operational unit.
2) Legal risk control
The Bank’s legal risk control is carried out among others in the following manner:
• The Bank has Legal Bureau with the following
roles, among others:
Laporan Tahunan 2012Annual Report • PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
105
dan/atau aktivitas baru serta membuat standar dokumen hukum yang terkait dengan produk dan/atau aktivitas tersebut;
- memberikan analisa/advis hukum kepada seluruh pegawai pada setiap jenjang organisasi;
- memberikan advis atas eksposur hukum akibat perubahan ketentuan atau peraturan;
- memeriksa segala perjanjian yang akan dibuat antara Bank dengan pihak ketiga; - melakukan pemeriksaan berkala atas
perjanjian yang telah dibuat; dan
- memantau risiko hukum yang ada di seluruh cabang Bank;
- menangani setiap permasalahan hukum yang terkait dengan litigasi agar risiko hukum yang mungkin timbul dapat diminimalisasi;
- melakukan sosialisasi budaya patuh hukum kepada seluruh jenjang organisasi Bank secara berkesinambungan.
• Memantau perkembangan kasus-kasus
hukum yang terjadi dan mengambil lesson learnt dari kasus-kasus tersebut.
• Penilaian proil risiko hukum dan
perkembangannya setiap bulan yang dituangkan dalam laporan Proil Risiko Bank.
f. Risiko Strategis
Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Strategis 1) Organisasi Manajemen Risiko Strategis
Organisasi manajemen risiko strategis Bank berada dalam struktur organisasi Divisi Kepatuhan & Manajemen Risiko dan di bawah Bagian Manajemen Risiko terdiri dari staf fungsional yang secara khusus bertanggung jawab melakukan pengelolaan risiko strategis dan bersifat independen dari unit kerja operasional. 2) Kebijakan untuk mengidentiikasi dan merespon
perubahan lingkungan bisnis, baik eksternal maupun internal dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu:
a) Analisa Lingkungan Bisnis :
• Menganalisa faktor internal dan eksternal
yang mempengaruhi kinerja dan kelangsungan usaha Bank dalam jangka menengah dan panjang.
• Mengidentiikasi peluang dan tantangan
dari perubahan lingkungan bisnis eksternal (kondisi ekonomi, teknologi dan pergeseran kebutuhan nasabah).
and/or activity and preparing standard legal documents related to the product and/or activity;
- providing legal analysis/advice to all employees across the board;
- providing advice on legal exposure due to changes of provision or regulation; - checking all agreements to be prepared
between the Bank and third party;
- performing periodic examination on agreements that have been prepared; and - monitoring any existing legal risk in all
branches of the Bank;
- Handling each litigation related legal problem so that any legal risk that may arise can be minimized;
- socialization of law abiding culture to all levels of the Bank’s organization on continuous basis.
• Monitoring the development of existing legal
cases and taking the lessons learnt from such cases.
• Monthly assessment of legal risk proile and
its development that is included in the Bank’s Risk Proile Report.
f. Strategic Risk
Risk Management Application for Strategic Risk 1) Strategic Risk Management Organization
The Bank’s strategic risk management organization is provided in the organization structure of Compliance & Risk Management Division and under Risk Management Section consisting of functional staff particularly responsible for strategic risk management who is independent from operational unit.
2) Policy to identify and respond changes of business environment, both external and internal, is conducted in several stages, which are:
a) Analysis of Business Environment:
• To analyze internal and external factors
affecting the Bank’s performance and business continuity in medium and long terms.
• To identify any opportunity and
challenge from changes of external business environment (economic condition, technology and changes of customers’ needs).