VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN
5. Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance/GCG)
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance secara luas dan menyeluruh akan berkontribusi pada profitabilitas, nilai tambah bagi stakeholder, dan kelangsungan pertumbuhan bisnis jangka panjang bagi Perseroan sebagai perusahaan publik.
Sebagai institusi yang bergerak di bidang perbankan dan sekaligus sebagai perusahaan publik, Bank • melaksanakan Good Corporate Governance dengan berpedoman pada :
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan d.h Bank Indonesia (PBI) No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan
Good Corporate Governance Bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan PBI Nomor
8/14/PBI/2006.
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan d.h Bank Indonesia (SE BI) No. 15/15/DPNP tanggal 29 April 2013 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum.
• Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (Bapepam LK) No.IX.1.5 lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep 643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
• Peraturan Bursa Efek Jakarta No. 1-A/Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004.
Dalam PBI tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance minimal harus diwujudkan dalam:
- Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi
- Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank
- Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal - Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern - Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar - Rencana strategis Bank
- Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.
Perseroan berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
Prinsip Tata Kelola Perusahaan
Dalam menerapkan Good Corporate Governance, Perseroan membangun budaya perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yaitu transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency) dan kewajaran (fairness). Kelima prinsip tersebut senantiasa diterapkan dalam kegiatan bisnis dan pelaksanaan operasional Bank sehari-hari pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Peningkatan kualitas pelaksanaan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja Perseroan, melindungi kepentingan stakeholders dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika (code of conduct) yang berlaku secara umum pada industri Perbankan.
Sebagai kerangka kerja yang dapat memberikan panduan bagi setiap unit organisasi Perseroan agar dalam bertindak tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance, maka Perseroan telah menyusun Kebijakan dan Pedoman Umum Pelaksanaan Good Corporate Governance, dan telah mendapat pengesahan dari Dewan Komisaris dan Direksi.
Sebagai ketentuan pelaksanaan dari Kebijakan dan Pedoman Umum Pelaksanaan Good Corporate
Governance dimaksud, Perseroan telah menyusun beberapa Pedoman antara lain :
- Pedoman Penilaian Sendiri (Self Assessment) dan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Penerapan
Good Corporate Governance (Pedoman Penilaian dan Penyusunan Laporan Good Corporate Governance), sebagai panduan dalam melakukan penilaian sendiri dan penyusunan laporan
Pelaksanaan Penerapan Good Corporate Governance. - Pedoman Kode Etik
Pedoman ini meletakkan prinsip – prinsip dasar dari perilaku dan profesi yang diharapkan dari semua Insan Perseroan. Melalui Pedoman Kode Etik ini diharapkan budaya kesadaran risiko (risk
awareness) yang kuat dan control environment yang baik pada Perseroan dapat terwujud dan
melekat pada masing – masing Insan Perseroan. - Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan
Sebagai Pedoman bagi seluruh Insan Perseroan :
• untuk memahami, mencegah dan menanggulangi Benturan Kepentingan, serta
• dalam mengambil sikap yang tegas terhadap Benturan Kepentingan di Perseroan untuk mewujudkan pengelolaan perusahan yang baik.
Selain berpedoman pada Kebijakan dan Pedoman tersebut di atas, pelaksanaan Good Corporate
Governance juga didasarkan pada aturan-aturan internal lainnya yang ditetapkan sesuai dengan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap mengacu pada prinsip-prinsip Good
Corporate Governance.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Rapat Umum Pemegang Saham merupakan organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS memiliki wewenang antara lain untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran Dasar, menyetujui Laporan Tahunan dan menetapkan bentuk dan jumlah imbalan, tunjangan dan fasilitas bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta menghasilkan keputusan-keputusan penting yang sejalan dengan arah dan kebijakan Perseroan.
RUPS Tahunan terakhir pada tanggal 02 Juni 2017 telah menghasilkan keputusan, antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris mengenai keadaan dan jalannya Perseroan tahun buku 2016 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan tahun buku 2016 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulastiyanto, Dadang & Ali serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) bagi para anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasannya selama tahun buku 2016, sepanjang tindakan tersebut dinyatakan dalam Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2016.
Dewan Komisaris dan Direksi
Sistem pengelolaan perusahaan dilakukan secara dual-control dimana terdapat pemisahan yang jelas antara fungsi dan tanggung jawab Direksi yang bertanggung jawab melakukan pengelolaan Bank sedangkan Dewan Komisaris yang bertanggung jawab atas fungsi pengawasan perseroan.
Integritas, kompetensi dan reputasi keuangan seluruh anggota Dewan Komisaris dinilai telah memadai. Fungsi pengawasan Dewan Komisaris sudah berjalan dengan cukup efektif. Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja serta pengaturan lainnya secara tertulis. Dewan Komisaris telah menyediakan waktu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal, antara lain dengan kehadiran di kantor Bank untuk melaksanakan fungsi pengawasan. Rapat Dewan Komisaris diadakan secara rutin dan berjalan efektif.
Seluruh anggota Direksi Perseroan berdomisili di Indonesia. Presiden Direktur berasal dari pihak yang independen terhadap PSP Bank. Sesuai Good Corporate Governance, Direksi Perseroan tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan/atau lembaga lain. Seluruh anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain. Hampir seluruh anggota Direksi Perseroan yaitu sebanyak 5 (lima) anggota Direksi telah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), salah satu diantaranya adalah Direktur Independen yang membawahi Fungsi Kepatuhan. Fungsi Direksi telah berjalan efektif dalam memimpin dan mengelola perusahaan.
Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, maka Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris Perseroan untuk selanjutnya akan berpedoman kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dimaksud.
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memiliki 3 (tiga) komite yang membantu Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, komite-komite tersebut adalah Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi.
Komite Audit
Tugas utama Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan, antara lain, yaitu:
1. Mengkaji Laporan Keuangan Bank;
2. Mengkaji efektivitas sistem pengendalian intern bank; 3. Memastikan kualitas pelaksanaan audit internal;
4. Memberikan pendapat independen dan profesional tentang laporan dan informasi lainnya yang disampaikan Direksi kepada Dewan Komisaris;
5. Mengidentifikasi hal-hal lainnya yang memerlukan perhatian dari Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko
Komite Pemantau Risiko yang dibentuk oleh Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk mengevaluasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang risiko oleh manajemen dengan lingkup tugas, yaitu: 1. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris tentang masalah-masalah pengelolaan risiko dan
melakukan langkah antisipasi risiko;
2. Mengevaluasi sistem pengelolaan risiko dan pengawasan intern;
3. Melakukan evaluasi dan kaji ulang serta memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan manajemen risiko yang diterapkan Direksi;
4. Memonitor risiko-risiko utama yang dihadapi Bank dan memastikan bahwa Direksi telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko;
5. Mengevaluasi, memonitor serta memberikan masukan kepada Dewan Komisaris terhadap rencana bisnis Bank, rencana jangka panjang, rencana kerja dan anggaran perseroan.
Komite Remunerasi dan Nominasi
Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi telah membahas mengenai penggantian dan/atau pengangkatan calon anggota Direksi.
Komite Remunerasi dan Nominasi mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain: 1. Mengevaluasi kebijakan remunerasi Bank;
2. Membuat kriteria dan prosedur nominasi untuk anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif;
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan dalam RUPS, serta kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif.
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan Perseroan saat ini dijabat oleh Sdr. Mario Yahya, tugas utama Sekretaris Perusahaan Perseroan adalah sebagai penghubung Bank dengan para stakeholders memberikan layanan informasi pada pihak eksternal, para investor dan publik, mengingatkan Direksi tentang pelaksanaan GCG, menyediakan dan menyampaikan informasi penting mengenai Perseroan kepada masyarakat umum dan untuk kepentingan investor melalui media massa atau melalui elektronik via IDX-net, mempersiapkan penyelenggaraan RUPS Tahunan, RUPS Luar Biasa dan Public Expose, serta menangani hal-hal dalam rangka menjaga dan meningkatkan corporate image. Selain itu, Sekretaris Perusahaan melakukan tugas-tugas sekretariat untuk Dewan Komisaris dan Direksi serta membantu Dewan Komisaris dan Direksi dalam berkomunikasi dengan para stakeholder.