BAB I PENDAHULUAN
F. Metodologi Penelitian
4. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu analisa data Milles dan Hubermen. Menurut Milles dan Hubermen, analisis data dalam penelitian kualitatif, secara umum dimulai sejakpengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Unsur-unsur metodologi dalam prosedur ini sekaligus mencerminkan komponen-komponen analisis yang bersifat interaktif.147
Adapun kegiatan analisis selama pengumpulan data dimaksudkan untuk menetapkan fokus di lapangan, menyusun temuan sementara, pembuatan rencana pengumpulan data berikutnya, pengembangan pernyataan-pernyataan analisis dan penetapan sasaran-sasaran data berikutnya. Selanjutnya dari pengumpulan data
(data collection) tersebut, direduksi (data reduction) sebagai upaya pemilihan
pemusatan perhatian pada penyederhanaan, dan mengabstrakkan data-data lapangan.
Dalam proses reduksi data, peneliti melakukan pemilihan atau pemetaan dengan membuat kategori-kategori berdasarkan permasalahan yang diteliti. Setelah hasil dari seperangkat reduksi, maka langkah selanjutnya adalah, menyajikan sekumpulan informasi atau data yang disusun, kemungkinan adanya penarikan kesimpulan. Kesimpulan-kesimpulan juga di verifikasi selama kegiatan penelitian berlangsung di lapangan, sehingga akan jelas bagaimana karakteristik data tersebut secara valid.
G. Sistematika Penulisan
Disertasi ini dibagi ke dalam enam bab dengan rincian sebagai berikut:
Bab Pertama, merupakan bab pendahuluan. Dalam bab ini, penulis mengemukakan
uraian tentang latar belakang masalah, dari latar belakang masalah tersebut, maka selanjutnya diidentifikasi permasalahan yang ada. Selanjutnya dari identifikasi itu dibuat batasan masalahnya yang meliputi, fokus penelitian, lokasi penelitian dan waktu penelitian. Selanjutnya dibuat rumusan masalah pokoknya. Berdasarkan rumusan masalah itu maka selanjutnya dibuatkan tujuan penelitian. Setelah tujuan penelitian selanjutnya akan diuraikan bagaimana signifikansi dan manfaat penelitian ini. Yang tak kalah pentingnya lagi setelah itu adalah penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Adapun metodologi penelitian yang digunakan juga diuraikan di bab ini yang terdiri dari jenis penelitian yang meliputi: metode pendekatan, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan antar dan kemungkinan generalisasi. Sedangkan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Selanjutnya adalah uraian tentang teknik pengumpulan dan teknik analisa data. Dan yang terakhir mengenai sistematika penulisan.
147M.B. Miles, A.M. Huberman, and T.R. Rohidi, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru, 1992, 92.
40
Bab Dua. Berisi tentang pendidikan multikultural dan interaksi nilai agama
dan budaya dalam masyarakat transisi. Kemudian dibagi lagi menjadi beberapa pokok bahasan yang terdiri dari: Pendidikan multikultural dalamam masyarakat transisi. Pokok bahasa ini dibagi lagi ke dalam sub bahasan yaitu konsep pendidikan multikultural dan pengembangan masyarakat transisi menuju masyarakat modern. Selanjutnya pokok bahasan konsep Nilai agama dalam pendidikan Islam. Kemudian ini dibagi menjadi konsep nilai, sumber nilai, fungsi nilai dan nilai-nilai keagamaan dalam Islam. Di samping itu, juga di bahas tentang konsep interaksi nilai agama dan budaya. Kemudian konsep pendidikan pluralisme yang terdiri dari konsep pendidikan pluralisme agama, pluralisme agama dalam pandangan Islam. Pembahasan terakhir dari bab dua ini adalah pendidikan nilai budaya berbasis kearifan lokal Melayu yang meliputi nilai budaya sebagai model pendidikan karakter dan nilai kearifan lokal masyarakat Melayu. Kesemuanya ini merupakan landasan teoritis terhadap permasalahan pokok disertasi ini.
Bab Ketiga, berisi tentang potret kehidupan sosial, budaya, agama dan
Sekolah Islam Terpadu di Kota Batam. Kemudian asal mula nama Batam dan orang Melayu di Batam. Adapun gambaran kehidupan sosial, budaya dan agama Kota Batam meliputi keberagaman masyarakat Batam dan Batam sebagai bandar dunia madani. Selanjutnya adalah potret sekolah Islam terpadu di Kota Batam. Dan yang terakhir adalah Melayu dalam konteks nilai budaya lokal di Kota Batam. Pembahsan ini meliputi adat dalam kebudayaan Melayu, empat kategori adat Melayu, fungsi adat dan nilai-nilai adat Melayu. Kesemua materi ini adalah untuk menjelaskan tentang kondisi riil lokasi penelitian, sehingga memperjelas subyek dan obyek penelitian ini.
Bab Empat, berisi tentang pendidikan Islam dan kebudayaan Melayu di
Batam. Bagian pertama diuraikan tentang Pendidikan Islam dan persaudaraan umat beragama di Batam. Dakan uraian bagian pertama ini terdiri dari Pancasila sebagai sumber nilai pendidikan dan budaya dalam multukulturalisme di Batam. Bagian kedua, membahas tentang budaya Melayu di era globalisasi. Uraian ini terdiri dari nilai agama dan budaya dalam kearifan lokal Melayu di Batam. Ini juga dibagi lagi menjadi Gurindam Duabelas, Pantun Melayu, Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah, serta dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Bagian ketiga, adalah interaksi nilai agama dan budaya melalui model pendidikan di Batam. Uraian ini juga terbagi menjadi peranan pemerintah dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di Batam. Model pendidikan dalam interaksi nilai agama dan budaya di Batam. Ini terbagi lagi menjadi interaksi model pendidikan formal, interaksi melalui model pendidikan nonformal dan interaksi melalui model pendidikan informal. Yang terakhir adalah peranan lembaga sosial dalam interaksi nilai agama dan budaya di Batam. antara lain peranan FKUB dalam pnyelesaian konflik sosial dan peranan organisasi Paguyuban dalam menjalin kerukunan antar umat beragama. Uraian ini merupakan jawaban dari sebagian dari pertanyaan yang lahir terkait dengan rumusan permasalahan.
Bab lima, berisi tentang model pendidikan berbasis nilai agama dan budaya
di Batam. Pembahasan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu bagian pertama, model pendidikan pluralisme sebagai media interaksi sosial di Batam. bagian kedua,
41 model pendidikan multikultural sebagai model pembelajaran di Batamm Bagian ketiga, Peace Education dan Budaya Gotong Royong Sebagai Implemen- tasi Model Pendidikan Multikultural di Batam. hal ini terbagi menjadi peace edcation sebagai sebagai resolusi konflik dan budaya gotong royong Sebagai media pemersatu. Bagian keempat, adalah humanisme sebagai implikasi pendidikan karakter berbasis nilai agama dan budaya di Batam. hal ini dibagi menjadi dua yaitu humanisme dan implikasinya dalam pendidikan di Batam, kemudian terwujudnya masyarakat berkarakter humanis-religius di Batam.
Bab Keenam, adalah bab penutup yang terdiri dari kesimpulan,
43