TEUKU ZULKARNAEN
336 TEUKU ZULKARNAEN
LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia usaha sekarang ini sangat cepat serta membawa para pelaku dunia usaha pada persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan konsumen. Hal ini tentu mendorong para pelaku usaha melakukan upaya-upaya untuk menarik konsumen terhadap produk/jasa yang ditawarkan, sehingga membuat konsumen dapat menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mewujudkan hal tersebut, pelaku dunia usaha dituntut utnuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen serta menempatkan konsumen sebagai pengambil keputusan untuk melakukan pembelian.
Minat beli merupakan bagian dari proses menuju ke arah tindakan pembelian yang dilakukan oleh seorang konsumen. Minat beli dapat ditingkatkan dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain faktor psikis yang merupakan faktor pendorong yang berasal dari dalam diri konsumen yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap, selain itu faktor sosial yang merupakan proses dimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh keluarga, status sosial, dan kelompok acuan, kemudian pemberdayaan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan juga distribusi.
Pasar Geudong yang merupakan salah satu pasar tradisional yang terletak di Kabupaten Aceh Utara serta membelah ruas jalan Banda Aceh – Medan tidak ketinggalan memasarkan produk garmen, produk garmen dapat kita jumpai di pertokoan bahkan di kaki lima (K5) pertokoan. Pedagang produk garmen di pasar Geudong terus berupaya mempertahankan konsumen yang sudah ada dan berusaha memperoleh konsumen yang baru. Hal ini dilakukan untuk dapat memperoleh hasil penjualan yang meningkat setiap harinya. Untuk menarik konsumen, para pedagang produk garmen pasar Geudong menyediakan produk garmen dengan merek-merek
terkenal dengan harga yang berfariatif. Untuk menjaga kepercayaan konsumen serta kelanjutan penjualan produk garmen, para pedagang pasar Geudong juga menerapkan kebijakan bauran pemasaran yang menjadi pemikiran yang sangat rasional. Semua strategi bauran pemasaran tersebut akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian produk garmen mengingat produk garmen sangat dibutuhkan oleh konsumen dengan kebutuhan tidak terbatas.
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas maka rumusan permasalahannya adalah Seberapa besar bauran pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi dan Distribusi dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk garmen di Pasar Tradisional Geudong Kabupaten Aceh Utara
TINJAUAN TEORITIS
Pemasaran merupakan salah kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk mendapatkan laba dan mendapatkan nilai dari hasil usahanya, hasil tersebut disebutkan karena pemasaran merupakan salah saturusahaan dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. karena inilah kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitanya dengan pasar.
Menurut Kotler (1997:13) pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu-individu dan kelompok–kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan pemasaran, pertukaran produk-produk yang bernilai. Sedangkan menurut William J Stanton (1996:15) Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan hasil usaha yang di tunjukan untuk merencanakan menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
Journal Of Economic Management & Business - Volume 14, Nomor 3, Juli 2013 337
dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Dari beberapa deinisi diatas maka dapat di simpulkan bahwa arti pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan kegiatan- kegiatan perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen, memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan dan selera konsumen , menentukan harga produk yang sesuai dengan keinginan dan menentukan promosi yang efektif dan mendistribusikan produk ke konsumen yang tepat .semua kegiatan perusahaan dapat memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan maka perusahaan perlu melakukan perencanaan pengorganisasian, pengkoordinasian dan pegawasan dari seluruh kegiatan perusahaan. William/D Pereult, R (1993:31) mendeinisikan proses manajemen pemasaran adalah proses (1) merencanakan kegiatan pemasaran (2) mengarahkan pelaksanaan dan (3) mengendalikan rencana.
Proses manajemen pemasaran adalah langkah-langkah dan usaha-usaha yang di tempuh perusahaan agar usahanya tetap hidup dan berjalan terus melalui pengecakan sasaran strategi dan taktik perusahaan secara berkala. langkah-langkah yang di tempuh dalam proses manajemen adalah:
1. Menganalisa kesempatan pasar 2. Memilih pasar sasaran
3. Mengembangkan marketing mix 4. Mengelola hasil pemasaran.
Dari beberapa deinisi diatas maka dapat di simpulkan bahwa arti pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan kegiatan- kegiatan perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen, memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan dan selera konsumen, menentukan harga produk yang sesuai dengan keinginan
dan menentukan promosi yang efektif dan mendistribusikan produk ke konsumen yang tepat .semua kegiatan perusahaan dapat memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen.
Bauran pemasaran adalah suatu konsep kunci dalam teori pemasaran modern, pelaku bisnis dihadapkan untuk meningkatkan dan menjamin kepuasan setiap konsumen. Bauran pemasaran merupakan lampiran dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikembangkan, yang dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yangn diinginkan dalam pasar sasaran.
Kotler, (1993:93) mendeinisikan bauran pemasarn adalah “campuran dari variable-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam sasaran pasar. Masih menurut Kotler, (1997:98) mengklasiikasikan bauran pemasaran ke dalam empat unsur yaitu: Product (produk), price (harga), place (tempat) dan promotion (promosi). Pemasaran jasa pendidikan dunia menurut Kotler (1997:91), tujuh alat pemasaran yang dikenal dengan 7 ps. Program, Price, Place (Location And Delivery Sistem), promotion, processes, physical facilities, dan people.
Menurut Assauri (1999 : 180), “Marketing Mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau nasabah.” Marketing Mix terkenal dengan 4 P terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat) dan promotion (promosi). Berkenaan dengan alat-alat dalam bauran pemasaran (marketing mix), dapat menganut pandangan yang luas atau yang sempit. Menurut padangan yang luas, keempat unsur dari “4P” termasuk dalam bauran pemasaran tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa kebijakan bauran