Laporan Posisi Keuangan
DEWAN DIREKSI
K. Transaksi Dengan Pihak Afilliasi
Perseroan telah melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagai berikut: (i) Perseroan telah melakukan transaksi secara historis dengan pemegang saham langsung dan tidak langsung dan pihak yang terafiliasi dengan pemegang saham Perseroan; (ii) Perseroan telah melakukan transaksi di antara mereka; dan (iii) transaksi berjalan atau transaksi di masa mendatang yang akan dilaksanakan oleh Perseroan setelah tanggal dari Prospektus ini. Perseroan yakin bahwa setiap perikatan telah dilakukan atau akan dilakukan menggunakan persyaratan komersial normal (arm’s length terms) atau dengan persyaratan yang menguntungkan yang hampir sama dengan transaksi yang dilakukan oleh pihak ketiga.
Perseroan memiliki transaksi dengan pihak terafiliasi tertentu antara lain sebagai berikut:
1. Perjanjian Kredit
a Perjanjian Kredit Rekening Koran No. 2/2/BS.JSH/III/2011 tertanggal 1 Maret 2011 jis. Perjanjian Kredit Rekening Koran 238/2/BS.JSH/II/2012 tanggal 28 Pebruari 2012, dan Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 1 No. 2/2/BoII.JSH/III/2013 tanggal 1 Maret 2013 dan Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 1 No. 1/2/Boll.JSH/III/2014 tanggal 28 Februari 2014, yang seluruhnya dibuat dibawah tangan dengan uraian sebagai berikut:
Para Pihak : 1. PT Bank Swadesi Tbk (“Bank”)(sekarang PT Bank of India Indonesia Tbk) ; 2. PT Eka Sari Lorena Transport (“Perseroan”)
Jenis Pinjaman : Kredit Dalam Bentuk Rekening Koran (Giro)
Jumlah Fasilitas ` Rp6.500.000.000,- Jumlah saldo per 25 Pebruari 2014 Rp5.343.049.930,-Jangka Waktu s.d : 1 Maret 2015
Hak Perseroan : Perseroan berhak untuk menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan yang penarikan dan pemakaiannya dilakukan dengan menarik cek, bilyet giro, atau surat perintah lainnya dari rekening Perseroan pada Bank yang tidak melampaui atau melebihi plafon yang diperoleh Perseroan dari Bank tersebut.
Bunga : Bunga Pokok : 12% per tahun
Bunga Tambahan : 36% per tahun (untuk jumlah pinjaman yang melampaui plafon sebagi akibat karena pembebanan provisi, bunga, biaya-biaya, maupun karena penarikan oleh Perseroan yang telah disetujui Bank)
Pembatasan (Negative Covenants)
: 1. Menerima suatu pinjaman uang/fasilitas kredit/leasing berupa apapun dari pihak lain;
3. Menjual/memindahkan/menjaminkan barang tidak bergerak milik Perseroan yang telah dijaminkan kepada bank dengan cara bagaimanapun juga kepada pihak lain;
4. Menyewakan/meminjam pakaikan baik sebagian maupun seluruhnya barang-barang jaminan;
5. Apabila ada perubahan atau penambahan pemegang saham baru, atau perubahan/penambahan sekutu baru/perubahan dalam susunan direksi/komisaris atau perubahan dalam anggaran dasar Perseroan.
Hal- hal yang menyebabkan Berakhirnya Perjanjian
: Bank berhak mengakhiri perjanjian dan perubahannnya dengan kewajiban dari Perseroan untuk melunasi seketika dan sekaligus seluruh apa yang Perseroan terhutang kepada Bank baik yang berupa pinjaman pokok, provisi, bunga dan biaya-biaya lainnya apabila terjadi salah satu kejadian:
1. Perseroan dan/atau penjamin meninggal dunia, dilikuidasi, atau bubar; 2. Perseroan dan/atau penjamin mengajukan permohonan/dinyatakan pailit oleh
instansi yang berwenang;
3. Perseroan dan/atau penjamin oleh instansi yang berwenang dinyatakan di bawah pengampuan;
4. Perseroan dan/atau penjamin meminta penundaan pembayaran;
5. Penggunaan fasilitas kredit ini tidak sesuai dan menyimpang dari maksud dan tujuannya;
6. Perseroan dan/atau penjamin lalai atau tidak memenuhi ketentuan/kewajiban yang tercantum dalam perjanjian dan/atau perubahannya dan perjanjian pengikatan jaminannya atau perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian;
7. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, baik sebagian maupun seluruhnya dinyatakan dalam sita jaminan atau disita oleh pihak yang berwenang;
8. Perseroan dan/atau penjamin tanpa persetujuan Bank, mengalihkan atau mengontrakkan/menyewakan/meminjam seluruhnya atau sebagian barang-barang jaminannya secara diam-diam kepada pihak lain;
9. Barang-barang jaminan yang telah diserahkan kepada Bank berdasarkan perjanjian ini dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini musnah, berkurang nilai/jumlahnya baik sebagian maupun seluruhnya;
10. Jika menurut pertimbangan Bank, keadaan keuangan, bonafiditas dan solvabilitas Perseroan mundur sehingga meragukan pengembalian/pelunasan pinjaman uangnya;
11. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, menurut penilaian Bank menjadi sangat berkurang atau terjadi keadaan-keadaan yang menurut pertimbangan Bank akan mengancam tidak akan terbayar lunas kewajiban Perseroan;
12. Perseroan memberi keterangan-keterangan yang kebenarannya diragukan oleh Bank;
13. Adanya gugatan yang ditujukan kepada pihak Perseroan dan/atau penjamin; 14. Perseroan dan/atau penjamin masuk daftar hitam Bank Indonesia.
Jaminan : Untuk menjamin pembayaran kembali hutang Perseroan kepada Bank yang timbul berdasarkan Perjanjian Kredit ini, Perseroan memberikan jaminan kepada Bank yang cukup memuaskan dan dapat diterima oleh Bank dengan rincian sebagai berikut:
Sertifikat Hak Tanggungan No. 871/2011 tertanggal 7 April 2011 atas bidang-bidang tanah-tanah sebagaimana termaktub dalam Sertifikat Hak Milik No. 2671/Baranangsiang dengan luas 2632M2 dan Sertifikat Hak Milik No. 2672/Baranangsiang dengan luas 287 M2 yang seluruhnya atas nama Soerbakti G.T.
Sertifikat Hak Tanggungan No. 912/2011 tertanggal 7 April 2011 atas bidang-bidang tanah-tanah sebagaimana termaktub dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 712/Baranangsiang dengan luas 557 M2 dan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 713/Baranangsiang dengan luas 53 M2yang seluruhnya atas nama Soerbakti G.T.
Pilihan Hukum : Hukum Indonesia Yurisdiksi Penyelesaian
Sengketa
: Pengadilan Negeri Bogor
Catatan : 1. Perseroan telah mendapatkan Surat Persetujuan dari Bank sehubungan dengan pengesampingan pembatasan perubahan atau penambahan pemegang saham dalam Perseroan, pelaksanaan IPO dan kredit-kredit yang telah diterima oleh Perseroan setelah tanggal Perjanjian ini sebagaimana tercantum dalam Surat No. 53/LG/KP.JKT/WS/XI/2013 tanggal 18 Nopember 2013.
jaminan Sertifikat Hak Tanggungan atas bidang-bidang tanah yang terdaftar atas nama Gusti Terkelin Soerbakti untuk menjamin utang Perseroan.
b Perjanjian Kredit Rekening Koran No. 11/2/BS.JSH/III/2012 tertanggal 21 Maret 2012 jis. Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 2 No. 1/2/BoII.JSH/III/2013 tanggal 1 Maret 2013 dan Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 2 No. 2/2/Boll.JSH/III/2014 tanggal 28 Februari 2014, yang seluruhnya dibuat dibawah tangan dengan uraian sebagai berikut:
Para Pihak : 1. PT Bank Swadesi Tbk (“Bank”) (sekarang PT Bank of India Indonesia Tbk); 2. PT Eka Sari Lorena Transport (“Perseroan”)
Jenis Pinjaman : Kredit Dalam Bentuk Rekening Koran (Giro)
Jumlah Fasilitas ` Rp 8.000.000.000,- Jumlah saldo per 25 Pebruari 2014 Rp7.845.491.532,-Jangka Waktu s.d : 1 Maret 2015
Hak Perseroan : Perseroan berhak untuk menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan yang penarikan dan pemakaiannya dilakukan dengan menarik cek, bilyet giro, atau surat perintah lainnya dari rekening Perseroan pada Bank yang tidak melampaui atau melebihi plafon yang diperoleh Perseroan dari Bank tersebut.
Bunga : Bunga Pokok : 12% per tahun
Bunga Tambahan : 36% per tahun (untuk jumlah pinjaman yang melampaui plafon sebagi akibat karena pembebanan provisi, bunga, biaya-biaya, maupun karena penarikan oleh Perseroan yang telah disetujui Bank)
Pembatasan (Negative Covenants)
: 1. Menerima suatu pinjaman uang/fasilitas kredit/leasing berupa apapun dari pihak lain;
2. Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg) untuk pinjaman uang pihak lain; 3. Menjual/memindahkan/menjaminkan barang tidak bergerak milik Perseroan
yang telah dijaminkan kepada bank dengan cara bagaimanapun juga kepada pihak lain;
4. Menyewakan/meminjam pakaikan baik sebagian maupun seluruhnya barang-barang jaminan;
5. Apabila ada perubahan atau penambahan pemegang saham baru, atau perubahan/penambahan sekutu baru/perubahan dalam susunan direksi/komisaris atau perubahan dalam anggaran dasar Perseroan.
Hal- hal yang menyebabkan Berakhirnya Perjanjian
: Bank berhak mengakhiri perjanjian dan perubahannya dengan kewajiban dari Perseroan untuk melunasi seketika dan sekaligus seluruh apa yang Perseroan terhutang kepada Bank baik yang berupa pinjaman pokok, provisi, bunga dan biaya-biaya lainnya apabila terjadi salah satu kejadian:
1. Perseroan dan/atau penjamin meninggal dunia, dilikuidasi, atau bubar; 2. Perseroan dan/atau penjamin mengajukan permohonan/dinyatakan pailit
oleh instansi yang berwenang;
3. Perseroan dan/atau penjamin oleh instansi yang berwenang dinyatakan di bawah pengampuan;
4. Perseroan dan/atau penjamin meminta penundaan pembayaran;
5. Penggunaan fasilitas kredit ini tidak sesuai dan menyimpang dari maksud dan tujuannya;
6. Perseroan dan/atau penjamin lalai atau tidak memenuhi ketentuan/kewajiban yang tercantum dalam perjanjian dan/atau perubahannya dan perjanjian pengikatan jaminannya atau perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian;
7. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, baik sebagian maupun seluruhnya dinyatakan dalam sita jaminan atau disita oleh pihak yang berwenang;
8. Perseroan dan/atau penjamin tanpa persetujuan Bank, mengalihkan atau mengontrakkan/menyewakan/meminjam pakaikan seluruhnya atau sebagian barang-barang jaminannya secara diam-diam kepada pihak lain;
9. Barang-barang jaminan yang telah diserahkan kepada Bank berdasarkan perjanjian ini dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini musnah, berkurang nilai/jumlahnya baik sebagian maupun seluruhnya;
10. Jika menurut pertimbangan Bank, keadaan keuangan, bonafiditas dan solvabilitas Perseroan mundur sehingga meragukan pengembalian/pelunasan pinjaman uangnya;
11. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, menurut penilaian Bank menjadi sangat berkurang atau terjadi keadaan-keadaan yang menurut pertimbangan Bank akan mengancam tidak akan terbayar lunas kewajiban Perseroan;
oleh Bank;
13. Adanya gugatan yang ditujukan kepada pihak Perseroan dan/atau penjamin; 14. Perseroan dan/atau penjamin masuk daftar hitam Bank Indonesia.
Jaminan : Untuk menjamin pembayaran kembali hutang Perseroan kepada Bank yang timbul berdasarkan Perjanjian Kredit ini, Perseroan memberikan jaminan kepada Bank yang cukup memuaskan dan dapat diterima oleh Bank dengan rincian sebagai berikut:
Sertifikat Hak Tanggungan No. 1370/2012 tertanggal 2 Mei 2012 atas bidang-bidang tanah sebagaimana termaktub dalam Sertifikat Guna Bangunan No. 3176/Petojo Utara dengan luas 63 M2 ,Sertifikat Guna Bangunan No. 3177/Petojo Utara dengan luas 63 M2, dan Sertifikat Guna Bangunan No. 2522/Petojo Utara, dengan luas 61 M2yang seluruhnya atas nama Soerbakti G.T.
Akta Jaminan Fidusia No. 63 tanggal 21 Maret 2012 yang dibuat di hadapan Titiek Irawati S, S.H., Notaris di Jakarta atas bus-bus:
x 1 (satu) unit bus Mercedes Benz OH 1525 tahun 2008 dengan No. Pol. B 7536 IV dengan BPKB atas nama Perseroan dengan No. F 4274372 G; x 1 (satu) unit bus Mercedes Benz OH 1525 tahun 2008 dengan No. Pol. B
7546 IV dengan BPKB atas nama Perseroan dengan No. F 4274265 G; x 1 (satu) unit bus Mercedes Benz OH 1525 tahun 2008 dengan No. Pol. B
7556 IV dengan BPKB atas nama Perseroan dengan No. F 4274325 G. Dokumen-dokumen jaminan di atas turut menjamin Perjanjian Kredit Rekening Koran No. 12/4/BS.JSH/III/2012 tertanggal 21 Maret 2012, yang dibuat dibawah tangan.
Pilihan Hukum : Hukum Indonesia Yurisdiksi Penyelesaian
Sengketa
: Pengadilan Negeri Bogor
Catatan : 1. Perseroan telah mendapatkan Surat Persetujuan dari Bank sehubungan dengan pengesampingan pembatasan perubahan atau penambahan pemegang saham dalam Perseroan, pelaksanaan IPO dan kredit-kredit yang telah diterima oleh PERSEROAN setelah tanggal Perjanjian ini sebagaimana tercantum dalam Surat No. 53/LG/KP.JKT/WS/XI/2013 tanggal 18 Nopember 2013.
2. Tidak ada perjanjian yang memuat hak dan kewajiban terkait pemberian jaminan Sertifikat Hak Tanggungan atas bidang-bidang tanah yang terdaftar atas nama Gusti Terkelin Soerbakti untuk menjamin utang Perseroan.
c Perjanjian Kredit Rekening Koran No. 12/4/BS.JSH/III/2012 tertanggal 21 Maret 2012, yang dibuat dibawah tangan dengan uraian sebagai berikut:
Para Pihak : 1. PT Bank Swadesi Tbk (“Bank”) (sekarang PT Bank of India Indonesia Tbk) ; 2. PT Eka Sari Lorena Transport (“Perseroan”)
Jenis Pinjaman : Kredit Dalam Bentuk Rekening Koran
Jumlah Fasilitas ` Rp 2.000.000.000,- Jumlah saldo per 25 Pebruari 2014 Rp1.378.667.700,-Jangka Waktu s.d : 21 Maret 2017
Hak Perseroan : Perseroan berhak untuk menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan yang penarikan dan pemakaiannya dilakukan dengan menarik cek, bilyet giro, atau surat perintah lainnya dari rekening Perseroan pada Bank yang tidak melampaui atau melebihi plafon yang diperoleh Perseroan dari Bank tersebut.
Bunga : Bunga Pokok : 12% per tahun
Bunga Tambahan : 36% per tahun (untuk jumlah pinjaman yang melampaui plafon sebagi akibat karena pembebanan provisi, bunga, biaya-biaya, maupun karena penarikan oleh Perseroan yang telah disetujui Bank)
Pembatasan (Negative Covenants)
: 1. Menerima suatu pinjaman uang/fasilitas kredit/leasing berupa apapun dari pihak lain;
2. Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg) untuk pinjaman uang pihak lain; 3. Menjual/memindahkan/menjaminkan barang tidak bergerak milik Perseroan
yang telah dijaminkan kepada bank dengan cara bagaimanapun juga kepada pihak lain;
4. Menyewakan/meminjam pakaikan baik sebagian maupun seluruhnya barang-barang jaminan;
5. Apabila ada perubahan atau penambahan pemegang saham baru, atau perubahan/penambahan sekutu baru/perubahan dalam susunan direksi/komisaris atau perubahan dalam anggaran dasar Perseroan.
Hal- hal yang menyebabkan Berakhirnya Perjanjian
: Bank berhak mengakhiri perjanjian dan perubahannnya dengan kewajiban dari Perseroan untuk melunasi seketika dan sekaligus seluruh apa yang Perseroan terhutang kepada Bank baik yang berupa pinjaman pokok, provisi, bunga dan biaya-biaya lainnya apabila terjadi salah satu kejadian:
1. Perseroan dan/atau penjamin meninggal dunia, dilikuidasi, atau bubar; 2. Perseroan dan/atau penjamin mengajukan permohonan/dinyatakan pailit
oleh instansi yang berwenang;
3. Perseroan dan/atau penjamin oleh instansi yang berwenang dinyatakan di bawah pengampuan;
4. Perseroan dan/atau penjamin meminta penundaan pembayaran;
5. Penggunaan fasilitas kredit ini tidak sesuai dan menyimpang dari maksud dan tujuannya;
6. Perseroan dan/atau penjamin lalai atau tidak memenuhi ketentuan/kewajiban yang tercantum dalam perjanjian dan/atau perubahannya dan perjanjian pengikatan jaminannya atau perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian;
7. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, baik sebagian maupun seluruhnya dinyatakan dalam sita jaminan atau disita oleh pihak yang berwenang;
8. Perseroan dan/atau penjamin tanpa persetetujuan Bank, mengalihkan atau mengontrakkan/menyewakan/meminjam pakaikan seluruhnya atau sebagian barang-barang jaminannya secara diam-diam kepada pihak lain;
9. Barang-barang jaminan yang telah diserahkan kepada Bank berdasarkan perjanjian ini dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini musnah, berkurang nilai/jumlahnya baik sebagian maupun seluruhnya;
10. Jika menurut pertimbangan Bank, keadaan keuangan, bonafiditas dan solvabilitas Perseroan mundur sehingga meragukan pengembalian/pelunasan pinjaman uangnya;
11. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, menurut penilaian Bank menjadi sangat berkurang atau terjadi keadaan-keadaan yang menurut pertimbangan Bank akan mengancam tidak akan terbayar lunas kewajiban Perseroan;
12. Perseroan memberi keterangan-keterangan yang kebenarannya diragukan oleh Bank;
13. Adanya gugatan yang ditujukan kepada pihak Perseroan dan/atau penjamin; 14. Perseroan dan/atau penjamin masuk daftar hitam Bank Indonesia.
Jaminan : Lihat Jaminan pada Perjanjian Kredit Rekening Koran No. 11/2/BS.JSH/III/2012 tertanggal 21 Maret 2012 jo. Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 2 No. 1/2/BoII.JSH/III/2013 tanggal 1 Maret 2013.
Pilihan Hukum : Hukum Indonesia Yurisdiksi Penyelesaian
Sengketa
: Pengadilan Negeri Bogor
Catatan : 1. Perseroan telah mendapatkan Surat Persetujuan dari Bank sehubungan dengan pengenyampingan pembatasan perubahan atau penambahan pemegang saham dalam Perseroan, pelaksanaan IPO dan kredit-kredit yang telah diterima oleh Perseroan setelah tanggal Perjanjian ini sebagaimana tercantum dalam Surat No. 53/LG/KP.JKT/WS/XI/2013 tanggal 18 Nopember 2013.
2. Tidak ada perjanjian yang memuat hak dan kewajiban terkait pemberian jaminan Sertifikat Hak Tanggungan atas bidang-bidang tanah yang terdaftar atas nama Gusti Terkelin Soerbakti untuk menjamin utang Perseroan.
d Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK)–3 No.19/2/BoII.JSH/IV/2013 tanggal 17 April 2013 jo. Perjanjian Kredit Rekening Koran (PRK) – 3 tanggal 28 Februari 2014, yang keduanya dibuat di bawah tangan dengan uraian sebagai berikut:
Para Pihak : 1. PT Bank of India Indonesia Tbk (d/h PT Bank Swadesi Tbk) (“Bank”); 2. PT Eka Sari Lorena Transport (“Perseroan”)
Jenis Pinjaman : Kredit Dalam Bentuk Rekening Koran
Jumlah Fasilitas ` Rp 5.000.000.000,- Jumlah saldo per 26 Pebruari 2014 Rp4.943.492.223,-Jangka Waktu s.d : 1 Maret 2015
Hak Perseroan : Perseroan berhak untuk menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan yang penarikan dan pemakaiannya dilakukan dengan menarik cek, bilyet giro, atau surat perintah lainnya dari rekening Perseroan pada Bank yang tidak melampaui atau melebihi plafon yang diperoleh Perseroan dari Bank tersebut.
Bunga : Bunga Pokok : 12,5% per tahun
Bunga Tambahan : 36% per tahun (untuk jumlah pinjaman yang melampaui plafon sebagi akibat karena pembebanan provisi, bunga, biaya-biaya, maupun karena penarikan oleh Perseroan yang telah disetujui Bank)
Pembatasan (Negative Covenants)
: Tanpa Persetujuan terlebih dahulu dari Kreditur, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Menerima suatu pinjaman uang/fasilitas kredit/leasing berupa apapun dari pihak lain;
2. Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg) untuk pinjaman uang pihak lain; 3. Menjual/memindahkan/menjaminkan barang tidak bergerak milik Perseroan
yang telah dijaminkan kepada Bank dengan cara bagaimanapun juga kepada pihak lain;
4. Menyewakan/meminjam pakaikan baik sebagian maupun seluruhnya barang-barang jaminan;
5. Perubahan atau penambahan pemegang saham baru, atau perubahan/penambahan sekutu baru/perubahan dalam susunan direksi/komisaris atau perubahan dalam anggaran dasar Perseroan.
Hal - hal yang menyebabkan Berakhirnya Perjanjian
: Bank berhak mengakhiri perjanjian dan perubahannnya dengan kewajiban dari Perseroan untuk melunasi seketika dan sekaligus seluruh apa yang Perseroan terhutang kepada Bank baik yang berupa pinjaman pokok, provisi, bunga dan biaya-biaya lainnya apabila terjadi salah satu kejadian:
1. Perseroan dan/atau penjamin meninggal dunia, dilikuidasi, atau bubar; 2. Perseroan dan/atau penjamin mengajukan permohonan/dinyatakan pailit oleh
instansi yang berwenang;
3. Perseroan dan/atau penjamin oleh instansi yang berwenang dinyatakan di bawah pengampuan;
4. Perseroan dan/atau penjamin meminta penundaan pembayaran;
5. Penggunaan fasilitas kredit ini tidak sesuai dan menyimpang dari maksud dan tujuannya;
6. Perseroan dan/atau penjamin lalai atau tidak memenuhi ketentuan/kewajiban yang tercantum dalam perjanjian dan/atau perubahannya dan perjanjian pengikatan jaminannya atau perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian;
7. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, baik sebagian maupun seluruhnya dinyatakan dalam sita jaminan atau disita oleh pihak yang berwenang;
8. Perseroan dan/atau penjamin tanpa persetetujuan Bank, mengalihkan atau mengontrakkan/menyewakan/meminjam pakaikan seluruhnya atau sebagian barang-barang jaminannya secara diam-diam kepada pihak lain;
9. Barang-barang jaminan yang telah diserahkan kepada Bank berdasarkan perjanjian ini dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini musnah, berkurang nilai/jumlahnya baik sebagian maupun seluruhnya;
10. Jika menurut pertimbangan Bank, keadaan keuangan, bonafiditas dan solvabilitas Perseroan mundur sehingga meragukan pengembalian/pelunasan pinjaman uangnya;
11. Harta kekayaan Perseroan dan/atau penjamin, menurut penilaian Bank menjadi sangat berkurang atau terjadi keadaan-keadaan yang menurut pertimbangan Bank akan mengancam tidak akan terbayar lunas kewajiban Perseroan;
12. Perseroan memberi keterangan-keterangan yang kebenarannya diragukan oleh Bank;
13. Adanya gugatan yang ditujukan kepada pihak Perseroan dan/atau penjamin; 14. Perseroan dan/atau penjamin masuk daftar hitam Bank Indonesia.
Jaminan : Perseroan memberikan jaminan kepada Kreditur yang cukup memuaskan dan dapat diterima oleh Kreditur atas bidang-bidang tanah yang dibuktikan dengan:
1. Sebidang tanah seluas 631 M2berikut bangunan beserta segala turutan yang berada diatasnya, yang terletak di Jl. Raya Arjuna No.22, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya-Jawa Timur, sesuai Surat Ukur tanggal 20-08-2008 No. 74/Sawahan/2008, sebagaimana yang diuraikan dalam Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 1232/Sawahan atas nama Soerbakti GT; 2. Sebidang tanah seluas 670 M2berikut bangunan beserta segala turutan yang
berada di atasnya, yang terletak di Jl. Raya Greges No. 6-8, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya I-Jawa Timur, sesuai Surat Ukur tanggal 21-11-2012 No. 312/Sawahan/2012, sebagaimana yang diuraikan dalam Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Sawahan atas nama Soerbakti GT;
3. Sebidang tanah seluas 190 M2berikut bangunan beserta segala turutan yang berada diatasnya, yang terletak di Jl. Greges No. 4, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya-Jawa Timur, sesuai Surat Ukur tanggal 11-06-1990 No. 586/S/1990, sebagaimana yang diuraikan dalam Sertipikat Hak Milik No. 597/Sawahan atas nama Soerbakti GT;
4. Sebidang tanah seluas 653 M2berikut bangunan beserta segala turutan yang berada diatasnya, yang terletak di Jl. Greges No.2, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya-Jawa Timur, sesuai Surat Ukur tanggal 11-06-1990 No. 587/S/1990, sebagaimana yang diuraikan dalam Sertipikat Hak Milik No. 598/Sawahan atas nama Soerbakti GT.
Sebagaimana dinyatakan dalam akte-akte berupa:
- Pengakuan Hutang dan Pemberian Jaminan tanggal 17 April 2013; dan - Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan tanggal 17 April 2013.
Jaminan dalam perjanjian ini turut menjamin Perjanjian Kredit Perjanjian Kredit Angsuran No. 20/4/BoII.JSH/IV/2013 tanggal 17 April 2013 yang dibuat di bawah tangan.
Pilihan Hukum : Hukum Indonesia Yurisdiksi Penyelesaian
Sengketa
: Pengadilan Negeri Surabaya (non-eksklusif)
Catatan : 1. Perseroan telah mendapatkan Surat Persetujuan dari Bank sehubungan dengan pengesampingan pembatasan perubahan atau penambahan pemegang saham dalam Perseroan, pelaksanaan IPO dan kredit-kredit yang telah diterima oleh Perseroan setelah tanggal Perjanjian ini sebagaimana tercantum dalam Surat No. 53/LG/KP.JKT/WS/XI/2013 tanggal 18 Nopember 2013.
2. Tidak ada perjanjian yang memuat hak dan kewajiban terkait pemberian jaminan Sertifikat Hak Tanggungan atas bidang-bidang tanah yang terdaftar atas nama Gusti Terkelin Soerbakti untuk menjamin utang Perseroan.
e Perjanjian Kredit Angsuran No. 20/4/BoII.JSH/IV/2013 tanggal 17 April 2013, yang dibuat di bawah tangan dengan uraian sebagai berikut:
Para Pihak : 1. PT Bank of India Indonesia Tbk (d/h PT Bank Swadesi Tbk) (“Bank”); 2. PT Eka Sari Lorena Transport (“Perseroan”)
Jenis Pinjaman : Kredit Dalam Bentuk Rekening Koran
Jumlah Fasilitas ` Rp5.000.000.000,- Jumlah saldo per 25 Pebruari 2014 Rp4.372.020.200,-Jangka Waktu s.d : 17 April 2018
Hak Perseroan : Perseroan berhak untuk menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan yang akan di droping oleh Bank ke rekening Perseroan yang dapat ditarik sekaligus atau bertahap oleh Perseroan.
Bunga : Bunga Pokok : 12,5% per tahun
Bunga Tambahan : 3% per bulan (dihitung dari jumlah angsuran yang tertunggak dan secara harian)
Pembatasan