Berdasarkan Sustainable Development Goals 16
Jurisdito Hutomo Hardy, Tiara Costiawati Gusman, &
Edmond Febrinicko Armay
Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada saat ini sedang menggaungkan visi besar untuk negara Indonesia, yaitu Indonesia Emas Berkelanjutan 2045, yang merupakan impian besar bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi negara maju untuk dapat bersaing dengan negara lain. Dalam hal ini, fokus yang harus dibangun dalam rangka mewujudkan visi tersebut adalah infrastruktur dan sumber daya manusia yang tidak dapat dilakukan tanpa adanya guidelines jelas sebagai indikator keberhasilan dan tolok ukur.
Lebih jauh, seharusnya perkembangan infrastruktur yang dimak-sud tidak hanya terbatas pada hal-hal yang dapat terlihat saja, seperti transportasi umum, jalan raya, jalan bebas hambatan dan lainnya.
Namun, infrastruktur dalam bidang sosial juga harus menjadi per-hatian khusus, dalam hal ini adalah infrastruktur hukum dan sosial.
Infrastruktur hukum yang dimaksud adalah semua sarana yang di-butuhkan oleh negara dan masyarakat dalam rangka merealisasikan
Buku ini tidak diperjualbelikan.
Indonesia Emas Berkelanjutan ...
2
salah satu tujuan fundamental hukum, yaitu sebagai pokok terciptanya struktur sosial yang teratur dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. Roscoe Pound mengatakan bahwa law is a social tool of engineering (Latipulhayat, 2014), artinya salah satu tujuan fundamental pembentukan hukum adalah mengatur kehidupan sosial masyarakat, bermakna pengaturan kehidupan sosial dapat dilakukan melalui per aturan dan kebijakan yang transparan dalam pembentukan nya, adil dan berkelanjutan dalam pelaksanaan-nya, serta tetap memperhati kan aspek hak asasi manusia dalam setiap materinya. Hukum yang dimaksud tidak hanya terbatas pada hukum tertulis, namun termasuk juga hukum tidak tertulis. Di samping itu, pergaulan sosial negara dalam tataran internasional juga penting dalam rangka mewujudkan kepentingan negara yang berkelanjutan, serta membangun tatanan kehidupan sosial internasional yang suportif.
Di samping urgensi sumber daya manusia Indonesia yang di harap-kan dapat bersaing dengan sumber daya manusia internasional dan menghadapi industri 4.0 yang saat ini sedang menjadi perbinca ng an hangat, sebenarnya diperlukan juga sumber daya manusia yang me-miliki kualitas kemanusiaan yang baik, memanusiakan manusia, dan individu yang sadar hukum dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas Berkelanjutan 2045. Walaupun di dalam suatu negara telah memiliki substansi hukum dan aparat penegak hukum yang baik, hal tersebut akan percuma jika masyarakat sebagai subjek hukum tidak memiliki kemauan untuk mematuhi hukum. Oleh karena itu, guna mewujudkan Indonesia Emas 2045, diperlukan adanya suatu guidelines yang dapat menjadi indikator dan kejelasan penggunaan metode dalam rangka mereformasi hukum dan kehidupan sosial yaitu, Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berdasarkan kesepakatan dari negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, SDGs adalah blueprint global yang dimaksudkan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan terhadap kemiskinan, diskriminasi,
Buku ini tidak diperjualbelikan.
perubahan iklim, kemunduran kualitas lingkungan, perdamaian, dan keadilan yang dielaborasi menjadi tujuh belas tujuan.
Berdasarkan aspek tersebut, permasalahan diskriminasi, perda-maian, dan keadilan adalah hal yang paling merepresentasikan perma-salahan hukum dan sosial. Dalam hal ini, permaperma-salahan hukum dan sosial termasuk ke dalam SDGs 16 yang menjelaskan bahwa peace, justice and strong institution merupakan suatu tujuan penting yang harus dicapai dalam rangka mewujudkan suatu negara maju, dalam hal ini Indonesia Emas Berkelanjutan 2045. Tujuan besar tersebut dielaborasi ke dalam subtujuan untuk promote peaceful and inclusive societies for sustainable development, provide access to justice for all and build effective, accountable and inclusive institutions at all levels (terjemahan bebas: mendorong masyarakat damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua, serta membangun lembaga yang efektif, akuntabel, dan inklusif dalam seluruh tingkatan).
Dalam SDGs 16, PBB membagi subtujuan tersebut di atas ke dalam dua belas target yang berdiri sendiri sebagai berikut.
1. Significantly reduce all forms of violence and related death rates everywhere.
2. End abuse, exploitation, trafficking and all forms of violence against and torture of children.
3. Promote the rule of law at the national and international levels and ensure equal access to justice for all.
4. By 2030, significantly reduce illicit financial and arms flows, strengthen the recovery and return of stolen assets and combat all forms of organized crime.
5. Substantially reduce corruption and bribery in all their forms.
6. Develop effective, accountable and transparent institutions at all levels.
7. Ensure responsive, inclusive, participatory and representative decision-making at all levels.
Buku ini tidak diperjualbelikan.
Indonesia Emas Berkelanjutan ...
4
8. Broaden and strengthen the participation of developing countries in the institutions of global governance.
9. By 2030, provide legal identity for all including birth registration.
10. Ensure public access to information and protect fundamental freedoms, in accordance with national legislation and international agreements.
11. Strengthen relevant national institutions including through interna-tional cooperation for building capacity at all levels, in particular in developing countries, to prevent violence and combat terrorism and crime.
12. Promote and enforce non-discriminatory laws and policies for sustainable development.
Dua belas target tersebut dapat disimplifikasi menjadi beberapa aspek, yaitu keamanan, persamaan kedudukan dimata hukum, hak asasi manusia, pembentukan institusi berlandaskan good corporate governance, dan pembentukan institusi negara yang kuat.
Secara umum, target dalam SDGs 16 dapat direalisasikan melalui pembentukan hukum dan sistem yang baik terhadap beberapa aspek, yaitu pelaksanaan prinsip hak asasi manusia yang baik dan berke-lanjutan, penghapusan diskriminasi, baik dalam kehidupan sosial maupun sistem, dan peningkatan peran Indonesia dalam tata kelola global. Sifat alami hukum yang memaksa dan mengatur dapat dijadi-kan alat untuk mengakselerasi peningkatan kehidupan sosial hukum dalam rangka mengantarkan Indonesia sebagai negara maju. Namun, pembentukan hukum nasional dan kepatuhan hukum internasional untuk mencapai target dalam SDGs 16 tidak akan dapat terealisasi jika penegakan hukum secara realistis tidak ditingkatkan.
Lawrence M. Friedman mengemukakan tiga aspek kegagalan pe-negakan hukum1, yaitu struktur sebagai eksistensi keseluruhan institusi hukum yang ada beserta aparatnya, substansi sebagai efektivitas serta kualitas peraturan, kebijakan, norma, dan asas hukum, baik tertulis
1 Ansori, L. (2017). Reformasi Penegakan Hukum Perspektif Hukum Progresif.