EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
22. Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Capaian kinerja penyelenggaraan urusan wajib pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut.
50
a. Musyawarah Perencanaan Pembangunan.
Melalui forum Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah) di tingkat kelurahan dan kecamatan akan dilakukan pengembangan manajemen pembangunan partisipatif yakni masyarakat terlibat langsung secara berjenjang dari bawah ke atas sehingga masyarakat akan mampu menyusun rencana pembangunan secara tepat dan fleksibel sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Kepesertaan Musrenbang dari LPMK, PKK , tokoh masyarakat, tokoh agama dan RW.
b. Bantuan stimulan pembangunan.
Mengingat bahwa anggaran yang tersedia tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, maka Pemerintah Kota Semarang berusaha meningkatkan swadaya masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana umum serta sarana tempat ibadah di lingkungan masing-masing. Berikut ini bantuan stimulan pembangunan yang diberikan Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2010 dan 2011.
BANTUAN STIMULAN PEMBANGUNAN DARI PEMERINTAH KOTA SEMARANG TAHUN 2010 dan 2011
No Jenis Bantuan
Jumlah Bantuan
Tahun 2010 Tahun 2011 Proposal Nilai Bantuan
(Rp) Proposal
Nilai Bantuan (Rp)
1. Pembangunan sarana
dan prasarana umum 2.144 10.440.000.000 5.085 27.832.000.000
2. Pembangunan tempat
ibadah 631 2.320.000.000 548 2.498.500.000
Sumber : data diolah dari Laporan Bagian Pembangunan Setda Kota Semarang c. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan.
1) Pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan
Dalam rangka mendukung kelancaran administrasi dan kegiatan lembaga kemasyarakatan, seperti RT/RW, LPMK, Kelompok PKK RT/RW dan Posyandu, Pemerintah Kota Semarang setiap tahun memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga tersebut. Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Pedesaan(RT/RW dan LPMK), sampai dengan tahun 2011 yaitu : data RT/RW sejumlah 10.900 yang tediri dari 9.487 RT dan 1.413 RW, Pemerintah Kota Semarang telah memberikan bantuan operasional RT/RW untuk setiap RT/RW sebesar Rp. 240.000,00 dan LPMK sebesar Rp 1.200.000,00.
2) Fasilitasi kegiatan penanggulangan kemiskinan. Dengan mendasarkan pada :
- Perda Kota Semarang Nomor : 4 Tahun 2008 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang;
- Keputusan Walikota Semarang Nomor : 465/0320/2010 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Semarang dan Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Semarang;
51
Program bantuan yang telah diterima dan dimanfaatkan dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik baiknya.
Telah disusun dan dibangun website Data Warga Miskin dengan alamat website [email protected] sebagai media informasi publik. (by name by address)
3) Evaluasi pemberdayaan masyarakat
Evaluasi pemberdayaan masyarakat diwujudkan dalam kegiatan Lomba kelurahan, baik pada tingkat Kota s/d Nasional sesuai dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2005. Adapun indikator dari penilaian Lomba Kelurahan dimaksud yaitu melalui 8 indikator utama : Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi Masyarakat, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan, Pemberdayaan & Kesejahteraan Keluarga) serta 4 Indikator tambahan (Inisiatif dan Kreatifitas Kelurahan dalam Percepatan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan; Tingkat Kepatuhan dan ketaatan Pemerintahan Kelurahan terhadap peraturan perundang-undangan,Kinerja Lurah dan perangkatnya dalam percepatan keberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas Pemerintahan Kelurahan; Sarana dan Prasarana pemerintahan kelurahan, fasilitas umum dan sosial). Kota Semarang yang diwakili Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan berhasil menjuarai Lomba Kelurahan Tingkat Nasional pada tahun 2011.
4) Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dilaksanakan d
d. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
alam rangka keterlibatan masyarakat dalam pembangunan perkotaan perlu selalu ditumbuh kembangkan, agar masyarakat ikut memiliki dan bertanggung jawab terhadap pembangunan;
1) Fasilitasi permodalan bagi UMKM, dalam rangka pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat kelurahan melalui Lembaga Ekonomi Mikro yang berbentuk Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dengan memberikan bantuan modal kepada UED-SP terbaik di tingkat Kecamatan;
2) Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG)
Dilakukan pemasyarakatan dan pendayagunaan TTG yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diantaranya kegiatan melalui partisipasi agenda reguler tahunan Depdagri dibidang Teknologi Tepat Guna yaitu melalui Gelar Teknologi Tepat Guna (Gelar TTG) Nasional ke XIII di Kendari, fasilitasi penguatan kelembagaan Posyantek di 16 Kecamatan, pemberian stimulan TTG kepada 5 kelompok, kerjasama pembuatan alat TTG yang diwujudkan dalam bentuk 3 alat TTG yang inovative yaitu almari UV, generator ramah lingkungan dan mesin penggiling tahu dan penyusunan data kelompok TTG
52
Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa untuk Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di wilayah Kota Semarang, berupa pemberian bantuan guna peningkatan gizi balita berupa Pemberian Makanan Tambahan dan pegelolaan administrasi pokjanal posyandu serta pelatihan kader Posyandu di 16 Kecamatan, Pada tahun 2011 diberikan bantuan sebesar Rp. 1.860.000.000,00 yang didistribusikan kepada 1.550 posyandu.
f. Pelaksanaan dan Penunjangan TMMD Tahun 2011
Tahap I yaitu pelaksanaan TMMD Reguler 86 di Kelurahan Kudu dan Kelurahan Karangroto dengan kegiatan Fisik : pavingisasi jalan, pembangunan talud, pengerukan saluran air, rehab tempat ibadah, rehab poskamling, rehab rumah penduduk, pembuatan dan pemasangan mesin pompa, tower dan bak penampungan serta betonisasi jalan sedangkan kegiatan non fisik yaitu pasar murah, pengobatan massal gratis dan konsultasi KB, penyuluhan dan pembinaan berupa : PPBN dan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan reproduksi remaja dan bahaya AIDS, pelatihan ketrampilan remaja, penganeka ragaman konsumsi pangan, PAUD bagi masyarakat, pengendalian hama tanaman, dan sistem administrasi kependudukan menyerap dana APBD I Rp120.000.000,00 ; APBD II Rp70.000.000,00; Swadaya Masyarakat Rp50.000.000,00 ; Sedangkan Sengkuyung II dilaksanakan di Kelurahan Mangkang Wetan dan Kelurahan Randugarut di Kecamatan Tugu dengan kegiatan fisik berupa pavingisasi jalan dan talud, rehab poskamling, rehab rumah penduduk, rehab tempat ibadah, pembuatan dan pemasangan: mesin pompa, tower dan bak penampungan air. Adapun alokasi dananya berasal APBD I Rp145.000.000,00 ; APBD II Rp85.086.000,00 ; Swadaya Masyarakat Rp50.000.000,00.
g. Penunjangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kegiatan Pembekalan, Pengarahan terhadap mahasiswa KKN, pemberian penunjangan,/Stimulan Wilayah Kecamatan di 6 kecamatan dan 40 Wilayah Kelurahan. Indikator kinerja dari kegiatan KKN yaitu jumlah swadaya masyarakat dalam mendukung program pengabdian masyarakat oleh Perguruan Tinggi pada tahun 2011 sebesar Rp2.4045.000.000,00. Adapun dari jumlah ijin lokasi KKN mengalami kenaikan yaitu dari 28 ijin lokasi pada tahun 2011 sedangkan tahun 2010 sejumlah 11 ijin lokasi.
h. Hasil Kegiatan
1) Mengkoordinasikan Program-program Penanggulangan Kemiskinan dari SKPD-SKPD yang Tergabung Dalam TKPKD di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
Gerdu Kempling
2) Mengikutsertakan Dukungan dan Peran Serta Pelaku Usaha, Perbankan, Perguruan Tinggi, LSM dan Masyarakat.
3) Inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam Penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Program Gardu Kempling, ternyata mendapat penghargaan dari Menteri Dalam Negeri berupa IGA AWARD Tahun 2011 Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada tanggal 22 Desember 2011 di Jakarta bersama 3 (tiga) kepala Daerah lainnya di bidang yang berbeda (dari 527 kota/kabupaten
53
se Indonesia, disaring menjadi 88 tahap I, 30 pada tahap II terakhir menjadi 12 nominator yang diundang dalam acara Talk Show disiarkan secara langsung oleh TVRI Pusat sekaligus Penganugerahan IGA Award Tahun 2011).