---84. VASCO DA GAMA ± 1460-1524
Dia itulah, Vasco da Gama, penyelidik Portugis yang menemukan jalur jalan laut l angsung dari Eropa ke India dengan berlayar mengelilingi Afrika.
Orang-orang Portugis sudah lama mencari jalur ini sejak saat Pangeran Henry Sang Navigator (1394-1460). Tahun 1488 sebuah ekspedisi Portugis di bawah pimpinan B artolomeus Dias telah sampai dan mengitari Tanjung Harapan di ujung selatan Afri ka dan kembali ke Portugis. Dengan keberhasilan ini, Raja Portugis mahfum bahwa usaha lama mencari jarak terpendek ke India kini hampir mendekati kenyataan. Tet api, ada pelbagai penundaan, dan baru tahun 1497 sebuah ekspedisi ke India benar -benar dilaksanakan. Untuk memimpin ekspedisi itu raja menunjuk Vasco da Gama, s eorang bangsawan dari kelas rendahan yang lahir sekitar tahun 1460 di kota Sines , Portugis.
Da Gama bongkar sauh tanggal 8 Juli 1497, terdiri empat kapal di bawah komandony a dengan jumlah kelasi seluruhnya 170 orang termasuk penterjemah bahasa Arab. Pe rtama ekspedisi berlayar menuju kepulauan Tanjung Verde. Lalu, daripada dia telu suri pantai Afrika seperti dilakukan oleh Dias, da Gama berlayar menuju selatan, jauh di luar Samudera Atlantik. Dia berlayar terus jauh ke selatan, dan kemudia
n membelok ke timur mencapai Tanjung Harapan. Ini merupakan pilihan yang jitu, l ebih cepat ketimbang menyusuri pantai ke selatan, biarpun perbuatan ini memerluk an keberanian lebih banyak dan kelihaian navigasi. Akibat rute yang dipilihnya, kapal-kapal Gama tidak kelihatan dari daratan selama tidak kurang dari sembilan puluh tiga hari --lebih lama dua setengah kali dari yang dialami kapal Colombus! Da Gama mengitari Tanjung Harapan pada tanggal 22 Nopember, kemudian berlayar ke utara menyelusuri pantai timur Afrika. Dalam pelayaran ke utara itu dia membuan g sauh di pelbagai kota yang dikuasai orang Muslim, termasuk Mambasa dan Malindi yang kini bernama Kenya. Di Malindi dia ambil seorang penunjuk jalan bangsa Ind ia yang menuntunnya selama 23 hari melintasi Laut Arab menuju India. Tanggal 20 Mei 1498, sekitar 10 bulan sesudah keberangkatannya dari Portugis da Gama sampai di Calicut, kota pusat perdagangan paling penting di India bagian selatan. Peng uasa Hindu di Calicut, Zamorin, mulanya menyambut baik kedatangan da Gama. Tetap i, kemudian Zamorin merasa kecewa karena hadiah upeti yang dipersembahkan da Gam a kelewat murah harganya. Berkaitan dengan kekejaman pedagang-pedagang Muslim ya ng menguasai rute jalan perdagangan di Samudera Hindia, ini menjadi halangan bua t da Gama meneruskan transaksi dagang dengan Zamorin. Kendati begitu, ketika da Gama meninggalkan Calicut bulan Agustus, da Gama diberi muatan rupa-rupa rempah-rempah agar disampaikan kepada pemerintahnya di Portugis, begitu juga sejumlah o rang India.
Perjalanan pulang rupanya lebih sulit ketimbang pergi. Makan jangka waktu sekita r 3 bulan melintasi Laut Arab dan banyak awak kapal yang mati karena penyakit da rah akibat kebanyakan makan daging tetapi kekurangan buah dan tumbuhan. Akhirnya cuma dua kapal selamat sampai di rumah: kapal pertama berlabuh di Portugis tang gal 10 Juli 1499 dan kapal da Gama sendiri baru sampai 2 bulan kemudian. Hanya 5 5 anak buahnya dapat bertahan hidup, berarti kurang dari sepertiga tatkala beran gkat memulai pengembaraan. Tetapi, ketika da Gama kembali ke Lisabon tanggal 9 S eptember 1499, baik dia maupun Raja memahami betul bahwa perjalanan dua tahun it u merupakan suatu sukses besar.
Enam bulan kemudian, Raja Portugis kirim lagi ekspedisi lanjutan di bawah pimpin an Pedro Alvares Cabral. Cabral tiba pada saat yang tepat di India, menemukan ru te perjalanan ke Brazil (kendati para historikus percaya bahwa sudah ada orang P ortugis lain yang menemukannya lebih dulu), dan kembali ke Portugis membawa tump ukan rempah-rempah. Tetapi, beberapa anak buah Cabral terbunuh di Calicut sehing ga tahun 1502 da Gama dikirim kembali ke sana untuk melakukan hukuman pembalasan , membawa armada yang terdiri dari 20 kapal.
Tingkah laku da Gama dalam ekspedisi ini betul-betul ganas. Di luar perairan pan tai India dia merampas sebuah kapal Arab yang sedang lewat dan sesudah memindahk an muatannya tetapi tidak penumpangnya, dia bakar kapal itu di tengah laut. Kese mua penumpang yang ada di atas kapal, termasuk wanita dan anak-anak, musnah. Ket ika dia sampai di Calicut da Gama dengan congkak minta agar Zamorin mengahalau s emua Muslim dari pelabuhan. Ketika Zamorin bimbang, da Gama menangkapnya dan mem bunuhnya, dan menyisihkan 37 pelaut-pelaut India lantas dibomnya pelabuhan itu. Murka tetapi tak berdaya orang-orang Zamorin mengabulkan permintaan da Gama. Dal am perjalanan pulang da Gama mendirikan beberapa koloni Portugis di Afrika Timur .
Untuk hasil karya ini dia peroleh hadiah besar dari Raja Portugis, diberi gelar kebangsawanan, diberi perkebunan, diberi jaminan pensiun dan rupa-rupa hadiah ua ng. Da Gama tidak kembali ke India hingga tahun 1524 ketika Raja baru Portugis m engangkatnya jadi Raja muda India. Beberapa bulan sesudah tiba di India dia jatu h sakit dan meninggal di sana bulan Desember 1524. Dia akhirnya dimakamkan kemba li di Lisabon. Da Gama beristri dan punya tujuh anak.
Arti penting utama perjalanan Vasco da Gama adalah karena dia membuka jalur laut langsung antara Eropa dan India serta Timur Jauh, yang faedahnya bisa turut dik
ecap oleh banyak negara.
Dalam jangka pendek, faedah terbesar karuan saja jatuh pada Portugis. Melalui ja lur perdagangan baru ke Timur, negeri yang tadinya melarat ini di pinggiran Erop a yang berbudaya mendadak sontak jadi negeri terkaya di Eropa. Portugis dengan c epat mendirikan koloni-koloni jajahan di seputar Samudera Indonesia. Mereka puny a benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, di pantai timur Afrika dan di banyak tempat lagi. Ini sudah barang tentu merupakan tambah an belaka dari daerah yang mereka sudah kuasai seperti Brasil dan daerah-daerah jajahan lainnya di belahan barat Afrika yang sudah mereka bangun bahkan sebelum perjalanan Vasco Da Gama. Orang-orang Portugis berhasil mempertahankan daerah-da erah jajahan ini hingga pertengahan abad ke-20.
Pembukaan jalur perdagangan baru ke India oleh Vasco da Gama membawa akibat kemu nduran luar biasa buat pedagang-pedagang Muslim yang tadinya menguasai jalur per dagangan di Samudera Indonesia. Pedagang-pedagang Muslim ini segera sepenuhnya d ikalahkan dan tempatnya digantikan oleh Portugis. Lebih jauh dari itu, jalur per dagangan lewat darat antara India ke Eropa menjadi tidak berguna karena jalur la ut lewat Afrika yang dirintis oleh Portugis jauh lebih murah. Ini merupakan puku lan pahit baik buat orang-orang Turki Ottoman maupun kota-kota perdagangan Itali (seperti Venesia) yang tadinya menguasai perdagangan ke Timur. Tetapi, bagi Ero pa lainnya ini berarti barang-barang dari Timur Jauh berharga lebih murah daripa da semula.
Akhirnya, pengaruh terbesar dari perjalanan Vasco da Gama tidaklah terhadap Erop a atau Timur Tengah, tetapi lebih banyak terhadap India dan Asia Tenggara. Sebel um tahun 1498 India terpencil dari Eropa. Memang, sepanjang sejarah India merupa kan satu negeri berdiri sendiri, kecuali ada pengaruh luar yang datang dari arah barat laut. Perjalanan Vasco da Gama mendobrak keterasingan ini dan menyuguhkan hubungan langsung dengan kebudayaan Eropa lewat jalur laut. Pengaruh serta keku atan Eropa tumbuh lebih mantap dan lebih kuat di India, hingga pada pertengahan abad ke-19 seluruh anak benua itu jatuh ke bawah kekuasaan mahkota kerajaan Ingg ris. (Perlu dicatat, inilah satu-satunya saat dalam sejarah bahwa India dipersat ukan di bawah satu penguasa). Sedangkan untuk Indonesia, mulanya sekedar peroleh pengaruh Eropa, kemudian seluruhnya jatuh di bawah kekuasaan Eropa. Hanya sesud ah pertengahan abad ke-20 daerah-daerah ini memperoleh otonominya.
Tokoh yang jelas bisa disejajarkan dengan Vasco da Gama adalah Christopher Colom bus. Dalam beberapa hal, perbandingan ini memberi kelebihan kepada Vasco da Gama . Perjalanannya, misalnya, jauh lebih membawa hasil yang mengesankan. Dan jauh l ebih lama dari perjalanan Colombus baik diukur dari jarak maupun lamanya. Lebih dari tiga kali lipat! Dan memerlukan kelihaian navigasi lebih banyak. (Colombus, tak peduli berapa dia kehilangan arah, paling-paling dia tidak menemukan Dunia Baru, sedangkan Vasco da Gama akan kehilangan Tanjung Harapan dan lenyap entah k e mana di Samudera Indonesia). Lebih jauh dari itu, tidak seperti Colombus, Vasc o da Gama berhasil sampai ke tujuan yang direncanakannya.
Tentu bisa diperdebatkan, Vasco da Gama tidak menemukan Dunia Baru, tetapi seked ar membuat hubungan antara orang-orang Eropa dengan negeri-negeri yang memang su dah berpenduduk. Jika demikian halnya, apa bedanya dengan Colombus.
Perjalanan Colombus akhimya punya pengaruh yang luar biasa terhadap kebudayaan y ang belum berkembang di Dunia Baru; perjalanan da Gama akhirnya menghasilkan per ubahan budaya India dan Indonesia. Dalam hal menilai arti penting antara Colombu s dan Vasco da Gama, satu hal perlu diingat, kendati Amerika Selatan dan Amerika Utara jauh lebih besar ketimbang India, tetapi India punya penduduk lebih banya k dari semua penduduk Dunia Baru digabung jadi satu!
Namun bagaimanapun juga, jelas Colombus lebih berpengaruh luas ketimbang Vasco d a Gama. Pertama, pelayaran mengelilingi Afrika menuju India bukanlah berasal dar
i keinginan Vasco da Gama sendiri. Raja Portugislah yang memutuskan mengirim eks pedisi itu jauh sebelum dia memilih Vasco da Gama untuk memimpinnya. Sedangkan e kspedisi Colombus muncul dari dorongan Colombus sendiri, dan berkat pendekatan d an cara merebut hatilah sehingga Ratu Isabella bersedia menunjangnya dengan keua ngan. Kalau saja tidak karena Colombus, Dunia Baru (walaupun cepat atau lambat a kan ditemukan orang juga) baru akan diinjak orang entah berapa tahun kemudian, d an mungkin oleh warga Eropa lain. Selain itu, andaikata Vasco da Gama tidak dibe ranakkan oleh bundanya ke dunia ini, raja Portugis tinggal pilih orang lain memi mpin ekspedisi itu. Bahkan andaikata Vasco da Gama tidak becus dan gagal, orang Portugis tidak akan menyetop niatnya cari jalur langsung ke India jika tampak ol ehnya kemungkinan itu tidak jauh. Dan, kalau saja Portugis tidak mendirikan pang kalan-pangkalan di sepanjang pantai barat Afrika, sedikit sekali kemungkinan ban gsa-bangsa Eropa lain mampu menjejakkan kakinya pertama kali di India.
Kedua, pengaruh Eropa atas India dan Timur Jauh tidaklah sebanding dengan pengar uh Eropa atas Dunia Baru. Kebudayaan India cepat berubah sesudah ada kontak deng an Barat. Tetapi, dalam tempo beberapa dekade sesudah pelayaran Colombus, kebuda yaan Dunia Baru malahan boleh dibilang hancur luluh. Juga tak ada persamaan anta ra India dengan berdirinya Amerika Serikat di Dunia Baru itu.
Seperti halnya orang tidak bisa memberi pujian (atau kutukan) kepada Christopher Colombus atas semua peristiwa yang terjadi di Dunia Baru, begitu pula orang tid ak bisa menghargai Vasco da Gama dengan semua hasil-hasil dari adanya kontak ant ara Eropa dan Timur. Vasco da Gama hanyalah membuat salah satu mata rantai saja karena banyak lagi orang yang dapat dicatat sebagai perintis: Henry Sang Navigat or, sejumlah pelaut Portugis yang menjelajahi pantai barat Afrika; Bartolomeus D ias; Vasco da Gama sendiri; para pengganti sesudahnya (seperti Fransisco de Alme ida dan Alfonso d'Albuquerque); dan masih banyak lagi. Saya pikir, Vasco da Gama hanyalah merupakan mata rantai terpenting belaka. Tetapi, dia bukanlah orang ya ng begitu punya peranan penting seperti dilakukan Christopher Colombus dalam hal Eropanisasi Dunia Baru. Atas dasar prinsip penting itulah Vasco da Gama dicantu mkan dalam daftar buku ini jauh di bawah Colombus.
---85. CHARLEMAGNE 742-814
Kaisar abad tengah Charlemagne (Charles yang Agung) raja bangsa Franks, penakluk Saxony, pendiri Kekaisaran Romawi yang suci merupakan salah seorang penguasa ya ng paling terkemuka di dunia.
Lahir tahun 742, dekat kota Aachen yang akhirnya jadi ibukotanya. Ayahnya bernam a Pepin si Cebol dan kakeknya Charles Martel, seorang pemuka bangsa Frank, yang di tahun 732 berhasil memenangkan percobaan kaum Muslimin yang berusaha menakluk kan Perancis, dalam pertempuran di Tours. Tahun 751 Pepin dinyatakan sebagai Raj a bangsa Franks sehingga mengakhiri kelemahan dinasti Merovingian, mendirikan di nasti baru yang kini disebut Carolingian, sesudah Charlemagne. Tahun 768 Pepin m eninggal dunia dan kerajaan bangsa Franks dibagi antara Charles dan saudaranya C arloman. Nasib baik buat Charles dan untuk kesatuan Franks, mendadak Carloman me ninggal tahun 771. Kejadian ini mengakibatkan Charles, di umur dua puluh sembila n tahun, jadi Raja tunggal di Kerajaan Franks yang sudah jadi kerajaan terkuat d i Eropa.
Pada saat penobatan Charles, Kerajaan Franks terdiri dari Perancis sekarang, Bel gia, Swis, tambah sebagian negeri Belanda sekarang dan Jerman. Charles membuang sedikit waktu untuk mulai meluaskan kerajaannya. Janda Carloman dan anak-anaknya mengungsi ke kerajaan Lombard di Italia Utara. Charlemagne bercerai dengan istr inya orang Lombard bernama Desidarata dan memimpin tentara menuju Italia Utara. Menjelang tahun 774 Lombard sepenuhnya ditaklukkan. Italia Utara dibaurkan denga n kerajaannya meskipun empat penyerbuan tambahan masih diperlukan untuk mengkons olidasikan kekuasaannya. Janda Carloman berikut anak-anaknya jatuh ke tangan Cha rlemagne dan sejak itu tak tampak lagi batang hidungnya selama-lamanya.
Tetapi, yang lebih penting, dan tentu saja lebih sulit adalah penaklukan Charlem agne atas Saxony, suatu daerah luas di sebelah utara Jerman. Ini diperlukan tida k kurang dari delapan belas kali pertempuran; yang pertama tahun 772 dan yang te rakhir tahun 804. Faktor-faktor agama sudah barang tentu menjadi penyebab mengap a perang lawan Saxony begitu ketat dan berdarah. Orang-orang Saxon itu pagan --t ak beragama-- dan Charlemagne memaksa mereka memeluk agama Nasrani. Mereka yang menolak dibaptis atau belakangan balik lagi murtad jadi pagan dijatuhi hukuman m ati. Menurut taksiran, tak kurang dari seperempat penduduk Saxon terbunuh dalam proses penaklukan agama secara paksa ini.
Charles juga melakukan serbuan ke bagian selatan Jerman dan barat daya Perancis, untuk mengukuhkan pengawasannya atas daerah-daerah itu. Untuk mengamankan perba tasan timur kerajaannya, Charlemagne melakukan serentetan penyerbuan terhadap ba ngsa Avar. Orang Avar berdarah Asia, ada hubungannya dengan bangsa Hun, dan mere ka menguasai daerah yang luas, yang kini terkenal dengan Honggaria dan Yugoslavi a. Sesudah itu Charlemagne membabat habis seluruh kekuatan Angkatan Bersenjata A var. Kendati daerah-daerah sebelah timur Saxony dan Bavaria tidak diduduki bangs a Franks, negeri-negeri lain yang mengakui kekuasaan Franks membentang luas mula i Jerman hingga Croatia.
Charlemagne juga mencoba mengamankan daerahnya di perbatasan bagian selatan. Tah un 778 dia pimpin penyerbuan ke Spanyol. Penyerbuan ini tidak berhasil, tetapi C harlemagne bisa juga mendirikan daerah kekuasaan di Spanyol bagian utara, terken al dengan sebutan "Spanish March" yang mengakui kedaulatan kekuasaan Charlemagne .
Sebagai hasil begitu banyak peperangan yang membawa kemenangan (bangsa Franks me lakukan lima puluh empat kali pertempuran dalam jangka waktu empat puluh lima ta hun selama pemerintahannya), Charlemagne berhasil menyatukan hampir seluruh Erop a Barat di bawah kekuasaannya. Pada puncak kejayaannya, kerajaannya terdiri dari sebagian besar Perancis sekarang, Jerman, Swis, Austria, Negeri Belanda, tambah sebagian besar Italia dan banyak lagi daerah-daerah perbatasan. Sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi, tak ada satu negara pun yang punya daerah kekuasaan seluas it u.
Selama pemerintahannya Charlemagne memelihara hubungan akrab dengan Paus. Tetapi dalam masa hidupnya jelas bukan Paus,yang menguasai Charlemagne, melainkan Char lemagne yang menguasai Paus.
Puncak paling tinggi, atau paling tidak peristiwa yang paling termasyhur dari pe merintahan Charlemagne terjadi di Roma pada Hari Natal tahun 800. Pada hari itu Paus Leo III mengenakan mahkota di atas kepala Charlemagne dan mengumumkan bahwa dia adalah Kaisar Romawi. Ini berarti Kekaisaran Romawi Barat yang sudah hancur tiga abad sebelumnya dinyatakan bangkit kembali dan Charlemagne merupakan pengg anti Augustus Caesar yang sah.
Kenyataannya, tentu saja, satu keganjilan menganggap Kerajaan Charlemagne merupa kan "pemugaran" Kekaisaran Romawi. Pertama, daerah yang dikuasai kedua kekaisara n sangat jauh berbeda. Kerajaan Charlemagne betapapun luasnya, hanya mencakup se paroh dari Kekaisaran Romawi Barat. Sebagian daerah memang sama dikuasai oleh ke dua kekaisaran itu, seperti Belgia, Perancis, Swis dan bagian utara Itali. Tetap i Inggris dan Spanyol, daerah selatan Itali dan Afrika bagian utara yang merupak an daerah kekaisaran Romawi, tidak berada di bawah kekuasaan Charlemagne. Sedang kan Jerman yang merupakan daerah taklukannya yang penting tidak pernah berada di bawah kekuasaan Romawi. Kedua, Charlemagne bukanlah orang Romawi ditilik dari s egala sudut; tidak dari sudut kelahiran, pandangan, maupun budaya. Bangsa Franks tergolong suku Teutonik, dan bahasa asli Charlemagne adalah dialek Jerman Kuno, meskipun sedikit-sedikit dia ada belajar bahasa Latin. Charlemagne sebagian bes ar dari umurnya hidup di Eropa Utara, khusus Jerman, dan hanya melakukan empat k
ali perjalanan ke Itali. Ibukota kekaisarannya bukan Roma melainkan Aachen. Kini berada di Jerman Barat tidak jauh dari perbatasan Belgia dan Negeri Belanda. Kegesitan pengambilan keputusan politik Charlemagne yang menjadi ciri khasnya te rnyata macet begitu dia dihadapkan pada persoalan siapa yang akan menggantikan t ahtanya. Kendati dia sudah menghabiskan sebagian besar masa hidupnya berpegang m enyatukan sebagian besar daerah Eropa Barat, dia tidak mampu secara bijak menyus un perencanaan membagi wilayah kekaisaran diantara ketiga puteranya ketika dia m ati. Hal ini biasanya menandakan ketidakmampuan menetapkan satu garis tegas dan jalan keluar hingga bisa jadi bibit perang saudara. Tetapi keadaan selanjutnya m enunjukkan kedua putera tertuanya mati tak lama sebelum Charlemagne sendiri. Aki batnya, putera ketiganya --Louis Sang Taat-- mampu mewarisi tahta Charlemagne ta npa gangguan ketika Charlemagne meninggal dunia di Aachen tahun 814. Tetapi, Lou is menunjukkan kelemahannya dalam hal pengambilan keputusan ketimbang sang ayah tatkala saat naik tahta tiba; dia juga berkeinginan membagi kerajaannya kepada a nak-anaknya. Sesudah melalui pertempuran, putera Louis akhirnya menandatangani p ersetujuan Verdun (tahun 843) yang mengakibatkan kerajaan bangsa Franks terbagi jadi tiga bagian. Parohan pertama terdiri dari sebagian besar daerah Perancis se karang, parohan kedua termasuk bagian besar daerah Jerman; dan parohan ketiga te rmasuk baik Italia bagian utara maupun daerah memanjang perbatasan Perancis-Jerm an.
Kini, ada sebagian orang menduga pengaruh Charlemagne lebih hebat dari perhitung an saya sendiri. Telah disebutkan di bagian depan, dia membangun kembali Kekaisa ran Romawi; dia menyatukan Eropa Barat; dia masukkan Saxony ke dalam wilayah Ero pa; dia letakkan pola-pola yang dianut oleh hampir sepanjang sejarah Eropa Barat ; dia menjaga Eropa Barat dari ancaman luar; dia bikin secara kasar perbatasan P erancis, Jerman dan Itali; dia menyebarkan agama Nasrani; dan penobatan Paus men yelesaikan pertentangan berabad panjangnya antara negara dan gereja di Eropa. Me nurut pendapat saya, anggapan itu berlebih-lebihan. Pertama, apa yang disebut Ke kaisaran Romawi suci bukanlah pendirian kembali yang sesungguhnya dari Kekaisara n Romawi samasekali, tetapi sekedar kelanjutan dari Kerajaan Franks yang diwaris kan oleh Charlemagne.
Penyatuan Eropa Barat akan punya makna penting apabila Charlemagne betul-betul b erhasil menyelesaikannya. Tetapi, kerajaan Charlemagne jatuh dalam masa antara t iga puluh tahun sesudah matinya, dan tak pernah bersatu kembali sesudah itu. Perbatasan Perancis sekarang, perbatasan Jerman sekarang, dan juga Italia, tak a da sangkut-pautnya baik dengan Charlemagne maupun Louis Sang Taat. Perbatasan ut ara Italia sebagian terbesarnya mengikut perbatasan geografis Pegunungan Alpen. Perbatasan Jerman-Perancis secara garis besarnya mengikuti perbatasan bahasa, da n sebaliknya perbatasan utara mengikuti Kekaisaran Romawi.
Memberikan penghargaan yang layak buat Charlemagne dalam hal penyebaran Agama Kr isten tampaknya tidak semestinya buat saya. Agama Kristen sudah tersebar ke arah utara menuju Eropa berabad-abad sebelum pemerintahan Charlemagne dan dilanjutka n berabad-abad sesudahnya. Lepas dari masalah Charlemagne memaksa memeluk Agama Kristen bagi orang Saxon secara moral tidak bisa dihargai karena terlampau menge rikan dan merupakan langkah yang samasekali tidak perlu. Orang Anglo Saxon di In ggris masuk Nasrani tanpa pembunuhan dan diabad-abad berikutnya pelbagai rakyat Skandinavia juga dimasukkan Kristen lebih banyak dengan pendekatan daripada deng an kekerasan.
Bagaimana halnya dengan kemenangan militer Charlemagne yang berhasil menjaga Ero pa Barat dari ancaman serangan dari luar? Duduk soalnya tidaklah begitu. Selama