• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya

BAB IV. DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.5. Visi dan Misi Perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya

Sekitarnya (IKBS)

Perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha) mempunyai visi sebagai berikut:

Menjadikan perkumpulan ini sebagai wadah untuk merajut ukhuwah Islamiyah, silaturrahim dan serikat tolong menolong masyarakat rantau asal Ranah Batahan Pasaman Barat yang terkemuka di kota Medan, Sumatera Utara.

Misi sebagai berikut:

1. Untuk melindungi, mengayomi, memberdayakan dan membantu masyarakat rantau asal Ranah Batahan Pasaman Barat di kota Medan, Sumatera Utara 2. Untuk memperkokoh solidaritas sosial dan rasa kekeluargaan di kalangan

masyarakat perantau asal Ranah Batahan Pasaman di kota Medan dalam bidang agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya

Visi Ikatan Keluarga Batahan dan Sekitarnya yakni menjadikan perkumpulan ini sebagai media komunikasi, dan tempat bernaung semua masyarakat perantau asal Ranah Batahan dan Sekitarnya sekaligus menjadi perkumpulan terbaik di kota Medan, Sumatera Utara.

Misi sebagai berikut:

1. Untuk merajut ukhuwah Islamiyah dan silaturrahim di antara anggota tanpa melihat status sosialnya

2. Untuk membantu para anggota yang kurang mampu secara ekonomi sesuai dengan kemampuan perkumpulan

3. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki perkumpulan Ikatan Keluarga Batahan dan Sekitarnya

Dalam upaya merealisasikan visi dan misi perkumpulan tersebut di atas diperlukan koordinasi, amanah, kejujuran, rasa memiliki dan tanggung jawab setiap unsur pengurus dan anggota. Tanpa dasar itu kedua perkumpulan ini tidak dapat berjalan dengan baik pengelolaannya. Bahkan perkumpulan bisa bubar dan hanya tinggal nama saja.

4.6 Struktur Perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha) dan Ikatan Keluarga Batahan dan Sekitarnya (IKBS)

Membicarakan struktur perkumpulan dan kepemimpinan dalam suatu perkumpulan, tentu menjadi hal yang sangat erat kaitannya dengan bagaimana suatu perkumpulan itu dijalankan, difungsikan elemen-elemennya dan model kepemimpinannya. Pada sisi lain harus juga dipahami bahwa struktur perkumpulan menunjukkan adanya usaha dari seorang pemimpin dalam menempatkan personal orang-orang yang dipimpinnya dalam rangka melaksanakan tugas perkumpulan.

Torang (2013) berpendapat bahwa pembicaraan tentang struktur perkumpulan adalah untuk melihat skema perkumpulan untuk menggambarkan kepemimpinan teratas sampai dengan kepemimpinan terbawah baik dalam perusahaan, perkumpulan-perkumpulan sosial dan keagamaan.

Pandangan ini pula yang melatarbelakangi pentingnya penyusunan struktur perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia (PPSDM Saroha) dan Ikatan Keluarga Batahan dan Sekiatrnya (IKBS). Di antara keurgenannya (1) Agar kelihatan hirarki pimpinan mulai dari pelindung, penasehat, ketua, sekretaris, bendahara, majelis sampai pada anggota, (2) Untuk mengetahui kedudukan atau posisi masing-masing, (3) Agar mampu mengidentifikasi setiap kewenangan yang dimiliki, (4) Agar dapat mengetahui tugas, fungsi dan tanggung jawabnya, (5) Mampu melaksanakan amanah yang diembannya secara efektif dan efesien. Berikutnya yang jauh lebih penting adalah

dapat mengembangkan perkumpulan di masa depan sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Berikut struktur kedua perkumpulan tersebut.

a. Pengurus perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha)

1. Penasehat : Asmuni, Arlan Lubis dan Nuraminah Matondang 2. Ketua : Syahrul Nasution

3. Sekretaris : Ahlan Nahar Lubis 4. Bendahara : M. Ali Husni Lubis 5. Majelis dakwah : H. Aswan Lubis

6. Majelis Pendidikan : Lukman Hakim Nasution 7. Majelis Ekonomi : Subban Lubis

8. Majelis Infokom : Artoti Nasution

9. Anggota : Askelani Pulungan, Muhiddin Lubis dan Feri Mtd b. Pengurus Perkumpulan Ikatan Keluarga Batahan dan Sekitarnya (IKBS)

1. Penasehat : Agustaher Nst, M. Yunus Lubis

2. Ketua : M. Reski Matondang

3. Sekretaris : Al-Fikri Matondang

4. Bendahara : Irham Nasution

5. Bidang dakwah dan Pendidikan : Eka Putra

6. Bidang ekonomi : Muhammad Latif Nasution 7. Bidang sosial : Muhammad Iqbal Lubis

8. Humas : Nasri Nasution

9. Anggota : Anwar Lubis, Hasanuddin Matondang, Pardinan Lubis

Seluruh elemen kedua perkumpulan tersebut di atas mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:

1. Dewan Penasehat

a. Memberi saran, pendapat dan arahan terutama jika ada program kegiatan yang menyimpang dari Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga perkumpulan

b. Memberi saran dan masukan terhadap peserta sidang paripurna anggota dan rapat para pengurus

2. Pengurus

a. Ketua Umum

1) Mengambil keputusan dan kebijaksanaan sesuai dengan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga perkumpulan

2) Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh perkumpulan

3) Mengkoordinasikan , mendorong serta mengarahkan kegiatan-kegiatan perkumpulan serta menjalin kerjasama sesama antara pengurus dengan anggota

4) Mempertanggung jawabkan semua kegiatan perkumpulan pada rapat paripurna anggota terutama pada akhir periode kepengurusan

5) Memberi sangsi atau hukuman pada unsur pengurus dan anggota yang menyalahi aturan yang tertulis pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga yang disepakati bersama

b. Sekretaris

1) Melaksanakan, mengatur administrasi perkumpulan dan selalu berkoordinasi dengan ketua perkumpulan

2) Menggerakkan seluruh kegiatan-kegiatan perkumpulan, dan melakukan koordinasi dengan bendahara dan majelis-majelis perkumpulan

3) Membantu ketua umum dalam melaksanakan tugas-tugasnya administrasi dan kepemimpinan

c. Bendahara

1) Menerima, menyimpan dan mengeluarkan uang setelah disetujui oleh ketua dan sekretaris perkumpulan

2) Menyelenggarakan pembukuan keuangan secara transparan dan mempertanggung jawabkan keuangan di dalam rapat pengurus dan rapat anggota

3. Majelis/bidang

1) Membuat perencanaan program kegiatan dari masing-masing majelis, bekordinasi dengan ketua, sekretaris dan bendahara

2) Mengatur dan melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan majelisnya serta menampung seluruh permasalahan di dalamnya sekaligus meningkatkan upaya-upaya sosial dalam rangka kemajuan perkumpulan

3) Membantu kegiatan-kegiatan perkumpulan menghimpun dan mengarahkan para anggota agar untuk bersatu dan berkarya dalam perkumpulan

Pelaksanaan tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab ini dilaksanakan atas dasar asas kekeluargaan, bekerjasama, saling pengertian dan tolong menolong sesuai dengan situasi dan kondisi. Hal yang dilarang adalah para anggota tidak boleh mencampuri urusan pimpinan dan membuat kebijakan tersendiri di luar wewenang, tugas dan fungsi yang diberikan. Sejauh ini sikap yang demikian belum terjadi dikedua perkumpulan tersebut. Mengapa demikian? Karena perkumpulan ini bersifat sosial dan bukan komersial. Para pengurus punya kharisma, amanah, bersifat mengayomi, ikhlas, sabar, terbuka menerima masukan dan kritik membangun dari seluruh anggota. Dengan dasar itu pula terbentuklah harmoni keluarga yang tergolong kokoh dan solider di kota Medan.

4.7 Jenis-jenis Solidaritas Sosial Perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha dan Ikatan Keluarga Batahan (IKBS) Dalam Menjaga Harmoni Keluarga di Kota Medan

Pada masyarakat kota, desa, nelayan, petani, buruh, pengendara ojek online (ojol), Pegawai Negeri Sipil (PNS), penarik becak dan masyarakat multikultur memilik bentuk-bentuk solidaritas sosial. Demikian pula halnya pada masyarakat perantau termasuk di dalamnya etnik Mandailing di kota Medan yang tergabung dalam dua perkumpulan yaitu Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha) dan Ikatan Keluarga Batahan Sekitarnya (IKBS).

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tujuh jenis solidaritas sosial masyarakat perantau yang sejauh ini dapat menjaga harmoni keluarga di kota Medan. Ketujuh bentuk solidaritas sosial tersebut yaitu:

1 Solidaritas sosial keagamaan dan silaturrahim

Dalam sebuah perkumpulan sosial diperlukan solidaritas sosial keagamaan dan silaturrahim di kalangan anggota agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan pengetahuan agama anggota juga semakin meningkat. Di dalam ajaran Islam sudah menekankan kerjasama yang memang harus dijalin dalam sistem kemasyarakatan, karena umat Islam bagaikan bangunan tubuh yang kokoh, maka sudah tentu di dalam perkumpulan juga kegiatan sosial keagamaan dilakukan dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan sekaligus membina kehidupan beragama anggota PPSDM Saroha dan IKBS. Seperti tabel hasil wawancara di bawah ini :

Tabel 4.5 Kegiatan Sosial Keagamaan dan Silaturrahim Pada Perkumpulan PPSDM Saroha

NO Nama

Informan

Hasil Wawancara

1. Syl Dalam perkumpulan perlunya dilakukan kegiatan keagamaan. Dan itu menurut saya hal yang wajib dilakukan pada setiap perkumpulan. Saya sebagai ketua pengurus PPSDM Saroha tentunya memberikan arahan kepada setiap pengurus dan anggota untuk bisa melaksanakan kegiatan keagamaan. Kegiatan yang paling terpenting dilakukan PPSDM Saroha untuk mempererat persaudaraan dalam bentuk silaturrahim dan pengajian rutin setiap bulan.

2. Anl Tujuan solidaritas keagamaan dan silaturahim adalah untuk meningkatkan kualitas pemahaman agama, memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan silaturrahim di kalangan pengurus dan sesama anggota sehingga kelihatan keakraban sosial. Pada saat pengajian terjadi dialog, saling betegur sapa dan saling bercengkerama satu sama lain. Untuk tertib administrasi perkumpulan dibuat daftar hadir yang ditandatangani oleh masing-masing anggota. Diakhir tahun nanti semua absensi direkapitulasi untuk mengetahui keaktivan anggota mengaji dan silaturrahim. Bagi anggota yang tidak hadir dua atau tiga kali pengajian diberi teguran lisan dan tertulis diberi nasehat dan jika tidak pernah hadir selama satu tahun maka dikeluarkan dari keanggotaan

perkumpulan

3. Mal Kegiatan keagamaan di Saroha banyak dilakukan. Mulai dari pengajian setiap bulan secara bergilir di rumah anggota, di setiap bulan syawal dilaksanakan halal bil halal di masjid As-Shalihin Saroha, ada ceramah rutin di masjid Saroha. Di masjid Saroha ada khusus pengajian dan bahasa arab, guru ialah jamaah masjid lulusan dari Universitas Madinah, mengajar bahasa arab secara fasih sehingga para jamaah bisa memahami dan mengikuti..

4. Asm Dalam kehidupan sosial bahwa pendidikan agama sangat diperlukan, dan sudah diajarkan orang tua kita di kampung. Teringat saya waktu kecil diajarkan mengaji Alqura’an,tata cara wuduk dan shalat. Sama halnya di suatu perkumpulan diperlukan pula kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk dapat lebih memahami agama dan memupuk persaudaraan di kalangan perantau Ranah Batahan di kota Medan.

5. Sbl Perkumpulan PPSDM Saroha setiap tahun membentuk panitia pembayaran zakat fitrah di masjid As-Shalihin Saroha dan setiap pengurus dan anggota wajib bulan. Gerakan tersebut bertujuan untuk menyisihkan sebagian harta kita dan dikeluarkan melalui infaq dan sedaqah yang diberikan anggota dan pengurus.

Tabel 4.6 Aktivitas Sosial Keagamaan dan Silaturrahim Pada Perkumpulan IKBS

No Nama

Informan

Hasil Wawancara

1. Rsm Sejak berdiri perkumpulan IKBS dan sampai saat ini kegiatan keagamaan tetap dilaksanakan. Adapun kegiatan dilakukan ini untuk meningkatkan pemahaman agama dan membangun silaturrahim antara pengurus dan anggota.

2. Afm Aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh perkumpulan IKBS dilakukan atas dasar keikhlasan. Dan hal tersebut bagian dari ibadah. Setiap pengurus dan anggota mengikuti penuh dengan keikhlasan. Belakangan tempat pengajian dipusatkan di mesjid Al-Hijrah.

3. Irn Saya merasa senang setiap aktivitas di perkumpulan IKBS dilaksanakan dengan baik. Banyak sebenarnya kegiatan dilakukan dalam perkumpulan ini. Bagi saya ketika dilakukan kegiatan keagamaan kami sebagai

pengurus juga menghimbau para anggota untuk membawa anak-anak, untuk ikut dalam pengajian.

Karena ini juga dapat mempererat persaudaraan.

Terutama bagi anak-anak milineal sekarang supaya mereka tahu saudara-saudaranya dari kampung halaman.

4. Myl Di masa pandemi ini ukhuwah Islamiyah tetap dijalankan. Di setiap aktivitas IKBS ini tetap menjaga protokol kesehatan. Di masjid Al-Hijrah aktivitas keagamaan tetap dilaksanakan. Para jamaah masjid juga ikut senang dan tenang hatinya. Masjid bukan hanya tempat sujud kita tetapi sebaagi pusat gerakan dakwah.

5. Hsm Bagi saya kegiatan keagamaan sangat diperlukan.

Banyak kegiatan dilakukan di perkumpulan IKBS seperti pengajian, gerakan amal saleh, pemotongan hewan qurban di masjid Al Hijrah, berbuka puasa bersama setiap bulan Ramadhan, membayar zakat, pengajian rutin setiap Rabu malam dan Ahad subuh.

6. Anl Gerakan amal saleh di IKBS cukup kuat, dilaksanakan pada setiap pengajian. Alhamdulillah setiap bulan mendapat infaq sebesar Rp. 1.000.000 sampai Rp.

3.000.000. Luar biasa semangat infaknya.

7. Prl Solidaritas Keagamaan di IKBS cukup kuat. Saya sebagai anggota tetap mengikuti setiap kegiatan keagamaan baik di perkumpulan dan di masjid Al Hijrah.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut di atas, kelihatan bahwa perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia (PPSDM Saroha) dan Ikatan Keluarga Batahan Sekitarnya (IKBS) telah membentuk solidaritas sosial keagamaan dan sosial dalam bentuk pertama, mengadakan pengajian keagamaan dan silaturrahim setiap bulan di rumah anggota secara bergilir dan di masjid As-Shalihin Saroha dan Al-Hijrah.

Di dalam pengajian keagamaan tidaklah sebatas ceramah agama tetapi dipupuk semangat solidaritas sosial dalam bentuk Gerakan Amal Saleh (GAS).

Tujuannya adalah untuk memberi motivasi dan mengetuk hati para anggota untuk dapat memberikan sebagian rezeki untuk pembangunan masjid As-Salihin Saroha,

pembangunan rumah Tahfiz Alquran Saroha, santunan terhadap anak yatim, fakir dan miskin yang ada pada lingkup kedua perkumpulan.

Pelaksanaan Gerakakan Amal Saleh (GAS) dipimpin oleh pengurus atau oleh ustad yang memberi tausiyah agama, dengan cara yakni uang dilempar ke tengah jamaah dan kotak infak berjalan di hadapan anggota. Ketika uang dilempar, kelihatan sekali bahwa solidaritas sosial tergolong tinggi. Bahkan anggota merasa malu kalau tidak membawa uang ketika pengajian. Pada umumnya jumlah uang terkumpul yaitu antara Rp 1.000.000-Rp 3.000.000.

Kedua, mendirikan masjid As-Salihin Saroha. Masjid ini dibangun atas dasar solidaritas sosial anggota, infak dan wakaf para dermawan dan dermawati di kota Medan, Jepang, Belanda dan Malaysia. Diujung nama masjid diberi kata saroha artinya sejiwa atau sepakat. Pemilihan kata ini agar anggota, jamaah solider, dan sepakat sesamanya tanpa itu pembangunan masjid tidak akan tercapai bisa jadi tidak berdiri dengan megah. Di samping itu, sebagai untuk mempopulerkan kata saroha di tengah-tengah masyarakat beragama.

Gambar 4.2 Masjid As-Shalihin Saroha tahun 2020-2021

Ketiga, mengadakan pengajian bulanan di mesjid ahad pertama dan ahad keempat. Para ustad adalah dari perkumpulan, ditambah penceramah dari luar perkumpulan. Materi pengajian meliputi tentang hadis dan fikih sunnah.

Berdasarkan pengamatan setiap pengajian cukup ramai jamaahnya karena mereka

sangat butuh dengan siraman rohani. Usai pengajian disediakan minuman kopi, teh manis dan sarapan pagi.

Keempat, membentuk panitia pembayaran zakat fitrah sejak awal Ramadan. Para anggota dan pengurus diwajibkan membayar zakat fitrah di masjid As-Shalihin Saroha dan masjid Al-Hijrah agar kelihatan solidaritas sosialnya. Zakat fitrah tersebut dibagikan pada para fakir dan miskin yang ada di lingkungan kedua perkumpulan dan masyarakat sekitar masjid. Dengan cara ini pula kelihatan bahwa kehadiran masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah atau sujud tetapi dalam rangka mensejahterakan jamaah dari sudut ekonomi.

Berdasarkan laporan Bapak Mhl bendahara Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha) dapat dilihat pada wawancara sebagai berikut:

“Alhamdulillah, sejak awal Ramadhan sudah terkumpul 100 kg beras dan uang sejumlah Rp 3,000,000 (tiga juta rupiah) zakat fitrah setiap Ramadan. Keseluruhan zakat fitrah tersebut dibagi pada anggota dan jamaah satu hari sebelum hari raya Idul Fitri, agar uang bisa digunakan untuk kepentingan hari lebaran. Agar semua bergembira menyambut hari raya Idul Fitri dan tidak ada yang sedih karena ketiadaan ekonomi.”

(Wawancara 18 April 2021)

Hal ini juga sama seperti yang diungkapkan oleh Bapak Irn sebagai bendahara Ikatan Keluarga Batahan sebagai berikut:

“Untuk tahun ini warga masyarakat lingkungan masjid Al-Hijriyah dan anggota IKBS memiliki semangat untuk memberikan zakatnya sejak awal bulan Ramadhan. Sudah terkumpul beras 80 kg dan uang sejumlah Rp.

1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Hingga batas terakhir penerimaan zakat dua hari sebelum sebelum hari raya Idul Fitri dan Pembagiannya dibagi satu hari sebelum hari raya Idul Fitri” (Wawancara 18 April 2021)

Kelima, membuat jadwal berbuka puasa Ramadan di masjid As-Shalihin Saroha dan Al-Hijrah. Semua anggota perkumpulan dan jamaah masjid diikutkan untuk memberikan bukaan berbuka puasa baik yang kurang mampu dan mampu.

Artinya tidak ada diskriminasi antara golongan kaya dan miskin semua harus merajut kebersamaan. Bentuk bukaan di antaranya kurma, teh manis, semangka, bubur, kue, kolak pisang, nasi dan lauk pauknya.

Keenam, pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha. Jumlah hewan qurban yang dipotong lima ekor lembu dan 10 ekor kambing dari kedua perkumpulan. Cara pembelian hewan qurban dalam bentuk dicicil setiap bulan dan bisa juga dibayar lunas ketika pembayaran hewan qurban. Dagingnya dibagikan pada seluruh anggota, sebagian di masak untuk dinikmati seluruh anggota. Para pekerja adalah seluruh anggota kedua perkumpulan. Disuruh membawa kampak, parang, dan pisau untuk memotong tulang, daging dan kulit.

Pada saat makan bersama kelihatanlah semangat saroha, keharmonian keluarga dan solidaritas sosial anggota. Teringat kampung halaman, situasi kampung masa kini, kisah masa sulit di awal perantauan dan kebahagian yang dicapai masing-masing anggota di kota Medan.

2 Solidaritas sosial pendidikan

Perkumpulan Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha (PPSDM Saroha), membangun lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak Alqur’an di masjid As-Shalihin Saroha. Seluruh biaya dan guru dari pengurus dan anggota perkumpulan. Dengan cara gotong royong artinya dipungut biaya secara suka rela dari anggota. Kelihatan anggota secara ikhlas memberikan infak, sedekah dan wakaf untuk kepentingan umat terutama ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara. Para muridnya adalah masyarakat di sekitar masjid dan anak anggota dari keluarga saroha.

Selain Taman Kanak-Kanak Alqur’an, pihak pengurus masjid As-Shalihin Saroha juga mengadakan Tahsin dan Tahfiz Alquran untuk tingkat anak-anak, dewasa dan orang tua. Diadakan pada setiap Rabu malam dan Ahad pagi. Biaya seluruh pendidikan tersebut diambil dari uang kas masjid dan iuran anggota.

Model pendidikan Tahsin pada kaum bapak yakni memperbaiki bacaan Alqur’an dari segi makhraj al-huruf (cara mengeluarkan huruf), fasahah, (fasih), lagu dan ilmu tajwid. Sedangkan untuk tingkat remaja adalah menghapal Alqur’an terutama juz 30, sering disebut juga ayat-ayat pendek. Hal tersebut tertera di dalam wawancara peneliti dengan para pengurus dan anggota dari perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha sebagai berikut :

Tabel 4.7 Solidaritas Pendidikan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia Saroha

NO Nama Hasil Wawancara

1. Syl Perkumpulan PPSDM Saroha telah berhasil membangun dua lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak Alqur’an (TKA) dan Madrasah Diniyah Al-Awwaliyah Saroha (MDAS). Tujuan berdiri adalah untuk ikut serta menciptakan siswa yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, berilmu dan berwawasan masa depan. Adalah cita-cita mulia dari seluruh pengurus dan anggota mulai dari sejak berdiri perkumpulan tahun 2005 hingga sekarang, Alhamdulillah teruwujud. Biaya pengelolaan pendidikan berasal dari pengurus secara urunan dan para derwawan yang secara ikhlas menyisihkan sebagian reskinya untuk kepentingan dakwah. Semoga Allah swt memberi balasan pahala kebaikan berlipat ganda.

2. Anl Saya sebagai sekretaris PPSDM Saroha juga merangkap sebagai Kepala Sekolah di Taman Kanak-Kanak Alqur’an (TKA), penerimaan siswa baru sudah dibuka sejak bulan Mei sampai Juni 2021. Para murid yaitu masyarakat sekitar masjid As-Shalihin Saroha. Saya berharap dengan berdirinya lembaga pendidikan tersebut dapat dijadikan untuk membina siswa yang berprilaku Islam, patuh kepada kedua orang tua dan para guru.

3. Mal Saya merasa senang lembaga pendidikan ini berdiri sebagai salah satu bentuk pengabdian perkumpulan Pusat Pembangunan Sumber Daya Manusia (PPSDM Saroha) pada masyarakat rantau Pasaman Barat di kota Medan dan

masyarakat sekitar masjid As-Shalihin Saroha. Cita cita mulia ini harus terus dikembangkan dan tidak boleh semangat anggota Saroha mengalami kemunduran tetapi pantang menyerah dalam berjuang.

4. Asm Lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak Alqur’an dan Madrasah Diniyah Al-Awwaliyah Saroha (MDAS) yang kita bangun ini, adalah untuk menciptakan generasi muda yang hebat. Kami juga mengharapkan anak-anak tersebut dapat menjadi hafiz/hafizah.Alqura’an unggul dan cerdas. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami sebagai anak rantau di kota Medan. Semoga Saroha semakin maju.

5. Sbl Berdirinya lembaga pendidikan yang dikelola oleh PPSDM Saroha adalah sebuah bentuk pengabdian pada masyarakat sekitar masjid As-Shalihin Saroha. Mudah-mudahan akan lahir generasi yang membaca, dan menghafal ayat-ayat Alqur’an khususnya juz 30. Pada waktu berikutnya dapat menghafal Alqur’an 30 juz. Semoga sukses.

6. Atn Saya sebagai seorang guru, merasa bangga dan salut kepada pengurus dan anggota PPSDM Saroha dengan semangat juang tanpa pamrih bisa mewujudkan pendidikan Islami. Para anggota dan pengurus terlihat sangat kompak dan solidaritas sosial pendidikan sampai sekarang tidak pernah berkurang.

Semoga PPSDM Saroha jaya selalu dengan motto Kita bisa karena kita Saroha.

3 Solidaritas Tolong-menolong

Realisasi serikat tolong menolong dapat dilihat dalam dua bentuk.

Pertama, ketika anggota mendapat kebahagian, misalnya pesta pernikahan, kelahiran anak, masuk rumah baru, diberi amanah menduduki jabatan di pemerintahan, atau perguruan tinggi dan acara syukuran anak sarjana. Para anggota juga diikutsertakan sebagai panitia baik pada pesta pernikahan di rumah dan gedung. Misalnya menyambut tamu undangan dan memberi nasehat (markobar). Diberi baju baru seragam batik agar kelihatan solider, rukun atau akur. Kedua, ketika mendapat musibah, sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.

Kepada anggota yang pesta pernikahan diberi uang santunan sosial Rp 200,000 (dua ratus ribu rupiah) dan papan karangan bunga. Berisi tentang ucapan selamat

berbahagia kepada kedua mempelai laki-laki dan wanita. Di bawah ditulis dari keluarga besar Saroha dan Ikatan Keluarga Batahan dan Sekitarnya.

Sedangkan kelahiran anak diberi uang santunan sosial Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Ketika masuk rumah baru, acara syukuran anak sarjana dan

Sedangkan kelahiran anak diberi uang santunan sosial Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Ketika masuk rumah baru, acara syukuran anak sarjana dan