Uji Jenis Mata Pisau Pada Alat Pemetik Buah

65  12  Download (1)

Teks penuh

(1)

UJI JENIS MATA PISAU PADA ALAT PEMETIK BUAH

SKRIPSI

SARI AZHIRA SIREGAR 080308017

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2012

(2)

UJI JENIS MATA PISAU PADA ALAT PEMETIK BUAH

SKRIPSI

Oleh:

SARI AZHIRA SIREGAR

080308017/KETEKNIKAN PERTANIAN

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk dapat mendapatkan Gelar Sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara

Disetujui Oleh: Komisi Pembimbing

Ir. Saipul Bahri Daulay, M.Si Sulastri Panggabean, STP, M.Si

Ketua Anggota

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

(3)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkankan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Uji Jenis Mata Pisau Alat Pemetik Buah” yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik penulis selama ini. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Ir. Saipul Bahri Daulay, M.Si selaku ketua komisi pembimbing dan kepada Ibu Sulastri Panggabean, STP M.Si selaku anggota komisi pembimbing yang telah banyak membimbing dan memberikan masukan, saran dan kritikan berharga bagi penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik, juga kepada Ibu Riswanti Sigalingging STP. M.Si yang pernah membimbing penulis sebagai anggota komisi pembimbing.

Penulis juga mengucapkan terima kasih juga kepada semua staf pengajar dan pegawai di Program Studi Keteknikan Pertanian serta teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini.

Medan, September 2012

(4)

ii

ABSTRAK

SARI AZHIRA SIREGAR : Uji Alat Pemetik Buah Terhadap Berbagai Jenis Tanaman Buah, dibimbing oleh SAIPUL BAHRI DAULAY dan SULASTRI PANGGABEAN.

Penelitian ini adalah uji jenis mata pisau pada alat pemetik buah. Penelitian ini dilakukan untuk menguji jenis mata pisau pada alat pemetik buah dengan menggunakan pohon asam jawa, melinjo, dan rambutan sebagai pohon yang akan dipetik untuk mengetahui kapasitas efektif alat, kapasitas lapang alat, persentase kerusakan hasil dan tingkat kelelahan operator. Penelitian ini dilakukan di Jalan Tridharma, Jalan A. H. Nasution dan Jalan Bunga Mawar pada Februari-Agustus 2012 menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor yaitu pisau piringan, pisau bintang, pisau rotari dan buah rambutan, buah melinjo dan buah awam jawa. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, kapasitas lapang alat, persentase kerusakan hasil, dan tingkat kelelahan operator.

Hasil penelitian menunjukkan berbagai jenis mata pisau memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang dan persentase buah yang rusak tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat. Jenis tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang. Jenis mata pisau yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah jenis mata pisau piringan yaitu 16,91 kg/jam dengan persentase bahan yang rusak 4,90%. Jenis tanaman buah yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah rambutan yaitu 29,37 kg/jam dengan persentase bahan yang rusak 7,82%.

Kata kunci : berbagai jenis mata pisau, berbagai jenis tanaman buah, alat pemetik buah.

ABSTRACT

SARI AZHIRA SIREGAR: The test of Fruit Picker Fool on different type of fruit craps supervised by SAIPUL BAHRI Daulay and SULASTRI PANGGABEAN. This study is on a test of the type of blade ofl fruit picker tool. This study was conducted to test the type of blade of fruit picker tool using tamarind , melinjo, and rambutan trees to determine the effective capacity, field capacity, percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue. The research was conducted in Tridharma , A. H. Nasution and Bunga Mawar Roads from February to August 2012 with two factors using completely randomized design using blade disc, star knives, rotary knives and Rambutan ,Melinjo and tamarind fruits. The parameters measured were the effective capacity, field capacity. percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue.

The results showed that various type of blade had highly significant effect the field capacity and the percentage of damaged fruit but had no significant effects on the the effective capacity of the tool. Fruit type had significant effect on the field capacity. The best type of blade of was disc blade with 16.91 kg / hour and percentage of 4.90% broken material. The best fruit type was rambutan with 29.37 kg / h and the percentage of 7.82% broken material.

(5)

iii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 10 Februari 1990, dan merupakan anak kedua dari dua orang bersaudara, dari pasangan Bapak H. Basyaruddin Siregar SE, MBA dan Ibu HJ Wan Elly Erwina, BA. Pada tahun 2005 penulis melanjutkan pendidikan di SMA Harapan 3 Medan dan lulus pada tahun 2008. Pada tahun 2008 penulis diterima di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumater Utara melalui ujian masuk SPMNRM.

Selama mengikuti masa perkuliahan penulis aktif dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian ( IMATETA) Universitas Sumatera Utara sebagai sekretaris umum dan pernah mengikuti ATM (Agriculture Technology Moeslem).

(6)

iv

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... ii

RIWAYAT HIDUP ... iii

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan Penelitian ... 3

Kegunaan Penelitian... 3

TINJAUAN PUSTAKA ... 4

Deskripsi Asam Jawa ... 4

Karakteristik Asam Jawa... 5

DeskripsiMelinjo ... 6

Karakteristik Melinjo ... 7

Deskripsi Rambutan ... 8

Karakteristik Rambutan ... 9

PerananMekanisasiPertanian... 10

Mata Pisau ... 10

Alat Pemetik Buah ... 13

METODOLOGI PENELITIAN ... 16

Tempat dan Waktu Penelitian ... 16

Bahan dan Alat ... 16

Metode Penelitian... 16

Komponen Alat ... 17

Pelaksanaan Penelitian ... 18

Persiapan Alat ... 18

Parameter Yang Diamati ... 19

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 21

Proses Pemetikan Buah ... 21

Pengaruh Jenis Mata Pisau ... 24

Pengaruh Jenis Tanaman Buah ... 25

Kapasitas Efektif Alat (kg/jam) ... 25

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Efektif Alat ... 25

Pengaruh Jenis Tanaman Buah terhadap Kapasitas Efektif Alat ... 27

Pengaruh Interaksi Antara Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Efektif Alat (kg/jam) ... 28

Kapasitas Lapang (kg/Ha) ... 29

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Lapang ... 29

Pengaruh Jenis Tanaman Buah terhadap Kapasitas Lapang (kg/Ha)... 30

Pengaruh Interaksi Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Lapang Alat (Kg/Ha)... 32

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Persantase Bahan Yang Rusak (%) ... 32

(7)

Pengaruh Interaksi Antara Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap

Persentase Buah Yang Rusak (%) ... 35

KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

Kesimpulan ... 37

Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 38

(8)

vi

DAFTAR TABEL

No.

Hal

1. Pengaruh Jenis mata Pisau Terhadap Parameter

yang Diamati ... 26 2. Pengaruh Jenis Tanaman Buah Terhadap Parameter

yang Diamati ... 23 3. Uji LSR Efek Utama Jenis Mata Pisau Terhadap

Kapasitas Efektif Alat ... 28 4. Pengaruh Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas

Efektif Alat ... 29 5. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Jenis Mata Pisau

Terhadap Kapasitas Lapang ... 31 6. Pengaruh Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Lapang ... 32 7. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap

Persentase Bahan Yang Rusak ... 34 8. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Jenis tanaman Buah Terhadap

Persentase Bahan Yang rusak ... 35 9. Uji LSR Efek Utama Pengaruh Interaksi Antara Jenis

Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap

(9)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Hal

1. Flowchart Penelitian ... 42

2. Data Kapasitasn Efektif Alat ... 43

3. Data Analisa Sidik Ragam Kapasitas Efektif Alat ... 43

4. Data Pengamatan Kapasitas Lapang Alat ... 44

5. Data Analisa Sidik Ragam Kapasitas Lapang Alat ... 44

6. Data Pengamatan Persentase Bahan yang Rusak ... 45

7. Data Analisa Sidik Ragam Persentase Bahan yang Rusak ... 45

8. Data Kuisioner ... 46

9. Lampiran Gambar ... 47

10.Lampiran Hasil pemetikan berbagai jenis tanaman buah ... 48

11.Gambar teknik alat pemetik buah ... 52

12.Gambar teknik platinum pole ... 53

13.Gambar teknik pisau pemotong ... 54

14.Gambar teknik jaring ... 55

15.Gambar teknik tampak atas jaring ... 56

16.Gambar teknik pisau pemotong bentuk bintang ... 63

(10)

ii

ABSTRAK

SARI AZHIRA SIREGAR : Uji Alat Pemetik Buah Terhadap Berbagai Jenis Tanaman Buah, dibimbing oleh SAIPUL BAHRI DAULAY dan SULASTRI PANGGABEAN.

Penelitian ini adalah uji jenis mata pisau pada alat pemetik buah. Penelitian ini dilakukan untuk menguji jenis mata pisau pada alat pemetik buah dengan menggunakan pohon asam jawa, melinjo, dan rambutan sebagai pohon yang akan dipetik untuk mengetahui kapasitas efektif alat, kapasitas lapang alat, persentase kerusakan hasil dan tingkat kelelahan operator. Penelitian ini dilakukan di Jalan Tridharma, Jalan A. H. Nasution dan Jalan Bunga Mawar pada Februari-Agustus 2012 menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor yaitu pisau piringan, pisau bintang, pisau rotari dan buah rambutan, buah melinjo dan buah awam jawa. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, kapasitas lapang alat, persentase kerusakan hasil, dan tingkat kelelahan operator.

Hasil penelitian menunjukkan berbagai jenis mata pisau memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang dan persentase buah yang rusak tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat. Jenis tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang. Jenis mata pisau yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah jenis mata pisau piringan yaitu 16,91 kg/jam dengan persentase bahan yang rusak 4,90%. Jenis tanaman buah yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah rambutan yaitu 29,37 kg/jam dengan persentase bahan yang rusak 7,82%.

Kata kunci : berbagai jenis mata pisau, berbagai jenis tanaman buah, alat pemetik buah.

ABSTRACT

SARI AZHIRA SIREGAR: The test of Fruit Picker Fool on different type of fruit craps supervised by SAIPUL BAHRI Daulay and SULASTRI PANGGABEAN. This study is on a test of the type of blade ofl fruit picker tool. This study was conducted to test the type of blade of fruit picker tool using tamarind , melinjo, and rambutan trees to determine the effective capacity, field capacity, percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue. The research was conducted in Tridharma , A. H. Nasution and Bunga Mawar Roads from February to August 2012 with two factors using completely randomized design using blade disc, star knives, rotary knives and Rambutan ,Melinjo and tamarind fruits. The parameters measured were the effective capacity, field capacity. percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue.

The results showed that various type of blade had highly significant effect the field capacity and the percentage of damaged fruit but had no significant effects on the the effective capacity of the tool. Fruit type had significant effect on the field capacity. The best type of blade of was disc blade with 16.91 kg / hour and percentage of 4.90% broken material. The best fruit type was rambutan with 29.37 kg / h and the percentage of 7.82% broken material.

(11)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara pemasok (supplier) buah-buahan tropis yang masih segar. Berdasarkan kesepakatan bersama dalam World Trade Organization (WTO) yang berlaku mulai tahun 2003, buah-buahan tropis Indonesia menghadapi banyak persaingan. Pasar menghendaki hasil buah-buahan dengan kriteria bermutu tinggi sesuai dengan standar mutu dan bebas dari residu pestisida, volume buah harus dapat memenuhi kebutuhan pasar (konsumen), buah-buahan tersebut harus tiba tepat pada waktu yang diperlukan dan harus kontinu, tersedia bagi pelanggan.

Pemanenan buah-buahan hingga pada saat sekarang ini masih banyak yang menggunakan peralatan tradisional ataupun konvensional yaitu dengan memanjat pohon itu langsung atau dengan menggunakan galah yang terbuat dari kayu. Pemanenan buah dengan cara manual/tradisional ini memiliki kelemahan yakni mengancam keselamatan petani itu sendiri dan hasil yang diperoleh kurang efisien karena memerlukan waktu yang lama.

(12)

Pemetikan secara manual, dilakukan dengan cara memanjat dan memetik buah satu per satu menggunakan tangan dari ujung cabang atau ranting. Buah yang terpetik dimasukkan kedalam karung, setelah karung penuh maka diturunkan secara perlahan dengan menggunakan tali. Namun, cara ini memiliki kelemahan terutama dalam hal kapasitas pemanenan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah alat pemetik semi mekanis.

Untuk mengatasi keterbatasan ataupun kelemahan dari pemanenan buah dengan cara manual/tradisional itu maka dibuatlah suatu alat pemetik buah yang mampu memetik buah dengan kapasitas yang tinggi serta praktis digunakan. Alat ini merupakan alat pemetik buah yang membantu dalam pemanenan tanaman buah-buahan.

Alat pemetik buah semi mekanis ini merupakan alat sederhana yang sering disebut dengan galah yang pengait dan jaring. Adapun cara menggunakan alat tersebut adalah denganmengaitkan pengait pada ranting yang ingin dipetik, lalu galah ditarik sampai buah terpetik. Buah yang terpetik akan masuk ke dalam karung. Saat pemetikan buah, sebaiknya ranting buah masuk ke dalam jaring untuk menghindari terjadinya kerusakan buah akibat tergores oleh pisau, untuk mengurangi kehilangan buah akibat jatuh atau tidak tertampung di jaring.

(13)

diperoleh diduga masih belum optimal karena masih menggunakan satu jenis mata pisau, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan beberapa jenis mata pisau untuk mengetahui performansi kerja alat pemetik buah tersebut.Dengan demikian, alat tersebut dapat membantu dan mempermudah masyarakat dalam memanen buah-buahan.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji jenis mata pisau padaalat pemetik buah dengan menggunakan pohonasam jawa, melinjo dan rambutansebagai pohon yang akan dipetik.

Kegunaan Penelitian

1. Sebagai bahan bagi penulis untuk menyusun skripsi yang merupakan syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

2. Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

3. Sebagai sumber informasi bagi mahasiswa dan masyarakat. Batasan Penelitian

(14)

4

TINJAUAN PUSTAKA

Deskripsi Asam Jawa

Asam jawa termasuk tumbuhan tropis.Asal-usulnya dari savana benua Afrika timur di mana jenis liarnya ditemukan, salah satunya di Sudan.Semenjak ribuan tahun, tanaman ini telah tersebar sampai ke benua Asia tropis, dan kemudian juga tersebar ke Karibia dan Amerika Latin. Di banyak tempat yang iklim dan tanah yang sesuai akan tumbuh subur, termasuk di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh liar seperti di hutan-hutan luruh daun dan savana. Pohon asam dapat tumbuh baik hingga ketinggian sekitar 1.000 m dpl, pada tanah berpasir atau tanah liat, khususnya di wilayah yang musim keringnya jelas dan cukup panjang.Keberadaan tanaman asam jawa di Indonesia sebagian besar masih berstatus tanaman rakyat, pengelolaan maupun penanganan pascapanen umumnya masih dilakukan secara tradisional atau manual.Untuk mendapatkan asam jawa yang baik dan berkualitas harus dibarengi dengan penanganan pascapanen yang benar (Syukur, 2001).

Adapaun taksonomi tanaman Asam Jawa adalah sebagai berikut :

Kerajaan

(15)

Karakteristik Asam Jawa

Pohon asam jawa umumnya bercabang pada batang yang agak rendah dan percabanganya menyebar. Tinggi pohon asam jawa dapat mencapai 25 meter dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Tajuk tanaman berbentuk kubah besar yang indah. Batang pohon keras dan dapat tumbuh besar, tetapi pertumbuhannya lambat, hanya sekitar 0,5 cm - 0,8 cm tiap tahun. Dan asam jawa bertangkai panjang sekitar (17 cm), bersirip genap dan berbentuk bulat memanjang. Daun yang masih muda bewarna hijau kekuning-kuningan dan setalah tua menjadi hijau agak gelap. Bunganya mewarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya bewarna cokelat keabu-abuan sampai cokelat. Panjang buah polong bisa mencapai 12 cm dengan isi bervariasi antara 2 sampai 7 biji tiap polong. Daging buahnya berwarna cokelat kekuning-kuningan yang di dalamnya terdapat biji berbentuk pipih bewarna cokelat agak kehitam-hitaman (Haryoto, 1998).

Buah asam jawa berbentuk polong yang bulat panjang, pipih, agak runcing (lancip) pada bagian ujungnya.Setiap polong umumnya berisi 1-10 biji. Pada saat masih muda buah polong memiliki warna hijau dan halus, tetapi pada saat tua dan matang warna kulit polong berubah menjadi cokelat dan mudah pecah sehingga daging buah dapat terpisah dari kulitnya.Biji terdapat di dalam daging buah (Fachruddin, 2002).

(16)

disebut inilah yang biasa diperdagangkan antar pulau dan antar negara. Selain bumbu, untuk memberikan rasa asam atau untuk menghilangkan bau amis ikan, asam kawak biasa digunakan sebagai bahan sirup, selai, gula-gula, dan jamu (Kartasapoetra, 1992).

DeskripsiMelinjo

Melinjo (Gnetum gnemon) diduga berasal dari Semenanjung Malaysia. Namun, ada pula orang yang berpendapat bahwa tanaman melinjo berasal dari Indonesia. Konon, semula tanaman ini dibawa dari Amboina ke Penang (Malaysia) pada awal abad ke-19. Kemudian tanaman melinjo ini dibawa masuk kembali ke Indonesia. Hal yang pasti, tanaman ini masuk ke Pulau Jawa sebelum akhir abad ke-19 karena di Kabupaten Bantul, Yogyakarta ditemukan pohon melinjo yang berumur lebih dari 100 tahun.

(17)

Pada tanaman melinjo dikenal adanya suatu divisi yang dinamakan

Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Divisi ini dibagi dalam dua subdivisi

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).Sementara Angiospermae masih dibagi menjadi dua kelas yaitu

Monocotyledonae dan Dicotyledonae.Melinjo (Gnetum gnemon) merupakan bentuk peralihan antara Gymnospermae dan Angiospermae. Adapun taksonomi tanaman melinjo adalah sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Gymnospermae Kelas : Gnetinae Ordo : Gnetales Famili : Gnetaceae Genus : Gnetum

Spesies : Gnetum gnemon

(Tim Penulis PS, 2002). Karakteristik Melinjo

(18)

tua menjadi keras dan berwarna kuning gading. Panjang biji melinjo bekisar antara 1cm – 2,5 cm tergantung pada varietasnya (Haryato, 2000).

Daun melinjo berbentuk bulat telur, tunasnya bewarna kuning kecokelat-cokelatan, lalu berubah menjadi hijau muda, dan akhirnya menjadi hijau tua jika sudah tua. Daun melinjo tidak mudah rontok. Kulit biji buah melinjo yang sudah tua menjadi keras dan bewarna cokelat kehitam-hitaman, sedangkan bijinya bewarna kuning gading. Panjang biji melinjo berkisar antara 1 cm - 2,5 cm tergantung pada varietasnya (Haryoto, 1990).

Tanaman melinjo umumnya mengalami tiga kali masa panen per tahun. Dari antara ketiga masa panen tersebut terdapat sekali panen raya yang biasanya jatuh pada bulan juni - juli. Pemetikan buah melinjo tergantung pada tujuan penggunaan. Jika buah melinjo akan dijadikan bahan sayur, pemetikan daun muda atau buah muda dapat dilakukan sewaktu-waktu. Tetapi jika buah melinjo akan dijadikan bahan baku emping, maka pemetikan buah melinjo yang terbaik adalah bila buah tersebut telah tua. Pemetikan buah melinjo dapat dilakukan langsung menggunakan tangan atau bantuan galah. Pemanenan yang dilakukan dengan memanjat pohon melinjo cukup berbahaya, karena ranting dan cabangnya mudah lepas (Haryato, 2000).

Deskripsi Rambutan

(19)

Adapun taksonomi tanaman rambutan adalah sebagai berikut: Kerajaan : Plantae

Kelas : Angiospermae Ordo : Sapindales Famili : Sapindaceae

Species : Nephelium lappaceum Karakteristik Rambutan

Secara umum tanaman rambutan mampu mencapai ketinggian antara 15-25 meter dengan bentuk batang lurus dan memiliki cabang yang banyak. Pada pangkal batang berdiameter antara 40-60 cm, kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan. Bentuk percabangan tidak beraturan sama sekali. Ranting atau cabang ujung mempunyai warna cokelat kusam dengan permukaan kulit berkerut-kerut (Mahisworo dkk, 1998).

Batang rambutan berkayu keras, berbentuk gilig, tumbuh tegak (kokoh), dan bewarna kecokelat-cokelatan sampai putih kecokelatan. Percabangan tumbuh secara horizontal, namun kadang-kadang sedikit miring ke arah atas. Daun rambutan berbentuk bulat panjang dengan ujung tumpul atau meruncing, dan pada umumnya bewarna hijau tua sampai hijau mudam tergantung varietasnya.

(20)

Cara pemanenan yang terbaik dengan memtik buah rambutan yang sudah matang sebagian-sebagian. Artinya, buah yang dipetik hanya buah yang sudah matang. Pemangkasan buah diperlukan agar tangkai yang dipotong tersebut nantinya dapat bertunas dan berbuah lagi. Gunakan galah apabila buah ramburan letaknya jauh di ujung atau di pinggir pohon (Sobir, 2000).

PerananMekanisasiPertanian

Ilmu mekanisasi pertanian di Indonesia telah dipraktekkan atau dilaksanakan untuk mendukung berbagai usaha pembangunan pertanian terutama di bidang usaha swasembada pangan. Dengan mempertimbangkan aspek kepadatan penduduk, nilai sosial ekonomi, danteknis, maka pengembangan mekanisasi pertanian di Indonesia dilaksanakan melalui sistem pengembangan selektif. Sistem mekanisasi pertanian selektif adalah usaha memperkenalkan, mengembangkan, dan membina pemakaian jenis atau kelompok jenis alat dan mesin pertanian yang serasi atau yang sesuai dengan keadaan wilayah setempat. Oleh karena itu, ditinjau dari segi tingkat teknologinya, mekanisasi pertanian dibedakan atas: mekanisasi pertanian sederhana, mekanisasi pertanian madya, dan mekanisasi pertanian mutakhir (Hardjosentono, dkk., 2000).

Mata Pisau

(21)

Pada saat pemotongan, mata pisau menembus ke dalam bahan, melewati kekuatan bahan menjadi terpisah. Pada saat pemotongan berlangsung terjadi perbedaan deformasi pada bahan, yang tergantung pada bentuk mata pisau dan proses kinematika pemotongan. Oleh karena itu, dalam mempelajari hambatan pemotongan suatu bahan akan selalu berhubungan dengan bentuk mata pisau dan kinematika pemotongan.

Hambatan pemotongan pada tanaman yang muda jauh lebih rendah daripada yang telah berumur tua. Hal ini berkaitan dengan variasi tekstur. Ketebalan dan tekstur batang tanaman juga bervariasi sebagai fungsi ketinggian dari permukaan tanah, dan oleh karena itu hambatan pemotongan juga tergantung pada lokasi pemotongan, ketahanan pemotongan tertinggi terdapat pada pangkal, dan semakin ke ujung semakin menurun (Suastawa, 2008).

Ada beberapa jenis mata pisau yang digunakan dalam proses pemotongan tanaman antara lain mata pisau bentuk piringan, mata pisau bentuk bintang dan mata pisau bentuk rotari.

Mata pisau berfungsi untuk mencacah bahan organik menjadi potongan-potongan kecil.Pencacahan yang baik harus menggunakan mata pisau yang tajam.Hal ini dapat mempercepat pemotongan bahan dan membutuhkan tenaga yang lebih kecil.

Pisau piringan digunakan untuk menghasilkan permukaan mendatar. Pisau jenis ini mampu memotong permukaan yang lebar.

(22)

yang lebih besar, gigi dapat dipisahkan dan dimasukkan ke dalam badan pisau. Kelebihan pisau ini dapat dilepas dan diganti apabila mengalami kerusakan.

Alat pemotongan tipe rotari adalah alat pemotong yang memotong berdasarkan benturan pisau terhadap benda secara langsung dengan kecepatan tinggi (free cutting). Mekanisme pemotongan ini biasa digunakan untuk benda-benda kecil atau tipis seperti rumput.

Alat pemotong rumput rotari tidak menggunakan counterblade dan karenanya merupakan salah satu contoh proses pemotongan bebas (free cutting). Proses free cutting hanya mungkin terjadi jika reaksi gaya berhubungan dengan gaya pemotongan maksimum yang meningkat dalam bahan. Komponen-komponen dari gaya-gaya reaksi adalah:

a. Kelembaman massa (mass inertia) atau tahanan terhadap percepatan dari batang saat dipotong

b. Gaya reaksi statis akibat bending pada bahan dan perpindahan angular dari luas penampang lintang pemotongan.

(Suastawa, 2008).

(23)

Alat Pemetik Buah

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memetik buah terutama adalah mengenai waktu dan cara pemetikan yang tepat. Waktu terbaik adalah pada saat buah sudah masak betul. setiap pohon mempunyai tanda-tanda tertentu dengan pohon buah yang lainnya. Disamping itu, tingkat masaknya buah bisa diketahui dengan cara, dirasakan, dicium baunya, dilihat warnanya. Walaupun tanda-tanda masaknya buah bisa diketahui, namun pemetikan buah yang tepat biasanya sering dilanggar. Hal ini disebabkan:

- Buah harus dikirim jauh.

- Buah akan diperam, sebab jika dibiarkan masak di pohon justru kurang lezat, dibandingkan dengan buah yang diperam.

- Terserang hama. - Sering dicuri.

- Untuk biaya hidup yang mendesak, sehingga buah yang kurang tua sudah dipetik dan dijual.

(Aak, 1991).

Buah yang letaknya rendah dapat dipanen dengan tangan. Namun, bagi buah yang letaknya tinggi diperlukan alat bantu untuk memanennya. Alat panen aman dan murah adalah gurung besi, yaitu galah yang dilengkapi dengan lingkaran besi kecil yang diberi pengait serta jaring plastik penampung buah.

(24)

ini memerlukan waktu yang lama, namun buah hasil panen akan tetap memiliki kulit yang mulus. Alat ini biasanya digunakan untuk memetik buah dari pohon yang tidak terlalu tinggi (Yuniarti, 2000).

Pemetikan buah atau sayur harus dilakukan dengan hati-hati, karena kerusakan sedikit saja akan mampu merangsang timbulnya penyakit pascapanen. Apalagi produk tersebut memar karena jatuh atau tergencet, maka mudah terserang patogen pascapanen karena menurunnya ketahanan produk akibat kerusakan fisiologi. Selain itu, untuk buah tertentu, pemetikan buah sebaiknya dilakukan dengan tangkai buahnya. Hal ini akan mencegah masuknya patogen ke dalam buah, dan mengurangi kemungkinan infeksi patogen pascapanen. Begitu pula perlakuan pencelupan tangkai bekas potongan ke dalam air hangat akan mencegah timbulnya penyakit pascapanen (Soesanto, 2006).

Cara panen selektif adalah cara panen dengan memetik buah yang sudah benar-benar matang di pohon. Buah tumbuh bergerombol dengan umur yang berbeda-beda sehingga tidak matang secara bersamaan. Pemetikan dapat dilakukan secara langsung dengan tangan atau menggunakan alat bantu tangga dan galah yang dilengkapi dengan alat penampung buah (songsong/songkrok) pada ujungnya (Suprapti, 2004).

(25)

panjang, yang dipasang pada traktor disentuhkan ke cabang-cabang pohon. Alat pengetuk yang digerakkan secara hidraulik menggerakkan dan mengguncang dahan - dahan agar buahnya terlepas (Smith dan Wilkes, 1990).

Kriteria desain dari alat pemetik buah semi mekanis yang sudah dirancang diantaranya harus memenuhi beberapa hal yaitualat tersebut harus ringan, (terbuat dari bahan aluminium atau plastik), dapat digunakan oleh satu orang, mudah digunakan, pisau pemotong digerakkan dengan menggunakan tenaga tangan melalui tuas, ekanisme pemotong sederhana, untuk memudahakan dalam perawatan, proses manufatur sederhana dan proses perakitannya sederhana dan mudah, sehingga dapat dilakukan di tempat pemasangan (Anonimous,2012).

(26)

16

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Tridharma Universitas Sumatera Utara, Jl. A. H. Nasution dan Jl. Bunga Mawar mulai dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai Agustus 2012.

Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pohon Asam Jawa, pohon melinjo,dan pohon rambutansebagai buah yang akan dipetik, batu asah untuk menajamkan mata pisau, oli untuk melicinkan alat dan mata pisau, air aki untuk mengisi baterai basah.

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pemetik untuk memetik buah,mata pisau sebagai pemotong buah.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan pada alat pemetik mekanis yang telah ada dirancang sebelumnya, studi literatur kepustakaan. Kemudian dilakukan pengujian alat dan pengamatan parameter.

Penelitian ini menggunakan 2 parameter yaitu: 1. Bentuk Pisau (P)

P1 = Pisau berbetuk piringan P2 = Pisau berbetuk bintang P3 = Pisau rotari

(27)

B1 = Buah Asam Jawa B2 = Buah Melinjo B3 = Buah Rambutan

Sehingga kombinasi perlakuan Tc sebanyak 3x3 = 9, maka jumlah ulangan minimum perlakuan (n) adalah:

Tc (n-1) ≥ 15 9 (n-1) ≥ 15 9n ≥ 24

N ≥ 2,67 atau n ≈ 3

Kombinasi perlakuan adalah : P1B1 P2B1 P3B1

P1B2 P2B2 P3B2

P1B3 P2B3 P3B3

Komponen Alat

Alat pemetik buah ini, mempunyai mempunyai beberapa bagian penting, yaitu :

1. Platinum Pole

Platinum Pole merupakan tiang penyangga alat pemetik buah yang terbuat dari aluminium alloy.

2. Elektromotor

Elektromotor merupakan tenaga penggerak alat pemetik buah. 3. Baterai basah

(28)

Pisau pemetik berguna sebagai pemotong dan pemetik buah, terdiri dari: - Mata pisau piringan berbahan besi dengan ukuran panjang 15 cm dan lebar

4 cm.

- Mata pisau bintang berbahan besi dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 12 cm.

- Mata pisau rotari berbahan besi dengan ukuran diameter 10 cm. 5. Fruit Net

Fruit Net berguna sebagai jaring buah untuk menampung hasil pemetikan buah dan memiliki ukuran lubang 50 Mesh.

6. Hinged Clamp

Hinged Clamp merupakan penjepit antara platinum pole yang satu dengan yang lain sehingga panjang platinum pole dapat diatur sesuai dengan tinggi pohon.

Pelaksanaan Penelitian Persiapan Alat

1) Dibersihkan alat dari kotoran yang menempel.

2) Diperiksa alat pada bagian mur dan baut yang mengalami pengenduran. 3) Dibersihkan dan diasah Pisau berbentuk piringan, Pisau berbentuk bintang

dan pisau rotari agar kembali tajam.

4) Dipasang tiang penyangga alat pemetik buah sesuai dengan ketinggian pohon yang akan dipetik.

(29)

Prosedur Penelitian

Adapun prosedur pengujian alat adalah:

1. Dipilih buah yang matang pada pohon yang akan dipetik 2. Dipasang jaring buah pada ujung alat pemetik.

3. Diletakkan aki pada kantung telah disediakan.

4. Diatur panjang tiang penyangga sesuai dengan tinggi buah pada pohon yang akan dipetik.

5. Dihidupkan alat pemetik buah tepat pada ranting buah tersebut. 6. Dipetik buah pada pohon yang akan dipetik.

7. Dicatat waktu yang dibutuhkan untuk memetik buah dengan alat pemetik buah.

8. Dilakukan pengamatan parameter. Parameter Yang Diamati

1. Kapasitas Alat

Pengukuran kapasitas alat dihitung dengan perbandingan antara berat buah yang tertampungdengan waktu yang dibutuhkan untuk memetik buah. Buah tertampung yang dimaksud adalah buah yang terpetik oleh alat pemetik buah dan tertampung di jaring buah dan dihitung pula berapa lama waktu yang dibutuhkan alat pemetik buah untuk memetik buah. Secara matematis dapat dituliskan dengan rumus:

Kapasitas alat =berat buah yang tertampung

waktu yang dibutuhkan x 100% (kg/jam) ...(1)

2. Persentase Kerusakan Hasil

(30)

rusak adalah jika buah yang dipetik rusak dan mengalami kerusakan mekanik/fisik akibat kinerja alat pemetik buah dan buah yang tidak tertampung di jaring buah. Sedangkan buah yang busuk akibat faktor biologis dan lingkungan bukan merupakan kriteria buah rusak akibat alat pemetik buah tersebut. Secara matematis dapat dituliskan dengan rumus:

Kerusakan hasil = berat buah yang rusak

berat total x100% ...(2) 3. Kapasitas Lapang

Pengukuran kapasitas lapang dapat ditentukan dengan perbandingan antara berat buah yang terpetik oleh alat pemetik buah tersebut dengan luas lahan yang terpetik oleh alat pemetik buah. Buah terpetik yang dimaksud adalah buah yang terpetik oleh alat pemetik buah dan tertampung di jaring buah dan dihitung pula luas lahan tanaman buah yang dapat dipetik oleh alat pemetik buah tersebut. Secara matematis dapat dituliskan dengan rumus:

Kapasitas Lapang =berat buah yang terpetik

luas lahan ...(3) 4. Tingkat kelelahan operator

(31)

21

HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses Pemetikan Buah

Pada proses pemetikan buah yang terlebih dahulu dilakukan adalah proses persiapan alat. Dipersiapkan alat dengan tinggi tiang alat pemetik buah sesuai dengan tinggi pohon yang akan dipetik buahnya. Setelah alat pemetik buah dipersiapkan langsung dilakukan pemetikan buah dengan jenis mata pisau piringan, bintang, dan rotari. Perlakuan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada setiap jenis mata pisau tersebut. Variasi perlakuan dengan menggunakan jenis mata pisau tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil dari bahan yang dihasilkan.

Pada pemetikan buah ini memakai tiga jenis mata pisau, yaitu :

- Mata pisau berbentuk piringan memiliki dua mata pisau pada sisi yang berbeda membentuk sisi horizontal. Mata pisau piringan ini berbahan besi, dengan ukuran panjang 15 cm dan lebar 4 cm. Mata pisau tersebut berbentuk seperti mata pisau yang terdapat pada alat pemotong rumput yang sudah ada di pasaran.

(32)

- Mata pisau berbentuk bintang memiliki empat mata pisau pada sisi yang berbeda, yang membentuk sisi diagonal. Mata pisau ini berbahan besi dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 12 cm.

Gambar 2. Mata Pisau Bintang

- Mata pisau rotari berbentuk lingkaran dan pada setiap sisi lingkaran tersebut terdapat mata pisau sebanyak 80 mata pisau pada setiap sisinya.Mata pisau rotari ini berbahan besi dengan ukuran diameter 10 cm. Biasanya mata pisau ini banyak digunakan pada mata pisau mesin gerinda.

(33)

Gambar 4. Bagian atas alat pemetik buah

Dilakukan persiapan alat yakni dibersihkan alat dari kotoran yang menempel, diperiksa alat pada bagian Hinged Clamp yang mengalami pengenduran, dibersihkan dan diasah pisau pemetik agar kembali tajam, dipasang

Platinum Pole pemetik buah sesuai dengan ketinggian pohon dan dinyalakan alat, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan alat dalam keadaan dapat dioperasikan dengan baik.

Pada pengujian alat pemetik buah dilakuakan pengaturan panjang

Platinum Polesesuai dengan tinggi pohon yang akan dipetik kemudian dipasang pisau pemetik pada Platinum Pole dan Fruit Net pada ujung alat pemetik, selanjutnya diletakkan baterai basah pada kantung telah disediakan dan dihidupkan alat pemetik buah. Dipetik buah pada pohon yang akan dipetik dan dicatat waktu yang dibutuhkan untuk memetik buah dengan alat pemetik buah serta dilakukan ulangan sebanyak 3 kali pengulangan.

(34)

alat untuk memutar mata pisau. Sehingga pada saat baterai dihidupkan maka mata pisau dengan mudah akan berputar dan memotong dahan buah yang ingin dipetik. Setelah dahan terpotong maka buah akan langsung masuk ke keranjang yang sudah ada ditiang alat pemetik tersebut. Dalam proses pemetikan, agar menghindari buah yang rusak mekanismaka perlu dilakukan pengaitan pada dahan yang ingin dipetik dengan pengait yang berada dibawah mata pisau. Dahan yang sudah dikaitkan tersebut akan langsung terpotong dengan mudah dan dapat meminimalkan kerusakan dari hasil.

Pengaruh Jenis Mata Pisau

Dari hasil penelitian yang dilakukan secara umum diperoleh bahwa jenis mata pisau berpengaruh terhadap kapasitas efektif alat (kg/jam), persentase bahan yang rusak (%), dan kapasitaas lapang (kg/Ha).Hal ini dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Pengaruh jenis mata pisau terhadap parameter yang diamati

Perlakuan Kapasitas Efekti Alat (Kg/Jam)

Kapasitas Lapang (Kg/Ha)

Persentase kerusakan bahan (%)

A =

(35)

terdapat pada perlakuan C (jenis mata pisau rotari) yaitu sebesar 6,77% terendah terdapat pada perlakuan A (jenis mata pisau piringan) yaitu sebesar 4,90%.

Pengaruh Jenis Tanaman Buah

Dari hasil penelitian yang dilakukan secara umum diperoleh bahwa jenis tanaman buah berpengaruh terhadap kapasitas efektif alat (kg/jam), persentase bahan yang rusak (%), dan kapasitas lapang (kg/Ha).Hal ini dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Pengaruh jenis tanaman buah terhadap parameter yang diamati Perlakuan Kapasitas Efekti

Alat (Kg/Jam)

Tabel 2 menunjukkan jenis tanaman buah memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. Kapasitas efektif alat tertinggi terdapat pada pelakuan C (jenis tanaman buah rambutan) yaitu sebesar 29,37 kg/jam terendah terdapat pada perlakuan A (jenis tanaman buah asam jawa) yaitu sebesar 6,43 kg/jam. Kapasitas lapang tertinggi terdapat pada perlakuan B (jenis tanaman melinjo) yaitu sebesar 2522,30 kg/Ha terendah terdapat pada perlakuan C (jenis tanaman rambutan) yaitu sebesar 1411,22 kg/Ha. Persentase kerusakan bahan tertinggi terdapat pada perlakuan C (jenis tanaman buah rambutan) yaitu sebesar 7,82% terendah terdapat pada perlakuan A (jenis tanaman buah asam jawa) yaitu sebesar 2,99%.

Kapasitas Efektif Alat (kg/jam)

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Efektif Alat

(36)

pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh jenis mata pisau untuk kapasitas efektif alat untuk tiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Uji LSR efek utama jenis mata pisau terhadap kapasitas efektif alat

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - P3 14,40 a A

2 1,3234 1,8135 P2 15,45 a A

3 1,3902 1,9027 P1 16,91 ab AB

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan P3 berbeda tidak nyata dengan P2 dan berbeda nyata dengan P1.

Hubungan jenis mata pisau dengan kapasitas efektif alat dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Efektif Alat Gambar 1menunjukkan bahwa mata pisau piringan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan jenis mata pisau bintang dan rotari. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah mata pisau pada setiap jenispisau tersebut, yang mengakibatkan pisau tersebut menjadi berat pada saat melakukan proses

10.00

P.Piringan P. Bintang P. Rotari

(37)

pemetikan buah. Semakin sedikit jumlah mata pisau pada pisau tersebut maka semakin baik hasil yang diperoleh.Hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas efektif pada masing-masing jenis mata pisau. Jenis mata pisau rotari mendapatkan kapasitas efektif alat sebesar 14,40 kg/jam, jenis mata pisau bintang mendapatkan kapasitas efektif alat sebesar 15,45 kg/jam, dan jenis mata pisau piringan mendapatkan kapasitas efektif alat sebesar 16,91 kg/jam. Menurut Anonimous (2000) hal ini terjadi karena tipe piringan menghasilkan pemotongan yang lebih rapi dan memberikan hasil pemotongan yang halus dibandingkan dengan pisau rotari.

Pengaruh Jenis Tanaman Buah terhadap Kapasitas Efektif Alat

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 2 dapat diketahui bahwa jenis tanaman buah memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat. Hasil pengujian least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh jenis tanaman buah terhadap kapasitas efektif alat untuk tiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap kapasitas efektif alat

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - B1 6,43 a A

2 1,3234 1,8135 B2 10,97 b B

3 1,3902 1,9027 B3 29,37 C C

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

(38)

Gambar 2. Hubungan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Efektif Alat Dari gambar 2 dapat dilihat bahwa semakin berat ukuran buah yang ingin dipetik maka akan semakin banyak buah yang terpetik. Dan semakin kecil berat ukuran buah maka semakin sedikit buah yang akan dipetik. Hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas efektif alat pada masing-masing jenis tanaman buah.Tanaman asam jawa mendapatkan kapasitas efektif alat sebesar 6,43 kg/jam,tanaman melinjo mendapatkan kapasitas kefektif alat sebesar 10,97 kg/jam dan jenis tanaman buah rambutan mendapatkan sebesar 29,37 kg/jam.

Pengaruh Interaksi Antara Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Efektif Alat (kg/jam)

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 3 dapat diketahui bahwa jenis mata pisau dan jenis tanaman buah memberi pengaruh beda tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.

(39)

Kapasitas Lapang (kg/Ha)

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Lapang

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 4 dapat diketahui bahwa jenis mata pisau memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang.Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh jenis mata pisau terhadap kapasitas lapang untuk tiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5.Uji LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap kapasitas lapang.

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - P3 1669,06 a A

2 244,3551 334,8570 P2 1928,70 ab AB

3 256,6963 351,3119 P1 2155,27 b B

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

Tabel 5 menujukkan bahwa perlakuan P3 nyata berbeda nyata dengan P2 dan berbeda sangat nyata dengan P1, sedangkan P2 berbeda nyata dengan P3.

0.00

P.Piringan P. Bintang P. Rotari

(40)

Gambar 3. Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Lapang

Dari gambar 3 dapat diketahui bahwa semakin sedikit jumlah mata pisau yang terdapat pada pisau tersebut maka hasil yang diperoleh akan semakin bagus. Dan sebaliknya jika semakin banyak jumlah mata pisau pada pisau tersebut maka hasil yang diperolehakan semakin berkurang. Hal ini dikarenakan sedikitnya beban berat dari piringan mata pisau tersebut sehingga pisau tersebut tidak berat pada saat dilakukan pemotongan buah.Hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas lapang alat pada masing-masing jenis mata pisau.Jenis mata pisau piringan mendapatkan kapasitas lapang alat sebesar 2155,27 kg/Ha, jenis mata pisau bintang mendapatkan kapasitas lapang alat sebesar 19298,70 kg/Ha, dan jenis mata pisau rotari mendapatkan kapasitas lapang alat sebesar 1669,06 kg/Ha.Menurut Anonimous (2000) hal ini terjadi karena pisau pemotong rotari memberikan hasil potongan yang tidak rata dan pecah.

Pengaruh Jenis Tanaman Buah terhadap Kapasitas Lapang (kg/Ha)

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 4 dapat diketahui bahwa jenis tanaman buah memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang.Hasil

(41)

pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh jenis tanaman buah terhadap kapasitas lapang untuk tiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Uji LSRefek utama jenis tanaman buah terhadap kapasitas lapang

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - B3 1411,22 a A

2 244,3551 334,8570 B1 1819,50 b B

3 256,6963 351,3119 B2 2522,30 c C

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

Tabel 6 menunjukkan bahwa perlakuan B3 berbeda sangat nyata dengan B1 dan B2.

Hubungan jenis tanaman buah terhadap kapasitas lapang dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Hubungan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Lapang Gambar 4 menunjukkan bahwa semakin luas suata lahan tanaman buah maka hasil kapsitas lapang yang didapat akan semakin kecil dan apabila luas lahan tanaman buah semakin kecil maka kapasitas lapang yang didapat akan semakin besar. Hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas lapang alat pada masing-masing jenis tanaman

(42)

buah. Tanaman asam jawa mendapatkan kapasitas lapang alat sebesar 1819,50 kg/Ha, jenis tanaman melinjo mendapatkan kapasitas kefektif alat sebesar 2522,30 kg/Ha dan jenis tanaman rambutan mendapatkan kapasitas efektif alat sebesat 1411,22 kg/Ha.

Pengaruh Interaksi Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap Kapasitas Lapang Alat (Kg/Ha)

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 4 dapat diketahui bahwa jenis mata pisau dan jenis tanaman buah memberi pengaruh beda tidak nyata terhadap kapasitas lapang alat yang dihasilkan sehingga uji LSR tidak dilanjutkan

Pengaruh Jenis Mata Pisau Terhadap Persantase Bahan Yang Rusak (%) Dari daftar sidik ragam pada lampiran 6 dapat diketahui bahwa pengaruh jenis mata pisau memberikan pengaruh sangat nyata terhadap persentase bahan yang rusak.Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh jenis mata pisau terhadap persentase bahan yang rusak dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7.Uji LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap persentase bahan yang rusak.

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - P1 4,90 a A

2 0,4619 0,6329 P2 5,70 b B

3 0,4852 0,6640 P3 6,77 c C

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

Tabel 7 menunjukkan bahwa perlakuan P1 berbeda sangat nyata dengan P2 dan P3.

(43)

Gambar 5. Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Persentase Bahan Yang Rusak Dari gambar 5 menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah mata pisau pada piringan pisau maka akan semakin banyak persentase bahan yang rusak, dan apabila semakin sedikit jumlah mata pisau pada piringan pisau maka akan semakin sedikit persentase bahan yang rusak. Hal ini dapat dilihat dari nilai persentase bahan yang rusak pada masing-masing jenis mata pisau. Mata pisau piringan mendapatkan persentase buah yang rusak sebesar 4,90%, jenis mata pisau bintang mendapatkan persentase buah yang rusak sebesar 4,90%, dan jenis mata pisau rotari mendapatkan kapasitaspersentase bahan yang rusak sebesar 5,70% dan jenis mata pisau rotari membuat persentase bahan yang rusak sebesar 6,77%. Menurut Anonimous (2000) hal ini terjadi karena, pisau pemotong rotari memberikan hasil yang tidak rata dan pecah.

pengaruh Jenis Tanaman buah Terhadap Persentase Buah Yang Rusak (%) Dari daftar sidik ragam pada lampiran 6 dapat diketahui bahwa jenis tanaman buah memberikan pengaruh sangat nyata terhadap persentase buah yang rusak. Hasil pengujian least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa jenis

(44)

tanaman buah terhadap persentase buah yang rusak untuk tiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8.Uji LSR efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak.

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - B1 2,99 a A

2 0,4619 0,6329 B2 6,56 b B

3 0,4852 0,6640 B3 7,82 c C

Keterangan : Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%

Tabel 8 menunjukkan bahwa perlakuan B1 berbeda sangat nyata dengan B2 dan B3.

Hubungan jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak pada gambar 6.

Gambar 6. Hubungan Jenis Tanaman Buah Terhadap Persentas Bahan Yang Rusak

Dari gambar 6 dapat diketahui bahwa semakin berat ukuran buah yang dipetik maka akan semakin sedikit persentase bahan yang rusak, dan semakin ringan ukuran berat buah yang dipetik maka akan semakin banyak persentase bahan yang rusak. Hal ini dapat dilihat dari nilai persentase bahan yang rusak

(45)

pada masing-masing jenis tanaman buah. Tanaman asam jawa mendapatkan persentase bahan yang rusak sebesar 2,99%, jenis tanaman melinjo mendapatkan persentase bahan yang rusak sebesar 6,56% dan jenis tanaman rambutan mendapatkan persentase bahan yang rusak sebesar 7,82%.

Pengaruh Interaksi Antara Jenis Mata Pisau dan Jenis Tanaman Buah Terhadap Persentase Buah Yang Rusak (%)

Daftar analisis sidik ragam nilai kalor Lampiran 6 menunjukan bahwa interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap persentase buah yang rusak.

Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) yang menunjukkan pengaruh interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase buah yang rusak untuk tiap-tiap taraf perlakuan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 9. Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak (%)

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

Keterangan: Notasi huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%

(46)

pada perlakuan P3B3 yaitu sebesar 8,17% dan terendah pada perlakuan P1B1 yaitu sebesar 1,50%.

Hubunganinteraksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak yang dihasilkan dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Gambar 7. Hubungan interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase buah yang rusak

Gambar 7 menunjukkan perlakuan yang sangat nyata terhadap persentase bahan yang rusak. Dapat dilihat dari jenis mata pisau piringan memiliki persentase bahan yang rusak lebih kecil dibandingkan jenis mata pisau rotari, dan persentase bahan yang rusak juga dipengaruhi oleh jenis tanaman buah yang akan dipetik. Apabila semakin berat buah yang akan dipetik maka persentase buah yang rusak akan semakin besar juga.

0.00

P.Piringan P. Bintang P. Rotari

(47)

37

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian pengaruh jenis mata pisau dan jenis tanaman buah menggunakan alat pemetik buah terhadap parameter yang diamati memberikan kesimpulan sebagai berikut :

1. Jenis mata pisau memberikan pengaruh nyata terhadap hasil pengujian kapasitas lapang tetapi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap efektif alat dan persentase buah yang rusak.

2. Jenis tanaman buah memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang tetapi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap efektif alat dan persentase buah yang rusak.

3. Interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah memberikan pengaruh nyata terhadap persentase buah yang rusak tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kapasitas lapang alat dan kapasitas efektif alat.

4. Jenis mata pisau yang paling baik digunakan adalah jenis mata pisau piringan dikarenakan semakin banyak jumlah mata pisau pada piringan pisau mengakibatkan semakin berat pisau berputar untuk memotong. 5. Semakin berat jenis tanaman buah yang akan dipetik maka akan semakin

banyak buah yang akan terpetik. Dan semakin kecil berat buah yang akan dipetik maka semakin sedikit buah yang akan terpetik.

Saran :

(48)

38

DAFTAR PUSTAKA

Aak, 1991. Panduan Lengkap dari Pembibitan Hingga Pascapanen. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Anonimous, 2000. Jenis-Jenis Pisau Pemotong. [17 September 2012].

Anonimous, 2012.Alat Pemetik Buah Manggis Tipe Teleskopik. [18 September 2012].

Anonimous, 2012. Alat Pemetik Buah Mekanis. [18 September 2012].

Ashari, S, 2006. Meningkatkan Keunggulan Bebuahan Tropis Indonesia.Andi. Jakarta.

Boentarto, 2000. Mengatasi Kerusakan Listrik Mobil. Puspa Swara, Jakarta. Daryanto., 1984. Dasar –Dasar Teknik Mesin. Bina Aksara. Jakarta.

Daryanto., 1994. Pengetahuan Teknik Bangunan. Rineka Cipta, Jakarta. Daryanto., 2007. Peralatan Instrumen Otomotif. Bina Adiaksara, Jakarta. Daryanto., 2009. Dasar-dasar Teknik Mobil. PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Enterprise, J., 2010. Teknik Menghemat Baterai. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Fachruddin, L., 2002. Membuat Aneka Sari Buah.Kansius.Yogyakarta. Franklin, 1973.Ensiklopedia Umum. Kanisius, Yogyakarta.

Hagendoorn., 1992. Konstruksi Mesin. PT. Rosda Jaya Putra, Jakarta. Hardjosentono, dkk. 2000. Mesin-Mesin Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta. Hartanto., 1997. Mekanisasi Tanaman Pangan. CV Bakti Aksara.Bengkulu. Haryato., 2000. Teknologi Tepat Guna Membuat Emping Melinjo. Karnasius.

Yogyakarta.

Haryoto., 1998. Sirup Asam. Kanisius. Yogyakarta.

Haryoto., 1990. Membuat Emping Melinjo. Kanisius.Yogyakarta.

(49)

Kartasapoetra, G., 1992g. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Rineka Cipta, Jakarta.

Mahisworo, K. Susanto dan A. Anung. 1998. Bertanam Rambutan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Marsudi, D., 2005. Pembangkit Energi Listrik. Erlangga, Jakarta.

Pratomo, M. dan K. Irwanto., 1983.Alat dan Mesin Pertanian.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Rizaldi, T., 2006. Mesin Peralatan. Departemen Teknologi Pertanian FP-USU, Medan

Rukmana,R., 2002. Rambutan komoditas Unggulan dan Prospek Agribisnis.Kanisius.Yogyakarta.

Smith, H. P. and L. H. Wilkes., 1990.Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Terjemahan Tri Purwadi. UGM Press.Yogyakarta.

Sobir,. 2000.Tanaman Buah Unggul Indonesia.AgroMedia. Jakarta.

Soenarta, N dan S. Furuhama., 2002.Motor Serbaguna. Pradnya Paramita, Jakarta. Soesanto,L, 2006. Penyakit Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta.

Suastawa, I., N, 2008. Sifat Fisik dan Mekanik Bahan Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sunarjono,H.,H. 1997. Prospek Berkebun Buah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Suprapti, M.,L, 2004. Teknologi pengolahan Pangan jelly Jambu Mete. Kanisius, Yogyakarta.

Syukur, C, 2001. Budidaya Tanaman Obat Komersial. Penebar Swadaya, Jakarta. Tobing, B. L., 2003. Peralatan Tegangan Tinggi. PT. Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta

Tim Penulis PS, 2002. Pembudidayaan dan Pengolahan Melinjo. Penebar Swadaya, Jakarta.

(50)

40

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Flowchart Penelitian

Dipilih buah yang matang

Dipasang jaring buah dan aki

Diatur panjang tiang penyangga

Mulai

Analisis

Selesai

Dihidupkan alat tepat pada ranting buah

Pengukuran Parameter: 1.Kapasitas Efektif Alat 2. Kapasitas Lapang Alat 3. Persentase kerusakan hasil 4.Tingkat kelelahan operator

(51)

Lampiran 2. Data Kapasitas Efektif Alat

Lampiran 3. Data Analisa Sidik Ragam Kapasitas Efektif Alat

(52)

Lampiran 4. Data Pengamatan Kapasitas Lapang Alat

Rataan 2150,18 1854,61 1748,23 5753,02 1917,67

Lampiran 5. Data Analisa Sidik Ragam Kapasitas Lapang Alat

(53)

Lampiran 6. Data Pengamatan Persentase Buah Yang Rusak

Lampiran 7. Data Analisis Sidik Ragam Persentase Buah Yang Rusak

SK db JK KT

(54)

Alat pemetik saat beroperasi

(55)

Alat pemetik buah tampak atas

(56)

Mata pisau rotari

(57)

Lampiran 9. Hasil pemetikan berbagai jenis tanaman buah

Hasil pemetikan buah melinjo

Hasil pemetikan buah melinjo yang rusak

(58)

Hasil pemetikan buah asam jawa yang rusak

Hasil pemetikan buah rambutan

(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)

Figur

Gambar 1. Mata Pisau Piringan

Gambar 1.

Mata Pisau Piringan p.31
Gambar 3. Mata Pisau Rotari

Gambar 3.

Mata Pisau Rotari p.32
Gambar 2. Mata Pisau Bintang

Gambar 2.

Mata Pisau Bintang p.32
Gambar 4. Bagian atas alat pemetik buah

Gambar 4.

Bagian atas alat pemetik buah p.33
Tabel 1. Pengaruh jenis mata pisau terhadap parameter yang diamati

Tabel 1.

Pengaruh jenis mata pisau terhadap parameter yang diamati p.34
tabel 2. Tabel 2. Pengaruh jenis tanaman buah terhadap parameter yang diamati

tabel 2.

Tabel 2. Pengaruh jenis tanaman buah terhadap parameter yang diamati p.35
gambar 1.

gambar 1.

p.36
Tabel 3. Uji LSR efek utama jenis mata pisau terhadap kapasitas efektif alat

Tabel 3.

Uji LSR efek utama jenis mata pisau terhadap kapasitas efektif alat p.36
Tabel 4. Efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap kapasitas efektif alat

Tabel 4.

Efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap kapasitas efektif alat p.37
Tabel 5 menujukkan bahwa perlakuan P3 nyata berbeda nyata dengan P2

Tabel 5

menujukkan bahwa perlakuan P3 nyata berbeda nyata dengan P2 p.39
Tabel 5.Uji LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap kapasitas lapang.

Tabel 5.Uji

LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap kapasitas lapang. p.39
Gambar 3. Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Lapang

Gambar 3.

Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Kapasitas Lapang p.40
Tabel 6. Uji LSRefek utama jenis tanaman buah terhadap kapasitas lapang

Tabel 6.

Uji LSRefek utama jenis tanaman buah terhadap kapasitas lapang p.41
gambar 4.

gambar 4.

p.41
Tabel 7.Uji LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap persentase bahan yang rusak

Tabel 7.Uji

LSR efek utama pengaruh jenis mata pisau terhadap persentase bahan yang rusak p.42
Gambar 5. Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Persentase Bahan Yang Rusak

Gambar 5.

Hubungan Jenis Mata Pisau Terhadap Persentase Bahan Yang Rusak p.43
Tabel 8.Uji LSR efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak

Tabel 8.Uji

LSR efek utama pengaruh jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak p.44
Gambar 6. Hubungan Jenis Tanaman Buah Terhadap Persentas Bahan Yang  Rusak

Gambar 6.

Hubungan Jenis Tanaman Buah Terhadap Persentas Bahan Yang Rusak p.44
Tabel 9. Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak (%)

Tabel 9.

Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase bahan yang rusak (%) p.45
Gambar 7. Hubungan interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase buah yang rusak

Gambar 7.

Hubungan interaksi antara jenis mata pisau dan jenis tanaman buah terhadap persentase buah yang rusak p.46
Gambar elektromotor

Gambar elektromotor

p.55

Referensi

Memperbarui...