• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Mata Pisau Bergerigi pada Alat Pengiris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penggunaan Mata Pisau Bergerigi pada Alat Pengiris"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRAK

REMON PURBA : Penggunaan Mata Pisau Bergerigi pada Alat Pengiris, dibimbing oleh AINUN ROHANAH dan SAIPUL BAHRI DAULAY.

Salah satu proses pengolahan adalah dengan proses pengirisan bahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan mata pisau bergerigi terhadap kapasitas efektif alat dan persentase bahan yang rusak pada alat pengiris mekanis, dilakukan pada Bulan Desember 2012 sampai dengan Januari 2013 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) non factorial. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan persentase bahan yang rusak.

Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif alat sebesar 47,52 kg/jam, 50,54 kg/jam dan 73,07 kg/jam dengan persentase bahan yang tidak teriris sebesar 5,07%, 4,63% dan 3,92%.

Kata kunci : mata pisau, pengolahan, iris, kapasitas.

ABSTRACT

REMON PURBA : The Use of Serrated Razor Blade in Slicer, supervised by AINUN ROHANAH and SAIPUL BAHRI DAULAY.

One of fabricated process is slicing. This study was aimed to examine the effect of using a serrated blade on the effective capacity of the tool and the percentage of broken material on the mechanical slicer, conducted in December 2012 to January 2013 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, using non-factorial completely randomized design (CRD). The parameters measured were the effective capacity of the tool and the percentage of broken materials.

The results showed an effective tool capacity of 47.52 kg/hr, 50.54 kg hr and 73.07 kg/hr respectively the percentage of unsliced material of 5.07%, 4.63% and

3.92% respectively.

Keywords: blade, processing, slice, capacity.

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan berbagai diameter pulley pada alat pengiris pisang mekanis memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kapasitas olah, kapasitas hasil, serta persentase kerusakan

Penelitian ini dilakukan untuk menguji variasi bentuk mata pisau terhadap kapasitas efektif alat, persentase bahan yang tidak terkupas, dan kebutuhan bahan bakar pada alat

Penelitian ini dilakukan untuk menguji jarak rotor dan variasi bentuk mata pisau terhadap parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, persentase buah tidak

Persentase bahan yang tertinggal di dalam alat tertinggi diperoleh pada perlakuanI dengan jarak mata pisau 1 mm sebesar 4,33% , persentase bahan yang tertinggal di

Hasil penelitian menunjukkan berbagai jenis mata pisau memberikan pengaruh nyata terhadap kapasitas lapang dan persentase buah yang rusak tetapi memberikan pengaruh berbeda

Penelitian ini dilakukan untuk menguji jarak rotor dan variasi bentuk mata pisau terhadap parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, persentase buah tidak

Perlakuan berbagai diameter pulley pada alat pengiris pisang mekanis memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kapasitas olah, kapasitas hasil, serta persentase kerusakan

Hal ini diduga karena waktu yang dibutuhkan untuk mengiris dengan menggunakan komoditi kentang lebih sedikit dibandingkan mengiris dengan menggunakan komoditi