• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Implementasi International Pasient safety Goals (IPSG) terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap RSUP H. Adam Malik Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Implementasi International Pasient safety Goals (IPSG) terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap RSUP H. Adam Malik Medan"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Zahranur Nasution
  • Pengajar:
    • Prof. dr. Sutomo Kasiman, SpPD, KKV, SpJP
    • Salbiah, S.Kp., M.Kep
    • Prof. Dr. Ir Bustami Syam, MSME
    • Erniyati, SKp, MNS
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Magister Ilmu Keperawatan
  • Topik: Pengaruh Implementasi International Patient Safety Goals (IPSG) terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap RSUP H. Adam Malik Medan
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2013
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya kinerja perawat dalam konteks keselamatan pasien. Kinerja perawat yang baik merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk individu, organisasi, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara implementasi International Patient Safety Goals (IPSG) dan kinerja perawat di RSUP H. Adam Malik Medan, terutama dalam memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan oleh Joint Commission International (JCI). Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan tentang bagaimana budaya keselamatan pasien dapat ditingkatkan melalui kinerja perawat.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini mencakup pentingnya keselamatan pasien dan kinerja perawat dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan meningkatnya tuntutan untuk akreditasi rumah sakit, penerapan IPSG menjadi krusial. Penelitian ini menyoroti perlunya perawat untuk memahami dan mengimplementasikan standar keselamatan pasien guna meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.

1.2. Permasalahan

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh implementasi IPSG terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap. Hal ini penting untuk dieksplorasi agar dapat memberikan rekomendasi yang relevan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan keperawatan.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi IPSG mana yang paling mempengaruhi kinerja perawat. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kinerja perawat dalam mengidentifikasi pasien, meningkatkan komunikasi, dan mengurangi risiko infeksi serta cedera akibat jatuh di ruang rawat inap.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka ini membahas berbagai aspek terkait akreditasi JCI dan IPSG, serta pengaruhnya terhadap kinerja perawat. Berbagai teori dan model kinerja juga dibahas untuk memberikan kerangka pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dalam konteks keselamatan pasien.

2.1. Akreditasi Joint Commission International (JCI)

Akreditasi JCI adalah proses evaluasi berdasarkan standar internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dalam konteks ini, IPSG menjadi bagian integral dari akreditasi yang menekankan keselamatan pasien. Penerapan IPSG diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

2.2. Kinerja

Kinerja perawat dapat diukur melalui pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian kinerja yang sistematis dan terstandar sangat penting untuk memastikan bahwa perawat dapat memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kinerja perawat dan implementasi IPSG.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur implementasi IPSG dan kinerja perawat. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier berganda untuk menentukan pengaruh IPSG terhadap kinerja perawat.

3.1. Desain Penelitian

Desain penelitian deskriptif korelasi digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel implementasi IPSG dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pengaruh IPSG terhadap kinerja perawat di RSUP H. Adam Malik.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di RSUP H. Adam Malik Medan selama dua bulan. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan kebutuhan untuk mengevaluasi implementasi IPSG di rumah sakit yang telah berusaha mencapai akreditasi internasional.

IV. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara implementasi IPSG dan kinerja perawat. Analisis data menunjukkan bahwa beberapa aspek IPSG, seperti identifikasi pasien dan pengurangan risiko infeksi, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat.

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Gambaran umum lokasi penelitian mencakup karakteristik RSUP H. Adam Malik, termasuk jumlah perawat, fasilitas yang tersedia, dan upaya yang dilakukan untuk mencapai akreditasi JCI. Informasi ini penting untuk memahami konteks penelitian.

4.2. Karakteristik Responden

Karakteristik responden mencakup usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman kerja perawat. Data ini memberikan wawasan tentang latar belakang responden yang terlibat dalam penelitian dan relevansinya terhadap hasil penelitian.

V. PEMBAHASAN

Pembahasan ini menginterpretasikan hasil penelitian dalam konteks teori yang relevan dan literatur yang ada. Diskusi mencakup analisis tentang bagaimana implementasi IPSG dapat meningkatkan kinerja perawat dan dampaknya terhadap keselamatan pasien.

5.1. Diskripsi IPSG

Diskripsi IPSG mencakup enam tujuan keselamatan pasien yang harus diimplementasikan di rumah sakit. Setiap tujuan memiliki indikator yang dapat diukur untuk menilai efektivitas implementasi dan dampaknya terhadap kinerja perawat.

5.2. Hubungan Implementasi IPSG dengan Kinerja Perawat

Analisis hubungan antara implementasi IPSG dan kinerja perawat menunjukkan bahwa perawat yang memahami dan menerapkan IPSG cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Ini menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan untuk perawat.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi IPSG berpengaruh positif terhadap kinerja perawat di RSUP H. Adam Malik Medan. Disarankan agar manajemen rumah sakit terus mendukung pelatihan IPSG bagi perawat untuk meningkatkan keselamatan pasien.

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara implementasi IPSG dan kinerja perawat. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan standar keselamatan pasien dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.

6.2. Saran

Saran diberikan kepada manajemen rumah sakit untuk terus memperkuat budaya keselamatan pasien melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi perawat. Ini penting untuk memastikan bahwa perawat dapat memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

Referensi Dokumen

  • International Patient Safety Goals (IPSG) ( Tidak disebutkan )
  • SPO tentang resiko pasien jatuh ( Tidak disebutkan )
  • SPO manajemen nyeri ( Tidak disebutkan )
  • SPO Discharge planning ( Tidak disebutkan )

Gambar

Gambar 2.1. Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Independen
Tabel 3.2  Definisi Operasional Variabel Dependen
Tabel 3.2 (Lanjutan)
+7

Referensi

Dokumen terkait

berkembang bersamaan dengan perkembangan kognitif, yang kemudian akan sampai pada yang disebut kematangan kognitif, sehingga seseorang dapat melihat sesuatu dari

Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap. RSUP H Adam Malik Medan

Title of the Research : Description of Nurses’ Empathy in Providing Nursing Care in the Inpatient Wards of RSUP Haji Adam Malik,

perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit. Umum

kemampuan seseorang dalam memahami kondisi orang lain (Taufik, 2012).. Taufik (2012) menjelaskan tiga pandangan ataupun perspektif

Puji dan syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: Pelaksanaan Discharge Planning oleh Perawat di ruang rawat inap

Potter & Perry (2005) menyatakan bahwa salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan adalah pendidikan kesehatan, komunikasi efektif dan

Anak usia sekolah merasa takut terhadap apa yang akan terjadi pada saat. mereka tidur, apakah mereka akan bangun kembali, dan apakah