• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Pembuatan Teh Daun Kopi (Coffea Sp)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Studi Pembuatan Teh Daun Kopi (Coffea Sp)"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Freddy Hotmaruli Tua Siringoringo
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Ir. Zulkifli Lubis, M.App.Sc
    • Ir. Rona J. Nainggolan, SU
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Ilmu dan Teknologi Pangan
  • Topik: Studi Pembuatan Teh Daun Kopi (Coffea Sp)
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2012
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Dalam bagian pendahuluan, penulis menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian tentang pembuatan teh daun kopi (Coffea sp). Teh daun kopi diangkat sebagai alternatif minuman sehat yang memiliki potensi besar, terutama dalam konteks pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh lama fermentasi dan suhu pengeringan terhadap kualitas teh daun kopi, yang selanjutnya diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan produk berbasis kopi di Indonesia.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini mencakup pentingnya industri teh dan kopi di Indonesia. Penulis menyoroti bahwa meskipun permintaan teh meningkat, produksi teh dari tanaman Camellia sinensis masih belum mencukupi. Oleh karena itu, pemanfaatan daun kopi sebagai bahan baku teh merupakan langkah inovatif yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan sumber daya pertanian.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dan suhu pengeringan terhadap mutu teh daun kopi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun kopi sebagai bahan teh seduh yang dapat diterima oleh masyarakat, terutama sebagai alternatif bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.

1.3 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini terletak pada penyediaan data dan informasi yang berguna bagi pengembangan produk teh daun kopi. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi dalam bidang ilmu dan teknologi pangan, serta memberikan wawasan baru tentang pengolahan daun kopi.

1.4 Hipotesa Penelitian

Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari lama fermentasi dan suhu pengeringan terhadap kualitas teh daun kopi. Penelitian ini juga menguji interaksi antara kedua variabel tersebut untuk menentukan kondisi optimal dalam pembuatan teh.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas berbagai aspek yang relevan dengan penelitian, termasuk sejarah tanaman teh dan kopi, klasifikasi, serta komposisi kimia dari kedua tanaman tersebut. Tinjauan pustaka ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami bagaimana proses pengolahan dapat mempengaruhi kualitas akhir dari produk teh daun kopi.

2.1 Varitas Tanaman Teh

Penulis menjelaskan berbagai varitas tanaman teh yang dibudidayakan di dunia, serta karakteristik masing-masing. Pengetahuan ini penting untuk memahami perbedaan dalam kualitas teh yang dihasilkan dari berbagai sumber.

2.2 Komposisi Kimia Teh

Komposisi kimia dari daun teh dan biji kopi dibahas secara mendetail, termasuk kandungan polifenol, kafein, dan senyawa lainnya yang memberikan manfaat kesehatan. Pemahaman tentang komposisi ini sangat penting dalam penelitian tentang kualitas dan manfaat teh daun kopi.

2.3 Proses Pengolahan Teh

Bagian ini menjelaskan langkah-langkah dalam pengolahan teh, mulai dari pemetikan hingga pengeringan. Proses ini sangat berpengaruh terhadap kualitas dan cita rasa teh yang dihasilkan, dan menjadi fokus utama dalam penelitian ini.

III. BAHAN DAN METODA

Dalam bagian ini, penulis menjelaskan secara rinci tentang bahan-bahan yang digunakan serta metode penelitian yang diterapkan. Metodologi yang jelas dan sistematis penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

3.1 Bahan Penelitian

Bahan penelitian mencakup daun kopi segar dan bahan kimia yang diperlukan untuk analisis. Kualitas bahan baku sangat mempengaruhi hasil akhir dari produk teh daun kopi.

3.2 Metoda Penelitian

Metode penelitian yang digunakan meliputi eksperimen untuk menguji pengaruh lama fermentasi dan suhu pengeringan. Penelitian ini juga mencakup pengamatan dan pengukuran berbagai parameter yang mempengaruhi kualitas teh.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan hasil penelitian yang diperoleh dari eksperimen yang dilakukan. Analisis data dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variabel yang diuji terhadap kualitas teh daun kopi.

4.1 Pengaruh Lama Fermentasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas teh daun kopi, termasuk rasa, aroma, dan warna. Penulis membahas bagaimana waktu fermentasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas seduhan.

4.2 Pengaruh Suhu Pengeringan

Suhu pengeringan juga terbukti mempengaruhi kualitas teh. Penulis menjelaskan bahwa suhu yang terlalu tinggi dapat merusak senyawa bermanfaat dalam daun kopi, sehingga penting untuk menemukan suhu optimal.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa baik lama fermentasi maupun suhu pengeringan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas teh daun kopi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi produsen teh untuk mengoptimalkan proses pembuatan teh daun kopi.

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan yang tepat dapat menghasilkan teh daun kopi berkualitas tinggi yang dapat diterima oleh konsumen. Ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan daun kopi.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi variasi lain dalam proses pengolahan dan pengujian lebih lanjut tentang manfaat kesehatan dari teh daun kopi.

Referensi Dokumen

  • Budidaya Tanaman Kopi ( AAK )
  • Kopi Kelir ( Ahmad )
  • Tanaman Perkebunan Teh Camelia sinensis L. ( Alf, R. )
  • Pengolahan Teh ( Andrianis, Y. )
  • Perancangan Percobaan Untuk Menganalisi Data Bagian Biometri ( Bangun, M.K. )
  • Food Chemistry ( Belitz, H.D. and W. Grosch )
  • Keripik Daun Kopi Cemilan Penghangat Tubuh dan Bernilai Ekonomi ( Bisnisbali )
  • SNI Teh Hitam Celup ( BSN )
  • Teh Bukan Sekedar Penghilang Dahaga ( Cipta, A.P. )
  • Coffee ( Clarke, R.J. and R. Macrae )
  • Pengolahan Teh ( Danang, K.H. )
  • Daftar Komposisi Bahan Makanan ( Departemen Kesehatan RI. )
  • Tea ( Eden, T. )
  • Produksi Teh ( Foodinfo )
  • Khasiat Teh Hijau ( Fulder, S. )
  • Laporan Praktek Kerja Lapangan Pengolahan Teh ( Hamdani., R. Seprima., A. Suranto dan D. Wiranda. )
  • Tea Growing ( Harler, C.R. )
  • Modern Toxicology ( Hodgson, E. and P.E. Levi )

Gambar

Tabel 6. Komposisi kimia teh bubuk daun kopi
Tabel 3. Komposisi Polifenol Teh Hijau dan Teh Hitam
Gambar 2. Skema Pembuatan Teh Daun Kopi
Tabel 13. Pengaruh interaksi antara lama fermentasi dan suhu pengeringan terhadap parameter yang diamati
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh letak daun memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar tanin, aktivitas antioksidan, dan skor warna air

pH, kadar tanin, nilai VRS (Volatile Reducing Substance), kejemihan serta uji organoleptik terhadap aroma, rasa dan warna seduhan, serta bentuk dan wama tablet..

Lama fermentasi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap total padatan terlarut, kadar asam asetat, total gula, nilai organoleptik skor warna, nilai

Lama fermentasi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap total padatan terlarut, kadar asam asetat, total gula, nilai organoleptik skor warna, nilai

Interaksi suhu dan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, vitamin C, warna, daya serap air, fineness modulus dan diameter partikel namun

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama waktu penyangraian berpengaruh terhadap rendemen, kadar air, kadar abu dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan kenampakan

Olahan teh daun Torbangun, membutuhkan suhu dan lama pengeringan yang tepat sebab dapat mempengaruhi kandungan dan aktivitas antioksidan serta mempengaruhi aroma, rasa dan

Lama fermentasi teh daun sirsak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar tanin, aktivitas antioksidan, penilaian sensori secara deskriptif