• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Pengendalian Internal Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Peranan Pengendalian Internal Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

MEDAN

PROPOSAL PENELITIAN

PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM

MENDUKUNG EFEKTIVITAS PENJUALAN PADA

PT.TOLAN TIGA INDONESIA

OLEH :

NAMA : EFRINA MUTIA DESY SIREGAR

NIM : 050503121

DEPARTEMEN : AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

(2)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul : “ Peranan

Pengendalian Internal Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan pada PT. Tolan

Tiga Indonesia”. Skripsi ini adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang

dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain

dalam konteks penulisan skripsi level Program Reguler S-1 Departemen

Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan

informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya.

Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima

sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 8 Maret 2010 Yang membuat Pernyataan

(3)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamiin, puji syukur penulis ucapkan kepada Sang

Pencipta dan Penguasa Alam beserta isinya, Allah SWT yang telah memberikan

nikmat, rahmat, hidayah, dan berkah yang tiada terhingga, sehingga skripsi ini

dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat berangkaikan Salam tak lupa penulis

hadiahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, Nabi akhir zaman sebagai

perantara turunya cahaya Islam ke dunia ini berikut juga ilmu pengetahuan kepada

ummatnya.

Adapun skripsi ini bejudul Peranan Pengendalian Internal Dalam

Mendukung Efektivitas Penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia, dan disusus

dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera

Utara.

Sepanjang proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak

bantuan, dukungan, serta do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tiada terhingga

kepada yang terhormat:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga,M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si,Ak selaku Ketua Departemen

Akuntansi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku Sekretaris

(4)

3. Bapak Drs. Zainal AT. Silangit, Ak selaku dosen pembimbing yang

dengan tulus ikhlas meluangkan waktu, memberi saran, bimbingan dan

arahan kepada penulis dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi

ini.

4. Bapak Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak selaku dosen penguji I dan Ibu Dra.

Mutia Ismail, MM, Ak selaku dosen penguji II yang telah membantu

penulis melalui saran dan kritik yang diberikan demi kesempurnaan skripsi

ini.

5. Kedua orang tua penulis, Ayahanda Drs. Zulkifli Siregar dan Ibunda

Mayerni Sihombing S.pd yang senantiasa mendidik dan mengajarkan

dengan penuh cinta dan kesabaran serta mencurahkan kasih sayang tiada

tara, dan selalu mendoakan penulis agar menjadi anak yang shaleh dan

berguna bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam

penyusunan skripsi ini. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran

yang membangun bagi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, Penulis berharap

semoga kiranya skripsi ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya dalam

bidang akuntansi.

Medan, 8 Maret 2010 Penulis

(5)

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia Medan.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode analisis kuantitatif rata-rata. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara dan bagian penjualan serta bagian terkait lainnya. Sedangkan data sekunder adalah data volume penjualan kelapa sawit (CPO)tahun 2006, 2007 dan tahun 2008.

Hasil penelititan menunjukkan bahwa hasil persentase selama tiga tahun terakhir ini dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas penjualan lokal dari tahun 2006 ke tahun 2007 meningkat sebesar 15,7% dan tingkat efektivitas penjualan dari tahun 2007 ke tahun 2008 meningkat sebesar 32%. Sedangkan tingkat efektivitas penjualan ekspor kelapa sawit dari tahun 2006 ke tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 0,23% dan tingkat efektivitas penjulan kelapa sawit tahun 2007 ke tahun 2008 meningkat sebesar 46,4%. Berdasarkan hasil penelitian, dengan persentase jawaban kuesioner sebesar 88%. Sehingga penulis menarik kesimpulan bahwa pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia Medan sudah sangat berperan.

(6)

ABSTRACT

This research is a descriptive research. This research intends to know how the role internal control in supporting sales effectively for PT. Tolan Tiga Indonesion Medan.

This research used a descriptive research is in quantitative avarange analysis methode. Primary and secondary file were used in this research. The primary file was gained from interviews with sales and related departement. The secondary file was the 2006, 2007 and 2008 CPO sales volume.

The result of this research showed that result percentage domestic as long as three years could be summarized that the CPO sales effectively level from the 2006-2007 increasing was 15,7% and the CPO sales effectively level from the 2007-2008 increasing was 32%. Whereas, eksport CPO sales effectively level from the 2006-2007 increasing was 0,23% and sales effectively level from the 2007-2008 increasing was 46,4%. Based on these facts with questioner percentage answers was 88%, until could be summarized that the internal control in supporting sales effectively level for PT. Tolan Tiga indonesion Medan is very role.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN ……….. i

KATA PENGANTAR ……….... ii

ABSTRAK ……….. iv

ABSTRACT ………... v

DAFTAR ISI ……….. vi

DAFTAR TABEL…. ……… ix

DAFTAR GAMBAR ……… x

DAFTAR LAMPIRAN ………. xi

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah ………... 1

B.Perumusan Masalah ………. 4

C.Tujuan Penelitian ………. 5

D.Manfaat Penelitian ………... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Tinjauan Teoritis ………. 6

1. Pengertian Peranan ………….……… 6

2. Pengendalian Internal ………. 6

a. Pengertian Pengendalian Internal ……….. 6

b. Tujuan Pengendalian Internal ….………... 9

c. Komponen Pengendalian Internal ……… 13

(8)

3. Efektivitas dan Efisiensi ………. 22

a. Pengertian efektivitas dan efisiensi ………... 22

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi ………... 24

4. Penjualan ……….………... 24

a. Pengertian Penjualan ……… 24

b. Tujuan Penjualan ………. 26

c. Efektivitas Penjualan ……….. 27

d. Pengendalian Internal Penjualan ….……… 28

e. Peranan Pengendalian Dalam Mendukung Efektivitas penjualan ………... 30

B. Tinjauan Peneliti Terdahulu……… 31

1. Fithri Sarrah Lubis ...……….. 32

2. Astrid Feriska R .………... 32

3. Rusnella Ulfa ……..………... 33

C. Kerangka Konseptual………. 34

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……….. 36

B. Jenis dan Sumber Data………... 36

C. Teknik Pengumpulan Data ………. 37

D. Metode Analisis Data…….………... 37

(9)

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian……… 40

1. Gambaran Umum dan Sejarah Singkat PT. Tolan Tiga Indonesia ……… 40

2. Struktur Organisasi dan Perusahaan ………..………….. 43

3. Penetapan dan Kebijakan Saluran Distribusi …………... 51

4. Produk yang dihasilkan dan dipasarkan ……….. 57

5. Perkembangan Penjualan CPO ..……….. 58

B. Analisa Hasil Penelitian……….. 64

1. Pengendalian Internal Penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia...………. 64

2. Tujuan Pengendalian Internal Penjualan ………... 71

3. Efektivitas Penjualan ……….. 72

4. Pengendalian Internal Efektif terhadap Penjualan ……… 74

5. Hasil Analisis Statistik…….……...………. 76

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……… 78

B. Saran……… 79

DAFTAR PUSTAKA ……….. 80

LAMPIRAN ………. 82 DAFTAR TABEL

(10)

Tabel 1.1 Data Volume Penjualan Produksi Minyak

Kelapa Sawit (CPO) Tahun 2006-2008 ……… 18

Tabel 3.1 Jadwal Penyelesaian Skripsi ………... 39

Tabel 4.1 Data Volume Penjualan Lokal CPO ………....… 73

Tabel 4.2 Data Volem Penjualan Eksport CPO ….…..…… 73

Tabel 4.3 Anggaran dan Realisasi Biaya Produksi ……...… 75

DAFTAR GAMBAR

(11)

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual………... 24

Gambar 4.1 Saluran Distribusi Eksport...………. 56

Gambar 4.2 Saluran Distribusi Lokal……….... 57

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

(12)

Indonesia Medan ……… 79

Lampiran ii Faktur Penjualan ………. 80

Lampiran iii Flowcart Penjualan ……….. 81

Lampiran iv Lembar Kuesioner ………... 83

Lampiran v Hasil Jawaban Kuesioner ………... 93

BAB I PENDAHULUAN

(13)

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia Medan.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode analisis kuantitatif rata-rata. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara dan bagian penjualan serta bagian terkait lainnya. Sedangkan data sekunder adalah data volume penjualan kelapa sawit (CPO)tahun 2006, 2007 dan tahun 2008.

Hasil penelititan menunjukkan bahwa hasil persentase selama tiga tahun terakhir ini dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas penjualan lokal dari tahun 2006 ke tahun 2007 meningkat sebesar 15,7% dan tingkat efektivitas penjualan dari tahun 2007 ke tahun 2008 meningkat sebesar 32%. Sedangkan tingkat efektivitas penjualan ekspor kelapa sawit dari tahun 2006 ke tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 0,23% dan tingkat efektivitas penjulan kelapa sawit tahun 2007 ke tahun 2008 meningkat sebesar 46,4%. Berdasarkan hasil penelitian, dengan persentase jawaban kuesioner sebesar 88%. Sehingga penulis menarik kesimpulan bahwa pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan pada PT. Tolan Tiga Indonesia Medan sudah sangat berperan.

(14)

ABSTRACT

This research is a descriptive research. This research intends to know how the role internal control in supporting sales effectively for PT. Tolan Tiga Indonesion Medan.

This research used a descriptive research is in quantitative avarange analysis methode. Primary and secondary file were used in this research. The primary file was gained from interviews with sales and related departement. The secondary file was the 2006, 2007 and 2008 CPO sales volume.

The result of this research showed that result percentage domestic as long as three years could be summarized that the CPO sales effectively level from the 2006-2007 increasing was 15,7% and the CPO sales effectively level from the 2007-2008 increasing was 32%. Whereas, eksport CPO sales effectively level from the 2006-2007 increasing was 0,23% and sales effectively level from the 2007-2008 increasing was 46,4%. Based on these facts with questioner percentage answers was 88%, until could be summarized that the internal control in supporting sales effectively level for PT. Tolan Tiga indonesion Medan is very role.

(15)

Masalah yang selalu dihadapi perusahaan adalah bagaimana agar perusahaan

dapat beroperasi seefisien mungkin, sehingga dapat mencapai keuntungan yang

maksimal, dimana keuntungan tersebut merupakan tujuan utama perusahaan

disamping kelangsungan hidup (going concern) perusahaan.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan banyak faktor yang mempengaruhi,

salah satunya adalah masalah internal perusahaan yang berhubungan dengan

penjualan. Sistem penjualan merupakan salah satu kegiatan yang paling penting,

karena dapat menghasilkan aliran pendapatan yang diinginkan untuk menutupi

biaya – biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya

struktur pengendalian internal penjualan yang memadai agar hasil penjualan dapat

dipertanggungjawabkan dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah

ditentukan.

Upaya perusahaan dalam mencapai tujuannya bertumpu pada pengendalian

internal perusahaan itu sendiri. Pengendalian internal suatu perusahaan diciptakan

untuk membantu manajemen melaksanakan fungsinya dalam mencapai tujuan

perusahaan. Pengendalian internal bertujuan untuk melindungi harta perusahaan,

memperoleh laporan keuangan yang dapat diandalkan, meningkatkan efektivitas

dan efisiensi operasi perusahaan, dan mendorong kepatuhan terhadap hukum dan

peraturan yang berlaku.

Untuk perusahaan yang relatif kecil dimana operasi atau kegiatan perusahaan

dapat dikerjakan oleh beberapa orang, pemilik atau pemimpin dapat mengawasi

dan mengendalikan segala sesuatu yang terjadi didalam perusahaan secara

(16)

melakukan sepenuhnya karena keadaan perusahaan telah meluas sehingga struktur

organisasi menjadi kompleks. Dengan demikian manajemen perlu

mendelegasikan tanggungjawab dan wewenang ke tingkat supervisi yang ada.

Untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan serta menentukan kesalahan

maka diperlukan suatu alat yang dapat membantu keterbatasan tersebut adalah

pengendalian internal.

Pengendalian internal dilaksanakan melalui penerapan metode, prosedur, dan

tolak ukur lainnya dengan maksud agar seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan

tujuan yang telah ditetapkan sehingga diharapkan dapat mengurangi atau menekan

sekecil mungkin kesalahan, penyelewengan, dan kecurangan terhadap aktiva

perusahaan.

Untuk mendukung keefektivan suatu pengendalian internal maka salah satu

unsur penting adalah adanya suatu bagian dalam perusahaan yang bertugas

menilai kelayakan dan keefektivan pengendalian internal yang ada dan menilai

kualitas kegiatan yang telah dijalankan perusahaan. Bagian ini disebut dengan

bagian Audit Internal. Bagian audit internal dalam perusahaan harus memiliki

sikap yang dinamis, tanggap, dan menguasai semua aspek kegiatan yang ada

dalam perusahaan.

PT Tolan Tiga Indonesia merupakan perusahaan swasta asing yang begerak

dalam bidang perkebunan. Berbadan hukum berkedudukan dan berkantor pusat di

Medan dengan kantor cabang di Jakarta yang khusus mengenai pemasaran teh dan

bertanggungjawab pada kantor besar di Medan. Bisnis bidang utama adalah budi

(17)

Timbang Deli, Tanah Abang, Muko-Muko, Melania, Sanna dan Alicia. Sementara

budi daya teh ada di kebun Cibuni, Jawa Barat. PT Tolan Tiga Indonesia

melaksanakan kegiatan penjualan ke dalam negeri (penjualan lokal) dan penjualan

ke luar negeri (ekspor). Produk yang dijual pada dasarnya adalah minyak sawit

(crude palm oil) yang dikelola dari biji kelapa sawit di pabrik di Parlabian (rantau

parapat).

Berikut data volume penjualan tahunan untuk produk (CPO) atau minyak

kelapa sawit (dalam satuan Kg).

Tabel 1.1

Data Volume Penjualan CPO Tahun 2006-2008 (Dalam Satuan Kg)

Tahun Volume Penjualan Lokal CPO Volume Penjualan ekspor CPO

2006 19,557,560 12,998,924

2007 22,629,320 13,029,307

2008 15,297,700 19,084,889

Dari data di atas dapat kita lihat, volume penjualan lokal CPO tidak

mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Dari tahun 2006 sampai tahun

2007, penjualan meningkat sebesar 15,7%. Dari tahun 2007 sampai tahun 2008,

penjualan mengalami penurunan sebesar 32%. Berbeda dengan volume penjualan

(18)

Dari tahun 2006 sampai tahun 2007, penjualan meningkat sebesar 0,23%. Dari

tahun 2007 sampai tahun 2008, penjualan meningkat sebesar 46,4%.

Meningkatnya hasil penjualan setiap tahun yang terjadi pada perusahaan

merupakan akibat adanya pengendalian internal yang efektif terhadap kegiatan

penjualan. Salah satunya yaitu adanya prosedur-prosedur penjualan yang harus

dilalui agar penjualan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam

bagaimana peranan pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan

dalam skripsi yang berjudul :

Peranan Pengendalian Internal Dalam Mendukung Efektivitas Penjualan

pada PT Tolan Tiga Indonesia”.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan

sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

“Bagaimana peranan pengendalian internal dalam mendukung keefektivan

atas penjualan pada perusahaan?”

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui

bagaimana peranan pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan

(19)

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh melalui penelitian ini adalah:

1. Bagi penulis, menambah wawasan mengenai pengendalian internal atas

penjualan yang sebenarnya yang dilaksanakan oleh setiap yang berwenang

dalam lingkup Perusahaan PT Tolan Tiga Indonesia,

2. Bagi perusahaan, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan

sumbangan pemikiran mengenai pengendalian internal yang dilaksanakan

perusahaan dalam mengetahui seberapa jauh peranan pengendalian

internal dalam mendukung efektivitas penjualan. Hal ini juga dapat

dijadikan pertimbangan dan perbaikan di masa yang akan datang,

3. Bagi peneliti lain, sebagai bahan masukan bagi penelitian yang sejenis dan

bacaan yang bermanfaat untuk menambah khususnya mengenai peranan

pengendalian dalam menunjang efektivitas penjualan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

(20)

Peranan menurut Soerjono Soekanto (2002:243) adalah: “Peranan merupakan

aspek dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan

kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan”.

Peranan mungkin terdiri dari tiga (3) hal, sebagai berikut:

a. Peranan meliputi norma – norma yang dihubungkan dengan

posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat,

b. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dilakukan oleh individu dalam

masyarakat sebagai organisasi,

c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi

struktur sosial masyarakat.

Adapun konsep tentang peran menurut Komarudin (1974:768) dalam buku

“Ensiklopedia Manajemen” adalah sebagai berikut:

1) Bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh seseorang dalam

manajemen,

2) Pola perilaku yang utama diharapkan dapat menyertai suatu status,

3) Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata,

4) Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada

padanya,

5) Fungsi variabel dalam hubungan sebab akibat.

Berdasarkan acuan diatas pengertian dari peranan adalah penilaian sejauh

mana fungsi seseorang atau bagian dalam menunjang usaha pencapaian tujuan

yang ditetapkan atau ukuran mengenai hubungan dua variabel yang mempunyai

(21)

2. Pengendalian Internal

a. Pengertian Pengendalian Internal

Pengendalian internal merupakan sesuatu yang sangat penting sekali dalam pencapaian tujuan usaha. Demikian pula dunia usaha mempunyai perhatian yang

makin meningkat terhadap pengendalian internal.

Menurut Arens (2000:288) definisi pengendalian internal adalah sebagai

berikut: “An understanding of internal control, especially those controls to the

reability of financial reporting, are important to the auditor’s purposes”.

Berdasarkan uraian diatas, pengertian pengendalian internal dapat diterjemahkan secara bebas dalam suatu proses yang didesain untuk mendapatkan

jaminan yang memadai dalam mencapai kebijakan dan peraturan.

Menurut Romney dan Steinbart dalam bukunya Accounting Information

System (2003:195) , “internal control is the plan of organization and the methods a business use to safeguard assets, provide accurate and reliable information, promote and improve operational efficiency, and encourage adherence to prescribed managerial policies”.

Pengendalian internal adalah suatu rencana organisasi dan metode bisnis yang

digunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan dapat

diandalkan, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya telah ditetapkan

organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Menurut Standar Profesional Akuntan Publik dalam Standar Audit (seksi

(22)

Pengendalian internal merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan

komisaris, manejemen dan personel lain entitas yang didisain untuk

memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan

berikut ini: a.keandalan laporan keuangan, b.efektivitas dan efisiensi

operasi, dan c. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Menurut commitee of sponsoring organization (COSO) pengertian

pengendalian internal dalam buku Sistem Informasi Akuntansi (Romney:230)

adalah :

Suatu proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada dibawah arahan keduanya, untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian dicapai dengan pertimbangan hal-hal sebagai berikut :

1) efektivitas dan efisiensi operasional organisasi, 2) keandalan pelaporan keuangan,

3) kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Menurut COSO, pengendalian internal adalah proses, karena hal tersebut

menembus kegiatan operasional organisasi dan merupakan bagian integral dari

kegiatan manajemen dasar. Pengendalian internal hanya dapat menyediakan

keyakinan memadai, bukan kayakinan mutlak. Hal ini menegaskan bahwa sebaik

apapun pengendalian internal itu dirancang dan dioperasikan, hanya dapat

menyediakan keyakinan yang memadai, tidak dapat sepenuhnya efektif dalam

mencapai tujuan pengendalian internal meskipun telah dirancang dan disusun

sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya. Bahkan pengendalian internal yang ideal

telah dirancang, akan tetapi keberhasilannya tergantung pada kompetisi dan

(23)

b. Tujuan Pengendalian Internal

Tujuan pengendalain internal menurut Arens (2003:271) adalah sebagai berikut:

1) Reliability of financial reporting,

2) Efficiency and effectiveness of operations,

3) Compliance with applicable laws dan regulations.

Berdasarkan pengertian diatas, tujuan pengendalian internal dijelaskan

sebagai berikut:

1) Keandalan Laporan Keuangan

Pengendalian yang berkaitan dengan masalah kewajaran laporan keuangan

yang disajikan untuk pihak-pihak luar. Penyajian laporan keuangan tersebut harus

sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dimana manajemen

bertanggung jawab atas laporan keuangan yang disajikan wajar.

2) Ketaatan Terhadap Hukum dan Peraturan Yang Berlaku

Pengendalian internal dimaksudkan untuk memastikan bahwa segala

peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen untuk mencapai tujuan

perusahaan itu ditaati oleh karyawan perusahaan tersebut dan dijalankan oleh

setiap unit organisasi.

3) Efektivitas dan Efisiensi Operasi

Pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan

efisiensi dari semua operasi perusahaan sehingga dapat mengandalkan biaya yang

(24)

Adapun tujuan pengendalian internal menurut James A.Hall dalam bukunya

Sistem Informasi Akuntansi (2001:150) adalah :

a). Untuk menjaga aktiva perusahaan,

b). Untuk menjaga akurasi dan dapat diandalkan catatan dan informasi akuntansinya,

c). Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan,

d). Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Pengendalian internal untuk mencapai tujuan pertama dan ke dua adalah

dengan menerapkan pengendalian internal akuntansi (internal accounting

control). Sedangkan untuk tujuan ke tiga dan ke empat adalah dengan menerapkan pengendalian internal administratif (internal administrative control).

Pengendalian internal akuntansi terdiri dari struktur organisasi,

prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang berhubungan langsung dengan pengamanan

harta kekayaan dan dapat dipercayainya catatan finansialnya, yang ditempuh

dengan langkah-langkah sebagai berikut: (Arens and Loebecke, 2005:230)

(1) Sistem pemberi wewenang dapat berupa pemberian wewenang, baik yang

bersifat umum yaitu mengenai transaksi tertentu atau mengenai sekelompok

transaksi yang bersifat serupa,

(2) Sistem persetujuan pengawasan agar transaksi dilaksanakan sesuai dengan

kebijaksanaan dengan cara menyetujui secara tertulis pada dokumen tertentu,

(3) Sistem pemisahan antara tugas operasional dan tugas penyimpanan, tugas

pencatatan mempunyai fungsi agar terdapat internal check (saling menguasai),

(4) Sistem pengendalian physik berfungsi agar tidak ada pencurian dan kerusakan

(25)

Pengendalian internal akuntansi disebut juga preventive control yang artinya

bahwa pengendalian tersebut dibuat dengan tujuan untuk mencegah terjadinya

ketidakefisienan.

Pengendalian internal administratif meliputi struktur organisasi, metode dan

ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan

dipatuhinya kabijakan manajemen. Pengendalian internal administrasi disebut

juga feedback control yang artinya bahwa tujuan dari pengendalian internal untuk

memperoleh hasil operasional apakah pelaksanaan pekerjaan menyimpang dari

perencanaan. Seperti, efisiensi operasi, efektivitas operasi dan efektivitas

manajemen.

Pengendalian internal yang diarahkan ke pencapaian tujuan administrasi

mempunyai pengaruh langsung yang kecil terhadap ketelitian dan dipercayainya

laporan keuangan. Dalam sistem pengendalian internal administrasi ada dua unsur

yang mempengaruhi, yaitu:

(a) Sistem rencana organisasi yang merupakan sarana pengendalian internal,

karena pengambilan keputusan yang menuju ke sistem pemberian wewenang

untuk melaksanakan transaksi akan banyak dipengaruhi oleh rencana

organisasi. Dalam penyusunan rencana yang efektif untuk memperkuat

pengendalian internal, perlu diadakan pemisahan tugas antara berbagai fungsi

operasi, penyimpanan dan pencatatan pemisahan fungsi tidak berarti, bahwa

(26)

(b) Sistem yang bersifat usaha memperoleh efisiensi dan mencapai tujuan ketaatan

terhadap kebijaksanaan pimpinan yang tidak langsung berhubungan dengan

catatan keuangan.

Pengendalian internal ibarat sebuah perisai yang melindungi perusahaan dari

serangkaian peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang menyerang

perusahaan. Termasuk kecurangan yang dilakukan oleh pihak eksternal dan

internal perusahaan, kesalahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan pegawai,

kesalahan program komputer, korupsi serta tindakan-tindakan merugikan lainnya.

Menurut James A. Hall dalam buku Sistem Informasi Akuntansi (2001:152)

“Perisai pengendalian internal terdiri atas tiga tingkat kontrol, yaitu: kontrol preventif, kontrol deteksi, dan kontrol koreksi”.

Kontrol preventif adalah suatu teknik pasif yang didesain untuk mengurangi

frekuensi munculnya peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Preventife artinya

pencegahan, pencegahan atas kesalahan dan kecurangan jauh lebih efektif dari

segi biaya dari pada pendeteksian dan pengkoreksian masalah setalah muncul.

Kontrol deteksi adalah teknik dan prosedur yang didesain untuk

mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang terlepas dari

kontrol preventif. Kontrol deteksi mengungkapkan jenis kesalahan pesifik dengan

membandingkan data aktual dan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kontrol korektif adalah tindakan-tindakan yang diambil untuk membalikkan

efek dari kesalahan yang dideteksi dilangkah sebelumnya. Ini merupakan

perbedaan yang penting antara kontrol deteksi dan kontrol koreksi. Kontrol

(27)

perhatian pada masalah. Untuk setiap kesalahan yang dideteksi, bisa terdapat lebih

dari satu tindakan. Koreksi yang layak, tetapi tindakan terbaik tidak selalu jelas.

c. Komponen Pengendalian Internal

Setiap perusahaan memiliki karakter-karakter khusus yang berbeda sehingga

pengendalian internal yang baik pada suatu perusahaan belum tentu baik untuk

perusahaan yang lainnya. Oleh karena itu, untuk menciptakan suatu pengendalian

internal harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tujuan

perusahaan secara keseluruhan.

Menurut Mulyadi (2002:183) komponen-komponen pengendalian internal

adalah sebagai berikut:

1) Lingkungan pengendalian,

2) Penakiran Resiko,

3) Informasi dan Komunikasi,

4) Aktivitas Pengendalian,

5) Pemantauan.

Kelima komponen pengendalian internal diuraikan sebagai berikut:

1) Lingkungan Pengendalian.

Lingkungan pengendalian merupakan pondasi dari keempat komponen

(28)

suasana suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian para

manajemen dan pegawainya. Lingkungan pengendalian merupakan landasan

untuk semua unsur pengendalian internal yang membentuk disiplin dan struktur.

Menurut Mulyadi (2002:183)

berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas, antara lain: nilai integritas dan etika, komitmen terhadap kompetensi, dewan komisaris dan komite audit, filosofi dan gaya operasi manajemen, struktur organisasi, pembagian wewenang dan pembebanan tanggungjawab, kebijakan dan praktik sumber daya manusia.

a) Nilai integritas dan etika

Efektivitas pengendalian internal tergantung pada integritas dan nilai-nilai

etika seorang personil yang mendesain dan melaksanakannya. Nilai integritas

merupakan tanggungjawab yang dijunjung tinggi oleh pihak manajemen, yaitu

suatu kemampuan untuk mewujudkan apa yang dikatakan atau yang telah menjadi

komitmennya.

b) Komitmen terhadap kompetensi

Komitmen terhadap kompetensi mencakup pertimbangan manajemen atas

pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan dan paduan antara kecerdasan,

pelatihan, dan pengalaman yang dituntut dalam pengembangan kompetensi.

c) Dewan komisaris dan komite audit

Untuk menciptakan independensi auditor, perusahaan-perusahaan yang go

(29)

manajemen puncak ke tangan dewan komisaris atau komite audit (audit

committee).

d) Filosofi dan gaya operasi manajemen

Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi

parameter bagi perusahaan dan karyawannya. Filosofi merupakan apa yang

seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya tidak dikerjakan oleh perusahaan.

Gaya operasi mencerminkan ide manajer tentang bagaimana operasi suatu entitas

harus dilaksanakan.

e) Struktur organisasi

Struktur organisasi memberikan rerangka untuk perencanaan, pelaksanaan,

pengendalian, dan pemantauan aktivitas entitas.

f) Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab

Pembagian wewenang dan pembebanan tanggungjawab merupakan perluasan

lebih lanjut dari pengembangan struktur organisasi. Pembagian wewenang yang

jelas akan dapat mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya serta

memudahkan pertanggungjawaban konsumsi sumber daya organisasi dalam

pencapaian tujuan organisasi.

g) Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.

Karyawan merupakan unsur penting dalam setiap pengendalian internal.

Perusahaan juga sangat penting memiliki karyawan yang kompeten dan jujur agar

tercipta lingkungan pengendalian yang baik. Maka dari itu perusahaan perlu

(30)

mengembangkan kompetensi mereka, menilai prestasi dan memberikan

kompensasi atas prestasi mereka.

2) Penaksiran Resiko

Penaksiran resiko merupakan komponen kedua dari pengendalian internal.

Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi, analisis,

dan pengelolaan resiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan

keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.

Penaksiran resiko manajemen harus mencakup pertimbangan khusus terhadap

resiko yang dapat timbul dari perubahan keadaan, seperti :

a) Bidang baru bisnis yang memerlukan prosedur akuntansi yang belum

pernah dikenal,

b) Perubahan standar akuntansi,

c) Hukum dan peraturan baru,

d) Perubahan yang berkaitan dengan revisi sistem dan teknologi baru yang

digunakan untuk pengolahan informasi,

e) Pertumbuhan entitas yang menuntut perubahan fungsi pengolahan dan

pelaporan informasi dan personel yang terlibat di dalam fungsi tersebut.

3) Informasi dan Komunikasi

Informasi dan Komunikasi merupakan komponen ketiga dari pengendalian

internal. Sistem Informasi terdiri dari catatan dan metode yang digunakan untuk

mengidentifikasian, menganalisisan, dan mencatat transaksi organisasi serta unutk

memperhitungkan aktiva dan kewajiban terkait.

(31)

a) Sah,

b) Telah diotorisasi, c) Telah dicatat,

d) Telah dinilai secara wajar, e) Telah digolongkan secara wajar,

f) Telah dicatat dalam periode yang seharusnya,

g) Dimasukkan ke dalam buku besar pembantu dan telah diringkas dengan benar.

Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang

terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan

dengan pekerjaan orang lain, baik yang berada didalam maupun di luar organisasi.

Komunikasi ini mencakup sistem pelaporan penyimpangan kepada pihak yang

lebih tinggi dalam perusahaan.

4) Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian merupakan komponen yang keempat dari

pengendalian internal. Untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat

oleh manajemen dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur ini memberikan keyakinan

bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi resiko

dalam pencapaian tujuan perusahaan. Aktivitas pengendalian yang relevan dengan

audit atas laporan keuangan dapat digolongkan ke dalam berbagai kelompok.

Salah satu cara penggolongan adalah sebagai berikut:

a) Pengendalian pengolahan informasi

Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk pengolahan

informasi umumnya dan terutama informasi akuntansinya. Pengendalian

pengolahan informasi dibagi menjadi dua, yaitu: pengendalian umum dan

(32)

Unsur pengendalian umum meliputi: organisasi pusat pengolahan data,

prosedur dan standar untuk perubahan program, pengembangan sistem dan

pengoperasian fasilitas pengolahan data.

Pengendalian aplikasi dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian

khusus setiap aplikasi. Pengendalian aplikasi terhadap pengolahan transaksi

tertentu dikelompokkan menjadi:

(1) Prosedur otorisasi yang memadai

Di dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari

yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut.

Otorisasi transaksi dapat bersifat umum dan bersifat khusus. Otorisasi umum

adalah otorisasi yang diberikan oleh pihak manajemen kepada pegawai untuk

menangani transaksi rutin tanpa persetujuan khusus. Sedangkan otorisasi khusus

adalah otorisasi yang diberikan oleh pihak manajemen untuk beberapa transaksi

tertentu yang terjadi karena keadaan khusus,

(2) Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang cukup

Prosedur otorisasi akan menjamin dihasilkannya dokumen sumber yang dapat

dipercaya, sehingga akan menjadi masukan yang andal bagi proses akuntansi.

Prosedur pencatatan yang baik akan menghasilkan informasi yang teliti dan andal

mengenai kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya suatu organisasi.

Dalam perancangan dokumen dan catatan, unsur pengendalian internal harus

dipertimbangkan sebagai berikut:

(33)

(b) pencatatan transaksi harus dilakukan pada saat transaksi terjadi, atau

segera setelah transaksi terjadi,

(c) perancangan dokumen dan catatan harus cukup sederhana untuk menjamin

kemudahan dalam pemahaman terhadap dokumen dan catatan tersebut,

(d) sedapat mungkin dokumen dirancang untuk memenuhi berbagai keperluan

sekaligus.

(3) Pengecekan secara independen

Pengecekan secara independen mencakup verifikasi terhadap pekerjaan yang

dilaksanakan sebelumnya oleh individu atau departemen lain atau penilaian

semestinya terhadap jumlah yang dicatat. Untuk menjamin independensi,

verifikasi kinerja tidak boleh dilaksanakan oleh karyawan yang memiliki

kedudukan dibawah karyawan yang diverifikasi kinerjanya.

b) Pemisahaan fungsi yang memadai

Tujuan pemisahaan fungsi ini adalah untuk mencegah dan untuk dapat

dilakukannya deteksi segera atas kesalahan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan

tugas yang dibebankan kepada seseorang.

c) Pengendalian fisik atas kekayaan dan catatan

Cara yang paling baik dalam perlindungan kekayaan dan catatan adalah

dengan menyediakan perlindungan secara fisik. Tujuannya untuk mencegah

terjadinya kemungkinan pencurian, kerusakan, dan kehilangan yang akan

menghambat aktivitas perusahaan sehari-hari.

(34)

Review atas kinerja mencakup review dan analisis yang dilakukan oleh

manajemen atas: laporan yang meringkas rincian jumlah yang tercantum dalam

akun buku pembantu, kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan jumlah menurut

anggaran, prakiraaan, atau jumlah tahun lalu, dan hubungan antara serangkaian

data seperti data keuangan dengan data nonkeuangan.

5) Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan merupakan komponen yang kelima dari pengendalian internal.

Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian internal

sepanjang waktu. Pemantauan dilaksanakan oleh personel yang semestinya

melakukan pekerjaan tersebut, baik pada tahap desain maupun pengoperasian

pengendalian, pada waktu yang tepat, untuk menentukan apakah pengendalian

internal beroperasi sebagaimana yang diharapkan, dan untuk menentukan apakah

pengendalian internal tersebut telah memerlukan perubahan karena terjadinya

perubahan keadaan.

d. Keterbatasan Pengendalian Internal

Pengendalian internal setiap perusahaan memiliki keterbatasan bawaan yang dapat melemahkan pengendalian internal tersebut. Oleh karena itu, pengendalian

internal hanya memberikan keyakinan memadai, bukan mutlak, kepada

manajemen dan dewan komisaris tentang pencapaian tujuan perusahaan.

Keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada pengendalian internal menurut

Boyton et.al (2002:375) adalah :

(35)

Seringkali manajemen dan personel lain dapat salah dalam

mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan

tugas rutin karena tidak memadainya informasi, keterbatasan waktu, atau prosedur

lainnya,

2) Kemacetan

Kemacetan dalam pengendalian yang telah diterapkan dapat terjadi karena

personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena

kelalaian, tidak adanya perhatian, atau kelelahan. Perubahan yang bersifat

sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat

pula mengakibatkan kemacetan,

3) Kolusi

Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian internal yang dibangun

untuk melindungi kekayaan perusahaan dan tidak terungkapnya ketidakberesan

atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh pengendalian internal yang dirancang,

4) Penolakan oleh manajemen

Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan

untuk tujuan yang tidak sah seperti kecurangan pribadi manajer, penyajian kondisi

keuangan yang berlebihan, atau kepatuhan semu,

5) Biaya lawan manfaat

Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian internal tidak

boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian internal tersebut.

Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak

(36)

secara kuantitatif dan kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu

pengendalian internal.

3. Efektivitas dan Efisiensi

a. pengertian efektivitas dan Efisiensi

Pengertian efektivitas menurut Rob Reider (2002:21) adalah sebagai berikut: “effectiveness (or result of operations) is the organization achieving result or

benefits based on stated goals and objectives or some other measurable criteria”. Pengertian efisiensi menurut Rob Reider (2002:21) adalah sebagai berikut:

“efficiency (or methods operations) is the organizational caryying out its responsibilities with minimum expenditure of effort”.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa unit organisasi yang efisien

adalah unit yang memproduksi sejumlah keluaran dengan masukan yang minimal

atau menghasilkan keluaran terbanyak dari masukan yang tersedia.

Sedangkan perbedaan efektivitas dan efisiensi menurut Arens and Loebbecke (2000:798) adalah:

“effectiveness refers to accomplishment of objectives, where as efficiency refers to the resources used to achieve those objective”.

Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan kemampuan suatu organisasi untuk memperoleh dan memanfaatkan sumber daya

yang ada sebaik mungkin dalam usahanya mencapai tujuan organisasi. Efektivitas

(37)

mencapai tujuan organisasi tersebut yang berhubungan dengan hasil operasi

perusahaan.

Sumber criteria efektivitas menurut Aren, et all (2003) adalah:

1) Historical Performance,

2) Benchmarking,

3) Engineered Standards,

4) Discussion and Agreement.

Historical Performance merupakan criteria yang didasarkan pada hasil actual

sebelumnya. Dalam hal ini, prestasi kerja periode berjalan dibandingkan dengan

prestasi sebelumnya. Criteria ini mudah ditetapkan, tetapi hasil penilaian yang

digunakan criteria ini sering tidak memberikan gambaran yang tepat mengenai

keadaan organisasi yang sesungguhnya kerena adanya perubahan waktu dan

keadaan.

Benchmarking merupakan criteria yang ditetapkan berdasarkan hasil yang

dicapai oleh perusahaan lain yang sejenis.

Engineered Standars merupakan criteria yang ditetapkan dengan rekayasa,

perhitungan standar ilmiah, untuk menentukan banyaknya output yang harus

diproduksi.

Discussion and Agreement merupakan criteria yang ditetapkan berdasarkan

hasil diskusi dan persetujuan bersama antara manajemen dan pihak lain yang

(38)

b. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas dan Efisiensi

faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi adalah sebagai

berikut:

1) Faktor sumber daya baik sumber daya manusia seperti tenaga kerja,

kemampuan kerja, maupun sumber daya fisik seperti peralatan kerja, tempat

bekerja serta dana keuangan,

2) Faktor struktur organisasi yaitu susunan yang stabil dari jabatan-jabatan baik

itu struktur maupun fungsional,

3) Faktor teknologi pelaksanaan pekerjaan,

4) Faktor dukungan kepada aparatur dan pelaksanaanya baik pimpinan maupun

masyarakat,

5) Faktor pimpinan dalam arti kemampuan untuk mengkombinasikan keempat

faktor tersebut ke dalam suatu usaha yang berdaya guna dan berhasil guna

untuk mencapai sasaran yang dimaksud.

4. Penjualan

a. Pengertian Penjualan

Penjualan merupakan salah satu aktivitas yang ada didalam perusahaan,

melalui aktivitas ini pendapatan utama perusahaan diperoleh. Pendapatan yang

diperoleh akan mempengaruhi besar kecilnya laba yang diterima perusahaan.

Laba bagi perusahaan dapat dikatakan salah satu unsur penggerak dinamika

(39)

Menurut Basu Swastha (2001:8) definisi penjualan adalah sebagai berikut:

“Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh

penjualan untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang

ditawarkannya”.

Dari definisi penjualan diatas dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah

suatu pengalihan hak kepemilikan atas barang dan jasa dari pihak penjual kepada

pihak pembeli disertai dengan penyerahan imbalan dari pihak penerima barang

atau jasa kepada penjual sebagai timbal balik atas penyerahan barang tersebut.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam upaya pencapaian tujuan yang

diterapkan oleh perusahaan, aktivitas penjualan perlu di rencanakan terlebih

dahulu dengan baik. Dalam perencanaan penjualan kondisi perusahaan harus

diperhatikan (kemampuan untuk memproduksi dan memasarkan) artinya untuk

dapat mencapai rencana volume penjualan, harus selalu memperhatikan

perekonomian dimasa mendatang, dan bagian penjualan harus selalu

diikutsertakan dalam pencapaian penjualan agar jumlah yang ditentukan adalah

jumlah yang mungkin untuk dicapai.

Secara umum penjualan dapat dibagi menjadi:

1) Penjualan Tunai

Penjualan tunai terjadi apabila penyerahan barang atau jasa disertai dengan

pembayaran cash dari pembeli,

2) Penjualan Kredit

Penjualan kredit yaitu penjualan dengan tenggang waktu antara saat

(40)

3) Penjualan Tender

Penjualan tender yaitu penjualan yang dilakukan melalui prosedur tender

untuk memenuhi permintaan pihak pembeli yang membuka tender tersebut.

Untuk memenangkan tender tersebut, selain harus memenuhi syarat berbagai

prosedur yaitu pemenuhan dokumen tender berupa jaminan tender, juga harus

bersaing dengan pihak lain,

4) Penjualan Ekspor

Penjualan ekspor yaitu penjualan yang dilkakukan kepada pihak pembeli dari

luar negeri yang mengimpor barang tersebut,

5) Penjualan Konsinyasi

Penjualan konsinyasi yaitu penjualan yang dilakukan dengan cara titipan

kepada pembeli, yang sekaligus sebagai penjual. Apabila barang tersebut tidak

laku terjual, barang tersebut akan kembali ke penjual,

6) Penjualan Melalui Grosir

Penjualan melalui grosir yaitu penjualan yang tidak langsung kepada pembeli

tetapi melalui pedagang grosir, yang berfungsi sebagai perantara antara pihak

produsen dengan pedagang eceran (retailer).

b. Tujuan Penjualan

Kegiatan penjualan dalam suatu perusahaan merupakan kegiatan yang sangat

penting karena dengan adanya kegiatan penjualan tersebut akan terbentuk laba

yang menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Tujuan umum perusahaan dalam

(41)

1) mencapai volume penjualan tertentu dari penjualan,

2) mencapai laba maksimal,

3) berusaha meningkatkan dan menunjang pertumbuhan perusahaan.

c. Efektivitas Penjualan

Menurut Dan M. Guy, C. Wayne Alderman, Alan J. Winters (2002;10):

“Efektivitas mengukur seberapa berhasil suatu organisasi mencapai tujuan

dan sasarannya. Efisiensi mengukur seberapa baik suatu entitas

menggunakan sumberdayanya dalam mencapai tujuannya”.

Efektivitas selalu berhubungan dengan tujuan perusahaan. Suatu perusahaan

yang efektif merupakan suatu kelompok individu yang bekerja sama mengambil

tindakan-tindakan guna mencapai tujuan yang hendak dicapai. Efektivitas juga

selalu dikaitkan dengan masalah efisiensi karena sumber daya yang dimilki oleh

perusahaan untuk mencapai tujuan.

Efisiensi menggambarkan sumber/biaya/masukan yang sama untuk

menghasilkan keluaran yang lebih besar. Oleh karena itu tujuan perusahaan harus

dicapai dengan penggunaan sumber daya yang minimal, artinya terhindar dari

pemborosan yang tidak diperlukan dalam setiap kegiatan perusahaan.

Suatu penjualan dapat dikatakan efektif, jika perusahaan memiliki

karakteristik sebagai berikut:

1) adanya perkembangan penjualan yang dilihat dari volume penjualan terus

menerus meningkat dan adanya anggaran penjualan yang dapat segera

(42)

2) transaksi penjualan dicatat sesuai dengan tanggal dan diarsip dengan nomor

urut,

3) kegiatan penjualan mulai dari penerimaan order penjualan sampai dengan

penyerahan barang dapat diselesaikan dengan order yang diterima dari

pelanggan, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan

lancar dan efisien,

4) terdapat kepuasan pelanggan atas produk yang dipesannya.

d. Pengendalian Internal Penjualan

Pengendalian internal penjualan dapat membantu pimpinan perusahaan untuk

mengetahui besarnya pendapatan atas penjualan dan memperkirakan

kemungkinan terjadinya kecurangan dan penggelapan melalui laporan-laporan

yang menganalisa kegiatan penjualan yang merupakan trend dan

hubungan-hubungan atau penyimpangan yang tidak dihendaki dari tujuan.

Pengendalian penjualan meliputi penganalisaan, penelahaan dan penelitian

yang dihasilkan terhadap kebijaksanaan, prosedur, metode, dan pelaksanaan yang

sesungguhnya untuk mencapai volume penjualan yang dikehendaki, dengan biaya

yang wajar, yang menghasilkan laba kotor yang diperlukan untuk mencapai hasil

pengembalian yang diharapkan atas investasi.

Tujuan pengendalian internal penjualan adalah untuk mencapai tujuan

perusahaan, baik mengenai produk atau jasa yang diberikan, penetapan harga atau

tarif, metode penjualan, organisasi, dan perencanaan serta pengendalian.

(43)

dengan sempurna dan tepat, disamping akan menunjang pula dipatuhinya

kebutuhan operasi perusahaan. Bila hal-hal tersebut dapat dikendalikan dengan

baik, maka tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai.

Menurut Arens and Loebbecke (2000:406) tujuan pengendalian internal

adalah sebagai berikut:

1) recorded sales for shipments are recorded to existing customer (existance),

2) recorded sales transactions are recorded (completeness),

3) recorded sales are for the amount of goods shipped and are correctly billed and recorded (accuracy),

4) sales transactions are property classified (clasification), 5) sales are recorded on the correct dates (timing),

6) sales transactions are property included in the account receivable master file and are correctly summarized (posting and summarization).

Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan

pengendalian internal adalah:

1) penjualan yang dicatat adalah untuk pengiriman aktual kepada langganan

yang tidak fiktif (absah),

2) transaksi penjualan yang ada telah dicatat (kelengkapan),

3) penjualan yang dicatat adalah untuk jumlah barang yang dikirim dan

ditagih serta dicatat dengan benar (penilaian),

4) transaksi penjualan diklasifikasikan dengan benar dan pantas

(klasifikasi),

5) penjualan dicatat dalam waktu yang tepat atau sesuai (tepat waktu),

6) transaksi penjualan dimasukkan dengan pantas dalam berkas induk dan

(44)

Jelas bahwa aktivitas penjualan perlu dilindungi dari kemungkinan terjadinya

penggelapan, pencurian, ataupun kesalahan dalam pencatatan agar perusahan

terhindar dari kerugian. Untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah dikemukakan

diatas, pimpinan perusahaan perlu menetapkan suatu pengendalian internal atas

penjualan yang memadai.

e. peranan pengendalian internal dalam mendukung efektivitas penjualan Pengendalian internal diharapkan dapat berperan dan memberikan kontribusi

dalam perusahaan sehingga diharapkan terciptanya efektivitas penjualan. Dalam

efektivitas penjualan memerlukan laporan untuk menganalisis penjualan yang

mengungkapkan perkembangan yang tidak diinginkan atau

penyimpangan-penyimpangan dari tujuan, anggaran atau sasaran yang telah ditetapkan. Untuk

mengetahui apakah peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas

penjualan berjalan lancar dengan baik, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih

lanjut. Selanjutnya pengendalian internal akan melakukan cara yang tepat untuk

meningkatkan tindakan korektif.

Pengendalian internal dapat berperan dalam mendukung efektivitas penjualan

apabila memenuhi komponen-komponen dari pengendalian internal itu sendiri:

1) Lingkungan pengendalian,

2) Penakiran Resiko,

3) Informasi dan Komunikasi,

4) Aktivitas Pengendalian,

(45)

B. Penelitian Terdahulu

Fithri Sarrah Lubis dalam penelitiannnya yang berjudul “ Peranan Biro Satuan Pengawasan Intern Dalam Mendukung Penerapan Manajemen Strategi

Pada PT Perkebunan Nusantara V Pekan Baru (2006)”. Hasil penelitiannya

menunjukkan bahwa peran Biro Satuan Pengeawasan Intern sebagai Internal

Audit Departemen di Perusahaan telah mendukung penerapan elemen-elemen

manajemen strategik. Hal ini ditandai dengan penerapan elemen-elemen strategik

yang dimulai dari merumuskan rencana kegiatan pemeriksaan hingga

menghasilkan fungsi pengawasan yang efektif di perusahaan.

Astrid Feriska R. dalam penelitiannya yang berjudul “ Peranan Auditor

Internal Dalam Meningkatkan Sistem Pengedalian Intern Pada PT Socfin

Indonesia Medan (2008)”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa peranan audit

internal sangat bermanfaat dalam meningkatkan Satuan Pengawasan Intern pada

Perusahaan. Penelitian terhadap pengendalian dilakukan dengan objektif dan

independen. Laporan audit mengungkapkan kelemahan yang terjadi dan

rekomendasi perbaikan sehingga sistem pengendalian internal yang dijalankan

Perusahaan akan semakin baik di masa yang akan datang.

Rusnella Ulfa dalam penelitiannya yang berjudul “ Pengendalian Penjualan Kredit Dan Penagihan Piutang Pada PT Indomobil Finance cabang Padang

Sidempuan (2008)”. Hasil penelitiannya untuk mengetahui dengan jelas

pengendalian dan pemeriksaan yang dilaksanakan pada perusahaan dan dari hasil

(46)

kerja. Secara umum, penagihan dan pengendalian internal perusahaan berjalan

dengan baik.

Peneliti Judul Penelitian Rumusan Masalah Hasil Penelitian

(47)

elemen-perusahaan?

akan semakin baik di masa yang akan datang.

(48)

C. Kerangka Konseptual

PT. Tolan Tiga Indonesia merupakan perusahaan swasta asing yang berbadan hukum berkedudukan dan berkantor pusat di Medan dengan kantor cabang di

Jakarta yang khusus mengenai pemasaran teh dan bertanggungjawab pada kantor

besar di Medan. Bisnis bidang utama adalah budi daya kelapa sawit dan karet ada

dikebun-kebun Pangkatan, Bandar Pinang, Timbang Deli, Tanah Abang,

Muko-Muko, Melania, Sanna dan Alicia. Sementara budi daya teh ada di kebun Cibuni,

Jawa Barat.

PT. Tolan Tiga Indonesia menerapkan fungsi audit internal dengan

membentuk suatu departemen audit internal yang disebut dengan Satuan

Pengawasan Intern. Departemen audit internal bertanggung jawab untuk

memastikan bahwa pengendalian internal baik finansial maupun non finansial

benar-benar telah terlaksana dan terpelihara dalam tubuh organisasi perusahaan

dan melapor langsung kepada presiden direktur. Departemen audit internal Pengendalian

Internal

Efektivitas

Penjualan PT. Tolan Tiga

(49)

merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membantu manajemen dalam

penyediaan informasi, dengan tujuan akhir yaitu menambah nilai perusahaan.

Aktivitas penjualan merupakan salah satu aktivitas penting di dalam perusahaan karena hasil penjualan dalam perusahaan selalu diharapkan stabil atau

diusahakan agar terus meningkat dari waktu ke waktu. Dalam hal ini peranan

pengendalian internal sangat diperlukan. Pengendalian internal merupakan salah

satu sistem, prosedur dan tolak ukur lainnya dengan maksud agar seluruh kegiatan

perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sehingga

diharapkan dapat mengurangi atau menekan sekecil mungkin kesalahan,

kecurangan dan penyelewengan terhadap aktiva perusahaan.

Pengendalian internal diharapkan dapat berperan dan memberikan kontribusi

dalam perusahaan sehingga diharapkan terciptanya efektivitas penjualan. Dalam

efektivitas penjualan memerlukan laporan untuk menganalisis penjualan yang

mengungkapkan perkembangan yang tidak diinginkan atau

penyimpangan-penyimpangan dari tujuan, anggaran atau sasaran yang telah ditetapkan. Untuk

mengetahui apakah peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas

penjualan berjalan lancar dengan baik, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih

lanjut. Selanjutnya pengendalian internal akan melakukan cara yang tepat untuk

meningkatkan tindakan korektif.

Pengendalian internal dapat berperan dalam menunjang efektivitas penjualan

apabila memenuhi komponen-komponen dari pengendalian internal itu sendiri,

yaitu: lingkungan pengendalian, penakiran resiko, informasi dan komunikasi,

(50)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian desktiptif analisis, yaitu metode penilaian yang berupa pengumpulan data yang sesuai dengan keadaan

sebenarnya serta memberikan gambaran dan analisis mengenai masalah-masalah

yang ada sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yang

diteliti.

Menurut Erlina (2007:64), “Penelitian deskriptif adalah penelitian terhadap

fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh oleh peneliti dari subjek berupa

individu, organisasional, industri atau perspektif lain”. Menurut Sugiyono

(2007:11), “Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk

mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen)

tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain”.

B. Jenis Data 1. Data primer

Yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian yang dalam hal ini

adalah PT Tolan Tiga Indonesia secara langsung baik melalui teknik

wawancara.

2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk yang

(51)

data mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, tentang

pembagian tugas, dan data kelengkapan lainnya seperti data volume penjualan

CPO atau minyak kelapa sawit untuk tahun 2006 – 2008.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Teknik wawancara, yaitu dengan melakukan tanya jawab secara langsung

dengan pihak yang berkaitan di tempat objek penelitian.

2. Teknik kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawab. Kuesioner dalam hal ini sebagai alat untuk mengindikasikan

komponen-komponen pengendalian internal yang mungkin tidak memadai.

Kuesioner ini dibuat untuk mendapatkan jawaban “Ya”, “Ragu-ragu” dan

“Tidak”. Setiap jawaban “Ya” akan diberi nilai 1, sedangkan untuk jawaban

“Tidak” dan “Ragu-ragu” akan diberi nilai 0.

3. Teknik dokumentasi, yaitu dengan melalui pencatatan dan fotocopi data-data

yang diperlukan.

D. Metode Analisis Data

Dalam menganalisi data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif statistik rata-rata. Metode analisis ini dilakukan dengan terlebih dahulu

(52)

diinterprestasikan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai

keadaan yang diteliti.

Untuk menghitung nilai persantase hasil jawaban pada responden,

menggunakan perhitungan sebagai berikut:

∑x

= _______

ŋ

= Nilai rata-rata

∑ = Jumlah

x = Nilai dari data

ŋ = Frekwensi

Adapun kriteria penilaiannya Menurut Dean J. Champion (1990) adalah

sebagai berikut:

1. 0,00 – 0,25 = no assosiation or low association (weak association),

2. 0,26 – 0,50 = moderately low association (moderately weak association),

3. 0,51 – 0,75 = moderately high association (moderately strong association),

4. 0,75 – 1,00 = high association (strong association) up to perfect association.

Pernyataan diatas dapat diartikan sebagai berikut:

1. 0% – 25% = berarti pengendalian internal tidak berperan dalam mendukung

efektivitas penjualan,

2. 26% – 50% = berarti pengendalian internal sedikit berperan dalam mendukung

(53)

3. 51% – 75% = berarti pengendalian internal cukup berperan dalam mendukung

efektivitas penjualan,

4. 76% – 100% = berarti pengendalian internal sangat berperan dalam mendukung

efektivitas penjualan.

E. Jadwal dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di kantor PT. Tolan Tiga Indonesia yang beralamat di

Jl.Imam Bonjol 18 Lantai 7 Gedung Bank Sumut Medan.

Jadwal Penyelesaian Skripsi

Jadwal penelitian direncanakan sebagai berikut:

Tahapan Penelitian Bulan

Sept ’09 Okt Nov Des Jan ’10 Feb Mar

Pengajuan Judul

Penyelesaian Proposal

Bimbingan Proposal

Seminar Proposal

Pengumpulan Data dan Pengolahan Data

Penulisan Laporan Penelitian-Skripsi

Penulisan Laporan Penelitian-Skripsi

(54)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

1. Gambaran Umum dan Sejarah Singkat PT. Tolan Tiga Indonesia Medan Nama PT. Tolan Tiga Indonesia Medan pada mulanya tidaklah demikian, akan tetapi mempunyai sejarah yang tersendiri dari awal hingga nama yang seperti

sekarang ini. Untuk mengetahui sejarah berdirinya disini penulis urutkan secara

ringkas melalui data yang diterima dari perusahaan tempat penulis melalukan

riset. Pada tahun 1921 di Sumatera Utara berdiri sebuah perusahaan perkebunan

yang bernama “Societe Internationate De Plantations Et De Finance” atau

disingkat “SIPEF”. Perusahaan ini adalah milik swasta asing yang bergerak dalam

bidang perkebunan dengan penanam modalnya 100% adalah SIPERO-Antwerpen

milik bangsa Belgia. Pada tahun yang sama berdiri pula sebuah perusahaan

bernama “PT. Anglo Dutch Estate Agency” yang pemiliknya berkebangsaan

Inggris dan Belanda.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1949 perusahaan SIPEF

bergabung dengan perusahaan Anglo Dutch Estate Agency, dengan nama PT.

SIPEF/ Anglo Dutch dan kemudian tahun 1952 dirubah menjadi “PT. SIPEF

ANGLO SUMATERA”. Pada tahun 1964 terjadi konfrontasi antara pemerintah

Republik Indonesia dengan Belanda, maka seluruh perusahaan milik Belanda

diambil oleh penguasanya, sehingga perusahaan ini berubah namanya menjadi

(55)

Malaysia sehingga perusahaan perkebunan ANGLO diambil oleh pemerintahan

Republik Indonesia dan namanya diubah menjadi “PT. PP DWI KORA TIGA”.

Kemudian pemerintahan Republik Indonesia mengambil ahli lagi PT. SIPEF dan

namanya diubah menjadi “PT. EXPERA SATU”. Tetapi pada tanggal 29 April

1968 perusahaan tersebut dikembalikan kepada pemiliknya PT. ANGLO

SUMATERA pada tanggal 13 Mei 1968.

Setelah berjalan beberapa tahun dan tepatnya pada bulan Desember 1971

kedua perusahaan ini bergabung kembali dengan nama “PT. SIPEF-MEDAN

INDONESIA”. Tujuh tahun kemudian tepatnya bulan Desember 1978 nama

perusahaan diganti menjadi PT. Tolan Tiga Indonesia (SIPEF) yang tetap

bergerak dalam bidang perkebunan yang alamat kantornya sekarang ini berada di

Gedung Bank Sumut Lantai 7 JL. Imam Bonjol No.18 Medan. Perusahaan ini

mempunyai perkebunan yang letaknya di Kabupaten Labuhan Batu dengan nama

Kebun Parlabian. Perusahaan ini merupakan anggota SIPEF dengan pemilik

saham sebagian besar berkedudukan diluar wilayah Indonesia tetapi menanamkan

modalnya di Indonesia. Ada beberapa perusahaan SIPEF yang terdiri:

a. PT. Tolan Tiga Indonesia - Kebun Parlabian, Kab. Labuhan

Batu.

b. PT. Pangkatan Indonesia - Kebun Pangkatan, Kab, Labuhan

Batu.

c. PT. Eastern Sumatera Indonesia - Kebun Bukit Maradja, Kab.

(56)

d. PT. Timbang Deli - Kebun Timbang Deli, Kab. Deli

Serdang.

e. PT. Kerasaan Indonesia - Kebun Kerasaan, Kab,

Simalungun.

f. PT. Bandar Sumatera Indonesia - Kebun Bandar Pinang, Kab, Deli

Serdang.

g. PT. Bilah Platindo - Kebun Bilah, Kab. Labuhan

Batu.

h. PT. Simpang Kiri Plantation Indonesia - Kebun Simpang Kiri, Aceh

Timur.

i. PT. Melania Jakarta - Kebun Cibuni, Bandung, Jawa

Barat.

j. PT. Agro Muko - Kebun Talang Petai, Kebun

Bunga.

- Tanjung, Kebun Air Buluh di

Bengkulu.

Masing-masing perkebunan tersebut merupakan perseroan terbatas yang

berdiri sendiri dan PT. Tolan Tiga Indonesia sebagai kantor besar yang

berkedudukan di Medan bertindak sebagai Kordinator untuk mengelola

perusahaan perkebunan di Indonesia yang bergabung dengan SIPEF Group.

Setiap kebun mempunyai areal seluas kira-kira 60.000 ha. Sedangkan produk

yang dihasilkan adalah karet, inti sawit dan teh yang dipasarkan keluar negeri

(57)

2. Struktur Organisasi dan Perusahaan

Untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya, maka perlu dibentuk satu organisasi yang

merupakan langkah pertama kearah pelaksanaan rencana yang telah disusun

sebelumnya.

Agar organisasi tersebut berjalan menurut pola rencana yang telah disusun

maka harus berpedoman kepada perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Organisasi yang efisien akan membantu berhasilnya suatu badan usaha dalam

mencapai tujuan. Sedangkan tujuan dari pimpinan perusahaan adalah mencapai

kerjasama yang erat diantara bawahannya. Dengan demikian antara pimpinan dan

kepala-kepala bagian yang lainnya harus ada koordinasi untuk menciptakan

komunikasi dua arah antara pimpinan dengan bawahannya demikian juga

sebaliknya.

Bagaimanapun baiknya struktur organisasi dari perusahaan ini kegiatannya

tidak akan dapat berjalan dengan lancar apabila badan usaha tersebut tidak

terdapat pembagian tugas ataupun pembagian kerja yang jelas.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan

kumpulan orang-orang yang diatur untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya

kepada suatu tujuan tertentu. Sedangkan struktur organisasi adalah satu cara atau

sistem yang menjadikan pembagian pekerjaan, pembatasan tugas, tanggungjawab

dan wewenang serta menetapkan hubungan-hubungan ataupun unsur-unsur

organisasi yang sah dengan yang lain, yang memungkinkan orang untuk

Gambar

Gambar 4.2 Saluran Distribusi Lokal
Tabel 4.1 Data volume penjualan Lokal CPO tahun 2006-2008

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit internal, pelaksanaan pengendalian atas penjualan, dan peranan audit internal dalam menunjang efektivitas

Setelah melakukan penelitian penulis memperoleh data dan informasi mengenai gambaran umum perusahaan, kegiatan audit internal, pengendalian intern dalam meningkatkan

INTI (Persero) merupakan salah satu unsur pengendalian internal, karena dalam pengendalian internal yang memadai terdapat satuan pengawas internal yang tugasnya memeriksa

Mengingat pemeriksaan internal berperan terhadap efektivitas sistem pengendalian internal, khususnya sistem pengendalian internal penjualan kredit, berikut ini terdapat

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Bab IV dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan audit internal telah menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan

Pihak manajemen PT Maesindo Indonesia harus dapat menekan atau menurunkan biaya mutu pada elemen biaya kegagalan internal, dengan cara meningkatkan Quality Control

Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Hastoni dan Aprilisabeth (2008) pada PT Trinunggal Komara dengan kesimpulan bahwa pengendalian internal yang dilaksanakan telah

Berikut ini adalah penjelasan mengenai evaluasi penerapan pengendalian internal pada siklus penjualan Lenny Best Collection: Internal Environment Komponen internal environment yang