SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan Hukum untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy.)
Oleh:
Fajar Fuady NIM: 1110046100035
PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM) KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
iv
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
: Fajar Fuady
No.Induk Mahasiswa
: 1110046100035
Jurusan
: Perbankan Syariah
Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya;
1.
Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan
mempertanggungjawabkan.
2.
Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain.
3.
Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli
atau tanpa ijin pemilik karya.
4.
Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data.
5.
Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggungjawab atas
karya ini.
Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah
melalui pembuktian yang dapat dipertanggung-jawabkan, ternyata memang
ditemukan bukti bahwa saya telah melangggar pernyataataan diatas, maka saya siap
untuk dikenakan sanksi bedasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Ciputat, 26 November 2014
v
Sektor Barang Konsumsi (
Consumer Goods
) Di Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) Periode 2011-2013. Konsentrasi Perbankan Syariah, Program Studi Muamalat,
Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,
2014.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai saham dan posisi
nilai saham (
overvalued
,
fairvalued
, atau
undervalued
) menggunakan metode
penilaian
Price Earning Ratio
(PER), dan metode penilaian
Price Book Value
(PBV),
serta memberikan gambaran kepada investor untuk menentukan keputusan investasi
berdasarkan analisis fundamental.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa PT. Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk , PT. Ultra Jaya Milk Industri, Tbk dan PT. Mayora Indah, Tbk
memiliki prospek yang bagus sebagai tujuan investasi. Kemudian berdasarkan hasil
valuasi saham , nilai saham PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk , PT. Mayora
Indah, Tbk dan PT. Ultra Jaya Milk Industri, Tbk menggunakan metode PER berada
pada posisi
undervalued
. Maka keputusan yang seharusnya diambil ialah membeli
atau menahan saham ketiga perusahaan tersebut. Selanjutnya posisi saham PT.
Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk , PT. Mayora Indah, Tbk dan PT.Ultra Jaya Milk
Industri,Tbk yang dihitung menggunakan metode PBV menunjukkan nilai saham
berada dalam posisi
overvalued
. Maka, keputusan yang seharusnya diambil adalah
menjual atau tidak membeli dulu saham tersebut.
Kata Kunci : Analisis Fundamental,
Consumer Goods
,
Price Earning Ratio
,
Price
Book Value
vi
Bissmillahirohmanirrohim
Puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
Analisis Fundamental Saham Perusahaan Sektor Barang Konsumsi (
Consumer
Goods
) Di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Periode 2011-2013.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad SAW, yang telah membawa umat Islam dari zaman kegelapan menuju
zaman yang terang benderang seperti saat ini. Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis
tidak terlepas dari segala bantuan serta dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini izinkan penulis mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada:
1.
Bapak Dr. H. JM Muslimin, MA., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum;
2.
Bapak Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag. M.H., selaku Ketua Prodi Muamalat
Fakultas Syariah dan Hukum;
3.
Bapak Abdurrauf, M.A., sebagai Sekretaris Prodi Muamalat Fakultas Syariah
dan Hukum;
vii
telah Bapak berikan.
6.
Kedua orang tuaku, Murtadi Salbini dan Mimi Maryati, yang tidak pernah
lelah memberikan petuah hidup, serta keempat kakakku Ina Farrihah, Iwan
Kurniawan, Ahmad Fariz dan Farida yang selalu memberikan doa, semangat,
serta dukungan moril yang sangat berarti bagi penulis, kalian adalah motivasi
terbesar dalam hidup. Skripsi ini penulis persembahkan untuk kalian, terima
kasih;
7.
Pimpinan Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta segenap pegawainya yanng
telah memberikan penulis fasilitas untuk mengadakan studi perpustakaan;
8.
Keluarga besar PS-E 2010 (Nurul, Rahmi, Dea, Ros, Eha, Anis, Diki, Fahry,
Rian, Syam, Ayu, Mahdiyah, Eko, Farid, Iqbal dan sahabat lain yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu). Terimakasih atas kebersamaan, canda
tawa, suka duka, dan kenangan-kenangan indah yang tidak akan pernah
penulis lupakan. Semoga Allah selalu menjaga persahabatan kita dan semoga
kesuksesan mengiringi kita.
9.
Sahabat terbaik, Sari Febrianti, S.Pd yang selalu menghibur dalam kesedihan
dan selalu memberikan semangat dalam setiap laku , canda, dan tawa. Semoga
viii
bentuk perhatian dan kasih sayang, terimakasih telah menjadi warna dalam
pelangi kehidupan penulis.
11.
Keluarga Paguyuban Kang Nong Kota Tangerang (Kang Martin, Kang Maul,
Kang Ali, Kang Denny, Kang Aga, Nong Dian, Nong Olga, Aldo, Raynald,
Shella, Mutiara, Fathia dan anggota yang lain yang tidak bisa penulis
sebutkan satu persatu), kalian telah menjadi keluarga baru bagi penulis yang
selalu memberikan dukungan dan semangat serta motivasi untuk menjadi
lebih baik. Semoga tali silaturahmi keluarga ini semakin erat. Amiin
Akhir kata, penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang
membacanya
, Aamiin ya Rabbal Alamiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta, 28 November 2014
ix
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN
iii
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH
iv
ABSTRAK
v
KATA PENGANTAR
vi
DAFTAR ISI
ix
DAFTAR TABEL
xii
DAFTAR GRAFIK
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
1
B.
Identifikasi dan Pembatasan Masalah
7
C.
Perumusan Masalah
8
D.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
9
E.
Sistematika Penulisan
10
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Analisis Fundamental
13
1.
Prosedur Analisis Fundamental
17
B.
Analisis Ekonomi Makro
18
1.
Produk Domestik Bruto
19
2.
Inflasi
19
x
1.
Rasio Aktifitas
24
2.
Rasio Likuiditas
25
3.
Rasio Solvabilitas
26
4.
Rasio Profitabilitas
27
E.
Valuasi Saham
28
F.
Review Studi Terdahulu
32
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian
34
B.
Batasan Penelitian
34
C.
Ruang Lingkup Penelitian
36
D.
Variabel Penelitian
36
E.
Sumber Data
39
F.
Kerangka Penelitian
41
G.
Analisis Data
42
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.
Gambaran Umum Perusahaan
45
1.
PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk
45
2.
PT Ultra Jaya Milk Industri, Tbk
45
3.
PT Mayora Indah, Tbk
45
B.
Gambaran Umum Proses Seleksi Saham Syariah
46
C.
Analisis Ekonomi Makro
47
1.
Perekonomian Dunia
48
xi
d.
Nilai Tukar Rupiah
61
D.
Analisis Industri Barang Konsumsi
65
E.
Analisis Perusahaan
70
1.
Rasio Aktifitas
70
2.
Rasio Likuiditas
74
3.
Rasio Solvabilitas
75
4.
Rasio Profitabilitas
79
F.
Valuasi Saham
84
1.
Metode
Price Earning Ratio
84
2.
Metode
Price to Book Value
86
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
88
B.
Saran
90
xii
3.1
Pedoman Keputusan Investasi
43
4.1
PDB Menurut Lapangan Usaha
56
4.2
Angka Inflasi Indonesia
60
4.3
BI Rate
60
4.4
Kurs Rupiah BI Periode 2011-2013
63
4.5
Hasil Analisis Ekonomi Makro Tahun 2011-2013
65
4.6
Porter’s Five Forces Analysis
70
4.7
Data Rasio Aktifitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
71
4.8
Data Rasio Aktifitas PT Mayora Indah Tbk
72
4.9
Data Rasio Aktifitas PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk
73
4.10
Data Rasio Likuiditas
74
4.11
Data Rasio Solvabilitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
76
4.12
Data Rasio Solvabilitas PT Mayora Indah Tbk
77
4.13
Data Rasio Solvabilitas PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk
78
4.14
Data Rasio Profitabilitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 79
4.15
Data Rasio Profitabilitas PT Mayora Indah Tbk
80
4.16
Data Rasio Profitabilitas PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk
81
4.17
Data
Earning Per Share
83
4.18
Data Estimasi Harga Wajar Saham
84
xiv
4.1
Perubahan Indeks Harga Saham 2011
50
4.2
Volatilitas Pasar Keuangan Global
50
4.3
Rasio Aktifitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
71
4.4
Rasio Aktifitas PT Mayora Indah Tbk
72
4.5
Rasio Aktifitas PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk
73
4.6
Rasio Likuiditas Tahun 2011-2013
74
4.7
Rasio Solvabilitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
76
4.8
Rasio Solvabilitas PT Mayora Indah Tbk
77
4.9
Rasio Solvabilitas PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk
78
4.10
Rasio Profitabilitas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
79
4.11
Rasio Profitabilitas PT Mayora Indah Tbk
81
4.12
Rasio Profitabilitas PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk
82
xv
1.
Laporan Keuangan PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk
93
2.
Laporan Keuangan PT. Ultra Jaya Milk Industri, Tbk
105
3.
Laporan Keuangan PT. Mayora Indah, Tbk
113
4.
Lembar Valuasi Saham ICBP
120
5.
Lembar Valuasi Saham ULTJ
122
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Investasi, suatu istilah yang erat kaitannya dengan keuangan dan ekonomi. Pengertian investasi menurut Bodie-Kane “an investment is the current commitment of money or other resources in the expectation of reaping future benefits”1 , dimana dapat dipahami bahwa investasi merupakan komitmen atas uang atau sumber daya yang lain guna mendapatkan keuntungan di masa depan. Sedangkan menurut Jack Clark Francis, investasi adalah penanaman modal yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan dana pada masa yang akan datang.2
Maka merujuk kepada pengertian investasi yang telah dikemukakan, investasi dikatakan sebagai suatu aktifitas dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Investasi dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Investasi dalam bentuk asset riil (real assets), yakni investasi yang dilakukan dalam bentuk aktiva berwujud fisik seperti emas, kendaraan, properti dan sebagainya.
2. Investasi dalam bentuk asset finansial (financial assets) yakni investasi yang dilakukan dalam bentuk surat-surat berharga yang menyatakan
1
Zvi Bodie,dkk,Essent ial of Invest ment s (Singapura : The M cGraw -Hill Companies, 2003)edisi ke-5, h.3.
2
klaim atas aktiva riil yang dimiliki oleh suatu lembaga atau perusahaan. Investasi aset finasial dilakukan melalui berbagai instrumen seperti instrument pasar uang, saham, obligasi, reksadana.
Pada dasarnya, kedua jenis investasi tersebut merupakan investasi yang bertujuan sama dan sama-sama bisa dipertimbangkan sebagai sarana dalam rangka mencapai tujuan keuangan3. Pada masa sekarang ini , investasi pada aset finansial merupakan pilihan investasi yang umumnya investor pilih, tentunya dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya.
Investasi pada aset finansial tidak bisa dilakukan di tempat dan media yang bebas, tetapi hanya bisa dilakukan di tempat dan melalui media yang terbatas. Aset finansial terdiri dari berbagai macam instrument yakni instrument pasar uang, saham, obligasi dan reksa dana.
Diantara berbagai instrumen aset finansial tersebut, saham merupakan produk investasi yang menawarkan para investor untuk lebih leluasa dalam berinvestasi dikarenakan para investor dimungkinkan untuk bisa melakukan perubahan arah terkait jual beli saham yang dimiliki, apakah di suatu waktu ingin melakukan penjualan atau pembelian demi mendapatkan keuntungan atas hasil investasinya. Investasi pada saham dilakukan melalui pasar modal (capital market).
3
Danareksa Online,” Jenis Invest asi” , ar t ikel diakses pada 20 Desem ber 2013 pukul 15.47 dari
Di Indonesia, pasar modal dioperasionalkan kembali pada tanggal 10 Agustus 1977. Tujuan Pasar Modal di Indonesia adalah untuk mengerahkan dana, dari masyarakat guna disalurkan ke sektor-sektor yang lebih produktif, serta ikut mewujudkan pemerataan pendapatan melalui pemilikan saham –saham perusahaan. Pencapaian tujuan ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya jumlah perusahaan yang go-public yang berarti masyarakat semakin mudah untuk mencari dan menemukan saham perusahaan manakah yang akan dijadikan sebagai instrumen investasi. Tidak hanya membantu masyarakat dalam berinvestasi, pasar modal pun berfungsi sebagai alternatif pendanaan bagi perusahaan yang membutuhkan dana jangka menengah dan jangka panjang. Di negara-negara maju, saham dinilai lebih menarik oleh masyarakat dkarenakan saham mampu memberikan keuntungan yang lebih besar yang diperoleh dari perubahan harga surat berharga tersebut.4
Pasar modal Indonesia dikelola oleh PT.Bursa Efek Indonesia, baik konvensional maupun syariah. Terkait dengan pasar modal syariah, maka setiap transaksi perdagangan surat berharga di pasar modal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariah Islam5, termasuk di dalamnya efek-efek yang diperjualbelikan harus memenuhi segala persyaratan dan kualifikasi untuk bisa dikategorikan sebagai efek syariah, dimana pedoman mengenai prinsip-prinsip syariah sebagai syarat bagi efek syariah bisa ditemukan di
4
Erna Ret na Rahadjeng, “ M et ode Penilaian Harga Wajar Saham Perusahaan M anufakt ur yang Tercat at di BEI” , Jurnal Fakult as Ekonomi Universit as M uhammadiyah M alang.
5
dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Pasar modal syariah di Indonesia memiliki dua indeks yakni Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Jakarta Islamic Index (JII) dibentuk oleh PT. Bursa Efek Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000, sedangkan ISSI diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011.
ISSI memiliki kapasitas lebih besar dibanding JII, karena ISSI per update terakhir pada 18 Desember 2013 memuat sebanyak 312 saham syariah6 dimana JII hanya memuat 30 saham syariah yang memiiki likuiditas paling baik. Komposisi saham syariah pada ISSI ditetapkan secara periodic yakni 6 bulan sekali, tetapi ini tidak berarti di antara rentang waktu 6 bulan tidak ada saham syariah yang bisa masuk ke dalam komposisi saham . Hal ini dikarenakan pada pelaksanaannya, BEI bisa memperbarui saham-saham syariah yang dianggap memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam komposisi ISSI pada periode tersebut.Seperti halnya indeks saham lain, komposisi saham ISSI pun terdiri dari saham-saham berbagai sektor.
ISSI merupakan salah satu referensi alternatif bagi para investor untuk menanamkan modalnya pada saham-saham syariah.Seperti halnya investasi-investasi pada bidang-bidang lain, investasi di pasar modal syariah juga memerlukan adanya pengukuran kinerja baik langsung
6
PT Bursa Ef ek Indonesia,” Indeks Saham Syariah” , art ikel diakses pada 8 Januari 2014 pukul 13.56 dari ht t p:/ / w w w .idx.co.id/
maupun tidak langsung, dengan harapan pada waktu yang akan datang pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Investor yang akan melakukan investasi di bursa saham akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan investasi tersebut atau sering disebut proses penilaian 7. Proses penilaian terhadap saham-saham perusahaan dapat dilakukan melalui dua pendekatan analisis, yakni analisis teknikal dan analisis fundamental.
Penilaian saham perusahaan melalui analisis fundamental ialah proses yang dilakukan dalam hal penentuan harga wajar atau nilai intrinsik sekuritas atas suatu aset modal (capital asset). Analisis fundamental atas harga saham dapat dilakukan terhadap saham-saham dari berbagai sektor industri. Proses analisis ini dilakukan melalui berbagai tahapan yang sistematis yakni tahapan analisis kondisi makro ekonomi, kemudian analisis industri (sektor) , dilanjutkan dengan analisis kondisi spesifik perusahaan yang akan didapatkan nilai dari saham perusahaan-perusahaan tersebut. Di antara berbagai sektor industry yang terdapat di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), ada di dalamnya sektor consumer goods yang menurut penulis merupakan salah satu sektor industri dengan tingkat pengaruh yang besar, dikarenakan sektor consumer goods merupakan salah satu sektor industri yang paling sering bersentuhan dengan
7
masyarakat dikarenakan hasil produksi industri pada sektor ini adalah barang-barang yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat, yang memiliki peran strategis dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat dimana produknya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, baik berupa barang–barang maupun berupa makanan dan minuman.
penelitian ini menjadi suatu informasi yang berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi atau consumer goods.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu diketahui kinerja perusahaan sektor barang konsumsi, dengan melakukan analisis kondisi makro ekonomi, analisis industri barang konsumsi, analisis rasio keuangan perusahaan, serta dengan melakukan penilaian (valuasi) harga saham ketiga perusahaan. Penelitian ini akan dibahas dalam skripsi berjudul “Analisis Fundamental Saham Perusahaan Sektor Barang Konsumsi (Consumer Goods) di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Periode 2011-2013 dengan Metode Top Down Analysis”.
B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Dalam indeks pasar saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk masuk dan tetap konsisten dalam jajaran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Pergerakan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk setiap harinya dpat dipantau di BEI. Sama seperti pergerakan saham pada umumnya pergerakan saham ketiga perusahaan ini juga bergerak secara fluktuatif.
Analisis fundamental saham yang dilakukan terhadap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk menggunakan pendekatan atau metode Top Down Analysis.
Dalam penelitian ini, data yang digunakan untuk melakukan analisis fundamental saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk , menggunakan data perekonomian Indonesia tahun 2011-2013, data industri barang konsumsi tahun 2011-2013, data perusahaan seperti data deviden tahunan, data laporan keuangan, serta data-data lain yang terkait dengan penelitian pada periode 2011-2013.
C. Perumusan Masalah
1. Bagaimanakah hasil analisis ekonomi makro yang dilakukan terhadap ketiga perusahaan ?
3. Melalui analisa terhadap rasio-rasio keuangan, apakah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk memiliki prospek di masa depan sebagai tujuan investasi bagi para investor ?
4. Setelah melalui proses penilaian saham dengan metode Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) , apakah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk dalam posisi undervalued, fairvalued, atau overvalued ?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk :
a. Menganalisis kondisi ketiga perusahaan berdasarkan analisis ekonomi makro.
b. Menganalisis posisi ketiga perusahaan dalam industri sektor barang konsumsi.
c. Menganalisis prospek masa depan ketiga perusahaan sebagai tujuan investasi bagi para investor dengan melakukan analisa terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan.
apakah saham ketiga perusahaan undervalued, fairvalued, atau overvalued
2. Manfaat
a. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan dan wawasan terkait teknik dan proses analisis fundamental perusahaan.
b. Bagi Investor
Dapat dijadikan salah satu referensi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi bagi investor yang ingin menginvestasikan dananya di dunia sekuritas, terutama saham.
c. Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai sumber rujukan yang berguna serta memperkaya koleksi dalam khasanah keilmuan yakni ilmu ekonomi, terutama terkait manajemen investasi dan resiko dan ekonomi makro.
E. Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun menjadi lima bab, dimana masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab, diawali dengan pendahuluan dan diakhiri dengan kesimpulan serta saran-saran. Adapun penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut :
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori, Bab ini akan membahas teori analisis fundamental, analisis ekonomi makro, analisis industri serta analisis perusahaan. Pembahasan analisis ekonomi makro berisi teori mengenai produk domestik bruto, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Kemudian analisis industri berisi teori siklus kehidupan industri. Sedangkan pembahasan mengenai analisis perusahaan akan dijelaskan teori-teori terkait dengan laporan keuangan serta rasio-rasio keuangan perusahaan, selanjutnya di dalam teori analisis perusahaan juga akan dijelaskan mengenai pendekatan untuk penilaian saham perusahaan dengan pendekatan Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Pada akhir bab ini , juga akan disajikan review studi terdahulu.
BAB III Metode Penelitian, Dalam bab ini akan dijelaskan tentang bagaimana penelitian ini dilaksanakan, variabel-variabel apa yang digunakan serta metode analisis data yang akan akan digunakan dalam menganalisa data dalam penelitian ini.
analisis industri barang konsumsi, serta analisis perusahaan-perusahaan sebagai objek penelitian. Kemudian akan dilakukan analisis data laporan keuangan perusahaan dengan tujuan membuat penilaian saham perusahaan dengan menggunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value, yang pada akhirnya dapat menghasilkan kesimpulan harga wajar dari perusahaan-perusahaan yang diteliti.
BAB II LANDASAN TEORI A. Analisis Fundamental
Penelitian terkait pasar modal mengenai analisis fundamental , menjadi sangat populer beberapa tahun belakangan terakhir, ini disebabkan oleh meningkatnya bukti dalam literatur ekonomi keuangan terhadap hipotesis pasar efisien.8
Pasar modal efisien didefinisikan sebagai pasar dengan harga sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi relevan. Semakin cepat informasi baru tercermin pada harga sekuritas, semakin efisien pasar modal tersebut. Menurut Arifin, hipotesis pasar modal yang efisien menyatakan bahwa:
1. Harga sekuritas umumnya pada ekuilibrium, yaitu samanya expected return dan required return.
2. Harga-harga saham selalu mencerminkan seluruh informasi yang tersedia berkaitan dengan perusahaan penerbit dan sahamnya.
8
3. Karena harga saham sudah mencerminkan harga yang benar maka investor mestinya tidak perlu menyia-nyiakan waktu untuk mencari saham yang mispriced (undervalued atau overvalued).9
Bursa efek di berbagai negara dikatakan sebagai salah satu pilar dalam perekonomian yang mana menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi. 10 Komponen yang penting dalam bursa efek yakni pialang saham atau analis pasar modal yang memiliki berbagai macam tugas dan fungsi seperti jual beli saham, layanan jasa keuangan, serta penasihat nasabah. Analis menggunakan informasi dan pendekatan yang berbeda dalam melakukan analisisnya terkait aktivitas di pasar modal. Secara keseluruhan, terdapat dua cara yang sudah dikenal dalam melakukan analisa terhadap saham yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
Sebagaimana diketahui, analisis teknikal adalah cara yang digunakan untuk memprediksikan fluktuasi harga sekuritas dan untuk menemukan pola harga saham.11 Lebih jelas lagi, analisis teknikal adalah analisis sekuritas dengan menggunakan grafik harga dan volume historis. Analisis sekuritas yang dimaksud adalah pergerakan grafik harga (atau volume) saham, obligasi, option, future, dan instrumen keuangan lain. Analisis ini menganggap bahwa
9
Sit i Bilqis Sabrini,” Analisis Harga Saham Indust ri Rokok di Bur sa Efek Indonesia Periode 2004-2007 dengan Analisis Fundam ent al dan Teknikal” , (Skripsi S1 Fakult as Ekonomi dan M anajem en, Inst it ut Pert anian Bogor, 2008), h. 8
10
Jamshi di, Nasser dkk. “ St udying Af fect ing Fact ors on Analyst s’ Decisions Regarding Share Analysis in Tehr an St ock Exchange: A Fundam ent al Analysis Approach.” European Journal of Economics, Finance and Administ rat ive Sciences ISSN 1450-2275 Issue 44 (2012) : h.77
11
grafik harga masa lalu adalah pencerminan harapan, emosi, dan konsensus pasar.12
Pendekatan kedua dalam melakukan analisa saham yakni dengan menggunakan analisis fundamental.
Ada beberapa pengertian analisis fundamental, diantaranya sebagai berikut :
a. Analisis fundamental adalah salah satu jenis analisa investasi yang dilakukan investor dengan memperhatikan laporan keuangan dan fundamental perusahaan. Faktor fundamental perusahaan yaitu hal-hal yang berkaitan dengan operasional suatu perusahaan dan kemampuannya mendatangkan keuntungan.13
b. Analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan data– data internal (fundamental) dan faktor–faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan/ badan usaha tersebut. Data fundamental yang dimaksud adalah data keuangan, data pangsa pasar, siklus bisnis, dan sejenisnya sementara data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan usaha adalah kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya. Melalui pertimbangan data–data di atas, analisis fundamental
12
Sit i Bilqis Sabrini, op.cit . h. 19 13
[image:30.612.116.519.178.562.2]menghasilkan analisis penilaian badan usaha dengan kesimpulan bahwa perusahaan yang dianalisis sahamnya layak di beli atau tidak.14
c. Analisa fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan.15
d. “Fundamental analysis involves the use of current and past financial statements in conjunction with industry and economic data in order to determine firms’ intrinsic value and identify mispriced securities“.16 Maksud dari pernyataan ini, bahwa analisis fundamental ialah analisis yang melibatkan penggunaan laporan keuangan saat ini dan masa lalu dalam hubungannya dengan data industri dan data ekonomi untuk menentukan nilai intrinsik perusahaan dan mengidentifikasi efek kesalahan harga.
Jadi dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis fundamental ialah proses analisis sekuritas dengan memperhatikan berbagai faktor baik internal (data-data keuangan perusahaan) maupun eksternal perusahaan (sektor industri serta kondisi ekonomi secara makro) dengan tujuan untuk menentukan nilai intrinsik perusahaan.
14
Andr iani,Friska dkk.” Pengam bilan Keput usan Invest asi Saham dengan M enggunakan Analisis Fundament al Int er nal M elalui Pendekat an Analisis Fundam ent al Int ernal M elalui Pendekat an Price Earning Rat io (St udi Pada Per usahaan Ot omot if dan Kom ponennya yang List ing di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012).” Jurnal Universit as Br aw ijaya : h. 2
15
David Sukardi Kodrat dan Kurniaw an Indonanjaya, M anaj emen Invest asi : Pendekat an Teknikal dan Fundam ent al Unt uk Analisis Saham (Yogyakart a: Graha Ilmu, 2010), h.203.
16
A.1 Prosedur Analisis Fundamental
Seperti yang telah disebutkan bahwa analisis fundamental adalah sebuah cara untuk menemukan level fundamental keuangan perusahaan. Analisis ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan keuangan dan memperkirakan nilai intrinsik. Ada 3 elemen dalam analisis fundamental yakni analisis makro ekonomi, analisis industri, dan analisis perusahaan. Secara umum, ada dua pendekatan yang biasa digunakan dalam melakukan analisis fundamental.
Fundamental analysis can be conducted by two top – down and down – top approaches. In top – down approach, economy/market, industry and firm are analyzed respectively. Economy and market for securities are analyzed to see whether it is the right time to allocate additional sums to stocks or not..Then, industries and sections are analyzed to decide which one has the best outlook in future. Finally, company is analyzed. In down – top approach, investors focus on firm’s pillars or foundations directly. Analyzing such data as firm’s products, competitive status and financial situation lead to estimate potential profits and, ultimately, its value in the market. In this approach, it is emphasized on finding companies with long term growth perspective and on right estimations on profit.17
Artinya : analisis fundamental bisa dilakukan melalui dua pendekatan yakni pendekatan top-down dan pendekatan down-top. Pada pendekatan top-down, keadaan ekonomi atau pasar, industri dan perusahaan dianalisa secara berurutan. Ekonomi dan pasar sekuritas dianalisis untuk melihat waktu yang tepat untuk mengalokasikan tambahan saham atau tidak. Kemudian, industri dan bagian-bagiannya dianalisis untuk menetukan mana yang memiliki prospek terbaik di masa depan. Pada akhirnya perusahaan dianalisis. Dalam pendekatan down-top, investor fokus kepada pilar-pilar perusahaan secara langsung. Menganalisis data seperti produk
17
perusahaan, status kompetitif dan kondisi keuangan untuk memperkirakan potensi keuntungan dan pada akhirnya nilainya di pasar. Dalam pendekatan ini ditekankan pada pencarian perusahaan dengan pertumbuhan jangka panjang dan perkiraan keuntungan yang tepat.
Lebih jelasnya, dua pendekatan yang bisa ditempuh yakni pendekatan Top-down dan pendekatan Down-top. Pendekatan top down dimulai dengan menganalisis ekonomi secara global, yang terdiri dari indikator internasional dan nasional seperti tingkat pertumbuhan PDB, nilai tukar, tingkat suku bunga, produktivitas serta inflasi. Berikutnya dilanjutkan dengan menganalisis industri , serta diakhiri dengan menganalisis perusahaan yang sekaligus melakukan pencarian nilai intrinsik saham perusahaan.
Sedangkan analisis fundamental dengan pendekatan Down-top dimulai dengan proses analisis perusahaan, dilanjutkan dengan analisis industri dan diakhiri dengan melakukan analisis terhadap kondisi makro ekonomi. Penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Top-down dalam melakukan analisa fundamental atas saham perusahaan-perusahaan sektor barang konsumsi, dimana analisis dilakukan mulai dari hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus.
B. Analisis Ekonomi Makro
pasar modal khususnya pergerakan harga saham. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator-indikator yang sesuai.
Secara teoritis ada beberapa indikator makroekonomi yang mempengaruhi pergerakan harga saham. Indikator makroekonomi yang dimaksud yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan Nilai Tukar Rupiah.18 Sub bab berikutnya akan menjelaskan mengenai teori atas indikator-indikator yang telah disebutkan di atas.
B.1 Produk Domestik Bruto (PDB)
Di dalam suatu perekonomian, baik di negara maju maupun negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi juga oleh penduduk negara lain. Selalu didapati produksi nasional diciptakan oleh faktor-faktor produksi yang berasal dari luar negeri. Konsep ini merupakan konsep pendapatan nasional yang dikenal dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).19 Secara singkat, PDB adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan warga negara asing yang ada di negara tersebut.
B.2 Inflasi
18
Werner R.M urhadi, Analisis Saham Pendekat an Fundament al (Jakart a :PT Indeks, 2009), h.19.
19
Inflasi merupakan kondisi dimana jumlah barang yang beredar lebih sedikit dari jumlah permintaan sehingga akan mengakibatkan terjadinya kenaikan harga yang meluas dalam sistem perekonomian. Kenaikan inflasi secara signifikan akan mempengaruhi daya beli konsumen yakni penurunan kemampuan daya beli. Inflasi yang tinggi dan bersifat uncertainty (tidak menentu) yang dialami oleh suatu negara akan meningkatkan risiko investasi dalam aset-aset keuangan, serta akan melemahkan kredibilitas mata uang domestik terhadap mata uang global. Tingkat inflasi biasanya diukur melalui tingkat perubahan indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI).20
B.3 Tingkat Suku Bunga
Tingkat suku bunga pinjaman mencerminkan biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat dari meminjam uang dan hal ini akan mempengaruhi kinerja bisnis melalui dua cara. Pertama, interest rate akan mempengaruhi dalam menentukan harga yang perusahaan harus bayar atas pinjaman yang telah diterimanya. Dengan mengasumsikan ceteris paribus (hal-hal lain dianggap konstan) maka tingkat suku bunga yang rendah berarti berkurangnya biaya bunga dan meningkatnya profit. Perlu dicatat pula bahwa perubahan dalam interest rate akan mempengaruhi pola pembelanjaan dari konsumen (consumer spending). Interest rate tidak hanya mencerminkan biaya konsumsi
20
saat ini dan masa yang akan datang, tetapi juga mencerminkan harapan inflasi dan resiko kredit.21
B.4 Nilai Tukar Rupiah
Kurs valuta asing atau nilai tukar rupiah menunjukkan harga atau nilai mata uang rupiah dinyatakan dalam nilai mata uang negara lain.22 Kurs pertukaran valuta asing adalah faktor yang sangat penting dalam menentukan apakah barang-barang di negara lain adalah lebih murah atau lebih mahal dari barang-barang yang diproduksikan di dalam negeri.
Dampak dari perubahan nilai tukar atas suatu bisnis tidak hanya dilihat dari penguatan atau pelemahan suatu mata uang, tetapi juga dengan memperhatikan apakah negara tersebut adalah net exporter atau net importer.
Dalam bukunya, Sadono Sukirno menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
a. Perubahan dalam citarasa masyarakat b. Perubahan harga barang ekspor impor c. Kenaikan harga umum (inflasi)
d. Perubahan suku bunga dan Tingkat pengembalian investasi.
Sedangkan menurut Madura, perubahan nilai tukar dipengaruhi oleh suku bunga, inflasi, jumlah uang beredar, defisit perdagangan, perilaku bank
21
Werner R.M urhadi, op. cit . h.20-21. 22
sentral yang terkait dengan independensi bank sentral, dan harapan pasar (market expectation).23
C. Analisis Industri
Untuk melakukan analisis industri, langkah pertama adalah mengidentifikasi siklus hidup industri. Kemudian langkah berikutnya adalah melakukan analisis terhadap kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri.
1. Siklus Hidup Industri
Kondisi industri berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Investor harus mengetahui bahwa industri tersebut mampu memberikan prospek investasi yang mampu mendatangkan keuntungan. Maka harus diketahui terlebih dahulu siklus hidup industri yang akan dimasuki. Porter dalam bukunya mengemukakan bahwa siklus hidup industri memiliki beberapa tahap atau fase, yaitu:
a. Tahap Perkenalan , tahapan ini mencerminkan kesulitan dalam mengatasi kelambanan pembeli dan merangsang percobaan akan produk baru.
b. Tahap Pertumbuhan, tahapan ini terjadi manakala banyak pembeli menyerbu pasar begitu produk baru tersebut terbukti berhasil. c. Tahap Kedewasaan, pada tahap ini penetrasi para pembeli produk
yang potensial akhirnya tercapai, yang menyebabkan pertumbuhan
23
yang cepat terhenti dan menuju ke tingkat pertumbuhan yang normal.
d. Tahap Penurunan, dimana industri mengalami pertumbuhan yang menurun karena munculnya produk pengganti yang baru. 24
2. Analisa terhadap kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri melalui Porter’s Five Forces. Porter menawarkan model persaingan yang dipengaruhi lima kekuatan dalam industri.
Lima kekuatan tersebut adalah:
a. Hambatan bagi pemain baru (barrier to entry) Yaitu seberapa mudah pemain baru masuk sebagai pesaing baru dalam industri. Semakin mudah pemain baru masuk, artinya tingkat persaingan dalam industri semakin tinggi.
b. Ancaman dari produk substitusi (threat of substitute) Jika produk perusahaan mempunyai produk substitusi atau produk pengganti, maka substitusi ini harus diperhitungkan sebagai pesaing.
c. Kekuatan tawar dari konsumen (bargaining power of buyers) Posisi tawar menawar dari konsumen akan mempengaruhi perusahaan untuk menetapkan harga jual dan volume produksi.
d. Kekuatan tawar dari pemasok (bargaining power of suppliers) Semakin banyak pemasok maka semakin kuat posisi tawar
24
menawar perusahaan dalam menegosiasikan harga, volume dan diferensiasi pasokan.
e. Tingkat persaingan diantara pemain yang ada (rivalry among existing competitor) Tingkat persaingan diantara pemain dalam industri ditentukan beberapa faktor, diantaranya potensi pertumbuhan industri, beban tetap perusahaan (fixed cost), diferensiasi produk, identitas merk (brand identity) dan informasi yang dimiliki. 25
D. Analisis Perusahaan
Analisis perusahaan dilakukan dengan metode analisis rasio keuangan, dimana ada beberapa rasio-rasio yang digunakan yakni Rasio Aktifitas, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas. 1. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas mengukur tingkat efektivitas dalam memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki. Semua rasio yang tergolong dalam kelompok rasio ini menunjukkan perbandingan antara hasil penjualan dengan investasi dalam beberapa aktiva. Rasio ini sering disebut rasio perputaran modal (capital turnover ratio).26.
A. Inventory Turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan ini berputar dalam satu periode.
25
Sit i Bilqis Sabrini, op.cit . h. 14-15 26
Rumus 2.1
B. Fixed Asset Turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Rasio ini mengukur apakah perusahaan sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum.
Rumus 2.2
C. Total Asset Turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dalam menciptakan penjualan.
Rumus 2.3
2. Rasio Likuiditas
Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang segera harus dipenuhi (jatuh tempo) dan membayar tepat pada waktunya. Perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan likuid, apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran
=
=
ℎ
ataupun aktiva lancar yang lebih besar dibandingkan dengan utang lancarnya. Sebaliknya kalau perusahaan tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan tidak likuid.27
Likuiditas dapat dihitung dengan menggunakan current ratio. Rumus current ratio sebagai berikut :
Rumus 2.4
3. Rasio Solvabilitas
Rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa besar beban utang yang ditanggung oleh perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.
Formula-formula dalam rasio solvabilitas :
A. Debt to Asset Ratio (DAR) adalah rasio untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang.
Rumus 2.5
B. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan perbandingan antara hutang-hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan
27
David Sukardi Kodrat dan Kurniaw an Indonanjaya, op.cit . h. 236-237 =
menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.
Rumus 2.6
4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Kemampuan menghasilkan laba merupakan rasio dari efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaan, artinya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Efektivitas ini dinilai dengan mengaitkan laba bersih dengan aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.28
Rumus-rumus dalam rasio profitabilitas :
A. Return On Asset (ROA) merupakan ukuran dari efektifitas perusahaan dalam mengelola aktiva untuk menghasilkan laba
Rumus 2.7
28
David Sukardi Kodrat dan Kurniaw an Indonanjaya, op.cit . h. 239-240
=
B. Return On Equity (ROE) merupakan ukuran seberapa efektif kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari dana yang diinvestasikan pemilik. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik karena akan memberikan pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham.
Rumus 2.8
C. Net Profit Margin (NPM), rasio ini menggambarkan besarnya laba bersih yang diperoleh perusahaan pada setiap penjualan yang dilakukan.
Rumus 2.9
D. Earning per Share (EPS) , rasio ini menggambarkan besarnya pengembalian modal untuk setiap satu lembar saham.
Rumus 2.10
E. Valuasi Saham
Selanjutnya ialah tahapan penilaian saham perusahaan melalui proses valuasi. Sebelum membahas definisi valuasi, ada suatu pendapat dari Oscar Wilde yang menyatakan “knows the price of everything, but the value of nothing”. Pernyataan ini didasarkan pada suatu anggapan di
= ℎ
= ℎ
ℎ = ℎ
kalangan analis dan investor yang berargumen bahwa nilai dari suatu aset adalah irrelevant. Pernyataan tersebut tidak dapat dibenarkan karena nilai dari suatu aset mengimplikasikan harga yang harus dibayar atas setiap aset yang memiliki harapan untuk menghasilkan arus kas dimasa yang akan datang. 29
Nilai suatu aset dapat diketahui dengan cara valuasi. Valuasi menurut Gitman “is the process that links risk and return to determine the worth of an asset”. Maksudnya adalah bahwa valuasi adalah proses yang menghubungkan antara resiko dengan return untuk menentukan nilai aset, sehingga melalui valuasi dapat diketahui nilai dari suatu aset yang mana bila dilihat dari perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai intrinsik saham itu sendiri maka akan diketahui apakah saham tersebut undervalued, overvalued atau fair.
Secara umum, ada dua pendekatan dalam melakukan valuasi yakni:
1. Discounted Cash Flow (DCF) Valuation, yang menghubungkan nilai suatu asset terhadap present value (nilai saat ini) dari harapan arus kas di masa yang akan datang dari asset tersebut.
2. Relative Valuation, mengestimasi nilai asset dengan menlihat pada harga dari comparable asset (asset yang dapat diperbandingkan) dengan relative terhadap variable umum lainnya seperti earnings (pendapatan), arus kas,
29
book value (nilai buku asset berdasarkan harga perolehan metode akuntansi), ataupun penjualan.30
Dalam penelitian ini, penilaian saham dilakukan menggunakan model valuasi Price Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).
1. Model Valuasi Price Earnings Ratio (PER).
Price Earning Ratio adalah ukuran kinerja saham yang didasarkan atas perbandingan antara harga pasar saham terhadap pendapatan per lembar saham. PER dapat digunakan sebagai pembanding harga saham antara yang paling murah dan yang paling mahal dalam satu industri. Perusahaan yang mempunyai PER yang paling tinggi merupakan perusahaan yang mempunyai harga saham yang paling mahal. Sedangkan perusahaan yang memiliki PER paling rendah merupakan perusahaan yang harga sahamnya paling murah. 31
Rumus 2.14
Dimana :
P0 = Harga Saat Ini
EPS = Laba per lembar saham
2. Model Valuasi Price to Book Value (PBV).
30
Dr. Werner. M ur hadi , op.cit . h. 10-11 31
Sit i Bilqis Sabrini, op.cit . h. 29
Price Book Value (PBV) merupakan metode penilaian saham yang berdasarkan pada book value suatu saham. Book value adalah nilai buku yang diperoleh dari total ekuitas dibagi dengan jumlah lembar saham beredar. Untuk mencari nilai book value, digunakan rumus sebagai berikut:
Nilai buku per lembar saham adalah rasio untuk membandingkan harga pasar sebuah saham dengan nilai buku (book value) sebenarnya. Sementara Syamsudin menjelaskan bahwa pengertian Price Book Value adalah rasio yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Semakin tinggi PBV, maka menunjukkan semakin besar kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan tersebut. Untuk perusahaan yang berjalan baik, umumnya rasio ini mencapai diatas satu, yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunya Rasio PBV dihitung dengan membagi nilai pasar dari saham dibagi dengan nilai buku dari ekuitas saat ini. Secara matematis PBV dapat ditulis:
ℎ =
ℎ ℎ
= ℎ
Metode Price Book Value tidak mencari nilai intrinsik dari saham yang diteliti, melainkan menghitung nilai PBV kemudian mengukur harga saham mahal atau murah dengan cut off 1 yang berarti jika nilai PBV diatas 1 menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunya (overvalued), sebaliknya jika nilai PBV dibawah 1 berarti nilai pasar saham lebih kecil dari nilai bukunya (undervalued).
F. Review Studi Terdahulu
No Penelitian Isi penelitian terdahulu
Perbedaan dengan penulis 1 Annisa Fathih Kurnia,
Skripsi FSH UIN Jakarta, 2012. “Analisis Fundamental Saham dalam keputusan investasi di PT Telekomunikasi Tbk”
Nilai intrinsik saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk undervalued terhadap nilai pasarnya. Penulis tidak hanya melakukan analisis fundamental pada satu perusahaan 2 Nazwirman,”Penilaian
Harga Saham dengan Price Earning Ratio (PER) : Studi Kasus Pada Saham Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek
Indonesia”, Makara, Sosial Humaniora, vol.12, no.2, (Desember 2008):h.98-106
Saham PT. Multi Bintang Indonesia Tbk layak dibeli karena dari tiga alternatif k* yang digunakan (11%,16% dan 21%)
menghasilkan PER yang lebih besar dari PER BEJ Mei 2005.
Penulis tidak hanya mengguna-kan metode PER dalam menentukan sebuah saham apakah undervalued, overvalued, atau fair. 3 Ulfa Yulfita,”Penilaian
Harga Saham Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode 2009-2011)”,Jurnal EMBA,
vol.1,no.3,(September 2013),Hal.1089-1099
4 Radim Gottwald,”The Use of the P/E Ratio to Stock Valuation”, GRANT journal ISSN 1805-062X, (IGA 31/2012)
Menjelaskan penggunaan metode PER sebagai cara untuk mencari nilai intrinsik saham Penulis mengaplikasi -kan PER dan PBV dalam mencari nilai intrinsik saham. 5 Seng,
Dyna,“Fundamental Analysis and the Prediction of Earnings” International Journal of Business and
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, yakni penelitian yang menggambarkan data informasi berdasarkan pada fakta yang diperoleh di lapangan32.
Selain itu, metode deskriptif kuantitatif juga dilakukan dalam penelitian ini dalam bentuk desain deskriptif dan metode pengumpulan data. Dalam pengertian ini penelitian deskriptif menggunakan data-data dan angka-angka yang telah diperoleh lalu dijelaskan maksud dari hasil pengolahan angka-angka tersebut. Analisis ini digunakan untuk mengetahui nilai intrinsik saham perusahaan dengan menggunakan model Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).
B. Batasan Penelitian
Secara umum, saat ini terdapat 457 perusahaan yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya per 18 Desember 2013, sebanyak 312 saham syariah masuk ke dalam
32
jajaran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)33. Menurut sektor industrinya yaitu sektor barang konsumsi (consumer goods), terdapat beberapa emiten yang tercatat di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dimana dalam penelitian ini, penulis membatasi pada tiga emiten yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk. Ketiga perusahaan tersebut merupakan sampel yang dipilih penulis dari keseluruhan populasi yakni perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Pemilihan ketiga emiten tersebut disebabkan oleh kondisi indeks pasar saham, dimana PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk selalu masuk dan tetap konsisten dalam jajaran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII), yang mana ketiga perusahaan ini telah melalui proses review atau seleksi untuk bisa masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) melalui kualifikasi kriteria bisnis dan kriteria keuangan yang berdasarkan pada Peraturan Bapepam – LK No. IX.A.13 Tahun 2009 tentang Penerbitan Efek Syariah
33
PT Bursa Ef ek Indonesia,” Indeks Saham Syariah” , art ikel diakses pada 8 Januari 2014 pukul 13.56 dari ht t p:/ / w w w .idx.co.id/
C. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui nilai wajar dari saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk. Nilai wajar saham atau nilai intrinsik ketiga perusahaan tersebut diperoleh dari analisis fundamental saham yang memiliki tiga tahapan yakni analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis perusahaan. Nilai wajar saham yang telah diperoleh akan dibandingkan dengan nilai pasar saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk, yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu keputusan investasi atas saham ketiga perusahaan tersebut..
D. Variabel Penelitian
Beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini, untuk menghitung nilai wajar saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, dan PT Mayora Indah Tbk dilakukan dengan beberapa pendekatan.
Variabel-variabel yang digunakan ialah sebagai berikut :
1. Growth, ialah tingkat pertumbuhan dividen dari saham, yang diharapkan akan diterima oleh investor.
Rumus 3.1
dimana :
b = retention ratio, rasio laba yang tidak dibayarkan sebagai dividen
= 1 – payout ratio
ROE = Return On Equity, tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham
2. Estimated Earning Per Share (EPS), ialah estimasi atau perkiraan EPS yang akan didapatkan oleh investor.
Persamaan untuk menghitung estimated EPS : Rumus 3.2
EPSt = EPS saham tahun terakhir
EPSt+1 = EPS saham pada tahun ke t + 1
3. Estimated Cash Dividend per Share ialah perkiraan dividen yang akan didapatkan pada tahun t+1 atas setiap lembar saham yang dimiliki. Persamaannya sebagai berikut :
Rumus 3.3
DIVt+1 = jumlah dividen yang akan didapatkan
= ( 1 + )
DPR rata-rata = jumlah dividend payout ratio dibagi jumlah periode
4. Discount Rate (k) ialah tingkat diskonto atas saham. Discount rate dapat dicari dengan rumus berikut :
Rumus 3.4
Dimana :
k = discount rate
POt+1 = harga pasar saham t+1
5. Estimated Price Earning Ratio (PER) adalah perkiraan tingkat PER atas saham. Estimated PER dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Rumus 3.5
6. Intrinsic Value adalah nilai intrinsikdari saham yang diteliti. Nilai intrinsik ini merupakan nilai saham sebenarnya, yang akan dibandingkan dengan harga pasar saham saat ini. Penelitian ini menggunakan model PER untuk pencarian nilai intrinsik yaitu :
=
−
Rumus 3.6
7. Book Value adalah nilai buku saham, yang didapatkan dengan cara membagi total ekuitas perusahaan dengan jumlah lembar saham yang beredar. Rumus untuk mencari Book Value ialah sebagai berikut :
Rumus 3.7
8. Price to Book Value (PBV) ialah rasio harga terhadap nilai buku tiap lembar saham perusahaan. Berikut ini persamaan untuk mencari PBV :
Rumus 3.8
E. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Untuk melakukan analisis fundamental saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri serta PT Mayora Indah Tbk, dibutuhkan data-data sebagai berikut :
ℎ =
ℎ ℎ
= +
= ℎ
1. Data-data variabel ekonomi yang merupakan indikator perekonomian makro Indonesia yakni Produk Domestik Bruto (PDB), Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga (BI rate) dan Nilai Tukar Rupiah (kurs).
2. Laporan keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri dan PT Mayora Indah Tbk, dimana akan dilakukan analisis laporan keuangan.
3. Data jumlah dividen yang pernah dibagikan kepada pemegang saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri dan PT Mayora Indah Tbk. 4. Data Indeks Saham Syariah Indonesia tahun 2011-2013. 5. Publikasi lain yang berkaitan dengan PT Indofood CBP
F. Kerangka Penelitian Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Analisis Fundamental Analisis Makro Ekonomi 1.Produk Domestik Bruto 2.Tingkat Inflasi
3.Tingkat Suku Bunga
4.Nilai Tukar Rupiah
Analisis Industri 1.Siklus Kehidupan Industri 2.Analisis Kekuatan Industri Analisis Perusahaan 1.Rasio Aktifitas 2.Rasio Likuiditas 3.Rasio Solvabilitas 4.Rasio Probabilitas Penilaian Saham
1. Price Earning Ratio(PER)
2. Price to Book Value (PBV)
NI < NP
Saham Undervalued,
layak dibeli atau dipertahankan oleh
investor
NI > NP
Saham Overvalued,
investor disarankan untuk menjual. NI = NP
Saham Fairvalued, nilai intrinsik sama dengan
nilai saham di pasar
G. Analisis Data
Dalam rangka melakukan penelitian saham, data-data dianalisis secara deskriptif analisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Analisis ini bertujuan untuk menilai kinerja perusahaan yakni dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menghitung nilai intrinsik saham dari perusahaan yang diteliti dengan menggunakan metode Price Earning Ratio. Langkah-langkah yang digunakan ialah sebagai berikut :
1. Menghitung expected earning growth rate (g) saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk.
2. Menentukan estimated Earning Per Share (EPS) saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk.
3. Menghitung estimated cash dividend per share saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk.
5. Menghitung estimated Price Earning Ratio (PER) atas setiap saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk.
6. Mengitung nilai intrinsik saham atas setiap saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk, PT Mayora Indah Tbk.
[image:58.612.115.517.183.658.2]Setelah nilai intrinsik saham diperoleh, selanjutnya dilakukan pengambilan keputusan investasi dengan berdasarkan kepada pedoman berikut :
Tabel 3.1
Pedoman Keputusan Investasi
Keterangan Hasil
Perbandingan
Keputusan
Harga pasar saham < Nilai intrinsic
Saham dihargai terlalu rendah (undervalued)
Dibeli (buy) atau ditahan (hold)
Harga pasar saham > Nilai intrinsic
Saham dihargai terlalu tinggi (overvalued)
Dijual (sell)
Harga pasar saham = Nilai intrinsic
Harga saham seimbang (fair)
a. Jika harga pasar saham lebih kecil dari nilai intrinsiknya (undervalued) maka saham tersebut lebih baik dibeli (buy) atau ditahan sementara (hold) oleh investor , yang bertujuan untuk memperoleh capital gain jika pada waktu berikutnya harga saham kembali naik.
b. Jika harga pasar saham lebih besar dari nilai intrinsiknya (overvalued), maka untuk menghindari kerugian dengan turunnya harga , investor lebih baik menjual saham tersebut (sell).
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Gambaran Umum PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan produsen makanan dengan berbagai pilihan produk makanan sehari-hari seperti Indomie, Sarimi, Indomilk, Chitato, Penyedap Makanan Indofood,serta berbagai minuman kemasan yang kesemua produknya telah dikenal luas oleh masyarakat. Kemudian sebagai perusahaan terbuka, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dengan kode emiten ICBP.
2. Gambaran Umum PT Ultra Jaya Milk Industri, Tbk
PT Ultra Jaya Milk Industri, Tbk bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman. Produk-produk yang dihasilkan antara lain susu UHT Ultra Milk, Teh Kotak, dan Sari Kacang Ijo. Perusahaan ini listing di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dengan kode emiten ULTJ.
3. Gambaran Umum PT Mayora Indah, Tbk
Beng, Choki-choki, Energen, dan Kopi Torabika. Pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), PT Mayora Indah Tbk terdaftar dengan kode emiten MYOR.
B. Gambaran Umum Proses Seleksi Saham Syariah
tahap pertama seleksi berdasarkan komposisi sumber pembiayaan yang berasal dari sumber non halal atau pinjaman berbasis bunga dibandingkan dengan modal perusahaan. Saat ini, persentase yang berlaku di pasar modal syariah Indonesia untuk komposisi hutang dibandingkan modal perusahaan ialah tidak lebih dari 82%. Kemudian tahap kedua, seleksi berdasarkan pada komposisi sumber pendapatan yang berasal dari non halal dibandingkan dengan total pendapatan termasuk pendapatan lain-lain. Persentase untuk perbandingan antara pendapatan non halal terhadap total pendapatan adalah tidak lebih dari 10%. Dikarenakan proses seleksi ketat yang dilakukan untuk menentukan saham syariah, maka seharusnya sudah tidak ada lagi keraguan kepada setiap emiten yang telah tercatat ke dalam Daftar Efek Syariah (DES), termasuk di antaranya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk serta PT Ultra Jaya Milk Industri Tbk yang sampai saat ini telah tercatat dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
C. Analisis Ekonomi Makro
1. Perekonomian Dunia
Perkembangan ekonomi global pada tahun 2011 diwarnai oleh peningkatan ketidakpastian yang muncul akibat berlarutnya penyelesaian krisis utang dan kekhawatiran terhadap prospek pemulihan ekonomi di negara maju. Di AS, sejumlah indikator menunjukkan proses pemulihan ekonomi tidak sekuat yang diperkirakan. Sementara itu di Eropa, berlarut-larutnya penanganan krisis utang semakin memperburuk kondisi sektor keuangan dan pemulihan ekonomi di kawasan itu. Meningkatnya ketidakpastian di dua kawasan negara maju tersebut telah memicu gejolak di pasar keuangan global dan ditambah dengan terjadinya bencana alam di Jepang dan krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah, memperlemah proses pemulihan ekonomi global tahun 2011.
global tahun 2011 menjadi hanya 4%, kembali tumbuh di bawah level normalnya.
II-2011. Memburuknya kondisi pasar keuangan global tercermin pada penurunan harga aset keuangan dengan volatilitas yang cukup tinggi.34
Grafik 4.1 Perubahan Indeks Harga Saham 2011
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2011 Grafik 4.2 Volatilitas Pasar Keuangan Global
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2011
34
Pasar keuangan global menunjukkan pemulihan sepanjang tahun 2012 yang ditunjukkan oleh kembali meningkatnya harga aset keuangan. Sebagian besar negara baik negara-negara maju maupun negara- negara emerging market, mengalami kenaikan harga saham dan obligasi. Namun, dalam perkembangannya kenaikan harga aset keuangan tersebut tidak terjadi secara terus menerus sepanjang tahun. Dalam beberapa periode, terutama di triwulan II 2012, harga aset keuangan sempat mengalami koreksi tajam, sejalan dengan memburuknya persepsi risiko dan sentimen pasar. Meskipun risiko pasar keuangan global masih tinggi, perkembangan harga aset sepanjang tahun relatif lebih stabil yang tercermin pada turunnya volatilitas harga.
tercermin pada ekspansi neraca masing-masing bank sentral, juga mengalir ke pasar keuangan negara berkembang. Pada tahun 2012, aset the Fed meningkat sekitar 42%, aset ECB meningkat 10,9%, sementara aset BOJ meningkat 9,3% .
Perkembangan di bursa saham global tidak terlepas dari pergerakan indikator risiko di pasar keuangan global. Penurunan tingkat risiko dan membaiknya risk appetite investor global terindikasi pada tren penurunan credit default swap (CDS) dan volatilitas harga di pasar keuangan global. Perkembangan serupa juga terjadi di pasar obligasi yang tercermin dari pergerakan imbal hasil baik obligasi negara-negara emerging market maupun obligasi negara-negara maju, termasuk negara- negara yang terkena krisis utang. Selain itu, tingkat likuiditas pasar keuangan global juga membaik yang diindikasikan oleh penurunan selisih suku bunga LIBOR terhadap overnight index swap (OIS), meski demikian, selisih suku bunga tertinggi dan terendah dari 16 bank Eropa, sebagai gambaran counterparty risk’, mengalami peningkatan.
emerging market Asia secara umum cenderung m