Sintesis Amida Asam Lemak dari Minyak Sawit dan Pengaruhnya terhadap Oksidasi
Teks penuh
Dokumen terkait
Sampel yang diperiksa dalam penelitian ini yaitu Cocoa Butter Substitute (CBS) yang terdiri dari minyak inti sawit terhidrogenasi (Hydrogenated Palm Kernel Oil, HPKO), minyak
Dari Tabel 1.2 terlihat bahwa produksi minyak kelapa sawit di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga ketersediaan bahan baku minyak kelapa sawit di
Ekses air juga berpengaruh sangat signifikan dalam meningkatkan konversi reaksi, disamping penambahan jumlah air akan menggeser kesetim- bangan ke arah pembentukan
Sebanyak 300 mL sampel minyak kelapa dipanaskan pada suhu 175-180 °C untuk setiap perlakuan pemanasan dengan lama pemanasan 1, 2 dan 3 jam kemudian digunakan
Oleh sebab itu kondisi optimum untuk fraksi MAG ini (suhu reaksi 45º C, waktu reaksi 17 jam dan pelarut tertier-butanol 10 ml) tidak dipilih sebagai kondisi optimum proses
Ini artinya bahwa semakin tinggi suhu pemanasan, akan diikuti oleh penurunan jumlah titrasi larutan Huble yang menunjukkan penurunan kandungan asam lemak tidak jenuh pada minyak
Hasil penelitian sebelumnya (Estiasih dkk., 2009) menunjukkan bahwa kondisi optimum tercapai pada lama reaksi 24 jam 28 menit pada konsentrasi enzim 20% dengan fosfolipid
Penelitian ini mempelajari kondisi optimum yang meliputi suhu reaksi, waktu reaksi dan volume pelarut tertier-butanol pada sintesis M-DAG secara esterifikasi enzimatis