Studio Proses Perencanaan
201
3
BAB VI
POTENSI DAN MASALAH WILAYAH KECAMATAN TANJUNGSARI
6.1 ANALISIS KETERKAITAN
Proses Perencanaan sebagai suatu Tahapan yang terstruktur dan terproses dalam perencanaan dimana terdapat keterkaitan antar aspek yang memiliki hubungan fungsional dan konvensional serta saling menunjang satu sama lain membentuk suatu siklus perencanaan yang bersifat continue.
N
Kebijakan Fisik Tata Guna Lahan Kependudukan Ekonomi Sarana danPrasarana Transportasi
1
Kebijaka
n Arahan kebijakan penataan ruang kecamatan Tanjungsari untuk Kawasan Potensial budidaya sebagai kawasan Industri, Perdagangan, pemukiman dan jasa serta kawasan pertanian sesuai dengan kriteria fisik (Kemiringan <15%) dengan luasan 91,8%.
Arahan kebijakan pengembangan kawasa perkotaan (Untuk Kegiatan industri, perdagangan dan jasa) dan pedesaan (kawasan pertanian dan Konservasi) Sesuai dengan Dominasi Penggunaan Lahan di perkotaan
Tanjungsari adalah industri, perdagangan dan jasa sebesar 96,29 Ha 4 % dan dominasi pedesaan adalah kawasan pertanian seluas 1446,33 Ha atau sebesar 70,33 %
Dengan adanya kebijakan penetapan struktur kota dan pembagian
Fisik Penggunaan lahan untuk
kawasan Budidaya sebesar 91,8% dari luas wilayah Kecamatan Tanjungsari (Untuk kegiatan
Pertanian,perdagangan dan jasa ) di Kecamatan Tanjungsari sesuai dengan kriteria fisik dan termasuk dalam kawasan potensial. 91,8% dari total luas Keamatan jalur arteri yang menghubungkan
Guna Arahan KebijakanStruktur ruang Terdapat permukiman Tersedianya lahan tidak produktif Penggunaan lahan di Tersedianya lahantidak produktif
Tabel 6.1
N
Kebijakan Fisik Tata Guna Lahan Kependudukan Ekonomi Sarana danPrasarana Transportasi
Lahan Keamatan atau sebesar 27,59 % dari luas desa seluas 146,02 Ha atau 26,21 % dari total wilaya Keamatan dapat dimanfaatkan
dukan Belum adanya araan mengenai Kebijakan fungsi lahan pada sempadan sungai seluas 14,21 % Untuk Permukiman.
Pertumbuhan Penduduk sebesar 2,95 % tidak diimbangi dengan
pertumbuhan permukiman dari tahun 2005-2009 sebesar 2,09 % diKeamatan Tanjungsari
Jumlah UKM sebanyak 2145 di kecamatan tanjungsari menciptakan jumlah TPAK di kecamatan Tanjungsari sebesar 74,2%
5 Ekonomi Penurunan prodktivitas
pertanian (diukur dari sumbangan sektor
Potensi sektor pertanian tidak dapat dikelola
Tabel 6.1
N
Kebijakan Fisik Tata Guna Lahan Kependudukan Ekonomi Sarana danPrasarana Transportasi
pertanian pada PDRB Kecamatan Tanjungsari sebesar - 4,03 % ) menyebabkan penurunan pertumbuan eonomi sebesar 3,6 % dari tahun 2009-2010 Rumah sakit tipe B dan
Tingkat pelayanan sarana prasarana yang rendah ( 21,3 % dari standar satu penyebab penurunan
asi Arahan kebijakan Kecamatan Tanjungsari untuk menyediakan terminal Tipe B
Penempatan jalan tidak menyebar ke seluruh desa
N o
POTENSI
MASALA H
Kebijakan Fisik Tata Guna Lahan Kependudukan Ekonomi Sarana danPrasarana Transportasi
belum
terealisasikan sehingga menghambat mobilitas penduduk dan barang.
Yakni Kemiringan >25 % dan tidak disertai dengan rekayasa teknologi yang
memungkinkan kenyamanan mobilitas penduduk
Tanjungsari disebabkan aksesibilitas yang sedang dengan konstruksi permukaan jalan berbatu dan tanah sehingga
menghambat pergerakan penduduk.
diKecamatan Tanjungsari disebabkan aksesibilitas yang sedang dengan konstruksi permukaan jalan berbatu dan tanah mengakibatkan pendistribusian hasil pertanian menjadi kurang optimal.
didesa
Kadakajaya dan Cijambu
disebabkan karena
aksesibilitas yang sedang dengan konstruksi permukaan jalan berbatu dan tanah
Tabel 6.1
Dari tabel diatas dapat dilihat keterkaitan antar aspek yang dapat berupa potensi atau masalah pada wilayah kecamatan tanjungsari. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa setiap aspek memiliki peran dan dampak yang ditimbulkan terhadap aspek lainnya.
Berikut keterkaitan antara 7 jenis aspek yang dikaji dari masing-masing aspek kajian :
1. ASPEK KEBIJAKAN
Dalam aspek Kebijakan, keterkaitan Antara aspek dalam proses perencanaan adalah sangat bergantung pada Kebijakan yang berlaku pada suatu daerah serta berdasarkan ketentuan perundang-undangan sebagai landasan dalam perencanaan. Yang didalamnya meliputi berbagai aspek yang memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Hubungan antara Aspek Kebijakan dan Aspek lainnya dapat dijabarkan dalam tabel berikut :
TABEL 6.2
KETERKAITAN ASPEK KEBIJAKAN DENGAN ASPEK LAINNYA DI KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK KEBIJAKAN
1. Aspek Fisik mengetahui batas-batas wilayah administrasi dan Kebijakan Pola Ruang berdasarkan Kondisi Fisik Kecamatan Tanjungsari.
2. Aspek Tata Guna Lahan Dalam pengembangan suatu lahan harus berdasarkan pada UU maupun peraturan Kecamatan Tanjungsari tersebut.
Dalam pelaksanaan pembangunan harus didasarkan pada kebijakan penataan guna lahan sesuai dengan fungsinya. Misalkan sebagian dari desa cijambu dan desa kadakajaya yang difungsikan sebagai kawasan lindung sebagai fungsi utama untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam maupun sumber daya buatan.
Kebijakan tata guna lahan pada fungsi budidaya merupakan kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan.
N
O ASPEK ASPEK KEBIJAKAN
dengan merata.
4. Aspek Ekonomi menentukan kegiatan yang berpotensi untuk dapat dikembangakan sesuai dengan potensi perekonomiannya.
5. Aspek Sarana & Prasarana menentukan sarana-sarana yang harus dipenuhi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di kecamatan tanjungsari. 6. Aspek Transportasi Adanya peraturan mengenai ketersediaan
sistem transportasi yang baik dalam bentuk pelayanan kebutuhan.
Penentuan jaringan trayek-trayek jalan yang disesuaikan dengan kebijakan daerah agar tercipta suatu jaringan transportasi yang teratur dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. ASPEK FISIK
Aspek fisik menggambarkan gambaran umum mengenai kondisi fisik topografi kawasan wilayah kecamatan tanjungsari dimana akan terdapat pengaruh mengenai topografi dengan aspek-aspek yang terkait. Keterkaitannya dapat dijabarkan pada tabel berikut.
TABEL 6.3
KETERKAITAN ASPEK FISIK DENGAN ASPEK LAINNYA KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK FISIK
1. Aspek Kebijakan Mengetahui Kondisi fisik wilayah kecamatan tanjungsari sehingga dapat menentukan arahan kebijakan dalam penetaan ruang.
2. Aspek Tata Guna Lahan Dalam penerapan suatu kawasan lahan yang akan dikembangkan harus sesuai dengan kondisi serta karakteristik fisik dari lahan tersebut baik dalam penentuan kawasan budidaya dan kawasan lindung.
Pada lahan yang memiliki ketinggian lereng >40% merupakan lahan lindung yang berfungsi sebagai daerah resapan air yang tidak diperbolehkan adanya suatu pembangunan karena akan berdampak pada degradasi lingkungan.
N
O ASPEK ASPEK FISIK
lindung dan tidak boleh dilakukan adanya suatu pembukaan lahan terbangun.
3. Aspek Kependudukan Dalam menentukan kawasan pemukiman ataupun industri perdagangan dan jasa yang dihuni penduduk diperlukan adanya kajian fisik untuk mengetahui potensia atau tidaknya kawasan yang akan dibangun.
4. Aspek Ekonomi Jenis tanah sangat menentukan intensitas air tanah maupun tingkat potensial lahan yang dapat meningkatkan nilai perekonomian wilayah kajian maupun kawasan sekitarnya. 5. Aspek Sarana & Prasarana Dalam penentuan pelaksanaan
pembangunan dibutuhkan kajian fisik dalam menganalisis baik tidaknya penentuan pembangunan sarana prasarana pada suatu kawasan di wilayah kecamatan tanjungsari. 6. Aspek Transportasi Karakteristik topografi suatu wilayah dapat
menentukan sistem transportasi pada wilayah tersebut dan pembangunan prasarana transportasi yang mendukung semua aspek yang ada pada wilayah kecamatan.
3. ASPEK TATA GUNA LAHAN
Aspek Tata guna Lahan menggambarkan pola-pola penggunaan lahan pada Kawasan wilayah kecamatan tanjungsari dimana dalam pemanfaatan lahannya harus melihat pengaruh serta dampak yang ditimbulkan pada aspek lainnya agar dapat menunjang terciptanya pemanfaatan lahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan berdasarkan pertimbangan dari berbagai aspek. Keterkaitannya dapat dijabarkan pada tabel berikut.
TABEL 6.4
KETERKAITAN ASPEK TATA GUNA LAHAN DENGAN ASPEK LAINNYA DI KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK TATA GUNA LAHAN
1. Aspek Kebijakan Dari kondisi guna lahan dibutuhkan suatu arahan kebijakan untuk mengatur guna lahan agar sesuai dengan fungsinya yang telah ditetapkan.
N
O ASPEK ASPEK TATA GUNA LAHAN
lahan tersebut.
Pada lahan yang memiliki ketinggian lereng >40% merupakan lahan lindung yang berfungsi sebagai daerah resapan air yang tidak diperbolehkan adanya suatu pembangunan karena akan berdampak pada degradasi lingkungan.
3. Aspek Kependudukan Semakin berkembangnya penduduk di suatu kawasan menyebabkan semakin tinggi pula variasi penggunaan lahan pada suatu kawasan tersebut.
Tingginya nilai dan harga lahan menyebabkan timbulnya beragam pola pergerakan peduduk baik dari kawasan pinggiran ke perkotaan maupun sebaliknya 4. Aspek Ekonomi Nilai lahan dan fungsi suatu lahan tertentu
mengakibatkan tingginya harga suatu lahan berdasarkan fungsi lahan tersebut.
Nilai lahan perkotaan akan semakin tinggi dan menyebabkan terjadinya spekulasi lahan pada area tertentu misalnya pada perkotaan tanjungsari dan jatisari sehingga harga lahan di kawasan perkotaan lebih mahal di bandingkan dengan kawasan pinggiran.
Pada kawasan perkotaan penggunaan lahan akan lebih besifat produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan suatu daerh dari kegiatan tersebut hal inipun terjadi pada kecamatan tanjungsari.
5. Aspek Sarana dan Prsarana Peningkatan suatu nilai dan harga lahan juga berpengaruh terhadap peningkatan sarana dan prasarana di suatu daerah.
Pengembangan sarana dan prasarana berdasarkan fungsi dari penggunaan lahan tersebut. Misalnya suatu lahan difungsikan sebagai lahan terbangun, maka sarana yang akan dikembangkan akan bersesuaian dengan fungsi lahan tersebut.
6. Aspek Transportasi Transportasi sebagai akesibilitas yang dapat mendukung suatu pola pergerakan penduduk yang secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemanfaatan lahannya.
N
O ASPEK ASPEK TATA GUNA LAHAN
Suatu kawasan berkembang yaitu fungsi lahan tersebut berdekatan dengan jalan sehingga adanya suatu keterkaitan atau pengaruh transportasi terhadap perkembangan suatu daerah.
4. ASPEK SOSIAL KEPENDUDUKAN
Penduduk memegang peranan penting dalam segala aktivitas karena penduduk sebagai objek dari perencanaan serta merupakan penggerak terciptanya suatu aktivitas yang didalamnya memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek dalam lingkungan sehingga dapat mendukung berjalannya aktivitas penduduk. Keterkaitan aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut.
TABEL 6.5
KETERKAITAN ASPEK SOSIAL KEPENDUDUKAN DENGAN ASPEK LAINNYA KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK KEPENDUDUKAN
1. Aspek Kebijakan Adanya suatu peraturan tertentu yang dikaji agar penduduk tersebar dengan merata. 2. Aspek Fisik Penduduk akan lebih memilih tinggal di
daerah yang memiliki sumber air dan tingkat kesuburan tanah yang baik.
3. Aspek Tata Guna Lahan Semakin berkembangnya penduduk di suatu kawasan menyebabkan semakin tinggi pula variasi penggunaan lahan pada suatu kawasan tersebut.
4. Aspek Ekonomi Dalam pendapatan per kapita ada hudungan dengan jumlah penduduk
5. Aspek Sarana & Prasarana Sarana pendidikan dan sarana peribadatan digunakan penduduk untuk mendukung sosial kependudukannya serta aktifitasnya.
5. ASPEK EKONOMI
Aspek ekonomi berperan dalam menciptakan sutu roda perekonomian suatu wilayah berdasarkan ketentuan dan pertimbangan dari berbagai aspek dalam perencanaan. Keterkaitan aspek ekonomi kawasan tanjungsari dapat dilihat pada tabel berikut.
TABEL 6.6
KETERKAITAN ASPEK SOSIAL KEPENDUDUKAN DENGAN ASPEK LAINNYA KAWASAN WILAYAH KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK EKONOMI
1. Aspek Kebijakan menentukan kegiatan yang berpotensi untuk dapat dikembangakan dengan sebaik mungkin
2. Aspek Fisik Jenis tanah sangat menentukan suatu intensitas suatu air tanah sebagai kebutuhan dari suatu industri
3. Aspek Tata Guna Lahan Nilai lahan dan fungsi suatu lahan tertentu mengakibatkan tingginya harga suatu lahan berdasarkan fungsi lahan tersebut.
4. Aspek Kependudukan Dalam pendapatan per kapita ada hudungan dengan jumlah penduduk
5. Aspek Sarana & Prasarana Tinggi rendahnya laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah akan mempengaruhi tingkat kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pada wilayah tersebut.
6. Aspek Transportasi Aspek transportasi mempengaruhi perekonomian suatu wilayah karena dengan lancarnya arus transportasi maka laju pertumbuhan ekonomi akan bertambah
6. ASPEK SARANA DAN PRASARANA
perencanaan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan sarana dan prasarana. Keterkaitan Aspek sarana dan prasarana dapat dilihat pada tbel berikut.
TABEL 6.7
KETERKAITAN ASPEK SARANA DAN PRASARANA DENGAN ASPEK LAINNYA KAWASAN WILAYAH KECAMATAN TANJUNGSARI
N
O ASPEK ASPEK SARANA & PRASARANA
1. Aspek Kebijakan menentukan sarana-sarana yang harus dipenuhi dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di setiap kecamatan
2. Aspek Fisik arahan kajian fisik berupa kemiringan, jenis tanah, curah hujan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan saran prasarana maupun dapat menghabat pembangunan sarana prasarana.
3. Aspek Tata Guna Lahan Pengembangan sarana dan prasarana berdasarkan fungsi dari penggunaan lahan tersebut. Misalnya suatu lahan difungsikan sebagai lahan terbangun, maka sarana yang akan dikembangkan akan bersesuaian dengan fungsi lahan tersebut.
4. Aspek Kependudukan Adanya sarana prasarana pada wilayah dapat mendukung aktifitas penduduk maupun pergerakan penduduk.
5. Aspek Ekonomi Tinggi rendahnya laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah akan mempengaruhi tingkat kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pada wilayah tersebut.
6. Aspek Transportasi Dengan adanya kelengkapan sarana dan prasarana khususnya untuk aspek transportasi maka aktivitas masyarakat akan mengalami kemudahan dan berjalan dengan lancar
7. ASPEK TRANSPORTASI
Transportasi berperan dalam wujud pergerakan aktivitas masyarakat. Dimana dalam pengembangan suatu system transportasi haruslah berdasarkan pada suatu hubungan fungsional antara transprtasi dengan berbagai aspek dalam perencanaan sebagai suatu pertimbangan dampak serta keuntungan yang didapat dalam transportasi. Keterkaitan aspek Transportasi dapa dijabarkan pada tabel berikut.
TABEL 6.8
KAWASAN WILAYAH KECAMATAN TANJUNGSARI N
O ASPEK ASPEK TRANSPORTASI
1. Aspek Kebijakan Adanya peraturan mengenai ketersediaan sistem transportasi yang baik untuk setiap kabupaten
Penentuan jaringan trayek-trayek jalan yang disesuaikan dengan kebijakan daerah Kabupaten Cirebon agar tercipta suatu jaringan transportasi yang teratur
2. Aspek Fisik Karakteristik topografi suatu wilayah dapat menentukan sistem transportasi pada wilayah tersebut dan pembangunan prasarana transportasi
3. Aspek Tata Guna Lahan Transportasi sebagai akesibilitas yang dapat mendukung suatu pola pergerakan penduduk yang secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemanfaatan lahannya.
Suatu kawasan berkembang yaitu fungsi lahan tersebut berdekatan dengan jalan sehingga adanya suatu keterkaitan atau pengaruh transportasi terhadap perkembangan suatu daerah.
4. Aspek Kependudukan Adanya transportasi dapat meningkatkan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah. 5. Aspek Ekonomi Aspek transportasi mempengaruhi
perekonomian suatu wilayah karena dengan lancarnya arus transportasi maka laju pertumbuhan ekonomi akan bertambah
6.2 POTENSI DAN MASALAH STRATEGIS
Tabel 6.2
Potensi Dan Masalah Strategis Kecamatan Tanjungsari
POTENSI MASALAH
Penggunaan lahan untuk kawasan Budidaya sebesar 91,8% dari luas wilayah Kecamatan Tanjungsari (Untuk kegiatan Pertanian ,perdagangan dan jasa ) di Kecamatan Tanjungsari sesuai dengan kriteria fisik dan termasuk dalam kawasan potensial
Letak geografis Kecamatan Tanjungsari yang berada pada jalur arteri yang menghubungkan PKN Bandung dengan PKN Cirebon memungkinkan peningkatan sarana dan Prasarana Transportasi dan berpotensi meningkatkan perekonomian Kecamatan Tanjungsari