• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGKA KEJADIAN SEKSIO SESAREA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PUSDIK GASUM PORONG PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANGKA KEJADIAN SEKSIO SESAREA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PUSDIK GASUM PORONG PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2011"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seksio sesarea merupakan proses melahirkan janin, plasenta dan selaput ketuban melalui dinding perut dengan cara membuat irisan pada dinding perut dan rahim. Seksio sesarea dapat dilaksanakan bila ibu sudah tidak dapat melahirkan melalui proses alami. Operasi dilakukan dengan tujuan agar keselamatan ibu dan bayi dapat tertangani dengan baik. (Williams, 2002).

Seksio sesarea (SC) semakin banyak dilakukan selama beberapa dekade terakhir ini baik di negara maju maupun berkembang. Dalam Survei Global WHO untuk Kesehatan Maternal dan Perinatal, bahwa rata-rata jumlah pelaksanaan SC adalah 33%, angka tersebut bahkan naik menjadi 51% pada rumah sakit swasta. Hasil dari survei tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah SC disertai dengan meningkatnya risiko penatalaksanaan antibiotik postpartum dan morbiditas serta mortalitas maternal, dan juga peningkatan jumlah kematian bayi (Abalos, 2009) .

(2)

2

404 persalinan perbulan, 30 % ditolong dengan tindakan seksio sesarea, yang mana 13,7 % disebabkan oleh gawat janin (Kasdu, 2003). Menurut WHO, standar rata-rata seksio sesarea di sebuah negara adalah sekitar 5–15%. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan survai demografi dan kesehatan tahun 2009-2010 mencatat angka persalinan seksio sesarea secara nasional berjumlah sekitar 20,5% dari total persalinan (Depkes, 2007).

Beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan angka persalinan dengan cara operasi seksio sesarea. Peningkatan yang sangat tinggi terjadi karena berbagai faktor. Beberapa diantaranya adalah faktor dari ibu sendiri dan juga faktor petugas kesehatan. Faktor ibu bisa berasal dari keadaan penyakit yang dialaminya serta faktor lain seperti usia, parietas, pekerjaan, tingkat pendidikan serta riwayat persalinan sebelumnya. Sekarang ini pasien sering meminta kepada dokter untuk melahirkan dengan cara operasi dengan alasan kecantikan dan alasan takut kesakitan saat melahirkan. Faktor eksternal berasal dari petugas kesehatan seperti tidak melakukan pemeriksaan antenatal dan juga alasan bisnis dengan melakukan seksio sesarea tanpa indikasi yang jelas (Gulardi, 2005).

(3)

3

penelitian lain menemukan bahwa presentase persalinan seksio sesarea pada rumah sakit-rumah sakit di kota besar seperti Jakarta dan Bali berada jauh di atas angka tersebut. Secara umum jumlah persalinan seksio sesarea dirumah sakit pemerintah adalah sekitar 20-25% dari total persalinan, sedangkan di rumah sakit swasta jumlahnya sangat tinggi yaitu sekitar 30-80 % dari total persalinan (Gondo, 2010).

Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong merupakan salah satu rumah sakit swasta yang ada di kabupaten sidoarjo, dimana angka kejadian seksio sesarea sangat tinggi juga. Menurut data rekam medis pada tahun 2010 mencatat 418 dari 623 total kelahiran hidup.

(4)

4

1.2 Rumusan Masalah

Berapakah angka kejadian seksio sesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong periode 1 Januari – 31 Desember 2011?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui angka kejadian seksio sesarea di Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong periode 1 Januari – 31 Desember 2011

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami persalinan seksio sesarea berdasarkan faktor umur, paritas.

b Untuk mengetahui distribusi ibu yang mengalami persalinan sectio cesarea berdasarkan indikasi seksio sesarea.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:

a. Sebagai bahan informasi dan masukan dalam meningkatkan pelayanan terutama dalam menangani masalah seksio sesarea. b. Untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami

persalinan seksio sesarea berdasarkan faktor mediko obstetri, meliputi: paritas, jarak persalinan, riwayat obstetri jelek.

(5)

KARYA TULIS AKHIR

ANGKA KEJADIAN SEKSIO SESAREADI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PUSDIK GASUM PORONG

PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2011

OLEH: SUSANTI

08020097

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(6)

i

ANGKA KEJADIAN SEKSIO SESAREADI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PUSDIK GASUM PORONG

PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2011

KARYA TULIS AKHIR Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh: SUSANTI

08020097

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(7)

ii

LEMBAR PENGESAHAAN LAPORAN HASIL PENELITIAN Telah disetujui sebagai hasil penelitian

untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang 9 Agustus 2012

Pembimbing I

dr. Kusuma Andriana, SpOG

Pembimbing II

dr. Abi Noor, SpAn

Mengetahui, Fakultas Kedokteran

Dekan,

(8)

iii Karya Tulis Akhir oleh Susanti ini

telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal : 9 Agustus 2012

Tim Penguji

dr. Kusuma Andriana, SpOG , Ketua

dr. Abi Noor, SpAn , Anggota

dr. Febri Endra Budi S, M.Kes , Anggota

(9)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb

Alhamdulillahirrabil’alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir

yang berjudul“Angka Kejadian Seksio Sesarea Di Rumah Sakit Bhayangkara

Pusdik Gasum Porong Periode 1 Januari – 31 Desember 2012”. Latar belakang kami mengambil judul tersebut karena Seksio sesarea (SC) semakin banyak dilakukan selama beberapa dekade terakhir ini baik di negara maju maupun berkembang..

Penulisan Tugas Akhir ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. dr. Irma Suswati, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran

2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran.

3. dr. Fathiyah Safitri, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran.

4. dr. Iwan Sis Indrawanto, Sp.KJ, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran.

5. dr. Kusuma Andriana SpOG selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi saran dalam

penyusunan karya tulis akhir.

6. dr. Abi Noor Wahjono SpAn selaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi saran dalam

penyusunan karya tulis akhir.

7. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes, selaku penguji yang telah

memberi kritik, saran dan bimbingan dalam penyusunan karya tulis

(10)

v

8. Segenap Dosen dan Staf Tata Usaha (TU) yang telah banyak membantu dan memberi banyak kemudahan dalam penyelesaian karya tulis akhir ini.

9. Seluruh staf BKIA Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong atas bantuan yang diberikan selama ini.

10.Orang tua tercinta, H. Samsul dan Hj. Sutilah terimah kasih atas kasih sayang, dukungan, semangat dan doa yang tiada henti.

11. Kakakku Suyanto, Intan Putri Ayu S dan Keponakannku tercinta: Michael Bryant R yang telah memberi support dan hiburan.

12.Sahabat tercinta Adhe Pusparani atas support, bantuan dalam penulisan dan telah banyak memberi masukan mengenai karya tulis akhir.

13.My best friend Haifa, Vivin, Umdah, Putri, Farid yang telah memberi support dan bantuan mengenai karya tulis akhir ini.

14.Teman-teman satu perjuangan di FK’08 yang telah memberi support dan telah banyak bertukar pikiran mengenai karya tulis akhir ini. Karya tulis akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis membuka diri atas segala saran, kritik membangun dari segala pihak. Semoga karya tulis akhir ini membawa manfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Malang, 26 Agustus 2012

(11)

vi ABSTRAK

Susanti. 2012. Angka Kejadian Seksio Sesaraea di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Tugas Akhir. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) Kusuma Andriana* (2) Abi Noor Wahyono**

Latar Belakang: Persalinan dengan cara operasi seksio saesarea semakin banyak dilakukan selama beberapa dekade terakhir ini baik di negara maju maupun berkembang. Peningkatan yang sangat tinggi terjadi karena faktor ibu maupun faktor dari janin. Tindakan seksio sesarea ini dilakukan untuk mencegah kematian janin maupun ibu, sehubungan dengan bahaya atau komplikasi yang terjadi apabila persalinan di lakukan pervaginam.

Tujuan: Mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi seksio saesarea di Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data secara total sampling.

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan kelompok usia paling banyak berusia 20-35 tahun (87.07%), tergolong multipara (63.6%) dengan alasan dilakukannya seksio sesarea karena adanya indikasi medis (79.7%). Indikasi medis terbanyak adalah karena faktor ibu (71.8%), faktor ibu paling banyak adalah karena riwayat seksio sesarea sebelumnya (28.4%) sedangkan faktor janin paling banyak adalah letak sungsang (34.2%).

Kesimpulan: Angka kejadian seksio sesarea kelompok usia terbanyak adalah 20-35 tahun dengan paritas paling banyak golongan multipara. dan indikasi seksio sesarea terbanyak adalah indikasi medis faktor ibu.

Kata Kunci: Faktor resiko, persalinan, seksio saesarea.

* : Staff pengajar Ilmu Obstetri dan Ginekologi FK UMM

(12)

vii ABSTRACT

Susanti. 2012. Rate of Caesarean Section in the Hospital of Bhayangkara Pusdik Gasum Porong over January 1st- December 31st Period. Undergraduate Thesis. Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Malang, Advisers: (1) Kusuma Andriana* (2) Abi Noor Wahyono**

Background: Caesarean section delivery rate has been rising over the last decades in both developed and developing countries. This high rate is either caused by maternal or fetal factor. Caesarean section is performed to prevents either maternal or fetal mortality due the risk or complication that could happen if vaginal birth is performed.

Objective: To investigate the risk factors for caesarean section in the hospital of Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

Method: This research was carried out with descriptive observational method and applied total sampling technique to collect the data.

Result: It was discovered from the result that most age group was 20-35 years (87.07%), included into multiparous (63,6%) with the most reason to have caesarean delivery was medical indication (71.8%). While the most medical indication that had been reported was maternal factor (71.8%), furthermore, the most reported maternal factor was history of previous caesarean delivery (28.4%) and the most reported fetal factor was breech presentation (34.2%).

Conclusion: Most reported age group is 20-35 years, multiparous women are most commonly found and medical indication from maternal factor is the most frequently reported.

keywords: Risk factor, delivery, caesarean section.

* : Department of Obstetrics and Gynecology Staff at Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Malang.

(13)

viii DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PENGUJIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR SINGKATAN ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... .... 1

1.2Rumusan Masalah ... .... 3

1.3Tujuan Penelitian ... .... 4

1.3.1Tujuan Umum ... .... 4

1.3.2Tujuan Khusus ... .... 4

1.4Manfaat Penelitian ... .... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... ... 5

2.1 Seksio Sesarea ... .... 6

2.1.1 Definisi Seksio Sesarea ... .... 6

2.1.2 Jenis-Jenis Seksio Sesarea ... .... 6

2.1.3 Epidemiologi Seksio Sesarea ... .... 8

(14)

ix

2.1.5 Indikasi Seksio Sesarea ... 14

2.1.6 Teknik Seksio Sesarea ... 19

2.1.7 Keuntungan Seksio Sesarea ... 21

2.1.8 Kerugian Seksio Sesarea ... 22

2.1.9 Mortalitas Pada Seksio Sesarea ... 22

2.1.10 Morbiditas Pada Seksio Sesarea ... 23

2.1.11 Komplikasi Tindakan Seksio Sesarea ... 23

2.1.12 Prognosis Seksio Sesarea ... 24

2.1.13 Kerangka Teori ... 26

BAB 3 METODE PENELITIAN... 28

3.1 Desain Penelitian ... 28

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 28

3.3.1 Populasi ... 28

3.3.2 Sampel ... 28

3.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 28

3.5 Karakteristik Sampel Penelitian ... 29

3.5.1 Kriteria Inklusi ... 29

3.5.2 Kriteria Eksklusi... 29

3.5.3 Definisi Operasional ... 29

3.6 Prosedur Penelitian ... 31

3.6.1 Alur Penelitian ... 31

3.7 Hasil Penelitian ... 32

BAB 4 HASIL PENELITIAN ... 33

4.1Distribusi Frekuensi Persalinan Spontan dan Seksio Sesarea ... 33

4.2 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Usia ... 34

4.3 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Paritas ... 35

4.4 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Riwayat Obstetri Jelek .... 36

4.5 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Seksio Sesarea .. 37

4.6 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Janin ... 38

4.7 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Ibu ... 39

(15)

x

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 47

7.1 Kesimpulan ... 47

7.2 Saran ... 47

(16)

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

4.1Distribusi Frekuensi Persalinan Spontan dan Seksio Sesarea ... 33

4.2 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Usia ... 34

4.3 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Paritas ... 35

4.4 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Riwayat Obstetri Jelek ... 36

4.5 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Seksio sesarea ... 37

4.6 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Janin ... 38

(17)

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

4.1 Distribusi FrekuensiPersalinan Spontan dan Seksio Sesarea ... 34

4.2 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Usia ... 35

4.3 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Paritas ... 35

4.4 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Seksio Sesarea ... 36

4.5 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Janin ... 37

4.6 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Indikasi Ibu ... 39

(18)

xiii

OP :Oedem porsio

Letsu : Letak sungsang Letli : Letak lintang KMN : Ketuban minimum

Flo : Floating

RSC : Riwayat Sc

KPD : Ketuban minimum

BB : Bayi besar

APS : Atas permintaan sendiri CPD : Cepalo Pelvic disproportion

K1L : Kala 1 Lama

K2L : Kala 2 Lama

ODG : Oksitosin Drip Gagal PEB : Preeklampsia Berat PER : Preeklampsia Ringan

MKN : Mekonium

PPR : Placenta Previa

IUFD : Intra Uterin Fetal Death

VV : Varises Vagina

GE : Gemelli

OH : Oligohidramnion

(19)

xiv

(20)

xv

DAFTAR PUSTAKA

Abalos E, 2009, ’Surgical techniques for caesarean section: RHL commentary’ .The WHO Reproductive Health Library, World Health Organization,

Geneva, diakses 21 Juli 2012,

<http/childbirth/caesarean/CD004662_http://apps.who.int/rhl/pregnancy_ childbirth/childbirth/caesarean/CD004662 abalose_com/en/index.html> Achadiat MC, 2004,Obstetri dan Ginekologi. EGC. Jakarta, pp. 645-691.

Boyle Maureen., 2004, Kedaruratan dalam Persalinan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta, pp 323-357

Bratakoesoema DS, 2004, Distosia. Dalam: Sastrawinata S, Martaadisoebrata D, Wirakusuma, FF,2004. Ilmu Kesehatan Reproduksi: Obstetri Patologi. Jakarta: EGC, pp.131-151, 155-157.

Cunningham FG, 2006, Obstetri Williams, Edisi Ke-21, EGC : Jakarta, pp. 685-688, 592-604

Chhetri, S dan Singh, U, 2011, 'Caesarean Section: its rates and indications at a tertiary referral center in Eastern Nepal’, Koirala Institute of Health Sciences, vol.9, no. 3, diaksespada 29 Agustus 2012. http://www.nepjol.info/index.php/HREN/article/download/5587/4602 Chou CY, Liang PC, Chen CA, dan Lee CN, 2007, "Cervical Abscess with

Vaginal Fistula after Extraperitoneal Cesarean Section", National Library of Medicine National Institutes of Health, diakses pada 29 Agustus 2012. <http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18194912>

Dabbas, M dan Al-Sumadi, A, 2007, ‘Cesarean section delivery: much room for reduction’, US National Library of Medicine National Institute of Health,

diaksespada29 Agustus 2012.

<http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17937087>

Duhan, N., Paul, A., Duhan, U., Anjali, 2010, 'Meconium Staining of Amniotic Fluid- A Poor Indicator of Fetal Compromise', JK. Science, vol.12, no. 4,

diaksespada 29 Agustus 2012.

http://www.jkscience.org/.../Meconium%20Staining%20of%20Amniotic %2

Depkes RI, 2007, Profil Kesehatan Indonesia 2005. Jakarta, diakses 24 februari 2011,

<http://www.depkes.go.id/downloads/profil/Profil%20Kesehatan%20Indo nesia%202005.pdf>

(21)

xvi

Dillen, J., Meguid, T., Vera, P., danRoosmalen, J, 2007, ‘Caesarean section in a semi-rural hospital in Northern Namibia’, Biomed Central Pregnancy and Birth, vol, 7, no. 2, diaksespada 29 Agustus 2012. <http://www.biomedcentral.com/1471-2393/7/2/>

Dutta DC, 2004. Text Book Of Obstetrics Including Perinatology and Contraception. Edisi ke-6, Central, Calcuta, pp.243-249.

Fuqlsang, K dan Petersen K. 'New local hemostatic treatment for postpartum hemorrhage caused by placenta previa at cesarean section, National Library of Medicine National Institutes of Health, diakses pada 29 Agustus 2012. <http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20521867>

Gondo HK, 2010, Pro I Operasi Sectio Caesarea di SMF Obstetri, dan Ginekologi RSUP Sanglah, Denpasar Bali Tahun 2001, dan 2006.

Joy S, 2011, ‘Caesarean Delivery’, Medscape Reference Drugs, Diseases &

Procedures, diunduh pada 21 Juli 2012

<http://emedicine.medscape.com/article/263424-overview#showall> Kasdu D, 2005, Operasi caesar masalah dan solusinya. Puspa Swara. Jakarta. Mochtar, R 1998, Sinopsis obstetric jilid II, EdisiKe- 2, EGC, Jakarta, pp 227-240 Oxorn, H& Forte, WR 2010, Ilmu kebidanan: patologi dan fisiologi persalinan,

Edisi Ke-2, Yayasan Essentia Medica. Yogyakarta, pp 425-428

Parisaei, Shailendra, Panay, and Ryan, 2008. Obstetrics and Gynaecology. Second edition. Philadelphia: Mosby Elsevier.pp: 186

Pradjatmo, H 2004, Analisis factor resiko kegagalan persalinan pervaginam pada ibu-ibu hamil dengan riwayat seksio Caesar kehamilan sebelumnya, Berkala Ilmu Kedokteran, vol. 36, no. 3, pp 159-165.

Rezkita A, 2007, Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan melalui operasi sesar, skripsi, Universitas Indonesia.

Royston E, 2003, Pencegahan Kematian Ibu Hamil, EGC, Jakarta, pp. 176-205. Sadiman, M.Ridwan, 2009, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan

Seksio Caesarea Ddi RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2008. Jurnal Kesehatan Vol II No. 2. Edisi Des 2009, di unduh pada 07 juni 2012 <http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/2209110>

Shen, XF, 2009, 'Fluid Management for Cesarean Section', Nanjing Medical

University, diakses pada 29 agustus 2011

(22)

xvii

Sibuea, DH 2007, Manajemen seksio sesarea emergensi, masalah dan tantangan,

diunduh pada 5 Mei 2012,

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/756/1/08E00135.pdf. Sinaga Ezra, 2009, Karakteristik Ibu yang Mengalami Persalinan dengan Seksio

Sesarea yang dirawat Inap di RSUD. Sidikalang Tahun 2007. Skripsi.

FKM USU. Di unduh 25 april 2012

<http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14620/1/09E00837>. Suryani, 2007, Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin dan Antenatal Care dengan

Perdarahan Pasca Persalinan Di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan Tahun 2007, Jurnal Ilmiah Pannmed, volume 3 2008.

Wijaya R, 2008. Kesehatan ReproduksiWanita. diakses pada 10 Juni 2010. <http://www.dradio1034fm.or.id/detail.php?id=2064>

Williams 2002, Obstetri Williams. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, pp.592-602

Winkjosastro H, 2005, Ilmu Bedah Kebidanan. Edisi pertama cetakan VI. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, pp. 133-135.

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN LAMA PECAHNYA KETUBAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI PERINATAL PADA PASIEN KETUBAN PECAH DINIv. DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH PONOROGO PERIODE JANUARI –

Simpulan Kasus Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Immanuel paling tinggi pada bulan Juni, lebih banyak pada perempuan, paling sering pada kelompok usia

Pada penelitian ini dapat disimpulkan prevalensi cholelithiasis di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode 1 Januari – 31 Desember 2012 sebanyak 192 kasus dengan

Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan data retrospektif berupa data rekam medik penderita infark miokardium rawat inap di Rumah Sakit

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi stroke yang terjadi di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode 1 Januari – 31 Desember 2009, jumlah kejadian

3. Ekstraksi Sungsang {Total Breech Extraction). Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. Prosedur Ekstraksi sungsang terdapat 2 teknik yaitu teknik ekstraksi kaki

4.10 Luaran Perinatal pada bayi yang dilahirkan oleh pasien bekas sesar dengan operasi sesar sekunder di Rumah Sakit Immanuel Bandung Tahun 2010

4.3 Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Berdasarkan Transmisi Penularan Penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Periode 1 Januari 2013-31 Desember