• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN MESIN PENGERING BUAH MANGGA KAPASITAS 50 KG/PROSES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANCANGAN MESIN PENGERING BUAH MANGGA KAPASITAS 50 KG/PROSES"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

I. Pengenalan dan Latar Belakang

Dokumen ini merupakan tugas akhir Riqi Zainul Erfin dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, yang membahas perancangan mesin pengering buah mangga dengan kapasitas 50 kg/proses. Abstrak menjelaskan potensi besar buah mangga di Indonesia dan kebutuhan untuk meningkatkan daya simpannya melalui pengeringan. Pengeringan mangga bertujuan untuk mengurangi kadar air hingga batas tertentu, sehingga menghasilkan produk berkualitas tinggi jika prosesnya tepat. Perancangan ini difokuskan pada penentuan jenis mesin pengering yang tepat, dengan kapasitas 50 kg/proses dan menggunakan uap air panas sebagai media pengeringan. Mesin dirancang berbentuk persegi dengan rak-rak berlubang untuk menampung buah mangga. Hasil perancangan menunjukkan beban pemanasan 72.935,184 kj dengan energi 10.13 kw, dan waktu pengeringan selama 2 jam pada suhu 70°C. Kata kunci yang digunakan adalah: Mesin pengering, Mangga. Bagian pendahuluan juga merumuskan masalah, tujuan perancangan (menentukan jenis mesin pengering yang tepat), manfaat perancangan, dan batasan masalah yang dikaji dalam penelitian. Sebagai contoh, terlihat komitmen penulis untuk menghasilkan desain mesin pengering yang efisien dan efektif, seperti yang tersirat dalam detail perhitungan beban pemanasan dan waktu pengeringan yang telah ditentukan.

II. Tinjauan Pustaka dan Metodologi

Bab II membahas tinjauan pustaka yang mencakup pengertian dan manfaat buah mangga, teori dasar pengeringan, mekanisme pengeringan, jenis-jenis mesin pengering (dengan ilustrasi gambar berbagai jenis mesin pengering seperti tipe rak, berputar, beku, dan semprot), pemilihan mesin pengering yang sesuai dengan kebutuhan, komponen-komponen mesin pengering, proses perpindahan panas (konduksi, konveksi, radiasi), aliran viskositas, koefisien perpindahan kalor menyeluruh, dan penguapan. Bab ini memberikan dasar teoritis yang kuat untuk perancangan mesin pengering. Bab III menjelaskan metodologi penelitian, mulai dari konsep desain awal (dengan gambar konseptual mesin pengering), diagram alir perancangan, langkah-langkah perancangan, analisis dan perhitungan, hingga variabel-variabel yang terlibat. Metodologi yang sistematis dan terstruktur ini memastikan proses perancangan dilakukan secara ilmiah dan terukur. Daftar pustaka yang disediakan menunjukkan sumber-sumber rujukan yang kredibel dan relevan dalam bidang teknik mesin dan pengolahan pangan, seperti buku “Perpindahan Kalor” oleh Holman dan buku tentang teknologi pengawetan pangan. Ini menunjukkan upaya penulis untuk melakukan riset yang komprehensif.

III. Perhitungan Perancangan dan Hasil

Bab IV merupakan inti dari tugas akhir ini, yang berisi perhitungan perancangan secara detail. Bagian ini meliputi data perancangan, perhitungan dimensi ruang pengering, perhitungan beban pemanasan bahan (termasuk panas air dalam bahan dan panas penguapan air), perhitungan beban pemanas pada berbagai komponen mesin pengering (dinding dalam, dinding luar, pintu, dan cerobong uap), kebutuhan air setiap kali proses pengeringan, dan pemakaian bahan bakar setiap kali proses pengeringan. Detail perhitungan yang lengkap dan terperinci menunjukkan ketelitian dan kedalaman analisis yang dilakukan. Penggunaan rumus-rumus dan data teknis yang tepat mendukung validitas hasil perancangan. Data-data seperti kandungan buah mangga (Tabel 2.1) juga dilampirkan untuk mendukung perhitungan yang dilakukan. Perhitungan yang detail ini memungkinkan replikasi dan verifikasi hasil oleh peneliti lain. Adanya perhitungan beban panas pada berbagai komponen menunjukkan pertimbangan yang menyeluruh terhadap aspek efisiensi energi dan ketahanan mesin.

IV. Kesimpulan dan Saran

Bab V menyimpulkan hasil perancangan mesin pengering buah mangga dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulannya menjabarkan spesifikasi mesin pengering yang telah dirancang, seperti kapasitas, dimensi, beban pemanasan, dan waktu pengeringan. Saran yang diberikan kemungkinan meliputi usulan perbaikan desain, penggunaan material yang lebih efisien, atau eksplorasi sumber energi alternatif. Dokumen ini bernilai praktis tinggi karena memberikan panduan perancangan mesin pengering buah mangga yang spesifik dan terukur. Hal ini dapat bermanfaat bagi petani mangga, industri pengolahan mangga, atau mahasiswa teknik yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang perancangan mesin pengering. Ketersediaan detail perhitungan dan gambar-gambar pendukung mempermudah pemahaman dan implementasi desain. Meskipun fokus pada mesin pengering mangga, prinsip dan metodologi yang digunakan dapat diaplikasikan pada perancangan mesin pengering untuk komoditas pertanian lainnya. Oleh karena itu, dokumen ini memiliki potensi kontribusi yang signifikan dalam pengembangan teknologi pasca panen di Indonesia.

Referensi Dokumen

  • Perpindahan Kalor ( Holman, Jp )
  • Teknologi Pengawetan Pangan ( Suharto, Ir. )
  • Mangga Budidaya dan Pasca Panen ( Tardan Suryaman, Ir. )

Gambar

Gambar 1.1 : Alat pengering jenis tray dryer.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu industri kecil yang perlu di perhatikan adalah industri pembuat tepung pisang yang menggunakan sinar matahari sebagai sarana untuk proses pengeringan..

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “ Perancangan Turbin Air Propeller Sumbu Horizontal ” Yang diajukan untuk memperoleh gelar sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “ PERANCANGAN BELT CONVEYOR UNTUK ECENG GONDOK DENGAN KAPASITAS 1310 Ton/Jam ” yang diajukan untuk mempero leh gelar sarjana

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “PERANCANGAN KETEL UAP PIPA AIR KAPASITAS 150 TON/JAM” yang diajukan untuk memperoleh gelar sarjana S1 pada Jurusan Teknik

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “ Perancangan Pemanas Air Tenaga Surya ” Yang diajukan untuk memperoleh gelar sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas

Pada penelitian selanjutnya akan lebih baik apabila untuk mendapatkan proses pengeringan yang lebih cepat, diperlukan penambahan kipas di ruang mesin pengering briket,

Perancangan mesin pengaduk adonan roti dengan kapasitas 43 kg yang secara rinci menjabarkan elemen mesin yang digunakan meliputi menghitung daya motor penggerak, diameter

Perancangan mesin pengaduk adonan roti dengan kapasitas 43 kg yang secara rinci menjabarkan elemen mesin yang digunakan meliputi menghitung daya motor penggerak, diameter