• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MODUL 1

UJI HIPOTESIS SAMPLE T-TEST 1.1 Tujuan Praktikum

1. Mampu memahami Uji Hipotesis dari parameter rata-rata satu populasi dan dua

populasi

2. Mampu menyelesaikan persoalan Uji Hipotesis rata-rata satu populasi dan dua

populasi menggunakan software SPSS

1.2 Tugas Pratikum

1. Membuat dan mencari dari sumber terpercaya untuk sejumlah data yang akan

diolah kemudian tampilkan dalam bentuk tabel data historis dengan jumlah

data minimal sejumlah 30 data.

2. Melakukan perhitungan Uji Hipotesis Sample t-Test (One Sample t-Test,

Paired Sample t-Test, Independent Sample t-Test) dari sejumlah yang telah

didapat dengan menggunakan software SPSS.

3. Melakukan bahasan dari hasil sejumlah hasil olahan yang didapat hingga

tentukan kesimpulan keputusan yang didapat.

1.3 Latar Belakang

Praktikum ini dilatar belakangi oleh sebuah penugasan yang berbeda pada mata kuliah Statistika Industri yaitu yang judul “Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence” untuk melakukan uji hipotesis sample t-test. Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kata rata-rata yang dapat dibaca oleh

responden salama 3 menit apakah kata yang dibaca sebanyak 540 kata atau tidak

dalam waktu 3 menit oleh responden tampa diberi treatment, untuk mendapatkan

kesimpulan dari hal tersebut maka dilakukan uji One sampel t-test pada data yang

telah dibaca respondent, data yang dibutuhkan sebanyak 30 sampel. Kemudian

untuk mengetahui perbedaan jumlah kata yang dibaca responden tampa treatment

dan dengan treatment dengan masing-masing waktu selama 3menit apakah ada

berbeda atau tidak maka dilakukan uji hipotesis paired sampel t-test. lalu dilakukan

pengujian yang terakhir yaitu membandingkan antara responden angkatan 2013 dan

(3)

waktu 3 menit maka dilakukan uji hipotesis independent sampel t-test untuk

mendapatkan kesimpulan. Dengan adanya praktikum uji hipotesis t-test ini maka

praktikan bisa mengambil keputusan mengenai jumlah perolehan rata-rata kata

selama 3 menit berdasarkan data sudah didapat dengan melakukan pengujian one

sample t-test, paired sample t-test dan independent sample t-test mengunakan

software SPSS.

1.4 Pengolahan Data 1.4.1 Deskripsi Kasus

1.4.1.1. One Sample t-Test

Pada One Sample t-Test im, mahasiswa/responden diberikan jurnal

yang sudah ditentukan oleh asisten laboratorium, yaitu “ Pendidika Karakter Berbasis Multiple Intelligence “ untuk dibaca tampa diberi treatment (membaca biasa) terlebih dahulu selama 3 menit. Setelah itu maka hasilnya

dicatat jumlah kata yang dibaca oleh responden. Data yang dibutuhkan

untuk dijadikan sampel sebanyak 30 responden.

1.4.1.2. Paired Sample t-Test

Data Paired Sample t-Test ini digunakan untuk membandingkan

banyaknya kata yang terbaca oleh responden, baik sebelum dan sesudah

diberi treatment tertentu. Data tampa treatment didapat dari data responden

One Sample t-Test. Kami berikan treatment dan meminta untuk mengulangi

membaca jurnal yang sudah dibaca tersebut. Setelah itu dicatat jumlah kata

yang telah terbaca para responden diberikan treatment, dengan waktu 3

meint yaitu sama dengan waktu yang diberikan pada data One Sample

t-Test.

1.4.1.3. Independent Sample t-Test

Data Independent Sample t-Test ini bertujuan untuk membandingkan

rata-rata dari dua kelompok yang berbeda, yaitu jumlah kata yang dibaca

responden angkatan 2013 dan responden angkatan 2014. Data ini diperoleh

dari data Paired Sample t-Test yang diberi treatmen. Data tersebut

dibandingkan anatara responden angkatan 2013 dan responden angkatan

(4)

responden angkatan 2013 lalu dicari rata-ratanya dibandingkan rata-rata

responden responden angkatan 2014 dengan mengunakan waktu yang sama

yaitu 3 menit.

1.4.1.4. sumber dan jenis treatment

Jenis treatment yang dibeikan kepara para responden yaitu metode

skimming dan metod scanning. Metode ini dianggap seabagai metode yang

paling efektif untuk memahami dan mengetahui isi jurnal yang dibaca

dengan cepat dan tepat, mangkannya metode ini yang dipilih untuk

diberikan kepada respondent. Diambil dari sumber internet pada website

http://www.lpmmarhaenubk.com/2014/06/teknik-membaca-cepat-skimming-dan.html pada 07/11/2015 pada pukul 12:51 PM.

1.4.2 Tabel Data Historis 1.4.2.1. One Sample t-Test

4 saelendra adi saputra 14522327 678

5 syayyid lukman 14522283 735

6 aditya nanda 13522281 667

7 jufrizal 13522201 650

8 azhar basyir 13522279 701

9 novia purwitasari 13521185 693

10 nadhya chairiza fitri 13521106 787

11 derry sundana 14522263 704

12 riyan prasetyo 14521297 688

13 giyan setyowati 14521289 749

(5)

20 hario s 13521125 653

21 wahyu sulistyawan 13521223 677

22 wari sandi 14525071 841

23 muhammad farid abdurrahman 14525074 601

24 rian nur adiyatama 14525062 739

25 mhd hamzah fansuri 14525101 605

26 shinichi 14525071 748

27 ulil fawaaid 13525064 705

28 muhammad wahyu putra 13525056 665

29 muhamad zulkarnain 13525063 732

30 ahmad faza farkhani 13525048 678

1.4.2.2. Paired Sample t-Test

Tabel 2. Paired Sample t-Test

(6)

20 hario s 653 866

1.4.2.3. Independent Sample t-Test

Tabel 3. Independent Sample t-Test kelompok 1 (angkatan 2014)

NO NAMA NIM

4 saelendra adi saputra 14522327 870

5 syayyid lukman 14522283 899

6 derry sundana 14522263 912

7 riyan prasetyo 14521297 890

8 giyan setyowati 14521289 1003

9 nadia ingrida 14521276 861

10 rany atma widyanti 14521274 891

11 wari sandi 14525071 911

12 muhammad farid

abdurrahman 14525074 1124

13 rian nur adiyatama 14525062 909

14 mhd hamzah fansuri 14525101 948

15 shinichi 14525071 906

(7)

NO NAMA NIM Jumlah Kata Setelah Treatment

1 aditya nanda 13522281 877

2 jufrizal 13522201 901

3 azhar basyir 13522279 930

4 novia purwitasari 13521185 881

5 nadhya chairiza fitri 13521106 922

6 sapta hadi kesuma 13521226 943

7 risky andi 13521119 870

8 sawaludin 13521118 978

9 erika dwi yosiana 13521206 1012

10 hario s 13521125 866

11 wahyu sulistyawan 13521223 1007

12 ulil fawaaid 13525064 993

13 muhammad wahyu

putra 13525056 871

14 muhamad zulkarnain 13525063 971

15 ahmad faza farkhani 13525048 889

1.4.3 menentukan Ho dan Ha, tingkat probabilitas kesalahan (p), dan kriteria pengujian

1.4.3.1. One Sample t-Test

a. Ho dan Ha

Ho = Jumlah kata rata-rata yang dibaca responden tanpa

treatment adalah 540 selama 3 menit.

Ha = Jumlah kata rata-rata yang dibaca responden tanpa

treatment bukan 540 selama 3 menit.

b. Tingkat Probabilitas Kesalahan (α) = 0,05

c. Kriteria Pengujian

Jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak, maka Jumlah

rata-rata kata yang dibaca responden tanpa treatment bukan 540

selama 3 menit.

Jika signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima, maka Jumlah

rata-rata kata yang dibaca responden tanpa treatment adalah 540

selama 3 menit adalah 540.

(8)

a.Ho dan Ha

Ho = Tidak ada perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca

selama 3 menit sebelum dan sesudah diberi treatment.

Ha = Ada perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca selama

3 menit sebelum dan sesudah diberi treatment.

b.Tingkat Probabilitas Kesalahan (α) = 0,05

c.Kriteria Pengujian

Jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak, maka ada perbedaan

rata – rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit sebelum dan

sesudah diberi treatment.

Jika signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima, maka tidak ada

perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit

sebelum dan sesudah diberi treatment.

1.4.3.3. Independent Sample t-Test

a. Ho dan Ha

Ho = Tidak ada perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca

selama 3 menit dengan treatment antara kelompok 1 dan

kelompok 2.

Ha = Ada perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca selama

3 menit dengan treatment antara kelompok 1 dan kelompok 2.

b. Tingkat Probabilitas Kesalahan (α) = 0,05

c. Kriteria Pengujian

Jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak, maka ada perbedaan

rata – rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit dengan

treatment antara kelompok 1 dan kelompok 2.

Jika signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima, maka tidak ada

perbedaan rata – rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit

dengan treatment antara kelompok 1 dan kelompok 2.

1.4.4 Cara Kerja

1. One Sample t-Test

(9)

1.Tampilan pertama SPSS, klik variabel view pada bagian bawah

Gambar 1. Tampilan utama pada SPSS

2. Pada kolom Nama diisi kata_terbaca, pada label diisi kata terbaca dan measure diisi nominal karna mencari nilai bilngan.

Gambar 2. Tampilan pada menu variabel view

(10)

Gambar 3. Penyimputan data ke dalam SPSS

4. Menu analyse > descriptive statistics > explore maka akan tampil seperti dibawah ini.

Gambar 4.langkah menu explore

5. Pada tampilan Explore, maka data yang ada diruas kiri dipindah

(11)

Gambar 5. Jendela One Sample Shapiro Wilk dan

Explore : Statistics

6. Klik plot akan tampil seperti dibawah ini pada boxplots pilih factor levels together, descriptive pilih stem-and-leaf dan centang normality plots with tests > continue,

Gambar 6. Jendela Explore : Plots

(12)

Gambar 7. Hasil Test of Normality

Hipotesis :

Ho : Sampel mewakili seluruh populasi.

Ha : Sampel tidak mewakili seluruh populasi.

Kesimpulan :

Dari uji normalis pada SPSS didapat kan hasilya bahwa nilai

kolmogorov-smirnov signigikan (sig) adalah 200 atau

probabilitas lebih dari 0,05 maka Ho diterima berarti sampel

mewakili seluruh sampel.

1.4.4.2 Perhitungan Menggunakan SPSS

Sebelum mengolah data menggunakan SPSS terlebih dahulu

menbuat nama datanya

1. Klik variable view pada sebelah kiri bawah jendela SPSS dan

pada menu Name klik 2 kali lalu ketik nama seperti dibawah ini.

Gambar 8. Variabel View

2. Masukkan data yang ada di miscrosoft excel pada data view

(13)

Gambar 9. Penyimputan data ke dalam SPSS

3. Pilih Analyze untuk memulai t-Test, pada submenu pilih

Compare Means kemudian pilih One Sample t-Test.

Gambar 10. One Sample t-Test

4. Maka akan muncul jendela One Sample t-Test. Pindahkan variable kata_terbaca ke Test Variable(s) dengan mengklik

tanda panah ke kanan dan isikan Test Value dengan t hitung

(14)

Gambar 11. Jendela One Sample t-Test

5. Klik Option kemudian akan muncul jendela seperti dibawah ini.

Isi confidence interval percentage sebesar 95%.

Gambar 12. Jendela Option

6. Klik Continue kemudian Ok, maka akan muncul tabel seperti

(15)

Gambar 13. Hasil One Sample t-Test

2. Paired Sample t-Test

1.4.4.3 Uji Normalitas

1. Klik File > New > Data, maka SPSS akan membuat jendela baru,

klik Name 2 kali lalu ketik nama sebelum_treatment pada baris 1

dan setelah_treatment pada baris 2, jangan lupa measure pilih

nominal kedua-duanya.

Gambar 14. Tampilan menu variabel view

(16)

Gambar 15. Penginputan data pada SPSS

3. klik menu Analyze, lalu submenu Descriptive Statistics. pilih

Explore, lalu akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah

ini. Pindahkan semua variable ke kotak Dependent List dengan

meng-klik tanda panah ke kanan,

Gambar 16. Jendela One Sample Shapiro Wilk

4. Klik Plots dan akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini,

centang sesuai pada gambar lalu klik continue. Lalu Ok pada

(17)

Gambar 17. Jendela Explore: Plots

5. Setelah diklik Ok Maka akan tampil seperti dibawah ini.

Gambar 18. Tests of Normality

Hipotesis :

Ho : Sampel mewakili seluruh populasi.

Ha : Sampel tidak mewakili seluruh populasi.

Kesimpulan :

Dari uji normalis pada SPSS didapat kan hasilya bahwa nilai

kolmogorov-smirnov signigikan (sig) pada kata_sebelum_trearment

adalah 200 atau probabilitas lebih dari 0,05 maka Ho diterima berarti

sampel berdistribusi normal. signigikan (sig) pada

kata_setelah_trearment adalah 0.01 atau probabilitas kurang dari 0,05

(18)

1.4.4.4 Perhitungan Menggunakan SPSS

1. Klik menu Analyze > Compare Means > Paired-Sample t-Test

seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 19. Langkah untuk analyze Paired Sample t-Test 2. Pada tampilan Paired Sample t-Test pindahkan

kata_sebelum_treatment dan kata_setelah_treatment ke paired

variables dengan mengklik tanda panah yang ada

ditengah-tengah.

Gambar 20. Jendela Paired Sample t-Test

3. Klik Option kemudian akan muncul jendela seperti dibawah ini.

(19)

Gambar 21. Jendela Paired Sample

t-Test : Options

4. Klik Ok untuk mengetahui hasilnya

Gambar 22. Jendela Paired

Sample Statistics

Dari hasil output dapat diketahui bahwa nilai rata – rata jumlah

kata yang dibaca sebelum dan sesudah treatment masing –

masing 701,9 dan 924,3 dengan jumlah data (responden) adalah

30 orang.

Gambar 23. Jendela Paired Sample Correlations

(20)

1.4.4.5 Uji Normalitas

1. Klik File > New > Data. Maka dibuatlah data seperti dibawah ini,

pada data kelompok klik Value labels ketik

Value : 1, Labels : angkatan 2013 > Add

Value : 2, Labels : angkatan 2014 > Add > Ok.

Gambar 24. Jendela variabel view dan jendela value labels

2. Data diinputkan dari microsoft excel dengan kode yang dibuat

sebelumnya pada microsoft excel maka akan muncul seperti

dibawah ini, untuk mengecek kebenaran kodenya maka klik

submenu value labels seperti warna kuning dibawah ini maka

(21)

Gambar 25. Penginputan data ke data view pada SPSS

3. Klik menu Analyze > descriptive statisitcs > explore seperti pada

(22)

Gambar 26.langkah menu explore

2. Maka akan tampil dialog seperti dibawah ini

Gambar 27. Menu explore

3. Pimdahkan data yang ada diruas kiri keruas kanan dengan

mengunakan tanda panah yang ada pada masing-masing tabel.

Untuk data jumlah_kata dipindah ke descriptive list dan data

(23)

Gambar 28. Jendela explore setelah data dipindah.

4. Klik Plots dan akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini,

centang sesuai pada gambar lalu klik continue.

Gambar 29. Jendela explore : Plots

5. Klik Ok maka akan tampil tabel seperti dibawah ini.

(24)

Hipotesis :

Ho : Sampel mewakili seluruh populasi.

Ha : Sampel tidak mewakili seluruh populasi.

Kesimpulan :

Dari uji normalis pada SPSS didapat kan hasilya bahwa nilai

kolmogorov-smirnov signigikan (sig) pada jumlah kata adalah 0,001

atau probabilitas kurang dari 0,05 maka Ho ditolak mak sampel

berdistribusi tidak normal berarti sampel tidak mewakili seluruh

sampel.

1.4.4.6 Perhitungan Menggunakan SPSS

1. Pada jendela data view dilakukan langkah-langkah seperti pada

gambar dibawah ini.

Gambar 31. Langkah untuk independent sampel t-tests.

2. Maka akan tampil dialog seperti dibawah ini pindahkan data yang

ada diruas kiri keruas kanan dengan mengunakan tanda panah. Test

(25)

Gambar 32. Jendela Independent

Sample Correlations

3. Pada grouping variable diklik maka akan tampil seperti dibawah ini.

Menu Define groups pada group 1 diisi 1 dan group 2 diisi 2. Lalu

continue

Gambar 33. Jendela Define Groups

4. Kemudian kik Ok maka data akan menampilkan hasilnya.

Gambar 34. Jendela Group Statistics

Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata jumlah

kata angkatan 2013 dan angkatan 2014 masing-masing 927,4 dan

(26)

Gambar 35. Jendela Independent Sample Test

1.4.5 Hasil dan Analisis Output SPSS 1.4.5.1. One Sample t-Test

Gambar 36. Jendela One Sample Statistics

Dari hasil tersebut diketahui bahwa nilai sing 0,000 ( sig.(2-tailed))

yang artinya 0,00 < 0,05 berarti Ho ditolak maka jumlah kata rata-rata

yanag dibaca oles responden tampa treatment dalam 3 menit bukan 540

kata.

(27)

Gambar 37. Jendela Paired Sample Statistics

Gambar 38. Jendela Paired Sample Correlations

Dari hasil pengujian diketahu bawha sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho di

tolak, maka dapat disimpulkan bawha rata-rata jumlah kata yang dibaca

responden selama 3 menit tidak sama dengan dengan rata-rata jumlah

kata yang dibaca setelah dikasih treatment dengan mengunakan waktru

yang sama.

1.4.5.3. Independent Sample t-Test

Gambar 32. Jendela Independent Sample Test

Dari hasil pengujian diketahui bawha sig. (2-tailed)

>

0,05 yaitu 0,775 >

(28)

perbedaan rata-rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit dengan diberi

treatment kepada masing-masing kelompok.

1.4.6 Kesimpulan dibandingkan, maka t hitung SPSS berada diluar angka – angka perhitungan t

tabel. Sehingga Ho ditolak. Karena Sig. (2-tailed) <0,05 maka Ho ditolak.

Oleh karna itu diambil disimpulkan bahwa jumlah kata rata-rata yang

dibaca oleh responden tanpa treatment selama 3 menit bukan 540 kata.

b. Paired Sample t-Test

Dari tabel kedua diperoleh nilai t hitung SPSS sebesar -30,499 sedangkan

nilai −��

2,� dan � �2,� adalah -2,045. Jika dibandingkan, maka nilai t hitung < t tabel, sehingga Ho ditolak. Selain itu, Sig.(2-tailed) diperoleh sebesar

0,000 berarti <0,05 maka Ho ditolak.

Oleh karna itu diambil disimpulkan bahwa ada perbedaan rata – rata

jumlah kata yang dibaca selama 3 menit oleh responden sebelum dan sesudah

diberi treatment.

c. Independent Sample t-Test

Dari output kedua diperoleh nilai t hitung SPSS sebesar 0.284

sedangkan nilai −��

2,� dan ��2,� adalah -2,048. Jika dibandingkan, maka nilai t hitung > t tabel, sehingga Ho diterima. Selain itu, Sig.(2-tailed)

diperoleh sebesar 0,775 berarti > 0,05 maka Ho diterima.

Oleh karna itu diambil disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata –

rata jumlah kata yang dibaca selama 3 menit dengan treatment antara

(29)

Gambar

Tabel 3. Independent Sample t-Test kelompok 1 (angkatan 2014)
Gambar 2. Tampilan pada menu variabel view
Gambar 4.langkah menu explore
Gambar 6. Jendela Explore : Plots
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan Laporan Akhir Praktikum Statistika Industri ini banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, dan kerjasama

Penelitian ini mengusulkan suatu model matematis dalam rangka penerapan agile supply chain sayuran segar yang memberikan manfaat bagi pelaku dalam supply chain yaitu

Antropometri secara luas dapat digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perancangan atau desain produk maupun sistem kerja yang akan digunakan manusia.Dengan

Sistem pengendalian kualitas yang akan dilakukan pada penelitian ini sistem pengendalian kualitas menggunakan alat bantu Statistical Quality Control SQC atau statistik

Indikator buatan adalah indikator yang sudah dibuat di laboratorium atau di pabrik alat – alat kimia, kita tinggal menggunakannya.Untuk mengidentifikasi sifat asam, basa, dan

Pertama-tama sebelum dilakukan percobaan mencit, ditimbang terlebih dahulu BB mencit untuk dilakukan konversi dosis, kemudian ekor mencit diberi tanda IV PROSEDUR V DATA

Pengujian daya kecambah benih, pada laboratorium BPSB alat yang digunakan yaitu germinator, dengan metode Uji Kertas, pengujian daya kecambah benih bertujuan untuk mengetahui presentasi

Oleh karena itu, senyawa yang dihasilkan dari proses asidogenik seperti asam propionat, asam butirat, dan etanol akan diubah terlebih dahulu menjadi asam asetat oleh mikroorganisme