• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS 2.1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Termoregulasi: Hipertermi 2.1.1. Definisi Hipertermi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II PENGELOLAAN KASUS 2.1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Termoregulasi: Hipertermi 2.1.1. Definisi Hipertermi"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1. Proses Diagnostik Keperawatan terhadap Termoregulasi
Tabel 2.3. Evaluasi Intervensi terhadap Hipertermia

Referensi

Dokumen terkait

4. Gangguan personal higiene berhubungan dengan kurangnya pengetahuan orang tua tentang perawatan diri pasien yang ditandai dengan ibu klien mengatakan bahwa selama

1) 9yeri berhubungan dengan pembengkakan kelen(ar limfe ditandai dengan klien mengatakan terasa panas dan sakit men(alar dari pangkal kaki ke arah u(ung kaki, serta kakinya yang

tv, pasien juga mengatakan tidak terdapat masalah dalam tidur, tetapi. setelah dirawat pasien mengatakan susah untuk tidur,

Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi mucus yang kental, kelemahan upaya batuk ditandai dengan suara nafas ronchi, terdapat sputum saat pasien batuk.

Ansietas berhubungan dengan mengalami penyakit kronis ditandai dengan Suami pasien mengatakan semenjak sakit pasien hanya menangis dan diam, Suami

keluarga pasien mengatakan suhu tubuh masih panas, obyektifnya yaitu badan teraba panas dengan suhu 38˚C; memberikan kompres hangat, respon subyektif dari pasien yaitu

Pasien mengatakan Skala nyeri yang dirasakan pasien 3 setelah perawat menunjukkan skala nyeri 1-10, Pasien dalam keadaan berbaring, skala nyeri 3, Pasien dalam keadaan

Tabel 2.1 Perencanaan tindakan keperawatan dengan diagnosa 1 : hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan ekstremitas bagian atas dan bawah ditandai dengan