• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN INTERVAL MENINGKAT SET TETAP DENGAN LATIHAN INTERVAL TETAP SET MENINGKAT TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 50 METER PUTRA K.U 12-15 TAHUN PADA ATLET TIRTA PRIMA MEDAN 2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN INTERVAL MENINGKAT SET TETAP DENGAN LATIHAN INTERVAL TETAP SET MENINGKAT TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 50 METER PUTRA K.U 12-15 TAHUN PADA ATLET TIRTA PRIMA MEDAN 2016."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN INTERVAL MENINGKAT SET TETAP DENGAN LATIHAN INTERVAL TETAP SET

MENINGKAT TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 50 METER

PUTRA K.U 12-15 TAHUN PADA ATLET TIRTA

PRIMA MEDAN 2016

SKRIPSI

DTajukan Untuk MemenuhT SebagTan Syarat – Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana PendTdTkan

Oleh

HENGKI GUNAWAN SIANIPAR NIM : 6121121011

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

i ABSTRAK

HENGKI GUNAWAN SIANIPAR. NIM: 6121121011 Perbedaan Pengaruh Latihan Interval Meningkat Set Tetap Dengan Latihan Interval Tetap Set Meningkat Terhadap Kecepatan Renang Gaya Dada 50 Meter Putra K.U 12-15 Tahun Pada Atlet Tirta Prima Medan 2016.

(Pembimbing Skripsi MAHMUDDIN MATONDANG)

Skripsi Medan : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2016.

Latihan Interval Meningkat Set Tetap dan latihan Interval Tetap Set Meningkat adalah dua bentuk latihan yang dapat meningkatkan kecepatan renang gaya dada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan Interval Meningkat Set Tetap dengan Interval Tetap Set Meningkat terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperiment dengan rancangan “pre-test and post-test two group design. Jumlah sampel 20 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Perlakuan diberikan selama 3 minggu. Selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan menggunakan teknik matching by pairing yaitu test renang gaya dada. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan statistik uji – t.

Hasil analisis dengan uji –t menunjukkan bahwa : untuk hipotesis pertama manunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 14,10 dan ttabel sebesar 1,83, ini berarti menunjukkan bahwa thitung >ttabel, berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan Interval Meningkat Set Tetap terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter.

Selanjutnya hipotesis kedua menunjukkan bahwa thitung sebesar 8,46 dan ttabel sebesar 1,83, ini berarti menunjukkan bahwa thitung >ttabel, berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan Interval Tetap Set Meningkat terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter.

(3)

v

DAFTAR ISI

Halaman

ATSTRAK ... ..i

KATA PENGANTAR ... .ii

DAFTAR ISI ... ..v

DAFTAR TATEL ... .vii

DAFTAR GAMTAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ..ix

TAT I PENDAHULUAN

... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah... 8

C. Pembatasan Masalah ... 8

D. Rumusan Masalah ... 9

E. Tujuan Penelitian ... 9

F. Manfaat Penelitian ... 10

TAT II LANDASAN TEORITIS ... 11

A. Kajian Teoritis ... 11

1. Hakikat Renang ... 11

2. HakikatRenang Gaya Dada ... 13

3. Teknik Dasar Renang Gaya Dada ... 16

4. Hakikat Latihan ... 27

4.1Hakikat Interval Meningkat Set tetap ... 30

(4)

vi

B. Kerangka Berpikir ... 32

C. Hipotesis ... 34

TAT III METODOLOGI PENELITIAN ... 35

A. Temapat dan WaktuPenelitian ... 35

1. Lokasi Penelitian ... 35

2. Waktu Penelitian ... 35

B. Populasi Dan Sampel ... 35

1. Populasi ... 35

2. Sampel ... 35

C. Metode Penelitian ... 36

D. Desain Penelitian ... 37

E. Instrumen Penelitian ... 39

F. Teknik Analisis Data ... 40

TAT IV HASIL PENELITIAN DAN PEMTAHASAN ... 43

A. Deskripsi dan Data Penelitian ... 43

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 45

C. Hasil Penelitian ... 48

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 49

TAT V KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

A. Kesimpulan ... 52

B. Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 54

(5)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Serangkaian Gerakan Kaki Renang Gaya Dada (Breaststroke)...19

2. Serangkaian Gerakan Renang Gaya Dada (Breaststroke) ... ...23

3. Penambahan Beban Latihan Secara Bertahap ... ...30

4. Foto Bersama Timer Dengan Pelatih ... ...86

5. Foto Menyampaikan Program Latihan ... ...86

6. Foto Bersama Dengan Atlet Tirta Prima Medan ... ...87

7. Foto Menyampaikan Petunjuk Latihan ... ...87

8. Foto Latihan Interval Meningkat Set Tetap Dan Latihan Interval Tetap Set Meningkat ... ...88

9. Foto Atlet Melakukan Pre-Test ... ...88

10. Foto Atlet Bersiap-Siap Melakukan Latihan Interval Meningkat Set Tetap Dan Latihan Interval Tetap Set Meningkat ... ...89

11. Foto Kolam Renang Primbana ... ...89

12. Foto Atlet Melakukan Pos-Test ... ...90

(6)

ix

DAFATAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Program Latihan... ……55

2. Data Mentah Hasil Pre – Test Hasil Renang Gaya Dada 50 Meter

Kelompok Latihan Interval Meningkat Set Tetap dan Latihan Interval

Tetap Set Meningkat ... ……63

3. Ranking Hasil Perhitungan Pembagian Kelompok Latihan Interval

Meningkat Set Tetap dengan Latihan Interval Tetap Set Meningkat ... ……64

4. Data Mentah Hasil Post – Test Hasil Renang Gaya Dada 50 Meter

Kelompok Latihan Interval Meningkat Set Tetap Dan Latihan Interval

Tetap Set Meningkat. ... ……65

5. Rata – Rata dan Simpangan Baku Data Pre-Test Hasil Renang Gaya Dada

50 Meter Kelompok Latihan Interval meningkat Set tetap. ... ……66

6. Uji Normalitas Data Pre-Test Hasil Renang Gaya Dada 50 Meter

Kelompok Latihan Interval Meningkat Set Tetap ... ……70

7. Uji Homogenitas Data Pre-Test Dan Post-Test Hasil Renang Gaya Dada

50 Meter Kelompok Latihan Interval Meningkat Set Tetap ... ……78

8. Perhitungan Rata - Rata Beda, Simpangan Baku Beda dan thitung dari Data

(7)

1

BABBIB

PENDAHULUANB

A. LatarBBelakangBMasalahB

Olahraga sekarang ini telah menjadi suatu kebutuhan, karena melakukan

kegiatan olahraga yang baik dan benar serta berkesinambungan dapat

meningkatkan kebugaran jasmani. Melalui olahraga diharapkan dapat

menciptakan manusia indonesia yang produktif, jujur, sportif dan memiliki

semangat dan daya juang serta daya saing yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari

antusias masyarakat disetiap kegiatan-kegiatan olahraga.

Olahraga bermula dari adanya kebutuhan dan dorongan dalam diri

manusia untuk melakukan aktifitas fisik. Mengembangkan fungsional,

keterampilan dan kecepatan organ tubuh. Alternatif penyaluran hasrat bergerak

yang berupa olahraga salah satunya adalah renang.

Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam

berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu,

gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang

adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak

penyisihan maju ke babak final.

Renang gaya dada atau gaya katak adalah sebuah gaya renang yang meniru

posisi katak ketika sedang berenang. Gaya ini cenderung lebih lambat dibanding

gaya bebas. Namun gaya ini lebih rileks dan santai, cocok digunakan ketika kita

(8)

2

Renang gaya dada memposisikan tubuh bagian depan menempel

kepermukaan air seperti gaya bebas. Bedanya, gerakan tangan dan kaki

menyerupai gerakan katak ketika berenang.

Perkembangan cabang olahraga renang di Indonesia cukup pesat,

dikarenakan renang merupakan salah satu cabang olahraga yang sering

dipertandingkan pada event-event olahraga baik di level nasional maupun

internasional. Selain itu banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan

prestasi terbaik, diantaranya dapat diperoleh dengan cara melakukan latihan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang atlet dalam

usahanya untuk meraih prestasi yang maksimal. Diantaranya faktor kemampuan

fisik dan teknik, terkhusus di gaya dada faktor kemampuan fisik dan tekniksangat

dibutuhkan. Kemampuan fisik dan teknik di maksud adalah komponen-komponen

fisik yang dapat mendukung prestasi atlet, diantaranya kecepatan. Kecepatan

merupakan salah satu komponen fisik yang sama pentingnya dengan

komponen-komponen fisik yang lainnya. Tanpa kemampuan fisik yang baik maka teknik

akan sangat sulit dilakukan, maka dari situ kemampuan fisik dan teknik harus

seimbang supaya prestasi terbaik dalam olahraga renang terkhusus gaya dada

dapat diraih dengan maksimal. Dan gaya dada ini juga sangat membutuhkan

komponen fisik terkhususnya kecepatan, karena renang gaya dada ini bersifat

cepat dan didalam perlombaan – perlombaan renang juga para atlet renang gaya

dada dituntut untuk menunjukkan kecepatan berenang mereka dalam renang gaya

(9)

3

Hampir semua cabang olahraga baik perorangan maupun beregu harus

memiliki kemampuan tersebut. Apalagi untuk pencapaian prestasi salah satunya

ditentukan oleh kecepatan. Oleh karena itu upaya yang diterapkan untuk

menunjang prestasi, latihan kecepatan merupkan salah satu prioritas untuk

mendapatkan perhatian khusus disamping latihan komponen fisik.

Club Tirta Prima Medan merupakan salah satu club renang di Sumatera

Utara dan salah satu dikota Medan yang sampai saat ini masih aktif melakukan

pembinaan, dan atlet – atletnya menguasai teknik berenang yang benar, terkhusus

gaya dada para atlet sudah cukup benar untuk melakukan teknik tersebut. Club

Tirta Prima berlokasi di kolam renang Selayang, dijalan Dr. Mansyur Medan dan

telah berdiri sejak 8 mei 2004, club Tirta Prima ini di ketuai oleh Prima Dwi

Purnomo dan pelatih club Tirta Prima ini adalah Dewi dan Yusrin dan dibantu

oleh beberapa asisten dalam proses latihan para atlet. Di kolam renang selayang

Medan memiliki 4 kolam renang dan yang dijadikan club Tirta Prima Medan

untuk tempat berlatih adalah kolam induk, bagian kanan kedalaman 5 meter kiri

kedalaman 1,5 meter Tengah 2,5 meter dengan panjang kolam 50 meter dan lebar

kolam 25 meter. Dan disamping kiri dan kanan kolam tersebut terdapat tribun

tempat orang untuk menyaksikan perlombaan – perlombaan renang. Dan kolam

renang selayang ini milik pemerintah kota Medan. Dan Club Tirta Prima ini juga

berlatih dikolam renang Prambanan satiap hari senin, selasa, rabu, yang berlokasi

di jalan Selayang, Medan. Kolam renang Prambanan memiliki 4 (empat) kolam

(10)

4

renang saja dengan kedalaman 2 meter. Setiap hari senin sampai dengan rabu

mereka selalu berlatih di kolam renang Prambanan.

Club Tirta Prima Medan ini sudah melatih para atletnya dalam hal teknik

dan fisik, berdasarkan hasil observasi peneliti para atlet Tirta Prima ini sudah

cukup baik dalam melakukan gaya – gaya yang terdapat dalam renang yaitu gaya

dada, gaya bebas dan gaya punggung untuk gaya kupu – kupu para atlet masih

kurang baik dalam melakukannya, terkhusus dikelompok umur 12-15 tahun.

Memang peneliti mendapati bahwasanya para atlet ini sudah cukup baik

menguasai teknik renangan terkhusus renang gaya dada, tetapi yang menjadi

permasalahan selama ini adalah didalam hal kecepatan. Mereka masih belum

mampu menunjukkan performa terbaik mereka disetiap perlombaan – perlombaan

renang terkhususnya gaya dada. Selama peneliti mengobservasi di Club Tirta

Prima Medan peneliti mendapati bahwasanya kecepatan mereka masih sangat

memprihatinkan atau kurang.

Dapat dilihat dari daftar rekor kelompok umur yang telah ditentukan PRSI

untuk kelompok umur yang telah ditetapkan pada kejuaraan renang antar

(11)

5

TabelB1.BKriteriaBpenilaianBberdasarkanBdariBhasilBkejuaraanBrenangBantarB perkumpulanBseluruhBIndonesiaB(KRAPSI).B

NO.B KriteriapengskoranB CatatanwaktuB KlasifikasinilaiB

1 100% 00.33.02 ≤ Baiksekali

2 90% 00.36.68 – 00.41.26 Baik

3 80% 00.41.27 – 00.47.16 Cukup / rata-rata

4 70% 00.47.17 – 00.55.02 Kurang.

5 60% 00.55.03 ≥ Kurangsekali

Sumber : limit waktu PRSI KRAPSI Surabaya 27 s/d 30 Desember 2011.

B

B Dan berdasarkan hasil kejuaraan renang antar perkumpulan seluruh

Indonesia (KRAPSI) di surabaya pada tanggal 27 s/d 30 Desember 2011 tersebut

belum ada atlet club Tirta Prima Medan yang mengikuti kejuaraan renang antar

perkumpulan renang seluruh Indonesia (KRAPSI) terkhususnya kelompok umur

12 – 15 tahun, karena waktu yang telah diperoleh oleh atlet club Tirta Prima

Medan belum mampu untuk menembus limit waktu yang telah ditentukan oleh

PRSI untuk lolos mengikuti kejuaraan nasional tersebut.

Karena didalam mengikuti perlombaan renang gaya dada, para atlet

dituntut untuk menempuh limit waktu terbaik yang telah ditentukan oleh PRSI

sebelumnya untuk dilalui para atlet renang terkhususnya gaya dada. Apabila para

atlet tidak dapat menembus limit waktu yang ditentukan PRSI maka atlet tersebut

tidak akan berhak mengikuti perlombaan ataupun event Nasional yang diadakan

(12)

6

Namun untuk mencapai target tersebut tidaklah menjadi hal yang mudah

menurut pelatih club Tirta Prima Medan tersebut, akan tetapi setidaknya mampu

meningkatkan hasil kecepatan renang untuk mengalahkan waktu yang telah

diperoleh oleh para atlet – atlet club Tirta Prima Medan.

Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut karena

selama ini club Tirta Prima Medan telah mengikuti berbagai kejuaraan –

kejuaraan yang sering diadakan khususnya di Sumatera Utara, di samping itu club

Tirta Prima telah melatih atletnya dengan program dan teknik melatih renang

khususnya gaya dada.

Sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui permasalahan yang terjadi

selama ini, sehingga peneliti melakukan pendekatan kepada pelatih dan

melakukan pengamatan kepada atlet club Tirta Prima Medanuntuk mengetahui

lebih lanjut permasalahan yang terjadi di atas.

Berdasarkan dari hasil melakukan tes awal pendahuluan yaitu berenang

gaya dada 50 meter terkhusus K.U 12-15 tahun pada tanggal 12 Februari 2016

penulis melihat dan berkesimpulan bahwa permasalahan yang selama ini terjadi

adalah masih terdapatnya kekurangan pada kecepatan yang dihasilkan para atlet

club Tirta Prima Medan terkhusus K.U 12-15 tahun. Ini peneliti simpulkan dari

hasil renang gaya dada 50 meter dan peneliti bandingkan dengan norma yang

diberikan oleh PRSI dan hasilnya masih banyak para atlet yang didalam kategori

kurang sekali. Maka peneliti simpulkan permasalahan yang selama ini terjadi

adalah didalam hal kecepatannya. Maka dari situ peneliti memberi jawaban atas

(13)

7

Interval training adalah cara latihan yang penting dimasukkan dalam

program latihan keseluruhan. Interval training sangat dianjurkan oleh pelatih –

pelatih terkenal oleh karena memang hasilnya sangat positif bagi perkembangan

daya tahan maupun stamina atlet. Bentuk latihan dalam interval trainingdapat

berupa lari (interval running) atau renang (interval swimming).Interval training

dapat pula diterapkan dalam weight training, circuit training dan sebagainya”.

Berdasarkan tujuan pemberian latihan interval trainingseperti yang telah

dijelaskan di atas, dapat dinyatakan bahwa dengan pemberian latihan yang tepat

akan memberikan dampak positif yang cukup besar terhadap kemajuan atlet,

dimana dalam setiap club renang, pelatih memiliki peranan penting dalam

pemberian latihan.

Seiring dengan hal diatas maka peneliti sangat tertarik untuk mencoba

mencari jawaban atas permasalahan tersebut dengan memberikan latihan

intervalmeningkat set tetap yang dilakukan di air atau dikolam renang, dengan

latihan intervaltetap set meningkat yang dilakukan di kolam renang dan latihan ini

sangat berkaitan dengan kecepatan renang terkhususnya gaya dada.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan suatu

penelitian dengan judul : “Perbedaan Pengaruh Latihan Interval Meningkat Set

Tetap Dengan Interval Tetap Set Meningkat Terhadap Kecepatan Renang Gaya

Dada 50 Meter Putra K.U 12 – 15 Tahun Pada Atlet Tirta Prima Medan 2016.

B. IdentifikasiBMasalahB

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi

(14)

8

mempengaruhi kecepatan renang gaya dada 50 meter ? Apakah kecepatan renang

gaya dada 50 meter dapat ditingkatkan?Jika dapat, latihan apa yang tepat untuk

meningkatkan kecepatan renang gaya dada 50 meter ? Model latihan apa sajakah

yang mendukung peningkatan kecepatan renang gaya dada 50 meter? Apakah

latihan Interval Meningkat Set Tetap dapat meningkatkan kecepatan renang gaya

dada 50 meter? Apakahlatihan Interval Tetap Set Meningkat dapat meningkatkan

kecepatan renang gaya dada 50 meter? Apakah terdapat perbedaan dari kedua

bentuk latihan antara latihanInterval Meningkat Set Tetap dengan latihan Interval

Tetap Set Meningkatdapat meningkatkan kecepatan renang gaya dada 50 meter?

Apakah dengan latihan Interval Meningkat Set Tetap dan latihan Interval Tetap

Set Meningkat akan mempengaruhi kecepatan renang gaya dada 50 meter ?

Manakah yang lebih besar pengaruhnya antara latihan Interval Meningkat Set

Tetap dengan latihan Interval Tetap Set Meningkat terhadap peningkatan

kecepatan renang gaya dada 50 meter?

C. PembatasanBMasalahB

Untuk menghindari masalah menjadi lebih luas, maka perlu dilakukan

pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah Pada Judul Perbedaan

Pengaruh Latihan Interval Meningkat Set Tetap Dengan Interval Tetap Set

Meningkat Terhadap Kecepatan Renang Gaya Dada 50 Meter Putra K.U 12 – 15

Tahun Pada Atlet Tirta Prima Medan 2016.

B

B

(15)

9

D. RumusanBMasalahB

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah ada pengaruh latihan Interval meningkatSet tetap terhadap kecepatan

renang gaya dada 50 meter pada atlet club Renang Tirta Prima Medan tahun

2016?

2. Apakah ada pengaruh latihan Interval tetap Set meningkat terhadap kecepatan

renang gaya dada 50 meter pada atlet club Tirta Prima Medan Tahun 2016?

3. Manakah yang lebih besar pengaruh latihan Interval meningkatSet tetap

dengan Interval tetap Set meningkat terhadap kecepatan renang gaya dada 50

meter pada atlet Club Tirta Prima Medan tahun 2016?

E. TujuanBPenelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh latihankecepatan renang gaya dada 50 meter

melalui latihan Interval meningkat Set tetap pada atlet Club Tirta Prima

Medan tahun 2016.

2. Untuk mengetahui pengaruh latihan Interval tetap Set meningkat terhadap

kecepatan renang gaya dada 50 meter pada atlet Tirta Prima Medan tahun

2016.

3. Manakah yang lebih besar pengaruhnya latihan Interval meningkat Set tetap

(16)

10

F. ManfaatBPenelitianB

Hasil dari penelitian diharapkan dapat memberikan masukan maupun

sumbangsih bagi pada olahragawan, pelatih dan pembina olahraga. Adapun

manfaat penelitian ini adalah :

1. Bagi para pembina dan pelatih renang dapat menjadi bahan masukan dalam

penguasaan program latihan yang spesifik.

2. Sebagai bahan masukan yang berarti bagi atlet serta pemerhati olahraga

khususnya dalam peningkatan kecepatan renang gaya dada 50 meter.

3. Untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan olahraga khususnya dalam

meningkatkan ranang gaya dada

(17)

BABBVB

KESIMPULANBDANBSARANB

A. KesimpulanB

Dari hasil penghjian hipotesis ditarik kesimphlan sebagai berikht :

1. Latihan Interval Meningkat Set Tetap memberikan pengarhh yang

signifikan terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter pada atlet phtra

K.U 12-15 tahhn Tirta Prima Medan 2016

2. Latihan Interval Tetap Set Meningkat memberikan pengarhh yang

signifikan terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter pada atlet phtra

K.U 12-15 tahhn Tirta Prima Medan 2016

3. Latihan Interval Tetap Set Meningkat lebih besar pengarhhnya dari pada

latihan Interval Meningkat Set Tetap terhadap kecepatan renang gaya dada

50 meter pada atlet K.U 12 – 15 tahhn Tirta Prima Medan 2016.

B. SaranB

Sebagai kelanjhtan dari adanya kesimphlan yang diperoleh dari penelitian

yang memperbandingkan pengghnaan dha benthk latihan yang berbeda dalam

meningkatkan hasil kecepatan renang gaya dada 50 meter, maka berikht ini

dekhmhkakan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan hnthk

meningkatkan kecepatan renang gaya dada 50 meter yaith:

1. Kepada pelatih agar memperhatikan benthk latihan yang seshai dengan

peningkatan kecepatan renang gaya dada dibhat dengan thjhan yang akan

dicapai.

(18)

2. Kepada para pelatih renang agar memperhatikan benthk latihan dalam

program latihan yang dibhat seshai dengan thjhan yang dicapai.

3. Kepada penghrhs Tirta Prima Medan harhs dapat memperhatikan

peningkatan – peningkatan setiap sesi latihan yang diberikan.

4. Melalhi latihan Interval Meningkat Set Tetap dan Latihan Interval Tetap

Set Meningkat atlet akan semakin menikmati latihan karna terdapat

peningkatan – peningkatan disetiap sesi latihan.

5. Unthk lebih memantapkan hasil penelitian ini kepada pihak-pihak yang

ingin melakhkan penelitian, agar melakhkan penelitian dengan jenis yang

(19)

545 5

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsitin. (2008). Metode Peneoitian. Bandungh CV. Genesha.

Botpa O, Tudor. (1990). Theory and Methodooogy Of Training. Debugue

Kendall/ Hunt. Publishing Cotpany.

Dutadi, Dwijowinoto Kasiyo. 1992. Renang Materi Metode Penioaian,

FINA.(2009-2013). Peraturan dan Ketentuan Fasioitas Renang. PRSI

Harsono.1988.Coaching dan Aspek-Aspek Psikooogi daoam Coaching. Jakarta.

Hendrotartono, Soejoko.(1992). Ooahraga Pioihan Renang. Depdikbud.

Murni, M. (2000). Renang. DEPDIKBUD,

Sukintoko (1983). Renang dan Metodik. DEPDIKBUD PT. Rosda Jaya putra

Jakarta.

SyaVruddin (2011). Iomu Kepeoatihan Ooahraga. UNP Pres Padang.

Sudjana. (2008). Metoda Statistika. PT. Tarsito, Bandung.

Thotas, David G.2006. Renang Tingkat Pemuoa. Jakarta, PT. Raja GraVindo

Gambar

Gambar
TabelB1.BKriteriaBpenilaianBberdasarkanBdariBhasilBkejuaraanBrenangBantarBperkumpulanBseluruhBIndonesiaB(KRAPSI).B

Referensi

Dokumen terkait

24 tahun 2013 Pasal 64 ayat 5 yang berbunyi “Elemen data penduduk tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama

Ketentuan Pasal 6 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal6 Harga jual eceran merek baru dari Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir tidak boleh lebih rendah

Artikkelissa ”Opettajan hiljaiseen tietoon ja yhteiseen säätelyyn perustuva vuorovai- kutus autismin kirjon opetuksessa: pedagogisten sovellusten hahmottelua” (engl. Searching

Gambar 3.13 CT-Object Card Dengan Memasukan Spesifikasi Trafo Arus Pada Nameplate

pengambilan keputusan tidak melanjutkan kuliah oleh orang dengan latar belakang pendidikan. SMA

Dengan adanya pengawasan dan kedisiplinan dalam kerja ini maka akan menbuat karyawan untuk bekerja dengan baik dan benar, sehingga mendapatkan hasil yang lebih

pendekatan yang kokoh, tetapi harus mengutamakan penanaman nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Hal tersebut dapat ditempuh melalui

Adapun menurut Brigham & Houston (2006), pemecahan saham adalah tindakan yang diambil oleh sebuah perusahaan untuk meningkatkan jumlah lembar saham beredar, seperti