PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI
KERJA PEGAWAI
DI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI SUMATERA UTARA
SKRIPSI DISUSUN OLEH:
RIZKA LILA SARI LUBIS 040903059
DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
HALAMAN PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan oleh:
Nama : Rizka Lila Sari Lubis
NIM : 040903059
Departemen : Ilmu Administrasi Negara.
Judul : Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara
Pembimbing Ketua Departemen
Ilmu Administrasi Negara
Muhammad.Arifin Nasution.S.sos M.SP DR. Marlon Sihombing.MA
NIP : 132 306 952 NIP : 131 568 390
Dekan
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Prof. DR. M. Arif Nasution MA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan didepan penguji skripsi Departemen Ilmu
Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara.
Nama : Rizka Lila Sari Lubis.
NIM : 040903059
Departemen : Ilmu Administrasi Negara
Judul : Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.
Yang Diselenggarakan Pada:
Hari :
Tanggal/Bulan/Tahun:
Pukul :
Tempat :
Tim Penguji
Ketua : ( )
Anggota I : ( )
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan segenap puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk mengisi hidup dan menjalani nya dengan amal dan usaha sehingga menjadikan hidup dan kehidupan kita pada masa kini dan masa mendatang penuh nilai dan arti.
Tak lupa syalawat beserta salam tercurah buat junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mengorbankan jiwa dan raga nya demi tegak nya akhlakul kharimah di alam jagat raya ini dan sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia di dunia.
Terima kasih sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Ayahanda Drs.Wanhar Lubis dan Ibunda Endang Sari tercinta, yang telah memberikan kasih sayang nya tiada bertepi dan hingga sepanjang masa. Terima kasih atas pengorbanan dan kerja keras Ayah dan Bunda, yang engkau lakukan demi kebahagian anak mu ini. Anak mu ini hanya mampu berdo’a agar ayahanda dan ibunda mendapatkan rahmat dan karunia serta lindungan dari Allah SWT.
Bapak Muhammad Arifin Nasution S.Sos. M.SP selaku dosen pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran nya untuk membantu, membimbing dan mengarahkan penulis dengan sabar sampai dengan selesai nya skripsi penulis yang berjudul: “Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara” yang dapat
Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, mendukung, dan memberikan motivasi baik bersifat material maupun spiritual terutama yakni kepada:
1. Bapak Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan
2. Bapak Drs. Marlon Sihombing, MA selaku Ketua Departemn Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
3. Ibu Dra. Betti Nasution M.si selaku Sekertaris Departemen Ilmu Administrasi Negara 4. Kak Mega dan Kak Emi, selaku staff administrasi di Departemen Ilmu Administrasi
Negara yang telah memberikan informasi dan membantu kelancaran administrasi dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Buat adik-adikku tersayang Eza Caem (Abd.Razak Akbar Lbs), Imel (Melviza Idhayani Lbs), Devi Adlina Lbs serta adinda Fahri Muhammad Lbs, jangan biarkan harimu berlalu tanpa arti, persiapkan diri untuk menyambut hari yang lebih ceria. Motivasi yang engkau berikan akan menjadi kenangan manis dalam hidupku.
6. Buat Cho”Meo Q (Putra M. Gunawan) yang selalu setia menemani ku di kala senang maupun susah (sedih), Serta memberikan Q sesuatu pandangan + tentang arti hidup yang sebenarnya. Mudah”an Hubungan Qt akan selalu tetap baik y...(Amiiin...). Om, dan Tante...makasih jg y buat perhatiannya ke Rizka.
sebesar-besarnya telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam membantu memberikan data-data terhadap penyelesaian skripsi ini.
8. Kepada My Families Uwak Amran, Uwak Marbah, Uwak Tini, Unde Sella, T’Linda&B’Izal, Bang Zulham&Kak Ika (makasih ya buat bantuannya), Om,Tante, dan Tyas (Tank’s buat motivasinya), serta sepupu-sepuku tercinta yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.
9. Kepada sahabat sejati ku, Lenni, terima kasih banyak atas dukungan formil yang engkau berikan yang sangat membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Silvy, Meta, Ebet, Oza, Melva, MoniQue, Sari, Zurih, Dodo, Akbar, Rajab, Iwan, terima kasih atas motivasi dan dukungan nya.ya, kalian membuat hari” Qu dikampus jadi indah, kapan kalian nyusul. Dan buat seluruh anak Administrasi Negara stambuk 04, semoga kita tetap ketemu walaupun semuanya sudah jadi alumni.
Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis sendiri, sebagai manusia biasa penulis tak luput dari kekhilafan dan kekurangan. Kepada pembaca semua, penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan skripsi ini dan kepada Allah SWT, penulis mohon ampun. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Medan, Juni 2008 Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL x
DAFTAR LAMPIRAN xi
ABSTRAKSI xiv
BAB I : PENDAHULUAN 1
I.1.Latar Belakang Masalah 1
I.2.Perumusan Masalah 6
I.3.Tujuan Penelitian 6
I.4.Manfaat Penelitian 6
I.5.Kerangka Teori 7
1.5.1. Pendidikan 7
1.5.1.1. Pengertian Pendidikan 7 1.5.1.2. Jenis Pendidikan dan Latihan 9
1.5.1.3. Metode Pendidikan 11
1.5.1.4. Manfaat Pendidikan 12
1.5.1.5. Tujuan Pendidikan 13
1.5.2. Prestasi Kerja 14
1.5.2.1. Pengertian Prestasi Kerja 14 1.5.2.2. Tujuan Penelitian Prestasi Kerja 15 1.5.3. Pengaruh Pendidikan Terhadap Prestasi Kerja
I.6.Hipotesa 20
I.7.Definisi Konsep 20
I.8.Definisi Operasional 21
BAB I I :METODE PENELITIAN 23
II.1. Metode Penelitian 23
II.2. Lokasi Penelitian 23
II.3. Populasi dan Sampel 23
II.3.1. Populasi 23
II.3.2. Sampel 24
II.4. Teknik Pengumpulan Data 24
II.5. Teknik Penentuan Skor 25
II.6. Teknik Analisis Data 26
BAB III : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 30
III.1. Sejarah Singkat Disperindag Sumut 30 III.2. Struktur Organisasi Disperindag Sumut 32 III.3. Visi Dan Misi Disperindag Sumut 42 III.4. Bidang Kegiatan Perusahaan 43
III.5. Pola Pendanaan 46
III.6. Perencanaan Kebijakan Lembaga 47 III.7. Hubungan Disperindag Dengan Masyarakat 47 BAB. IV. : PENYAJIAN DATA DAN ANALISA DATA 48
IV.1.Hasil Penelitian 48
IV.1.2 Uraian Kuesioner 51 IV.1.2.a. Variabel X (Tingkat Pendidikan Pegawai
Disperindag Sumut) 51
IV.1.2.b. Variabel Y (Prestasi Kerja Pegawai
Disperindag Sumut) 59
IV.2. Analisa Data 65
IV.2.1. Tingkat Pendidikan 66
IV.2.1.a. Tingkat Pendidikan Formal 66 IV.2.1.b. Tingkat Pendidikan Non Formal 67
IV.2.2. Prestasi Kerja Pegawai 68
IV.2.2.a. Hasil Kerja 68
IV.2.2.b. Mutu Kerja 68
IV.2.2.c. Ketepatan Waktu 68
IV.2.3. Koefisien Korelasi Product Moment 69 IV.2.4. Interpretasi Korelasi 72
IV.2.5. Koefisien Determinant 73
IV.2.6. Uji Hipotesis 74
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN 75
V.1. Kesimpulan 75
V.2. Saran 77
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel. 1 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Keofisien Korelasi 28 Tabel. 2 Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 49 Tabel. 3 Identitas Responden Berdasarkan Usia Responden 49 Tabel. 4 Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir 50 Tabel 5 Identitas Responden Berdasarkan Pangkat/Golongan 51 Tabel 6 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kesesuaian
pendidikan Formal Yang Dimiliki Dengan Bidang
Tugas/Pekerjaan. 52
Tabel. 7 Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Menyelesaikan
Tugas Dengan Lebih Baik. 53
Tabel 8 Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Memecahkan
Masalah Yang Timbul Dalam Tugas/Pekerjaan. 54 Tabel 9 Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya
Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Meningkatkan
Prestasi Kerja. 55
Tabel 10 Distribusi Jawaban Responden Tentang Sering Tidaknya
Mengikuti Pendidikan Non Formal Yang Berupa Kursus, Latihan
Jabatan, Seminar Dan Lainnya. 56
Tabel 11. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya
Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Membantu Menyelesaikan Tugas/Pekerjaan Dengan Lebih Baik. 57 Tabel 12. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya
Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Membantu
Memecahkan Masalah Yang Timbul Dalam Tugas/Pekerjaan. 58 Tabel 13. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya
Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Dapat Meningkatkan
Tabel 14. Distribusi Jawaban Responden Tentang Mampu Tidaknya Mencapai Hasil Kerja (Kualitas)Yang Sesuai Dengan Standart
Kerja 60
Tabel 15. Distribusi Jawaban Responden Tentang Teliti Tidaknya
Dalam Melaksanakan Tugas Yang Diberikan 61 Tabel 16. Distribusi Jawaban Responden Tentang Hasil Yang Diperoleh
Melebihi Target Yang Telah Ditentukan 61 Tabel 17 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan
Pegawai Menyelesaikan Pekerjaan Sesuai Dengan Standart
Kerja Yang Telah Ditentukan 62
Tabel 18. Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan
Pegawai Menyelesaikan Pekerjaan Sesuai Dengan Standart Kerja Yang Telah Ditentukan 63 Tabel 19. Distribusi Jawaban Responden Tentang Usaha Meningkatkan
Mutu Dari Hasil Kerja. 63
Tabel 20. Distribusi Jawaban Responden Tentang Disiplin Tidaknya
Tentang Jam Kerja Yang Ditetapkan 64 Tabel 21. Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan
ABSTRAKSI
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI SUMATERA UTARA
Nama : Rizka Lila Sari Lubis.
NIM : 040903059
Departemen : Ilmu Administrasi Negara. Fakultas : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.
Pembimbing : Muhammad Arifin Nasution. S.Sos M.SP
Pendidikan pegawai negeri adalah pendidikan yang dilakukan oleh pegawai negeri untuk meningkatkan kepribadian, pengetahuan dan kemampuannya sesuai dengan tuntutan persyaratan jabatan dan pekerjaannya sebagai pegawai negeri. Untuk dapat mewujudkan sosok sumber daya aparatur pemerintah daerah (pegawai negeri) maka usaha peningkatan kemampuan kerja dari para aparatur pemerintah daerah perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat membantu pegawai dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya.Untuk mengukur tingkat pendidikan pegwai Disperindag Sumut dilihat dari:
a. Frekuensi pendidikan formal yang dimiliki.
b. Frekuensi pendidikan non formal yang dimiliki/diikuti sehubungan dengan tugasnya.
Dan untuk mengukur Prestasi Kerja indikatornya antara lain : a. Hasil kerja
b. Mutu Pekerjaan c. Ketepatan waktu
Tujuan dari penelitian ini adalah :”Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara tingkat pendidikan dengan peningkatan prestasi kerja pegawai pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara”.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh pegawai Disperindag Sumut sebanyak 240 orang, dan menjadi sampel denan teknik Sample Random Sampling diambil 20% menjadi 48 orang pegawai..
Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa Pendidikan pegawai di Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara sudah cukup tinggi. Prestasi kerja pegawai di Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara sudah cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kemampuan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan sebaik mungkin. Namun meskipun begitu masih terdapat kekurangan-kekurangan yang dapat menghambat tercapainya prestasi kerja yang memuaskan. Oleh karena itu seluruh pegawai harus lebih meningkatkan pendidikannya karena berpengaruh kepada prestasi kerja pegawai sebesar 43 %.
NO. RESP X Y X.Y X² Y²
11 32 32 1024 1024 1024
12 30 32 960 900 1024
13 28 37 1036 784 1369
14 33 35 1155 1089 1225
15 26 32 832 676 1024
16 31 29 899 961 841
17 26 31 806 676 961
18 26 29 754 676 841
19 25 29 725 625 841
20 34 34 1156 1156 1156
21 37 37 1369 1369 1369
22 40 40 1600 1600 1600
23 31 32 992 961 1024
24 27 26 702 729 676
25 30 32 960 900 1024
26 40 40 1600 1600 1600
27 32 32 1024 1024 1024
28 24 24 576 576 576
29 31 30 930 961 900
30 28 31 868 784 961
31 32 32 1024 1024 1024
32 24 24 576 576 576
40 32 32 1024 1024 1024
41 29 32 928 841 1024
42 31 35 1085 961 1225
43 33 32 1056 1089 1024
44 34 27 918 1156 729
45 30 31 930 900 961
46 32 29 928 1024 841
47 27 27 729 729 729
48 29 31 899 841 961
∑ 1433 1473 44425 43495 45865
TABEL .III.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP
Sub Dis Bina Ind
Sub Dis Bina Perdagangan Dalam Negeri
Sub Bag. Kepeg
Bagian Tata Usaha
Sub Dis Bina Perdagangan Luar Negeri
Kepala Dinas Waka Dinas
Sub Bag Keu.
Seksi Pembinaan Usaha Dagang
Seksi Pengadaan &Penyaluran
Seksi Expor Hasil Usaha
Seksi Expor Hasil Struktur Organisai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan
ABSTRAKSI
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI SUMATERA UTARA
Nama : Rizka Lila Sari Lubis.
NIM : 040903059
Departemen : Ilmu Administrasi Negara. Fakultas : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.
Pembimbing : Muhammad Arifin Nasution. S.Sos M.SP
Pendidikan pegawai negeri adalah pendidikan yang dilakukan oleh pegawai negeri untuk meningkatkan kepribadian, pengetahuan dan kemampuannya sesuai dengan tuntutan persyaratan jabatan dan pekerjaannya sebagai pegawai negeri. Untuk dapat mewujudkan sosok sumber daya aparatur pemerintah daerah (pegawai negeri) maka usaha peningkatan kemampuan kerja dari para aparatur pemerintah daerah perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat membantu pegawai dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya.Untuk mengukur tingkat pendidikan pegwai Disperindag Sumut dilihat dari:
a. Frekuensi pendidikan formal yang dimiliki.
b. Frekuensi pendidikan non formal yang dimiliki/diikuti sehubungan dengan tugasnya.
Dan untuk mengukur Prestasi Kerja indikatornya antara lain : a. Hasil kerja
b. Mutu Pekerjaan c. Ketepatan waktu
Tujuan dari penelitian ini adalah :”Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara tingkat pendidikan dengan peningkatan prestasi kerja pegawai pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara”.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh pegawai Disperindag Sumut sebanyak 240 orang, dan menjadi sampel denan teknik Sample Random Sampling diambil 20% menjadi 48 orang pegawai..
Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa Pendidikan pegawai di Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara sudah cukup tinggi. Prestasi kerja pegawai di Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara sudah cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kemampuan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan sebaik mungkin. Namun meskipun begitu masih terdapat kekurangan-kekurangan yang dapat menghambat tercapainya prestasi kerja yang memuaskan. Oleh karena itu seluruh pegawai harus lebih meningkatkan pendidikannya karena berpengaruh kepada prestasi kerja pegawai sebesar 43 %.
BAB II
METODE PENELITIAN
II.1.Bentuk Penelitian
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah
korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Adapun metode korelasional adalah
metode penelitian yang meneliti hubungan antara variabel-variabel yang ada.
Metode korelasional bertujuan meneliti sejauh mana variabel yang satu memiliki
hubungan sebab akibat dengan variabel yang lain. Karena penelitian ini
menghubungkan dua variabel saja maka korelasinya disebut korelasi sederhana.
II.2.Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Propinsi Sumatera Utara Jl.Putri Hijau No.6. Medan.
II.3.Populasi dan Sampel
II.3.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2005 : 90).
Populasi dimaksud dalam penelitian adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara yang jumlahnya
II.3.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi (Sugiono, 2005 : 96). Sampel merupakan bagian dari populasi yang
menggambarkan sifat dari populasi yang bersangkutan sehingga mempermudah
proses pengumpulan data yang tepat memperhatikan karakteristik yang dimiliki
dan mewakili. Menurut Arikunto (2006:134) jika jumlah populasi kurang dari 100
maka dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. Oleh karena itu dari
seluruh jumlah pegawai yang berjumlah 240 orang maka diambil 20%. Yaitu:
240 orang x 20% = 48 orang.
Jadi, sampel dari para pegawai menggunakan Sample Random Sampling
yakni dengan Random atau acak sederhana, dimana diambil 48 orang pegawai..
II.4.Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua macam data menurut
klasifikasi jenis dan sumbernya, yaitu :
1. Pengumplan Data Primer, yakni perolehn data melalui kegiatan penulis
langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang lengkap dan
berkaitan dengan masalah yang diteliti, kegiatan ini dilakukan dengan cara :
- Metode angket (kuesioner). Yaitu pemberian daftar
pertanyan secar atertutup kepada responden yang
dilengkapi dengan beberapa altenatif jawaban.
- Observasi yaitu pengumpulan data dengan pengamatan
langsung terhadap sejumlah acuan yang berkenaan dengan
2. Pengumpulan Data Sekunder, yakni pengumpulan data dan informasi yang
diperoleh melalui catatan tertulis mengenai Dinas Perindustrian dan
Perdagangan, menelaah sejumlah buku, karya ilmiah dan dokumentasi/arsip
yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
II.5.Teknik Penentuan Skor
Teknik penentuan skor oleh nilai yang digunakan dalam penelitian ini
adalah memakai skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner yang akan
disebarkan kepada responden.
Adapun skor dari setiap pertanyaan yang ditemukan adalah :
a. Untuk jawaban alternatif A diberi skor 5
b. Untuk jawaban alternatif B diberi skor 4
c. Untuk jawaban alternatif C diberi skor 3
d. Untuk jawaban alternatif D diberi skor 2
e. Untuk jawaban alternatif Ediberi skor 1
Kemudian untuk menentukan kategori jawaban responden terhadap
masing-masing alternatif apakah tergolong tinggi, sedang atau rendah terlebih
dahulu ditentukan skala intervalnya dengan cara sebagai berikut :
Dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden untuk
masing-masing variabel yaitu :
a. Skor untuk kategori sangat tinggi : 4,21 – 5.00
b. Skor untuk kategori tinggi : 3,41 – 4,20
c. Skor untuk kategori sedang : 2,61 – 3,40
d. Skor untuk kategori rendah : 1,81 – 2,60
e. Skor untuk kategori sangat rendah : 1,00 – 1,80
Dari hasil pembagian tersebut, maka akan dapat diketahui jawaban
responden termasuk dalam kategori mana.
II.6.Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
dengan menggunakan analisa kuantitatif untuk menguji pengaruh antar variabel
dan sejaumana hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) yaitu
dengan menggunakan instrumen :
1. Koefisien Korelasi Product Moment,
Cara ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya dan besar kecilnya
hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat. Cara penghitungannya
dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan gejala y
N = Populasi
x = Jumlah skor X
y = Jumlah skor Y
xy = Jumlah hasil kali antara x dan y
Untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut maka dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Nilai r positif : menunjukkan hubungan kedua variabel positif, artinya
kenaikan variabel yang satu diikuti nilai variabel yang lain.
Nilai r negatif : menunjukkan hubungan kedua variabel negatif, artinya
menurunnya nilai variabel yang satu diikuti dengan meningkatnya nilai
variabel yang lain.
Nilai r = 0 : menunjukkan hubungan kedua variabel tidak mempunyai
Interprestasi dari korelasi tersebut menurut ukuran yang konservatif adalah
sebagai berikut :
Tabel 1. Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Interval Koefisien Tingkat hubungan
0,000 – 0,199 Sangat rendah
0,200 – 0,399 Rendah
0,400 – 0,599 Sedang
0,600 – 0,799 Tinggi
0,800 – 1,000 Sangat tinggi
Jika nilai r yang diperoleh lebih besar atau sama dengan nilai r dalam tabel,
maka nilai 4 yang diperoleh itu signifikan. Dan sebaliknya apabila nilai r yang
diperoleh lebih kecil dari nilai r dalam tabel, maka nilai r yang diperoleh itu tidak
signifikan.
2. Koefisien Determinan
Teknik ini digunakan untuk mengetahui berapa persen besarnya pengaruh
variabel bebas (X) terhadap variaber terikat (Y). Perhitungan dilakukan dengan
mengkuadratkan nilai Koefisien Korelasi Product Moment dan dikalikan dengan
100%.
KD = (rxy) x 100%
Keterangan :
KD = Koefisien Determinan
3. Uji Signifikan.
Uji signifikan adalah uji yan gdilakukan dengan cara membandingkan
t-tesy tabel. Tujuan studi signifikan ini adalah untuk menentukan hipotesis diteima
atau ditolak. Tidak ada korelasi antara variebel x dengan variabel y. Ho ditolak
apabila t-hitung lebih besar dari harga t-tabel(t-hitung>t-tabel), dan diterima
apabila t-hitung lebih kecil dari harga t- tabel (t-hitung<t-tabel).
Rumus : t = r √n-2
1-r
Dimana:
t= statistik t derajat bebas n-2
BAB III
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
III.1. Sejarah Singkat Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera
Utara.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan sebelumnya merupakan
Departemen terpisah dan memiliki kantor sendiri. Departemen Perindustrian
bergabung dengan Departemen Perdagangan pada tahun 1955 merupakan
keputusan Presiden Republik Indonesia. Sejarah berdirinya Kantor Perdagangan
yaitu pada tahun 1963. Pada tahun 1963 Kantor Wilayah Departemen
Perdagangan Provinsi Sumatera Utara disebut dengan Perdagangan Dalam Negri
Sumatera Utara yang didalamnya menyangkut :
a. Yayasan Lembaga Jaminan Kredit Cabang Medan
b. Jawatan Pusat Penerimaan Cabang Medan
c. Yayasan Harga Pokok Indonesia Cabang Medan
d. Infeksi Harga Pokok I Provinsi Sumatera Utara
e. Yayasan Lembaga Tembakau Indonesia Cabang Medan
Inspikasi Perdagangan Dalam Negeri pada saat itu dipimpin oleh Abul
Malik Mirza, pada tahun 1965 Lembaga Yayasan yang dibawah naungan inspikasi
Perdagangan Luar Negeri ini dipimpin oleh Soenkono Sampar sampai bulan
Oktober 1969. Pada Oktober 1969 trsebut Perwakilan Urusan Perdagangan Luar
Negeri menjadi Kantor Perwakilan Departemen Perdagangan Provinsi Sumatera
Utara yang pada saat itu dipimpin oleh Drs.Muchtar sampai bulan Februari tahun
Pada bulan Februari tahun 1975 Drs. Muchtar diganti dengan Drs. Asyari
Darus dan Kantor tersebut berganti nama menjadi Kantor Wilayah Departemen
Perdagangan Provinsi Sumatera Utara ( Kantor Wilayah Departemen Pendustrian
Dan Perdagangan ) dan pada tahun 1978 Kabinet Pembanguan III Departeman
Perdagangan bergabung dengan Koperasi sehingga menjadi Departeman
Perdagangan dan Koperasi Provinsi Sumatera Utara yang dikepalai oleh
A.D.Matondang,SH. Dan pada kabinet Pembanguna IV tahun 1981 Departeman
Perdagangan dan Koperasi Provinsi Sumatera Utara dipisah menjadi seperti
semula dan pada bulan September diganti oleh Drs. Kushadi Kusdinar.
Pada bulan Juni 1983 Drs. Kushadi Kusdinar berakhir jabatannya dan
diganti oleh Drs. Donnie Djatnika sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen
Perdagangan Provinsi Sumatera Utara dan setelah itu pada bulan Desember 1987
diganti oleh Drs. Moehammad Guenawan. Beliau menjabat sebagai Kepala
Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Provinsi Sumatera Utara hingga
pension pada tanggal 13 Juni 1990, selanjutnya jabatan tersebut dipegang oleh
Drs. Iwan Purnama hingga 1996. Departemen Perdagangan dan Departemen
Perindustrian digabung menjadi satu yang dipimpin oleh Drs. Kanrad Purba
sebagai pejabat sementara hingga Juni 1996.
Pada tanggal 29 Juli 1996 dilantik Drs. Iskandar Sabirin sebagai Kepala
Kantor Wilayah Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian Provinsi
Sumatera Utara dan pada Juni 2000 Drs. Iskandar Sabirin diganti oleh Ir.
Himanuddin Nasution sampai pada akhirnya beliau meninggal dunia dan
digantikan Drs. T. Azwar Aziz, dan Instansi Kanwil Departemen Perdagangan dan
Gubernur Sumatera Utara NO.020.256.K tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 yang
dipimpin oleh Kepala Dinas yaitu Drs. T. Azwar Aziz dan Wakil Kepala Dinas
Drs. T. Zulkarnaen Damanik,MM sampai pada tanggal 28 Oktober 2005 Wakil
Kepala Dinas dilantik menjadi Bupati Simalungun. Tanggal 2 Mei 2006 Wakil
Kepala Dinas diganti oleh Rommel Sembiring, MSc yang sebelumnya sebagai
Kepala Subdis Bina Perdagangan Dalam Negeri. Pada tanggal 2 Februari 2007
terjadi mutasi Kepala Dinas diganti oleh Drs.H.Mohd.Hasbi Nasution yang
sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Sosial Setdapropsu.
III.2. Struktur Organisasi Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera
Utara.
Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara
memakai struktur organisai garis, dikatakan garis karena dalam organisasi
terseebut wewenang dan tanggung jawab berada dalam satu garis lurus
Setiap struktur organisasi menunjukkan kerangka dasar dari pelaksanaan
badan usaha berupa cara bagaimana pencapaian tujuan organisasi, wewenang,
tanggung jawab, pembagian tugas yang efisien, hubungan antara fungsi-fungsi
dan sebagainya.
Dengan adanya bagan struktur prganisasi tersebut, maka diharapkan
masing-masing bagian dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan
wewenang, tanggung jawab yang diberikan sehingga tujuan organisasi atau
perusahaan dan dapat tercapai dengan baik.
Perusahaan sebagai suatu wadah kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu
pembagian yang menyangkut kepada pembagian wewenang, tanggung jawab,
sistem komunkasi dan bagaimana sistem pengawasan yang dijalankannya.
Dengan demikian akan dapat diketahui dengan jelas kedudukan para
karyawan apa yang akan di lakukan, kepada siapa dia harus bertanggung jawab
atas pelaksanaannya pekerjaan tersebut, sehingga dari bagian organisasi tersebut
akan diperoleh gambaran aktivitas-aktivitas secara keseluruhan dan juga
menunjukkan secara jelas harus dari wewenang dan tanggung jawab yang sesuai
dengan fungsi dan jabatan.
a.Kepala Dinas
1) Mengkoordinasikan dan memberikan pengarahan pada pelaksanaan
tugas dan kegiatan sesuai kebijakan dan ketentuan yang ditetapkan
sebagai acuan tugas jabatan fungsional Kabag, Kasubdis,
Metrologi.
2) Membagi tugas kepada masing-masing bagian agar tidak terjadi
timpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
3) Memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada masing-masing
bagian agar dapat mencapai keserasian dan hasil kerja yang sesuai
dengan yang diharapkan.
4) Memonitor pelaksanaan tugas masing-masing bagian untuk
menghindari terjadinya penyimpangan atau kekeliruan.
5) Mengevaluasi hasil kerja kegiatan masing-masing bagian.
b. Wakil Kepala Dinas
1) Membantu Kepala Dinas dalam memonitor pelaksanaan tugas
2) Mengganti tugas Kepala Dinas, apabila Kepala Dinas sedang tidak
berada ditempat.
3) Penerapan standar pelaksana kewenangan daerah kabupaten / kota,
standar pelaksanaan tugas-tugas dinas dalam perencanaan kegiatan
dan kebutuhan dinas.
4) Peningkatan kapabilitas personil, kinerja, disiplin pegawai seta
sistem kerja dinas.
c.Jabatan Fungsional
Kelompok fungsional mempunyai tugas-tugas yaitu melaksanakan
tugas sesuai dengan jabatan fungsioanal masing-masing berdasarkan
ketentuan undang-undang yang berlaku.
d. Kepala Bagian Tata Usaha
1) Melaksanakan perencanaan kegiatan tata usaha sesuai dengan yang
diharapakan sebagai acuan tugas pokok Kasubbag.
2) Memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada masing-masing
Kasubbag agar dapat dicapai keserasian dan hasil kerja sesuai
dengan apa yang diharapkan.
3) Mengevaluasi hasil kegiatan masing-masing Kasubbag untuk
mengetahui kesesuaian dengan rencana kerja yang ditetapkan.
4) Membagi tugas-tugas tata usaha kepada Kasubbag agar tidak
terjadi timpang tindih dalam pelaksanaan dan penyelesaiannya.
5) Mengkoordinir urusan pegawai.
7) Melakukan urusan berkaitan dengan disiplin pegawai / hukuman
disiplin.
8) Melakukan analisa data.
9) Melakukan urusan data-data.
Bagian Tata Usaha membawahi beberapa Sub Bidang yang terdiri dari:
a) Subbag Pegawai
1) Merencanaan pelaksanaan kegiatan Subbag Kepegawaian
untuk acuan pelaksanaan tugas bawahan.
2) Memberikan tugas kepada bawahan untuk menghindari
terjadinya timpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
3) Memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan agar
tecapai keserasian hasil kerja yang diharapkan.
4) Membuat konsep usul mutasi jabatan pegawai.
5) Menyusun konsep usulan kenaikan pangkat, gaji berkala,
pensiun, yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku
untuk minta persetujuan atasan
b) Subbag Keuangan
1) Merencanakan pelaksanaan kegitan Subbag Keuangan
sebagai acuan dalam membagi gaji.
2) Membagi tugas kepada bawahan untuk menghindari
terjadinya timpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
3) Memberi petunjuk untuk mengawasi dan memeriksa
pelaksanaan dan tugas bawahan agar dapat terjadi kegiatan
4) Mengatur dan mengawasi sirkulasi keungan.
5) Bertanggung jawab langsung terhadap pengeluaran dan
pemasukan yang terjadi dilingkungan Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.
c) Subbag Organisasi dan Hukum
Melaksanakan urusan tentang tata laksana dan organisasi
hukum.
d) Subbag Umum
1) Merencanakan kegiatan Subbag Umum sebagai acuan
pelaksanaan tugas bawahan.
2) Membagi tugas bawahan memberi petunjuk, mengawasi
serta memberi pelaksanaannya agar tercapai kegiatan yang
diinginkan.
3) Mengoreksi konsep pengadaan, penggunaan, inventaris
ATK serta barang dan perlengkapan rumah tangga kantor
agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4) Memberi petunjuk dan mengawasi petugas keamanan dan
kebersihan kantor.
5) Mengawasi dan memeriksa pembelian barang kebutuan
kantor, memeriksa penggunaan ruang, peralatan, kendaraan
dinas agar sesuai dengan kerja yang di tetapkan.
6) Urusan surat menyurat
7) Kearsipan
e. Subdis Rencana dan Program
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang
Penyusunan Rencana dan Program Industri, Penyusunan Program
Perdagangan, Iklim usaha dan lingkungan serta Evaluasi dan
Pelaporan.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Kepala Sub Dinas Rencana
dan Program mempunyai fungsi /tugas sebagai berikut:
1. Merencanakan pelaksanaan kegiatan Subdis perencanaan
sesuai dengan ketentuan sebagai acuan tugas kepada Kepala
Seksi.
2. Memberi tugas kepada Kepala Seksi dan mewmberikan
petunjuk pelaksanaan tugasnya agar tercapai kegiatan yang
efisien dan serasi.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Kepala Seksi.
4. Meneliti usulan, permasalahan dan saran dari subdis guna
bahan usulan kebijaksanaan dan pengembangan industri
dan perdagangan.
5. Melaksanakan pengumpulan data dan pengolahan data.
6. Menyusun dan mengkoordinasikan penyusunan program
tahunan.
7. Mengevaluasi laporan pelaksanaan program.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai dimaksud
diatas, Kepala Sub Dinas Rencana dan Program dibantu oleh :
Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program
Perdagangan
Kepala Seksi Iklim Usaha dan Lingkungan
Kepala Seksi Evaluasi dan Laporan.
f. Subdis Bina Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan ( IKHH )
Mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang
pemberian bimbingan sarana, usaha, produksi, pembinaan industri
kecil dan menengah serta promosi dan investasi industri kimia, agro,
dan hasil hutan.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Kepala Sub Dinas Bina
Industri Kimia, agro dan hasil hutan mempunyai fungsi sebagai berikut
:
1) Mensosialisasikan pelaksanaan perizinan usaha di bidang industri.
2) Membina dan mengembangkan keterampilan dan kemempuan
penyusunan industri.
3) Promosi investasi industri.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai dimaksud
diatas, Kepala Sub Dinas Bina IKAHH dibantu oleh :
Kepala Seksi Bimbingan Sarana.
Kepala Seksi Bimbingan Usaha
Kepala Seksi Bimbingan Produksi
Kepala Seksi Industri, Menengah, Promosi dan Investasi
g. Subdis Bina Industri Logam, Mesin, Elektronika dan aneka (
ILMEA )
Subdis Bina Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka
mempunyai tugas yaitu menangani, mensosialisasikan guna
peningkatan pengembangan hasil dari berbagai industri, baik industri
besar maupun industri kecil serta mengontrol perindustrian agar
pelaksanaan industri berjalan sesuai dengan prosedur masing-masing,
mensosialisasikan pelaksanaan kebijaksanaan pembinaan dan
pengembangan di industri logam, mesin, dan elektronika, penyusunan
petunjuk teknis dan peningkatan keterampilan serta kemempuan
pengusaha industri, penyiapan usaha dan promosi industri.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut Kepala Sub Dinas Kepala Seksi
Bimbingan mempunyai fungsi sebagai berikut :
Penyusunan dan penyempurnaan standar-standar pelaksanaan
kewenangan daerah kabupaten / kota serta standar pelaksanaan
tugas-tugas Dinas di bidang Bina Industri Logam, Mesin,
Elektronika dan Aneka.
Pelaksanaan, pengkoordinasian dan pengendalian
pembangunan jangka menengah dan tahunan, kerjasama
dengan pihak terkait di bidang Industri Logam, Mesin,
Elektronika dan Aneka sesuai standar yang ditetapkan.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas dan Wakil
Pemberian masukan kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala
Dinas Sesuai dengan tugas dan fungsinya
Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan
fungsinya kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas
Sesuai standar yang ditetapkan
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai dimaksud
diatas, Kepala Sub Dinas Bina Industri Logam, Mesin, Elektronika
dan Aneka dibantu oleh :
Kepala Seksi Bimbingan Sarana.
Kepala Seksi Bimbingan Usaha
Kepala Seksi Bimbingan Produksi
Kepala Seksi Industri, Menengah, Promosi dan Investasi
h. Subdis Bina Perdagangan Dalam Negeri
1) Menyiapkan pembinaan sarana perdagangan dan izin usaha
perdagangan.
2) Mensosialisasikan usaha perdagangan, pemantauan dan penyaluran
barang dan jasa serta pembinaan usaha perdagangan.
3) Mempromosikan dagang.
i. Subdis Bina Perdagangan Luar Negeri
Subdis Bina Perdagangan Luar Negeri mempunyai tugas sebagai berikut
:
1) Mensosialisasikan pembinaan ekspor
2) Memantau dan mengevaluasi kegiatan ekspor
4) Mempromosikan dagang luar negeri
5) Menyiapkan perizinan bidang ekspor
6) Menyebarkan informasi perdagangan internasional
7) Mempromosikan dagang luar negeri
8) Menyiapkan perizinan bidang ekspor
Subdis Bina Perdagangan Luar Negeri mempunyai fungsi sebagai berikut :
(1) Menyiapkan pembinaan ekspor dibidang ekspor
(2) Menyiapkan pembinaan ekspor serta pelaksaan kegiatan ekspor
daerah
(3) Menyebarkan informasi perdagangan internasional
(4) Pengawasan terhadap barang ekspor
(5) Mempromosikan barang dagangan ke luar negeri
(6) Mementau pengawasan barang impor di daerah
j. Balai metrologi
1) Mengelola Standar ukur, cap, tanda, dan tera ulang pada sarana
kemetrologian.
2) Memeriksa dan mengkaji standart tingkat II untuk alat ukur, takar,
timbang dan perlengkapan.
3) Mengawasi barang-barang dalam kemetrologian kepada
masyarakat.
4) Menganalisa dan mengevaluasi data yang berkaitan dengan
kemetrologian.
III.3. Visi dan Misi
Dalam rencana strategi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi
Sumatera Utara telah menetapkan visi dan misi sebgai berikut :
A. Visi
Terwujudnya usaha industri dan perdagangan yang maju dan
mandiri ditandai timbul dan kembangnya keaneka ragaman usaha
didukung sumber daya manusia berkualitas dan potensi sumber
daya alam berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
B. Misi
- Menciptakan iklim usaha yang kondusif yang mampu
mendorong dan memberikan konstribusi dalam
membangun perekonomian daerah Sumatera Utara.
- Memperdalam struktur komoditas dengan memperluas
struktur ekspor dari produk primer kepada produk hilir.
- Mendorong dan mmngembangkan ekonomi kerakyatan
melalui ekonomi kerakyatan melalui penumbuhan agro
industri berbasis sumber daya alam dan teknologi ramah
lingkungan .
- Meningkatkan kualitas aparat Pembina sehingga mampu
meningkatkan efisiensi, produktivitas, profesionalisme dan
peran serta pelaku dunia usaha yang mendukung adanya
koordinasi secara sinergis dalam memanfaatkan sumber
- Mengembangkan lembaga dan sarana perdagangan dan
distribusi dalam negeri yang efektif untuk tercapainya
pelaku usaha yang professional, dalam mendukung
peningkatan dan pengembangan produksi dalam negeri
serta perlindungan konsumen.
- Meningkatkan mutu jasa pelayanan industri dan
perdagangan
Pencapaian sasaran akan sangat bergantung pada koordinasi dari aktivitas
elemen-elemen dari Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi
Sumatera Utara yang telah disahkan melalui Perda No.3 Tahun 2001 Tanggal 31
Juli 2001 Tentang Dinas – Dinas Daerah Propinsi Sumatera Utara dan Surat
Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 060.256.K tahun 2002 tanggal 13 Mei
2002 Tentang Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (
UPT ) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara memiliki
tugas pokok membantu Gubernur Sumatera Utara dalam melaksanakan
kewenangan otonomi, tugas dekontrasi dan tugas pembantu di bidang
Perindustrian dan Perdagangan.
III. 4. Bidang Kegiatan Perusahaan
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara didirikan
dengan maksud dan tujuan untuk dapat mewujudkan usaha industri dan
Usaha-usaha industri dan perdagangan tersebut adalah :
A.Industri
a. Industri Kimia dan Agro dan Hasil Hutan
Jenis-jenis industri yang menjadi wewenang pembinaan Dinas
Perindustrian dan Perdagangan adalah melindungi komponen
bahan baku, perabot perlengkapan dari kayu, makanan ternak,
tepung tapioca, pengkalengan hasil laut, sirup, pulpkertas, dan
barang-barang dari kertas, minuman keras, es balok, pembekuan
ikan, umbi-umbian dan sejenisnya, rokok putih dan rokok kretek,
perabot dan perlengkapan rumah tangga dari bambu atau rotan,
pengeringan buah-buahan dan sayur-sayuran, minuman ringan,
macaroni, mie spagetty, minuman dan sejenisnya, minyak
goreng,kelapa segar/ kopra, pengergajian kayu, bahan kimia
industri, barang dari plastik, gelas, semen, kapur, kayu lapis dan
percetakan.
b. Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka
Jenis-jenis industri dan komoditi yang menjadi wewenang
pembinaannya adalah :
Industri Logam, mesin, dan perekayasaan yaitu mesin
pengelola hasil pertanian dan perkebunan, industri paku dan
kawat duri, baut dan mur, kawat logam, industri jasa
pemeliharaan atau rekomendasi mesin-mesin berat seperti
bangunan, industri penggulungan baja seperti kawat baja,
kawat paku, industri besi.
Industri rekondisi mesin-mesin/ alat-alat berat dan kendaraan
bermotor roda empat lebih meliputi alat-alat berat dan
sejenisnya, hasil rekondisi, industri kendaraan bermotor hasil
rekondisi, rekondisi mesin-mesin alat pengangkut pemindah.
Industri perakitan sepeda motor yaitu industri karoseri yang
meliputi kereta sorong, karoseri roda empat atau lebih.
Industri elektronika dan aneka yaitu industri komponen
elektronika seperti pembuatan motor listrik, industri peralatan
perlengkapan listrik serta bahan keperluan listrik, komponen
elektronika, industri kabel listrik tegangan rendah dan
menengah, remot control, industri alat listrik untuk keperluan
alat rumah tangga, lampu kendaraan bermotor, lampu industri
mesin pendingin dan alat listrik.
Industri tekstil yaitu celana jeans, celana katun, jaket, rok, blus,
blus jeans, kemeja biasa, bermacam-macam kain yang
difinising.
B. Perdagangan
a. Perdagangan Dalam Negeri
Bidang kegiatannya adalah meliputi pengadaan sembilan bahan
pokok seperti beras, gula, ikan, minyak goreng, susu, kacang dan
sebagainya.
Bidang kegiatannya meliputi pengadaan komoditi utama ekspor
yaitu minyak kelapa sawit, karet alam, kopi, udang beku, sarung
tangan karet, furniture, ikan laut dalam kaleng.
III. 5. Pola Pendanaan
Pendanaan Dinas dilakukan dengan mengajukan proposal anggaran
setiap satu tahun sekali, pendanaan diberikan dalam bentuk tunai
maupun alat operasional yang dikeluarkan oleh Pemprov Sumut,
melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut serta donasi
dari JICA ( Japan International Corporation Agency ) sesuai
dengan ketentuan MoU.
Sumber dana bersifat tetap.
Mengenai pola pengumpulan dana, sesuai dengan keputusan
Gubernur Sumatera Utara Nomor: 060.256.K Tahun 2002 tentang
tugas, fungsi dan tata kerja dinas perindustrian dan perdagangan
serta organisasi dan tata krja unit pelaksana teknis, maka tiap-tiap
dinas dapat mengusahakan pencarian dana yang menunjang
operasional dinas, dalam hal ini dinas perindustrian dan
perdagangan memiliki UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah)
yang berkedudukan di beberapa wilayah ( Rantau parapat, Medan,
Siantar, Sibolga ) yang mengadakan sertifikasi dan kelayakan
III.6. Perencanaan Kebijakan Lembaga
Dimulai dengan perencanaan (tertuang pada Renstra-Rencana Strategis
2006-2009) yang kemudian dijadikan program kerja jangka 1 tahun, salah satu
contoh adalah mengadakan seminar mengenai “Bagaimana Memulai Ekspor”
yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman UKM Sumut akan ekspor
luar negeri, kegiatan diputuskan melalui serangkaian analisa mengenai kebutuhan
dan hasil analisa pasar yang dilakukan Disperindag. Monitoring dilakukan secara
bersama antara BPEN, dan JICA. Sedangkan evaluasi disampaikan dalam bentuk
laporan pertanggung jawaban.
III.7. Hubungan Disperindag Dengan Masyarakat
Hubungan Dinas dengan masyarakat bersifat pelayanan langsung.Dalam
pengurusan surat-surat : Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda (SPPT), surat
keterangan asal (SKA), surat permohonan, kuisioner sertifikasi produk, fotokopi
kelengkapan dokumen seperti, akte notaris pendirian perusahaan, SIUP, NPWP,
sertifikasi ISO 9000, dokumen sistem mutu, dan surat perjanjian antar importir
dan pabrikan..Dinas secara langsung melakukan Operasi Pasar untuk menghalau
terjadinya lonjakan kenaikan harga. Membantu untuk mendapatkan kredit cepat
kepada unit usaha kecil, agar menaikkan kehidupan masyarakat Sumut
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISA DATA
IV.1. Hasil Penelitian.
Sesuai dengan yang telah dikemukakan pada BAB .I. bahwa penelitian ini
bertujuan untuk mencari hubungan antara dua variabel yaitu pendidikan dengan
prestasi kerja dengan melakukan penelitian pada Kantor Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Sumatera Utara. Dengan pendidikan sebagai variabel bebas (X) dan
prestasi kerja sebagai variabel terikat (Y).
Sebagai objek penelitian adalah pegawai yang bekerja pada Kantor Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara sebanyak 48 orang dari
keseluruhan populasi sejumlah 240 orang pegawai.
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan maka usaha pengumpulan
data dilakukan dengan cara observasi langsung, penyebaran kuesioner, dan studi
kepustakaan. Adapun kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat
tertutup yaitu responden diharuskan memilih salah satu alternatif jawaban yang
tersedia. Setiap jawaban yang diberikan akan di beri nilai/skor dan
selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan perhitungan statistik yaitu rumus
koefisien Product Moment dan Koefisien Determinan dan uji hipotesis.
Selanjutnya akan disajikan distribusi frekwensi jawaban responden yang
diperoleh dari jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Data-data tersebut akan
disusun dalam bentuk tabel-tabel distribusi frekwensi yang kemudian
IV.1.1. Identitas Responden.
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada para responden maka
diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.
No Jenis Kelamin Frekwensi Persentase (%)
1 Pria 34 70.83%
2 Wanita 14 29.17%
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan
responden yang berjumlah 48 orang, responden yan berjenis kelamin pria
sebanyak 34 orang (70.83%), dan responden yang berjenis kelamin wanita
sebanyak 14 orang (29,17%). Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pegawai pria
lebih banyak dibanding dengan pegawai wanita. Dan hal ini sesuai dengan hasil
observasi langsung yang dilakukan penulis pada Kantor Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Sumatera Utara.
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Responden
No Usia Responden Frekwensi Persentase (%)
1 20-29 Tahun - -
2 30-39 Tahun 9 18,75%
3 40-49 Tahun 25 52,08%
4 50-59 Tahun 14 29,17%
5 > 60 Tahun - -
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang berumur
30-39 tahun Sebanyak 9 orang ( 18,75%), responden yang berumur 40-49 tahun
sebanyak 25 orang (52,08%), responden yang berumur 50-59 tahun berjumlah 14
orang (29,17%).
Berdasarkan gambaran diatas dapat diketahui bahwa pegawai yang bekerja
di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara masih dikatakan
usia produktif.
Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Frekwensi Persentase (%)
1 SMA/Sederajat 27 56,25%
2 Sarjana Muda 4 8,33 %
3 S1 13 27,09 %
4 S2 4 8,33 %
5 S3 - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki
pendidikan terakhir SMA/Sederajat yaitu sebanyak 27 orang (56,25%),
selanjutnya S1 sebanyak 13 orang (27,09%), untuk pendidikan Sarjana Muda dan
S2 sama-sama berjumlah 4 orang (8,33%).
Jadi dapat dikatakan bahwa sebagian besar pegawai Dinas Perindustrian
Tabel .5. Distribusi Responden Berdasarkan Pangkat/Golongan
No Pangkat/Golongan Frekwensi Persentase (%)
1 Gol Ia – Id - -
2 Gol IIa – IId 11 22,91%
3 Gol IIIa - IIId 28 58,33%
4 Gol IVa – IVd 9 18,76%
Jumlah 48 100%
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang
mempunyai golongan IIa – Iid berjumlah 11 orang (22,91%), responden yang
mempunyai golongan IIIa – IIId berjumlah 28 orang (58,33%), responden yang
berada pada golongan IVa – IVd berjumlah 9 orang (18,76%).
Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya golongan
IIIa – IIId dan IIa – IId menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki
cukup memadai untuk melaksanakan tugas/pekerjaan dengan lebih baik.
IV.1.2. Uraian Kuesioner
IV.1.2.a. Variabel X (Tingkat Pendidikan Pegawai Negeri Sipil Dinas
Perindag Sumut).
Pendidikan ditetapkan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini.
Dimana untuk mendapatkan jawaban mengenai pendidikan di Kantor Dina
Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara diajukan 8 buah pertanyaan yang
tersusun dari nomor 1 sampai nomor 9. setiap pertanyaan diberi 5 alternatif
Dibawah ini disajikan data-data jawaban responden terhadap keseluruhan
pertanyaanvariabel bebas (X) berdasarkan kuesioner yang disebarkan.
A. Tingkat Pendidikan Formal
Tabel 6. Distribusi Jawaban Responden Tentang Kesesuaian pendidikan Formal Yang Dimiliki Dengan Bidang Tugas/Pekerjaan.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sesuai 13 27,08%
2 Sesuai 23 47,92%
3 Cukup Sesuai 11 22,92 %
4 Tidak Sesuai 1 2,08 %
5 Sangat Tidak Sesuai - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 23 responden(47,92%)
menjawab bahwa pendidikan formal yang dimiliki sesuai dengan bidang
tugas/pekerjaan, kemudiansebanyak 13 orang responden (27,08) menjawab sangat
sesuai dengan bidang tugas/pekerjaan. Sebanyak 11 orang responden (22,92%)
menjawab cukup sesuai, 1 orang (2,08%) menjawab tidak sesuai, dan tidak ada
yang menjawab sangat tidak sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa umumnya
pendidikan formal yang dimiliki responden/pegawai cukup sesuai dengan bidang
Tabel 7. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Menyelesaikan Tugas Dengan Lebih Baik.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 10 20,83%
2 Sering 28 58,33%
3 Cukup Sering 8 16,67%
4 Tidak Sering 2 4,17%
5 Sangat Tidak Sering -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar pegawai
sebanyak 28 orang responden (58,33%) menjawab bahwa pendidikan formal yang
dimiliki sering membantu menyelesaikan tugas dengan lebih baik, sebanyak 10
orang responden (20,83%) menjawab sangat sering membantu, 8 orang responden
(16,67%) menjawab cukup sering membantu, dan 2 orang responden (4,17%)
menjawab tidak sering. Dan tidak ada yang menjawab sangat tidak sering.
Berdasarkan gambaran diatas dapat disimpulkan bahwa umumnya pendidikan
formal yang dimiliki responden/pegawai dapat membantu menyelesaikan tugas
Tabel 8. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Memecahkan Masalah Yang Timbul Dalam Tugas/Pekerjaan.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 8 16,67%
2 Sering 23 47,91%
3 Cukup Sering 15 31,25 %
4 Tidak Sering 2 4,17%
5 Sangat Tidak sering - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 23 orang responden
(47,91%) menjawab bahwa pendidikan formal yang dimiliki dapat membantu
memecahkan masalah yang timbul dalam tugas/pekerjaan,15 orang responden
(31,25%) menjawab cukup sering membantu, kemudian 8 orang responden
(16,67%) menjawab sangat sering. Dan sisanya 2 orang responden (4,17%)
menjawab tidak sering. Hal ini menunjukkan bahwa umumnya pendidikan formal
yang dimiliki responden/pegawai cukup dapat membantu memecahkan masalah
Tabel 9. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Formal Yang Dimiliki Membantu Meningkatkan Prestasi Kerja.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Setuju 8 16,67%
2 Setuju 26 54,17%
3 Cukup Setuju 13 27,08 %
4 Tidak Setuju 1 2,08%
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 26 orang responden (54,17%)
menjawa bahwa pendidikan formal yang dimiliki dapat membantu meningkatkan
kemampuan kerja, 13 orang responden(27,08%) menjawab cukup setuju, 8 orang
responden (16,67%) menjawab sangat setuju. Dan sisanya hanya 2 orang
responden (2,08%) menjawab tidak setuju. Dari gambaran diatas dapat
disimpulkan bahwa pada dasarnya pendidikan formal yang dimiliki
B. Tingkat Pendidikan Non Formal
Tabel 10. Distribusi Jawaban Responden Tentang Sering Tidaknya Mengikuti Pendidikan Non Formal Yang Berupa Kursus, Latihan Jabatan, Seminar Dan Lainnya.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 3 6,25%
2 Sering 16 33,33%
3 Cukup Sering 19 39,58 %
4 Tidak Sering 8 16,67%
5 Sangat Tidak sering 2 4,17%
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa hampir semua responden
pernah mengikuti pendidikan non formal yang berupa kursus, latihan jabatan,
seminar, dan lainnya. Namun demikian dari tabel terlihat bahwa ada 19 orang
responden (39,58%) menjawab cukup sering, 16 orang responden (33,33%)
menjawab sering, namun ada juga yang menjawab tidak sering yaitu sebanyak 8
orang responden (16,67%), 3 orang respenden (6,25%) menjawab sangat sering,
Tabel 11. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Membantu Menyelesaikan Tugas/Pekerjaan Dengan Lebih Baik.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 4 8,33%
2 Sering 22 45,83%
3 Cukup Sering 21 43,76 %
4 Tidak Sering 1 2,08%
5 Sangat Tidak sering - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 22 orang responden
(45,83%) menjawab bahwa pendidikan non formal yang dimiliki dapat membnatu
menyelesaikan tugas/pekerjaan dengan lebih baik, 21 orang responden (43,76%)
menjawab cukup sering, 4 orang responden (8,33%) menjawab sangat sering, dan
sisanya 1 orang responden (2,08%) menjawab tidak sering. Hal ini menunjukkan
bahwa pada dasarnya pendidikan non formal yang di miliki/diikuti
responden/pegawai cukup dapat membantu menyelesaikan tugas/pekerjaan
Tabel 12. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Membantu Memecahkan Masalah Yang Timbul Dalam Tugas/Pekerjaan.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 5 10,42%
2 Sering 22 45,83%
3 Cukup Sering 18 37,05 %
4 Tidak Sering 3 6,25%
5 Sangat Tidak sering - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 22 orang
responden(45,83%) menjawab bahwa pendidikan non formal yang dimiliki dapat
membantu memecahkan masalah yang timbul dalam tugas/pekerjaan, 18 orang
responden (37,05%) menjawab cukup sering membantu, 5 orang responden
(10,42%) menjawab sangat sering, dan sisanya 3 orang responden (6,25%)
menjawab tdak sering membantu. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya
pendidikan non formal yang dimiliki responden/pegawai cukup dapat membantu
Tabel 13. Distribusi Jawaban Responden Tentang Dapat Tidaknya Pendidikan Non Formal Yang Dimiliki Dapat Meningkatkan Prestasi Kerja.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Setuju 15 31,26%
2 Setuju 17 35,41%
3 Cukup Setuju 12 25 %
4 Tidak Setuju 4 8,33%
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 17 orang responden
(35,41%) yang menjawab setuju bahwa pendidikan non formal yang dimiliki
dapat membantu meningkatkan prestasi kerja, 15 orang responden (31,26%)
menjawab sangat setuju, 12 orang responden (25%) menjawab cukup setuju, dan
sisanya 4 orang responden (8,33%) menjawab tidak setuju. Maka dapat
disimpulkan bahwa pada dasarnya pendidikan non formal yang dimiliki
responden/pegawai dapat membantu meningkatkan prestasi kerja.
IV.1.2.b. Variabel Y (Prestasi Kerja Pegawai Dinas Kantor DISPERINDAG
Sumut).
Prestasi kerja ditetapkan sebagai variabel terikat dalam penelitian ini.
Dimana untuk mendapat jawaban mengenai prestasikerja pegawai di Kantor Dinas
Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Utara diajukan pertanyaan sebanyak 8
Dibawah ini disajikan data jawaban terhadap keseluruhan pertanyaan
variabel terikat (Y) berdasarkan kuesioner yang disebarkan.
A. Hasil Kerja
Tabel 14. Distribusi Jawaban Responden Tentang Mampu Tidaknya Mencapai Hasil Kerja (Kualitas)Yang Sesuai Dengan Standart Kerja
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Mampu 8 16,67%
2 Mampu 27 56,25%
3 Cukup Mampu 13 27,08 %
4 Tidak Mampu - -
5 Sangat Tidak Mampu - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Tabel diatas menunjukkan bahwa pegawai mampu mencapai hasil kerja
sesuai dengan standart kerja. Hal ini dibuktkan dengan adanya jawaban responden
yang menyatakan mampu mencapai hasil kerja sesuai dengan standart ada 27
orang responden (56,25%), 13 orang responden (16,67%) menyatakan cukup
mampu, sisanya 8 orang responden (16,67%) menjawab sangat mampu. Dan tidak
Tabel 15. Distribusi Jawaban Responden Tentang Teliti Tidaknya Dalam Melaksanakan Tugas Yang Diberikan
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Teliti 13 27,08%
2 Teliti 22 45,84%
3 Cukup Teliti 13 27,08 %
4 Tidak Teliti - -
5 Sangat Tidak Teliti - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Tabel diatas menunjukkan bahwa pegawai selalu teliti dalam
melaksanakan setiap tugas dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Hal ini
dibuktikan dengan adanya jawaban yang menyatakan teliti dalam melaksanakan
tugas dan pekerjaan ada 22 orang responden (45,84%), yang menjawab sangat
teliti dan cukup teliti sebanyak 13 orang responden (27,08%), dan tidak satupun
yang menjawab tidak teliti.
Tabel 16. Distribusi Jawaban Responden Tentang Hasil Yang Diperoleh Melebihi Target Yang Telah Ditentukan
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 5 10,41%
2 Sering 21 43,77%
3 Cukup Sering 17 35,41 %
4 Tidak Sering 4 8,33%
5 Sangat Tidak Sering 1 2,08
Tabel diatas menunjukkan bahwa tidak semua pegawai pernah
melaksanakan pekerjaan mencapai hasil kerja dari target yang telah ditentukan.
Hal ini dibuktikan dengan jawaban responden yang menyatakan tidak pernah
mencapai hasil melebihi target sebanyak 4 orang responden (8,33%), dan ada juga
1 orang responden (2,08%) menjawab sangat tidak pernah, sedangkan 21 orang
responden (43,77%) menjawab sering , 17 orang responden (35,41) menjawab
cukup sering, dan 5 orang responden (10,41%) menjawab sangat sering.
B. Mutu Kerja.
Tabel 17. Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan Pegawai Menyelesaikan Pekerjaan Sesuai Dengan Standart Kerja Yang Telah Ditentukan
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Mampu 8 16,67%
2 Mampu 29 60,41%
3 Cukup Mampu 11 22,92 %
4 Tidak Mampu - -
5 Sangat Tidak Mampu - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Tabel diatas menunjukkan bahwa pegawai mampu menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan standart kerja. Hal ini dibuktkan dengan adanya jawaban
responden yang menyatakan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
standart ada 29 orang responden (60,41%), 11 orang responden (22,92%)
menyatakan cukup mampu, sisanya 8 orang responden (16,67%) menjawab sangat
Tabel 18. Distribusi Jawaban Responden Tentang Sesuai Tidaknya Pekerjaan Yang Diberikan Dengan Kemampuan Yang Ada
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sesuai 9 20,84%
2 Sesuai 27 56,25%
3 Cukup Sesuai 12 25 %
4 Tidak Sesuai - -
5 Sangat Tidak Sesuai - -
Jumlah 48 100%
Sumber: Hasil Penelitian 2008
Tabel diatas menunjukkan tugas dan pekerjaan yang diberikan telah sesuai
dengan kemampuan kerja pegawai. Hal ini terbukti melalui jawaban responden
yang menyatakan sesuai sebanyak 27 orang responden (56,25%), yang menjawab
cukup sesuai sebanyak 12 orang responden (25%), 9 orang responden (18,75%)
menjawab sangat sesuai, dan tidak satu orang pun yang menjawab tidak sesuai.
Tabel 19. Distribusi Jawaban Responden Tentang Usaha Meningkatkan Mutu Dari Hasil Kerja.
No Kategori Frekwensi Persentase (%)
1 Sangat Sering 10 20,84%
2 Sering 24 50%
3 Cukup Sering 13 27, %
4 Tidak Sering 1 2,08%
5 Sangat Tidak Sering - -