• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Kinerja pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Kinerja pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODAL INSANI DAN MODAL SOSIAL

TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PADA UKM

CLUSTER

MINUMAN HERBAL DI BOGOR

MIRZA ANDINA

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Kinerja pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Mei 2014

(4)

ABSTRAK

MIRZA ANDINA. Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Kinerja pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor. Dibimbing oleh ANGGRAINI SUKMAWATI.

Usaha Kecil dan Menengah kluster minuman herbal adalah usaha yang menghasilkan produk ramuan tradisional dengan bantuan tenaga kerja yang tersedia. Modal insani dan modal sosial memiliki peran penting dalam pengembangan kinerja UKM. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis perbandingan tingkat kepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh UKM kluster minuman herbal di Bogor, (2) Menganalisis pengaruh dari modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM kluster minuman herbal di Bogor, dan (3) Menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat dari upaya peningkatan kinerja UKM kluster minuman herbal di daerah Bogor. Hasil penelitian menyatakan permasalahan utama yang dihadapi UKM adalah sumberdaya manusia. Hasil analisis Structural Equation Modelling (SEM) menyatakan modal insani memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM dengan modal sosial sebagai variabel perantara. Pada implikasi manajerial akan dibentuk model peningkatan kinerja UKM dengan The House Model dan analisis kuadran untuk memetakan variabel yang diplotkan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja.

Kata kunci: kinerja, modal insani, modal sosial

ABSTRACT

MIRZA ANDINA. The influence of human capital and social capital on performance improvement of UKM cluster herbal drink in Bogor. Supervised by ANGGRAINI SUKMAWATI.

UKM clusters herbal drink is a business that produces traditional herbal with labour help. Human capital and social capital has an important role in performance of UKM development. The objective for this research to (1) Analyze the interest rate comparisons with the performance achieved of UKM cluster herbal drink Bogor, (2) Analyze the influence of human capital and social capital on the performance of UKM cluster herbal drink in Bogor, (3) Analyze factors driving and inhibiting to improve the performance of UKM cluster herbal drink in Bogor. The results of this research show that the main problem of low performance of the UKM is human resource. The results of SEM analysis show that human capital has positive and significant influence of UKM’s performance with social capital as a intervening variable. In managerial implications will be

form a model of UKM’s performance improvement and quadrant analysis to map the variables plotted based on the level of interest and performance.

(5)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

pada

Departemen Manajemen

PENGARUH MODAL INSANI DAN MODAL SOSIAL

TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PADA UKM

CLUSTER

MINUMAN HERBAL DI BOGOR

MIRZA ANDINA

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTASEKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)
(7)

Judul Skripsi : Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Kinerja pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor

Nama : Mirza Andina NIM : H24100034

Disetujui oleh

Dr Ir Anggraini Sukmawati, MM Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Mukhamad Najib, STP, MM Ketua Departemen

(8)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2013 ini ialah Peningkatan Kinerja Melalui Pembentukan Modal Insani dan Modal Sosial pada UKM Cluster Minuman Herbal di Bogor.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr Ir Anggraini Sukmawati, MM selaku pembimbing. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Bapak Febri Sugianto dari UKM El-Iman, Ibu Ersi Herlina dari UKM Liza Herbal Internationl, Ibu Suryati dari UKM Wedang Jahe Merah, dan Ibu Masugiarti dari UKM jamu Masugiarti yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua tercinta (Bapak

Amiruddin Syino dan Ibu Arba’atun Novalena) serta kakakku tercinta Alan Rizki dan Mirzhaldy Andhoni, seluruh keluarga, para sahabat (Viana, Icha, Desi, Tommy, Heru, Wida, Melia, Devi, Ayu, Marda, Riri, Dita, Fia, Feby, Mpud, dan Icoh) dan teman-teman atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

(9)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

Ruang Lingkup Penelitian 3

TINJAUAN PUSTAKA 3

METODE 4

Kerangka Pemikiran 4

Lokasi dan Waktu Penelitian 6

Jenis Data dan Sumber Data 6

Metode Pengambilan Sampel 6

Metode Pengolahan dan Analisis Data 6

HASIL DAN PEMBAHASAN 10

Karakteristik Responden 10

Permasalahan di UKM 12

Force Field Analysis (FFA) 13

Persepsi Karyawan UKM terhadap Modal Insani, Modal Sosial, dan Kinerja 14 Analisis Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UKM dengan Pendekatan Partial Least Square (PLS) 15

Implikasi Manajerial 17

SIMPULAN DAN SARAN 20

DAFTAR PUSTAKA 21

(10)

DAFTAR TABEL

1 Jumlah UKM di Bogor tahun 2007-2012 1

2 Karakteristik tenaga kerja UKM minuman herbal Kota Bogor 11

3 Karakteristik UKM minuman herbal Kota Bogor 12

4 Persepsi karyawan terhadap modal sosial, modal insani, dan kinerja 14 5 Hasil evaluasi outer model dan inner model 1, 2, dan 3 15

6 Hasil inner model pada analisis smartPLS 16

7 Analisis kuadran IPA 18

DAFTAR GAMBAR

1 Kerangka pemikiran 5

2 Model I pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM 8 3 Model II pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja

UKM 9

4 Model III pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja

UKM 9

5 Permodelan Dream House 10

6 Diagram Ishikawa UKM minuman herbal Kota Bogor 12 7 Force Field Analysis UKM minuman herbal Kota Bogor 13

8 Model inner yang terpilih 16

9 The House Model UKM minuman herbal Kota Bogor 18

10 Diagram kartesius IPA 19

DAFTAR LAMPIRAN

1 Kuesioner penelitian khusus pegawai 22

2 Kuesioner penelitian khusus pemilik 26

3 Uji validitas dan reliabilitas 30

4 Persepsi karyawan terhadap peningkatan kinerja UKM melalui modal

insani dan modal sosial 31

(11)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berperan penting dalam peningkatan perekonomian Indonesia dan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan nasional. Usaha kecil dan menengah memiliki kemampuan dalam penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan motor penting dari pertumbuhan ekonomi, inovasi dan progres teknologi (Thornburg dalam Tambunan 2009).

Pengembangan usaha kecil dan menengah merupakan salah satu strategi pembangunan ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam upaya pengembangan usaha kecil dan menengah ini diperlukan informasi yang lengkap, mudah, dan cepat. Selain itu pada informasi potensi suatu sektor usaha ekonomi atau komoditas untuk dikembangkan pada suatu wilayah tertentu, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangannya, serta prospek pengembangan program kemitraan terpadu untuk sektor usaha atau komoditas tersebut.

Usaha Kecil dan Menengah Kota Bogor merupakan industri yang masih terus berkembang karena kegiatan bidang ini tidak terpengaruh dengan adanya krisis. Terlihat dari beberapa industri kecil yang masih tetap berproduksi seperti biasanya, bahkan ada diantaranya produk yang semakin berkembang sehingga merambah pasar luar. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM Kota Bogor, jumlah UMKM pada tahun 2012 mencapai 33.572 usaha, dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 58.249 pekerja. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar 33.559 usaha dan 57.107 pekerja. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa kontribusi UKM sangat besar terutama dalam menyerap tenaga kerja serta pemulihan ekonomi nasional. Pada Tabel 1 dapat terlihat jumlah UMKM yang terdapat di Kota Bogor.

Tabel 1 Jumlah UMKM di Bogor Tahun 2007-2012

Jenis Usaha 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Usaha Mikro 23.873 25.718 25.804 26.320 26.846 27.383 Usaha Kecil 6.366 4.822 4.838 4.936 5.038 5.139 Usaha Menengah 1.598 1.607 1.614 1.646 1.679 1.710 Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor (2013)

Dilihat dari Tabel 1 kontribusi UKM selalu mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah UKM yang mendominasi unit usaha di Bogor. Peningkatan ini tidak dialami oleh UKM kluster minuman herbal Kota Bogor. Jumlah UKM minuman herbal hanya mencapai 22 unit usaha yang masih aktif dan terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM, dan Pasar Kota Bogor.

(12)

2

usaha tetapi pada tahun 2012 menurun menjadi 22 unit usaha. Kinerja UKM minuman herbal ini belum mampu memenuhi permintaan pasar. Pada produk jamu UKM hanya mampu memproduksi sebanyak 6 ton setiap bulannya sedangkan permintaan pasar mencapai 9 ton.

Seperti usaha-usaha besar lainnya, UKM Kota Bogor juga sering dihadapi pada berbagai permasalahan, antara lain kompetensi tenaga kerja yang relatif rendah karena tingkat pendidikan yang rendah, aspek permodalan, kesulitan bahan baku, dan kurang pengetahuan manajemen keuangan. Hal lain yang menjadi kendala untuk pengembangan UKM adalah akses informasi yang terbatas dan teknologi. Kesulitan-kesulitan ini menyebabkan keterbatasan usaha kecil untuk berkembang dan melemahkan peran dan kemampuan bersaing UKM dibandingkan pelaku usaha lainnya. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut modal insani dan modal sosial perlu dikembangkan agar menghasilkan kinerja UKM yang lebih baik dan berkembang.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah adalah sebagai berikut :

1. Apa saja yang menjadi faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam peningkatan kinerja UKM minuman herbal Kota Bogor?

2. Bagaimana pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM minuman herbal Kota Bogor?

3. Bagaimana perbandingan tingkat kepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh UKM minuman herbal Kota Bogor?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat dari upaya peningkatan kinerja UKM minuman herbal Kota Bogor.

2. Menganalisis pengaruh dari modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM minuman herbal Kota Bogor.

3. Menganalisis perbandingan tingkat kepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh UKM minuman herbal Kota Bogor.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat bagi berbagai pihak, diantaranya :

1.Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat aplikasi manajerial bagi para pengusaha dan pemerintah dalam pengembangan UKM minuman herbal Kota Bogor.

2.Teoritis

(13)

3

Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada pengaruh yang diberikan dari modal insani dan modal sosial terhadap peningkatan kinerja UKM di Kota Bogor. Variabel dari modal insani dibatasi pada metode umum dan spesifik on the job training, pendidikan formal, serta pengetahuan lainnya. Variabel ini mengacu pada Becker 1993. Penelitian untuk modal sosial dibatasi pada dimensi struktural, relasional dan kognitif. Dimensi-dimensi tersebut mengacu dari Nahapiet dan Goshal (1998). Objek penelitian ini adalah SDM dari UKM kluster minuman herbal Kota Bogor.

TINJAUAN PUSTAKA

Modal Insani

Menurut Moeheriono (2009), human capital (modal insani) adalah sumber daya insani yang dimiliki suatu organisasi atau perusahaan. Peranan sumber daya insani diyakini oleh banyak kalangan merupakan asset terpenting bagi perusahaan karena keberhasilan perusahaan sangat tergantung kepada bagaimana perusahaan mengelola karyawannya. Becker (1993) menjelaskan lebih spesifik bahwa investasi modal insani dapat dilakukan melalui komponen metode umum on the job training dan spesifik on the job training, pendidikan formal, serta pengetahuan lainnya.

Modal Sosial

Sujiyanto (2009), menyatakan modal sosial adalah norma dan hubungan sosial yang menyatu dalam struktur sosial masyarakat yang mampu mengkoordinasikan tindakan dalam mencapai tujuan. Nahapiet dan Ghoshal (1998) berfokus pada tingkat analisis individu dalam menyusun dimensi modal sosial menjadi tiga dimensi, yaitu dimensi struktural, dimensi relasional, dan dimensi kognitif. Dimensi struktural merupakan sebuah pola hubungan antar orang dan interaksi sosial yang ada dalam organisasi. Dimensi relasional merupakan aset yang diciptakan dan tumbuh dalam hubungan antar organisasi yang mencakup kepercayaan, kelayakan, kelayakan dipercaya, norma dan sangsi, kewajiban dan harapan, serta identitas dan identifikasi. Dimensi kognitif merupakan sumber daya yang memberikan representasi dan interpretasi bersama, serta menjadi sistem makna antar pihak dalam organisasi. Dimensi kognitif juga didefinisikan sebagai bahasa bersama (shared languages), berbagi cerita (shared narratives) dan visi bersama (shared vision) yang memfasilitasi pemahaman tentang tujuan kolektif dan cara bertindak dalam suatu system sosial.

Kinerja

(14)

4

adalah hasil dari proses pekerjaan tertentu secara terencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta organisasi bersangkutan. Ukuran kinerja dapat dilihat dari sisi jumlah dan mutu tertentu, sesuai standar organisasi atau perusahaan. Hal itu sangat terkait dengan fungsi organisasi atau pelakunya, sedangkan kinerja organisasi merupakan indikator tingkatan prestasi yang dapat dicapai dan mencerminkan keberhasilan suatu organisasi, serta merupakan hasil yang dicapai dari perilaku anggota organisasi.

Studi Terdahulu yang Relevan

Penelitian mengenai modal insani, modal sosial, dan kinerja UKM telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Rutha (2013) di UKM kluster Kerajinan Kota Bogor membuktikan bahwa modal insani dan modal sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM. Penelitian lain yang dilakukan oleh Wahyuningrum (2013) mengenai UKM kerajinan Kota Depok yang menyatakan bahwa modal insani memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM dengan modal sosial sebagai variabel perantara. Penelitian yang juga dilakukan oleh Nishantha (2011) mengenai hubungan antara modal insani, modal sosial dan pertumbuhan organisasi membuktikan bahwa modal insani memiliki pengaruh tidak langsung melalui modal sosial dalam mempengaruhi pertumbuhan organisasi.

METODE

Kerangka Pemikiran

Sektor usaha kecil dan menengah merupakan bagian integral dari perekonomian yang mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang penting dalam laju pertumbuhan ekonomi terhadap PDRB Kota Bogor. UKM kluster minuman herbal merupakan salah satu sektor usaha yang berpotensi dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan jumlah UKM. Penelitian mengenai modal insani dan modal sosial di UKM kluster minuman herbal diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan juga masukan dalam upaya meningkatkan kinerja UKM. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap. Berikut tahap-tahap yang harus dilakukan dalam penelitian ini:

1. Tahap pertama, mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis faktor pendorong dan penghambat dari model tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam (deep interview) kepada pemilik dan pakar di bidang UKM. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Diagram Ishikawa (fishbone chart) dan Force Field Analysis (FFA).

2. Tahap kedua, menganalisis pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap peningkatan kinerja. Analisis akan dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM).

(15)

5 diharapkan dapat digunakan untuk peningkatan kinerja UKM. Kerangka alur pemikiran operasional tersebut dijabarkan dalam Gambar 1.

Gambar 1 Kerangka pemikiran Upaya peningkatan

kinerja UKM

Melalui modal sosial (Nahapiet dan Ghoshal 1998): 1. Dimensi struktural 2. Dimensi relasional 3. Dimensi kognitif Melalui modal insani

(Becker 1993): 1. Metode umum on

the job training

2. Metode spesifik on the job training

3. Pendidkan formal 4. Pengetahuan lainnya

Perancangan penghambat dari model

peningkatan kinerja UKM industri klusterminuman herbaldi

(16)

6

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada UKM kluster minuman herbal yang berada di Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan Juli 2013 sampai bulan Oktober 2013.

Jenis Data dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait, yaitu para pakar di bidang UKM, dan penyebaran kuisioner ke UKM kluster minuman herbal. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur, menggunakan buku, penelitian terdahulu, internet, dan data dari instansi-instansi yang terkait.

Metode Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel yang tepat merupakan salah satu teknik dalam penelitian. Karena sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang diambil untuk mewakili gambaran populasi sebenarnya. Menurut Gay dan Dhiel (1992), pengambilan ukuran sampel yang diterima akan sangat bergantung pada jenis penelitiannya. Jika penelitiannya bersifat deskriptif dengan populasi relatif kecil minimum 20 persen dari populasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 22 UKM kluster minuman herbal yang masih aktif dan terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM, dan Pasar Kota Bogor, maka sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 4 UKM yang terdiri dari pemilik dan tenaga kerja. Tenaga kerja yang menjadi responden sebanyak 33 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan ketersediaan responden sehingga dapat memudahkan peneliti dalam pengambilan sampel.

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengolahan data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas, Analisis Deskriptif, Diagram Ishikawa, Force Field Analysis (FFA), Analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS), The House Model dan Importance-Performance Analysis (IPA).

Uji Validitas dan Reliabilitas Data

(17)

7 dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Suliyanto 2005).

Pengujian ini menggunakan aplikasi Stastical Product and Service Solution (SPSS) versi 19.00. Hasil uji validitas karyawan pada taraf signifikasi korelasi 5 % menyatakan bahwa seluruh pertanyaan valid. Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji statistik Cronbach Alpha.Variabel dikatakan reliabel jika secara statistik Cronbach Alpha >0.60 dan hasil reliabilitas kuesioner karyawan pada penelitian ini adalah 0,858, sehingga dapat disimpulkan seluruh pertanyaan dalam kuesioner reliabel.

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh selama penelitian. Gambaran umum ini bisa menjadi acuan untuk melihat karakteristik data yang kita peroleh. Data yang telah diperoleh dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Sesuai dengan ruang lingkupnya, analisis deksriptif meliputi penyajian data, baik dalam bentuk tabel maupun grafik, serta pengukuran nilai-nilai statistik (Suliyanto 2005).

Analisis Diagram Ishikawa

Diagram ishikawa juga disebut diagram fishbone merupakan suatu alat visual untuk mengidentifikasi permasalahan dan menentukan penyebab dari munculnya permasalahan tersebut. Selain digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan penyebabnya, diagram fishbone ini juga dapat digunakan pada proses perubahan. Pada diagram fishbone permasalahan mendasar diletakkan pada bagian kanan dari diagram atau pada bagian kepala dari kerangka tulang ikannya. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip dan durinya. Force Field Analysis (FFA)

Force Field Analysis (FFA) adalah alat perubahan manajemen yang sangat berharga. Analisis kekuatan lapangan (FFA) adalah mengevaluasi dampak bersih dari semua kekuatan yang mempengaruhi perubahan. Kekuatan ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni kekuatan pendorong dan kekuatan penghambat. Driving forces adalah semua kekuatan yang mendorong dan mempromosikan perubahan. Sedangkan restraining forces adalah kekuatan yang membuat perubahan yang lebih sulit. Kekuatan ini melawan kekuatan pendorong dan mengarah pada penghindaran atau resistensi perubahan .

Structural Equation Modeling (SEM)

(18)

8

variable laten independen (eksogen) yaitu modal insani dan modal sosial serta kinerja sebagai variabel laten dependen (endogen).

1. Modal insani (human capital)

Modal Insani terdiri dari empat variabel , yaitu program pendidikan formal, metode umum on the job training, metode on the job training spesifik, dan pengetahuan lainnya (Becker 1993).

2. Modal sosial (social capital)

Modal sosial terdiri dari tiga dimensi, yaitu dimensi struktural, dimensi relational, dan dimensi kogntif (Nahapiet dan Ghoshal 1998).

3. Kinerja UKM

Kinerja SDM terdiri dari dua variabel terukur, yaitu produktivitas dan daya inovasi (Dokko 2004).

Variabel terukur dan tidak terukur tersebut membentuk model struktural yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian Rutha (2013) di UKM kluster Kerajinan Kota Bogor membuktikan bahwa modal insani dan modal sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM. Maka dibuat model pertama yang akan menganalisis pengaruh langsung dari variabel modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Model I pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM Penelitian yang dilakukan Nishantha (2011) mengenai hubungan antara modal insani, modal sosial dan pertumbuhan organisasi membuktikan bahwa modal insani memiliki pengaruh tidak langsung melalui modal sosial dalam mempengaruhi pertumbuhan organisasi. Dari penelitian ini terbentuklah model ketiga yang menganalisis pengaruh terhadap kinerja UKM dengan modal sosial sebagai variabel perantara.

Modal Insani

Modal Sosial

Kinerja UKM

Produktivitas

Daya inovasi Pendidikan Formal

Metode umum on the job training

Pengetahuan lainnya Metode spesifik on

the job training

Dimensi Struktural

Dimensi Relational

(19)

9

Gambar 3 Model II pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM

Berdasarkan penelitian Stam dan Elfring (2008) mengenai peran jejaring intra dan ekstra industri sebagai salah satu unsur pembentuk modal sosial, membuktikan modal sosial merupakan media mediasi yang memperkuat hubungan antara orientasi entrepreneur dengan kinerja. Dari penelitian ini terbentuklah model kedua yang menganalisis pengaruh langsung dari variabel modal insani terhadap kinerja UKM dengan modal sosial sebagai variabel moderator.

Gambar 4 Model III pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM

The House Model

The House Model merupakan gambaran usaha dari suatu organisasi untuk mengubah mimpi menjadi suatu tindakan nyata. Menurut Horovitz dan Anne-Valerie Ohlsson-Corboz (2007) hal utama yang dibutuhkan organisasi untuk berubah adalah visi inspirasional masa depan organisasi, yaitu impian dengan

Modal Metode spesifik on

the job training

Dimensi Struktural Dimensi Relational Dimensi Kognitif

Modal Metode spesifik on

the job training

(20)

10

batas waktu, dimana membutuhkan pilar-pilar yang dapat menyokong keberadaan dan pencapaian dari organisasi tersebut.

Gambar 5 Permodelan Dream House Importance Performance Analysis (IPA)

Metoda Importance Performance Analysis (IPA) pertama kali diperkenalkan oleh Martilla dan James (1977). Importance Performance Analysis adalah suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kinerja penting apa yang harus ditunjukkan oleh suatu organisasi dalam memenuhi kepuasan para pengguna jasa mereka (konsumen). Importance-Peformance Analysis terdiri atas dua komponen yaitu analisis kuadran dan analisis kesenjangan (gap). Dengan analisis kuadran dapat diketahui respon konsumen terhadap variabel yang diplotkan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja dari variabel tersebut. Sedangkan analisis kesenjangan (gap) digunakan untuk melihat kesenjangan antara kinerja suatu variabel dengan harapan konsumen terhadap variabel tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini diambil dari 4 UKM minuman herbal di Kota Bogor yang berjumlah 33 responden. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik responden. Karakeristik tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan, usia, lama bekerja, penghasilan, jumlah tanggungan, dan hubungan kekerabatan, sedangkan karakteristik UKM berdasarkan jenis usaha, skala usaha dan lama UKM telah berdiri.

Karakteristik Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang dijadikan responden berjumlah 33 orang yang dipilih melalui teknik convinience sampling. Dapat dilihat pada tabel 2 karakteristik tenaga kerja UKM minuman herbal Kota Bogor.

Dream with a dedline

(Impian dengan batasan waktu)

Key way (cara utama) Key way (cara utama) Key way (cara utama)

Action and milestone

(tindakan dan batu pijakan yang

digunakan)

Action and milestone

(tindakan dan batu pijakan yang

digunakan)

Action and milestone

(tindakan dan batu pijakan yang

digunakan)

Suporting behavior

(21)

11

Tabel 2 Karakteristik Tenaga Kerja UKM Minuman Herbal Kota Bogor Karakteristik Jumlah Tenaga

Kerja (orang)

Karakteristik Jumlah Tenaga Kerja (orang)

Pendidikan : penghasilan :

SD 1 <500000 0

Sumber : Data diolah (2014)

Dilihat dari karakteristik tingkat pendidikan tenaga kerja UKM minuman herbal Kota Bogor, didominasi oleh pendidikan terakhir SMA/sederajat yaitu sebanyak 27 orang dari 33 responden . Sedangkan dari usia, tenaga kerja paling banyak berada pada rentang usia 16-25 tahun. Ini menunjukan bahwa sebagaian besar tenaga kerja telah berada pada usia yang produktif dan telah mendapat pendidikan yang layak.

(22)

12

Karakteristik UKM

UKM minuman herbal Kota Bogor yang menjadi sampel penelitian berjumlah 4 UKM. Dimana 4 UKM tersebut telah berdiri diatas 5 tahun. Karakteristik UKM dilihat dari 2 sisi yaitu lama berdiri dan skala UKM. Pada Tabel 3 akan dijelaskan karakteristik UKM yang menjadi responden penelitian. Tabel 3 Karakteristik UKM Minuman Herbal Kota Bogor

Nama UKM Tahun Berdiri

Skala Usaha

Jenis Usaha Jumlah tenaga

kerja

Omset

1. El-iman 6 Menengah Industri madu 30 Rp 3.500.000.000

2. Liza Herbal International

8 Menengah Produk herbal 30 Rp 800.000.000

3. Wedang jahe merah 5 Kecil Jahe merah 8 Rp 100.000.000

4. Masugiarti 15 Kecil Jamu 10 Rp 250.000.000

Sumber : Data diolah (2014)

Dari 4 UKM yang menjadi sampel penelitian, 2 diantaranya UKM berskala menengah dan 2 berskala kecil. Dimana tenaga kerja yang dimiliki oleh usaha berskala kecil 8-10 orang dan usaha berskala menengah mencapai 30 orang dengan omset tertinggi hingga Rp 3.500.000.000,00. Ini menunjukkan bahwa UKM minuman herbal telah mampu menyerap tenaga kerja dengan baik. UKM minuman herbal pada umumnya bergerak dibidang industri madu, jamu, jahe merah, dan produk herbal lainnya.

Permasalahan di UKM

Pada Diagram Ishikawa (fishbone chart) dijelaskan permasalah yang terdapat di UKM minuman herbal di Kota Bogor. Permasalahan mendasar diletakkan pada bagian kanan dari diagram, sedangkan bagian kepala dari kerangka tulang ikan melambangkan akibat dari permasalahan. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip dan duri, serta penyebab utama digambarkan pada ekor yang dapat dilihat pada Gambar 6.

(23)

13 Permasalahan utama bagi UKM saat ini adalah sumberdaya manusia yang kurang pengetahuan terkait dengan produksi minuman herbal. Penyebab dari SDM ini adalah pelatihan bagi karyawan dirasa masih kurang dimana dari 33 karyawan hanya 10 karyawan yang pernah mengikuti pelatihan yang terdiri dari pelatihan keamanan pangan, pelatihan tentang product canvassing, dan pelatihan teknis untuk meningkatkan kapasitas UKM. Selain itu perlakuan yang diterima para karyawan kurang layak sehingga menyebabkan rendahnya semangat kerja, kejenuhan karyawan, dan kurangnya komitmen kerja. Penyebab kedua adalah material yang terdiri dari kurangnya modal dan kesulitan dalam mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Mereka tidak memiliki banyak referensi sumber bahan baku sehingga menjadi penghambat UKM untuk berkembang dan meningkatkan kinerjanya.

Penyebab ketiga adalah produksi dimana produksi ini tak kalah pentingnya untuk diperhatikan dan diperbaiki. Penyebabnya yaitu kurangnya inovasi teknik produksi agar menjadi lebih efisien serta tempat produksi yang belum memadai. Proses produksi pada UKM sebagain besar masih dilakukan dalam satu ruangan, seperti pada proses pembuatan produk dan pengemasan. Hal tersebut dapat menciptakan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman. Penyebab keempat adalah dari sistem pemasaran. Pihak UKM dirasa kurang maksimal dalam melakukan promosi. Promosi yang dilakukan didominasi dengan cara penjualan secara personal. Selain itu tenaga pemasaran yang dimilikipun masih sedikit, karena pihak UKM lebih befokus pada tenaga produksi.

Force Field Analysis (FFA)

Usaha kecil dan menengah Kota Bogor memiliki faktor pendorong dan penghambat untuk berkembang dan mencapai peningkatan kinerja. Faktor pendorong dan penghambat tersebut dianalisis menggunakan Force Field Analysis (FFA) seperti yang digambarkan pada Gambar 7.

(24)

14

Dilihat dari Gambar 7 tujuan UKM adalah menjadi UKM yang berkelanjutan dan dikenal dalam 5 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut UKM dihadapi pada faktor-faktor pendorong dan penghambat. Dimana faktor pendorong merupakan kekuatan dorongan yang dimiliki oleh UKM untuk berkembang dan memiliki kinerja yang lebih baik. Faktor pendorong diantaranya target pasar jelas, pengendalian mutu jelas, memiliki hubungan kekeluargaan yang baik, dan produk yang diminati. Kelima faktor pendorong tersebut dihadapi dengan faktor penghambat dalam mencapai tujuan. Faktor penghambat merupakan kelemahan yang dimiliki oleh UKM diantaranya kurangnya tenaga pemasaran, teknik produksi masih kurang, aliran informasi terhambat, dan terbatasnya jaringan distribusi.

Persepsi Karyawan UKM terhadap Modal Insani, Modal Sosial, dan Kinerja

Karyawan UKM minuman herbal kota Bogor memiliki penilaian terkait variabel modal insani, modal sosial, dan kinerja. Penilaian persepsi karyawan UKM terhadap variabel modal insani, modal sosial, dan kinerja dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Persepsi karyawan terhadap modal sosial, modal insani dan kinerja

Variabel Persentase (%) Keterangan

Modal Sosial 1. Dimensi Struktural 57,1 Setuju

2. Dimensi Relasional 65,8 Setuju

3. Dimensi Kognitif 65,7 Setuju

Moidal Insani 1. Pendidikan Formal 59,1 Setuju

2. Metode umum on the job training 59,1 Setuju 3. Metode spesifik on the job training 56,1 Setuju

4. Pengetahuan Lain 69,7 Setuju

Kinerja 1.Produktivitas 58,4 Setuju

2. Daya Inovasi 55,5 Setuju

Sumber : Data diolah (2014)

Persepsi karyawan UKM minuman herbal Kota Bogor terhadap modal sosial secara keseluruhan menunjukkan nilai persentase setuju pada setiap variabelnya. Persentase tertinggi pada dimensi relasional sebesar 65,8 persen. Ini menunjukkan bahwa modal sosial dianggap penting dan perlu dipertahankan. Begitu pula pada modal insani pengetahuan lain memiliki persentase tertinggi yaitu 69,7 persen. Dimana karyawan menganggap bahwa pengetahuan lain mempengaruhi dalam pembentukkan modal insani.

(25)

15 Analisis Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UKM

dengan Pendekatan Partial Least Square (PLS)

Pada panelitian ini akan menguji model menggunakan 3 variabel laten yakni, modal insani, modal sosial, dan kinerja. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) yang diolah dengan SmartPLS 2.0. Secara umum, evaluasi dan interpretasi dari ke 3 model dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Hasil evaluasi outer model dan inner model model 1, 2 dan 3

Kriteria Standar penilaian menurut Chin 0,7 tidak ada indikator yang direduksi. 5.Signifikansi Nilai T-Startistik >

(26)

16

Kriteria Standar penilaian menurut Chin

1998 disitasi Ghozali 2008

MODEL 1 MODEL 2 MODEL 3

6.R-Square R-square sebesar 0.67, 0,33, dan 0,19 menggunakan nilai AVE, Communlity, dan Cronchbachs alpha dimana ketiga model telah memenuhi nilai tersebut. Model kedua melihat pengaruh tidak langsung modal insani terhadap kinerja dengan modal sosial sebagai variabel perantara. Berdasarkan nilai T-statistik dan R-square yang didapat model kedua memiliki nilai yang paling besar. Hasil inner model yang terpilih dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Model Inner yang terpilih

Pada Tabel 6 dapat dilihat hasil analisis inner model dari smartPLS. Nilai original sample (O) untuk melihat hubungan positif atau negatif antar variabel sedangkan T-statistik untuk melihat adanya pengaruh yang signifikan atau tidak. Tabel 6 Hasil inner model pada analisis smartPLS

Original

T Statistic Keterangan

(27)

17 Tabel 6 menunjukkan nilai T-statistik pada model kedua. Ini akan menjawab hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Jika nilai T hitung > dari T tabel yaitu 1,96 untuk tingkat error 5% hubungan tersebut adalah :

1. Laten modal insani terhadap kinerja UKM memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan dimana T-statistik sebesar 0,616. Nilai T hitung < dari T tabel.

2. Laten modal insani terhadap modal sosial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dimana T-Statistik sebesar 3,669. Nilai T hitung > T tabel.

3. Laten modal sosial terhadap kinerja UKM memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dimana T- statistik sebesar 3,654. Nilai T hitung > T tabel.

Gambar 8 menggambarkan pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM. Modal sosial memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja UKM minuman herbal Bogor sedangkan modal insani memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja dimana modal sosial sebagai variabel perantaranya. Hasil ini telah sesuai bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya oleh Nishantha (2011) mengenai hubungan antara modal insani, modal sosial dan pertumbuhan organisasi membuktikan bahwa modal insani memiliki pengaruh tidak langsung melalui modal sosial dalam mempengaruhi pertumbuhan organisasi. Modal sosial terdiri dari dimensi struktural, dimensi relasional, dan kognitif sementara modal insani adalah pendidikan formal, pelatihan, dan pengetahuan lainnya.

Implikasi Manajerial

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan implikasi manajerial yang dapat menjadi masukan bagi UKM minuman herbal Kota Bogor adalah dengan pembentukan The House Model dalam penigkatkan kinerja. Hal utama yang dibutuhkan UKM untuk berkembang adalah visi inspirasional masa depan UKM tersebut seperti yang dijelaskan pada Gambar 9. Gambar 9 menjelaskan The House Model UKM minuman herbal Kota Bogor dengan visi yang terletak pada bagian atap dan pilar-pilar dari The House Model merupakan tindakan yang harus

dilakukan untuk mendukung terwujudnya visi. Visi UKM ini adalah “Menjadi UKM yang berkelanjutan dan dikenal dalam 5 tahun”. Terdapat 4 pilar dalam

(28)

18

Gambar 9 The House Model UKM Minuman Herbal Kota Bogor

Setelah didapatkan model peningkatan kinerja dengan pembentukan The House Model selanjutnya akan dilakukan analisis kuadran. Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kinerja penting apa yang harus ditunjukkan oleh suatu organisasi dalam memenuhi kepuasan para pengguna jasa mereka (konsumen) yang dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Analisis kuadran IPA

No Variabel Kinerja (x) Kepentingan (y) Gap

4 Standar pelaksanaan produksi 3,50 4,50 -1,00

13 Pelatihan SDM 3,50 4,50 -1,00

Menjadi UKM yang berkelanjutan dan dikenal dalam 5 tahun

Pengembangan

(29)

19

Sumber : Data diolah (2014)

Pada Tabel 7 dapat dilihat nilai rata-rata kinerja ( ̿) sebesar 3,36 sedangkan nilai rata-rata kepentingan ( ̿) sebesar 4,43. Dimana nilai rata-rata kepentingan lebih tinggi dibandingkan kinerja sehingga menimbulkan gap (kesenjangan) sebesar -1,07. Pada Gambar 10 akan dijelaskan diagram kartesius yang menunjukkan prioritas UKM yang dibagi dalam empat kuadran.

Gambar 10 Diagram Kartesius IPA

Seluruh variabel yang telah ditentukan akan tersebar ke empat bagian dalam kuandran analisis pada Gambar 10. Penyebaran variabel-variabel penelitian dijelaskan sebagai berikut:

a. Kuadran I (Prioritas utama)

Variabel-variabel di bagian ini memiliki tingkat kinerja di bawah rata-rata tetapi tingkat kepentingan tinggi. Variabel yang masuk ke dalam kuadran I adalah variabel 2,7,8,11, dan 12.

b. Kuadran II (Pertahankan kinerja)

Variabel-variabel ini memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerja yang diatas rata-rata. Variabel-variabelnya adalah variabel 1,3,4,5,9,10,13,15, dan 20.

c. Kuadran III (Prioritas rendah)

Variabel-variabel ini memiliki tingkat kepentingan cukup rendah dan kinerjanya juga dinilai rendah. Variabelnya adalah variabel 18,19,21, dan 22.

1

Prioritas Pengembangan Kinerja UKM Minuman Herbal Kota Bogor

Kuadran I Kuadran II

(30)

20

d. Kuadran IV (Kinerja berlebihan)

Variabel-variabel ini memiliki tingkat kepentingan cukup rendah tetapi kinerja cukup tinggi, sehingga dianggap berlebihan oleh pemilik. Pada kuadran ini, fokus sumber daya dapat dialihkan ke variabel lain yang lebih diprioritaskan. Variabel yang termasuk kuadran ini adalah variabel 6,14,16, dan 17.

Dari Gambar 10 didapatkan pada kuadran I variabel-variabel yg perlu diperbaiki dan kuadran II yang perlu dipertahankan. Variabel-variabel yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah pencatatan keuangan harian, inovasi produk, inovasi teknik produk, jaringan distribusi, dan administrasi SDM. Upaya yang dapat dilakukan UKM untuk memperbaiki variabel-variabel tersebut adalah seperti yang digambarkan melalui The House Model.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Permasalahan utama yang dimiliki oleh UKM minuman herbal Kota Bogor adalah pada sumberdaya manusia. Hal ini juga menyebabkan tingginya tingkat turn over karyawan dikarenakan perlakuan yang diterima karyawan kurang layak. Selain itu upah yang diterima karyawan masih relatif kecil. Hasil analisis perbandingan tingkat kepentingan dengan kinerja menyatakan bahwa ada 5 yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Kelima variabel itu adalah pencatatan keuangan yang rinci dan dicatat ketika ada pengeluaran, inovasi terhadap produk yang dihasilkan, inovasi terhadap teknik produksi agar lebih efisien, mengembangkan jaringan distribusi produk, dan memiliki administrasi SDM yang baik. Hasil analisis Structural Equation Modelling (SEM) didapatkan bahwa adanya pengaruh langsung modal sosial terhadap kinerja UKM minuman herbal Kota Bogor dan modal insani memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja dimana modal sosial sebagai variabel perantaranya.

Faktor pendorong dan penghambat dalam peningkatan kinerja dapat menjadi evaluasi bagi UKM untuk terus meningkatkan kinerjanya. Faktor pendorong perkembangan UKM terdiri dari target pasar jelas, pengendalian mutu jelas, adanya hubungan kekeluargaan yang baik, dan produk yang diminati. Sementara yang menjadi faktor penghambat adalah kurangnya tenaga pemasaran, teknik produksi yangt kurang, aliran informasi terhambat, dan terbatasnya jaringan distribusi.

Saran

Saran dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Para pelaku usaha disarankan memperlakukan para tenaga kerja lebih layak dan pemberian upah yang sesuai dengan UMR di Bogor untuk menurunkan tingginya tingkat turn over.

(31)

21

DAFTAR PUSTAKA

Becker GS. 1993. Human Capital.Chicago (US): The University Chicago Press. Dinas Koperasi dan UMKM. 2011. Rekapitulasi data anggota asosiasi UMKM

Kota Bogor per sektor usaha tahun 2012. Bogor (ID): Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor.

Dokko G. 2004. What you know or who you know? Human Capital and social capital as determinants of individual performance. [dissertation]. Pennsylvania (US): University of Pennsylvania.

Gay LR, Diehl PL.1992.Research Methods for Business and. Management.New York (US) :MacMillan Publishing Company.

Horovitz J, Ohlsson-Corboz A. 2007. A Dream with a Deadline: Turning Strategy into Action. Harlow [GB]. FT Prentice Hall.

Kusnendi. 2008. Model-model Persamaan Struktural Satu dan Multigroup Sampel dengan Lisrel. Alfabeta. Bandung.

Martilla John A. and James John. 1997. Importance-Performance Analysis (Journal of Marketing, January, 1977) pp. 77 – 79.

Moeheriono. 2009. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Ghalia Indonesia. Bogor.

Nahapiet J, Ghoshal S. 1998. Social capital, intellectual capital, and the organizational advantage.Academic of Management Review. 23(2): 242-266.

Nishantha B. 2011. The relationship between human capital, social capital, and firm growth of small enterprises in Sri Langka. International Research Coference on Management and Finance. Colombo (SL): University of Colombo.

Rutha P. 2013. Strategi Peningkatan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah Kluster Kerajinan Tangan Kota Bogor Menggunaka The Dream House Model [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Stam W, Elfring T. 2008. Entrepreneurial orientation and new venture performance: the moderating role of intra and extraindustry social capital. Academic of Management journal. 51 (1), 97-111.

Sujiyanto. 2009. Pengembangan Modal Sosial dalam Penanggulangan Daerah Tertinggal di Kabupaten Pelalawan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara. 9(1) : 65 – 74.

Suliyanto. 2005. Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Cetakan Pertama.Bogor (ID): Ghalia Indonesia.

Tambunan T. 2009. UMKM di Indonesia. Cetakan Pertama. Bogor (ID): Ghalia Indonesia.

Wahyuningrum P. 2013. Model Peningkatan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kluster Kerajinanj Kota Depok [skripsi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor.

Wijayanto SH. 2008. Structural Equational Modeling dengan LISREL 8.8: Konsep dan Tutorial. Yogjakarta (ID) : Graha Ilmu.

(32)

22

Lampiran 1 Kuesioner penelitian khusus pegawai

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

KUESIONER KHUSUS RESPONDEN (PEGAWAI UKM)

Kuesioner ini merupakan salah satu instrumen penelitian yang berjudul Model Peningkatan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Melalui

Pengembangan Modal Insani dan Modal Sosial.

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjadi salah satu responden dalam pengisian kuesioner ini. Informasi yang didapatkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan dijamin kerahasiaannya.

IDENTITAS RESPONDEN

Nama Responden : ………

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan (coret yang tidak perlu)

Alamat : ………

Nama UKM : ... Alamat UKM : ...

Telp/HP : ……… / ….………

e-mail : ………

Petunjuk pengisian:

- Berilah tanda “X” pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda

- Pada pertanyaan yang sifatnya terbuka, tuliskan jawaban Anda pada tempat yang telah disediakan

I. Karakteristik Responden: 1. Usia Anda saat ini:

a. <15 tahun d. 36-45 tahun

b. 16-25 tahun e. > 45 tahun, sebutkan.... c. 26-35 tahun

2. Status pernikahan:

a. Sudah menikah b. Belum menikah

c. Janda/Duda

(33)

23 Lanjutan Lampiran 1

4. Jumlah tanggungan/keluarga:

a. 1-2 orang d. 7-8 orang

b. 3-4 orang e. > 9 orang, sebutkan.... c. 5-6 orang

5. Pendidikan terakhir :

a. SD/sederajat d. Diploma g.Lainnya (sebutkan)…. b. SMP/sederajat e. Sarjana (S1)

c. SMA/sederajat f. S2/S3 6. Penghasilan per bulan:

a. < Rp 500.000 d. Rp 1.250.000 – Rp 1.500.000 b. Rp 500.000 – Rp 750.000 e. > Rp 1.500.000, sebutkan... c. Rp 750.001 – Rp 1.000.000

7. Jenis Pelatihan yang pernah diikuti...tahun ...oleh... 8. Lama bekerja di UKM…… tahun …. Bulan

9. Jenis pelatihan yang ingin diikuti...

10. Saran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk perbaikan UKM... 11. Apakah ada hubungan keluarga/kekerabatan dengan pemilik UKM?

II. Model Peningkatan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Pengembangan Modal Insani dan Modal Sosial

Petunjuk pengisian:

Bapak/Ibu/Saudara/i dimohon untuk memberi penilaian terhadap dimensi-dimensi modal insani dan modal sosial untuk peningkatan kinerja UKM. Pilihlah jawaban yang menurut Bapak/Ibu/Saudara/i paling sesuai.

Keterangan:

STS = Sangat Tidak Setuju S = Setuju N = Netral/Tidak tahu TS = Tidak Setuju SS = Sangat Setuju.

No. Pernyataan Penilaian

STS TS N S SS

3. Saya selalu berpartisipasi dalam menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di dalam UKM 4. Semua informasi tersebar secara merata pada

seluruh lapisan karyawan yang ada di UKM 5. Jabatan struktural tidak menjadi pembatas

dalam berkomunikasi di dalamUKM tempat saya bekerja

(34)

24

No. Pernyataan Penilaian

STS TS N S SS meningkatkan hubungan kedekatan seluruh

pekerja.

Dimensi Relasional

7. Saya selalu mempercayai rekan kerja saya. 8. Saya selalu percaya bahwa rekan kerja saya

akan membantu jika saya menemui kesulitan dalam perkerjaan.

9. Saya memiliki rasa empati pada rekan kerja dengan berusaha menempatkan diri pada posisi mereka.

10. Saya sangat memahami norma dan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan.

11. Saya selalu mematuhi peraturan yang ditetapkan didalam perusahaan secara disiplin. 12. Saya dan rekan kerja selalu saling memberikan

kritik yang membangun satu sama lain.

13. Saya selalu merasakan rasa kebersamaan dengan rekan kerja saya

Dimensi Kognitif

14. Saya selalu menggunakan kata-kata (istilah) yang dipahami bersama dalam berkomunikasi dengan rekan kerja saya.

15. Saya selalu berbagi cerita dan pengetahuan dengan rekan kerja saya.

16. Saya selalu berbagi keahlian keterampilan yang saya miliki dengan rekan kerja saya.

17. Saya selalu berusaha bekerja untuk mencapai tujuan UKM yang telah ditetapkan.

18. Saya selalu memiliki pemahaman yang sama dengan rekan kerja tentang tujuan UKM. 19. Saya selalu memiliki antusiasme yang sama

dengan rekan kerja dalam mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan.

Pendidikan Formal

20. Pendidikan formal mempengaruhi kemampuan saya dalam bekerja

21. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang, maka akan semakin terampil dalam bekerja

Metode Umum On The Job Training 22. On the job training (magang) di UKM lain yang

lebih maju meningkatkan kemampuan saya dalam bekerja

23. Saya bisa belajar banyak dari hasil on the job training (magang)

(35)

25

No. Pernyataan Penilaian

STS TS N S SS 24. On the job training (magang) untuk keahlian

tertentu di UKM lain yang lebih maju meningkatkan kemampuan saya dalam bekerja 25. Saya bisa belajar banyak dari hasil on the job

training (magang) untuk keahlian tertentu Pengetahuan Lainnya

26. Pengetahuan lain di luar bidang pendidikan saya membantu dalam menyelesaikan pekerjaan 27. Pelatihan untuk pengetahuan lain di luar bidang pekerjaan saya dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kerja

Produktivitas

28. Saya mampu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan tepat waktu

29. Saya mampu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan secara maksimal dengan sumber daya yang ada

30. Saya pekerja yang berorientasi hasil

31. Saya bersedia melakukan usaha lebih untuk mencapai hasil yang maksimal

Inovasi

32. Saya suka melakukan pekerjaan dengan cara yang lebih sederhana

33. Jika ada ketidaksesuaian proses kerja, saya segera memperbaikinya

34. Saya bersedia untuk merubah cara kerja agar hasil pekerjaan lebih maksimal

(36)

26

Lampiran 2 Kuesioner penelitian khusus pemilik

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

KUESIONER MANAJEMEN/PEMILIK UKM

Kuesioner ini merupakan salah satu instrumen penelitian yang berjudul Model Peningkatan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Melalui

Pengembangan Modal Insani dan Modal Sosial.

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjadi salah satu responden dalam pengisian kuesioner ini. Informasi yang didapatkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan dijamin kerahasiaannya.

IDENTITAS RESPONDEN PENGELOLA

Nama Responden : ………

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan (coret yang tidak perlu)

Alamat : ………

Nama UKM : ... Alamat UKM : ... Jabatan di UKM : ...

Telp/HP : ……… / ….………

e-mail : ………

Petunjuk pengisian:

- Berilah tanda “X” pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda

- Pada pertanyaan yang sifatnya terbuka, tuliskan jawaban Anda pada tempat yang telah disediakan

I. Karakteristik Responden:

1. UKM berdiri sejak:... 2. Jenis UKM:

a. Usaha Kecil b. Usaha Menengah

3. Jenis usaha Anda saat ini:……….

4. Omset per bulan : Tahun 2013... Tahun 2012………... 5. Jumlah tenaga kerja:...

6. Sumber modal :

a. Pribadi c. Lainnya, sebutkan... b. Pinjaman bank

7. Modal awal Rp...

(37)

27 Lanjutan Lampiran 2

10. Tujuan UKM :………

II. Pertanyaan Terbuka

1. Bagaimana komunikasi antara sesama karyawan dan antara karyawan dan atasan di dalam UKM?

2. Apakah pernah ada konflik di dalam organisasi UKM?

3. Bagaimana proses transfer informasi di UKM? Apakah sudah tersebar dengan baik?

4. Apakah jabatan struktural menjadi penghalang komunikasi dalam UKM? 5. Apakah pernah diadakan kegiatan informal untuk mempererat hubungan ? 6. Apakah ada rasa saling percaya antar sesama karyawan dan karyawan

dengan atasan?

7. Jika ada karyawan yang kesulitan dalam pekerjaan, apakah karyawan lain akan membantu?

8. Bagaimana sosialisasi norma-norma dalam UKM kepada karyawan?

9. Bagaimana pelaksanaan penghargaan bagi karyawan yang berprestasi dan hukuman untuk melanggar aturan?

10..Bagaimana upaya untuk meningkatkan keberasamaan antar sesama karyawan dan karyawan dengan atasan (dalam bentuk kegiatan formal)? 11.Apakah syarat pendidikan formal menjadi prioritas dalam penentuan jabatan

karyawan?

12.Apakah ada pendidikan berupa magang untuk karyawan?

13.Apakah ada penambahan kompetensi karyawan di luar pekerjaan yang dilakukannya?

14.Apakah ada standari waktu penyelesaian pekerjaan untuk karyawan? 15.Berapakah omzet per hari UKM anda ? Rp.

16.Produk UKM Utama?

17.Produk UKM lainnya yang dihasilkan selain yang produk utama? 18.Distribusi Penjualan produk yang dilakukan ke mana saja?

19.Jumlah tenaga kerja dan posisinya dalam struktur organisasi seperti apa? Dan alasan membuat struktur organisasi dengan bentuk tersebut?

20.Apa saja upaya yang dilakukan UKM selama ini dalam : a. Meningkatkan produktivitas.

b. Meningkatan inovasi. c. Menghemat waktu / biaya.

d. Peningkatan beradaptasi (anggota & organisasi tersebut).

21.Sebutkan cita-cita terbesar yang ingin diraih pada UKM bapak/Ibu saat ini? 22.Sebutkan apa saja kendala utama yang dihadapi dalam mencapai cita-cita

tersebut?

(38)

28

Lanjutan Lampiran 2

24.Kriteria kualifikasi pekerja di UKM ini dari segi hard skill dan soft skill untuk setiap bagian adalah?

25.Darimana Bapak/Ibu mendapatkan SDM untuk bekerja pada UKM Bapak/Ibu?

26.Tata cara dan proses membuat produk utama apa saja langkah-langkahnya? 27.Pembinaan dalam bentuk pelatihan atau bimbingan teknis pernah di dapat

dari mana saja?

28.Bagaimana peran stakeholder terkait dalam membina UKM di tempat bapak/Ibu seperti PEMDA/ Perguruan Tinggi/ Swasta, apakah ada yang teribat? Dalam bentuk apa? Pelatihan/hibah/pendanaan?

29.Masalah terberat yang pernah dihadapi oleh UKM bapak/Ibu?

30.Bentuk fasilitasi implementasi transfer pengetahuan pada UKM bapak/Ibu? 31.Aset yang dimiliki oleh UKM bapak/ Ibu?

a. Bangunan………..

b. Kendaraan………

c.Peralatan, sebutkan………

d.Perlengkapan, sebutkan……….……… e. Sumber daya manusia, sejumlah………..…..orang f. Lainnya……….

32. Bagaimana tata cara/prosedur kerja pada UKM bapak/Ibu? (apakah terdapat SOP setiap aktivitas/proses produksi, distribusi, disiplin kerja pegawai, pemasaran, keuangan, dsb)

33.bagaimana upaya Bapak/ibu selaku pemilik/ manajemen untuk selalu memotivasi kinerja pekerja dan meningkatkan team work pada UKM bapak/ibu

(39)

29 Lanjutan Lampiran 2

Important Performance Analysis (IPA) untuk Pengelola/Pimpinan UKM

No. Indikator Kepentingan Kinerja

1. Laporan keuangan dibuat secara berkala. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2. Pencatatan keuangan yang rinci dan

dicatat ketika ada pengeluaran

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

3. Memiliki sarana dan prasarana produksi yang baik

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

4. Mempunyai standar pelaksanaan produksi barang

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

5. Memiliki standar mutu produk 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6. Memiliki sistem pengendalian mutu

produk

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

7. Inovasi terhadap produk yang dihasilkan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 8. Inovasi terhadap teknik produksi agar

lebih efisien

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

9. Memiliki target pasar yang jelas 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 10. Melakukan promosi produk ke target

pasar

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

11. Mengembangkan jaringan distribusi produk

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

12. Memiliki administrasi SDM yang baik 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 13. Melakukan pelatihan SDM secara

berkala

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

14. Kompensasi karyawan menggunakan dasar yang rasional

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

15. Memiliki rencana keberlanjutan usaha jangka pendek (per tahun)

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

16. Memiliki rencana keberlanjutan usaha jangka menengah (< 3 tahun)

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

17 Memiliki rencana keberlanjutan usaha jangka panjang ( 5 tahun)

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

18. Memiliki Visi usaha yang didokumentasikan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

19. Memiliki Misi usaha yang didokumentasikan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

20. Memiliki Tujuan usaha 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 21. Memiliki Budaya organisasi 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 22. Memiliki Struktur organisasi yang

formal

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Keterangan:

Skor Kinerja Skor Kepentingan

1 = Sangat tidak baik 1 = Sangat tidak Penting

2 = Tidak baik 2 = Tidak penting

3 = Cukup baik 3 = Cukup penting

4 = Baik 4 = Penting

(40)

30

Lampiran 3 Uji validitas dan reliabilitas Uji Validitas Kuisioner Karyawan UKM

Variabel Item(Q) R hitung R tabel Validitas*

Dimensi struktural (DS) 1 0,759 0,361 Valid

2 0,730 0,361 Valid

3 0,863 0,361 Valid

4 0,727 0,361 Valid

5 0,486 0,361 Valid

6 0,676 0,361 Valid

Dimensi relasional (DR) 7 0,643 0,361 Valid

8 0,662 0,361 Valid

9 0,483 0,361 Valid

10 0,677 0,361 Valid

11 0,624 0,361 Valid

12 0,649 0,361 Valid

13 0,363 0,361 Valid

Dimensi Kognitif (DK) 14 0,683 0,361 Valid

15 0,793 0,361 Valid

16 0,652 0,361 Valid

17 0,637 0,361 Valid

18 0,712 0,361 Valid

19 0,652 0,361 Valid

Pendidikan Formal (PF) 20 0,949 0,361 Valid

21 0,947 0,361 Valid

Metode On the job training umum (MU) 22 0,930 0,361 Valid

23 0,908 0,361 Valid

Metode On the job training spesifik (MS) 24 0,845 0,361 Valid

25 0,916 0,361 Valid

Pengetahuan Lainnya (PL) 26 0,954 0,361 Valid

27 0,943 0,361 Valid

Produktifitas (PRO) 28 0,702 0,361 Valid

29 0,701 0,361 Valid

30 0,801 0,361 Valid

31 0,497 0,361 Valid

Daya Inovasi (DO) 32 0,691 0,361 Valid

33 0,710 0,361 Valid

34 0,799 0,361 Valid

*valid apabila R hit > Rtabel

Uji Reliabilitas kuisioner karyawan Cronbach

Alpha Reliabitas*

(41)

31 Lampiran 4 Persepsi karyawan terhadap peningkatan kinerja UKM melalui modal

insani dan modal sosial Variabel : Struktural

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Saya melakukan komunikasi dan hubungan

kerjasama dengan rekan kerja dalam satu unit kerja dengan saya.

3 Saya selalu berpartisipasi dalam menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di dalam UKM

51,5 SETUJU

4 Semua informasi tersebar secara merata pada seluruh lapisan karyawan yang ada di UKM

66,7 SETUJU

5 Jabatan struktural tidak menjadi pembatas dalam berkomunikasi di dalamUKM tempat saya bekerja

60,6 SETUJU

6 Saya selalu mengikuti kegiatan-kegiatan informal (misal : rekreasi, jalan pagi bersama) yang diadakan UKM dalam rangka meningkatkan hubungan kedekatan seluruh pekerja.

60,6 SETUJU

Rata-rata 57,1 SETUJU

Keterangan : Angka yang bercetak tebal merupakan nilai terbesar

Variabel : Relasional

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Saya selalu mempercayai rekan kerja saya. 57,6 SETUJU 2 Saya selalu percaya bahwa rekan kerja saya akan

membantu jika saya menemui kesulitan dalam perkerjaan.

66,7 SETUJU

3 Saya memiliki rasa empati pada rekan kerja dengan berusaha menempatkan diri pada posisi mereka.

60,6 SETUJU

4 Saya sangat memahami norma dan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan.

72,7 SETUJU

5 Saya selalu mematuhi peraturan yang ditetapkan didalam perusahaan secara disiplin.

72,7 SETUJU

6 Saya dan rekan kerja selalu saling memberikan kritik yang membangun satu sama lain.

60,6 SETUJU

7 Saya selalu merasakan rasa kebersamaan dengan rekan kerja saya

69,7 SETUJU

Rata-rata 65,8 SETUJU

(42)

32

Lanjutan Lampiran 4 Variabel : Kognitif

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Saya selalu menggunakan kata-kata (istilah) yang

dipahami bersama dalam berkomunikasi dengan rekan kerja saya.

54,5 SETUJU

2 Saya selalu berbagi cerita dan pengetahuan dengan rekan kerja saya.

66,7 SETUJU

3 Saya selalu berbagi keahlian keterampilan yang saya miliki dengan rekan kerja saya.

63,6 SETUJU

4 Saya selalu berusaha bekerja untuk mencapai tujuan UKM yang telah ditetapkan.

66,7 SETUJU

5 Saya selalu memiliki pemahaman yang sama dengan rekan kerja tentang tujuan UKM.

66,7 SETUJU

6 Saya selalu memiliki antusiasme yang sama dengan rekan kerja dalam mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan.

75,8 SETUJU

Rata-rata 65,7 SETUJU

Keterangan : Angka yang bercetak tebal merupakan nilai terbesar

Variabel : Pendidikan formal

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Pendidikan formal mempengaruhi kemampuan

saya dalam bekerja

57,6 SETUJU

2 Semakin tinggi pendidikan formal seseorang, maka akan semakin terampil dalam bekerja

60,6 SETUJU

Rata-rata 59,1 SETUJU

(43)

33 Lanjutan Lampiran 4

Variabel : Metode umum on the job training

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 On the job training (magang) di UKM lain

yang lebih maju meningkatkan kemampuan saya dalam bekerja

60,6 SETUJU

2 Saya bisa belajar banyak dari hasil on the job training

57,6 SETUJU

Rata-rata 59,1 SETUJU

Keterangan : Angka yang bercetak tebal merupakan nilai terbesar

Variabel : Metode spesifik on the job training

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 On the job training (magang) untuk keahlian

tertentu di UKM lain yang lebih maju meningkatkan kemampuan saya dalam bekerja

60,6 SETUJU

2 Saya bisa belajar banyak dari hasil on the job training (magang) untuk keahlian tertentu

51,5 SETUJU

Rata-rata 56,1 SETUJU

Keterangan : Angka yang bercetak tebal merupakan nilai terbesar

Variabel : Pengetahuan lain

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Pengetahuan lain di luar bidang pendidikan saya

membantu dalam menyelesaikan pekerjaan

66,7 SETUJU

2 Pelatihan untuk pengetahuan lain di luar bidang pekerjaan saya dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kerja

72,7 SETUJU

Rata-rata 69,7 SETUJU

(44)

34

Lanjutan Lampiran 4 Variabel : Produktivitas

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Saya mampu menyelesaikan setiap tugas yang

diberikan tepat waktu

45,5 SETUJU

2 Saya mampu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan secara maksimal dengan sumber daya yang ada

60,6 SETUJU

3 Saya pekerja yang berorientasi hasil 57,6 SETUJU

4 Saya bersedia melakukan usaha lebih untuk mencapai hasil yang maksimal

69,7 SETUJU

Rata-rata 58,4 SETUJU

Keterangan : Angka yang bercetak tebal merupakan nilai terbesar

Variabel : Inovasi

No Pernyataan Presentase

(%)

Keterangan 1 Saya suka melakukan pekerjaan dengan cara yang

lebih sederhana 60,6 SETUJU

2 Jika ada ketidaksesuaian proses kerja, saya segera

memperbaikinya 54,5 SETUJU

3 Saya bersedia untuk merubah cara kerja agar hasil

pekerjaan lebih maksimal 51,5

SANGAT SETUJU

Rata-rata 55,5 SETUJU

(45)

35 Lampiran 5 Hasil pengolahan PLS

OUTER MODEL 1

Nilai Loading Faktor Outer Model 1

Laten Indikator Loading factor

Modal Sosial Dimensi Struktural (DS) 1,000 Dimensi Relasional (DR) 1,000 Dimensi Kognitif (DK) 1,000 Modal Insani Pendidikan Formal (PF) 0,999 Pelatihan Umum (MU) 1,000 Pelatihan Spesifik (PS) 1,000 Pengetahuan Lainnya (PL) 1,000

Kinerja Produktivitas (PRO) 1,000

Inovasi (INO) 1,000

INNER MODEL 1

Output dari model struktural (Inner Model)

Original Sample (O)

Evaluasi model

Sample Mean (M)

Standard

Deviation T-Stat Evaluasi model

(46)

36

Lanjutan Lampiran 5 OUTER MODEL 2

Nilai Loading Faktor Outer Model 1

Laten Indikator Loading factor

Modal Sosial Dimensi Struktural (DS) 1,000 Dimensi Relasional (DR) 1,000 Dimensi Kognitif (DK) 1,000 Modal Insani Pendidikan Formal (PF) 0,999 Pelatihan Umum (MU) 1,000 Pelatihan Spesifik (PS) 1,000 Pengetahuan Lainnya (PL) 1,000

Kinerja Produktivitas (PRO) 1,000

Inovasi (INO) 1,000

(47)

37

Lanjutan Lampiran 5

Nilai Loading Faktor Outer Model 1

Laten Indikator Loading factor

Modal Sosial Dimensi Struktural (DS) 1,000 Dimensi Relasional (DR) 1,000 Dimensi Kognitif (DK) 1,000 Modal Insani Pendidikan Formal (PF) 0,999 Pelatihan Umum (MU) 1,000 Pelatihan Spesifik (PS) 1,000 Pengetahuan Lainnya (PL) 1,000

Kinerja Produktivitas (PRO) 1,000

Inovasi (INO) 1,000

INNER MODEL 3

Output dari model struktural (Inner Model)

Path

Original Sample (O)

Evaluasi model

Sample Mean (M)

Standard

Deviation T-Stat Evaluasi model InsaniKinerja 0,042 Positif 0,202 0,269 0,159 Tidak berpengaruh Insani*sosialKin

erja 0,493

Positif

Gambar

Gambar 1  Kerangka pemikiran
Gambar 2 Model I pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja UKM
Gambar 3  Model II pengaruh modal insani dan modal sosial terhadap kinerja
Gambar 5  Permodelan Dream House
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Pengaruh Efisiensi Modal Kerja dan Biaya Terhadap Rentabilitas Modal Sendiri Pada KPPD DKI Jakarta adalah

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Efisiensi UKM Pembuat Tahu di Kelurahan Pasir Jaya Bogor dengan Menggunakan Data Envelopment Analysis

DENGAN IN1 SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRlPSl YANG BERJUDUL ANALISIS P O W KONSUMSI DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP IKAN LAUT Dl KOTA BOGOR ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA. SAYA

Sementara kinerja UKM Agro lebih dibentuk oleh produktivitas dari pada daya inovasi; (2) Hasil analisis SEM ( Structural Equation Modelling ) terpilih model

Sedangkan pada penelitian pada cluster kuliner di Kota Bogor, menyatakan bahwa dengan menggunakan variabel yang sama yaitu variabel penciptaan pengetahuan dan

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Budaya Perusahaan terhadap Employee Engagement pada Toyota AUTO2000 Cabang Yasmin Bogor adalah benar

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul ”Analisis Pengaruh Modal Awal dan Modal Pinjaman Pada Bank Syariah

Sedangkan pada penelitian pada cluster kuliner di Kota Bogor, menyatakan bahwa dengan menggunakan variabel yang sama yaitu variabel penciptaan pengetahuan dan