Induksi Proliferasi Tunas Adventif Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Secara In Vitro Melalui Penambahan Zat Pengatur Tumbuh 2.4-D Dan BAP
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Perlakuan yang diberikan terhadap tunas apikal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perkembangan kalus pada selang kepercayaan 95%, namun pemberian BAP pada
Organogenesis eksplan pucuk matoa yang diuji pada semua perlakuan komposisi media dengan beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh hanya menghasilkan terbentuknya
Interaksi perlakuan tinggi penyerongan dan pemberian benzilaminopurine (BAP) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tunas okulasi tanaman karet, pada waktu muncul tunas,
Perlakuan pemberian BAP tunggal dan kombinasi dengan kinetin berpengaruh nyata terhadap persentase pembentukan tunas dan waktu terbentuknya tunas eksplan bonggol
Eksplan yang digunakan pada tanaman nilam yaitu daun yang pertama setelah pucuk. Penanaman dilakukan dengan terlebih dahulu dilakukan dengan sterilisasi eksplan
Hasil penelitian untuk parameter jumlah tunas menunjukkan bahwa perlakuan B1N1 dengan konsentrasi BAP 0,25 mg/L + NAA0,025 mg/L memberikan hasil jumlah tunas
Hasil penelitian mengenai induksi tunas in vitro dari eksplan tunas buah ( slip ) tanaman nanas ( Ananas comosus (L.) Merr.) asal Kampar dengan penambahan BAP, dapat
Penelitian ini terdiri dari perkecambahan biji lili secara in vitro pada media ½ Murashige & Skoog (MS), multiplikasi bagian eksplan pangkal dan ujung tunas