• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengujian Mesin Pengering Gabah Dengan Pengaduk Berotari Kapasitas 11 Kg

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisa Pengujian Mesin Pengering Gabah Dengan Pengaduk Berotari Kapasitas 11 Kg"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Triswanto Ginting
  • Pengajar:
    • Bapak Tulus Burhanuddin Sitorus, ST. MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Mesin
  • Topik: Analisa Pengujian Mesin Pengering Gabah Dengan Pengaduk Berotari Kapasitas 11 Kg
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan tentang latar belakang penelitian yang dilakukan, yaitu pentingnya pengeringan gabah pada musim hujan untuk mencegah kerusakan dan kerugian bagi petani. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang proses pengeringan gabah sangat relevan untuk mahasiswa teknik mesin agar mereka dapat mengembangkan solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pertanian.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menguraikan tantangan yang dihadapi petani dalam mengeringkan gabah, terutama saat musim hujan. Penjelasan tentang kadar air yang optimal dan dampaknya terhadap kualitas gabah memberikan konteks penting bagi mahasiswa untuk memahami masalah nyata yang dihadapi di sektor pertanian. Ini juga menjadi dasar bagi pengembangan teknologi baru yang dapat diimplementasikan dalam praktik pertanian.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah memberikan fokus pada aspek-aspek spesifik yang akan diteliti, seperti komponen utama mesin pengering, prinsip kerja, dan efisiensi mesin. Hal ini membantu mahasiswa dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan terarah, yang merupakan keterampilan penting dalam penelitian akademik.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan mesin pengering gabah yang efisien dan efektif. Penjelasan mengenai tujuan ini penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana penelitian dapat diarahkan untuk menyelesaikan masalah praktis dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini tidak hanya untuk penulis tetapi juga untuk masyarakat dan kelompok tani. Ini menunjukkan kepada mahasiswa bahwa penelitian harus memiliki dampak sosial dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat, yang merupakan aspek penting dalam pendidikan teknik.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan memberikan panduan yang jelas tentang struktur laporan penelitian. Mahasiswa dapat belajar bagaimana menyusun laporan secara sistematis, yang merupakan keterampilan penting dalam penulisan akademik.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka membahas teori-teori yang relevan dengan penelitian, termasuk proses pengeringan dan teknologi yang ada. Bagian ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian, memungkinkan mahasiswa untuk memahami konteks ilmiah dari inovasi yang sedang dikembangkan.

2.1 Kajian Pustaka

Kajian pustaka memberikan informasi tentang berbagai metode pengeringan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah. Ini membantu mahasiswa memahami dasar-dasar teori yang mendasari penelitian dan pentingnya pengeringan dalam proses pengolahan hasil pertanian.

2.2 Proses pengeringan padi

Proses pengeringan padi menjelaskan mekanisme fisik yang terlibat dalam pengeringan gabah. Pengetahuan ini penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana desain mesin dapat mempengaruhi efisiensi pengeringan dan kualitas hasil akhir.

2.3 Tipe mesin pengering buatan

Bagian ini menguraikan berbagai tipe mesin pengering yang ada, memberikan mahasiswa wawasan tentang teknologi yang tersedia dan bagaimana masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis tentang inovasi dalam desain mesin.

2.4 Kadar air

Kadar air dalam gabah adalah faktor kunci yang mempengaruhi kualitas hasil. Mahasiswa perlu memahami bagaimana kadar air diukur dan pengaruhnya terhadap proses pengolahan beras, yang merupakan bagian penting dari pendidikan teknik pertanian.

2.5 Rendemen dan mutu giling beras

Pembahasan tentang rendemen dan mutu giling beras menunjukkan hubungan antara proses pengeringan dan hasil akhir. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya menjaga kualitas produk dalam setiap tahap proses produksi.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian menjelaskan langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini, termasuk desain eksperimen dan analisis data. Bagian ini penting untuk menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana penelitian dilakukan secara sistematis dan ilmiah.

3.1 Tempat dan waktu pengujian

Menjelaskan lokasi dan waktu pengujian memberikan konteks praktis bagi penelitian. Mahasiswa dapat belajar tentang pentingnya pemilihan lokasi yang tepat untuk eksperimen dan pengaruhnya terhadap hasil penelitian.

3.2 Bagian – bagian mesin pengering gabah

Deskripsi bagian-bagian mesin memberikan pemahaman teknis yang mendalam tentang desain mesin. Ini membantu mahasiswa untuk mengenali komponen penting dalam mesin dan bagaimana masing-masing berkontribusi terhadap fungsi keseluruhan.

3.3 Alat Dan Bahan

Bagian ini menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Mahasiswa belajar pentingnya pemilihan bahan yang tepat dalam desain dan pengembangan mesin.

IV. ANALISA DATA

Analisa data mencakup hasil pengujian dan interpretasi dari data yang diperoleh. Ini adalah bagian yang kritis dalam penelitian, di mana mahasiswa belajar untuk menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang diperoleh.

4.1 Data hasil Pengujian

Data hasil pengujian memberikan informasi konkret tentang kinerja mesin. Mahasiswa dapat belajar bagaimana menginterpretasi data dan menggunakan statistik untuk mendukung temuan mereka.

4.2 Menghitung laju pindahan panas

Menghitung laju pindahan panas adalah aspek penting dalam memahami efisiensi mesin. Mahasiswa belajar tentang prinsip-prinsip termodinamika yang mendasari proses pengeringan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian kesimpulan merangkum temuan utama dari penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Ini penting untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana menarik kesimpulan dari penelitian mereka dan bagaimana mengusulkan langkah-langkah selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan memberikan ringkasan dari hasil penelitian dan efisiensi mesin yang dikembangkan. Ini membantu mahasiswa untuk memahami dampak dari inovasi yang mereka teliti.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut menunjukkan kepada mahasiswa pentingnya pengembangan berkelanjutan dalam teknologi dan penelitian. Ini mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang bagaimana penelitian dapat ditingkatkan di masa depan.

Gambar

gambar Gambar 2.3.
Gambar 2.9 : Prinsip kerja mesin pengering gabah
Gambar 2.15 : Ukuran penampang sabuk-V (sularso dan kiyokatsuSuga, 2004)
Tabel 2.3  Sabuk-V standar(sularso dan kiyokatsuSuga, 2004)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu industri kecil yang perlu di perhatikan adalah industri pembuat tepung pisang yang menggunakan sinar matahari sebagai sarana untuk proses pengeringan..

adapun cara lain yang umum dilakukan para petani cabe jika cabe turun adalah dengan melakukan pengeringan (drying), pengeringan.. cabe dilakukan untuk menghindarkan cabe

Melalui riset ini dilakukan pengembangan/ perbaikan alat pengeringan gabah dan sistem pembakaran dalam tungku sekam untuk menghasilkan alat pengering gabah yang

Dari pengujian yang telah dilakukan, maka pengeringan biji kakao dengan alat pengering menggunakan bahan bakar kayu lebih baik dari pada. menggunakan bahan bakar

Dari hasil penelitian mesin pengering gabah tipe flat bed dryer dengan blower axial fan dapat diambil kesimpulan bahwa mekanisme laju perpindahan panas dalam proses pengeringan

Melalui riset ini dilakukan pengembangan/ perbaikan alat pengeringan gabah dan sistem pembakaran dalam tungku sekam untuk menghasilkan alat pengering gabah yang

Penelitian tentang pengeringan gabah padi dengan memanfaatkan sumber panas dari pembakaran tabung reactor dengan bahan bakar sekam padi, pengeringan ini menghitung

Persentase ketidakseragaman tidak merata dari hasil pengeringan padi menggunakan drum dryer dengan mekanisme pengaduk adalah sebagai beikut : 5.4 Membandingkan Alat Yang Dibuat