• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Biaya Dana Dan Tingkat kecukupan Modal Terhadap Perubahan Laba Dan Pada Bank Mayapda Internasional Jakarta periode Tahun 2007-2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Biaya Dana Dan Tingkat kecukupan Modal Terhadap Perubahan Laba Dan Pada Bank Mayapda Internasional Jakarta periode Tahun 2007-2014"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Data Pribadi

Nama : Monika Sari

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 9 Januari 1993

Umur : 22 Tahun

JenisKelamin : Wanita

Agama : Islam

Bangsa : Indonesia

Alamat : Jl.Bandung-Garut KM.27 No.207

II. Pendidikan Formal

1. Taman Kanak-kanak Bina Muda Tahun 1997

2. Sekolah Dasar Negeri Komplek 8 Cicalengka Tahun 1998-2004. 3. Sekolah Menengah Pertama Negeri1 Cicalengka Tahun

2004-2007.

4. Sekolah Menengah Atas Al-ma’soem Bandung Tahun 2007-2010. 5. Lulus Program Diploma III Manajemen Keuangan Perbankan

Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia tahun 2013. 6. Melanjutkan Studi Strata 1 (S1) sebagai mahasiswi Universitas

Komputer Indonesia Fakultas Ekonomi Program Program Studi Manajemen Tahun 2013.

Bandung, Agustus 2015 Yang bersangkutan,

(2)

PENGARUH BIAYA DANA DAN TINGKAT KECUKUPAN MODAL

TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PT. BANK MAYAPADA

INTERNASIONAL JAKARTA PERIODE TAHUN 2007-2014

Monika Sari

Program Studi Manajemen Universitas Komputer Indonesia

Jl. Dipatiukur No.112-114-116, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 ([email protected])

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba. Fenomena yang terjadi pada Bank Mayapada Internasional adalah dalam beberapa periode terjadi kenaikan biaya dana dan tingkat kecukupan modal tetapi diikuti perubahan laba yang menurun.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 perusahaan dan 8 tahun terakhir data laporan keuangan perkuartal (time series) jadi jumlah dalam penelitian ini sebanyak 32 data (pool data). Alat analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, regresi berganda, analisis korelasi, koefesien determinasi dengan uji hipotesis menggunakan Uji-T dan Uji-F dengan bantuan penggunaan SPSS 16.0 for windows.

Hasil Penelitian secara parsial menunjukan bahwa biaya dana berpengaruh tidak signifikan terhadap perubahan laba sebesar 0.5336% dan tingkat kecukupan modal berpengaruh negatif signifikan sebesar 31.192%. Sedangkan secara simultan menunjukan bahwa biaya dana dan tingkat kecukupan modal mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba sebesar 31.73% sedangkan sisanya 68.27% dipengaruhi oleh faktor lain.

Kata kunci : Biaya Dana, Tingkat Kecukupan Modal, dan Perubahan Laba

ABSTRACK

This study aims to analyze the influence cost of funds and capital adequacy ratio towards earning changes. Phenomenon occuring in Mayapada Internasional in some periods there was an increase in cost of funds and capital adequacy ratio but followed by a decline in earning changes.

Methode used in this research is descriptive verification method. The sample used in this study is one company and the last 8 years of financial statement data in quartal (time series) so the amount in this study were 32 of data (pooled data) and the analytical tool used is the classical assumption test, multiple regresion, correlation analysis, the coeffecien of determination with hypothesis testing using Test-T and Test-F with the help of SPSS 16.0 for windows.

The partial result of research showed the cost of funds effect not significant toward earning changes of 0.5336% and capital adequacy ratio negative effect significant toward earning changes of 31.192%. While jointly simultaneously, cost of funds and capital adequacy ratio have an influence on earning changes of 31.73% and the remaining 68.27% is influenced by other factor.

(3)

PENDAHULUAN

Bank mengeluarkan biaya dana berupa bunga bagi nasabah penyimpan pada sisi sumber dana. Sedangkan pada sisi penyaluran dana, bank mencari keuntungan yakni dengan memberikan bunga pinjaman kepada para debitur.

Mencari dan menghimpun dana itu sendiri tentunya akan melahirkan biaya dana dan salah satu manfaat perhitungan biaya dana bank adalah untuk menentukan keuntungan atau laba yang diterima oleh bank. Penyajian informasi laba melalui laporan laba rugi yang terdapat dalam laporan keuangan merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting, karena informasi laba juga dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan laba dimasa mendatang (M.Nafarin, 2007:788).

Selain harus meningkatkan labanya setiap tahun dari besarnya biaya yang dikeluarkan, bank juga harus mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan bank dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal bank maka dapat diukur dengan menggunakan rasio Capital Adequacy. (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono : 2002)

Berdasarkan data biaya dana, tingkat kecukupan modal, dan perubahan laba Bank Mayapada periode tahun 2007-2014 adalah Biaya dana (COF) mengalami penurunan tetapi diikuti dengan perubahan laba yang menurun hal tersebut tidak sesuai dengan yang dikemukakan Veithzal Rivai, et all (2007:669) bahwa Biaya dana merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan laba sehingga terjadi perubahan laba yang meningkat dari tahun sebelumnya. Tingkat Kecukupan Modal (CAR) mengalami penurunan tetapi diikuti dengan perubahan laba yang menurun Hal tersebut bertentangan dengan yang dikemukakan Lukman Dendawijaya (2009) bahwa semakin tinggi tingkat kecukupan modal (CAR) maka semakin kuat kemampuan bank tersebut untuk menanggung resiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisikonya dan berkontribusi besar terhadap perubahan laba yang meningkat.

Berdasarkan survey awal turunnya perubahan laba dikarenakan tingkat kredit atau pinjaman bermasalah Bank Mayapada meningkat sehingga dapat memperlambat tumbuhnya laba, dan kenaikan biaya dana terjadi karena tren kenaikan suku bunga deposito yang memaksa Bank Mayapada ikut mengerek bunga agar likuiditas tetap terjaga, akibatnya biaya dana naik dan menurunkan margin bunga atau net interest margin, serta berujung pada pertumbuhan perolehan laba yang melambat. (sumber : www.kontan.co.id, www.rmol.co ). Selain itu disebabkan penambahan beban operasional lainnya, penambahan itu terutama akibat naiknya beban tenaga kerja dan bertambahnya penyisihan aktiva perseroan, selain itu disebabkan karena kenaikan beban bunga deposito yang mengambil porsi 84% dengan dana murah berupa produk tabungan dan giro belum sesuai dengan keinginan ingin menurunkan porsi dana deposito menjadi 70-80%. (sumber : www.ipotnews.com)

LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Pengertian Biaya Dana Bank

Pengertian biaya dana menurut Rivai , et.all (2007) : Biaya dana merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka menciptakan atau memperoleh pendapatan. Maksud biaya ini adalah biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu.

(4)

dikeluarkan yang berkaitan dengan penghitungan dana dan pinjaman lainnya dibagi dengan total dana yang dihimpunnya. Biaya dana rata-rata diperoleh dengan mengalikan jumlah dana dengan tingkat bunga masing-masing sumber dana yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

− = %

Pengertian Tingkat Kecukupan Modal

Dalam menjalankan fungsinya bank harus menjaga rasio kecukupan modalnya atau CAR (Capital Adequacy Ratio) (pasal 29 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998). Modal juga merupakan aspek yang sangat penting untuk menilai kesehatan bank karena ini berhubungan dengan solvabilitas bank. CAR yang harus dicapai oleh bank umum itu ditetapkan sekitar 8%, dimana ketentuan mengenai jumlah CAR ini harus ditaati oleh semua bank umum. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme bagi setiap bank untuk mengelola seluruh aktiva yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan bagi bank.

Tingkat kecukupan modal (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank. Jika nilai CAR tinggi berarti bank tersebut mampu membiayai operasi bank, keadaan yang menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono , 2002).

. =!

"! %

Pengertian Perubahan Laba

Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Perusahaan pasti menginginkan adanya peningkatan laba yang diperoleh dalam setiap tahunnya. Peningkatan dan penurunan laba dapat dilihat dari perubahan laba. Perubahan laba adalah peningkatan dan penurunan laba yang diperoleh perusahaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara umum, kinerja perusahaan dapat dinilai dari kemampuan manajemen dalam memperoleh laba (SFAC No.1). Adanya perubahan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun akan memberikan informasi positif mengenai kinerja perusahaan. Pertumbuhan laba perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga baik karena laba merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, maka semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan, mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan. Dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik maka pertumbuhan laba perusahaan juga baik (Dian Meriawaty dan Astuti, 2005).

# $ = $ % &

$ % & − %

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Hubungan Biaya Dana dengan Perubahan Laba

(5)

Euis Rosidah dan Rini Muflihah (2009) yaitu uji hipotesis pada tingkat keyakinan 95% maka dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya dana bank secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap perubahan laba.

Hipotesis 1 : Biaya dana bank secara parsial berpengaruh terhadap perubahan laba .

Hubungan Tingkat Kecukupan Modal dengan Perubahan Laba

Menurut Lukman Dendawijaya (2009) Tingkat kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) merupakan ukuran kesehatan bank yang sangat penting dan paling banyak mendapat perhatian dari investor perbankan. Menurut teori yang ada, semakin tinggi tingkat kecukupan modal (CAR) maka semakin kuat kemampuan bank tersebut untuk menanggung resiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisikonya dan berkontribusi besar terhadap perubahan laba yang meningkat. Didukung penelitian oleh Nur Aini (2013) menunjukkan bahwa variabel tingkat kecukupan modal (CAR) mempunyai pengaruh positif terhadap Perubahan Laba dengan dengan nilai signifikansi 0,011.

Hipotesis 2 : Tingkat kecukupan modal secara parsial berpengaruh terhadap perubahan laba Hubungan Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal dengan Perubahan Laba

Biaya dana adalah biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan atau laba dalam suatu periode tertentu. Selain harus meningkatkan pendapatan setiap tahun dari besarnya biaya yang dikeluarkan, bank juga harus mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan bank dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal bank maka dapat diukur dengan menggunakan Ratio Capital Adequacy (CAR). (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono : 2002).

Semakin tinggi tingkat kecukupan modal (CAR) maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko dan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk perubahan laba yang meningkat di suatu perusahaan, sesuai dengan hasil penelitian Nu’man Hamzah Pahlevie (2009) CAR berpengaruh signifikan positif terhadap variabel perubahan Laba dari hasil perhitungan secara partial variabel COF berpengaruh positif terhadap variabel perubahan Laba.

Hipotesis 3 : Biaya dana dan tingkat kecukupan modal secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba

METODE PENELITIAN

(6)

Populasi

Yang menjadi sasaran populasi dalam penelitian ini adalah sumber data keuangan pertriwulan berupa biaya dana, tingkat kecukupan modal dan laba pada Mayapada dari tahun 2007-2014. Sampel

Penelitian ini menggunakan sampel 1 perusahaan yaitu bank Mayapada Internasional dengan periode laporan keuangan selama 8 tahun (data time series). Total keseluruhan data yang dijadikan sample adalah 32 buah data (pool data)

RANCANGAN ANALISIS

Analisis Deskriptif

Dalam penelitian ini analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan biaya dana, perkembangan tingkat kecukupan modal dan perkembangan perubahan laba yaitu dengan cara membandingkan selisih perkembangan tahun sekarang dengan tahun sebelumnya, lalu diuraikan ke dalam grafik, tabel atau diagram untuk perhitungan masing-masing besaran tingkat biaya dana, tingkat kecukupan modal, dan tingkat perubahan laba

Analisis Verifikatif

Analisis Regresi Linier Berganda

Regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen X terhadap variabel dependen Y

Y = + 1X1 + 2X2 + εεεε Keterangan :

Y = Perubahan Laba = Konstanta

1X1 = Koefesien regresi biaya dana

2 X2 = Koefesien regresi Tingkat Kecukupan Modal

X1 = Biaya dana

X2 = Tingkat Kecukupan Modal

ε = kesalahan residual (error) Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

Uji normalitas untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model regresi yang baik hendaknya berdistribusi normal atau mendekati normal. Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu :

- Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal. - Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal Uji Multikolonieritas

(7)

Uji Heteroskedastisitas

.Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Rank Spearman yaitu dengan mengkorelasikan masing-masing variabel bebas terhadap nilai absolut dari residual. Jika nilai koefisien korelasi dari masing-masing variabel bebas terhadap nilai absolut dari residual (error) ada yang signifikan, maka kesimpulannya terdapat heteroskedastisitas (varian dari residual tidak homogen).

Uji Autokorelasi

Autokorelasi didefinisikan sebagai korelasi antar observasi yang diukur berdasarkan deret waktu dalam model regresi atau dengan kata lain error dari observasi yang satu dipengaruhi oleh error dari observasi yang sebelumnya. Akibat dari adanya autokorelasi dalam model regresi, koefisien regresi yang diperoleh menjadi tidak efisien, artinya tingkat kesalahannya menjadi sangat besar dan koefisien regresi menjadi tidak stabil. Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, dari data residual terlebih dahulu dihitung nilai statistik Durbin-Watson (D-W). Analisis Korelasi

Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan).

Koefisien Determinasi

Analisis determinasi yaitu analisis yang digunakan untuk mencari kontribusi variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) yang dinyatakan dalam bentuk presentase. Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

'( = ) *× 100 %

Keterangan :

Kd = Seberapa jauh perubahan variabel Y dipergunakan oleh variabel X r² = Kuadrat koefisien korelasi

PENGUJIAN HIPOTESIS

Penetapan Hipotesis Secara Parsial

H0 : 1 = 0 Biaya dana tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba pada bank Mayapada Internasional

Ha : 1 0 Biaya dana memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

H0 : 2 = 0 Tingkat kecukupan modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

Ha : 2 0 Tingkat kecukupan modal memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

Penetapan Hipotesis Secara Simultan

(8)

Mayapada Internasional

Ha : 1 2 0 Biaya dana dan tingkat kecukupan modal secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ANALISIS DESKRIPTIF

Perkembangan Biaya Dana

Rata-rata perkembangan biaya dana (COF) pada Bank Mayapada Internasional periode tahun 2007-2014 mengalami kenaikan. Tahun 2009 dan tahun 2013 terjadi kenaikan drastis . Kenaikan tersebut dikarenakan tingkat suku bunga yang meningkat, selain itu faktor lain yang menyebabkan tingginya biaya dana (cost of funds) pada tahun-tahun tersebut adalah komposisi simpanan, dengan komposisi dana mahal deposito sebesar 56% lebih besar daripada dana murah giro dan tabungan sehingga bank harus memikul biaya dana yang lebih tinggi pula

Perkembangan Tingkat Kecukupan Modal

Rata-rata Tingkat Kecukupan Modal (CAR) pada Bank Mayapada Internasional mengalami penurunan. Penurunan tersebut tidak sampai pada angka dibawah 8% sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun penurunan tersebut hingga menyentuh angka 8,74% dikarenakan kebutuhan perbankan yang tinggi terhadap likuiditas), selain itu perkembangan kredit UMKM yang ditujukan untuk modal kerja dan konsumsi meningkat pesat, sehingga Bank Mayapada kurang meminimalisir risiko kredit yang ada.

Perkembangan Perubahan Laba

Rata-rata perubahan laba pada bank Mayapada Internasional mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dikarenakan pemulihan atas cadangan kerugian dan diikuti dengan rasio pinjaman bermasalah (NPL) turun. Selanjutnta pencapaian perubahan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat, penambahan kantor cabang yang digenjot oleh perseroan sampai indonesia timur, itu adalah strategi perseroan dalam meningkatkan perubahan laba dan disokong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat.

ANALISIS VERIFIKATIF

Analisis Linear Berganda

Dari output SPSS 16.0, diperoleh nilai . sebesar 75.763, 1 sebesar 1.043, 2 sebesar -1.076.

Dengan demikian dapat dibentuk persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Y = 75.763 + 1.043X1 – 1.076X2 + εεεε

. = 75.763 artinya: Jika biaya dana (COF) dan tingkat kecukupan modal (CAR) bernilai nol persen maka perubahan laba akan bernilai 75.763 persen.

(9)

UJI ASUMSI KLASIK

Uji Normalitas

Berdasarkan tabel hasil uji Komolgorov-Smirnov diatas bahwa besarnya nilai Komolgorov-Smirnov adalah 1.129 dengan signifikansi sebesar 0.156 dimana > 0,05 yang berarti data terdistribusi normal. Berdasarkan gambar normal probability plot, menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai dalam penelitian ini karena pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal dan data yang dimiliki terlihat merata dan cukup baik

Uji Multikolonieritas

Nilai tolerance untuk masing-masing variabel:

Nilai Tolerance Biaya Dana (COF) 0,996 > 0,10

Nilai Tolerance Tingkat Kecukupan Modal (CAR) 0,996 > 0,10 Diperoleh VIF untuk masing-masing variabel :

Nilai VIF Biaya Dana (COF) 1.004 < 10

Nilai VIF Tingkat Kecukupan Modal (CAR) 1.004 < 10

Maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas artinya bahwa diantara variabel bebas Biaya Dana (COF) dan Tingkat kecukupan modal (CAR) tidak terdapat korelasi yang cukup kuat antara sesama variabel bebas dan data layak digunakan untuk analisis regresi berganda. Uji Heteroskedastisitas

Gambar scatter plot data yang digunakan menyebar. Artinya bahwa penelitian dengan variable X1 Biaya Dana (COF) dan variabel X2 Tingkat Kecukupan Modal (CAR) tidak mengalami mengalami masalah heterokedastisitas.

Uji Autokorelasi

Berdasarkan hasil pengolahan diperoleh nilai statistik Durbin-Watson (D-W) = 1.122 sementara dari tabel DW pada tingkat kekeliruan 5% untuk jumlah variabel bebas = 2 dan jumlah pengamatan atau observasi n = 32 diperoleh batas bawah nilai tabel (dL) = 1.321 dan batas atasnya (dU) = 1.574. Karena nilai Durbin-Watson model regresi 1.122 tidak berada di daerah dL-dU maka dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi pada model regresi.

ANALISIS KORELASI

Analisis korelasi parsial antara biaya dana (COF) dengan perubahan laba apabila tingkat kecukupan modal (CAR) dianggap Konstant.

Hasil perhitungan SPSS 16.0 for windows menghasilkan nilai r yang sama yaitu 0.070 dengan arah positif. Nilai r tersebut berarti bahwa hubungan antara variabel X1 dan Y bersifat

positif. Artinya Biaya Dana (COF) memiliki hubungan yang sangat rendah dengan Perubahan Laba, nilai korelasi sebesar 0,070 dikatakan sangat rendah karena berada pada interval 0,00-0,199 yang dapat dilihat pada tabel interpretasi. Arah positif menggambarkan bahwa ketika Biaya Dana (COF) meningkat maka Perubahan Laba akan meningkat.

Analisis korelasi parsial antara tingkat kecukupan modal (CAR) dengan perubahan laba apabila biaya dana (COF) dianggap Konstanta

(10)

sangat rendah dengan arah negatif dengan Perubahan Laba, dikatakan sangat rendah karena nilai korelasi berada kurang dari interval 0,00-0,199 yang dapat dilihat pada tabel interpretasi. Arah negatif menggambarkan bahwa ketika Tingkat Kecukupan Modal (CAR) meningkat maka Perubahan Laba akan menurun.

UJI KOEFESIEN DETERMINASI

Berdasarkan perhitungan manual dan hasil output menggunakan SPSS 16.0 for windows dapat diperoleh koefisien determinasi, yaitu sebesar 0,563 ini berarti bahwa secara parsial X1 Biaya Dana (COF) , X2 Tingkat Kecukupan Modal mempengaruhi Y Perubahan Laba adalah sebesar 31.8% sedangkan sisanya sebesar 68,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya dana dan tingkat kecukupan modal seperti tingkat suku bunga, tingkat kredit bermasalah, tingkat kualitas aset, dan likuiditas bank.

UJI HIPOTESIS

PENGUJIAN HIPOTESIS SECARA PARSIAL (UJI-T)

Pengujian Hipotesis Biaya Dana Terhadap Perubahan Laba

Dapat diketahui nilai thitung untuk biaya dana (COF) sebesar 0.380 Nilai ini akan

dibandingkan dengan nilai ttabel pada tabel distribusi t. Dengan = 5 %, df=n–k–1 = 32–2–

1=29, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai ttabel sebesar 1.699.

Diketahui bahwa thitung untuk X1 Biaya Dana (COF) sebesar 0.380 lebih kecil daripada

ttabel yaitu 1.699. Dan signifikasi untuk thitung nya yaitu 0.706 lebih besar daripada taraf

signifikasi yaitu 0.05 maka H0 diterima yaitu Biaya Dana Berpengaruh Tidak Signifikan Terhadap Perubahan Laba

Pengujian Hipotesis Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Perubahan Laba

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai thitung untuk Tingkat Kecukupan Modal (CAR) sebesar -3.624. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai ttabel pada tabel distribusi t. Dengan = 5 %, df=n–k–1 = 32–2–1=29, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai t tabel sebesar 1.699. Diketahui bahwa thitung untuk X2 Tingkat Kecukupan Modal (CAR) sebesar -3.634 lebih besar daripada ttabel yaitu -1.699. dan signifikasi untuk thitung nya yaitu 0.001 lebih kecil daripada taraf signifikasi yaitu 0.05 maka Ha ditolak yaitu Tingkat Kecukupan Modal (CAR) Berpengaruh Negatif Signifikan Terhadap Perubahan Laba.

PENGUJIAN HIPOTESIS SECARA SIMULTAN (UJI-F)

Dapat diketahui nilai Fhitung sebesar 6.746. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Dengan = 0,05, db1 = 2 dan db2 = 32, diketahui nilai Ftabel sebesar 3.295. Dari nilai-nilai di atas, diketahui nilai Fhitung 6.746 > F tabel 3.295, Fhitung lebih besar daripada Ftabel yang artinya Terdapat Pengaruh Signifikan Dari X1 Biaya Dana (COF) Dan X2 Tingkat Kecukupan Modal (CAR) Terhadap Y Perubahan Laba.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dari Pengaruh Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba pada Bank Mayapada Internasional periode tahun 2007-2014 yang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Perkembangan Biaya Dana pada Bank Mayapada Internasional periode tahun 2007-2014 mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut cenderung meningkat.

(11)

3. Perkembangan Perubahan Laba pada Bank Mayapada Internasional periode tahun 2007-2014 mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut cenderung meningkat.

4. Hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Antara Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba sebagai berikut :

a. Secara parsial Biaya Dana berpengaruh tidak signifikan terhadap Perubahan Laba, sebesar 0.5336%. Artinya jika biaya dana tinggi maka diikuti kenaikan perubahan laba.

b. Secara parsial Tingkat Kecukupan Modal berpengaruh negatif signifikan terhadap Perubahan Laba, sebesar 31,192%. Artinya jika tingkat kecukupan modal tinggi maka diikuti penurunan perubahan laba.

c. Dari hasil penelitian secara simultan Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba pada Bank Mayapada Internasional terjadi hubungan yang kuat.

DAFTAR PUSTAKA

Andi Masyuri. 2008. Penelitian Verifikatif. Yogyakarta: Salemba Empat

Andi Supangat. 2007. Statistik Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi Dan Nonparametik. Jakarta : Kencana Perdana

Brock, P,L and L Rojas-Suarez. 2000. Understanding The Behavior of Bank Spreads in Latin America. Journal of Development Economics, 63, 113-134.

Dahlan Siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan, Kebijakan Moneter, dan Perbankan Edisi Kelima. Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

David Tripe. 2010. The Cost Of Funds And Bank Efficiency Through Time. Journal of Banking and Finance. 24. 985-1004.

Dian Meriawati dan Astuti. 2005. Analisis Ratio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Pada Perusahaan di Industri Food and Beverage yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 1 2005 Universitas Kristen Duta Wacana.

Erwinargo Ismanto. 2012. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Fitria Anggraeni. 2014. Pengaruh CAR, NIM, KAP, LDr, Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008 – 2013.

Gujarati. 2005. SPSS Versi 16 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Imam Ghozali. 2006. Statistik Nonparametrik. Semarang . Badan Penerbit UNDIP Ismail Solihin. 2010. Pengantar Manajemen. Jakarta : Erlangga

(12)

Lukman Dendawijaya. 2009. Manajemen Perbankan. Jakarta : Ghallia Indonesia Malayu Hasibuan. 2007. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta : Bumi Aksara.

Mamduh M Hanafi. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.

Mudrajad Kuncoro, Suharjono. 2002. Manajemen Perbankan : Teori dan Aplikasi. Jogjakarta : BPFE

M.Nafarin, 2007. Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat.

Nu’man Hamzah Pahlevi. 2009. Analisis Pengaruh CAR, LDR,NPL, BOPO dan EAQ Terhadap Perubahan Laba ( Studi Empiris Pada Bank Umum di Indonesia Periode Laporan Keuangan Tahun 2004 – 2007 ).

Nur Aini. 2013. Pengaruh CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO,Dan Kualitas Aktiva Produktif terhadap Perubahan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI) Tahun 2009–2011. Dinamika Akuntansi, Keuangan dan Perbankan, Mei 2013, Hal: 14 - 25 Vol. 2, No. 1. ISSN :1979-4878

Sugiyono. 2005. Statistik Untuk Penelitian. Jakarta : Alfabeta.

Sujoko. 2007. Metode Penelitian Untuk Akuntasi. Jakarta : Ghalia Indonesia

Husein Umar. 2010. Desain Penelitian Manajemen Strategi : Cara Mudah Meneliti Makalah-Makalah Manajemen Strategi untuk Skripsi Thesis dan Praktik Bisnis. Jakarta : Rajawali Pers

Umi Narimawati. 2007. Teknik Sampling : Teori Dan Praktek Dengan SPSS. Jakarta : Gafa Media

Veithzal Rivai, Andria Permata, Ferry Idroes. 2007. Bank and Financial Institution Management. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

http://m.bisnis.com http://m.inilah.com http://www.bi.go.id http://www.idx.com

(13)
(14)
(15)

PENGARUH BIAYA DANA DAN TINGKAT KECUKUPAN

MODAL TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PT. BANK

MAYAPADA INTERNASIONAL JAKARTA PERIODE TAHUN

2007-2014

Influence Cost Of Funds And Capital Adequacy Ratio Towards Earning Changes At PT. Mayapada International Jakarta Period Year 2007-2014

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Dalam menempuh jenjang S1

Program Studi Manajemen

Disusun oleh :

Monika Sari 21210721

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(16)

viii DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN... i

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... ii

MOTTO... iii

ABSTRACK... iv

ABSTRAK... v

KATA PENGANTAR... vi

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR... xiii

DAFTAR LAMPIRAN... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian... 1

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah... 5

1.2.1 Identifikasi Masalah... 5

1.2.2 Rumusan Masalah... 6

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian... 6

1.3.1 Maksud Penelitian... 6

1.3.2 Tujuan Penelitian... 7

1.4 Kegunaan Penelitian... 7

1.4.1 Kegunaan Praktis... 7

1.4.2 Kegunaan Akademis... 8

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian... 8

1.5.1 Lokasi Penelitian... 8

(17)

ix

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN

HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka... 10

2.1.1 Biaya Dana Bank... 10

2.1.2 Tingkat Kecukupan Modal... 13

2.1.3 Perubahan Laba... 15

2.1.4 Penelitian Terdahulu... 17

2.2 Kerangka Pemikiran... 23

2.2.1 Hubungan Biaya Dana dengan Perubahan Laba... 25

2.2.2 Hubungan Tingkat Kecukupan Modal dengan Perubahan Laba... 25

2.2.3 Hubungan Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal dengan Perubahan laba... 26

2.2.4 Paradigma Penelitian... 27

2.3 Hipotesis... 27

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian... 29

3.2 Metode Penelitian... 29

3.2.1 Metode Penelitian... 29

3.2.2 Design Penelitian... 30

3.2.3 Operasionalisasi Variabel... 33

3.2.4 Sumber dan Teknik Penentuan Data... 35

3.2.4.1 Sumber Data... 35

3.2.4.2 Teknik Penentuan Data... 35

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data... 37

3.2.6 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis... 37

3.2.6.1 Rancangan Analisis... 37

(18)

x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan... 51

4.1.1 Sejarah Perusahaan... 51

4.1.2 Struktur Organisasi... 53

4.2 Analisis Deskriptif... 54

4.2.1 Perkembangan Biaya Dana... 54

4.2.2 Perkembangan Tingkat Kecukupan Modal... 58

4.2.3 Perkembangan Perubahan Laba... 63

4.3 Analisis Verifikatif... 68

4.3.1 Analisis Linier Berganda... 68

4.3.2 Uji Asumsi Klasik... 70

4.3.3 Analisis Korelasi... 76

4.3.4 Uji Koefesien Determinasi... 79

4.4 Uji Hipotesis... 81

4.4.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji-T)... 81

4.4.1.1 Pengujian Hipotesis Biaya Dana Terhadap Perubahan Laba... 81 4.4.1.2 Pengujian Hipotesis Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Perubahan Laba... 83 4.4.2 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji-F)... 86

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan... 89

5.2 Saran... 91

DAFTAR PUSTAKA

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Andi Masyuri. 2008. Penelitian Verifikatif. Yogyakarta: Salemba Empat

Andi Supangat. 2007. Statistik Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi Dan Nonparametik. Jakarta : Kencana Perdana

Brock, P,L and L Rojas-Suarez. 2000. Understanding The Behavior of Bank Spreads in Latin America. Journal of Development Economics, 63, 113-134. Dahlan Siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan, Kebijakan Moneter, dan Perbankan Edisi Kelima. Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia David Tripe. 2010. The Cost Of Funds And Bank Efficiency Through Time.

Journal of Banking and Finance. 24. 985-1004.

Dian Meriawati dan Astuti. 2005. Analisis Ratio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Pada Perusahaan di Industri Food and Beverage yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 1 2005 Universitas Kristen Duta Wacana.

Erwinargo Ismanto. 2012. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Fitria Anggraeni. 2014. Pengaruh CAR, NIM, KAP, LDr, Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008 – 2013.

Gujarati. 2005. SPSS Versi 16 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Imam Ghozali. 2006. Statistik Nonparametrik. Semarang . Badan Penerbit UNDIP Ismail Solihin. 2010. Pengantar Manajemen. Jakarta : Erlangga

Kasmir. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT raja grafindo persada Lukman Dendawijaya. 2009. Manajemen Perbankan. Jakarta : Ghallia Indonesia Malayu Hasibuan. 2007. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta : Bumi Aksara.

(20)

Mudrajad Kuncoro, Suharjono. 2002. Manajemen Perbankan : Teori dan Aplikasi. Jogjakarta : BPFE

M.Nafarin, 2007. Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat.

Nu’man Hamzah Pahlevi. 2009. Analisis Pengaruh CAR, LDR,NPL, BOPO dan EAQ Terhadap Perubahan Laba ( Studi Empiris Pada Bank Umum di Indonesia Periode Laporan Keuangan Tahun 2004 – 2007 ).

Nur Aini. 2013. Pengaruh CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO,Dan Kualitas Aktiva Produktif terhadap Perubahan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI) Tahun 2009–2011. Dinamika Akuntansi, Keuangan dan Perbankan, Mei 2013, Hal: 14 - 25 Vol. 2, No. 1. ISSN :1979-4878

Sugiyono. 2005. Statistik Untuk Penelitian. Jakarta : Alfabeta.

Sujoko. 2007. Metode Penelitian Untuk Akuntasi. Jakarta : Ghalia Indonesia Husein Umar. 2010. Desain Penelitian Manajemen Strategi : Cara Mudah

Meneliti Makalah-Makalah Manajemen Strategi untuk Skripsi Thesis dan Praktik Bisnis. Jakarta : Rajawali Pers

Umi Narimawati. 2007. Teknik Sampling : Teori Dan Praktek Dengan SPSS.

Jakarta : Gafa Media

Veithzal Rivai, Andria Permata, Ferry Idroes. 2007. Bank and Financial Institution Management. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

http://m.bisnis.com http://m.inilah.com http://www.bi.go.id http://www.idx.com

(21)
(22)

vi

KATA PENGANTAR

Dengan segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang

telah melimpahkan rahmat dan karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan

Skripsi ini tepat waktu. Penelitian ini merupakan salah satu syarat yang harus

dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia.

Dalam penulisan Skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada

Orang tua tercinta yang telah banyak memberikan bantuan moril dan materil

hingga penulis mampu menyelesaikan laporan ini dengan baik, serta dengan

segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,

kepada Yang terhormat :

1. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto selaku Rektor Universitas Komputer

Indonesia.

2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, SE., Spec. Lic selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia.

3. Dr. Raeni Dwi Santy, SE., M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

4. Linna Ismawati, SE., M.Si., selaku Dosen Pembimbing dalam penulisan

skripsi ini yang penuh ikhlas telah membimbing serta mengarahkan penulis

(23)

vii

5. Lia Yulianti, SE., M.Pd selaku dosen penguji I dan Darmazakti Natajaya T

M, SE., MT selaku penguji II , yang memberikan arahan dan masukan

selama pembuatan skripsi ini

6. Kantor Perwakilan BEI Bandung yang telah memberikan kesempatan untuk

melakukan penelitian.

7. Seluruh Staf Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia.

8. Sekretariat Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas

Komputer Indonesia.

Karena keterbatasan waktu dan kemampuan penulis dalam penyusunan

skipsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa ini masih jauh dari sempurna,

oleh karena itu penulis dengan tulus mengharapkan saran dan kritik dari pembaca

sehingga dapat digunakan untuk pengembangan lebih lanjut.

Akhir kata penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

pihak lain pada umumnya rekan-rekan di UNIKOM pada khususnya yang akan

melakukan Skripsi pada bidang yang sama dengan penulis.

Bandung, Agustus 2015

(24)
(25)

29

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian digunakan untuk mendapatkan data sesuai tujuan dan

kegunaan tertentu, sesuai dengan pendapat menurut Husien umar dalam Umi

Narimawati (2007:29): “Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa

yang menjadi objek penelitian, juga dimana dan kapan penelitian dilakukan. Bisa

juga ditambahkan hal-hal lain jika dianggap perlu”.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa objek penelitian

merupakan hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal. Objek penelitian

yang akan diteliti dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu dua variabel

bebas (independen), satu variabel terikat (dependen). Objek penelitian yang

menjadi variabel independen adalah Biaya Dana (X1) dan Tingkat Kecukupan

Modal (X2) dan satu variabel dependen yaitu Perubahan Laba (Y).

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara penulis dalam menganalisis data.

Menurut Umi Narimawati (2007: 127), “Metode Penelitian merupakan cara

penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data untuk mencapai tujuan

(26)

30

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa metode penelitian

merupakan suatu teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan, atau

mencatat data baik berupa data primer maupun data sekunder yang dapat

digunakan untuk keperluan menyusun karya ilmiah dan kemudian menganalisa

faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan sehingga

akan didapat kebenaran atas data yang diperoleh.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

deskriptif dan verifikatif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk

mengetahui perkembangan biaya dana, tingkat kecukupan modal, dan perubahan

laba pada Bank Mayapada Internasional periode 2007-2014

Dalam penelitian ini, metode penelitian verifikatif digunakan untuk

mengukur besarnya pengaruh biaya dana dan tingkat kecukupan modal terhadap

perubahan laba pada PT. Bank Mayapada Internasional periode 2007-2014.

Dengan menggunakan metode penelitian, maka akan diketahui hubungan

yang signifikan antara variabel-variabel yang diteliti sehingga menghasilkan suatu

kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti.

3.2.2 Desain Penelitian

Untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktek penelitian maka

diperlukan yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan dangkal dalamnya

penelitian yang dikerjakan. Desain penelitian adalah semua proses yang

diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Moh Nazir dalam

(27)

31

Langkah-langah desain penelitian menurut Umi Narimawati (2007) adalah

menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian, selanjutnya

menetapkan judul penelitian.

1. Menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian

selanjutnya menetapkan judul penelitian.

Dalam penelitian ini permasalahan yang terjadi difokuskan pada faktor

penentu perubahan laba pada suatu periode yang dapat dicapai oleh bank

Mayapada Internasional. Dengan demikian dapat ditetapkan judul

penelitian Pengaruh Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap

Perubahan Laba Pada Bank Mayapada Internasional periode 2007-2014.

2. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi

Dalam penelitian ini permasalahan yang berhasil diidentifikasi adalah

terjadi penurunan perubahan laba pada saat tingkat biaya dana dan rasio

kecukupan modal mengalami peningkatan.

3. Menetapkan rumusan masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan

biaya dana, tingkat kecukupan modal, dan perubahan laba serta seberapa

besar pengaruh biaya dana, tingkat kecukupan modal dan perubahan laba

pada bank Mayapada Internasional periode tahun 2007-2014.

4. Menetapkan tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan biaya dana, tingkat

(28)

32

tingkat kecukupan modal dan perubahan laba pada bank Mayapada

Internasional periode tahun 2007-2014.

5. Menetapkan konsep variabel sekaligus pengukuran varibel penelitian yang

digunakan

Penulis menetapkan hipotesis dalam penelitian ini adalah biaya dana,

tingkat kecukupan modal, dan perubahan laba pada bank Mayapada

Internasional periode 2007-2014

6. Menetapkan konsep variabel sekaligus pengukuran variabel penelitian

yang digunakan

Dalam penelitian ini konsep biaya dana adalah menurut Rivai (2007),

konsep tingkat kecukupan modal menurut Rivai (2007) dan konsep

perubahan laba menurut M.Nafarin (2007)

7. Pengambilan sampel

Pengambilan sampel untuk dianalisis dan dilakukan penelitian lebih lanjut

mengenai biaya dana, tingkat kecukupan modal dan perubahan laba.

8. Melakukan pelaporan hasil penelitian

Design penelitian ini menggunakan pendekatan paradigma hubungan dua

variabel bebas masing-masing dengan satu variabel tergantung dan

pendekatan paradigma hubungan dua variabel bebas secara bersamaan

(29)

33

Adapun design penelitiannya dapat digambarkan seperti dibawah ini :

Gambar 3.1

Design Penelitian

Keterangan :

X1 = Biaya Dana

X2 = Tingkat Kecukupan Modal

Y = Perubahan Laba

3.2.3 Operasionalisasi Variabel

Sugiyono (2005), “Variabel penelitian pada dasarmya adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebuut, kemudian ditarik

kesimpulannya.”

Operasionalisasi variabel ditentukan untuk menentukan jenis, indikator,

serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga

(X1)

(Y)

(30)

34

pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan dengan benar.

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu :

1. Variabel Bebas (Independen Variabel)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya atau

yang menjadi penyebab timbulnya variabel terikat (dependen). Dalam

penelitian ini yang menjadi variabel bebas terdiri dari Biaya Dana (X1) dan

Tingkat Kecukupan Modal (X2).

2. Variabel Terikat (Dependen Variabel)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi

variabel terikat (Variabel Y) yaitu perubahan laba

Berdasarkan uraian di atas, operasionalisasi variabel penelitian ini dapat

dijelaskan dalam tabel 3.1 pada halaman selanjutnya.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala Sumber

Data

Biaya Dana

Biaya dana merupakan

pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka menciptakan atau

(31)

35

Tingkat Kecukupa n Modal

CAR (Capital Adequacy

Ratio) adalah rasio

kecukupan modal yang

berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank.

Laba adalah perbedaan

antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan

biaya yang dikeluarkan

untuk mendapatkan

penghasilan itu.

M.Nafarin (2007)

1. laba sebelum pajak periode

t (EBIT)

3.2.4 Sumber dan Teknik Penentuan Data

3.2.4.1 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder.

Menurut Sugiyono dalam Umi Narimawati (2007): “Sumber data sekunder adalah

sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data”.

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data

sekunder eksternal yang terdapat di website publikasi laporan keuangan Bank

Mayapada Internasional. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

data variabel X1 biaya dana yaitu dana berbiaya dan tidak berbiaya dan tingkat

bunga, variabel X2 tingkat kecukupan modal, dan variabel Y perubahan laba yaitu

laba sebelum pajak PT. Bank Mayapada Internasional tahun 2007-2014.

3.2.4.2 Teknik Penentuan Data

Adapun teknik penentuan data terbagi menjadi dua bagian, yaitu populasi

(32)

36

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2005) : “Populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulan.“

Berdasarkan pengertian diatas yang menjadi sasaran populasi dalam

penelitian ini adalah sumber data keuangan pertriwulan berupa biaya dana,

tingkat kecukupan modal dan laba pada Mayapada dari tahun 2007-2014.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2005), mengemukakan pengertian sampel : Sampel

adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh populasi

tersebut

Berdasarkan pengertian diatas sampel penelitian ini adalah :

1. Data yang diambil merupakan data laporan keuangan triwulan bank

Mayapada Internasional.

2. Data yang diambil yaitu 8 tahun dari tahun 2007-2014.

3. Jumlah sample yang diambil 32 data cukup untuk melakukan

penelitian tersebut.

Kesimpulannya, penelitian ini menggunakan sampel 1 perusahaan yaitu

bank Mayapada Internasional dengan periode laporan keuangan selama 8 tahun

(data time series). Total keseluruhan data yang dijadikan sample adalah 32

(33)

37

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data serta informasi yang dilakukan oleh

penulis dalam penyusunan laporan ini yaitu dengan cara sebagai berikut:

a. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Yaitu dilakukan dengan mempelajari dari literatur, catatan-catatan kuliah,

bahan tulisan lainnya yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas.

Tujuan dari penelitian kepustakaan ini adalah untuk mendapatkan landasan

teori dan berbagai pengertian mengenai masalah yang dibahas.

b. Metode Dokumentasi

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan

mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang akan diteliti .

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data historik dari BI, BEI

dan Bank Mayapada Internasional. Berdasarkan dokumentasi ini diharapkan

akan memperoleh data mengenai Biaya dana, Tingkat kecukupan modal, dan

Perubahan laba serta informasi-informasi lain yang diperlukan

3.2.6 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis

3.2.6.1 Rancangan Analisis

Rancangan analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

(34)

38

cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,

melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang lebih penting

dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami

oleh diri sendiri maupun orang lain. Peneliti melakukan analisa terhadap data

yang telah diuraikan dengan menggunakan metode deskriptif (kualitatif) dan

verifikatif (kuantitatif).

1. Analisis Deskriptif (Kualitatif)

Pengertian metode deskriptif yang dikemukakan oleh Sugiyono (2005)

sebagai berikut:

“Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan

atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk

membuat kesimpulan yang lebih luas”.

Analisis deskriptif ini akan memberikan gambaran tentang suatu data yang

akan diteliti sehingga dapat membantu dalam mengetahui karakteristik data

sampel. Dalam penelitian ini analisis deskriptif dilakukan untuk menjawab

rumusan masalah nomor 1 (satu), 2 (dua), dan 3 (tiga) yaitu bagaimana

perkembangan biaya dana, perkembangan tingkat kecukupan modal dan

perubahan laba yaitu dengan cara membandingkan selisih perkembangan

tahun sekarang dengan tahun sebelumnya, lalu diuraikan ke dalam grafik,

tabel atau diagram untuk perhitungan masing-masing besaran tingkat biaya

(35)

39

P0 – P1

Rumus : Perkembangan = x 100% P1

keterangan :

P0 = Perkembangan tahun berikutnya

P1 = Perkembangan tahun dasar

Untuk mengukur Biaya dana, Tingkat kecukupan modal, dan

Perubahan laba digunakan rumus sebagai berikut :

1. Biaya Dana

2. Tingkat Kecukupan Modal

3. Perubahan Laba

2. Analisis Verifikatif (Kuantitatif)

Analisis kuantitatif menurut Sugiyono (2005) sebagai berikut, Dalam

penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik yang

digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik

(36)

40

Peneliti menggunakan statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada

sampel yang dilakukan secara random.

Adapun langkah-langkah analisis kuantitatif yang digunakan pada

penelitian ini sebagai berikut :

A. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah salah satu alat analisis yang

digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen (X)

terhadapa variabel dependen (Y).

Regresi linier berganda digunakan untuk menghitung pengaruh serta

membuat persamaan garis yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk

memproyeksikan variabel Y (perubahan laba) berdasarkan variabel X1 (biaya

dana), dan variabel X2 (Tingkat kecukupan modal), yang datanya merupakan time

series dengan cross section.

Adapun persamaan Regresi Linier Berganda adalah :

ε

Dimana :

Y = variabel dependen

X1, X2 = variabel independen

= konstanta

1, 2 = koefisien masing-masing faktor

Adapun perumusan model analisis regresi berganda yang digunakan dalam

(37)

41

Y = + β1X1 + β2X2 + ε

Keterangan :

Y = Perubahan Laba

= Konstanta

1 = Koefesien regresi biaya dana

2 = Koefesien regresi Tingkat Kecukupan Modal

X1 = Koefesien regresi biaya dana

X2 = Koefesien regresi Tingkat Kecukupan Modal

ε = kesalahan residual (error)

B. Uji Asumsi Klasik

Dalam mencari keabsahan analisis regresi berganda, penelitian ini akan

diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik yang bertujuan untuk mengetahui

apakah model regresi yang diperoleh dapat meghasilkan estimator yang baik.

Adapun keempat uji asumsi klasik itu adalah :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas untuk mengetahui apakah variabel dependen,

independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau

tidak. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting

pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model

regresi yang baik hendaknya berdistribusi normal atau mendekati normal.

Mendeteksi apakah data terdistribusi normal atau tidak dapat diketahui

(38)

42

menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya,

model regresi memenuhi asumsi normalitas (Husein Umar, 2011:181).

Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan

probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu :

- Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah

normal.

- Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara

normal

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model

regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas (independen).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara

variabel independen. Jika variabel independen saling berkolerasi, maka

variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel

independen yang nilai kolerasi antar sesama variabel independen sama

dengan nol. (Imam Ghozali, 2006: 91):

c. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Gujarati (2005:406), situasi heteroskedastisitas akan

menyebabkan penaksiran koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil

taksiran dapat menjadi kurang atau melebihi dari yang semestinya. Dengan

demikian, agar koefisien-koefisien regresi tidak menyesatkan, maka situasi

heteroskedastisitas tersebut harus dihilangkan dari model regresi. Untuk

(39)

43

yaitu dengan mengkorelasikan masing-masing variabel bebas terhadap

nilai absolut dari residual. Jika nilai koefisien korelasi dari masing-masing

variabel bebas terhadap nilai absolut dari residual (error) ada yang

signifikan, maka kesimpulannya terdapat heteroskedastisitas (varian dari

residual tidak homogen).

d. Uji Autokorelasi

Autokorelasi didefinisikan sebagai korelasi antar observasi yang

diukur berdasarkan deret waktu dalam model regresi atau dengan kata lain

error dari observasi yang satu dipengaruhi oleh error dari observasi yang

sebelumnya. Akibat dari adanya autokorelasi dalam model regresi,

koefisien regresi yang diperoleh menjadi tidak efisien, artinya tingkat

kesalahannya menjadi sangat besar dan koefisien regresi menjadi tidak

stabil. Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, dari data residual terlebih

dahulu dihitung nilai statistik Durbin-Watson (D-W). Kriteria uji:

bandingkan nilai D-W dengan nilai d dari tabel Durbin-Watson:

a. Jika D-W < dL atau D-W > 4 – dL, kesimpulannya pada data

terdapat autokorelasi.

b. Jika dU < D-W < 4 – dU, kesimpulannya pada data tidak terdapat

autokorelasi.

c. Tidak ada kesimpulan jika dL D-W dU atau 4 – dU D-W

(40)

44

Apabila hasil uji Durbin-Watson tidak dapat disimpulkan apakah terdapat

autokorelasi atau tidak maka dilanjutkan dengan runs test. Pengambilan

keputusan ada tidaknya korelasi, dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 3.2

Uji Autokorelasi

Hipotesis Nol Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl

Tidak ada autokorelasi positif No decision dl d du

Tidak ada autokorelasi negative Tolak 4 – dl < d < 4

Tidak ada autokorelasi negative No decision 4 – du d 4 – dl

Tidak ada autokorelasi positif atau negative Tidak ditolak du < d < 4 – du

Sumber : Sugiyono (2005)

C. Analisis Korelasi

Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi

(hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan

hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan

antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi,

analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara

variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan

asosiasi (hubungan).

Sedangkan untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan Y,

(41)

45

Langkah-langkah perhitungan uji statistik dengan menggunakan analisis

korelasi dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Koefisien korelasi parsial

Koefisien korelasi parsial antara X1 terhadap Y, bila X2 dianggap konstan

dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut

b. Koefisien korelasi parsial

Koefisien korelasi parsial antar X2 terhadap Y, apabila X1 dianggap

konstan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

X1 = Biaya dana

X2 = Tingkat Kecukupan Modal Y = Perubahan Laba

n = Jumlah tahun

Sedangkan nilai r akan digolongkan dengan tabel interprestasi nilai r

sebagai berikut :

Tabel 3.3

Pedoman untuk memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

(42)

46

0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2005)

D. Koefisien Determinasi

Analisis determinasi yaitu analisis yang digunakan untuk mencari

kontribusi variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) yang

dinyatakan dalam bentuk presentase. Besarnya koefisien determinasi

dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

Kd = Seberapa jauh perubahan variabel Y dipergunakan oleh variabel X

r² = Kuadrat koefisien korelasi

3.2.6.2 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui korelasi dari ketiga

variabel yang diteliti, dalam hal ini adalah korelasi antara biaya dana dan tingkat

kecukupan modal terhadap perubahan laba.

Langkah-langkah dalam analisis sebagai berikut :

1. Pengujian secara parsial (Uji-T)

Melakukan Uji-T, untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas

(43)

47

Penetapan Hipotesis

Tabel 3.4

Rumusan Hipotesis secara Parsial

H0 : 1 = 0 Biaya dana tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap

perubahan laba pada bank Mayapada Internasional

Ha : 1 0 Biaya dana memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan

laba bank Mayapada Internasional

H0 : 2 = 0 Tingkat kecukupan modal tidak memiliki pengaruh signifikan

terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

Ha : 2 0 Tingkat kecukupan modal memiliki pengaruh signifikan

terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

Pengujian Secara Simultan (Uji-F)

Untuk menguji secara simultan ada tidaknya hubungan variabel independen

(X) terhadap variavel dependen (Y), maka pengujian dilakukan dengan

menggunakan uji statistik F sebagai berikut :

Penetapan Hipotesis :

Tabel 3.5

Rumusan Hipotesis secara Simultan

H0 : 1 2 = 0 Biaya dana dan tingkat kecukupan modal secara simultan tidak

memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

Ha : 1 2 0 Biaya dana dan tingkat kecukupan modal secara simultan

memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba bank Mayapada Internasional

2. Menentukan Tingkat Signifikan:

a. Menghitung nilai t hitung dengan mengetahui apakah variabel koefesian

korelasi signifikan atau tidak dengan rumus menurut Gujarati (2005: 134)

(44)

48

Keterangan:

i = 1, 2

i = koefesien regresi ke – i

Se i = standar error koefesien ke – i

Statistik uji di atas mengikuti distribusi dengan derajat bebas n – k – 1 , k

merupakan banyaknya parameter pada persamaan regresi. Dengan kriteria

uji hipotesis sebagai berikut:

t hitung t table, dengan = 5 % maka tolak H0 artinya signifikan

t hitung t table t hitung, dengan = 5 % maka terima H0 artinya tidak

signifikan.

b. Selanjutnya menghitung nilai fhitung sebagai berikut :

Rumus pengujian pada koefisien regresi secara keseluruhan (simultan)

sebagaiman yang diungkapkan Gujarati (2005: 258) adalah sebagai

berikut:

Untuk satu variabel bebas nilai R2 sama dengan r2. Statistic uji di atas

(45)

49

dengan K adalah banyaknya parameter. Adapun kriteria uji hipotesisnya

adalah:

F hitung F tabel, dengan = 5 % maka tolak H0 artinya signifikan

F hitung F tabel, dengan = 5 % maka terima H0 artinya tidak signifikan

3. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis serta

Penarikan Kesimpulan

Gambar 3.2

Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis

• Hasil thitung dibandingkan dengan ttabel dengan kriteria :

1. Jika t hitung > t tabel maka H0 ada di daerah penolakan, berarti Ha

diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya.

2. Jika -t hitung t tabel t hitung maka H0 ada di daerah penerimaan,

berarti Ha ditolak artinya antara variabel X dan variabel Y tidak ada

pengaruhnya.

3. t hitung dicari dengan rumus perhitungan t hitung

4. t tabel dicari di dalam tabel distribusi t student dengan ketentuan sebagai

berikut, = 0,05 dan db = (n – k – 1)

(46)

50

1. Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel pada alpha 5% untuk koefesien positif.

2. Tolak H0 jika Fhitung < Ftabel pada alpha 5% untuk koefesien negatif..

3. Tolak H0 jika nilai F-sign < 0,05

1. Penarikan Kesimpulan

Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya.

Jika thitung jatuh di daerah penolakan (penerimaan), maka Ho ditolak

(diterima) dan Ha diterima (ditolak). Artinya koefisian regresi signifikan

(tidak signifikan).

Kesimpulannya, biaya dana dan tingkat kecukupan modal berpengaruh (tidak

berpengaruh) terhadap perubahan laba. Tingkat signifikannya yaitu 5 % ( =

0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima) dengan taraf kepercayaan

95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai

kebenaran 95 % dan hal ini menunjukan adanya (tidak adanya pengaruh yang

(47)

89 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dari Pengaruh Biaya Dana dan Tingkat

Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba pada Bank Mayapada Internasional

periode tahun 2007-2014 yang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan

sebagai berikut :

1. Perkembangan Biaya Dana pada Bank Mayapada Internasional periode

tahun 2007-2014 mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut cenderung

meningkat. Peningkatan biaya dana tersebut dikarenakan faktor tren

kenaikan suku bunga deposito yang mencapai 12,52% yang memaksa

Bank Mayapada ikut mengerek bunga agar likuiditas tetap terjaga. Selain

karena kenaikan tingkat suku bunga deposito, faktor lain yang

menyebabkan tingginya biaya dana (cost of funds) pada tahun-tahun

tersebut adalah komposisi simpanan, dengan komposisi dana deposito

sebesar 56% sehingga bank harus memikul biaya dana yang lebih tinggi

pula.

2. Perkembangan Tingkat Kecukupan Modal pada Bank Mayapada

Internasional periode tahun 2007-2014 mengalami fluktuasi. Fluktuasi

tersebut cenderung menurun. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan

(48)

90

oleh nasabah yang kemudian menggerus tingkat kecukupan modal (CAR),

selain itu perkembangan kredit UMKM yang ditujukan untuk modal kerja

dan konsumsi meningkat pesat, sehingga Bank Mayapada kurang

meminimalisir risiko kredit yang ada.

3. Perkembangan Perubahan Laba pada Bank Mayapada Internasional

periode tahun 2007-2014 mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut

cenderung meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan pemulihan atas

cadangan kerugian dan diikuti dengan rasio pinjaman bermasalah (NPL)

turun. Selain itu pencapaian perubahan laba yang meningkat sejalan

dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat,

penambahan kantor cabang yang digenjot oleh perseroan sampai indonesia

timur, itu adalah strategi perseroan dalam meningkatkan perubahan laba

dan disokong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat.

4. Hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Antara Biaya

Dana dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba sebagai

berikut :

a. Secara parsial Biaya Dana berpengaruh tidak signifikan terhadap

Perubahan Laba, sebesar 0.5336%. Artinya jika biaya dana tinggi

maka diikuti kenaikan perubahan laba.

b. Secara parsial Tingkat Kecukupan Modal berpengaruh negatif

signifikan terhadap Perubahan Laba, sebesar 31,192%. Artinya jika

tingkat kecukupan modal tinggi maka diikuti penurunan perubahan

(49)

91

c. Dari hasil penelitian secara simultan Biaya Dana dan Tingkat

Kecukupan Modal terhadap Perubahan Laba pada Bank Mayapada

Internasional terjadi hubungan yang kuat. Diperoleh hasil sebesar

31.8% Perubahan Laba yang dipengaruhi Biaya Dana dan Tingkat

Kecukupan Modal sedangkan sisanya sebesar 68,2% dipengaruhi

oleh faktor-faktor lain. Hasil uji menunjukkan Biaya Dana dan

Tingkat Kecukupan Modal berpengaruh signifikan secara

bersama-sama terhadap Perubahan laba pada Bank Mayapada Internasional

periode tahun 2007-2014.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian dan kesimpulan di atas, penulis memberikan saran

bagi Bank Mayapada Internasional sebagai bahan pertimbangan perusahaan

maupun untuk pihak lainnya mengenai Biaya Dana dan Tingkat Kecukupan

Modal terhadap Perubahan Laba yaitu sebagai berikut :

1. Penulis menyarankan agar bank lebih meningkatkan kegiatan

penghimpunan dana pada jenis simpanan giro dan t abungan karena kedua

jenis simpanan ini tergolong dana murah bagi perbankan sehingga bank

hanya menanggung beban biaya dana bank yang sedikit untuk

mendapatkan dana yang cukup besar untuk disalurkan lagi kepada

masyarakat sebagai kredit, hal tersebut dapat membantu mengurangi

tingginya biaya dana yang harus dikeluarkan oleh bank.

2. Bagi pihak manajemen perusahaan diharapkan selalu menjaga tingkat

Gambar

Gambar 3.1
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.3

Referensi

Dokumen terkait

Rasio Kecukupan Modal atau CAR yang berpengaruh positif signifikan terhadap Penyaluran Kredit, maka pihak bank perlu melakukan peningkatan modal yaitu modal inti

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kecukupan Modal, Risiko Pembiayaan, Dan Dana Pihak Ketiga terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di

CAR merupakan rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko, misalnya kredit yang

Secara simultan, variabel dana pihak ketiga, kecukupan modal, risiko kredit, dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah dengan

Untuk mengetahui signifikansi antara rasio tingkat kecukupan modal dengan memperhitungkan risiko kredit (CAR) dan rasio tinkat kecukupan modal dengan memperhitungkan risiko

“ PENGARUH RISIKO KREDIT, PROFITABILITAS, LOAN TO DEPOSIT RATIO , BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL DAN UKURAN BANK TERHADAP KECUKUPAN MODAL BANK KONVENSIONAL

Penelitian Akhtar, Ali dan Sadaqat menggunakan ukuran bank, risiko kredit, NPL, rasio kecukupan modal (CAR), manajemen aset, dan OER dalam meneliti faktor- faktor yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel risiko kredit (NPL/NPF) dan kecukupan modal (CAR) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai