MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN
METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS V SDN 173243
AEK BOTIK KECAMATAN PAHAE JAE KABUPATEN
TAPANULI UTARA T.A 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan Pra Sekolah
Dan Sekolah Dasar
Oleh :
RAHMA INDAH GULTOM
NIM : 1123311057
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
RIWAYAT HIDUP
1. BIODATA PRIBADI
Nama : Rahma Indah Gultom
Tempat, Tanggal lahir : Tarutung, 12 Februari 1994
Alamat : Jl.Gurilla Gg suka damai Pancing, Medan
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Nama Ayah : Turgas Gultom
Nama Ibu : Dahlia Sihombing
Pekerjaan Orang Tua : Ayah : Wiraswasta
Ibu : PNS
Alamat Orang tua : Aek Botik, Desa Setia
Kecamatan Pahae Jae,
Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi
Sumatera Utara.
2. RIWAYAT PENDIDIKAN
i ABSTRAK
RAHMA INDAH GULTOM, NIM. 1123311057, “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Problem Solving Di Kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik T.A 2015/2016”, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika karena guru kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa pada sub materi menghitung luas bangun datar di kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan metode problem solving dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa pada sub materi menghitung luas bangun datar di kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama 2 siklus, dimana setiap satu siklus dilakukan 2 kali pertemuan dan masing-masing pertemuan selama 35 menit. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dan diberikan angket pada kondisi awal dan akhir siklus dua untuk mengukur tingkat motivasi belajarsi siwa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantatif. Peneliti dilakukan selama 2 bulan mulai Januari hingga Maret 2016
Hasil penelitian yang dilakukan dari30 diperoleh rata- rata skor motivasi belajar siswa padasiklus I pertemuan pertama sebesar 56,4 atau tergolong cukup dan sebanyak 5 orang siswa termotivasi (16,66%) siswa yang dinyatakan aktif dalam belajar dan 25 orang siswa belum termotivasi (83,33%). Pada siklus Ipertemuan kedua diperoleh rata- rata skor motivasi belajar siswa sebesar 59,7 atau juga tergolong cukup dan sebanyak6 orang siswa termotivasi (20%)dan24 orang siswabelumtermotivasi (80%). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, motivasi belajar siswa pada pertemuan pertama mengalami peningkatan dibandingkan siklus I dengan rata- rata skor motivasi sebesar 73,6 atau tergolong baik dan sebanyak 21 orang siswatermotivasi (70%) , 9 orang siswa belum termotivasi(30%). Siklus II pertemuan II diperoleh rata- rata skor motivasi belajar siswa 81,7 atau tergolong sangat baik menunjukkan30 orang siswa (100%) termotivasi dan 0 orang siswa (0%) belum termotivasi.
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan dapat
diselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini antara lain
Yth:
1. Bapak Prof. Dr.Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor UNIMED
2. Bapak Dr. Nasrun, MS selaku Dekan FIP UNIMED
3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku Wakil Dekan Bidang Akademik,
Bapak Drs. Aman Simare-mare, MS selaku Wakil Dekan Bidang Umum
dan Keuangan, Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Wakil Dekan
Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan.
4. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku Ketua Jurusan PPSD
5. Ibu Dr. Naeklan Simbolon, M.Pd selaku sekretaris jurusan PPSD FIP.
6. Ibu Dra. Mastiana Ritonga, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang
telah banyak memberikan bimbingan dan masukan serta saran-saran mulai
dari rencana penelitian sampai dengan selesainya penyusunan skripsi.
7. Bapak Drs. Daitin Tarigan, M.Pd, Bapak Drs. Wesly Silalahi, M.Pd,
Bapak Drs. Wildansyah Lubis, M.Pd yang banyak memberikan masukan
iii
8. Teristimewa rasa terima kasih dan penghargaan kepada Ayahanda Turgas
Gultom, dan Ibundaku Dahlia Sihombing S.Pd yang paling kucintai dan
kusayangi yang ikhlas mendukung, selalu mendoakan memberikan
semangat, dan pengorbanan baik secara moril maupun material.
9. Kepala Sekolah SD Negeri 173243 Aek Botik Ibu Nurmawati Gultom,
S.Pd beserta guru-guru yang mengajar di SD Negeri 173243 Aek Botik
10.Terimakasih kepada teman-teman seperjuangan: Eka Putri Kartini
Pasaribu, Yustika Adelina, Ince Vransiska Sitohang, terkhusus untuk
teman- teman Safna Sari Pasaribu, Susi Janiati, Israwani Nasution, Saputra
Siahaan dan umumnya stambuk 2012 Program Studi S-1 khususnya
seluruh kelas B ekstensi 2012.
11.Terimakasih kepada Pacarku tersayang yang selalu mendoakan dan
memberikan semangat.
12.Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penuisan skripsi ini
selesai.
Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah penulis terima dari berbagai
pihak, penulis mengucapkan terima kasih semoga Tuhan Yang Maha Esa
membalasnya. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun pembaca serta dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu
Pendidikan.
Medan, 01 April 2016
Rahma Indah Gultom
NIM. 1123311057
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 6
1.3 Batasan Masalah... 7
1.4 Rumusan Masalah ... 7
1.5 Tujuan Penelitian ... 8
1.6 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II KAJIAN TEORITIS... 9
2.1 Kerangka Teoritis ... 9
2.1.1 Pengertian Belajar... 9
2.1.2 Pengertian Motivasi ... 10
2.1.3 Jenis-jenis Motivasi ... 12
2.1.4 Ciri-ciri Motivasi Belajar ... 13
2.1.5 Meningkatkan Motivasi Belajar ... 15
2.1.6 Faktor – faktor Mempengaruhi Motivasi Belajar ... 19
2.1.7 Pengertian Metode Problem Solving ... 20
2.1.9 Karakteristik Pembelajaran Problem Solving ... 21
2.1.10 Langkah-langkah Pembelajaran Problem Solving ... 22
2.1.11 Kriteria Pemiliha Bahan Pelajaran dalam Problem Solving ... 23
2.1.13 Hakikat Pembelajaran Matematika ... 25
2.1.14 Menghitung Luas Bangun Datar ... 26
2.1.15 Pengertian Bangun Datar dan Trapesium ... 26
2.2 Kerangka Konseptual ... 30
2.3 Penelitian Yang Relevan ... 30
2.4 Hipotesis Tindakan ... 31
BAB III METODE PENELITIAN ... 32
3.1Jenis Penelitian ... 32
3.2Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32
3.3Subjek Penelitian... 32
3.4Operasional Variabel Penelitian ... 33
3.5Desain Penelitian... 33
3.6Prosedur Penelitian ... 34
3.7Alat Pengumpul Data ... 38
3.8Teknik Analisis Data ... 42
3.9Jadwal Penelitian ... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 44
4.1 Gambaran umum lokasi penelitian ... 44
4.1.1 Hasil penelitian siklus 1 ... 45
4.1.3 Perencanaan ... 45
4.1.4 Pelaksanaan ... 45
4.1.5 Observasi... 49
4.1.6 Refleksi ... 71
4.2.2 Perencanaan ... 73
4.2.3 Pelaksanaan ... 73
4.2.4 Observasi... 76
4.2.5 Refleksi ... 94
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 102
5.1 Kesimpulan ... 102
5.2 Saran ... 104
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan
penting dalam pendidikan. Salah satu hal yang menunjukkan pernyataan tersebut
adalah terlihat dari banyaknya jam pelajaran matematika di sekolah dibandingkan
dengan bidang studi lain. Bidang studi matematika diberikan pada setiap jenjang
pendidikan untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi perkembangan dunia
yang semakin maju dan berkembang pesat. Mengingat pentingnya matematika,
maka sangat diharapkan siswa untuk menguasai pelajaran matematika. Dalam
proses belajar mengajar matematika, diperlukan minat dan motivasi siswa yang
tinggi guna menunjang keberhasilan pembelajaran matematika sehingga motivasi
belajar yang diperoleh tinggi. Hal ini terjadi karena siswa menganggap bahwa
pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Selain itu,
dapat juga dikarenakan guru yang mengajar matematika hanya menggunakan
metode ceramah, sehingga proses pembelajaran monoton dan siswa merasa jenuh.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu
sama lain. Belajar menunjukan kepada apa yang seharusnya dilaksanakan sebagai
seorang penerima pelajaran (siswa). Mengajar menunjukkan kepada apa yang
dilakukan seorang guru sebagai pengajar. Jadi belajar dan mengajar merupakan
proses interaksi antara guru dan siswa pada saat proses pembelajaran. Banyak
faktor yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa salah satunya adalah
2
untuk melakukan aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah
segala sesuatu yang dapat memotivasi peserta didik atau individu untuk belajar.
Tanpa motivasi belajar, seorang peserta didik tidak akan belajar dan akhirnya
tidak akan mencapai keberhasilan dalam belajar.
Oemar hamalik (dalam istarani 2015:56) motivasi adalah perubahan energi
dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan
reaksi untuk mencapai tujuan. Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan
motivasia adalah perubahan energi dalam diri yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar sangatlah diperlukan
karena dengan motivasi, hasil belajar akan menjadi lebih optimal. Motivasi juga
menentukan intensitas usaha siswa untuk belajar. Siswa yang menyadari akan
kebutuhannya untuk belajar maka siswa tersebut akan lebih giat dan antusias
dalam belajar.
Motivasi mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kegagalan belajar, dan pada
umumnya belajar tanpa motivasi akan sulit untuk berhasil. Oleh karena itu,
pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang
dimiliki oleh peserta didik. Penggunaan motivasi dalam belajar bukan hanya
melengkapi elemen pembelajaran, tetapi juga menjadi faktor untuk menentukan
pembelajarannya yang efektif. Motivasi peserta didik dapat diukur dengan hasil
belajar yang baik. Motivasi dapat diukur dengan metode pengukuran motivasi.
Pengukuran motivasi merupakan hal yang penting karena terbukti motivasi
mempunyai peran yang penting dalam hal berhasil tidaknya seseorang dalam
3
Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengadakan pengukuran
motivasi individu salah satunya adalah metode observasi. Dimana Pengukuran
motivasi dengan menggunakan metode observasi mempunyai suatu keuntungan
karena dapat mengamati motivasi anak-anak dalam kondisi yang wajar, jadi tidak
dibuat-buat. Observasi dapat dilakukan dalam setiap situasi, baik dalam kelas
maupun di luar kelas. Pencatatan hasil observasi dapat dilakukan selama observasi
berlangsung. Observasi dilakukan terhadap beberapa orang anak berdasarkan data
yang telah terkumpulkan sebelumnya.
Idealnya dalam suatu pembelajaran 80% - 100% siswa harus mampu
mencapai nilai yang tinggi. Karena ketika nilai yang sudah dicapai tinggi maka
hasil yang didapat akan memuasakan,berarti siswa anak dapat dikatakan
berprestasi dimana siswa sudah mencapai hasil yang ideal dalam belajar. Hasil
yang memuaskan tersebut merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh
siswa. Sukses tidaknya usaha belajar siswa ditentukan dari motivasinya dalam
pelajaran yang diajarkan, berhasil bila sungguh-sungguh belajar,sehingga siswa
menjadi tambah pandai mengerjakan sesuatu dan menjadi perilaku yang baik
dalam bergaul,serta memiliki semangat,motifasi dan kinerja melaksanakan
sesuatu.
Berdasarkan pengalaman peneliti selama melakukan PPLT (Program
Pengalaman Lapangan Terpadu ) di SD Negeri 173243 Aek Botik yang
ditemukan dilapangan bahwa proses pembelajaran dikelas tersebut masih
menggunakan metode ceramah dan hafalan, siswa tidak fokus memperhatikan
penjelasan guru,siswa hanya mendengar, membaca, menghafal dan mengerjakan
4
siswa mengikuti proses pembelajaran, Kurangnya keuletan dan ketelitian siswa
dalam mengerjakan tugas- tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu motivasi
siswa untuk mempelajari matematika masih tergolong rendah dan masih dibawah
kriteria ketuntasan (KKM) yang disyaratkan oleh sekolah . KKM mata pelajaran
matematika di SD Negeri 173243 Aek Botik adalah 70, sedangkan hasil belajar
siswa matematika siswa kelas V rata-rata sebesar 60,7 dan dari 30 siswa terdapat
11 siswa (36,7) siswa yang telah tuntas dengan nilai ≥ 70, sementara 19 siswa
(63,3) siswa masih belum tuntas belajar karena memiliki nilai < 65.
Kurangnya motivasi dan kemampuan siswa dalam belajar matematika juga
tampak dari kurangnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran matematika di
dalam kelas. Hasil pengamatan atau observasi peneliti, selama mengajarkan
materi matematika di dalam kelas guru cenderung menggunakan metode ceramah
dengan menjelaskan materi di depan kelas kemudian meminta siswa untuk
mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam buku paket atau buku pegangan,
sehingga sebagian besar siswa tampak kurang aktif dan kurang termotivasi dalam
belajar, hanya beberapa siswa yang tampak fokus mendengarkan apa yang
disampaikan guru sementara lainnya tampak kurang bersemangat, mengantuk,
melamun dan merasa bosan dengan pembelajaran yang disampaikan atau yang
dijelaskan guru di depan kelas.
Untuk menyikapi hal tersebut adanya suatu tindakan agar motivasi belajar
siswa meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya guru berupaya agar mampu
mencipkatan suasana yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa meningkat.
Dengan suasana pembelajaran yang menarik dan pengelolaan kelas yang
5
secara optimal,berkenaan dengan hal itu,maka dengan memperhatikan berbagai
konsep dan teori belajar dikembanganlah suatu metode pendidikan yaitu metode
Problem solving.
Metode problem solving merupakan suatu penyajian materi pelajaran
yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau
diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran dengan
metode problem solving siswa dituntut untuk terampil dalam menyelesaikan
permasalahan melalui proses penemuan. Salah satu keunggulan dari metode
prblem solving adalah siswa akan terlatih untuk mengembangkan kemampuan
siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka dengan
pengetahuan baru.
Putri (2014) juga mendukung dengan menyatakan bahwa”Meningkatkan
Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Dengan Menggunakan Metode
Problem Solving Di Kelas V SD Negeri 060895 Padang Bulan Medan T.A
2013/2014”. Friskanty (2011) menyatakan, “Meningkatkan Motivasi Siswa
Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Dengan Model Pembelajaran Problem Solving
Pada Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 173296 Taput.
Selain itu, alasan penulis untuk memilih penelitian dengan penerapan
model Problem Solving adalah karena penulis ingin menerapkan suatu model
yang berbeda dari pada model pembelajaran sebelumnya di SD Negeri 173243
Aek Botik, demikian pula sebaliknya, SD Negeri 173243 Aek Botik dipilih karena
belum pernah dilakukan penelitian penerapan model Problem Solving untuk
6
mampu menyelesaikan permasalahan rendahnya motivasi belajar matematika
yang akan mengubah proses pembelajaran agar tidak lagi cenderung berpusat
pada guru.
Oleh karena itu agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar matematika
khususnya mempelajari materi menghitung luas bangun trapesium dan layang-
layang dapat dilakukan melalui metode problem solving, guru juga diharapkan
untuk lebih kreatif merancang suatu skenario problem solving dengan
menghubungkan skenario yang dirancang untuk untuk diperankan siswa dengan
kehidupan sehari- sehari mereka. Melalui skenario yang ada, siswa diharapkan
mampu mengembangkan kreativitasnya dengan terlibat secara aktif dalam belajar,
dan mendiskusikan materi dalam pengalaman sehari-hari.
Dengan demikian, berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk
melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul: “Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Problem Solving Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Di Kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik T.A 2015/ 2016 ”.
1.2 Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasikan
masalah penelitian yaitu:
1. Siswa kurang ulet dan teliti ketika mengerjakan tugas matematika.
2. Siswa kurang percaya diri dan mandiri ketika mengikuti pelajaran
7
3. Kurangnya ketekunan dan keseriusan siswa di dalam mengikuti pelajaran
matematika di dalam kelas.
4. Metode yang dilakukan guru dalam mengajar matematika masih kurang
efektif,cenderung menggunakan metode ceramah,dan hafalan.
5. Kurangnya pengelolaan kelas dan kreatifitas yang dilakukan guru.
6. Siswa hanya mendengar, membaca, menghafal dan mengerjakan tugas
yang diberikan oleh guru.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, perlu dilakukan pembatasan
masalah agar peneliti yang dilakukan tidak terlalu meluas. Adapun masalah yang
diteliti dibatasi pada meningkatkan motivasi belajar siswa pembelajaran
matematika pada materi menghitung luas bangun datar layang-layang dan
trapesium di kelas V siswa SD Negeri 173243 Aek Botik dengan menggunakan
metode problem solving.
1.4 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
“Apakah dengan menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan
motivasi belajar matematika pada sub materi menghitung luas bangun datar
8
1.5 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode problem solving dapat
meningkatkan motivasi belajar matematika pada menghitung luas bangun datar
trapesium dan layang-layang Kelas V SD Negeri 173243 Aek Botik Kecamatan
Pahae Jae T.P.2015/2016.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain:
1. Bagi siswa, untuk meningkatkan kemampuan siswa serta memberikan
kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
2. Bagi guru, sebagai masukan untuk memperbaiki proses pembelajaran
khususnya dalam rangka meningkatkan motivasi siswa belajar matematika
melalui metode Problem Solving.
3. Bagi pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah sebagai bahan masukan
dalam meningkatkan kualitas sekolah, serta meningkatkan efektifitas dan
efesiensi pembelajaran melalui penggunaan metode mangajar guru.
4. Bagi peneliti sendiri sebagai bahan masukan dan pelatihan untuk
mengembangkan dan menggunakan metode Problem Solving pada
102 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bahwa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran problem solving
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika dengan
materi pokok menghitung luas bangun datar.
2. Bahwa dengan menggunakan pendekatan problem solving dapat
meningkatkan dan memungkinkan siswa untuk belajar mandiri ataupun
bekerja sama dalam menemukan konsep pembelajaran matematika dengan
materi pokok menghitung luas bangun datar.
3. Bahwa dari lembar observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan
motivasi belajar siswa. Dari hasil observasi yang dilakukan pada 30 orang
siswa mulai dari pertemuan awal hingga akhir diperoleh hasil yang meningkat
dari setiap siswa. Pada siklus I pertemuan I sebanyak 5 orang siswa (16,66%)
termotivasi, dan 25 orang siswa (83,33%) belum termotivasi. Pada siklus I
pertemuan II, sebanyak 6 orang siswa (20%) termotivasi dan24 orang siswa
(80%) belum termotivasi. Pada siklus II pertemuan I menunjukkan 21 orang
siswa (70%) termotivasi, 9 orang siswa (30%) belum termotivasi. Siklus II
pertemuan II menunjukkan 30 orang siswa (100%) termotivasi dan 0 orang
103
disimpulkan bahwa dengan penggunaan pendekatan problem solving dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas V SD Negeri173243 Aek Botik.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas peneliti memberikan saran sebagai
berikut:
1. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan guru menggunakan pendekatan
metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
2. Disarankan pula guru menggunakan pendekatan pembelajaran problem
solving ini bukan hanya pada pelajaran matematika tapi pada pelajaran
lainnya.
3. Disarankan kepada kepala sekolah untuk mengimbau guru-guru untuk
menggunakan pendekatan problem solving untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa.
4. Bagi peneliti sendiri kiranya hasil dari penelitian tindakan kelas ini dapat
dijadikan suatu keterampilan serta pengetahuan untuk menambah wawasan
104
DaftarPustaka
Aswita, Effi. (2015). StrategiBelajarMengajar.Medan :Perdana Publishing.
Arikunto, Suharsimi. 2012. AnakKesulitanBelajar. Jakarta :RinekaCipta.
... 2014. PenelitianTindakanKelas. Jakarta :BumiAksara.
Huda, Miftahul. (2011). Cooverative Learning.Yogyakarta :PustakaPelajar.
... (2013). Model-model PengajarandanPembelajaran.Yogyakarta :PustakaPelajar.
Ngalimun.(2012). Strategidan Model Pembelajaran.Yogyakarta :SwajaPressindo.
Sanjaya, Wina (2012). StrategiPembelajaranBerorientasiStandar Proses
Pendidikan.Jakarta: RinekaCipta.
Saryosubroto, B. (2010). Proses BelajarMengajarInnovatifdalamKurikulum
2013.Yogyakarta :Ar-ruzzmedia.
Turmudi.(2009).
LandasanFilsafatdanTeoriPembelajaranMatematikaBerparadigmaEksploratif
danInvestigatif. Jakarta Pusat :LeuserCiptaPustaka.
Wahyudin.(2008). Pembelajarandan Model-Model Pembelajaran
(PelengkapUntukMeningkatkanKompetensiPedagosis Para Guru danCalon-
Calon Guru). CV IpaAbong.
Wiriaatmadja, Rochiati. (2005). MetodePenelitianTindakanKelas.Bandung
105
LembarObservasiMotivasiBelajarSiswa Siklus 2 Pertemuan I
Nama :
Kelas : V
No Resp :
Petunjukpengisian :berilahtandaceklist (√) padasalahsatujawaban yang
sesuaidengankegiatan yang
dilakukansiswasaatpembelajaranMatematikaberlangsungdengankriteria :
1 = dilakukandengankurangbaik 3 = dilakukandenganbaik
2 = dilakukandengancukupbaik 4 = dilakukandengansangatbaik
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
1.
Tekunmengha
dapitugas
a. Fokuspadasatutugassampai selesai.
b. Perhatianpadasaat guru menjelaskan.
c. Bertanyakepada guru dantemantentangpelajaran yang tidakdimengerti. 2. Uletmenghada pikesulitan (tidakcepatput usasa) d. Memilikimotivasiuntukberpres tasi. e. Tidakmudahputusasa. f. Giatdanrelauntukmelakukanke giatanbelajar. 3. Menunjukkan minat yang tinggidalambe lajar g. Tidaksukabermain-main saatbelajar.
h. Mempunyaisemangat yang tinggidalambelajar.
106
4.
Bekerjamandi
ri
j. Bertanggungjawabterhadaptug as yang diberikan.
k. Berusahamenyelesaikantugasn yatanpabekerjasamadengantem an.
l. Berusahamenguasaipelajaran.
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
5. Cepatbosanter hadaptugas-tugasrutin m. Tidakmenyukaitugas-tugasmonoton.
n. Memilikikreatifitas yang tinggi.
o. Menjawabpertanyaan yang diajukanoleh guru 6. Dapatmemper tahankanpend apatnya p. Beranimengemukakanpendapa t.
q. Yakin dengankemampuan yang dimiliki.
r. Beranitampildi depankelas.
7.
Senangmenca
ridanmemeca
hkanmasalah
s. Memiliki rasa ingintahu yang tinggi.
t. Memanfaatkansumberbelajar yang diediakan guru.
u. Dapatbekerjasamadengantema nmenyelesaikanmasalah
Aek Botik, 23Januari 2016
107
LembarObservasiMotivasiBelajarSiswa Siklus 2 Pertemuan I
Nama :
Kelas : V
No Resp :
Petunjukpengisian :berilahtandaceklist (√) padasalahsatujawaban yang
sesuaidengankegiatan yang
dilakukansiswasaatpembelajaranMatematikaberlangsungdengankriteria :
1 = dilakukandengankurangbaik 3 = dilakukandenganbaik
2 = dilakukandengancukupbaik 4 = dilakukandengansangatbaik
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
1.
Tekunmengha
dapitugas
a. Fokuspadasatutugassampai selesai.
b. Perhatianpadasaat guru menjelaskan.
c. Bertanyakepada guru dantemantentangpelajaran yang tidakdimengerti. 2. Uletmenghada pikesulitan (tidakcepatput usasa) d. Memilikimotivasiuntukberpres tasi. e. Tidakmudahputusasa. f. Giatdanrelauntukmelakukanke giatanbelajar. 3. Menunjukkan minat yang tinggidalambe lajar g. Tidaksukabermain-main saatbelajar.
h. Mempunyaisemangat yang tinggidalambelajar.
108
4.
Bekerjamandi
ri
j. Bertanggungjawabterhadaptug as yang diberikan.
k. Berusahamenyelesaikantugasn yatanpabekerjasamadengantem an.
l. Berusahamenguasaipelajaran.
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
5. Cepatbosanter hadaptugas-tugasrutin m. Tidakmenyukaitugas-tugasmonoton.
n. Memilikikreatifitas yang tinggi.
o. Menjawabpertanyaan yang diajukanoleh guru 6. Dapatmemper tahankanpend apatnya p. Beranimengemukakanpendapa t.
q. Yakin dengankemampuan yang dimiliki.
r. Beranitampildi depankelas.
7.
Senangmenca
ridanmemeca
hkanmasalah
s. Memiliki rasa ingintahu yang tinggi.
t. Memanfaatkansumberbelajar yang diediakan guru.
u. Dapatbekerjasamadengantema nmenyelesaikanmasalah
Aek Botik, 23Januari 2016
109
DAFTAR NAMA SISWA KELAS V SDN 173243AEK BOTIK
KEC.PAHAE JAE TAHUN PELAJARAN 2015/2016
No N0 Responden Nama Siswa
1. 01 Agrippa Pasaribu
2. 02 Asdan Siagian
3. 03 Angel Siregar
4. 04 Boy P Aritonang
5. 05 Dina Sitompul
6. 06 Elisabeth Sinaga
7. 07 Frans Manik
8. 08 Heriadi Gultom
9. 09 Idi Jespri Aritonang
10. 10 Imel Napitupulu
11. 11 Joni Aldi
12. 12 Jery Pasaribu
13. 13 Loren Purba
14. 14 Meliana Gultom
15. 15 Nazwa Gultom
16. 16 Nenda Siahaan
17. 17 Rahel Raja guk-guk
110
19. 19 Rahayu Simatupang
20. 20 Rahel Sitorus
21. 21 Rani Sibarani
22. 22 Resmina Sinaga
23. 23 Rivaldi Harianja
24. 24 Roy
25. 25 Saulina Aritonang
26. 26 Serina Simatupang
27. 27 Susi Panggabean
28. 28 Syahputra Gultom
29. 29 Sriwahyuni Pane
111
LembarObservasiMotivasiBelajarSiswa Siklus 1 Pertemuan I
Nama :
Kelas : V
No Resp :
Petunjukpengisian :berilahtandaceklist (√) padasalahsatujawaban yang
sesuaidengankegiatan yang
dilakukansiswasaatpembelajaranMatematikaberlangsungdengankriteria :
1 = dilakukandengankurangbaik 3 = dilakukandenganbaik
2 = dilakukandengancukupbaik 4 = dilakukandengansangatbaik
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
1.
Tekunmengha
dapitugas
a. Fokuspadasatutugassampaisel esai.
b. Perhatianpadasaat guru menjelaskan.
c. Bertanyakepada guru dantemantentangpelajaran yang tidakdimengerti. 2. Uletmenghada pikesulitan (tidakcepatput usasa) d. Memilikimotivasiuntukberpres tasi. e. Tidakmudahputusasa. f. Giatdanrelauntukmelakukanke giatanbelajar. 3. Menunjukkan minat yang tinggidalambe lajar g. Tidaksukabermain-main saatbelajar.
h. Mempunyaisemangat yang tinggidalambelajar.
112
4.
Bekerjamandi
ri
j. Bertanggungjawabterhadaptug as yang diberikan.
k. Berusahamenyelesaikantugasn yatanpabekerjasamadengantem an.
l. Berusahamenguasaipelajaran.
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
5. Cepatbosanter hadaptugas-tugasrutin m. Tidakmenyukaitugas-tugasmonoton.
n. Memilikikreatifitas yang tinggi.
o. Menjawabpertanyaan yang diajukanoleh guru 6. Dapatmemper tahankanpend apatnya p. Beranimengemukakanpendapa t.
q. Yakin dengankemampuan yang dimiliki.
r. Beranitampildi depankelas.
7.
Senangmenca
ridanmemeca
hkanmasalah
s. Memiliki rasa ingintahu yang tinggi.
t. Memanfaatkansumberbelajar yang diediakan guru.
u. Dapatbekerjasamadengantema nmenyelesaikanmasalah
Aek Botik, 23Januari 2016
113
LembarObservasiMotivasiBelajarSiswa Siklus 1 Pertemuan I
Nama :
Kelas : V
No Resp :
Petunjukpengisian :berilahtandaceklist (√) padasalahsatujawaban yang
sesuaidengankegiatan yang
dilakukansiswasaatpembelajaranMatematikaberlangsungdengankriteria :
1 = dilakukandengankurangbaik 3 = dilakukandenganbaik
2 = dilakukandengancukupbaik 4 = dilakukandengansangatbaik
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
1.
Tekunmengha
dapitugas
a. Fokuspadasatutugassampaisel esai.
b. Perhatianpadasaat guru menjelaskan.
c. Bertanyakepada guru dantemantentangpelajaran yang tidakdimengerti. 2. Uletmenghada pikesulitan (tidakcepatput usasa) d. Memilikimotivasiuntukberpres tasi. e. Tidakmudahputusasa. f. Giatdanrelauntukmelakukanke giatanbelajar. 3. Menunjukkan minat yang tinggidalambe lajar g. Tidaksukabermain-main saatbelajar.
h. Mempunyaisemangat yang tinggidalambelajar.
114
4.
Bekerjamandi
ri
j. Bertanggungjawabterhadaptug as yang diberikan.
k. Berusahamenyelesaikantugasn yatanpabekerjasamadengantem an.
l. Berusahamenguasaipelajaran.
No Indikator Deskriptor 1 2 3 4
5. Cepatbosanter hadaptugas-tugasrutin m. Tidakmenyukaitugas-tugasmonoton.
n. Memilikikreatifitas yang tinggi.
o. Menjawabpertanyaan yang diajukanoleh guru 6. Dapatmemper tahankanpend apatnya p. Beranimengemukakanpendapa t.
q. Yakin dengankemampuan yang dimiliki.
r. Beranitampildi depankelas.
7.
Senangmenca
ridanmemeca
hkanmasalah
s. Memiliki rasa ingintahu yang tinggi.
t. Memanfaatkansumberbelajar yang diediakan guru.
u. Dapatbekerjasamadengantema nmenyelesaikanmasalah
Aek Botik, 23Januari 2016
Daftar Pustaka
Aswita, Effi. (2015). Strategi Belajar Mengajar. Medan : Perdana Publishing.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Anak Kesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
... 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.
Huda, Miftahul. (2011). Cooverative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
... (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Ngalimun. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta : Swaja Pressindo.
Sanjaya, Wina (2012). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Rineka Cipta.
Saryosubroto, B. (2010). Proses Belajar Mengajar Innovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-ruzzmedia.
Turmudi. (2009). Landasan Filsafat dan Teori Pembelajaran Matematika Berparadigma
Eksploratif dan Investigatif. Jakarta Pusat : Leuser Cipta Pustaka.
Wahyudin. (2008). Pembelajaran dan Model-Model Pembelajaran (Pelengkap Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagosis Para Guru dan Calon- Calon Guru). CV Ipa Abong.