• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADSTOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENINGKATANHASIL BELAJAR MUATAN LOKAL (TATA HIDANG) SISWA SMK NEGERI 3 TANJUNG BALAI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADSTOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENINGKATANHASIL BELAJAR MUATAN LOKAL (TATA HIDANG) SISWA SMK NEGERI 3 TANJUNG BALAI."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN STUDENT

TEAM ACHIEVEMENT DIVISONS (STAD) TERHADAP

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MUATAN LOKAL

(TATA HIDANG) SISWA SMK NEGERI TANJUNG BALAI

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Oleh

NURHIDAYAH AGMA LUBIS

5103142029

PENDIDIKAN TATA BOGA

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

Nurhidayah Agma Lubis. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads

Together (NHT) dan Student Team Achievement Divisions (STAD) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Muatan Lokal (Tata Hidang) Siswa SMK Negeri 3 Tanjung Balai. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2015.

Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh metode dan model pembelajaran yang kurang menarik dan kurang aktif. Rendahnya hasil belajar siswa dapat berdampak buruk pada ketidakmampuan siswa dalam bidang Muatan Lokal (Tata Hidang), terutama jika ditinjau dari program keahlian yg dimiliki oleh peserta didik SMK khususnya Akomodasi Perhotelan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada Muatan Lokal (Tata Hidang). 2) Hasil belajar siswa yang diajar dengan

menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) pada Muatan

Lokal (Tata Hidang). 3) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar Muatan Lokal (Tata Hidang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI AKP SMK Negeri 3 Tanjung Balai Tahun Pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 2 kelas. Sedangkan sampel penelitian ini diambil secara teknik sample populasi (keseluruhan) kelas XI AKP yang berjumlah 40 siswa. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian, penulis menggunakan tes berupa pilihan berganda sebanyak 40 butir soal dan soal pengamatan (uraian) sebanyak 20 soal. Sebelumnya tes pilihan berganda berjumlah 50 butir soal, akan tetapi setelah diujicobakan pada sekolah lain diluar populasi dan sampel penelitian untuk melihat kesahihan tes, terdapat 40 butir soal yang memenuhi analisis instrument tes dengan Reliabilitas soal sebesar 1,0. Berdasarkan hasil uji persyaratan data, diketahui bahwa data test awal dan test akhir dari kedua kelas sampel berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam (homogen).

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Untuk menguji normalitas data digunakan uji liliefors pada taraf signifikan 0,5. Pada pembelajaran NHT dapat dilihat perubahan rata-rata sebelum perlakuan memperoleh rata-rata nilai sebesar 32,75 dan SD 12,45. Setelah perlakuan, rata-rata nilai menjadi 85,9 dan SD 5,51. Sedangkan kelas STAD, rata-rata nilai dari 36,12 menjadi 81,8 dan SD dari 15,83 menjadi 5,47. Hasil hipotesis penelitian ini diperoleh, thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,36 > 1,68 Sehingga menyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti bahwa Hasil belajar Muatan Lokal (Tata Hidang) yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together lebih tinggi (85,9%) dari hasil belajar yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisons (81,8%) pada siswa SMK Negeri 3 Tanjung Balai.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan

karunia-Nya yang telah memberikan nikmat kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga skripsi

ini dapat diselesaikan. Banyak rintangan, hambatan dan kesulitan yang selalu dihadapi penulis

baik dalam persiapan, pelaksanaan penelitiaan, penyusunan, maupun penulisan skripsi ini. Berkat

bantuan, bimbingan serta motivasi yang tulus dari berbagai pihak baik yang diberikan secara

langsung maupun tidak langsung, yang akhirnya penulisan skripsi ini terselesaikan dengan baik.

Dalam kesempatan yang baik ini penulis tidak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang

sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak atas luangan waktu dalam memberikan saran, masukkan,

bimbingan, arahan dan motivasi sehingga penulis terus berjuang dan tidak menyerah, untuk itu

penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dra. Dwi Diar Estelita, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak

membantu, mengarahkan, membimbing dan memberi dorongan serta motivasi dalam

penyelesaian skripsi ini.

2. Bapak Prof. Dr. A. Hamid K., M.Pd, selaku Dekan FT Unimed, Bapak Prof. Dr. sumarno,

M.Pd. selaku Pembatu Dekan FT Unimed, Ibu Dr. Dina Ampera, M.Si selaku Ketua

Jurusan PKK FT Unimed, Ibu Dra. Fatma Tresno Ingtyas, M.Si selaku Sekretaris Jurusan

PKK FT Unimed, Ibu Dr. Erli Mutiara, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Tata

Boga FT Unimed.

3. Ibu Dra. Frida Dinar, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik dan sekaligus dosen

penguji yang telah banyak memberikan masukkan dan arahan yang baik selama

perkuliahan dan penyelesaian skripsi ini.

4. Ibu Dra. Nikmat Akmal, M.Pd dan Ibu Dra. Riana Friska, M.Pd selaku dosen penguji yang

telah banyak memberikan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Hj. Dewartina Tanjung,SEselaku Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Tanjung Balai yang

telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di SMK Negeri 3 Tanjung Balai,

guru-guru yang sudah banyak membantu selama penelitian berlangsung, serta siswa-siswa kelas

XI AP SMK Negeri 3 Tanjung Balai.

6. Teristimewa dan penulis persembahkan kepada Ibunda Hj. Masriah Harahap yang tiada

(8)

mengiringi langkah penulis. Juga kepada Ayahanda Syahrial, BA yang memberikan

dukungan dan doa, serta keluarga besar HASBANA yang selalu memberikan nasihat

khususnya keluarga uwak M. Tahan Sitorus, M.E dan Uwak Hj. Rohani Hrp yg

memberikan semangat dan doa kepada penulis.

7. Kepada tersayang sahabat-sahabat penulis Juanna Indha Fristy sahabat yang selalu bersama

dalam waktu lebih dari 7 tahun yang selalu ada dalam suka duka *Terima kasih sudah

memberikan tumpangan di akhir penyelesaian skripsi ini, Mutiara Sejati yang selalu

membantu dan memberi semangat dari awal perkuliahan sampai akhir perkuliahan dalam

penyelesaian skripsi, Mira Muftia Ningrum dan Kartika Casella Tarigan dan Nesya Eka

Astari yang telah memberi motivasi dan membantu selama perkuliahan, Susi Susanti yang

selalu bersama-sama berjuang dalam penyelesaian skripsi, dan Berta Novita Pandiangan,

S.Pd yang telah mengarahkan dan banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi

ini. Kak Nuung, Bang Fahri, Fajar, Bawel dan Bangka yang setia membantu penulis selama

masa menjalani rutinitas sebagai anak kosan.

8. Teman-teman Pendidikan Tata Boga stambuk 2010 dan semua pihak yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu yang turut serta memberikan bantuan dan sumbangan

pemikiran selama penyelesaian skripsi ini. Akhirnya segala kebaikan yang telah diberikan

kepada penulis semoga Allah SWT membalasnya. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat

bagi siapapun yang membutuhkannya.

Medan, Januari 2015

Penulis

Nurhidayah Agma Lubis

(9)

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Hasil Belajar Muatan Lokal ... ……… 9

2. Model pembelajaran Kooperatif ... ……… 16

B. Penelitian yang Relevan ... ……… 31

C. Kerangka Berfikir ... … 32

D. Hipotesis Penelitian ... … 35

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... … 36

B. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... … 36

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... … 37

D. Prosedur Penelitian ... … 38

(10)

F. Teknik Analisis Data ... … 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Hasil Belajar Kelas NHT... … 47

2. Hasil Belajar Kelas STAD ... … 47

B. Uji Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas Data ... … 48

2. Uji Homogenitas ... … 48

C. Pengujian Hipotesis ... … 49

D. Temuan Penelitian ... … 51

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... … 51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... … 55

B. Saran ... … 56

DAFTAR PUSTAKA ... … 57

(11)

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Siswa ... … 5

2. Struktur Empat Fase Model Pembelajaran NHT ... … 20

3. Fase-Fase Model Pembelajaran STAD ... … 27

4. Data Jumlah Siswa ... … 37

5. Desain Penelitian ... … 39

6. Kisi-kisi Instrumen Soal ... … 40

7. Tingkat Kecenderungan Data Hasil Belajar ... … 44

8. Distribusi Frekuensi Model Pembelajaran NHT ... … 47

9. Distribusi Frekuensi Model Pembelajaran STAD ... … 48

10.Hasil Uji Normalitas ... … 48

11.Hasil Uji Homogenitas ... … 49

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1. Peralatan Silverware ... 15

(13)

i

DAFTAR LAMPIRAN

1. Silabus ... … 59

2. RPP NHT ... … 61

3. RPP STAD ... … 68

4. Lembaran Soal Pilihan Ganda Sebelum Divalidasi ... … 74

5. Lembaran Soal Pilihan Ganda Setelah Divalidasi ... … 80

6. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda... … 85

7. Perhitungan Validitas Tes ... … 86

8. Tabel Data Validitas Tes ... … 87

9. Perhitungan Reabilitas Tes ... … 88

10.Perhitungan Indeks Kesukaran Tes ... ... 89

11.Perhitungan Daya Beda Soal ... … 91

12.Data Hasil Perhitungan Nilai Tes Awal Siswa ... … 92

13.Data Hasil Penelitian ... … 94

14.Perhitungan Distribusi Frekuensi dan Data Variabel Penelitian ... … 96

15.Uji Normalitas Data Penelitian ... …. 98

16.Uji Homogenitas Data Penelitian ... … 100

17.Uji Hipotesis Menggunakan Uji-t Satu Pihak ... … 101

(14)

57

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. (2011). Evaluasi Pembelajaran Prinsip. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, Cet. XII.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Rev.ed) Jakarta: Rineka Cipta.

Astriana, Mila. (2012). Penerapan Metode Number Head Together Untuk Pencapaian

Kompetensi Pemilihan Bahan Baku Busana di SMK Ma’arif 2 Sleman. Abstrak hasil penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Teknik UNY.

Diar, Dwi dan Akmal, Nikmat. (2012). Modul Pembelajaran Penataan dan Penyajian Hdangan.

Medan: Fakultas Teknik UNIMED.

Fathoni, Abdurrahmat. (2005). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Fathurrohman dan Sutikno (2010). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Refika Aditama.

Fraenkael dan Wallen. (1996). How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill Inc.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hamzah. (2007). Teori Motivasi dan Pengukuran Jilid I. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hatari, Marwinda. (2012). Penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Diklat Teknik Penggunaan Suhu Rendah di SMK Negeri 1 Pandak. Abstrak hasil penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Teknik UNY.

Istarani. (2012). 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.

Kumarawati, Astri. (2012) Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Kewirausahaan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) di SMK Negeri 8 Purworejo. Abstrak hasil penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Teknik UNY.

Haryanto. (2011). Macam-macam Metode Pembelajaran. Diakses pada 01 Juni 2014 dari http://.belajarpsikologi.com

(15)

58

Miftahul Huda. (2011). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Mulyasa. (2007). Menjadi Guru Professional Menetapkan Pembelajaran Kreatif dan

Menyenangkan. Bandung: Rosdakarya.

Riyanto, Yatim. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.

Sabri, A. (2010). Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Ciputat: PT. Ciputat Press.

Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Slavin, R.E. (2005). Cooperatif Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Slameto. (1991). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Bina Karya.

Sudjana. (2005). Metode Statistika Edisi ke 5. Bandung: PT. Tarsito.

Sudrajat, Akhmad. (2011). Model Pengembangan Muatan Lokal. Diakses pada 20 Maret 2014 dari. https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com

Sumarno. (2014). Pedoman Penulisan Skripsi. Medan:Fakultas Teknik UNIMED. Suprijono. (2009). Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press.

Spencer, Kagen. (1993). Cooperative Learning. San Juan Capistrano, Kagan Cooperative Learning.

Syaodih, Nana. S. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Trianto. (2009). Model pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Prenada Media Group.

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah

pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mampu menghadapi

dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi

nurani maupun potensi peserta didik, masalah yang sering kita jumpai dalam dunia pendidikan

adalah tidak meningkatnya hasil belajar peserta didik dikarenakan rendahnya kemampuan guru

dalam menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Guru hanya menggunakan metode

konvensional atau disebut metode ceramah, dan metode ini adalah metode yang diterapkan dari

zaman ke zaman, dan lebih spesifik lagi bahwa proses pembelajaran masih cenderung

didonimasi oleh guru atau disebut dengan teacher-centered sehingga peserta didik merasa jenuh

dan bosan, akibatnya Proses Belajar Mengajar (PBM) tidak menyenangkan dan kurang menarik,

sehingga siswa menjadi pasif dan tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selama ini, guru

lebih cenderung menggunakan metode pembelajaran tersebut karena guru menganggap siswa

hanya sebagai pendengar dan guru hanya berfokus pada pemberian materi tanpa memperhatikan

kondisi proses belajar.

Dalam hal ini, siswa tidak diajarkan strategi belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri

(self motivation), padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu

pembelajaran. Oleh karena itu segala aspek dalam pendidikan harus secara terus menerus

dikembangkan agar pendidikan khususnya di Negara kita Indonesia semakin maju dan

(17)

2

bahwa “Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal dewasa ini

adalah rendahnya daya serap peserta didik, hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar peserta

didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan”.

Apabila kita ingin meningkatkan prestasi, tentunya tidak akan terlepas dari upaya

peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Hal ini berkaitan dengan alasan penulis memilih

tempat penelitian, SMK Negeri 3 Tanjung Balai adalah SMKN 3 memiliki program keahlian

perhotelan dan Jasa Boga yang merupakan jurusan yang saat ini digeluti oleh penulis. Program

keahlian perhotelan menerapkan mata pelajaran muatan lokal, khususnya Tata Hidang dimana

mata pelajaran itu terdapat dalam Program Keahlian Jasa Boga. Selain itu, SMK Negeri 3

Tanjung Balai merupakan Lembaga Pendidikan Kejuruan pertama dan satu-satunya yang

memiliki kejuruan Tata Boga dibangun sekitar 7 tahun yang lalu di Tanjung Balai. Oleh karena

itu, penulis ingin sekali berusaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah yang ada di Tanjung

Balai khususnya sekolah yang mempunyai bidang keahlian seperti SMK Negeri 3 Tanjung Balai.

Visi SMK Negeri 3 Tanjung Balai adalah Menjadi lembaga diklat berstandar nasional,

menghasilkan tenaga kerja yang mandiri, professional, berbudi pekerti luhur & unggul di bidang

pariwisata. Sedangkan Misi nya adalah: 1). Bertaqwa terhadap Tuhan YME 2). Berbudi pekerti

luhur & unggul di bidang pariwisata 3). Meningkatkan kedisiplinan terhadap peraturan & tata

tertib 4). Meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha atau dunia industry (DU/DI) 5).

Memberikan pelayanan prima & memiliki wawasan yang luas.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis terhadap Bapak Ridwan selaku

Ketua Jurusan khususnya di bidang Perhotelan, siswa kelas XI jurusan Perhotelan SMK Negeri 3

Tanjung Balai merasakan bahwa mata pelajaran muatan lokal khususnya Tata Hidang

(18)

3

yang didapat, bahwa hasil belajar siswa XI jurusan Perhotelan belum mencapai standar minimal

sekolah dan berdasarkan pemaparan beliau, bahwa model dan metode pembelajaran yang

digunakan selama ini masih menggunakan model konvensional atau biasa disebut metode

ceramah.

Hal ini senada dengan hasil observasi penulis berikutnya dan mewawancarai langsung

ibu Agustina selaku guru mata pelajaran Muatan Lokal kelas XI AKP, bahwa kemauan belajar

siswa sangat rendah serta para siswa sering tidak fokus melakukan kegiatan belajar mengajar

yang menyebabkan materi yang disampaikan tidak didapat dicerna oleh peserta didik, maka dari

itu hasil belajar juga tidak memuaskan.

Tabel 1. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Muatan Lokal kelas XI SMK Negeri 3 Tanjung Balai

Tahun Ajaran A

Sumber : SMK Negeri 3 Tanjung Balai

Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil belajar muatan lokal siswa kelas XI jurusan

Perhotelan pada 3 Tahun ajaran terakhir belum mencapai Nilai Ketuntasan 75.

Inti dari permasalahan ini, rendahnya hasil belajar disebabkan oleh metode dan model

pembelajaran yang kurang menarik dan kurang aktif. Rendahnya hasil belajar siswa dapat

berdampak buruk pada ketidakmampuan siswa dalam bidang muatan lokal, terutama jika ditinjau

dari program keahlian yang mereka miliki. Peserta didik akan mengalami kesulitan pada saat

(19)

4

mencetak peserta didik untuk menjadi tenaga siap pakai. Tujuan itu tidak akan tercapai, jika

kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Dengan demikian, agar para siswa termotivasi, tetarik dan antusias dalam mengikuti

Proses Belajar Mengajar (PBM), guru perlu menggunakan model pembelajaran yang menarik

dan manfaat bagi siswa. Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model

pembelajaran yang dapat memberikan inovasi yang efektif dan efisien dalam pembelajaran.

Menurut Nugraha (2010), model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran

yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Model ini memiliki beberapa keunggulan,

yaitu memungkinkan siswa untuk meraih keberhasilan dalam belajar, melatih keterampilan,

memunculkan interaksi aktif antara siswa dengan guru dalam suasana belajar yang rileks dan

menyenangkan (Isjoni, 2010). Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan bagi siswa

untuk mengemukakan pemikiran, pandangan, dan pengalaman siswa dalam belajar berkelompok,

sehingga akan membentuk satu pandangan kelompok yang utuh. Model pembelajaran kooperatif

tipe Numbered Heads Together (NHT) dan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team

Achievement Divisions (STAD) yang diharapkan sebagai alternative untuk menumbuh

kembangkan kemampuan, pengetahuan dan keaktifan siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar

Mengajar (KBM).

Model pembelajaran tipe Numbered Heads Together (NHT) merupakan model yang

menempatkan siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan latar belakang tingkat

kemampuan yang berbeda dan jenis kelamin yang berbeda. Pembelajaran harus menekankan

kerjasama dalam kelompok, saling menghormati pendapat anggota atau kelompok lain,

(20)

5

mengutarakan pendapatnya. Kerjasama dalam kelompok ini yang nantinya akan mengukur

keberhasilan suatu kelompok dalam mencapai tujuan yang sama.

Model pembelajaran tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) merupakan

model yang menguntungkan siswa satu sama lain, antara siswa yang memiliki hasil belajar tinggi

dengan siswa yang memiliki hasil belajar rendah. Dalam hal ini siswa yang memiliki hasil

belajar yang tinggi akan disatukan dengan siswa yang memiliki hasil belajar rendah, sehingga

siswa yang memiliki hasil belajar tinggi tersebut akan menjadi panutan bagi siswa yang memiliki

hasil belajar yang rendah. Tujuannya adalah agar siswa yang berpengetahuan tinggi dapat

membagi pengetahuan dan informasi yang dimiliki kepada siswa yang berpengetahuan rendah.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian bagaimana pengaruh hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran

Numbered Heads Together (NHT) dan bagaimana pengaruh hasil belajar siswa yang

menggunakan model Student Team Achievement Divisions (STAD) maka penulis mengangkat

judul penelitian ini “Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan

Student Team Achievement Divisions (STAD) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Muatan

Lokal ( Tata Hidang ) Siswa SMK Negeri 3 Tanjung Balai”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka identifikasi

masalah dalam penelitian ini adalah:

(21)

6

2. Bagaimana hasil belajar muatan lokal siswa kelas XI SMK Negeri 3 Tanjung Balai yang

diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads

Together?

3. Bagaimana hasil belajar muatan lokal siswa kelas XI SMK Negeri 3 Tanjung Balai yang

diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions?

4. Apakah model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) memberikan pengaruh

terhadap peningkatan hasil belajar muatan lokal?

5. Apakah model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) memberikan

pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar muatan lokal?

6. Guru bidang studi belum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered

Heads Together (NHT)dan tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini, maka penulis

membatasi pada:

1. Pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

2. Pengaruh model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD)

3. Hasil belajar siswa yang diteliti adalah hasil belajar pada mata pelajaran Muatan Lokal

khususnya Tata Hidang untuk siswa kelas XI SMK Negeri 3 Tanjung Balai Tahun

(22)

7

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan setelah dibatasi masalah-masalah yang

diidentifikasi, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran

Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran muatan lokal?

2. Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran

Student Team Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran muatan lokal?

3. Apakah model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model

pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) memberikan pengaruh

terhadap peningkatan hasil belajar muatan lokal?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran

Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran muatan lokal

2. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student

Team Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran muatan lokal

3. Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model pembelajaran

Student Team Achievement Divisions (STAD) memberikan pengaruh terhadap hasil

(23)

8

F. Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

1. Bagi peneliti:

a) Untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Numbered Heads

Together (NHT) dan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions

(STAD)

b) Untuk mengetahui gambaran tentang hasil belajar muatan lokal dengan menggunakan

model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model pembelajaran

Student Team Achievement Divisions (STAD)

2. Bagi Siswa dan Pihak Sekolah

a) Dapat meningkatkan hasil belajar

b) Dapat meningkatkan keefektifan belajar, mengoptimalkan kemampuan berpikir,

komunikasi terhadap guru dan teman, tanggung jawab, minat dan aktifitas siswa dalam

mengikuti kegiatan belajar mengajar.

c) Sebagai informasi dan alternative model pembelajaran yang dapat digunakan oleh

guru terhadap siswa.

d) Sebagai usaha dalam meningkatkan kualitas pembelajaran muatan lokal

3. Bagi Fakultas Teknik UNIMED

Sebagai referensi dan masukan bagi aktifitas akademik Fakultas Teknik UNIMED serta

(24)

55

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered

Heads Together (NHT) memiliki nilai rata-rata hitung sebesar 85,9, simpangan baku

sebesar 5,51 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 77.

2. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Team

Achievement Divisions (STAD) memiliki nilai rata-rata hitung sebesar 81,8 simpangan

baku sebesar 5,47 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 75.

3. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered

Heads Together (NHT) lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan

menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) yaitu

diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,36 > 1,68 pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian dapat

(25)

56

B. Saran

1. Hendaknya guru menggunakan model pembelajaran NHT untuk meningkatkan hasil

belajar siswa dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Tata Hidang)

2. Hendaknya perlakuan model pembelajaran NHT secara bertahap, karena model

pembelajaran NHT merupakan suatu model pembelajaran yang baru dan belum pernah

dilakukan sebelumnya di SMK Negeri 3 Tanjung Balai

3. Hendaknya guru membuat perencanaan yang matang dalam memilih materi,

mengalokasikan waktu dan menggunakan media yang tepat dalam melaksanakan model

pembelajaran NHT sehingga materi lebih mudah diterima siswa dan waktu yang terbuang

Gambar

Tabel 1. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Muatan Lokal kelas XI SMK Negeri 3 Tanjung Balai

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian hipotesis (uji t) diperoleh thitung > ttabel yaitu 4,70 > 1,98 berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa

Karena < , maka Ha ditolak dan Ho diterima yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara yang menggunakan pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered

Hasil uji hipotesis menunjukkan t hitung > t tabel (10,087 > 1,661), maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa program Jamsostek mempunyai hubungan nyata dan

Dari hasil penelitian diperoleh harga t hitung yaitu 3,95 > 1,994 sehingga hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya ada

Ini berati bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel pada taraf 5%, sehingga hipotesis dalam penelitian ini ditolak dan dapat disimpulkan bahwa “ tidak.. ada

Jika t hitung >t tabel ( α = 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak berarti terdapat hubungan yang erat antara peranan Pimatani dengan penerapan

Hasil analisis akhir uji hipotesis diperoleh t hitung (5,3557) > t tabel (1,68) maka Ho ditolak maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa model

1) Jika t hitung > t tabel , maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti physical evidence berpengaruh secara nyata dalam meningkatkan Loyalitas Anggota Kopersi