• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH WORK STRESSOR TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING DENGAN SANKSI ORGANISASI SEBAGAI PEMODERASI (Studi Pada Karyawan PTN Kota Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH WORK STRESSOR TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING DENGAN SANKSI ORGANISASI SEBAGAI PEMODERASI (Studi Pada Karyawan PTN Kota Malang)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH WORK STRESSOR TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING DENGAN SANKSI ORGANISASI SEBAGAI PEMODERASI

(Studi Pada Karyawan PTN Kota Malang)

SKIRPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Ekonomi

Oleh:

Festu Karol Pradata 201110160311368

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

PENGARUH WORK STRESSOR TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING DENGAN SANKSI ORGANISASI SEBAGAI PEMODERASI

(Study Pada Karyawan PTN Kota Malang)

SKIRPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Ekonomi

Oleh:

Festu Karol Pradata 201110160311368

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Festu Karol Pradata Nim : 201110160311368 Jurusan : Manajemen

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Dengaan ini menyatakan yang sebenar-benarnya bahwa :

1. Tugas akhir dengan judul “Pengaruh Work Stressor Terhadap Perilaku Cyberloafing Dengan Sanksi Organisasi Sebagai Pemoderasi Pada Karyawan PTN di Kota Malang” adalah hasil karya saya, dalam naskah tugas akhir ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik disuatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, baik sebagian ataupun keseluruhan, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini disebutkan dalam sumber kutipan daftar pustaka.

2. Apabila ternyata di dalam tugas akhir ini terdapat unsur-unsur PLAGIASI saya bersedia TUGAS AKHIR INI DIGUGURKAN dan GELAR AKADEMIK YANG TELAH SAYA PEROLEH DIBATALKAN. Serta diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Tugas akhir ini dapat dijadikan sumber pustaka yang merupakan HAK BEBAS ROYALTY NON EKSLUSIF.

Demikian pernyataan saya buat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 29 Agustus 2015 Yang menyertakan

(10)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji Syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah-Mu, peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: Pengaruh Work Stressor Terhadap Perilaku Cyberloafing Dengan Sanksi Organisasi Sebagai

Pemoderasi pada Karyawan Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang.

Tulisan ini menyajikan pokok-pokok bahasan meliputi pengaruh work stressor yang bersumber dari role ambiguity, role conflict, dan role overload terhadap

perilaku cyberloafing serta dapatkah sanksi organisasi dijadikan sebagai pemoderasi. Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang saya hormati dan banggakan:

1. Prof. Dr. Muhajir Effendi, MAP. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang

(11)

3. Dr. Marsudi, M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Dra. Titiek Ambarwati, M.M. selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan saran, masukan, motivasi yang benar-benar sangat bermanfaat untuk penelitian ini dan Drs. Eko Handayanto, M.M. selaku dosen pembimbing II yang juga telah memberikan inspirasi, memberikan masukan, saran, dan motivasi dalam penulisan penelitian ini.

5. Dra. Sandra Irawati, M.M selaku dosen wali yang telah memperhatikan kegiatan belajar ketika di Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Keluarga saya Ayahanda Sudjito, Ibunda Fatokah , dan Adik saya Federieck, serta semua saudara saya yang tidak pernah bosan memberikan dukungan, harapan doa dan semangat. Semoga Allah S.W.T. senantiasa memberikan kesehatan, panjang umur, rahmat, serta hidayah-Nya untuk mereka.

7. Untuk sahabat terbaik saya Rona Dwi Apriani.

8. Untuk para teman seperjuangan saya Ahmad kadir, Setyandoyo, Ronald, Ervan, Isnan, Fajar, Hanifatunnisa, Riza, Tiara, Viajeng, Widya, Rusmin, dan lainnya yang telah memberi dukungan.

9. Untuk teman-teman saya manajemen kelas G angkatan 2011 yang telah berjuang bersama dalam aktivitas perkuliahan.

(12)

untuk seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan penelitian ini.

Peneliti menyadari kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki, oleh karena itu peneliti mengharapkan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 29 Agustus 2015

(13)

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN COVER HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PENGESAHAAN PERNYATAAN ORISINALITAS

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Batasan Masalah ... 8

D. Tujuan Penelitian ... 9

E. Kegunaan Penelitian ... 10

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu ... 11

B. Landasan Teori ... 12

1. Work Stressor ... 12

a. Definisi Stressor ... 12

(14)

2. Cyberloafing ... 16

a. Definisi Perilaku Cyberloafing ... 16

b. Jenis-jenis Perilaku Cyberloafing ... 17

c. Faktor-faktor Penyebab Cyberloafing ... 19

3. Sanksi Organisasi ... 20

C. Hubungan Antar Variabel ... 21

D. Kerangka Pikir ... 23

E. Hipotesis Penelitian ... 25

III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 26

B. Jenis Penelitian ... 26

C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel ... 26

D. Populasi dan Sampel ... 29

E. Teknik Pengambilan Sampel ... 30

F. Jenis dan Sumber Data ... 30

G. Teknik Pengumpulan Data ... 31

H. Teknik Pengukuran Data ... 31

I. Pengujian Instrument Penelitian ... 33

J. Teknik Analisa Data ... 35

K. Uji Hipotesis ... 38

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang ... 40

B. Gambaran Umum Responden ... 55

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 57

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Status ... 58

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Usia ... 59

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 60

5. Karakteristik Responden Berdasarkan Kemahiran Menggunakan Internet ... 61

C. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian ... 63

D. Hasil Analisis Rentang Skala ... 67

E. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda ... 76

F. Uji Hipotesis ... 79

G. Hasil Modearated Regression Analisis (MRA) ... 81

(15)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 91 B. Saran ... 92

(16)

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

1. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 12

2. Tabel 3.1 Tabel Rentang Skala Penilan Responden... 36

3. Tabel 4.1 Tingkat Perolehan Kuesioner ... 56

4. Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 57

5. Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Status ... 58

6. Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Usia ... 59

7. Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 60

8. Tabel 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Kemahiran Menggunakan Internet ... 62

9. Tabel 4.7 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Cyberloafing ... 63

10. Tabel 4.8 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Role Ambiguity ... 64

11. Tabel 4.9 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Role Conflict... 65

12. Tabel 4.10 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Role Overload ... 65

13. Tabel 4.11 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Sanksi Organisasi ... 66

14. Tabel 4.12 Hasil Rentang Skala Variabel Cyberloafing ... 67

15. Tabel 4.13 Hasil Rentang Skala Variabel Role Ambiguity ... 69

16. Tabel 4.14 Hasil Rentang Skala Variabel Role Conflict ... 71

17. Tabel 4.15 Hasil Rentang Skala Variabel Role Overload ... 73

18. Tabel 4.16 Hasil Rentang Skala Variabel Sanksi Organisasi ... 74

(17)

20. Tabel 4.18 Hasil Perbandingan Koefisien Regresi ... 78 21. Tabel 4.19 Hasil Uji Selisih Mutlak ... 79 22. Tabel 4.20 Hasil Moderated Regresi Analysis (MRA) Sanksi Organisasi

Memoderasi Pengaruh Role Ambiguity Terhadap Perlikau

Cyberloafing ... 81 23. Tabel 4.21 Hasil Moderated Regresi Analysis (MRA) Sanksi Organisasi

Memoderasi Pengaruh Role Conflict Terhadap Perlikau

Cyberloafing ... 83 24. Tabel 4.22 Hasil Moderated Regresi Analysis (MRA) Sanksi Organisasi

Memoderasi Pengaruh Role Overload Terhadap Perlikau

(18)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman 1. Gambar 2.1 Kerangka Pikir... 24

(19)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul

1. Lampiran 1 Kuisioner

2. Lampiran 2 Distribusi Jawaban Responden 3. Lampiran 3 Hasil Uji Reliabilitas

4. Lampiran 4 Hasil Uji Validitas 5. Lampiran 5 Hasil Uji Hipotesis

6. Lampiran 6 Hasil Analisis Regresi Berganda 7. Lampiran 7 Hasil Analisis Moderasi

(20)

Daftar Pustaka

Antariksa, Y., 2012,”3 alasan penting kenapa akses internet harus ditutup selama jam kantor, Diakses dari strategi manajemen.net, pada 13 Desember

2014.

Arikunto Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.

Askew, K., 2012, The Relationship Between Cyberloafing and Task Performance and an Examination of the Theory of Planned Behavior as a Model of

Cyberloafing, Graduate Theses and Dissetasions, University of South

Florida.

Berney and Griffin, 1992, Psychology At Work An Introduction To Industrial And Organizational Psychology 2nd edition New York: Mcgraw-hill.

Blanchard, Anita L. & Henle, Christine A., 2008, Correlates of different forms of cyberloafing:The role of norms and external locus of control. Computers

in Human Behavior, 24:1067-1084.

Block, W., 2001, Cyberslacking, Business Ethic and Managerial Economics, Journal of Business Ethics, 33:225-231.

Handoko, T.H., 1995, Manajemen personalia dan sumber daya manusia, edisi 2, Yogyakarta:BPFE.

Henle, Christine A. and Blanchard, Anita L., 2008, The Interaction of

Work Stressor and Organizational Sanctions on Cyberloafing, Journal of

Managerial Issues, 20:383-400.

http://portalhr.com/infographic-2/infografik-apa-yang-dilakukan-di-kantor selain-bekerja/, Diakses pada 23 Desember 2014

Imam Ghozali, 2013, Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, 2013, Semarang: Badan Penerbit Universitas

Diponegoro.

(21)

Contexts: A Preliminiary Framework, Computers Human Behavior,

27,2271-2283.

Lim, V.K.G., 2002, The IT way of loafing on the job: cyberloafing, neutralizing and organizational justice. Journal of Organization Behaviour, 23:675- 694.

Lim, V.K.G. & Teo, T.S.H., $ Loo, G.L., 2002, How do I Loaf Here? Let Me Count The Ways, Communication of the ACM, 45 (1): 66-70.

Lim, V.K.G. & Teo, T.S.H., 2005, Prevalence, perceived seriousness,

justification and regulation of cyberloafing in Singapore: An exploratory

study, Information and Management, 42:1081-1093.

Lim, V.K.G. & Chen, D.J.Q., 2009, Cyberloafing at the workplace: gain or drain on work?, Behavior & Information Technology Taylor & Francis Publisher,

National University of Singapore, Singapore.

Permatasari, Mareta, 2010, Pengaruh Work Stressor terhadap Perilaku

Cyberloafing dengan Sanksi Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi,

Studi Pada Karyawan PT. PLN Surakarta, Skripsi: Universitas Surakarta. Ozler, D, E., & Ploat, G. (2012). Cyberloafing Phenomenon In Organization:

Determinants and impact. International Journal of e-Business and e

Goverment Studies, 4 (2), 1-15.

Robbins, Stpehen P., 2004, Perilaku Organisasi, Jakarta:PT Indeks Kelompok Gramedia.

Robbins, S.P. & Judge, T.A., 2008, Perilaku Organisasi, Edisi 12, Jakarta: Salemba Empat.

Sekaran, U., 2003, Reseach Methodhs for Business: A Skill Building Aproach, New York USA: John Willey & Sons Inc.

Sekaran, U., 2006, “Metodologi Penelitian untuk Bisnis”, Edisi 4, Buku 2, Jakarta: Salemba Empat.

Siagian, S., 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Bumi Aksara. Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

(22)

William, S, 2007, Using Information Technology, Terjemahan Indonesia, Yogyakarta: Penerbit Andi.

Yudiaatmaja, F., 2013, Analisis Regresi Dengan Menggunakan Aplikasi Komputer Statistik SPSS, Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Lihat di;

www.apjii.or.id , 13 Desember 2014 www.emarketer.com, 13 Desember 2014

www.internetworldstats.com, 13 Desember 2014 www.marsindonesia.com, 13 Desember 2014 www.um.ac.id , 14 Desember 2014

(23)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi di era globalisasi salah satunya ditandai dengan

semakin berkembangnya dunia usaha di segala bidang. Semua tindakan yang

diambil dalam setiap kegiatan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota

perusahaan. Perusahaan membutuhkan adanya faktor sumber daya manusia

yang potensial baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan

pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan.

Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya tergantung pada peralatan

modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung

pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu

organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya. Setiap

organisasi maupun perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan

kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan

tercapai.

Menurut Bangun (2012:231) Kinerja (performance) adalah hasil

pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan

pekerjaan(job requirement). Suatu pekerjaan mempunyai syarat tertentu untuk

dapat dilakukan dalam mencapai tujuan yang disebut juga standar pekerjaan.

Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai

(24)

2

Kinerja pada dasarnya adalah sesuatu yang dilakukan atau tidak

dilakukan karyawan sehingga mereka mempengaruhi seberapa banyak mereka

memberi kontribusi kepada instansi atau organisasi termasuk pelayanan

kualitas yang disajikan. Seorang karyawan dikatakan memiliki kinerja yang

tinggi, jika beban kerja yang ditetapkan tercapai dan jika realisasi hasil kerja

lebih tinggi dari pada yang ditetapkan perusahaan. Tuntutan-tuntutan yang

tidak mampu dikendalikan oleh setiap karyawan ini akan menimbulkan

ketegangan dalam diri karyawan dan jika tidak dapat diatasi maka karyawan

tersebut akan mengalami penurunan semangat keja dan kedisiplinan kerja.

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kinerja adalah

kedisiplinan. Menurut Hasibuan (2007:193) kedisiplinan merupakan fungsi

manajemen sumber daya manusia yang terpenting kerena semakin baik

kedisiplinan karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.

Tanpa kedisiplinan karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan

mencapai hasil yang optimal. Untuk mencapai kinerja yang tinggi pimpinan

perusahaan harus memperhatikan kedisiplinan kerja karyawan.

Beberapa peneliti telah menguji pengaruh kedisiplinan kerja terhadap

kinerja karyawan, antara lain Abidin (2013) tentang, “Pengaruh kedisiplinan

kerja terhadap kinerja pada PT. Rekatama Putra Gegana Bandung”

disimpulkan bahwa adanya pengaruh kedisiplinan kerja terhadap kinerja

karyawan PT. Rekatama Putra Gegana Bandung.

Keterkaitan antara kedisiplinan kerja dengan kinerja pegawai menurut

Kusnadi (2002:267). Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah karyawan

(25)

3

karyawan akan mendapatkan kenyamanan kepuasan dalam melaksanakan

pekerjaannya. Untuk itu kedisiplinan harus ditumbuh kembangkan agar

tumbuh pula ketertiban dan evisiensi. Tanpa adanya kedisiplinan yang baik,

jangan harap akan dapat diwujudkan adanya sosok pemimpin atau karyawan

ideal sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan.

Sistem kerja di UD. Mebel weta dibagi menjadi beberapa bagian dan

dibentuk tim kerja sesuai dengan tugasnya masing-masing karyawan. Untuk

itu memerlukan kerja sama antar karyawan dalam menyelesaikan

pekerjaannya. Permasalahan yang masih sering terjadi yaitu banyak karyawan

yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan memebankan

pekerjaannya pada karyawan lainnya. Contohnya pekerjaan yang harusnya

dikerjakan lima orang karyawan dikerjakan tiga orang akhirnya

memperlambat penyelesaian pekerjaan dan tidak bisa mencapai target

perusahaan. Penurunan kinerja karyawan dapat dilihat pada data produksi

[image:25.595.131.507.293.754.2]

perusahaan dapat di lihat tabel 1.1 dibawah ini:

Tabel 1.1

Data produksi UD. Mebel Weta tahun 2014

Bulan Target (unit) Realisasi (unit) Selisih Persentase kerusakan (%)

Januari 850 837 13 1,5%

Febuari 850 844 6 0,7

Maret 850 828 22 2,5%

April 850 830 20 2,3%

Mei 850 846 4 0,4

Juni 850 829 21 2,4%

Juli 850 833 17 2%

Agustus 850 831 19 2,2%

September 850 829 21 2,4%

Oktober 850 825 25 2,9%

November 850 824 26 3%

Desember 850 835 15 1,7%

(26)

4

Dari tebel 1.1 tersebut dapat diketahui bahwa produksi pada perusahaan

ini masih belum tercapai. Dari 12 bulan di tahun 2014 hanya bulan febuari dan

mei yang tercapai karena tingkat kerusakan dibawah 1%. Atasan perusahaan

menargetkan bahwa standart kerusakan yang ditolelir tidak boleh lebih dari

1%. Jadi, tingkat realisasi tersebut mengindikasikan penurunan kinerja.

Berdasarkan hasil wawancara tentang kerusakan produk seperti kursi ada yang

patah karena pemasangan paku yang kurang pas, lemnya kurang sehingga bisa

menyebabkan kursi jadi berlubang dan ukuran kursinya tidak seimbang. Hal

ini mengakibatkan penurunan kualitas produk, kerugian pada perusahaan dan

keterlambatan pengiriman barang karena kursi harus diperbaiki lagi dan lama

proses perbaikan kursi tergantung seberapa parah kerusakannya. Maka dari itu

perusahaan perlu menerapkan kedisiplinan untuk meningkatkan kinerja

karyawan. Salah satu indikator yang digunakan untuk meningkatkan

kedisiplinan kerja karyawan adalah kedisiplinan waktu kerja.

Karyawan yang kurang disiplin akan sulit meningkatkan kinerjanya dan

tidak mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan. Begitupun yang terjadi

pada karyawan UD. Mebel Weta kurangnya kedisiplinan waktu kerja yang

dimiliki oleh setiap karyawan sehingga pencapaian kinerja yang diharapkan

kurang maksimal. Secara umum apabila dilihat dari tingkat kedisiplinan

karyawan dan kesadaran karyawan akan ketepatan waktu baik datang, jam

istirahat maupun pulang kerja selama ini telah sesuai dengan ketentuan yang

berlaku dan dapat di buktikan dengan rendahnya kedisiplinan karyawan UD.

Mebel Weta bisa di lihat di tabel 1.2 dari contoh 61 sampel karyawan berikut

(27)
[image:27.595.128.558.126.534.2]

5

Tabel 1.2

Data Jam Kerja karyawan UD. Mebel Weta

Bagian Jumlah

Karyawan

Jumlah Karyawan yang Terlambat Jam Masuk Kerja Jam Istirahat Kerja Jam Pulang Kerja

Hari Hari Hari

1 2 3 1 2 3 1 2 3

1. Pemotongan Kayu dan Pembuatan Rangka

11 3 1 4 3 4 3 5 2 3

2. Pengukiran 9 2 2 1 5 3 3 3 2 2

3. Penghalusan 17 7 1 2 4 3 5 5 1 3

4. Pengecatan 7 2 3 3 3 3 1 2 4 2

5. Pendisainan 12 3 2 2 4 2 2 6 3 4

6. Pemasaran 5 2 2 2 1 1 1 2 1 2

Jumlah 61 19 11 14 20 16 15 23 13 16

Sumber:UD. Mebel Weta

Berdasarkan tabel 1.2 dari 61 jumlah sampel yang diambil mulai hari

pertama sampai dengan hari ketiga menunjukkan bahwa masih banyak

karyawan yang datang terlambat, belum waktunya jam istirahat sudah istirahat

dan pulang kerja lebih awal dari jam kerja yang sudah di tentukan. Hasil

tersebut juga membuktikan bahwa para karyawan memiliki tanggung jawab

yang besar atas pekerjaannya sehingga mereka tidak akan meninggalkan

pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka.

Salah satu syarat agar kedisiplinan dapat ditumbuhkan dalam lingkungan

kerja ialah, adanya pembagian kerja yang tuntas sampai kepada pegawai atau

petugas yang paling bawah, sehingga setiap orang tahu dengan sadar apa

tugasnya, bagaimana melakukannya, kapan pekerjaan dimulai dan selesai,

seperti apa hasil kerja yang disyaratkan, dan kepada siapa mempertanggung

(28)

6

diperhatikan karyawan. Contohnya dilarang merokok ditempat yang dekat

dengan bahan-bahan kimia mudah terbakar dan pemakaian perlatan kerja saat

bekerja seperti memakai masker dan sarung tangan. Kondisi tersebut secara

tidak langsung tidak terlepas dari usaha perusahaan untuk menciptakan

kedisiplinan kerja karyawan. Untuk itu kedisiplinan harus ditumbuh

kembangkan agar tumbuh pula ketertiban dan evisiensi.

Bentuk – bentuk peraturan kerja dalam rangka peningkatan kedisiplinan

kerja yaitu para karyawan tidak boleh atau dilarang meninggalkan pekerjaan

pada jam kerja kecuali jam istirahat dan ada izin dari pimpinan atau bagian

yang terkait. Tanda-tanda larangan yang di tempel di masing-masing ruangan

seperti larangan merokok di tempat yang dekat bahan kimia dan pemakaian

peralatan kerja. Melalui penerapan peraturan yang tegas dalam rangka untuk

menciptakan kedisiplinan kerja karyawan tersebut maka para karyawan

berusaha secara maksimal dalam bekerja di perusahaan. Tanpa adanya

pelaksanaan absensi harian yang memadai di perusahaan UD. Mebel Weta

membuat lemahnya pengawasan terhadap kehadiran karyawan. Tingginya

absensi karyawan pada bulan agustus sampai dengan bulan desember yang

[image:28.595.127.490.615.750.2]

dapat dilihat pada tabel 1.3 absensi dibawah ini:

Tabel 1.3

Daftar Absensi Karyawan UD. Mebel WetaTahun 2014

Bulan Karyawan

yang Hadir

Absensi

Jumlah

Sakit Izin Alpha

Agustus 154 1 1 2 4

September 149 2 2 5 9

Oktober 145 3 3 7 13

November 142 2 5 9 16

Desember 139 3 5 11 19

(29)

7

Tabel absensi 1.3 di atas dapat dilihat bahwa selama lima bulan terjadi

peningkatan jumlah karyawan yang absen kerja tiap bulannya. Absensi dalam

perusahaan merupakan masalah karena absensi berarti kerugian akibat

terhambatnya penyelesaian pekerjaan dan penurunan kinerja. Apabila di

kaitkan dengan pencapaian kinerja karyawan maka ditunjukkan dengan

produksi perusahaan tiap bulan yang tidak sesuai dengan target perusahaan.

Kondisi tersebut juga dapat dikaitkan dengan adanya usaha perusahaan dalam

rangka peningkatan kedisiplinan kerja karyawan. Namun kondisi yang lain

juga tidak terlepas dari pengaruh lain, dimana keberhasilan karyawan dalam

bekerja dipengaruhi oleh kondisi dan elemen-elemen yang terdapat

diperusahaan secara keseluruhan.

Berdasarkan permasalahan di atas maka akan dilakukan penelitian

dengan judul PENGARUH KEDISIPLINAN KERJA TERHADAP KINERJA

KARYAWAN UD. MEBEL WETA DI PASURUAN.

B. Rumusan masalah

1. Bagaimana kinerja karyawan UD. Mebel Weta ?

2. Bagaimana kedisiplinan kerja karyawan UD. Mebel Weta ?

3. Apakah ada pengaruh kedisiplinan kerja terhadap kinerja karyawan UD.

[image:29.595.121.512.304.541.2]
(30)

8

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini peneliti memberikan batasan agar pokok

permasalahan yang di teliti tidak melebar dari fokus dan tujuan penelitian

maka objek penelitian adalah 61 orang karyawan perusahaan dari 158 orang

karyawan UD. Mebel Weta yaitu tentang pengaruh kedisiplinan kerja terhadap

kinerja karyawan. Menurut Bangun (2012:231) Kinerja adalah hasil pekerjaan

yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan.

Sedangkan Hasibuan (2007:194) menyatakan kedisiplinan adalah karyawan

selalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaan

dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial

yang berlaku.

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mendiskripsikan kinerja karyawan UD. Mebel Weta.

2. Untuk mendiskripsikan kedisiplinan kerja karyawan UD. Mebel Weta.

3. Untuk menguji pengaruh kedisiplinan kerja terhadap kinerja karyawan

UD. Mebel Weta.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi UD. Mebel Weta

Diharapkan dapat menjadi masukan dan dapat membantu dalam

(31)

9

kedisiplinan kerja karyawan khususnya pada UD. Mebel Weta yang

terletak di Ds. Keboncandi Kec. Gondangwetan - Pasuruan.

2. Bagi Peneliti

Diharapkan dapat bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan serta

dapat menerapkan disiplin ilmu yang telah diperoleh khususnya pengaruh

kedisiplinan kerja terhadap kinerja kayawan.

3. Bagi Pihak Lain

Dapat dijadikan bahan perbandingan atau acuan dalam penelitian

Gambar

Tabel 1.1Data produksi UD. Mebel Weta tahun 2014
Tabel 1.2Data Jam Kerja karyawan UD. Mebel Weta
Tabel 1.3Daftar Absensi Karyawan UD. Mebel WetaTahun 2014
Tabel absensi 1.3 di atas dapat dilihat bahwa selama lima bulan terjadi

Referensi

Dokumen terkait

Loyalitas membuat karyawan bertahan bekerja di perusahaan dan memberikan hasil kerja yang maksimal, sementara dengan perilaku memiliki organisasi, karyawan akan bekerja

PERILAKU ANGGARAN SLACK DI SEKTOR PUBLIK DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta)”

menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi dengan komitmen karyawan di PDAM Kota Malang karena p > 0,050.. Berarti dapat

Cyberloafing merupakan tindakan sengaja dari karyawan menggunakan akses internet perusahaan untuk kepentingan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di saat jam kerja (Lim,

Cyberloafing sendiri juga digambarkan sebagai suatu perilaku karyawan dijam kerja yang menggunakan akses internet untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.. Seperti kegiatan

Menurut temuan peneliti bahwa dalam penelitian ini elektronik absensi dan perilaku cyberloafing terhadap produktivitas kerja karyawan PT.Pertamina dijelaskan dengan baik dan diterapkan

Pengaruh Work Family Conflict Dan Beban Kerja Terhadap Burnout dan Dampaknya Pada Cyberloafing Studi Pada PT PLN Persero Pusat Manajemen Konstruksi.. Stres Kerja Dengan Perilaku

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perilaku inovatif, dukungan organisasi, dan work life balance terhadap kesejahteraan psikologis karyawan PT Bank Tabungan Negara KC