• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung Berbasis Web

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung Berbasis Web"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)

Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan Program Studi Sistem Informasi Jenjang S1 (Strata 1)

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

TEGUH HERYANA 1.05.10.183

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(2)

v

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN

ABSTRAK……… i

ABSTRACT………. ii

KATA PENGANTAR…..……….………..iii

DAFTAR ISI……… v

DAFTAR GAMBAR………….……….. xii

DAFTAR TABEL….……….….……… xvi

DAFTAR SIMBOL……….….……... xviii

BAB I PENDAHULUAN……….……… 1

1.1 Latar Belakang Penelitian .………..……… 1

1.2 Identifikasi Dan Rumusan Masalah ……..……….. 4

1.2.1 Idenifikasi Masalah ………..………. 4

1.2.2 Rumusan Masalah …………..………... 5

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ……… 5

1.3.1 Maksud Penelitian ………. 5

1.3.2 Tujuan Penelitian ……… 6

(3)

vi

1.4.1 Kegunaan Praktis………….……...…….….……… 6

1.4.2 Kegunaan Akademis………...……….…... 7

1.5 Batasan Masalah………….…..……….. 7

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian………..…… 8

1.6.1 Lokasi Penelitian ………. 8

1.6.2 Waktu Penelitian ……….9

1.7 Sistematika Penulisan ………. 10

BAB II LANDASAN TEORI……….. 11

2.1 Konsep Dasar Sistem ……....……….. 11

2.1.1 Pengertian Sistem……….… 11

2.1.1.1 Karaktersitik Sistem……… 11

2.1.1.2 Klasifikasi Sistem……… 13

2.2 Konsep Dasar Informasi...………….……… 13

2.2.1 Pengertian Informasi ...…….……… 13

2.2.2 Siklus Informasi ………...…….…… 14

2.2.3 Kualitas Informasi ...…..….…..…………..……… 15

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi ……….…… 16

2.3.1 Pengertian Sistem Informasi ..……….… 16

2.3.2 Komponen Sistem Informasi ..……...…..…... 17

(4)

vii

2.4.1 Operasi Dasar Basis Data ... 19

2.5 Pengertian Aplikasi ………... 20

2.5.1 Klasifikasi Aplikasi ………. 21

2.6 Definisi Pendaftaran ……… 21

2.7 Definisi Pemesanan ………... 21

2.8 Arsitektur Aplikasi ………....………... 22

2.8.1 Internet ……….……… 22

2.8.2 Web ………...…………...…………. 22

2.8.2.1 Cara Kerja World Wide Web …..………... 22

2.8.2.2 Situs Web ...…………...………….23

2.8.2.3 Server Web ………....…...………… 23

2.8.2.4 Web Browser ………...……... 23

2.8.3 HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) …...……. 24

2.8.4 HTML (Hyper Text Markup Language) …...……... 24

2.8.5 Pemograman Web …...…….... 25

2.9 Perangkat Lunak Pendukung ……….………...… 25

2.9.1 PHP………...……… 25

2.9.2 MySQL………. 26

2.9.3 Notepad++……...………. 26

(5)

viii

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN…..………….……… 28

3.1 Objek Penelitian ………..…………. 28

3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ….…………...…….. 28

3.1.2 Visi dan Misi……..….….………...…….. 28

3.1.3 Struktur Organisasi……….…..……. 29

3.1.4 Deskripsi Tugas …………...……….…..…… 29

3.2 Metode Penelitian…...……….……… 30

3.2.1 Desain Penelitian…...……… 30

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data………….... 31

3.2.2.1 Sumber Data Primer……… 31

3.2.2.2 Sumber Data Skunder………. 32

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem .. 33

3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem……… 33

3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem….…….… 34

3.2.3.3 Alat Bantu Analisis dan Perancangan…… 35

1.) Flowmap………..…………... 35

2.) Diagram Konteks………….……… 35

3.) DFD………..………... 35

4.) Kamus Data………. .. 36

5.) Perancanagan Basis Data……….. 37

(6)

ix

5.2 Tabel Relasi ……….... 38

3.2.4 Pengujian Sofware………..………. 40

3.3 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan ………... 42

3.3.1 Analisis Dokumen ………... 43

3.3.2 Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan ………… 44

3.3.2.1 Diagram Konteks ……… 50

3.3.2.1 Data Flow Diagram………. 50

3.3.3 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan………….. 52

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN……… 54

4.1Perancangan Sistem……… 54

4.1.1. Tujuan Perancangan Sistem……… 54

4.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan………. 55

4.1.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan……. ………56

4.1.3.1.Diagram Konteks……….. 59

4.1.3.2.Data Flow Diagram……… 59

4.1.3.2.1. DFD Level 1……….. 60

4.1.3.3.Kamus Data………62

4.1.4. Perancangan Basis Data……….. 68

4.1.4.1.Normalisasi……… 69

(7)

x

4.1.4.3.Entity Relationship Diagram………. 74

4.1.4.4.Struktur File……… 74

4.1.4.5.Kodifikasi……….. 82

4.2Perancangan Antar Muka………. 83

4.2.1. Struktur Menu ………... 84

4.2.2. Perancangan Input……… 85

4.2.3. Perancangan Output………. 89

4.3 Perancangan Arsitektur Jaringan……… 91

4.4 Implementasi ………... 92

4.4.1. Batasan Implementasi (optional)……… 93

4.4.2. Implementasi Perangkat Lunak………. 93

4.4.3. Implementasi Perangkat Keras……… 94

4.4.4. Implementasi Basis Data (Sintaks SQL)…………. 95

4.4.5. Implementasi Antar Muka……….. 106

4.4.5.1. Halaman User………... 107

4.4.5.2. Halaman Admin………. 110

4.4.6. Implementasi Instalasi Program………. 114

4.5Pengujian……….... 115

4.5.1 Rencana Pengujian……….. 115

4.5.2 Kasus dan Hasil Pengujian……….. 116

(8)

xi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………... 122

5.1 Kesimpulan……… 122 5.2 Saran……….. 123

(9)

Jogiyanto, HM. 2005. Analisis dan Desain System Informasi : pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. Andi Offset. Yogyakarta.

Nugroho, Bunafit. 2006. Tips dan Trik Pemograman PHP 5. Ardana Media, Yogyakarta.

Roger S. Pressman,Ph.D. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak. Andi. Yogyakarta. Sutarman. 2003. Membangun Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Graha Ilmu.

Yogyakarta.

Widodo, Priyono Dwi. 2002. Kamus Istilah Internet dan Komputer. Lintas Media. Jombang.

Yahya, Kurniawan, ST. 2001. Aplikasi Web Database dengan ASP. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasioanl. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. PT.Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.

Online

http://ilmukomputer.com/ 12 Desember 2013

http://bahasa.cs.ui.ac.id/ 15 Desember 2013

http://www.apachefriends.org/

http://www.apachefriends.org/de/xampp-windows.html#628.

(10)

I. IdentitasPribadi

Nama : Teguh Heryana

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 11 November 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki

Status : Belum Menikah

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Dusun Sukamanah No.4 RT 013/ RW 005

Desa Telukjambe Kec. Telukjambe Timur Kab. Karawang 41361 Jawa Barat

Telephone : 087879000300 (Hand Phone) Email : [email protected]

II. Riwayat Pendidikan Formal

1998 - 2004 : SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyah, Karawang 2004 - 2007 : SMP Negeri 1 Karawang, Karawang 2007 - 2010 : SMA Negeri 5 Karawang, Karawang 2010 - 2014 : Universitas Komputer Indonesia, Bandung

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar - benarnya dan dapat di pertanggung jawabkan.

Bandung , Agustus 2014

(11)

iii

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai segala kekuasaan dan pemiliki segala ilmu. Dengan sifat Maha Pengasih dan Penyayang-Nya memberikan keuasaan, ilmu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Atas Kehendak-Nya jualah Alhamdulillahirabbil„alamin penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi dengan judul “Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung Berbasis Web” disusun guna memenuhi syarat kelulusan dalam memperoleh gelar Sarjana (S1) pada Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.

Selama penyusunan skripsi ini, tidak sedikit bimbingan dan bantuan dari semua pihak, maka dengan rasa tulus penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan semangat baik berupa material maupun spiritual.

1. Bpk Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc. selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Bpk Prof. Dr. Ir Denny Kurniadie, M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

3. Ibu Citra Noviyasari, S.Si, MT. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Ind 4. Ibu Deasy Permatasari, S.Si., MT. selaku Dosen Wali sekaligus Dosen

(12)

iv

masukan-masukan berharga kepada penulis sehingga dapat diselesaikannya laporan skripsi ini dengan tepat waktu dan hasil yang optimal.

5. Seluruh staf pengajar di program studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

6. Ary Jusuf Senewe selaku pimpinan AJS GYM yang telah mengijinkan penulis melakukan penelitian dan selalu memberi masukan.

7. Orang tua, kakak, adik, dan keluarga besar atas dukungannya baik moril maupun materiil.

8. Pihak-pihak lain yang tidak mungkin penulis catat satu persatu.

Akhir kata penulis sampaikan bahwa ilmu yang bermanfaat akan menjadi penolong kita diakhirat. Meski jauh dari kesempurnaan, mudah-mudahan skripsi yang penulis susun ini dapat memberikan manfaat bagi diri penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Amin yaa robbal a’lamin. Wassalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bandung, Juni 2014

(13)

1

1.1 Latar Belakang Penelitian

Kehadiran teknologi komputer dengan kekuatan prosesnya telah memungkinkan pengembangan perangkat lunak aplikasi manajemen berbasis website. Dengan memanfaatkan teknologi komputer, didapat manfaat berupa kemudahan menyimpan, mengorganisasi dan melakukan pengambilan (retrieval) terhadap berbagai data. Didukung dengan perangkat lunak itu sendiri dan konfigurasi perangkat keras yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem informasi manajemen yang handal dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Ary Jusuf Senewe GYM (AJS GYM) merupakan salah satu tempat fitness (Gym) yang mulai berkembang di Kota Bandung. AJS GYM ini berkembang cukup pesat terbukti dari prestasi yang diraih oleh membernya yang sering mengikuti kontes kebugaran seperti LOTY (L-Men Of The Year) atau Bandung Raga, sehingga tiap tahun pun member yang mendaftar ke AJS Gym terus meningkat, berikut ini jumlah member AJS Gym 3 tahun terakhir.

(14)

tempat kebugaran atau gym adalah keterbatasan media promosi, pengolahan data yang dimulai dari pengolahan data member, data pembayaran iuran bulanan, data pemesanan suplemen dan informasi mengenai kebutuhan nutrisi. Kejadian diatas merupakan beberapa proses yang merupakan interaksi antara bagian internal gym ataupun administrasi data yang telah disusun sedemikian rupa dengan proses dan prosedur-prosedur tertentu. Diharapkan dengan adanya suatu sistem informasi sebagai media promosi, pengolahan data member , pengolahan data iuran bulanan dan pengolahan data pemesanan suplemen yang merupakan bagian dari system pelayanan member yang menerima inputan dari user (member) dapat memberikan kemudahan mengolahnya untuk melakukan proses kegiatan pendaftaran, kegiatan pembayaran iuran perbulan dan kegiatan pemesanan antara member dan gym tersebut.

Tabel 1.1 Jumlah Member dan Jumlah Pemesanan

Tahun 2011 2012 2013

Jumlah Member (orang) 508 member 741 member 979 member Jumlah Pemesanan (produk) 38 botol 74 botol 92 botol

(15)

member harus datang langsung ke tempat gym. Adanya kondisi dimana kebutuhan untuk pengolahan data yang lebih interaktif dimana pada saat ini begitu jauhnya penerapan teknologi informasi berbasis web yang sangat membantu dalam penyebaran informasi secara global.

Kendala yang sering terjadi adalah data yang ditulis secara manual akan sulit untuk dicari, diperbaharui dan mudah hilang. Begitu pula bagi pemilik sekaligus petugas AJS GYM yang melayani member dan non member ini, mereka masih harus mencatat data pendaftaran member, data iuran perbulan member dan data pemesanan sehingga pekerjaan ini akan menjadi lama.

(16)

1.2 Identifkasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah merupakan langkah awal dari suatu kegiatan penelitian, yaitu untuk mengetahui latar belakang, kelemahan-kelemahan yang dihadapi serta masalah-masalah yang timbul dalam sistem yang sedang berjalan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang muncul pada system informasi pelayanan member di AJS GYM adalah sebagai berikut:

1. Keterbatasan media promosi, pengolahan data yang dimulai dari pengolahan data member, data iuran bulanan, data pemesanan suplemen, informasi mengenai kebutuhan nutrisi.

2. Dalam proses pendaftaran member, pembayaran iuran bulanan dan pemesanan suplemen AJS GYM masih menggunakan proses yang manual yaitu mencatat data calon member yang akan mendaftar, data iuran bulanan dan data pemesanan suplemen. Data yang ditulis secara manual akan sulit untuk dicari, diperbaharui dan mudah hilang.

3. Proses pendaftaran member, pembayaran iuran bulanan dan pembayaran pemesanan suplemen yang harus datang langsung ke AJS GYM.

(17)

1.2.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang ada adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sistem pelayanan member yang sedang berjalan di AJS GYM.

2. Bagaimana merancang sebuah system informasi pelayanan member berbasis

website yang dapat mendukung proses promosi, pendaftaran member, pembayaran iuran dan pemesanan suplemen di AJS GYM.

3. Bagaimana evaluasi atau pengujian system informasi pelayanan member di AJS GYM.

4. Bagaimana implementasi system informasi pelayanan member di AJS GYM.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian

(18)

1.3.2 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui sistem pelayanan member yang sedang berjalan di AJS Gym. 2. Untuk merancang dan membuat system informasi berbasis web mengenai

pelayanan member di AJS GYM.

3. Untuk mengetahui analisis dan pengujian sistem informasi pelayanan member di AJS GYM.

4. Melakukan tahap implementasi yang sesuai, untuk menentukan kualitas system informasi berbasis website yang dibuat.

1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Praktis

Penelitian yang dilakukan mempunyai kegunaan bagi beberapa pihak termasuk dalam bidang praktis yaitu sebagai berikut :

a. Pihak AJS GYM

Mempermudah penyebaran informasi mengenai AJS GYM sebagai media promosi juga mempermudah proses pengolahan dan penyimpanan data kedalam database sehingga mengurangi kesalahan dalam proses pelayanan member.

b. Bagi User (member)

(19)

1.4.2 Kegunaan Akademis

Dalam bidang akademis, penelitian ini dapat memberikan kegunaan sebagai berikut:

1. Bagi Pengembangan Ilmu

Sebagai pengembangan ilmu yang diperoleh pada Program Studi Sistem Informasi khususnya dalam Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung berbasis web.

2. Bagi Peneliti Lain

Dapat menjadi bahan referensi untuk perbaikan atau pengembangan bagi peneliti lainnya yang akan meneliti dibidang / masalah yang sama.

3. Bagi Penulis

a. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dalam mengembangkan teori dan penerapannya pada dunia praktik, khususnya system informasi pelayanan member secara online.

b. Untuk memenuhi syarat kelulusan/skripsi Bagi Pengembangan Ilmu.

1.5 Batasan Masalah

(20)

1. Hanya membuat system informasi berbasis web untuk pelayanan member AJS GYM yang mencakup bagian pendaftaran member, pembayaran iuran bulanan dan pemesanan suplemen.

2. Sebagai media promosi AJS GYM dan pemesanan suplemen yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

3. Pendaftaran member, pembayaran iuran bulanan dan pemesanan suplemen dapat dilakukan oleh user (member ataupun non member) secara online atau datang langsung ke AJS GYM.

4. Aturan pembayaran pendaftaran member, iuran perbulan dan pemesanan suplemen dengan cara transfer ke rekening yang di tentukan, kemudian user (member) mengupload foto bukti transfer ke form yang sudah disediakan.

5. Pengiriman suplemen manggunakan JNE (kurir)

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian 1.6.1 Lokasi Penelitian

Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah sebagai berikut: Nama Perusahaan : AJS GYM

(21)

1.6.2 Waktu Penelitian

Adapun waktu penelitiannya adalah:

Tabel 1.2 Waktu Penelitian

(22)

1.7 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan skripsi akan diuraikan menjadi lima bab, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tuang lingkup permasalahan secara umum dan singkat yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menguraikan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan perancangan sistem informasi pelayanan member dan pembuatan website menggunakan Notepad++.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Bab ini menguraikan lebih rinci dan terurut mengenai sejarah singkat perusahaan, tujuan perusahaan, struktur organisasi, deskripsi jabatan, fungsi yang terkait, formulir/dokumen yang digunakan, sistem yang sedang berjalan, serta kelemahan system yang sedang berjalan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan sistem informai pelayanan member, tentang bagaimana perancangan sistem, gambaran sistem yang diusulkan, hingga implementasi sistem.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

(23)

11 2.1 Konsep Dasar Sistem

2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:1) yang dimaksud dengan sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatusasaran yang tertentu.

2.1.1.1 Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:3-5) sistem mempunyai karasteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu:

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

(24)

4. Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem yang lainya.

5. Masukkan Sistem (Input)

Adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukkan perawatan (Maintenace Input), dan masukkan sinyal (Signal Input).

Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sedangkan signal input adalah energi yang di proses untuk mendapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem (Output)

Adalah hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem

(25)

2.1.1.2 Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:6-7) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem abstrak (Abstract system) dan sistem fisik (Physical system)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem alamiah (Natural system) dan sistem buatan manusia (Human made system)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem tertentu (Deterministic system) dan sistem tak tentu (Probabilistic system)

(26)

4. Sistem tertutup (Closed system) dan sistem terbuka (Open system)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relativity closed system (secara relatip tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.

2.2 Konsep Dasar Informasi 2.2.1 Pengertian Informasi

Menurut Jogiyanto (2005:8) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

2.2.2 Siklus Informasi

(27)

Proses (Model)

Input (Data)

Output (Informasi)

Data

(Ditangkap) Penerima

Keputusan Tindakan Hasil

Tindakan

Dasar Data

kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (Information Cycle). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles). Agar lebih jelas, dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.1 Siklus Informasi

( sumber : Jogiyanto, HM.2005. Analisis dan Desain)

2.2.3 Kualitas Informasi

Kualitas dari informasi tergantung dari tiga hal, yaitu: 1. Akurat (Accuracy)

(28)

ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

2. Tepat pada waktunya (Timelines)

Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatal untuk organisasi.

3. Relevan (Relevancy)

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Relevancy informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005:11), sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

(29)

2.3.2 Komponen Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005:12-14), John Burch dan Gary Grudnitski mangemukakan bahwa system informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block).

Gambar 2.2 Blok Sistem Informasi yang Berinteraksi ( sumber : Jogiyanto, HM.2005. Analisis dan Desain)

Blok bangunan (building block), yaitu: 1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam system informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

(30)

3. Blok Keluaran

Produk dari system informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai system.

4. Blok Teknologi

Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dalam system informasi.

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mangakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari system secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :

a. Teknisi (humanware atau brainware) b. Perangkat lunak (software)

c. Perankat keras (hardware) 5. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipuasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan manggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

6. Blok Kendali

(31)

dan lain sebagainya. Beberapa pengandalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak system dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4 Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Yahya (2001:8), basis data (database) didefinisikan sebagai himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Menurut pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data adalah satu kelompok organisasi data terpusat. Basis data secara umum dianalogikan sebagai lemari dokumen atau sekumpulan lemari dokumen.

2.4.1 Operasi Dasar Basis Data

Operasi-operasi dasar yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis data meliputi:

1. Pembuatan basis data baru (create database). 2. Penghapusan basis data (drop database).

3. Pembuatan file atau tabel dari suatu basis data (drop table).

4. Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file atau tabel di sebuah basis data (insert).

5. Pengambilan data dari sebuah file atau tabel (retrieve atau search). 6. Pengubahan data dari sebuah file atau tabel (update).

(32)

2.5 Pengertian Aplikasi

Ada banyak pengertian mengenai aplikasi oleh para ahli dalam situs http://www.ilmukomputer.com/ yaitu:

1. Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, 2001).

2. Menurut Dhanta (2009:32), aplikasi (application) adalah software yang

dibuat oleh suatu perusahaan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, misalnya Microsoft Word, Microsoft Excel.

3.Sedangkan menurut Anisyah (2000:30), aplikasi adalah penerapan, penggunaan atau penambahan Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi merupakan software yang berfungsi untuk melakukan berbagai bentuk pekerjaan atau tugas-tugas tertentu seperti penerapan, penggunaan dan

penambahan data.

(33)

2.5.1 Klasifikasi Aplikasi

Aplikasi dapat digolongkan menjadi beberapa kelas, antara lain: a. Perangkat lunak perusahaan (enterprise)

b. Perangkat lunak infrastruktur perusahaan c. Perangkat lunak informasi kerja

d. Perangkat lunak media dan hiburan e. Perangkat lunak pendidikan

f. Perangkat lunak pengembangan media g. Perangkat lunak rekayasa produk

Pada pengertian umumnya, aplikasi adalah alat terapan yang difungsikan secara khusus dan terpadu sesuai kemampuan yang dimilikinya

2.6 Definisi Pendaftaran

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia Universitas Indonesia, definisi dari pemesanan adalah pencatatan nama, alamat, dsb dl daftar; perihal mendaftar (mendaftarkan).

2.7 Definisi Pemesanan

(34)

2.8 Arsitektur Aplikasi 2.8.1 Internet

Internet adalah jaringan informasi komputer mancanegara yang berkembang sangat pesat dan pada saat ini dapat dikatakan sebagai jaringan informasi terbesar di dunia.

Menurut Widodo, (2002:298), Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti sebuah jaringan komputer raksasa yang tersebar di seluruh dunia dan terdiri dari jutaan komputer yang berbeda jenis.

2.8.2 Web

Web adalah layanan internet yang paling banyak memiliki tampilan grafis dan kemampuan link yang sangat bagus. Keistimewaan inilah yang telah menjadikan web sebagai service yang paling cepat pertumbuhannya.

Web telah diadopsi oleh beberapa perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya, karena beberapa alasan sebagai berikut:

1. Akses informasi mudah. 2. Setup server mudah.

3. Informasi mudah didistribusikan.

2.8.2.1 Cara kerja World Wide Web (WWW)

Berikut ini adalah pemaparan cara kerja world wide web (www):

(35)

2. Dokumen web yang disimpan dapat disebut dengan web server apabila komputer yang dimaksud telah dilengkapi dengan web server.

3. Komputer-komputer membaca web pages disebut web client.

4. Komputer web client menampilkan halaman web dengan menggunakan sebuah program khusus yang disebut dengan browser web (web browser).

2.8.2.2 Situs Web

Menurut Sutarman (2003:6), situs web (website) merupakan suatu tempat untuk meletakkan sekumpulan halaman web (web pages) milik seseorang atau suatu perusahaan. Halaman pertama yang akan muncul jika situs web diakses disebut home page.

2.8.2.3 Server Web

Menurut Sutarman (2003:222), server web merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk melayani permintaan-permintaan dari browser web. Contoh server web antara lain Apache, Netscape dan lain-lain. Perangkat lunak server web dapat dijalankan pada berbagai platform misalnya Microsoft Internet Information Server, Netscape FastTrack dan masih banyak lagi yang lainnya. Meskipun banyak macam server web yang tersedia akan tetapi secara fungsional adalah sama yaitu untuk melayani permintaan-permintaan dari browser web.

2.8.2.4 Web Browser

Web browser merupakan sebuah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan dan berinteraksi dengan text, gambar dan informasi yang ada pada halaman web pada WWW (World Wide Web) atau LAN (Local Area Network).

(36)

merupakan teks file biasa yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada user juga memiliki perintah-perintah untuk mengatur tampilan data-data tersebut. Browser kemudian menterjemahkan perintah-perintah tersebut.

2.8.3 HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)

HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) adalah protokol utama web yang mengatur tata cara yang harus dipakai oleh browser untuk mengambil dokumen web dalam format HTML.

2.8.4 HTML (Hyper Text Markup Language)

HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa kode pemograman yang menjadi dasar bagi terwujudnya web. Dengan HTML seluruh sistem komputer yang saling berbeda dapat mengenali format-format yang ditampilkan dalam situs-situs internet tanpa perbedan yang berarti, termasuk didalamnya penampilan multimedia (grafik, suara dan citra video). HTML berbasis teks yang sangat sederhana dan praktis sehingga dapat dipahami oleh berbagai jenis komputer dalam platform sistem yang berbeda.

Dokumen HTML mengandung perintah-perintah teks yang disebut tag

(37)

Program yang ditulis dalam bahasa PHP akan diproses terlebih dahulu di

web server sebelum dikirimkan ke client. Client dalam hal ini adalah web browser, hanya akan menerima dalam bentuk HTML. Jadi HTML merupakan salah satu elemen penting di dalam pemograman PHP.

2.8.5 Pemograman Web

Situs-situs yang ada di internet pada umumnya tidak menampilkan hal statis. Sudah banyak hal yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Untuk membuat situs dinamis diperlukan kemampuan pemograman web.

Ciri - ciri situs yang dinamis adalah bisa berinteraksi dengan pengunjung situs, bisa menampilkan info-info yang berasal dari database dan halaman-halaman web bias berubah secara otomatis.

2.9 Perangkat Lunak Pendukung

Dibawah ini merupakan penjelasan dari masing-masing perangkat lunak: 2.9.1 Pemograman Page Home Page (PHP Hypertext Prepocessor)

PHP merupakan bahasa Scripting Open Source yang menyatu dengan HTML dan berada di server (Server Side HML Embeded Scripting), artinya sintaks dan perintah-perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa. Tujuan dari bahasa scripting

adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan diatas teknologi web. Kelebihan PHP:

(38)

1. Memiliki tingkat akses yang lebih cepat. 2. Memiliki tingkat keamanan yang tinggi. 3. Dapat dijalankan di semua platform.

4. Mampu berjalan di beberapa server yang ada, misalnya Apache, Miscrosoft HS, PWS, httpd, AOLserver.

5. Dapat berkomunikasi dengan berbagai database seperti MySQL, Oracle, Miscrosoft SQL Server, Miscrosoft Access, database lainnya.

2.9.2 MySQL

MySQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses database server yang dikenal dengan SQL. Definisi SQL (Structured Query Language) adalah bahasa terstruktur yang digunakan untuk query, meng-update dan mengolah relasi antar database. MySQL merupakan salah satu database server

keluaran T.c.X DataConsult AB, sebuah perusahaan IT Swedia. Alasan digunakan MySQL sebagai database server:

1. Dukungan terhadap berbagai macam bahasa pemograman. 2. Mendukung standar yang telah ada.

3. Kecepatan, kehandalan dan kemudahan dalam penggunaannya. 4. Mampu membuat tabel berukuran sangat besar.

2.9.3 Notepad++

(39)

JSP, JavaScript, Perl Pascal, dan lain-lain yang dapat bekerja pada System Operasi Windows.

2.9.4 XAMPP

XAMPP merupakan paket PHP yang berbasis open source yang dikembangkan oleh sebuah komunitas open source yang informasinya dapat diperoleh pada alamat http://www.apachefriends.org untuk memperolehnya dengan cara mengunjungi alamat

http://www.apachefriends.org/de/xampp-windows.html#628.

Dengan menggunakan XAMPP anda tidak usah lagi langsung untuk melakukan penginstalan program-program yang lain karena semua kebutuhan telah disediakan oleh XAMPP.

Berikut ini beberapa paket yang telah disediakan: Nugroho (2006:6) 1. Apache HTTPD 2.0.54

2. PHP 5.0.3

(40)

28 3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian merupakan suatu yang dijadikan fokus dalam melakukan suatu penelitian, yang dijadikan objek atau fokus dalam penelitian ini adalah mengenai proses pendaftaran member, pembayaran iuran bulanan dan pemesanan suplemen di AJS Gym.

3.2.1. Sejarah Singkat Perusahaan

AJS Gym yang bertempat di jl. Bangbayang Selatan no 35/157 D BANDUNG, yang didirikan oleh Ary Jusuf Senewe pada tanggal 5 mei 2009. Awal mula terbentuknya AJS Gym ini berawal dari hobi sang pendiri yang sangat menyukai pola hidup sehat dan mengolah bentuk tubuh yang atletis. Asal mula nama "AJS Gym" berasal dari nama pendiri sendiri yang disingkat dari Ary Jusuf Senewe menjadi AJS. AJS Gym merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa yang menawarkan program pembentukan tubuh dan teknik latihan yang baik serta berbagi informasi tentang nutrisi untuk medukung program pembentukan tubuh.

3.2.2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi

Membudayakan gaya hidup sehat di zaman modernisasi. b. Misi

(41)

3.2.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi AJS Gym (Sumber : AJS GYM)

3.2.4. Deskripsi Tugas

Bagi suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan harus memiliki struktur organisasi yang baik agar kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan berjalan dengan lancar. Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi – fungsi dan hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi.

Struktur organisasi membagi tugas terhadap karyawan dalam perusahaan termasuk pimpinan agar tugas serta fungsinya sesuai agar tujuan perusahaan tercapai. Begitu pula pada awal berdirinya AJS Gym, susunan dan pola organisasi sudah terbentuk walaupun masih sederhana dan kekeluargaan, untuk lebih jelas tugas dan fungsi kewenangan, maka susunan ( struktur ) organisasi UNIKOM sebagai berikut :

Pemilik

Bag.

(42)

1. Owner (pemilik)

a. Bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di dalam AJS Gym. b. Menetapkan aturan-aturan di dalam AJS Gym.

c. Mengontrol dan mengevaluasi segala jenis kegiatan yang ada di AJS Gym. 2. Bagian Administrasi bertugas mencatat pendaftaran member, pembayaran iuran dan pemesanan suplemen. Serta mencatat mengenai segala jenis transaksi yang ada di AJS Gym.

3. Instruktur bertugas mengawasi dan memberi tahu para member mengenai gerakan-gerakan fitness yang benar.

3.2. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu mekanisme, teknik atau cara untuk mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data yang dapat digunakan untuk keperluan menyusun penelitian. Penyusunan penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu mengumpulkan data kemudian menganalisanya serta memaparkan hasil pengamatan di lapangan.

3.2.1. Desain Penelitian

(43)

Penelitian deskriptif ialah penelitian yang mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena, pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.

Penelitian tindakan (Action Research) ialah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru, atau produk pengetahuan yang baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia aktual/lapangan. Peneliti memecahkan permasalahan yang ada dilapangan dengan mencari dan memilih alternatif metode pendekatan yang tepat.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini sumber data primer diperoleh dari pengamatan langsung (observasi), wawancara, dan kuisioner sedangkan data sekunder yakni dokumen-dokumen yang ada di AJS Gym yang berhubungan dengan penelitian.

(44)

1. Metode Observasi

Peneliti langsung mengunjungi lokasi penelitian ke perusahaan yang dijadikan objek penelitian yaitu AJS Gym. Hal ini dilakukan untuk melihat dari dekat masalah-masalah yang berhubungan dengan pokok bahasan yang diperlukan dalam penelitian ini.

2. Wawancara (interview)

Merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara bertatap muka antara pengumpul data dan narasumber yang dimaksud. Wawancara dilakukan kepada pemilik yang sekaligus merangkap sebagai bagian administrasi sehingga diperoleh sistem yang sedang berjalan tentang sistem pendaftaran member dan pemesanan suplemen di AJS Gym.

3. Kuesioner atau angket

Angket atau kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab

Kuesioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner atau angket langsung yang terbuka karena responden juga memberikan alasan untuk masukan.peneliti.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder (Dokumentasi)

(45)

diperoleh dari dokumentasi perusahaan, internet, dan data-data fisik dari perusahaan tersebut berupa data member, data stok barang, data pesanan, laporan pembelian dan laporan penjualan. Serta hasil penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan masalah dalam penelitian ini.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Dalam subbab ini akan dijelaskan mengenai metode pendekatan, pengembangan sistem, metode analisis dan alat bantu analisis perancangan. Berikut ini adalah uraian dari metode pendekatan dan pengembangan sistem:

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

Dalam penelitian ini metode pendekatan yang penulis gunakan yaitu menggunakan pendekatan terstruktur. Pendekatan terstruktur memerlukan prosedur dan pendataan yang baku dan jelas atau paling tidak memerlukan metodologi yang akan dipakai dalam pengembangan system informasi. Struktur dapat menentukan perintah serta dapat meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap system yang rumit.

Oleh karena itu struktur merupakan cirri utama pada desain sistem informasi. Alat-alat yang digunakan dalam pendekatan analisis dan pemograman terstruktur adalah Flow map, Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD),

(46)

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem yang digunakan penulis dalam melakukan pengembangan sistem pelayanan member adalah dengan menggunakan metode prototyping. Prototyping Paradigma dimulai dengan mengumpulkan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan obyektif keseluruhan sistem (perangkat lunak) yang akan dibuat, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis besar dimana definisi lebih jauh merupakan keharusan kemudian dilakukan “perancangan kilat”. Perancangan kilat berfokus

pada penyajian dari aspek-aspek perangkat lunak tersebut yang akan nampak bagi pelanggan/pemakai (contohnya pendekatan input dan format output). Perancangan kilat membawa kepada konstruksi sebuah prototype. Prototype tersebut dievaluasi oleh pelanggan/pemakai dan dipakai untuk menyaring kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Iterasi terjadi pada saat prototype disetel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pada saat yang sama memungkinkan pengembang untuk secara lebih baik memahami apa yang harus dilakukannya. Berikut gambar prototpe paradigama :

Gambar 3.2 Prototype Paradigma

(47)

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Alat bantu yang digunakan dalam perancangan sistem adalah sebagai berikut:

1) Flow Map

Flowmap merupakan diagram alir dokumen yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara entity yang terlibat berupa aliran-aliran dokumen yang ada. Untuk menjalankan prosedur sistem, digunakan flowmap yang terbentuk dari analisis prosedur.

2) Diagram Konteks

Diagram Konteks merupakan sebuah alat ukur analisis. Pendekatan terstruktur ini mencoba menggambarkan sistem secara besar atau secara sederhana. Diagram konteks adalah kasus khusus dari data alir diagram yang berfungsi memetakan model lingkungan yang mempresentasikan dengan lingkungan tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

3) Data Flow Diagram

(48)

tahapan yang lebih rendah, yaitu tahapan 1, 2 dan seterusnya, maka proses-proses tersebut akan diurai lebih rinci dengan sepesifikasi lebih jelas. Penurunan tahapan dilakukan jika perlu memerinci beberapa proses, Namun tidak semua bagian dari proses tersebut harus diturunkan dengan jumlah tahapan yang sama.

4) Kamus Data

Kamus data sering disebut juga dengan sistem data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Pada tahap analisis, kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem.

Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus data adalah daftar database dan tabel (bagian dari database) yang digunakan dalam aplikasi ini. Kamus data ini memuat informasi tentang:

1. Nama : adalah nama database / tabelnya

2. Deskripsi : adalah uraian singkat dari database / tabel tersebut

3. Struktur Data : adalah daftar fields (komponen data) yang ada dalam database / tabel tersebut

(49)

5) Perancangan Basis Data

Basis data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagi markas atau gudang tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan) barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Perancangan basis data dibutuhkan agar didapatkan sistem yang lengkap dan efisien. Adapun tahapan perancangan basis data dari sistem informasi pelayanan member ini adalah : 5.1 Normalisasi

Normalisasi merupakan proses yang berkaitan dengan modal data relasional untuk mengorganisasikan himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang erat. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan-himpunan data dalam bentuk normal (normal form). Ada beberapa tahapan dalam pembentukan normalisasi yaitu :

1. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Yaitu bentuk ini merupakan kumpulan data yang tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. 2. Bentuk Normal satu (First Normal form) 1/NF

Yaitu bila relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomik, artinya tidak ada lagi kerangkapan data.

(50)

Yaitu bila relasi tersebut merupakan 1NF dan setiap atribut tergantung penuh pada primary key.

4. Bentuk normal tiga (Third normal form) / 3NF

Yaitu bila relasi merupakan 2NF dan tidak tergantung secara transitif pada primary key atau pada bentuk normal tiga ini, mencari ketergantungan lain selain primary key.

5.2 Tabel Relasi

Relasi merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan tabel yang lainnya, yang berfungsi untuk mengatur operasi suatu database. Hubungan yang dapat dibentuk dapat mencakupi 3 (tiga) macam hubungan yaitu :

a. One-To-One (1 – 1)

Mempunyai pengertian “Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua”.

b. One-To-Many (1 – N )

Mempunyai pengertian “Setiap baris data dari tabel pertama dapat dihubungkan ke satu baris atau lebih data pada tabel ke dua”.

c. Many-To-Many ( N – N)

Table pertama Table kedua

Table pertama Table kedua

(51)

Mempunyai pengertian “Satu baris atau lebih data pada tabel pertama bisa

dihubungkan ke satu atau lebih baris data pada tabel ke dua”.

Tabel Relasi adalah hubungan antara tabel yang atributnya saling berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu dengan menggunakan kunci penghubung (key function) yang dapat digunakan untuk proses pencarian, penyaringan, penghapusan dan lain-lain. Ada beberapa macam key function

diantaranya adalah sebagai berikut : a. Candidate Key

Candidate Key adalah sebuah atau sekelompok atribut yang dapat digunakan sebagai primary key.

b. Primary Key

Primary Key adalah candidate key yang terpilih untuk mengidentifikasi secara unik suatu entitas

c. Alternate key

Alternate key adalah candidate key yang tidak terpilih. d. Foreign key

(52)

3.2.4. Pengujian Software

Pengujian Software adalah cara atau teknik untuk menguji perangkat lunak, mempunyai mekanisme untuk menentukan data uji yang dapat menguji perangkat lunak secara lengkap dan mempunyai kemungkinan tinggi untuk menemukan kesalahan. Perangkat lunak dapat diuji dengan dua cara, yaitu :

1. Pengujian dengan menggunakan data uji untuk menguji semua elemen program (data internal, loop, logika, keputusan dan jalur). Data uji dibangkitkan dengan mengetahui struktur internal (kode sumber) dari perangkat lunak.

2. Pengujian dilakukan dengan mengeksekusi data uji dan mengecek apakah fungsional perangkat lunak bekerja dengan baik. Data uji dibangkitkan dari spesifikasi perangkat lunak.

Ada Banyak teknik pengujian yang dapat digunakan untuk menguji perangkat lunak, diantaranya: Pengujian Black Box dan Pengujian White Box.

1. Pengujian Black Box

a. Digunakan untuk menguji fungsi-fungsi khusus dari perangkat lunak yang dirancang.

(53)

c. Dari keluaran yang dihasilkan, kemampuan program dalam memenuhi kebutuhan pemakai dapat diukur sekaligus dapat diiketahui kesalahan-kesalahannya

Beberapa jenis kesalahan yang dapat diidentifikasi : 1. Fungsi tidak benar atau hilang

2. Kesalahan antar muka

3. Kesalahan pada struktur data (pengaksesan basis data) 4. Kesalahan inisialisasi dan akhir program

5. Kesalahan performasi.

2. Pengujian White Box

a. Digunakan untuk mengetahui cara kerja suatu perangkat lunak secara internal.

b. Pengujian dilakukan untuk menjamin operasi-operasi internal sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dengan menggunakan struktur kendali dari prosedur yang dirancang.

Pelaksanaan pengujian white box

a. Menjamim seluruh independent path dieksekusi paling sedikit satu kali. Independent path adalah jalur dalam program yang menunjukkan paling sedikit satu kumpulan proses ataupun kondisi baru.

b. Menjalani logical decision pada sisi dan false

(54)

Dalam pengujian software, penulis menggunakan pengujian black box karena dirasa lebih dimengerti dan lebih mudah diketahui jika ada kesalahan baik dari proses maupun outputnya.

3.3 Analisis Sistem Yang Berjalan

Analisis terhadap sistem yang sedang berjalan merupakan salah satu langkah untuk menentukan prosedur yang sedang dirancang, karena dengan analisa sistem kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem yang kita buat. Kegiatan analisis ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara keseluruhan tentang sistem yang akan dikembangkan.

Selama penulis menganalisis sistem pendaftaran member dan pemesanan suplemen yang berjalan di AJS Gym, maka penulis menemukan permasalahan dalam prosesnya. Diantarnya data pendaftaran member masih harus ditulis buku pendaftaran member untuk media penyimpanan, begitu pula denganpembayaran iuran bulanan dan pemesanan suplemen.

(55)

3.3.1. Analisis Dokumen

Analisis dokumen terdiri dari deskripsi, sumber, rangkap dan atribut. Adapun analisis dokumen pada sistem informasi pelayanan member di AJS Gym sebagai berikut :

1. Nama Dokumen : Kartu Identitas (KTP)

Fungsi : Memberikan Informasi Identitas Calon Member Sumber : Calon Member

Distribusi : Bag. Administrasi

2. Nama Dokumen : Kartu Member

Fungsi : Memberikan Informasi Data Member Sumber : Bag. Administrasi

Distribusi : Member

3. Nama Dokumen : Buku Member

Fungsi : Mengetahui Identitas Data Member Sumber : Bag. Administrasi

Distribusi : Pemilik

4. Nama Dokumen : Buku Iuran Bulanan

Fungsi : Mengetahui Transaksi Iuran Bulanan Member Sumber : Bag. Administrasi

Distribusi : Pemilik

5. Nama Dokumen : Slip Denda

Fungsi : Mengetahui keterlambatan pembayaran dan denda yang harus dibayar Sumber : Bag. Administrasi

(56)

6. Nama Dokumen : Buku Pemesanan Suplemen Fungsi : Mengetahui transaksi penjualan

Sumber : Bag. Administrasi Distribusi : Pemilik

7. Nama Dokumen : Faktur Pemesanan Fungsi : bukti transaksi pemesanan Sumber : Bag. Administrasi

Distribusi : Member

8. Nama Dokumen : slip order kosong Fungsi : Membuat faktur pemesanan Sumber : Bag. Administrasi

Distribusi : Member

3.3.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Analisis prosedur merupakan kegiatan untuk menganalisis mengenai prosedur kerja yang sedang berjalan. Prosedur pendaftaran member di AJS Gym yang sedang berjalan adalah sebagai berikut:

1. Calon member datang ke AJS Gym dan memberikan kartu identitas. 2. Bag. Administrasi menulis data calon member pada buku member.

3. Bag. Administrasi menuliskan nama member dan tanggal pembayaran iuran bulan pertama.

4. Kemudian Bag. Administrasi membuat kartu member dan mencatat tanggal iuran pada kartu member kemudian di berikan kepada member. 5. Calon member membayar biaya administrasi pendaftaran dan biaya iuran

(57)

6. Calon member sudah resmi menjadi member.

Deskripsi dari arus informasi pendaftaran member yang sedang berjalan tersaji dalam bentuk Flow Map pada Gambar 3.3 berikut ini.

Buku Iuran Bulanan

Flow map Pendafatran Member yang Berjalan

Bagian Administrasi Pemilik

Keterangan : a = arsip data member b = arsip data iuran bulanan

(58)

Prosedur pembayaran iuran yang sedang berjalan adalah :

1. Member memberikan kartu member kepada Bag. Administrasi.

2. Bag. Administrasi memeriksa tanggal pembayaran pada kartu member. 3. Jika tanggal pembayaran iuran melewati waktu yang ditentukan, maka

member di haruskan membayar biaya administrasi 15rb (iuran perhari). 4. Apabila tanggal pembayaran iuran tepat pada waktu yang di tentukan,

maka Bag. Administrasi mencatat transaksi iuran bulanan pada buku iuran bulanan dan mencatat tanggal iuran pada kartu member.

5. Setelah melakukan pembayaran member mendapat kartu yang telah di validasi oleh bag. administrasi. Member membayar iuran bulanan.

Deskripsi dari arus pembayaran iuran yang sedang berjalan tersaji dalam bentuk

(59)

Flow Map Pembayaran Iuran Bulanan Yang Berjalan

Keterangan : b = arsip data iuran bulanan

(60)

Prosedur pemesanan suplemen di AJS Gym yang sedang berjalan adalah sebagai berikut:

1. Member / non member datang ke AJS Gym.

2. Member memesan suplemen kepada bagian administrasi dan memberikan kartu identitas (KTP)

3. Bag. Administrasi mengecek ketersediaan suplemen. Apabila suplemen ada, bag. administrasi mencatat data identitas member dan pesanan suplemen pada buku pemesanan suplemen. Sedangkan suplemen kosong bag. administrasi memberi tahukan barang kosong.

4. Member membayar pesanan suplemen dan mendapatkan faktur pemesanan sebagai bukti pemesanan suplemen.

(61)

Flow Map Pemesanan Suplemen yang Berjalan

Keterangan : c = arsip data pemesanan

(62)

3.3.2.1. Diagram Konteks

Gambar 3.6 Diagram Konteks Sistem Informasi Pelayanan Member yang Sedang Berjalan

3.3.2.2. Data Flow Diagram

member

(63)

member

Gambar 3.8 DFD Level 1 Proses 1 Sistem Informasi Pelayanan Member yang Sedang

Berjalan

(64)

3.1

Gambar 3.10 DFD Level 1 Proses 3 Sistem Informasi Pelayanan Member yang Sedang Berjalan

3.3.3. Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

Dari hasil penelitian dan analisis sistem informasi pelayanan member yang berjalan, maka dihasilkan suatu kesimpulan mengenai kekurangannya. Adapun kekurangan dari sistem yang ada saat ini adalah, sebagai berikut:

Tabel 3.1 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

No Permasalahan Usulan

1 Sistem yang digunakan untuk mengelola pendaftaran member, transaksi iuran bulanan, pemesanan suplemen masih dalam bentuk pembukuan, sehingga membuat proses yang dilakukan menjadi lambat dan kurang efisien.

(65)

2 Proses pemesanan yang sekarang tidak adanya pendataan untuk stok barang, jadi membingungkan bagi bagian administrasi maupun konsumen atau member.

Dibuatkan database sebagai media penyimpanan data produk.

3 Belum adanya media yang memberikan informasi seputar AJS GYM yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

(66)

54 4.1Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah kegiatan yang dikerjakan setelah tahapan analisis dilakukan. Setelah kegiatan analisis sistem dilakukan maka akan didapat gambaran yang jelas tentang kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian.

4.1.1. Tujuan Perancangan Sistem

Tujuan dari perancangan system adalah proses penggambaran suatu system secara umum yang didalamanya menggambarkan perancangan umum dari system yang akan dibangun. Didalamanya terdapat penggambaran analisis kebutuhan-kebutuhan fungsional dari system yang akan dibangun. Hal ini dimaksud agar mempermudah dalam proses pembangunan system baru yang diusulkan.

Tujuan dari pembangunan Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung Berbasis Web adalah menciptakan suatu system informasi yang mampu:

(67)

3. Memudahkan admin dalam mengakses dokumen-dokumen atau laporan-laporan dari proses pendaftaran member, pembayaran iuran dan pemesanan suplemen.

4.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Gambaran umum system yang diusulkan merupakan tahapan lebih lanjut yang menggambarkan system secara umum dimana gambaran system tersebut menjelaskan fungsi dan proses dari system secara garis besar.

Pembangunan Sistem Informasi Pelayanan Member di AJS GYM Bandung Berbasis Web ini dapat digambarkan sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan kemudahan layanan kepada calon member, member dan konsumen AJS GYM dan memberikan kemudahan dalam mengelola data pendaftaran, data pembayaran dan data pemesanan bagi admin.

Perangkat lunak yang akan dibangun berbasiskan web dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman utama.

Proses yang dapat dilakukan oleh Sistem Informasi adalah sebagai berikut: 1. Proses dalam mendapatkan informasi seputar AJS GYM.

2. Proses dalam melakukan pelayanan member yang terdiri dari pendaftaran member, pembayaran iuran dan pemesanan suplemen di AJS GYM berbasis web.

(68)

4.1.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan

Perancangan prosedur merupakan salah satu tahapan pengembangan suatu sistem. Tahap perancangan prosedur merupakan tahap penggambaran mengenai runtaian proses yang diusulkan. Secara garis besar prosedur yang diusulkan untuk proses pelayanan member di AJS GYM dibagi menjadi dua yaitu, prosedur bagi member atau konsumen (user) dan prosedur bagi admin.

Prosedur Bagi User

Prosedur pendaftaran member yang penulis usulkan adalah sebagai berikut : 1. Calon member (user) mengunjungi situs website AJS GYM kemudian

memilih submenu Pendaftaran Member.

2. User mengisi form pendaftaran member dan memilih fasilitas member. 3. Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, user diharuskan membayar

iuran bulan pertama. User hanya menginputkan kode member yang telah terdaftar pada kolom yang telah tersedia. Maka akan muncul detail pembayaran iuran bulan pertama sesuai dengan fasilitas member yang dipilih dan biaya administrasi.

4. User diharuskan melakukan konfirmasi pembayaran iuran dengan cara menyertakan/mengupload bukti transfer (struk) pada form pembayaran iuran tersebut.

(69)

Prosedur pemilihan kelas yang penulis usulkan adalah sebagai berikut :

1. Bagi member (user) yang telah terdaftar dapat melakukan pemilihan kelas dan menentukan jadwal latihan pada submenu Pemilihan Kelas.

2. Pemilihan kelas dan jadawal latihan hanya dapat dilakukan oleh member yang memilih fasilitas Personal Trainer.

3. Member (user) hanya menginputkan kode member pada kolom yang tersedia, kemudian akan muncul data kelas dan jadwal latihan.

4. Setelah member memilih kelas dan jadwal latihan, member dapat mengecek atau mencetak Kartu Personal Trainer.

Prosedur pembayaran iuran yang penulis usulkan adalah sebagai berikut :

1. Member mengunjungi situs website AJS GYM kemudian member memilih submenu Pembayaran Iuran Bulanan.

2. Member hanya menginputkan kode order pada kolom yang telah tersedia pada submenu Pembayaran Iuran Bulanan, maka detail pembayaran iuran muncul.

3. Member diharuskan melakukan konfirmasi pembayaran iuran dengan cara menyertakan / mengupload bukti transfer (struk) pada form pembayaran iuran tersebut.

(70)

Prosedur pemesanan suplemen yang penulis usulkan adalah sebagai berikut : 1. Konsumen (user) mengunjungi situs website AJS GYM untuk melihat

informasi produk yang diinginkan user dapat memilih menu Product. 2. Konsumen memilih produk atau suplemen yang diinginkan serta

menambahkan ke keranjang belanja terlebih dulu.

3. Apabila proses pemesanan telah selesai, Konsumen mengisi data konsumen pada Form Order Product. Bagi Konsumen yang pernah malakukan pemesanan sebelumnya, hanya menginputkan kode konsumen. 4. Kemudian konsumen melakukan konfirmasi order pesanan, dengan cara

menyertakan/mengupload bukti transfer (struk) pada form pembayaran pemesanan.

5. Setelah melakukan konfirmasi pembayaranpemesanan konsumen dapat mencetak bukti pememesanan suplemen.

Prosedur Bagi Admin 1. Admin melakukan Login

2. Admin memilih menu data yang akan diolah

3. Admin melakukan olah data seperti pencarian data, tambah data, edit data, dan hapus data.

4. Admin dapat melihat laporan dengan masuk ke page laporan, memilih jenis laporan, dan memilih laporan.

(71)

4.1.3.1. Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan suatu diagram alir yang menggambarkan arus data pada suatu sistem yang bertujuan untuk menggambarkan sistem pengolahan data secara garis besar atau keseluruhan. Diagram konteks ini dirancang untuk mengetahui masukan dan keluaran yang dibutuhkan oleh sistem, serta menggambarkan hubungan antara sistem dan entitas yang terlibat. Untuk lebih jelasnya penulis menyajikannya dalam bentuk Diagram Konteks:

Diagram Konteks SI Pelayanan Member di AJS GYM yang diusulkan.

user Data member, Data iuran,

data iuran_detail, data kiuran, data korder,

Info_jadwal

Data product Data order_product

Gambar 4.1 Diagram Konteks SI Pelayanan Member yang diusulkan

4.1.3.2. Data Flow Diagram

(72)

DFD SI Pelayanan Member di AJS GYM Level 0 yang diusulkan.

Data Info jadwal, data jadwal Data

order_product

Data order_product, data korder Data konsumen

Gambar 4.2 Data Flow Diagram SI Pelayanan Member Level 0 yang diusulkan

4.1.3.2.1. DFD Level 1

(73)

DFD SI Pelayanan Member di AJS GYM Level 1 Proses 2 yang diusulkan

Data member Data member Data member

2.2

Gambar 4.4 Data Flow Diagram SI Pelayanan Member Level 1 Proses 2 yang diusulkan

DFD SI Pelayanan Member di AJS GYM Level 1 Proses 3 yang diusulkan

user

(74)

DFD SI Pelayanan Member di AJS GYM Level 1 Proses 4 yang diusulkan

Gambar 4.6 Data Flow Diagram SI Pelayanan Member Level 1 Proses 4 yang diusulkan

4.1.3.3. Kamus Data

(75)

Adapun kamus data yang ada pada Data Flow Diagram (DFD) dalam Sistem Informasi Pelayanan Member yang diusulkan pada AJS GYM adalah sebagai berikut :

1. Nama arus data : Data User

Deskripsi : Data yang diisi oleh user untuk menjadi Member atau untuk melakukan konfirmasi order.

Aliran Data : User - Proses 1.

Struktur File : nama, jenis_kelamin, tempat_lahir, tgl_lahir, alamat, no_telp, email, photo.

2. Nama arus data : Data Member

Deskripsi : Data yang berisikan detail member.

Aliran Data : Proses 1 – File data member, user – Proses 2, file data member – Proses 2, user – Proses 3, file data member – Proses 3, Proses 1 – Admin.

Struktur File : id_member, kode_member, nama, jenis_kelamin, tempat_lahir, tgl_lahir, alamat, no_telp, email, photo, kode_fasilitas, tgl_daftar.

3. Nama Arus Data : Data Fasilitas

Deskripsi : Data yang berisi jenis fasilitas. Aliran Data : File data fasilitas – Proses 1.

(76)

4. Nama Arus Data : Data Kelas

Deskripsi : Data yang berisi jenis Kelas. Aliran Data : File data kelas – Proses 3. Struktur File : id_kelas, jenis_kelas.

5. Nama Arus Data : Data Jadwal

Deskripsi : Data yang berisi jadwal latihan.

Aliran Data : File data jadwal – Proses 3, proses 3 – file data jadwal, proses 3 – admin.

Struktur File : id_jadwal, jadwal, max_member,jumlah_member.

6. Nama Arus Data : Data Info Jadwal

Deskripsi : Data kelas dan jadwal yang dipilih member. Aliran Data : Proses 3 - user, Proses 3 – admin, Proses 3 – File

data info kelas, File data info kelas – Proses 3.

Struktur File : id_info, id_member, kelas, hpertama, hkedua, hketiga

7. Nama Arus Data : Kartu info_jadwal

Deskripsi : Kartu yang berisi detail pemilihan kelas dan jadwal latihan.

Gambar

Gambar 3.3 Flowmap Pendaftaran Member yang Sedang Berjalan
Gambar 3.4 Flowmap Pembayaran Iuran Bulanan yang Sedang Berjalan
Gambar 3.5 Flowmap Pemesanan Suplemen yang Sedang Berjalan
Gambar 3.6 Diagram Konteks Sistem Informasi Pelayanan Member yang Sedang Berjalan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menurut jogiyanto ( 2000: 688) Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi

Pada halamna input data iuran, admin akan menginput data iuran untuk anggota UKM Tenis Meja USU secara update agar member dapat selalu melihat informasi data iuran.. Gambar

Dengan adanya perancangan Sistem Informasi Perpustakaan di SMKN 4 Bandung Berbasis Web yang terkomputerisasi diharapkan dapat membantu petugas perpustakaan dalam

Sistem Informasi Akademik di SMA Negeri 19 Bandung Berbasis Web dapat membantu pengolahan data dan pengarsipan data akademik seperti Pendaftaran PSB, data siswa, data

DFD Level 0 Sistem yang Diusulkan Konsumen 1.0 Registrasi Konsumen 2.0 Login Member 3.0 Transaksi 4.0 Login Admin 5.0 Pengolahan Data Data konsumen Data Member tb_member

Diharapkan dengan adanya sistem informasi pemesanan dan simpan pinjam berbasis web ini dapat membantu kinerja para staff dalam memproses data-data yang terdapat

Sistem informasi Akademik berbasis web yang dibuat diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengolahan data dan pengarsipan data akademik seperti data siswa,

Pengolahan informasi mengenai kepegawaian pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung sudah dilakukan dengan terkomputerisasi, artinya data-data yang mengenai kepegawaian