• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pancing Football Stadium (Green Stadium)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pancing Football Stadium (Green Stadium)"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

(1)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

PANCING FOOTBALL STADIUM (GREEN STADIUM)

LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – STUDIO TUGAS AKHIR

SEMESTER A TAHUN 2008/2009

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh

ANDRY P.TONDANG 030406036

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

(2)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR ( SHP2A )

Nama : Andry P.Tondang

NIM : 030406036

Judul Proyek Akhir : Pancing Football Stadium Tema Proyek Akhir : Green Stadium

Rekapitulasi Nilai :

Nilai akhir A B+ B C+ C D E

Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan :

(3)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat, rahmat dan karunia yang

diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang merupakan syarat

Tugas Akhir untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik di fakultas ini.

Jalannya proses yang panjang ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan serta

motivasi berbagai pihak. Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk dukungan dan doa

kedua orang tua, Bapak ( Drs. Mangantar P.Tondang ) dan Mamak ( Dra. Betty

Tambunan ), dan Adik- adik aku tercinta ( Hendra P.Tondang dan Defry P.Tondang )

Selain itu tentunya pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran besar dari :

Bapak Achmad Delianur Nst S.T, M.T, IAI. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan kebijakan, arahan dan nasehat-nasehat, teknis dan non

teknis dari awal hingga akhir proses Tugas Akhir ini.

Bapak Ir. Novrial, M.Eng, selaku Dosen Pembimbing II atas bimbingan, masukan, nasehat, ktitik dan saran untuk mengarahkan kepada hasil yang

maksimal.

Ibu Ir. Morida Siagian, MUrp. Ibu Andalucia, S.T, M.Sc, dan Bapak Ir. Samsul Bahri, M.T selaku Dosen Penguji atas kritik dan saran yang

membangun.

Bapak Ir. Dwi Lindarto, MT.. selaku Dosen Koordinator Tugas Akhir Semester A Th.2008-2009, yang dengan sabar mengarahkan pesertanya.

• Staf Pengajar dan Tata Usaha di lingkungan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik USU ini.

Sahabat-sahabatku : Vanal, Bangun, Fuek, Becek, Ajat, Gaga, Nova, Icha, Aol, Adam, Husna serta buat Erich, Yuyun , Joseph, Opunk 03, dan Mek Kawan – kawan aku seperjuangan Rudi Toga M.P, A.Md, Siniwasen,

Brisman, Simon Napitupulu, dan khususnya kepada Christina O.S, S.E

terima kasih atas bantuannya mengisikan formulir SPMB 2003 aku • Haryanto Simanjuntak, S.T terima kasih telah mengerjakan maket aku Jaka, Susel, dan Robby 04 terima kasih telah membuat 3 D aku

Buat Stambuk 2004, 2005, 2006 Arsitektur USU.

(4)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

DAFTAR ISI

Halaman/Judul

Halaman Pengesahan

Surat Hasil Penilaian

Hal 1.1. Latar Belakang………...1

1.1.1 Sejarah Sepak Bola...2

1.1.2 Perkembangan Sepak Bola Kota Medan...5

1.2. Maksud dan Tujuan……….….12

1.3. Masalah Perancangan……….…..12

1.4. Pendekatan………...13

1.5. Lingkup Batasan………..…13

1.6. Asumsi………...13

1.7. Kerangka Berfikir……….…....14

1.8. Sistematika laporan……….….…16

BAB. II. DESKRIPSI PROYEK 2.1. Terminologi Judul...………...18

2.2. Lokasi...………...21

2.2.1. Lokasi Site...………...21

2.2.2. Lokasi dan Batasan...………...23

2.2.3. Kondisi Existing Lokasi...………...25

2.3. Tinjauan Fungsi………...35

2.3.1. Deskripsi Pelaku dan Kegiatan...………...25

2.3.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang...………...27

2.3.3. Kebutuhan Ruang...32

(5)
(6)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

DAFTAR GAMBAR

BAB I

Gambar 1.1. Stadion Teladan Medan...10

Gambar 1.2. Ruang Ganti Pemain di Stadion Teladan Medan...10

Gambar 1.3. Lapa ngan Parkir Stadion Teladan ...11

Gambar 1.4. Pintu Masuk Stadion Teladan...11

Gambar 1.5. Area Sekitar Stadion Teladan...11

Gambar 1.6. Kerangka Berfikir...15

BAB II Gambar 2.1 Lokasi Site...21

Gambar 2.2 Lokasi Eksisting Site...24

Gambar 2.3 Lokasi Eksisting Site...24

Gambar 2.4. Lokasi Eksisting Site...24

Gambar 2.5. Lokasi Eksisting Site...25

Gambar 2.6. Fasilitas pendukung berupa museum dan trophy cabinet...31

Gambar 2.7. Lapangan Pertandingan...44

Gambar 2.8. Technical Area dan Standard Bench/Bangku Cada ngan...45

Gambar 2.9. Furniture Pertandinga n...46

Gambar 2.10. Potongan Tiang Gawang...46

Gambar 2.11. Standar Lapa ngan Pertandingan...47

Gambar 2.12. Score Board...47

Gambar 2.13. Lampu Sorot Pada Stadion...48

Gambar 2.14. Standar Jarak Pandang Mata Ke Lapangan...49

Gambar 2.15. Bentuk Tribun Ideal Bagi Penglihatan Penonton...50

Gambar 2.16. Standar Tempat Duduk Stadion...51

Gambar 2.17. Diagram Line of visibility...52

Gambar 2.18. Stadion Emirates, London...56

Gambar 2.19. Stadion Highbury...57

Gambar 2.20. Fasilitas Stadion Emirates London...59

(7)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

DAFTAR TABEL

BAB II

Tabel 2.1. Ruang Utama...32

Tabel 2.2. Restoran...34

Tabel 2.3. Ruang Pertemuan...35

Tabel 2.4. Pusat Kebugaran...36

Tabe l 2.5. Ruang Pameran / Museum Prestasi...37

Tabel 2.6. Ruang Permainan ( Amusement Center )...38

Tabel 2.7. Retail Shop...39

Tabel 2.8. Souvenir Shop...39

Tabel 2.9. Ruang Pengelola Gedung………39

Tabe l 2.10. Ruang Pelayanan Teknis………...…..40

Tabel 2.11. Klasifikasi Stadion Sepakbola……….………41

BAB III Tabel 3.1 Diagram perbandingan ko nsumsi energi antara green stadium de ngan stadium konvensional...71

Tabel 3.2. Diagram perbandingan emisi rumah kaca green stadium dengan stadium konv ensional...71

Tabel 3.3 Diagram perbandingan konsumsi air bersih green stadium dengan stadium konv ensional...72

(8)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kita sering mendengar idiom yang cukup popular “di dalam tubuh yang sehat

terdapat jiwa yang sehat”. Idiom ini dapat menunjukkan betapa pentingnya tubuh yang

sehat itu. Hal ini dapat diperoleh dengan berolahraga. Olahraga merupakan hal yang

sangat dekat dengan manusia dimana saja. Olahraga tidak dapat dipisahkan dari

kegiatan yang dilakukan oleh manusia karena olahraga merupakan bagian dari hidup

manusia yang dapat meningkatkan kondisi fisik manusia baik jasmani maupun rohani

dan memberikan kesenangan. Olahraga dapat memberikan kesehatan bagi manusia juga

dapat sebagai sarana rekreasi.

Bahkan di masa sekarang ini olahraga memberikan pengaruh bagi citra suatu

bangsa dan negara. Negara yang memiliki prestasi di banyak bidang olahraga akan

membuat negara tersebut dikenal di dunia. Brazil, merupakan negara yang sangat kuat

di bidang olahraga khususnya bidang sepak bola. Akibatnya Brazil sangat dikenal di

mata dunia internasional. Contoh lain misalnya Negara Cina, yang telah terbukti sebagai

negara yang sering berprestasi di bidang olahraga sehingga menjadi sebuah kekuatan

besar di Asia.

Kegiatan keolahragaan merupakan kegiatan jasmani dan rohani, kegiatan dalam

pengembangkan pendidikan dan budaya, sehingga diperlukan suatu pendidikan,

pembinaan, pengembangan dan pengaturannya1.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 olahraga terbagi atas :

• Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang

dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan

untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, ketrampilan, kesehatan, dan

kebugaran jasmani.

• Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan

kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan

(9)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

• Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan

olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi

untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi

keolahragaan.

• Olahraga amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau kegemaran berolahraga.

• Olahraga profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran

berolahraga.

• Olahraga penyandang cacat adalah olahraga yang khusus dilakukan sesuai dengan kondisi kelainan fisik dan/atau mental seseorang.

Dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keolahragaan oleh

pemerintah (DPR-RI dan KONI), diharapkan pembinaan olahraga di tanah air bisa

menjadi lebih baik dari sebelum adanya RUU Olahraga.

Dalam pengembangan olahraga ada tiga hal yang mempengaruhi, yaitu:

• Potensi olahraga

Berkaitan dengan minat masyarakat terhadap olahraga. Banyaknya peminat

olahraga akan mendukung berkembangnya olahraga. Hal ini dapat dilihat dari

rutinitaskegiatan olahraga masyarakat pada umumnya.

• Fasilitas olahraga

Fasilitas olahraga merupakan tempat penyaluran minat masyarakat terhadap

olahraga.

• Dana olahraga

Dana untuk poin 1 dan 2 di atas mutlak dibutuhkan didalam usaha

meningkatkan perkembangan olahraga.

Ketiga hal diatas merupakan dasar pemikiran pemerintah untuk menyediakan

fasilitas olahraga yang diperlukan.

1.1.1 Sejarah Sepak Bola

Sepak bola ( Football ) sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Menurut catatan

dari induk sepak bola dunia FIFA, sepak bola di zaman tersebut tidak memakai bola

(10)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

yang kalah dalam perang. Kepala / tengkorak manusia itu ditendang kesana kemari

sebagai tanda kehebatan seseorang atas orang yang telah ditaklukkan tersebut. bangsa

yang pernah tercatat memainkan permainan yang dinilai sadis tersebut adalah bangsa

Mongol, yang memang dikenal pada zaman dulu sebagai bangsa bar-bar ( bangsa yang

tidak mengenal peradaban )

Dalam perkembangan berikutnya yaitu sekitar abad 19 Inggris memperkenalkan

sepak bola modern, dimana mereka mengganti bola yang dulunya terbuat dari kepala

manusia menjadi benda pejal yang terbuat dari karet yang diisi dengan angin. Kemudian

dalam perkembangannya permainan bola tersebut disempurnakan dengan ditemukannya

sebuah inovasi baru yaitu Gawang ( Goal ) dan terus berkembang lagi hingga

muncullah ide untuk membuat sebuah kompetisi sepak bola yang diikuti oleh beberapa

negara undangan.

Sebelum ide itu tercetus Negara Inggris sebagai negara yang pertama kali

memperkenal sepak bola modern telah memiliki kompetisi sepak bola lokal yang telah

diikuti oleh beberapa klub sepak bola semi professional. Kompetisi tersebut dikenal

dengan Piala FA ( Footbal Association ) yang dimulai pada tahun 1872 yang

digadang-gadang oleh Negara Inggris sebagai Kompetisi tertua di dunia. Kompetisi ini

dimenangkan oleh Wanderes Footbal Club yang difinal mengalahkan Royal Engineer di

stadiun Wimbley. Pada tahun 1889 Negara Inggris kembali membuat sebuah kompetisi

yang diperkenalkan sebagai Liga Inggris dimana juara untuk pertama kalinya adalah

Preston North End yang disusul oleh Aston Villa sebagai runner-up. Dalam

perkembangan sepak bola berikutnya muncullah sebuah kompetisi yang baru lagi di luar

Inggris, negara yang pewrtama sekali yang mengadakan kompetisi tersebut adalah Italia

yang memulai kompetisi yang disebut dengan Liga Italia pada tahun 1898 yang

dimenangkan oleh Genoa dan disusul oleh Internazionale di Torino sebagai runner-up.

Pada tahun 1902 negara lain di Eropa memulai kompetisi sepak bolanya yang dikenal

sebagai Liga Spanyol, kompetisi ini dimenangkan oleh Vizcaya Bilbao yang diikuti oleh

Barcelona sebagai runner-up.

Dengan menjamurnya kompetisi sepak bola di negara-negara eropa tersebut,

maka pada tahun 1930 diperkenalkan sebuah kompetisi Internasional yang diikuti oleh

negara-negara yang berasal dari negara Eropa dan Amerika Latin ( Selatan )yang kini

dikenal sebagai Piala Dunia ( World Cup ) atas gagasan seorang tokoh asal Perancis

(11)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Piala Dunia pertama ini diadakan di Negara Uruguay, dimana Uruguay keluar menjadi

Juara Piala Dunia Pertama. Melihat kesuksesan dari perhelatan sepak bola tersebut

maka digagaskanlah setiap 4 tahun sekali turnamen tersebut akan tetap dilaksanakan.

Berikut ini daftar Juara Piala Dunia ( World Cup ) sejak tahun 1930

1930 Uruguay 1962 Brazil 1986 Argentina

Selain Piala Dunia ada juga perhelatan akbar sepak bola dunia yang diadakan

oleh Benua Eropa yang disebut dengan Piala Eropa ( European Championship ).

Kompetisi ini diklaim sebagai kompetisi no 2 yang terhebat setelah Piala Dunia

Berikut adalah daftar negara yang pernah memenangi Piala Eropa

1960 Uni Soviet 1980 Jerman Barat 2000 Perancis

1964 Spanyol 1984 Perancis 2004 Yunani

1968 Italia 1988 Belanda 2008 Spanyol

1972 Jerman Barat 1992 Denmark

1976 Cekoslovakia 1996 Jerman

Dengan memboomingnya kompetisi sepak bola di dunia Internasional, lantas

Indonesia kapan memulai kompetisi sepak bolanya. Indonesia memulai kompetisi sepak

bolanya dimulai pada tahun 1980-an dan terus belanjut hingga saat ini yang dikenal

dengan Indonesian Super League.

Dari tahun ketahun potensi dan minat akan sepak bola di Indonesi terus

meningkat, apalagi Indonesia pernah menjadi tuan rumah Piala Asia tahun 2007, dan

prestasi-prestasi yang pernah diraih Indonesia pada tahun 1990 ke bawah. Maka tidak

heran bnayak para penggila bola bertebaran di setiap pelosok di negeri kita yang tercinta

ini. Para penggila bola ini pun tetap berharap Indonesia akan kembali berprestasi di

tahun-tahun yang akan dating seperti yang oernah dilakukannya pada awal 1980-an

(12)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. 1.1.2 Perkembangan Sepak Bola Kota Medan

Kota Medan merupakan ibukota Propinsi Sumatera Utara. Kota yang dinamis ini

adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya dan kota terbesar

di Pulau Sumatera.

Olah Raga Sepak Bola sangat berkembang di Kota Medan ini, hal ini ditandai

dengan munculnya beberapa klub sepak bola professional seperti PSMS ( Persatuan

Sepakbola Medan Sekitarnya ), dan Medan Jaya. Kedua klub tersebut telah terdaftar di

dalam PSSI ( Persatuan Sepak Bola Indonesia )

PSMS sebagai ikon sepak bola Kota Medan telah membanggakan masyarakat

Kota Medan dengan prestasi – prestasinya turnamen-turnamen sepak bola. Adapun

prestasi – prestasi yang telah digapai oleh PSMS adalah sebagai berikut :

Rekor Perserikatan

1985 Juara Divisi Utama Perserikatan, mengalahkan PERSIB Bandung di final

Rekor di Liga Indonesia

1994/1995 Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat

1995/1996 Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat

1996/1997 Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah

1997/1998 Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah ( Liga Dihentikan )

1998/1999 Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak

10 Besar

1999/2000 Babak 8 Besar Divisi Utama ( Peringkat ke-4 Wilayah Barat )

2001 Semifinalis Divisi Utama ( Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak

8 Besar )

2002 Peringkat ke-11 Divisi Utama ( Degradasi )

2003 Peringkat ke-2 (Juara Grup A ) Divisi Satu

2004 Peringkat ke-7 Divisi Utama

2005 Peringkat ke-4 Divisi Utama ( Peringkat ke-4 Wilayah Bara, Peringkat

ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar )

2006 Peringkat ke-5 Wilayah Satu

2007 Runner-Up Liga Indonesia

2008 Mengikuti Indonesian Super League

(13)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

2005 Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe

2005 Juara Pertama Piala Emas Bang Yos I ( 14 Februari 2005 ), di Final

mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor

5-1

2005 Juara Pertama Piala Emas Bang Yps II ( 17 Desember 2005 ), di Final

mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1

Sayangnya dengan prestasi yang telah membanggakan Kota Medan itu, stadion

Teladan yang merupakan tempat bermain PSMS masih belum memenuhi standard BLI (

Badan Liga Indonesia ) untuk berlaga di ajang Indonesian Super League

Adapun Standard Badan Liga Indonesia untuk kriteia stadion yang layak :

Standard Kelayakan Stadion Versi Badan Liga Indonesia

1. Pertandingan dapat dilakukan di lapangan rumput maupun artificial ( sintetis/tiruan

)

2. Dimensi Lapangan

minimum : Lebar 64 meter, Panjang 100 meter

maksimum : Lebar 75 meter, Panjang 110 meter

3. Lapangan pertandingan dibatasi oleh garis yang ketebalannya tidak lebih dari 12 cm

4. Lapangan terbagi menjadi dua yang ditandai dengan garis tengah

5. Titik tengah lapangan ditandai titik dengan lingkaran yang beradius 9.15 meter

6. Goal Area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 5.5 meter dari goal post dan

5.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut dihubungkan dengan

menarik garis yang sejajar dengan goal line

7. Penalty Area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 16.5 meter dari goal post

dan 16.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut dihubungkan

dengan menarik garis sejajar dengan goal line

8. Titik penalty tepat berada ditengah – tengah goal post 11 meter dari goal line

9. Setengah lingkaran yang berada di luar garis penalty area memiliki dimensi radius

9.15 meter

10.Bendera corner memiliki dimensi tidak lebih dari 1.5 meter dan berujung tumpul

11.Di setiap corner lapangan terdapat seperempat lingkaran dengan radius 1 meter

12.Gol memiliki jarak tiang 7.32 meter dan tinggi 7.24 meter dari tanah.Tiang Gol dan

(14)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

13.Lorong menuju lapangan harus dapat diakses langsung dari ruang ganti pemain.

Dibuat dengan mementingkan factor keamanan pemain

14.Pagar pemisah antara daerah penonton dan lapangan harus memiliki tinggi tak

kurang dari 3 meter

15.Setiap klub harus menjaga segala fasilitas yang ada agar standarisasi lapangan tetap

terjaga. Formulir pemeliharaan reguler harus diisi dan diserahkan kepada Badan

Liga Indonesia secara berkala

16.Sistem drainase harus dibuat secara professional agar kualitas lapangan tetap terjaga

17.Tempat khusus Fotografer terletak di belakang gawang

Persyratan Khusus untuk VVIP ( Very Very Important Person ) Area

1. Ruangan harus memiliki pendingin ruangan ( Air Conditioner )

2. Ruangan harus memiliki fasilitas makanan dan minuman

3. Ruangan harus dapat mengakomodasi minimal 50 orang

4. Memiliki ruangan khusus untuk menjamu tamu VVIP

5. Pandangan ke ruangan harus jekas

6. Tersedianya fasilitas toilet bagi para tamu VVIP

7. Akses menuju ruang VVIP harus bersih dan aman

Technical Area

Technical Area harus memiliki bench/kursi panjang yang dapat mengakomodasi

minimal 11 orang. Technical Area itu harus dibatasi dengan garis yang jelas dan

ditandai dengan jelas pula. Technical Area berlaku bagi tim tamu dan tim tuan rumah.

Jarak kedua Technical Area harus sama dan diukur dari garis tengah. Technical Area

harus memiliki atap yang memadai guna melindungi pemain dan offisial tim

Lampu Sorot

1. Lampu Sorot harus memiliki kekuatan penerangan rata – rata 800 flux. Lampu Sorot

itu harus dipelihara secara reguler oleh pihak ketiga yang memiliki kompetensi

untuk melakukan hal tersebut

2. Pihak ketiga yang disebutkan di peraturan diatas harus memberikan surat keterangan

bahwa lampu sorot sudah memenuhi syarat seperti yang tertuang pada peraturan

(15)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Ruang Ganti Pemain

Stadion harus memiliki ruang ganti pemain yang luasnya lebih kurang 30 m2. Di

dalam ruang ganti tersebut harus terdapat kamar mandi, Air Conditioner ( AC ), toilet,

meja medis, kursi dan loker.

Ruang Wasit

Stadion harus memiliki ruang wasit yang di dalamnya terdapat toilet, loker, dan

Air Conditioner ( AC ). Akses menuju ruang wasit harus terbatas

Ruang Pemeriksaan Obat Terlarang

Stadion harus memiliki sebuah ruangan yang dapat digunakan sebagai ruang

pemeriksaan obat terlarang. Lokasi ruangan itu idealnya berada dekat dengan ruang

ganti pemain dan ruang ganti offisial. Ruang pemeriksaan obat terlarang tidak dapat

dimasuki publik dan media

Fasilitas Untuk Media

Pada setiap pertandingan, klub tuan rumah harus menyediakan fasilitas bagi

media, baik cetak maupun elektronik. Fasilitas itu memiliki standard sebagai berikut :

1. Tempat duduk beserta meja yang memiliki view lapangan yang cukup jelas

2. Tempat kerja yang luasnya dapat menampung semua media yang bekerja saat

pertandingan berlangsung. Tempat ini harus memilki akses internet dan fasilitas

makanan serta minuman

3. Tempat yang cukup memadai untuk diadakannya press converence atau tv interview

4. Tempat yang telah disetujui sebelumnya bagi kamera, mikrofon, dan komentator (

jika siaran langsung )

5. Tempat parkir yang aman untuk broadcasting

6. Toilet khusus untuk wartawan peliput

Score Board ( Papan Skor )

Adapun syarat – syarat kelayakan suatu score board adalah :

1. Harus dapat terlihat dari segala arah di dalam stadion

(16)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

3. Kata-kata yang ditampilkan pada score board tidak boleh mengandung unsur SARA

( Suku, Agama, Ras, Antar golongan )

Sponsor

Adapun syarat – syarat kelayakan suatu materi sponsor adalah sebagai berikut :

1. Penempatan materi sponsor tidak boleh menganggu jalannya pertandingan

2. Penempatan materi sponsor tidak boleh menghalangi pandangan penonton ke

lapangan pertandingan

Medical

Dalam setiap pertandingan harus tersedia 2 tandu dan 8 petugas kesehatan serta

dokter

Keamanan Stadion

Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Dalam pengamanan pemain dan offisial klub tamu serta perangkat pertandinganbaik

pada saat kedatangan maupun kepulangan , setiap tuan rumah wajib :

a. Menyediakan tempat parkir bagi kendaraan tim tamu tepat di depan pintu

masuk bagi pemain

b. Harus ada blokade untuk menghindari publik memasuki daerah dekat pintu

masuk bagi pemain

c. Tempat parkir untuk tim tamu harus berada di dekat dengan tempat di mana

tim tersebut akan keluar masuk stadion

d. Tempat parkir keluar dan masuk tim tamu harus diamankan oleh pihak

keamanan yang disediakan tuan rumah

2. Pintu darurat harus mudah dijangkau dan mudah diketahui

3. Hydran terletak di seluruh area stadion dan harus berfungsi dengan baik

4. CCTV diletakkan di daerah rawan

Fasilitas Kebersihan

Setiap klub wajib menyediakan toilet yang bersih dan higienis, lengkap dengan

segala perabotannya ( washtafel, urinoir ) baik untuk toilet pria maupun wanita

(17)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Setiap stadion wajib menyediakan fasilitas yang memadai untuk supporter tuna

daksa

Tempat Parkir Umum

Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Luas tempat parkir harus memadai

2. Tempat parkir harus memiliki penerangan yang baik

3. Tempat parkir umum harus tertata secara baik agar dapat menampung kendaraan

secara maksimal serta memudahkan akses keluar masuk stadion

Berdasrkan poin – poin standarisasi BLI tersebut di atas, maka fasilitas yang ada

di Stadion Teladan yang sudah memenuhi syarat sebagai tempat bertanding adalah

sebagai berikut :

1. Drainase lapangan yang berfungsi baik

2. Adanya Pagar Pembatas

Gambar 1.1 Stadion Teladan Medan

3. Tersedianya ruang ganti pemain serta wasit

(18)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Dilihat dari ketiga persyaratan tahap pertama untuk memenuhi standar BLI tersebut,

Stadion Teladan masih banyak memiliki kelemahan untuk dapat lulus standarisasi

antara lain :

1. Tidak tersedianya lahan parkir yang memadai, sehingga saat pertandingan area jalan

dan median jalan sering padat oleh kendaraan parkir

Gambar 1.3. Lapangan parkir Stadion Teladan

2. Sebagian pintu masuk ke dalam stadion tidak berfungsi dan tidak layak lagi

Gambar 1.4. Pintu Masuk Stadion Teladan

3. Area stadion sudah mendesak ke jalan sehingga tidak memungkinkan diadakannya

perluasan

(19)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

1.2 Maksud dan Tujuan Proyek

Adapun maksud dan tujuan dari proyek The New Teladan ini di Kota Medan

adalah sebagai berikut :

a. Menyediakan suatu fasilitas yang layak untuk pertandingan sepak bola, terutama

untuk PSMS yang menggunakan Stadion Teladan sebagai kandang

b. Menyediakan suatu fasilitas sepak bola yang berkelas internasional sebagai sarana

untuk meningkatkan gairah sepak bola di Kota Medan, sehingga dapat meningkat

prestasi sepak bola di Kota Medan terutama PSMS

c. Memanfaatkan aktivitas utama dari fasilitas Stadion Teladan tersebut dari segi

komersial, sehingga dapat meningkatkan neraca keuangan klub PSMS

d. Memfasilitasi berbagai kejuaraan sepak bola baik di tingkat daerah, nasional, dan

internasional, juga sebagai persiapan sarana pendukung persiapan Indonesia untuk

mencapai target lolos ke putaran Piala Dunia 2018

e. Menyediakan sebuah wadah berupa fasilitas olah raga ( stadion sepak bola )sebagai

alat untuk menarik masuknya aspek bisnis lebih luas ke dalam manajemen klubatau

stadion

f. Memanfaatkan program “ Vision Asia “ dari Konfederasi Spak Bola Asia ( AFC ),

dalam upaya memajukan sepak bola Asia serta membantu mencarikan dana

investasi bagi peningkatan kualitas stadion – stadion sepak bola di negara – negara

Asia, khususnya di Asia Tenggara

1.3 Permasalahan

Berbagai permasalahan yang diperkirakan dapat ditemui dalam proyek ini :

a. Bagaimana merencanakan sebuah stadion baru yang dapat memberikan kontribusi

bagi pendapatan klub pada khusunya dan pendapatan Pemerintah Kotamadya

Medan pada umumnya

b. Kompleksnya sirkulasi di dalam dan luar bangunan serta bagaiman menciptakan

keselarasan bangunan dengan lokasi site dan mengantisipasi iklim dan keadaan

lingkungan setempat

c. Bagaimana menggabungkan beberapa fungsi yang dapat saling mendukung dalam

suatu stadion seperti menonton pertandingan, area pertokoan, restoran, pameran,

(20)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

d. Bagaimana mengorganisasikan ruang baik dari ruang luar hingga ruang dalam

maupun organisasi antar ruang – ruang dalam itu sendiri agar ruangan tersebut

berfungsi semestinya

e. Bagaiman menerapkan tema Green Stadium ke dalam bangunan itu sendiri

1.4 Pendekatan

Pendekatan yang dilakukan selama proses pengembangan konsep perencanaan

dan perancangan adalah sebagai berikut :

a. Studi pustaka dan studi literature yang berkaitan langsung dengan kasus maupun

judul yang diangkat untuk mendapatkan informasi, standard, dan batasan – batasan

yang sesuai dengan materi laporan untuk memperkuat fakta secara ilmiah

b. Studi banding terhadap proyek – proyek dan tema sejenis yang mendukung dalam

proses perancangan yang diperoleh dari media cetak seperti : majalah, buku,

internet, dan media elektronik

c. Studi lapangan mencakup survey dan wawancara dengan instansi yang terkait

sehubungan dengan kasus proyek

d. Sintesis, yaitu menggabungkan hasil analisa untuk memperoleh ide perancangan

yang akan diterapkan.

1.5 Lingkup Batasan Proyek

Lingkup batasan proyek ini adalah pembahasan yang berkaitan dengan desain

dan perancangan sebuah Stadion Sepak Bola yang memenuhi standard Badan Liga

Indonesia dan Internasional. Fasilitas – fasilitas pendukung lain yang dimasukkan

adalah fasilitas – fasilitas hiburan yang tentunya seiiring dengan fungsi Stadion Sepak

Bola. Penggabungan ini dimaksudkan dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat

selain sebagai sumber bisnis baru baik bagi klub terkait, pemerintah daerah, swasta

maupun masyarakat

1.6 Asumsi

a. Proyek tersebut merupakan inisiatif pihak swasta dengan campur tangan Pemerintah

(21)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

b. Sarana infrastrutur seperti kondisi jalan harus dalam kondisi baik sehingga tidak

menjadi permasalahan yang menghambat terpenuhinya persyaratan untuk

pengadaan proyek ini

c. Kondisi perekonomian di Indonesia khususnya Kota Medan menjadi lebih baik

sehingga permasalahan dana tidak menjadi hambatan

d. Pemerintah Daerah Kota Medan memutuskan untuk memakai kembali Stadion

Teladan untuk mejamu tim – tim lawan di Divisi yang digelutinya, karena Stadion

Teladan sudah memenuhi syarat yang di keluarkan oleh Badan Liga Indonesia

e. Manajemen dan organisasi persepak bolaan nasional tumbuh semakin profesional

1.7 Kerangka Berfikir

Dalam proses perancangan sebaiknya kita bergerak dari kerangka berfikir dimana

dapat terlihat latar balakang kasus proyek, tujuan yang ingin dicapai, permasalahan

yang timbul, analisa hingga konsep perancangan yang mengeluarkan desain

(22)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

F

eed

bac

k

k

JUDUL PROYEK dan TEMA Judul Proyek : The New Teladan

Tema : Green Stadium

LATAR BELAKANG KASUS

• Jumlah penduduk besar prestasi minim

• Prasarana minim, prestasi tidak berkembang

• Kapasitas dan standard Stadion Teladan kurang

• Standard BLI tentang stadion yang layak

LATAR BELAKANG TEMA

• Kebutuhan akan stadion dengan system ramah lingkungan

• Maraknya isu Global Warming

MAKSUD

• Menciptakan wadah untuk pertandingan sepak bolal tingkat nasional dan internasional • Memanfaatkan aktifitas stadon dengan menambahkan fasilitas komersil sebagai sumber

pendapatan daerah

• Wadah tempat pelatihan sepak bola

PERMASALAHAN

• Mengekspresikan banngunan

• Menciptakan bangunan yang menimbulkan terciptanya kenyamanan konsumen • Menciptakan hubungan baik, fasilitas yang ada didalam bangunan

• Bentuk dan kapasitas bangunan

PENGUMPULAN DATA

STUDI LITERATUR dan STUDI BANDING • Fasilitas utama dan

pendukung

STUDI SITE • Ukuran site

(23)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

1.8. Sistematika Laporan

BAB 1 Pendahuluan

Menceritakan latar belakang proyek ini, maksud dan tujuan yang

ingin dicapai, kemunginan masalah yang akan timbul dalam

perancangan, pendekatan-pendekatan, lingkup kajian, kerangka

berfikir dan sistematika laporan

BAB 2 Deskripsi Proyek

Merupakan gambaran umum mengenai tinjauan teoritis dari

proyek yaitu tentang The New Teladan beserta prinsip, tipe dan

karateristik. Dijelaskan pula tinjauan terhadap kota medan secara

fisik, geografis serta arah pengembangan kota Medan itu sendiri.

Deskripsi kasus proyek, kelayakan proyek, pemilihan lokasi dan

studi banding proyek sejenis.

BAB 3 Elaborasi Dan Interpretasi Tema

Merupakan gambaran umum tema proyek serta latar belakang

(24)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

desain perancangan yang disertakan dengan studi banding dengan

tema sejenis

BAB 4 Analisa Perancangan

Pembahasan analisa perancangan mencakup tiga aspek utama

yakni; manusia, lingkungan serta bangunan, dimana ketiga aspek

analisis ini bertujuan untuk mencari setiap potensi negatif dan

positif dari proyek ini. Analisis ini menjadi landasan acuan untuk

membuat konsep perancangan.

BAB 5 Konsep Perancangan

Merupakan acuan dasar dalam pembentukan rancangan dengan

melihat potensi yang diproleh dari analisis. Pada proses ini feed

back dapat dilakukan untuk melihat tujuan dasar dari

perancangan ini.

BAB 6 Perancangan Arsitektur

Berisikan penyelesaian masalah dari kasus proyek yang tertuang

dalam gambar perancangan. Gambar ini mencoba menjawab

masalah melalui pendekatan-pendekatan perancangan

Daftar Pustaka

Bab ini membicarakan sumber-sumber data, literatur dan

(25)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1 Terminologi Judul

Judul Proyek yang direncanakan adalah “Pancing Football Stadium”. Pengertian

kata demi kata dari judul tersebut adalah:

Pancing : Nama sebuah daerah di Kota Medan

Football : Sepak Bola

Stadium : Stadion

Merupakan sebuah fasilitas olah raga sepak bola yang berupa bangunan yang

berfungsi untuk mengakomodir semua kegitan-kegiatan yang berhubungan dengan

sepak bola.Selain itu bangunan ini juga berfungsi sebagai tempat pertemuan khalayak

ramai seperti kampanye partai politik, event – event lokal, pentas kesenian, dll

(26)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Stadion adalah :

• Stadion Sepak Bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang – ruang pendukung

• Fasilitas Hiburan

• Fasilitas Pendukung

Fungsi dan fasilitas yang ada dalam bangunan :

- stadion sepak bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang-ruang pendukung

Fasilitas utama meliputi

- ruang ganti pemain dengan toilet

- ruang ganti pelatih dan wasit

- ruang pijat

- ruang kesehatan

- ruang pemeriksaan obat terlarang

- ruang pemanasan

- ruang latihan

- tribun penonton biasa

- tribun VIP

- toilet penonton

- kantor pengelola

- ruang pertemuan

- ruang pos keamanan

- tiket box

- ruang pers

- tempat parkir

Fasilitas pendukung

• Restoran

(27)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

saat pertandingan berlangsung.

Kebutuhan ruang:

- banquet

- bar

- ruang penyimpanan

- km/wc

- kasir

- dapur

- gudang

- ruang pegawai

- sirkulasi

• Ruang pertemuan

Fasilitas ini merupakan tempat pertemuan para pejabat olahraga, temu pers dan

penjamuan.

Kebutuhan ruang;

- ruang pertemuan

- ruang pengelola

- ruang peralatan

- ruang tunggu

- ruang sound system

- ruang rapat

- dapur

- janitor

- toilet

• Pusat kebugaran

Fasilitas ini disediakan untuk para atlit maupun masyarakat umum.

Kebutuhan ruang:

- ruang penerima

- ruang latihan

- janitor

- kasir

- ruang pegawai

(28)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

- ruang reparasi

- km/wc

- loker

• Ruang pameran

Tempat penyimpanan, memelihara dan memajang berbagai prestasi dan

informasi tentang olahraga sepak bola dan futsal

Kebutuhan ruang:

- ruang pameran

- ruang pengelola

- ruang penyimpanan

• Snack bar dan retail

Menyajikan dan menjual barang yang berhubungan dengan olahraga dan makanan

ringan.

Fasilitas Hiburan

Ruang Permainan ( Amusement Center Game Zone )

Fasilitas hiburan berupa permainan ketangkasan, virtual game dan pengetahuan

- ruang permainan

- ruang penerima

- ruang pegawai

- snack bar

- ruang penyimpanan

- toilet

- janitor

Fasilitas Perbelanjaan

- Retail Shop dan Suovenir Shop

Menyajikan dan menjual barang-barang yang berhubungan denagn sepak bola,

seperti : TOB ( Toko Olahraga Bola ), Sport Station, serta berbagai barang-barang

yang biasanya penjualannya dapat digabungkan dengan barang-barang olaa raga

seperti musik dan fashion

2.2 Lokasi Proyek 2.2.1 Lokasi Site

(29)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Medan Sumatera Utara. Letak lokasi site dapat dilihat dari peta berikut

LOKASI SITE

Gambar 2.1 Lokasi Site

Pemilihan Lokasi ini berdasarkan kriteria dibawah ini

Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kotamadya Medan

Wilayah

Kec. Medan timur,

Medan Perjuangan,

Medan Area, Medan

(30)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

WPP D

Kec. Medan Baru,

Medan Maimoon,

Medan Polonia,

Medan Kota, Medan

Johor

Pusat

Pengembangan :

di Inti Kota

Pusat bisnis (CBD),

Pusat Pemerintahan,

Perumahan, Hutan

Kota, Pusat Pendidikan

WPP E

Kec. Medan Barat,

Medan Petisah,

Lapangan Golf dan

Hutan Kota

Tabel 2.1

Berikut merupakan kriteria pemilihan lokasi menurut RUTRK Kota Medan

a. Tinjauan terhadap Struktur Kota

b. Berdasarkan pembagian wilayah pembangunan kotamadya Medan menurut

RUTRK tahun 2005, kriteria untuk site adalah berada di WPP C, yaitu lokasi site

berada di kawasan perumahan penduduk,pusat pendidikan dan rekreasi.

c. Pencapaian

Site harus dapat dicapai dengan mudah, baik bagi kendaraan maupun bagi pejalan

kaki. Site juga harus sudah memiliki jaringan jalan dengan kondisi yang baik, cukup

lebar, nyaman, dan dilalui oleh angkutan umum.

d. Area Pelayanan

Berdasarkan RUTRK tentang Konsep Pola Hierarki Fasilitas Pelayanan Kota adalah

antara 2-3 km. Adapun kriteria untuk area pelayanannya yaitu merupakan

lingkungan permukiman dan banyak terdapat kompleks perumahan.

e. Keadaan Lahan

Ukuran lahan harus mencukupi untuk program fungsional dan ruang

pengembangan masa mendatang. Biasanya dilakukan untuk mengantisipasi

perluasan klub latihan ( > 2 ha). Kondisi sebaiknya lahan kosong dan tidak

berkontur.

(31)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Fungsi bangunan adalah sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan

Sepak Bolal maupun tempat bermain Sepak Bola. Dengan keberadaaan

bangunan ini maka akan meningkatkan tingkat kepadatan kenderaan

maupun pejalan kaki. Maka dari itu lokasi di pinggiran kota yang memilik i

tingkat kepadatan jalan yang tidak tinggi cocok sebagai starat pemilihan

lokasi.

g. Lingkungan

Berada pada lokasi yang strategis, representatif dan cocok untuk fungsi pendukung

skala kota. Lingkungan yang kondusif seperti keamanan dan kenyamanan sangat

mendukung kegiatan bangunan yang akan dirancang

2.2.2 Luas dan Batasan Lokasi

Adapun luas dan batasan lokasi dari proyek ini adalah sebagai berikut :

• Luas lahan : 220.000 m²

• KDB : 80%

Batas-batas Lahan

Utara : Lahan Kosong

Gambar 2.2 Lokasi Eksisting Site

(32)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Gambar 2.3 Lokasi Eksisting Site

Selatan : Lahan kosong dan Perumahan

Gambar 2.4 Lokasi Eksisting Site

Barat : Unimed dan Jalan Tol Balmera

(33)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

2.2.3 Kondisi Existing Lokasi

Adapun kondisi existing lokasi dari proyek ini adalah sebagai berikut :

• Eksisting : Lahan Kosong

• Topografi : Relatif datar

• Vegetasi : Asri

• Utilitas : PLN, PDAM, Saluran Kota.

2.3 Tinjauan Fungsi

2.3.1 Deskripsi Pelaku dan Kegiatan

a. Pelaku Kegiatan

Pelaku kegiatan dalam Stadion Sepakbola di Medan ini terdiri dari: pengunjung,

pengelola dan service.

• Pengunjung

Dari kelompok pengunjung tersebut dapat dibagi lagi atas:

Anak-anak. Baik yang bermain, berlatih maupun yang menonton

pertandingan atau beraktivitas di dalam dan area

Remaja. Baik yang bermain, berlatih sebagai bagian tim/klub yang bernaung

di bawah Klub PSMS Medan serta yang datang sebagai penonton

pertandingan.

Dewasa. Baik pemain, pelatih, staf ofisial, penyewa, pengelola dan pengurus

yang beraktivitas di dalam dan area stadion.

Orang Tua. Baik yang datang menonton pertandingan, berbelanja, mencari

hiburan bersama keluarga, dll

Pengelola, yaitu pihak yang bertugas mengelola dan mengurus segala bentuk

perawatan dan jalannya fungsi stadion sebagaimana mestinya.

Service, pihak yang bertugas menjalankan aktivitas pemeliharaan, perawatan

serta menjaga keadaan stadion dalam kondisi optimal.

b. Kegiatan

Beberapa kegiatan yang dilakukan di stadion ini dibagi atas :

(34)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Bermain, berlatih dan bertanding sepakbola

2. Rekreatif

Menonton pertandingan dari berbagai kompetisi dan divisi yang diadakan

klub.

Menonton pagelaran konser musik

3. Edukatif

Tempat berlatih dan belajar mengembangkan kemampuan fisik, sarana

interaksi dan pembentukan mental.

 Kegiatan Pendukung 1. Ruang Permainan

Bermain game ketangkasan, asah otak dan virtual game.

2. Konser Musik

Selain untuk olahraga sepakbola stadion ini juga menampung aktivitas lain

yang membutuhkan area luas dan pengunjung banyak seperti konser musik,

pertemuan-pertemuan serta acara besar tingkat daerah.

3. Souvenir Shop

Menjual berbagai merchandise dan peralatan olah raga, musik, dan souvenir.

4. Restoran dan Kafe

Tempat yang menyediakan makanan dan minuman.

5. Ruang Pertemuan

Tempat diadakannya pertemuan antar petinggi klub, pemuka olahraga,

pejabat undangan atau wartawan.

6. Pusat Kebugaran

Salah satu fasilitas yang menampung kegiatan berolahraga olahtubuh dan

kebugaran dalam ruang yang menggunakan alat-alat bantu olahraga seperti

jogging, sepeda, dll.

7. Museum Olahraga

Tempat memamerkan dan melihat sisa peninggalan serta catatan sejarah

sepakbola dari masa lalu hingga masa kini di daerah Sumatera Utara.

c. Kegiatan Pengelolaan dan Pemeliharaan

Kegiatan yang kompleks pada stadion ini juga membutuhkan pengelolaan

dan pemeliharaan yang kompleks. Oleh sebab kegiatan pengelolaannya tidak

(35)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

pemeliharaan dibagi ke dalam beberapa bagian berdasarkan banyaknya jenis

aktivitas. Masing-masing bagian bertanggung jawab pada pengelola utama.

d. Cakupan Pelayanan

Pelayanan meliputi masyarakat Kota Medan pada khususnya dan masarakat

Sumatera Utara pada umumnya serta dapat melayani kebutuhan nasional dan

internasional jika diperlukan.

2.3.2 Deskripsi Kebutuhan Ruang

Stadion dalam bahasa Romawi menunjukkan suatu satuan ukur, panjangnya

kira-kira 200 meter. Di masa Romawi awal, panjang suatu gelanggang adalah 1

stadion, sehingga nama yang menyebutkan unit kadang-kadang juga

diberlakukan untuk bangunan itu.

Stadion Sepakbola memiliki fasilitas-fasilitas yang harus memenuhi standard

sebagai berikut:

a. Lapangan sepakbola

Lapangan yang digunakan berstandard internasional dengan kapasitas tribun

>45.300 tempat duduk tertutup seluruhnya dilengkapi dengan segala atribut dan

fasilitas yang baik.

Kapasitas Penonton

1. Kapasitas stadion didasarkan pada kebutuhan lokal

2. Jika diharapkan nantinya stadion akan digunakan untuk event sepakbola

internasional maka kapasitas 30,000 perlu dikembangkan.

3. Untuk pertandingan final contohnya final kejuaraan Piala Konfederasi

maka harus memenuhi syarat 50,000 tempat duduk, sedangkan final

Piala Dunia membutuhkan kapasitas di atas 60,000 tempat duduk.

b. Ruang-ruang Utama

- Ruang ganti pemain dengan toilet

- Ruang ganti pelatih dan wasit

Ruang ganti untuk pemain, pelatih dan ofisial

harus privat, area terlindung yang mudah diakses

langsung oleh bus tim. Terpisah dari penonton,

media dan yang tidak mendapat izin. Jalur antara

(36)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

entrance khusus dan ruang ganti harus langsung dan tidak berbelok yang

dapat mempersulit sirkulasi pemain cedera yang ditandu.

- Ruang Pijat/Massage

- Ruang P3K/Kesehatan/Medical Examination Room

Ruang kesehatan atau ruang medis diletakkan dekat dengan ruang ganti

pemain dan wasit, serta bila memungkinkan dekat dengan lapangan

pertandingan dan mudah untuk akses ke luar stadion. Pintu dan koridor harus

cukup lebar untuk dilalui kursi roda dan tandu.

- Ruang Pemeriksaan Obat Terlarang

Pososinya harus dekat dengan ruang ganti tim dan

wasit dan tidak terjangkau media dan publik. Ruang

pemeriksaan terdiri atas : ruang kerja, toilet, dan

ruang tunggu.

- Ruang Pemanasan

- Ruang Latihan

- Tempat duduk penonton biasa

Area penonton/tempat duduk harus dibagi

sedikitnya ke dalam empat sektor, masing-masing

harus memiliki akses point sendiri, penyegaran, dan

fasilitas penting lainnya.

- Tempat duduk VIP

Ditempatkan di tengah tribun sisi terpanjang dimana ruang ganti pemain

ditempatkan, pada posisi di atas area permainan, terpisah dari area tempat

duduk publik dan.VIP area juga sebaiknya ditempatkan di tribun yang sama

dengan fasilitas media, administrasi dan lain-lain.

- Toilet Penonton

- Kantor Pengelola

- Ruang Pertemuan

- Gudang

(37)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

- Ruang Pos Keamanan

Untuk pertandingan pertandingan yang memerlukan keamanan yang ketat

maka dibutuhkan penjagaan oleh pasukan anti huru-hara.

- Tiket Box

- Ruang Pers/Media

Untuk ruang pers/media seharusnya ada sebuah pintu masuk spesial dengan

meja tulis atau ruang tempat kemasan informasi media dikumpulkan.

- Studio Televisi

Dibuat paling sedikit 3 buah untuk pertandingan besar, masing-masing

berukuran 25m2 dengan tinggi minimun 4 m untuk memudahkan setting TV

dan pencahayaan. Lokasinya mudah dicapai dari ruang ganti pemain dan

pelatih.

- Ruang Komentator

Ruang Komentator harus berada di tengah posisi tribun berada di posisi yang

sama dengan posisi kamera utama. Pemakaian penutup saat berada di laur

ruangan lebih baik daripada di dalam ruangan.

- Fasilitas untuk Photografer

- Tempat Parkir

c. Ruang Pendukung • Restoran

Fasilitas dari bangunan yang merupakan tempat menjual makanan dan

minuman.

Kebutuhan ruang :

- Banquet

- Bar

- Ruang penyimpanan

- KM / WC

(38)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

- Kasir

- Dapur

- Gudang

- Ruang Pegawai

- Ruang operator acara

- Sirkulasi

Ruang Pertemuan (conference hall)

Fasilitas dari bangunan yang berfungsi sebagai

tempat pertemuan para petinggi klub, temu pers,

perjamuan.

- Ruang Pertemuan

- Ruang Pengelola

- Ruang Peralatan

- Ruang Tunggu/Lobby

- Ruang Sound Sistem

- Ruang Rapat

- Dapur

- Janitor

- Toilet

Pusat Kebugaran/Fitness Center

Fasilitas kebugaran untuk para atlit maupun masyarakat umum.

- Ruang Penerima/Lobby

- Ruang Latihan

- Janitor

- Kasir

- Ruang Pegawai

- Ruang Instruktur

- Ruang Reparasi

- KM / WC

- Ruang Ganti/Locker

• Ruang Pameran/Museum Prestasi

Ruang Tunggu/Lobby Ruang Pertemuan

(39)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Gambar 2.6. Fasilitas pendukung berupa museum dan trophy cabinet

Tempat menyimpan, memelihara dan memajang berbagai bentuk

penghargaan, piala, catatan sejarah dan prestasi klub.

- Ruang Pameran

- Ruang Pengelola

- Ruang Penyimpanan

d. Fasilitas Hiburan dan Perbelanjaan

a. Ruang Permainan (Amusement Center/Game Zone)

Fasilitas hiburan berupa permainan ketangkasan, virtual game dan

pengetahuan.

- Ruang Permainan

- Ruang Penerima

- Ruang Pegawai

- Snack Bar

- Ruang Penyimpanan

- Toilet

- Janitor

(40)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Menjual dan menyediakan barang-barang, merchandise, buku, majalah, film,

souvenir dan peralatan olahraga khususnya sepakbola.

Ruang-ruang yang dibutuhkan dalam Retail Shop ini adalah :

Display / Ruang Pamer

 Kasir

 Gudang

2.3.3 Kebutuhan Ruang

a. Ruang Utama

Tabel 2.1

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Tribun penonton

vip

Penonton • Menonton

pertandingan

Penonton • Menonton

pertandingan

• Gemuruh

• Meriah

• Spontan

Ruang ganti atlit Atlit / pemain • Istirahat

• Ganti pakaian

• Mandi

• Dsb

• Informal

• Nyaman

• Privat

Ruang ganti pelatih

/ offisial

• Pelatih

• Offisial

• Istirahat

• Ganti pakaian

• Mandi

• Ganti pakaian

• Mandi

(41)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

pemanasan

dan tamu penting

• Serius

• Santai

Ruang pijat Atlit Memijat pemain • Sopan

• Nyaman

• Privat

Ruang P3K Atlit / pemain Pengobatan untuk

atlit dan penonton

• nyaman

• bersih Ruang pengelola Pegawai / pengelola • pengelolaan

bangunan

• kegiatan administrasi

Formal

Ruang pers dan

media

Ruang keamanan Petugas keamanan Menjaga keamanan

dan ketertiban

• tenang

• formal

Ruang mesin • mesin

• teknisi

• merawat mesin

• memberikan

Snack corner Pegawai Membeli makanan

dan minuman

• santai

• nyaman

(42)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Mushalla • pengunjung

• pegawai

Menjual / membeli

tiket

serius

b. Ruang Pendukung

Restoran

Tabel 2.2

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Banquet • pengunjung

• pelayan

• memesan snack

dan minuman

• menikmati snack dan minuman

Toilet pria • pengunjung

• pegawai

Toilet wanita • pengunjung

(43)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Kasir • kasir

Gudang Alat-alat kebersihan Menyimpan alat-alat Tertutup

Ruang pegawai • pegawai

• pengelola

• istirahat

• ganti pakaian

Formal

Ruang operator

acara

• pegawai

• teknisi

• persiapan acara

• memandu

jalannya acara

Formal

Ruang Pertemuan

Tabel 2.3

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang pertemuan /

serbaguna

• staff offisial

• rapat

• pertemuan antar

klub dan

organisasi

• konfrensi pers

• acara-acara formal

• meliput acara

• formal

(44)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Ruang peralatan Alat-alat Penyimpanan alat informal

Ruang rapat • offisial

• pengelola

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang penerima /

lobby

Ruang latihan • pengunjung

• pegawai

• cleaning service

• berganti pakaian

• menyimpan

Ruang pengelola Pegawai / pengelola Mengurus

administrasi

• privat

(45)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

• formal Ruang instruktur Instruktur fitness • istirahat

• persiapan

• ganti pakaian

• formal

• tenang

• nyaman

Ruang reparasi dan

peralatan

• cleaning service

• buang air

Ruang Pameran / Museum Prestasi

Tabel 2.5

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang display • pengunjung

• pegawai /

Ruang pengelola Pegawai pengelola Mengurus

administrasi

Peralatan Tempat menyimpan

peralatan

Informal

Toilet • pegawai

• pengunjung

• pengelola

• cleaning service

(46)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

c. Fasilitas Hiburan

Ruang Permainan ( Amusement Center )

Tabel 2.6

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang permainan

Ruang penerima • pengunjung

• pegawai

Ruang pegawai • pegawai

• pengelola

• istirahat

• ganti pakaian

• privat

• tenang

• formal

Snack bar Pegawai Menjual dan

menyediakan snack

• cleaning service

• buang air

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang display Pegawai / pengelola • berjualan

• bertransaksi

• nyaman

(47)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Souvenir Shop

Tabel 2.8

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang display Pegawai / pengelola • berjualan

• bertransaksi

• nyaman

• menarik

Ruang Pengelola Gedung

Tabel 2.9

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang kerja • staff offisial

• pegawai / pengurus

Bekerja • formal

• santai

Ruang manager Manager Manajemen

maintenance

bangunan

• privat

• formal

Ruang ass. manager Asisten manager Manajemen

maintenance

bangunan

• privat

• formal

Ruang karyawan • karyawan

• pegawai

Bekerja • formal

• tenang

Ruang ganti • karyawan

• pegawai

• istirahat

• berganti pakaian

• privat

Peralatan Tempat

penyimpanan

• cleaning service

(48)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Ruang Pelayanan Teknis

Tabel 2.10

Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana

Ruang operator • teknisi

• pegawai

Pengawasan • formal

• privat Pompa dan grand

reservoir

Teknisi Pengoperasian dan

reparasi alat

Stadion Sepak Bola

a. Klasifikasi Stadion Sepak Bola

Pada umumnya stadion diklasifikasikan berdasarkan fasilitas yang

disediakan beik berupa sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya serta

kapasitas/kemampuan manampung penonton yang disediakan oleh stadion itu.

Klasifikasi stadion sepakbola berdasarkan kapasitas dan lintasan lari1

Tipe

A B C

Kapasitas Penonton 30.000-50.000 10.000-30.000 5.000-10.000

Tabel 2.11. Klasifikasi Stadion Sepakbola

b. Persyaratan Stadion Sepak Bola Standard Lapangan Pertandingan

 Pertandingan dapat dilakukan di lapangan rumput maupun artificial.

(49)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

 Dimensi Lapangan minimum; Lebar 64 meter, Panjang 100 meter .

Maksimum; Lebar 75 meter, Panjang 110 meter.

 Lapangan pertandingan dibatasi oleh garis yang ketebalannya tidak lebih dari 12 cm

 Lapangan terbagi menjadi dua yang ditandai dengan garis tengah.

 Titik tengah lapangan ditandai dengan titik dengan lingkaran dengan radius 9.15 meter.

Goal area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 5.5 meter dari goal

post dan 5.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut

dihubungkan dengan menarik garis yang sejajar dengan goal line

Penalty area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 16.5 meter dari

goal post dan 16.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut

dihubungkan dengan menarik garis yang sejajar dengan goal line.

Titik penalty berada tepat di tengah-tengah goal post 11 meter dari goal line.

 Setengah lingkaran yang berada di luar garis penalty area memiliki dimensi radius 9.15 meter

Bendera corner memiliki dimensi tidak lebih dari 1.5 meter dan berujung tumpul

 Di setiap corner lapangan terdapat seperempat lingkaran dengan radius 1 meter.

Gol memiliki jarak antara tiang 7.32 meter dan tinggi 7.24 meter dari tanah. Tiang gol dan crossbars harus di cat putih. Tiang gol harus

tertanam/permanen.

 Lorong menuju lapangan harus dapat diakses langsung dari ruang ganti pemain. Dibuat dengan mementingkan faktor keamanan pemain.

 Pagar pemisah antara daerah penonton dan lapangan harus memiliki tinggi tak kurang dari 3 m.

 Setiap klub harus menjaga segala fasilitas yang ada agar standarisasi lapangan tetap terjaga. Formulir pemeliharaan reguler harus diisi dan

diserahkan kepada Badan Liga Indonesia secara berkala.

(50)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

 Tempat khusus bagi fotografer yang terletak di belakang gawang.

Area Rumput dan Lapangan

Permukaan rumput harus benar-benar rata dan terukur, harus rumput alami

(dapat digunakan rumput buatan dalam hal tertentu), dalam kondisi sempurna

dan memiliki sistem pengairan yang baik pada iklim kering. Pada iklim dingin

lapangan pertandingan harus dilengkapi sistem pemanasan bawah tanah untuk

mencegah lapangan yang membeku saat musim salju.

Lapangan dengan rumput buatan/artificial

Olahraga sepakbola sangat cepat mangadopsi teknologi sehingga kemungkinan

penerapan peraturan baru mengenai permukaan lapangan berkembang lebih

cepat. Cepat atau lambat penggunaan rumput tiruan harus dapat diterima untuk

pertandingan profesional di tingkat yang paling tinggi. Adapun

pertimbangan-pertimbangan akan hal tersebut :

1. Hamparan rumput tiruan yang terbaik sedang diproduksi saat ini dengan

tidak terbatas. Lebih baik daripada bahan duapuluh atau tigapuluh tahun

yang lalu.

Pantulan dan putaran bola sama seperti pada rumput alami berkwalitas,

namun mungkin lebih konsisten.

Penggunaan material sekarang ini dan derajat tingkat kehalusan yang

dikembangkan memastikan bahwa masalah-masalah sepertiresiko

luka-luka/kerugian, sulitnya untuk mengontrol bola, dll., tidak lagi berlaku.

Secara singkat, banyak tenaga ahli dari hal ini. Pemain dan pemain

terdahulu, merasakan permukaan rumput tiruan saat ini lebih baik dibanding

rata-rata bidang rumput alami.

1. Penggunaan rumput tiruan akan berarti bahwa olahraga bisa menikmati

tingkat konsistensi tinggi di dalam hal mutu permukaan permainan, dari

stadion ke stadion, yang itu tidak pernah bisa dicapai dengan rumput alami.

3. Pengembangan dan disain stadion seluruh penjuru dunia tidak menetapkan

perlunya dinding dan atap sebagai pelindung dengan alasan memberikan

persediaan cahaya, udara, dan hujan yang dibutuhkan rumput alami untuk

(51)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Jika hamparan rumput tiruan bisa diterima untuk semua tingkat sepak bola,

para perancang stadion akan lebih berkonsentrasi pada produksi stadion yang

akan menawarkan jumlah maksimum standard kenyamanan untuk penonton,

tanpa membatasi kebutuhan struktur dan gaya struktur stadion mereka yang

mempengaruhi kesehatan rumput alami.

4. Kemungkinan membutuhkan penanaman dana yang besar dari klub untuk

pemakaian rumput tiruan untuk pertandingan. Adapun manfaat utamanya

mencakup:

a. Rumput buatan bisa digunakan 24 jam sehari yang berarti tidak

memerlukan perawatan tersendiri dari stadion tersebut.

b. Kerugian pendapatan disebabkan oleh faktor perubahan cuaca yang

menghalangi jalannya pertandingan dapat dihapuskan.

c. Area permainan bisa dimanfaatkan untuk jangkauan menyeluruh seperti

peristiwa di luar dari pertandingan sepak bola, tanpa menyebabkan

manapun kerusakan. Tiap-tiap stadion harus menemukan sumber

pendapatan tambahan, tetapi saat ini untuk melindungi rumput yang

(52)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Gambar 2.7. Lapangan Pertandingan

Technical Area

Technical Area harus memiliki bench/kursi panjang yang dapat mengakomodasi

minimal 11 orang. Technical area itu harus dibatasi dengan garis yang jelas dan

ditandai dengan jelas pula. Technical Area berlaku bagi tim tamu dan tuan

rumah. Jarak kedua technical area harus sama dan diukur dari garis tengah.

Technical area harus memiliki atap yang memadai guna melindungi pemain dan

tim ofisial.

(53)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Gambar 2.8. Technical Area dan Standard Bench/Bangku Cadangan

Service Track di Sekeliling Area Rumput

Servis Trek ini disediakan untuk memfasilitasi pergerakan di dalam area

permainan, seperti sarana pengangkutan (tandu), ambulans, peralatan keamanan.

Selain itu adanya ruang lebih di sisi lapangan akan memberikan ruang gerak

lebih banyak pada pemain saat melakukan tendangan corner.

Rekomendasi Jarak Minimum antara Lapangan ke Dinding Penopang dan

Parit

Dari Touch Line = 6 m

Dari tiap Garis Gawang = 7,5 m

Drainase

Lapangan pertandingan harus dilengkapi dengan sistem drainase untuk

mengantisipasi kemungkinan terhenti/batalnya pertandingan akibat genangan

air.

Net Gawang

ukuran gawang Bendera sudut ( corner flag )

(54)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

dari tanah

Gambar 2.9. Furniture Pertandingan.

Bingkai/mistar gawang terbuat dari bahan yang tidak berpeluang mencederai

pemain.

Gambar 2.10.Potongan Tiang Gawang

Papan Iklan di sekeliling Area Permainan

Ketika membangun sebuah stadion, harus diperhitungkan fakta-fakta bahwa

garis penglihatan penonton tidak terhalang oleh papan iklan.

Jarak minimum antara batas garis lapangan permainan dan papan iklan, yang

normal memiliki tinggi maksimum 90cm adalah :

- Pada Touch Line; 4 m

- Dari belakang tengah garis gawang 3-5 m dikurangi kea rah bendera corner.

(55)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009

Selain itu papan iklan tidak boleh :

a. Ditempatkan di tempat yang dapat berbahaya bagi pemain, ofisial dan

lainnya.

b. Didirikan pada papan pertunjukan dengan bentuk dan material yang

dapat membahayakan pemain, contohnya papan berputar yang

digerakkan dengan voltase rendah yang tidak dapat membahayakan

keselamatan peserta pertandingan.

c. Dibuat dengan permukaan yang memantulkajn cahaya yang dapat

menyilaukan pemain, wasit dan penonton.

d. Didirikan pada papan pertunjukan yang dapat menghalangi penonton saat

evakuasi darurat ke area permainan.

Papan Skor / Score Board

Gambar 2.12. Score Board

Lampu Sorot

(56)

Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.

Gambar 2.13 Lampu Sorot pada Stadion

1. Lampu sorot harus memiliki kekuatan penerangan rata-rata 800 flux. Lampu

sorot itu harus dipelihara secara reguler oleh pihak ketiga yang memiliki

kompetensi untuk melakukan hal tersebut.

2. Pihak ketiga yang disebutkan di peraturan di atas harus memberikan surat

keterangan bahwa lampu sorot sudah mamenuhi syarat seperi yang tertuang pada

peraturan di atas.

Pagar Pengaman, Parit Benteng atau Layar

Sebenarnya antara lapangan dan tribun penonton tidak harus dikelilingi oleh

pagar atau layar pengaman. Alasan hal ini dilakukan dikarenakan beberapa hal

yang menyangkut faktor kemanan dan ketertiban pertandingan. Meskipun

begitu, FIFA dan beberapa konfederasi sepakbola lainnya memutuskan final

kompetisi hanya akan dimainkan di stadion yang bebas pagar atau layar.

Konsep pengamanan apapun yang diterapkan, tujuannya adalah melindungi

peserta pertandingan dari gangguan penonton. Ada banyak cara atau kombinasi

pengamanan yang dilakukan.

(1). Penjagaan polisi atau petugas keamanan di sekitar area lapangan

pertandingan

(2). Konfigurasi/penempatan tempat duduk yang memposisikan barisan

depan penonton pada tempat yang lebih tinggi di arena yang akan

mencegah kemungkinan gangguan penonton ke dalam lapangan

permainan.

(3). Parit dengan kedalaman dan ketebalan yang cukup untuk melindungi

lapangan permainan.

(4). Layar transparan atau pagar transparan yang dapat dipasang dan dilepas.

Pemasangan layar atau pagar transparan ini dapat dilakukan hanya pada

pertandingan tertentu saja.

Apapun bentuk proteksi yang dilakukan adalah cara yang dapat dipenuhi

dengan kemapuan di wilayah tersebut dan tidak menimbulkan bahaya

Gambar

Tabel 2.1
Gambar 2.2 Lokasi Eksisting Site
Gambar 2.5 Lokasi Eksisting Site
Gambar 2.6. Fasilitas pendukung berupa museum dan trophy cabinet
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kurniawan Sembiring : Hubungan Tingkat Pendapatan Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Di Kecamatan Berastagi, 2009.. USU Repository

Rayi Syahfitri : Penerapan Algoritma Prim Pada Jaringan Listrik Perumahan PT Inalum, 2009.. USU Repository

Irena Veronika Damanik : Peramalan Jumlah Pengangguran Di Sumatera Utara Pada Tahun 2010, 2009.. USU Repository

kemiringan diperhitungkan dalam menghitung luas peak.. Pardosi : Perbandingan Metode Kromatografi Gas Dan Berat Jenis Pada Penetapan Kadar Etanol, 2009. USU Repository © 2009. 2) Luas

Rando Sembiring : Peranan Pramuwisata Dalam Pengembangan Kepariwisataan Di Kabupaten Karo, 2009.. USU Repository

Patar Simbolon : Family Life Portrayal Viewed From Eminem’s Selected Lyrics, 2009.. USU Repository

Nuraina Dini Dinata : Fusi Gigi Pada Pasien Anak, 2009.. USU Repository

Rahmat Hidayat Harahap : Instalasi Jaringan Wireless Lan ( Hotspot Area ) Sebagai Sarana Komersil, 2009.. USU Repository