Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
PANCING FOOTBALL STADIUM (GREEN STADIUM)
LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – STUDIO TUGAS AKHIR
SEMESTER A TAHUN 2008/2009
Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Oleh
ANDRY P.TONDANG 030406036
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR ( SHP2A )
Nama : Andry P.Tondang
NIM : 030406036
Judul Proyek Akhir : Pancing Football Stadium Tema Proyek Akhir : Green Stadium
Rekapitulasi Nilai :
Nilai akhir A B+ B C+ C D E
Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan :
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat, rahmat dan karunia yang
diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang merupakan syarat
Tugas Akhir untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik di fakultas ini.
Jalannya proses yang panjang ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan serta
motivasi berbagai pihak. Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk dukungan dan doa
kedua orang tua, Bapak ( Drs. Mangantar P.Tondang ) dan Mamak ( Dra. Betty
Tambunan ), dan Adik- adik aku tercinta ( Hendra P.Tondang dan Defry P.Tondang )
Selain itu tentunya pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran besar dari :
• Bapak Achmad Delianur Nst S.T, M.T, IAI. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan kebijakan, arahan dan nasehat-nasehat, teknis dan non
teknis dari awal hingga akhir proses Tugas Akhir ini.
• Bapak Ir. Novrial, M.Eng, selaku Dosen Pembimbing II atas bimbingan, masukan, nasehat, ktitik dan saran untuk mengarahkan kepada hasil yang
maksimal.
• Ibu Ir. Morida Siagian, MUrp. Ibu Andalucia, S.T, M.Sc, dan Bapak Ir. Samsul Bahri, M.T selaku Dosen Penguji atas kritik dan saran yang
membangun.
• Bapak Ir. Dwi Lindarto, MT.. selaku Dosen Koordinator Tugas Akhir Semester A Th.2008-2009, yang dengan sabar mengarahkan pesertanya.
• Staf Pengajar dan Tata Usaha di lingkungan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik USU ini.
• Sahabat-sahabatku : Vanal, Bangun, Fuek, Becek, Ajat, Gaga, Nova, Icha, Aol, Adam, Husna serta buat Erich, Yuyun , Joseph, Opunk 03, dan Mek • Kawan – kawan aku seperjuangan Rudi Toga M.P, A.Md, Siniwasen,
Brisman, Simon Napitupulu, dan khususnya kepada Christina O.S, S.E
terima kasih atas bantuannya mengisikan formulir SPMB 2003 aku • Haryanto Simanjuntak, S.T terima kasih telah mengerjakan maket aku • Jaka, Susel, dan Robby 04 terima kasih telah membuat 3 D aku
• Buat Stambuk 2004, 2005, 2006 Arsitektur USU.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
DAFTAR ISI
Halaman/Judul
Halaman Pengesahan
Surat Hasil Penilaian
Hal 1.1. Latar Belakang………...1
1.1.1 Sejarah Sepak Bola...2
1.1.2 Perkembangan Sepak Bola Kota Medan...5
1.2. Maksud dan Tujuan……….….12
1.3. Masalah Perancangan……….…..12
1.4. Pendekatan………...13
1.5. Lingkup Batasan………..…13
1.6. Asumsi………...13
1.7. Kerangka Berfikir……….…....14
1.8. Sistematika laporan……….….…16
BAB. II. DESKRIPSI PROYEK 2.1. Terminologi Judul...………...18
2.2. Lokasi...………...21
2.2.1. Lokasi Site...………...21
2.2.2. Lokasi dan Batasan...………...23
2.2.3. Kondisi Existing Lokasi...………...25
2.3. Tinjauan Fungsi………...35
2.3.1. Deskripsi Pelaku dan Kegiatan...………...25
2.3.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang...………...27
2.3.3. Kebutuhan Ruang...32
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
DAFTAR GAMBAR
BAB I
Gambar 1.1. Stadion Teladan Medan...10
Gambar 1.2. Ruang Ganti Pemain di Stadion Teladan Medan...10
Gambar 1.3. Lapa ngan Parkir Stadion Teladan ...11
Gambar 1.4. Pintu Masuk Stadion Teladan...11
Gambar 1.5. Area Sekitar Stadion Teladan...11
Gambar 1.6. Kerangka Berfikir...15
BAB II Gambar 2.1 Lokasi Site...21
Gambar 2.2 Lokasi Eksisting Site...24
Gambar 2.3 Lokasi Eksisting Site...24
Gambar 2.4. Lokasi Eksisting Site...24
Gambar 2.5. Lokasi Eksisting Site...25
Gambar 2.6. Fasilitas pendukung berupa museum dan trophy cabinet...31
Gambar 2.7. Lapangan Pertandingan...44
Gambar 2.8. Technical Area dan Standard Bench/Bangku Cada ngan...45
Gambar 2.9. Furniture Pertandinga n...46
Gambar 2.10. Potongan Tiang Gawang...46
Gambar 2.11. Standar Lapa ngan Pertandingan...47
Gambar 2.12. Score Board...47
Gambar 2.13. Lampu Sorot Pada Stadion...48
Gambar 2.14. Standar Jarak Pandang Mata Ke Lapangan...49
Gambar 2.15. Bentuk Tribun Ideal Bagi Penglihatan Penonton...50
Gambar 2.16. Standar Tempat Duduk Stadion...51
Gambar 2.17. Diagram Line of visibility...52
Gambar 2.18. Stadion Emirates, London...56
Gambar 2.19. Stadion Highbury...57
Gambar 2.20. Fasilitas Stadion Emirates London...59
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL
BAB II
Tabel 2.1. Ruang Utama...32
Tabel 2.2. Restoran...34
Tabel 2.3. Ruang Pertemuan...35
Tabel 2.4. Pusat Kebugaran...36
Tabe l 2.5. Ruang Pameran / Museum Prestasi...37
Tabel 2.6. Ruang Permainan ( Amusement Center )...38
Tabel 2.7. Retail Shop...39
Tabel 2.8. Souvenir Shop...39
Tabel 2.9. Ruang Pengelola Gedung………39
Tabe l 2.10. Ruang Pelayanan Teknis………...…..40
Tabel 2.11. Klasifikasi Stadion Sepakbola……….………41
BAB III Tabel 3.1 Diagram perbandingan ko nsumsi energi antara green stadium de ngan stadium konvensional...71
Tabel 3.2. Diagram perbandingan emisi rumah kaca green stadium dengan stadium konv ensional...71
Tabel 3.3 Diagram perbandingan konsumsi air bersih green stadium dengan stadium konv ensional...72
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita sering mendengar idiom yang cukup popular “di dalam tubuh yang sehat
terdapat jiwa yang sehat”. Idiom ini dapat menunjukkan betapa pentingnya tubuh yang
sehat itu. Hal ini dapat diperoleh dengan berolahraga. Olahraga merupakan hal yang
sangat dekat dengan manusia dimana saja. Olahraga tidak dapat dipisahkan dari
kegiatan yang dilakukan oleh manusia karena olahraga merupakan bagian dari hidup
manusia yang dapat meningkatkan kondisi fisik manusia baik jasmani maupun rohani
dan memberikan kesenangan. Olahraga dapat memberikan kesehatan bagi manusia juga
dapat sebagai sarana rekreasi.
Bahkan di masa sekarang ini olahraga memberikan pengaruh bagi citra suatu
bangsa dan negara. Negara yang memiliki prestasi di banyak bidang olahraga akan
membuat negara tersebut dikenal di dunia. Brazil, merupakan negara yang sangat kuat
di bidang olahraga khususnya bidang sepak bola. Akibatnya Brazil sangat dikenal di
mata dunia internasional. Contoh lain misalnya Negara Cina, yang telah terbukti sebagai
negara yang sering berprestasi di bidang olahraga sehingga menjadi sebuah kekuatan
besar di Asia.
Kegiatan keolahragaan merupakan kegiatan jasmani dan rohani, kegiatan dalam
pengembangkan pendidikan dan budaya, sehingga diperlukan suatu pendidikan,
pembinaan, pengembangan dan pengaturannya1.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 olahraga terbagi atas :
• Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang
dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan
untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, ketrampilan, kesehatan, dan
kebugaran jasmani.
• Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan
kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
• Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan
olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi
untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi
keolahragaan.
• Olahraga amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau kegemaran berolahraga.
• Olahraga profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran
berolahraga.
• Olahraga penyandang cacat adalah olahraga yang khusus dilakukan sesuai dengan kondisi kelainan fisik dan/atau mental seseorang.
Dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keolahragaan oleh
pemerintah (DPR-RI dan KONI), diharapkan pembinaan olahraga di tanah air bisa
menjadi lebih baik dari sebelum adanya RUU Olahraga.
Dalam pengembangan olahraga ada tiga hal yang mempengaruhi, yaitu:
• Potensi olahraga
Berkaitan dengan minat masyarakat terhadap olahraga. Banyaknya peminat
olahraga akan mendukung berkembangnya olahraga. Hal ini dapat dilihat dari
rutinitaskegiatan olahraga masyarakat pada umumnya.
• Fasilitas olahraga
Fasilitas olahraga merupakan tempat penyaluran minat masyarakat terhadap
olahraga.
• Dana olahraga
Dana untuk poin 1 dan 2 di atas mutlak dibutuhkan didalam usaha
meningkatkan perkembangan olahraga.
Ketiga hal diatas merupakan dasar pemikiran pemerintah untuk menyediakan
fasilitas olahraga yang diperlukan.
1.1.1 Sejarah Sepak Bola
Sepak bola ( Football ) sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Menurut catatan
dari induk sepak bola dunia FIFA, sepak bola di zaman tersebut tidak memakai bola
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
yang kalah dalam perang. Kepala / tengkorak manusia itu ditendang kesana kemari
sebagai tanda kehebatan seseorang atas orang yang telah ditaklukkan tersebut. bangsa
yang pernah tercatat memainkan permainan yang dinilai sadis tersebut adalah bangsa
Mongol, yang memang dikenal pada zaman dulu sebagai bangsa bar-bar ( bangsa yang
tidak mengenal peradaban )
Dalam perkembangan berikutnya yaitu sekitar abad 19 Inggris memperkenalkan
sepak bola modern, dimana mereka mengganti bola yang dulunya terbuat dari kepala
manusia menjadi benda pejal yang terbuat dari karet yang diisi dengan angin. Kemudian
dalam perkembangannya permainan bola tersebut disempurnakan dengan ditemukannya
sebuah inovasi baru yaitu Gawang ( Goal ) dan terus berkembang lagi hingga
muncullah ide untuk membuat sebuah kompetisi sepak bola yang diikuti oleh beberapa
negara undangan.
Sebelum ide itu tercetus Negara Inggris sebagai negara yang pertama kali
memperkenal sepak bola modern telah memiliki kompetisi sepak bola lokal yang telah
diikuti oleh beberapa klub sepak bola semi professional. Kompetisi tersebut dikenal
dengan Piala FA ( Footbal Association ) yang dimulai pada tahun 1872 yang
digadang-gadang oleh Negara Inggris sebagai Kompetisi tertua di dunia. Kompetisi ini
dimenangkan oleh Wanderes Footbal Club yang difinal mengalahkan Royal Engineer di
stadiun Wimbley. Pada tahun 1889 Negara Inggris kembali membuat sebuah kompetisi
yang diperkenalkan sebagai Liga Inggris dimana juara untuk pertama kalinya adalah
Preston North End yang disusul oleh Aston Villa sebagai runner-up. Dalam
perkembangan sepak bola berikutnya muncullah sebuah kompetisi yang baru lagi di luar
Inggris, negara yang pewrtama sekali yang mengadakan kompetisi tersebut adalah Italia
yang memulai kompetisi yang disebut dengan Liga Italia pada tahun 1898 yang
dimenangkan oleh Genoa dan disusul oleh Internazionale di Torino sebagai runner-up.
Pada tahun 1902 negara lain di Eropa memulai kompetisi sepak bolanya yang dikenal
sebagai Liga Spanyol, kompetisi ini dimenangkan oleh Vizcaya Bilbao yang diikuti oleh
Barcelona sebagai runner-up.
Dengan menjamurnya kompetisi sepak bola di negara-negara eropa tersebut,
maka pada tahun 1930 diperkenalkan sebuah kompetisi Internasional yang diikuti oleh
negara-negara yang berasal dari negara Eropa dan Amerika Latin ( Selatan )yang kini
dikenal sebagai Piala Dunia ( World Cup ) atas gagasan seorang tokoh asal Perancis
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Piala Dunia pertama ini diadakan di Negara Uruguay, dimana Uruguay keluar menjadi
Juara Piala Dunia Pertama. Melihat kesuksesan dari perhelatan sepak bola tersebut
maka digagaskanlah setiap 4 tahun sekali turnamen tersebut akan tetap dilaksanakan.
Berikut ini daftar Juara Piala Dunia ( World Cup ) sejak tahun 1930
1930 Uruguay 1962 Brazil 1986 Argentina
Selain Piala Dunia ada juga perhelatan akbar sepak bola dunia yang diadakan
oleh Benua Eropa yang disebut dengan Piala Eropa ( European Championship ).
Kompetisi ini diklaim sebagai kompetisi no 2 yang terhebat setelah Piala Dunia
Berikut adalah daftar negara yang pernah memenangi Piala Eropa
1960 Uni Soviet 1980 Jerman Barat 2000 Perancis
1964 Spanyol 1984 Perancis 2004 Yunani
1968 Italia 1988 Belanda 2008 Spanyol
1972 Jerman Barat 1992 Denmark
1976 Cekoslovakia 1996 Jerman
Dengan memboomingnya kompetisi sepak bola di dunia Internasional, lantas
Indonesia kapan memulai kompetisi sepak bolanya. Indonesia memulai kompetisi sepak
bolanya dimulai pada tahun 1980-an dan terus belanjut hingga saat ini yang dikenal
dengan Indonesian Super League.
Dari tahun ketahun potensi dan minat akan sepak bola di Indonesi terus
meningkat, apalagi Indonesia pernah menjadi tuan rumah Piala Asia tahun 2007, dan
prestasi-prestasi yang pernah diraih Indonesia pada tahun 1990 ke bawah. Maka tidak
heran bnayak para penggila bola bertebaran di setiap pelosok di negeri kita yang tercinta
ini. Para penggila bola ini pun tetap berharap Indonesia akan kembali berprestasi di
tahun-tahun yang akan dating seperti yang oernah dilakukannya pada awal 1980-an
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. 1.1.2 Perkembangan Sepak Bola Kota Medan
Kota Medan merupakan ibukota Propinsi Sumatera Utara. Kota yang dinamis ini
adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya dan kota terbesar
di Pulau Sumatera.
Olah Raga Sepak Bola sangat berkembang di Kota Medan ini, hal ini ditandai
dengan munculnya beberapa klub sepak bola professional seperti PSMS ( Persatuan
Sepakbola Medan Sekitarnya ), dan Medan Jaya. Kedua klub tersebut telah terdaftar di
dalam PSSI ( Persatuan Sepak Bola Indonesia )
PSMS sebagai ikon sepak bola Kota Medan telah membanggakan masyarakat
Kota Medan dengan prestasi – prestasinya turnamen-turnamen sepak bola. Adapun
prestasi – prestasi yang telah digapai oleh PSMS adalah sebagai berikut :
Rekor Perserikatan
1985 Juara Divisi Utama Perserikatan, mengalahkan PERSIB Bandung di final
Rekor di Liga Indonesia
1994/1995 Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat
1995/1996 Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat
1996/1997 Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah
1997/1998 Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah ( Liga Dihentikan )
1998/1999 Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak
10 Besar
1999/2000 Babak 8 Besar Divisi Utama ( Peringkat ke-4 Wilayah Barat )
2001 Semifinalis Divisi Utama ( Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak
8 Besar )
2002 Peringkat ke-11 Divisi Utama ( Degradasi )
2003 Peringkat ke-2 (Juara Grup A ) Divisi Satu
2004 Peringkat ke-7 Divisi Utama
2005 Peringkat ke-4 Divisi Utama ( Peringkat ke-4 Wilayah Bara, Peringkat
ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar )
2006 Peringkat ke-5 Wilayah Satu
2007 Runner-Up Liga Indonesia
2008 Mengikuti Indonesian Super League
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
2005 Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe
2005 Juara Pertama Piala Emas Bang Yos I ( 14 Februari 2005 ), di Final
mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor
5-1
2005 Juara Pertama Piala Emas Bang Yps II ( 17 Desember 2005 ), di Final
mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1
Sayangnya dengan prestasi yang telah membanggakan Kota Medan itu, stadion
Teladan yang merupakan tempat bermain PSMS masih belum memenuhi standard BLI (
Badan Liga Indonesia ) untuk berlaga di ajang Indonesian Super League
Adapun Standard Badan Liga Indonesia untuk kriteia stadion yang layak :
Standard Kelayakan Stadion Versi Badan Liga Indonesia
1. Pertandingan dapat dilakukan di lapangan rumput maupun artificial ( sintetis/tiruan
)
2. Dimensi Lapangan
minimum : Lebar 64 meter, Panjang 100 meter
maksimum : Lebar 75 meter, Panjang 110 meter
3. Lapangan pertandingan dibatasi oleh garis yang ketebalannya tidak lebih dari 12 cm
4. Lapangan terbagi menjadi dua yang ditandai dengan garis tengah
5. Titik tengah lapangan ditandai titik dengan lingkaran yang beradius 9.15 meter
6. Goal Area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 5.5 meter dari goal post dan
5.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut dihubungkan dengan
menarik garis yang sejajar dengan goal line
7. Penalty Area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 16.5 meter dari goal post
dan 16.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut dihubungkan
dengan menarik garis sejajar dengan goal line
8. Titik penalty tepat berada ditengah – tengah goal post 11 meter dari goal line
9. Setengah lingkaran yang berada di luar garis penalty area memiliki dimensi radius
9.15 meter
10.Bendera corner memiliki dimensi tidak lebih dari 1.5 meter dan berujung tumpul
11.Di setiap corner lapangan terdapat seperempat lingkaran dengan radius 1 meter
12.Gol memiliki jarak tiang 7.32 meter dan tinggi 7.24 meter dari tanah.Tiang Gol dan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
13.Lorong menuju lapangan harus dapat diakses langsung dari ruang ganti pemain.
Dibuat dengan mementingkan factor keamanan pemain
14.Pagar pemisah antara daerah penonton dan lapangan harus memiliki tinggi tak
kurang dari 3 meter
15.Setiap klub harus menjaga segala fasilitas yang ada agar standarisasi lapangan tetap
terjaga. Formulir pemeliharaan reguler harus diisi dan diserahkan kepada Badan
Liga Indonesia secara berkala
16.Sistem drainase harus dibuat secara professional agar kualitas lapangan tetap terjaga
17.Tempat khusus Fotografer terletak di belakang gawang
Persyratan Khusus untuk VVIP ( Very Very Important Person ) Area
1. Ruangan harus memiliki pendingin ruangan ( Air Conditioner )
2. Ruangan harus memiliki fasilitas makanan dan minuman
3. Ruangan harus dapat mengakomodasi minimal 50 orang
4. Memiliki ruangan khusus untuk menjamu tamu VVIP
5. Pandangan ke ruangan harus jekas
6. Tersedianya fasilitas toilet bagi para tamu VVIP
7. Akses menuju ruang VVIP harus bersih dan aman
Technical Area
Technical Area harus memiliki bench/kursi panjang yang dapat mengakomodasi
minimal 11 orang. Technical Area itu harus dibatasi dengan garis yang jelas dan
ditandai dengan jelas pula. Technical Area berlaku bagi tim tamu dan tim tuan rumah.
Jarak kedua Technical Area harus sama dan diukur dari garis tengah. Technical Area
harus memiliki atap yang memadai guna melindungi pemain dan offisial tim
Lampu Sorot
1. Lampu Sorot harus memiliki kekuatan penerangan rata – rata 800 flux. Lampu Sorot
itu harus dipelihara secara reguler oleh pihak ketiga yang memiliki kompetensi
untuk melakukan hal tersebut
2. Pihak ketiga yang disebutkan di peraturan diatas harus memberikan surat keterangan
bahwa lampu sorot sudah memenuhi syarat seperti yang tertuang pada peraturan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Ruang Ganti Pemain
Stadion harus memiliki ruang ganti pemain yang luasnya lebih kurang 30 m2. Di
dalam ruang ganti tersebut harus terdapat kamar mandi, Air Conditioner ( AC ), toilet,
meja medis, kursi dan loker.
Ruang Wasit
Stadion harus memiliki ruang wasit yang di dalamnya terdapat toilet, loker, dan
Air Conditioner ( AC ). Akses menuju ruang wasit harus terbatas
Ruang Pemeriksaan Obat Terlarang
Stadion harus memiliki sebuah ruangan yang dapat digunakan sebagai ruang
pemeriksaan obat terlarang. Lokasi ruangan itu idealnya berada dekat dengan ruang
ganti pemain dan ruang ganti offisial. Ruang pemeriksaan obat terlarang tidak dapat
dimasuki publik dan media
Fasilitas Untuk Media
Pada setiap pertandingan, klub tuan rumah harus menyediakan fasilitas bagi
media, baik cetak maupun elektronik. Fasilitas itu memiliki standard sebagai berikut :
1. Tempat duduk beserta meja yang memiliki view lapangan yang cukup jelas
2. Tempat kerja yang luasnya dapat menampung semua media yang bekerja saat
pertandingan berlangsung. Tempat ini harus memilki akses internet dan fasilitas
makanan serta minuman
3. Tempat yang cukup memadai untuk diadakannya press converence atau tv interview
4. Tempat yang telah disetujui sebelumnya bagi kamera, mikrofon, dan komentator (
jika siaran langsung )
5. Tempat parkir yang aman untuk broadcasting
6. Toilet khusus untuk wartawan peliput
Score Board ( Papan Skor )
Adapun syarat – syarat kelayakan suatu score board adalah :
1. Harus dapat terlihat dari segala arah di dalam stadion
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
3. Kata-kata yang ditampilkan pada score board tidak boleh mengandung unsur SARA
( Suku, Agama, Ras, Antar golongan )
Sponsor
Adapun syarat – syarat kelayakan suatu materi sponsor adalah sebagai berikut :
1. Penempatan materi sponsor tidak boleh menganggu jalannya pertandingan
2. Penempatan materi sponsor tidak boleh menghalangi pandangan penonton ke
lapangan pertandingan
Medical
Dalam setiap pertandingan harus tersedia 2 tandu dan 8 petugas kesehatan serta
dokter
Keamanan Stadion
Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Dalam pengamanan pemain dan offisial klub tamu serta perangkat pertandinganbaik
pada saat kedatangan maupun kepulangan , setiap tuan rumah wajib :
a. Menyediakan tempat parkir bagi kendaraan tim tamu tepat di depan pintu
masuk bagi pemain
b. Harus ada blokade untuk menghindari publik memasuki daerah dekat pintu
masuk bagi pemain
c. Tempat parkir untuk tim tamu harus berada di dekat dengan tempat di mana
tim tersebut akan keluar masuk stadion
d. Tempat parkir keluar dan masuk tim tamu harus diamankan oleh pihak
keamanan yang disediakan tuan rumah
2. Pintu darurat harus mudah dijangkau dan mudah diketahui
3. Hydran terletak di seluruh area stadion dan harus berfungsi dengan baik
4. CCTV diletakkan di daerah rawan
Fasilitas Kebersihan
Setiap klub wajib menyediakan toilet yang bersih dan higienis, lengkap dengan
segala perabotannya ( washtafel, urinoir ) baik untuk toilet pria maupun wanita
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Setiap stadion wajib menyediakan fasilitas yang memadai untuk supporter tuna
daksa
Tempat Parkir Umum
Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Luas tempat parkir harus memadai
2. Tempat parkir harus memiliki penerangan yang baik
3. Tempat parkir umum harus tertata secara baik agar dapat menampung kendaraan
secara maksimal serta memudahkan akses keluar masuk stadion
Berdasrkan poin – poin standarisasi BLI tersebut di atas, maka fasilitas yang ada
di Stadion Teladan yang sudah memenuhi syarat sebagai tempat bertanding adalah
sebagai berikut :
1. Drainase lapangan yang berfungsi baik
2. Adanya Pagar Pembatas
Gambar 1.1 Stadion Teladan Medan
3. Tersedianya ruang ganti pemain serta wasit
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Dilihat dari ketiga persyaratan tahap pertama untuk memenuhi standar BLI tersebut,
Stadion Teladan masih banyak memiliki kelemahan untuk dapat lulus standarisasi
antara lain :
1. Tidak tersedianya lahan parkir yang memadai, sehingga saat pertandingan area jalan
dan median jalan sering padat oleh kendaraan parkir
Gambar 1.3. Lapangan parkir Stadion Teladan
2. Sebagian pintu masuk ke dalam stadion tidak berfungsi dan tidak layak lagi
Gambar 1.4. Pintu Masuk Stadion Teladan
3. Area stadion sudah mendesak ke jalan sehingga tidak memungkinkan diadakannya
perluasan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
1.2 Maksud dan Tujuan Proyek
Adapun maksud dan tujuan dari proyek The New Teladan ini di Kota Medan
adalah sebagai berikut :
a. Menyediakan suatu fasilitas yang layak untuk pertandingan sepak bola, terutama
untuk PSMS yang menggunakan Stadion Teladan sebagai kandang
b. Menyediakan suatu fasilitas sepak bola yang berkelas internasional sebagai sarana
untuk meningkatkan gairah sepak bola di Kota Medan, sehingga dapat meningkat
prestasi sepak bola di Kota Medan terutama PSMS
c. Memanfaatkan aktivitas utama dari fasilitas Stadion Teladan tersebut dari segi
komersial, sehingga dapat meningkatkan neraca keuangan klub PSMS
d. Memfasilitasi berbagai kejuaraan sepak bola baik di tingkat daerah, nasional, dan
internasional, juga sebagai persiapan sarana pendukung persiapan Indonesia untuk
mencapai target lolos ke putaran Piala Dunia 2018
e. Menyediakan sebuah wadah berupa fasilitas olah raga ( stadion sepak bola )sebagai
alat untuk menarik masuknya aspek bisnis lebih luas ke dalam manajemen klubatau
stadion
f. Memanfaatkan program “ Vision Asia “ dari Konfederasi Spak Bola Asia ( AFC ),
dalam upaya memajukan sepak bola Asia serta membantu mencarikan dana
investasi bagi peningkatan kualitas stadion – stadion sepak bola di negara – negara
Asia, khususnya di Asia Tenggara
1.3 Permasalahan
Berbagai permasalahan yang diperkirakan dapat ditemui dalam proyek ini :
a. Bagaimana merencanakan sebuah stadion baru yang dapat memberikan kontribusi
bagi pendapatan klub pada khusunya dan pendapatan Pemerintah Kotamadya
Medan pada umumnya
b. Kompleksnya sirkulasi di dalam dan luar bangunan serta bagaiman menciptakan
keselarasan bangunan dengan lokasi site dan mengantisipasi iklim dan keadaan
lingkungan setempat
c. Bagaimana menggabungkan beberapa fungsi yang dapat saling mendukung dalam
suatu stadion seperti menonton pertandingan, area pertokoan, restoran, pameran,
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
d. Bagaimana mengorganisasikan ruang baik dari ruang luar hingga ruang dalam
maupun organisasi antar ruang – ruang dalam itu sendiri agar ruangan tersebut
berfungsi semestinya
e. Bagaiman menerapkan tema Green Stadium ke dalam bangunan itu sendiri
1.4 Pendekatan
Pendekatan yang dilakukan selama proses pengembangan konsep perencanaan
dan perancangan adalah sebagai berikut :
a. Studi pustaka dan studi literature yang berkaitan langsung dengan kasus maupun
judul yang diangkat untuk mendapatkan informasi, standard, dan batasan – batasan
yang sesuai dengan materi laporan untuk memperkuat fakta secara ilmiah
b. Studi banding terhadap proyek – proyek dan tema sejenis yang mendukung dalam
proses perancangan yang diperoleh dari media cetak seperti : majalah, buku,
internet, dan media elektronik
c. Studi lapangan mencakup survey dan wawancara dengan instansi yang terkait
sehubungan dengan kasus proyek
d. Sintesis, yaitu menggabungkan hasil analisa untuk memperoleh ide perancangan
yang akan diterapkan.
1.5 Lingkup Batasan Proyek
Lingkup batasan proyek ini adalah pembahasan yang berkaitan dengan desain
dan perancangan sebuah Stadion Sepak Bola yang memenuhi standard Badan Liga
Indonesia dan Internasional. Fasilitas – fasilitas pendukung lain yang dimasukkan
adalah fasilitas – fasilitas hiburan yang tentunya seiiring dengan fungsi Stadion Sepak
Bola. Penggabungan ini dimaksudkan dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat
selain sebagai sumber bisnis baru baik bagi klub terkait, pemerintah daerah, swasta
maupun masyarakat
1.6 Asumsi
a. Proyek tersebut merupakan inisiatif pihak swasta dengan campur tangan Pemerintah
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
b. Sarana infrastrutur seperti kondisi jalan harus dalam kondisi baik sehingga tidak
menjadi permasalahan yang menghambat terpenuhinya persyaratan untuk
pengadaan proyek ini
c. Kondisi perekonomian di Indonesia khususnya Kota Medan menjadi lebih baik
sehingga permasalahan dana tidak menjadi hambatan
d. Pemerintah Daerah Kota Medan memutuskan untuk memakai kembali Stadion
Teladan untuk mejamu tim – tim lawan di Divisi yang digelutinya, karena Stadion
Teladan sudah memenuhi syarat yang di keluarkan oleh Badan Liga Indonesia
e. Manajemen dan organisasi persepak bolaan nasional tumbuh semakin profesional
1.7 Kerangka Berfikir
Dalam proses perancangan sebaiknya kita bergerak dari kerangka berfikir dimana
dapat terlihat latar balakang kasus proyek, tujuan yang ingin dicapai, permasalahan
yang timbul, analisa hingga konsep perancangan yang mengeluarkan desain
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
F
eed
bac
k
k
JUDUL PROYEK dan TEMA Judul Proyek : The New Teladan
Tema : Green Stadium
LATAR BELAKANG KASUS
• Jumlah penduduk besar prestasi minim
• Prasarana minim, prestasi tidak berkembang
• Kapasitas dan standard Stadion Teladan kurang
• Standard BLI tentang stadion yang layak
LATAR BELAKANG TEMA
• Kebutuhan akan stadion dengan system ramah lingkungan
• Maraknya isu Global Warming
MAKSUD
• Menciptakan wadah untuk pertandingan sepak bolal tingkat nasional dan internasional • Memanfaatkan aktifitas stadon dengan menambahkan fasilitas komersil sebagai sumber
pendapatan daerah
• Wadah tempat pelatihan sepak bola
PERMASALAHAN
• Mengekspresikan banngunan
• Menciptakan bangunan yang menimbulkan terciptanya kenyamanan konsumen • Menciptakan hubungan baik, fasilitas yang ada didalam bangunan
• Bentuk dan kapasitas bangunan
PENGUMPULAN DATA
STUDI LITERATUR dan STUDI BANDING • Fasilitas utama dan
pendukung
STUDI SITE • Ukuran site
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
1.8. Sistematika Laporan
BAB 1 Pendahuluan
Menceritakan latar belakang proyek ini, maksud dan tujuan yang
ingin dicapai, kemunginan masalah yang akan timbul dalam
perancangan, pendekatan-pendekatan, lingkup kajian, kerangka
berfikir dan sistematika laporan
BAB 2 Deskripsi Proyek
Merupakan gambaran umum mengenai tinjauan teoritis dari
proyek yaitu tentang The New Teladan beserta prinsip, tipe dan
karateristik. Dijelaskan pula tinjauan terhadap kota medan secara
fisik, geografis serta arah pengembangan kota Medan itu sendiri.
Deskripsi kasus proyek, kelayakan proyek, pemilihan lokasi dan
studi banding proyek sejenis.
BAB 3 Elaborasi Dan Interpretasi Tema
Merupakan gambaran umum tema proyek serta latar belakang
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
desain perancangan yang disertakan dengan studi banding dengan
tema sejenis
BAB 4 Analisa Perancangan
Pembahasan analisa perancangan mencakup tiga aspek utama
yakni; manusia, lingkungan serta bangunan, dimana ketiga aspek
analisis ini bertujuan untuk mencari setiap potensi negatif dan
positif dari proyek ini. Analisis ini menjadi landasan acuan untuk
membuat konsep perancangan.
BAB 5 Konsep Perancangan
Merupakan acuan dasar dalam pembentukan rancangan dengan
melihat potensi yang diproleh dari analisis. Pada proses ini feed
back dapat dilakukan untuk melihat tujuan dasar dari
perancangan ini.
BAB 6 Perancangan Arsitektur
Berisikan penyelesaian masalah dari kasus proyek yang tertuang
dalam gambar perancangan. Gambar ini mencoba menjawab
masalah melalui pendekatan-pendekatan perancangan
Daftar Pustaka
Bab ini membicarakan sumber-sumber data, literatur dan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1 Terminologi Judul
Judul Proyek yang direncanakan adalah “Pancing Football Stadium”. Pengertian
kata demi kata dari judul tersebut adalah:
Pancing : Nama sebuah daerah di Kota Medan
Football : Sepak Bola
Stadium : Stadion
Merupakan sebuah fasilitas olah raga sepak bola yang berupa bangunan yang
berfungsi untuk mengakomodir semua kegitan-kegiatan yang berhubungan dengan
sepak bola.Selain itu bangunan ini juga berfungsi sebagai tempat pertemuan khalayak
ramai seperti kampanye partai politik, event – event lokal, pentas kesenian, dll
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Stadion adalah :
• Stadion Sepak Bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang – ruang pendukung
• Fasilitas Hiburan
• Fasilitas Pendukung
Fungsi dan fasilitas yang ada dalam bangunan :
- stadion sepak bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang-ruang pendukung
Fasilitas utama meliputi
- ruang ganti pemain dengan toilet
- ruang ganti pelatih dan wasit
- ruang pijat
- ruang kesehatan
- ruang pemeriksaan obat terlarang
- ruang pemanasan
- ruang latihan
- tribun penonton biasa
- tribun VIP
- toilet penonton
- kantor pengelola
- ruang pertemuan
- ruang pos keamanan
- tiket box
- ruang pers
- tempat parkir
Fasilitas pendukung
• Restoran
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
saat pertandingan berlangsung.
Kebutuhan ruang:
- banquet
- bar
- ruang penyimpanan
- km/wc
- kasir
- dapur
- gudang
- ruang pegawai
- sirkulasi
• Ruang pertemuan
Fasilitas ini merupakan tempat pertemuan para pejabat olahraga, temu pers dan
penjamuan.
Kebutuhan ruang;
- ruang pertemuan
- ruang pengelola
- ruang peralatan
- ruang tunggu
- ruang sound system
- ruang rapat
- dapur
- janitor
- toilet
• Pusat kebugaran
Fasilitas ini disediakan untuk para atlit maupun masyarakat umum.
Kebutuhan ruang:
- ruang penerima
- ruang latihan
- janitor
- kasir
- ruang pegawai
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
- ruang reparasi
- km/wc
- loker
• Ruang pameran
Tempat penyimpanan, memelihara dan memajang berbagai prestasi dan
informasi tentang olahraga sepak bola dan futsal
Kebutuhan ruang:
- ruang pameran
- ruang pengelola
- ruang penyimpanan
• Snack bar dan retail
Menyajikan dan menjual barang yang berhubungan dengan olahraga dan makanan
ringan.
Fasilitas Hiburan
• Ruang Permainan ( Amusement Center Game Zone )
Fasilitas hiburan berupa permainan ketangkasan, virtual game dan pengetahuan
- ruang permainan
- ruang penerima
- ruang pegawai
- snack bar
- ruang penyimpanan
- toilet
- janitor
Fasilitas Perbelanjaan
- Retail Shop dan Suovenir Shop
Menyajikan dan menjual barang-barang yang berhubungan denagn sepak bola,
seperti : TOB ( Toko Olahraga Bola ), Sport Station, serta berbagai barang-barang
yang biasanya penjualannya dapat digabungkan dengan barang-barang olaa raga
seperti musik dan fashion
2.2 Lokasi Proyek 2.2.1 Lokasi Site
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Medan Sumatera Utara. Letak lokasi site dapat dilihat dari peta berikut
LOKASI SITE
Gambar 2.1 Lokasi Site
Pemilihan Lokasi ini berdasarkan kriteria dibawah ini
Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kotamadya Medan
Wilayah
Kec. Medan timur,
Medan Perjuangan,
Medan Area, Medan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
WPP D
Kec. Medan Baru,
Medan Maimoon,
Medan Polonia,
Medan Kota, Medan
Johor
Pusat
Pengembangan :
di Inti Kota
Pusat bisnis (CBD),
Pusat Pemerintahan,
Perumahan, Hutan
Kota, Pusat Pendidikan
WPP E
Kec. Medan Barat,
Medan Petisah,
Lapangan Golf dan
Hutan Kota
Tabel 2.1
Berikut merupakan kriteria pemilihan lokasi menurut RUTRK Kota Medan
a. Tinjauan terhadap Struktur Kota
b. Berdasarkan pembagian wilayah pembangunan kotamadya Medan menurut
RUTRK tahun 2005, kriteria untuk site adalah berada di WPP C, yaitu lokasi site
berada di kawasan perumahan penduduk,pusat pendidikan dan rekreasi.
c. Pencapaian
Site harus dapat dicapai dengan mudah, baik bagi kendaraan maupun bagi pejalan
kaki. Site juga harus sudah memiliki jaringan jalan dengan kondisi yang baik, cukup
lebar, nyaman, dan dilalui oleh angkutan umum.
d. Area Pelayanan
Berdasarkan RUTRK tentang Konsep Pola Hierarki Fasilitas Pelayanan Kota adalah
antara 2-3 km. Adapun kriteria untuk area pelayanannya yaitu merupakan
lingkungan permukiman dan banyak terdapat kompleks perumahan.
e. Keadaan Lahan
Ukuran lahan harus mencukupi untuk program fungsional dan ruang
pengembangan masa mendatang. Biasanya dilakukan untuk mengantisipasi
perluasan klub latihan ( > 2 ha). Kondisi sebaiknya lahan kosong dan tidak
berkontur.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Fungsi bangunan adalah sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan
Sepak Bolal maupun tempat bermain Sepak Bola. Dengan keberadaaan
bangunan ini maka akan meningkatkan tingkat kepadatan kenderaan
maupun pejalan kaki. Maka dari itu lokasi di pinggiran kota yang memilik i
tingkat kepadatan jalan yang tidak tinggi cocok sebagai starat pemilihan
lokasi.
g. Lingkungan
Berada pada lokasi yang strategis, representatif dan cocok untuk fungsi pendukung
skala kota. Lingkungan yang kondusif seperti keamanan dan kenyamanan sangat
mendukung kegiatan bangunan yang akan dirancang
2.2.2 Luas dan Batasan Lokasi
Adapun luas dan batasan lokasi dari proyek ini adalah sebagai berikut :
• Luas lahan : 220.000 m²
• KDB : 80%
• Batas-batas Lahan
Utara : Lahan Kosong
Gambar 2.2 Lokasi Eksisting Site
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Gambar 2.3 Lokasi Eksisting Site
Selatan : Lahan kosong dan Perumahan
Gambar 2.4 Lokasi Eksisting Site
Barat : Unimed dan Jalan Tol Balmera
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
2.2.3 Kondisi Existing Lokasi
Adapun kondisi existing lokasi dari proyek ini adalah sebagai berikut :
• Eksisting : Lahan Kosong
• Topografi : Relatif datar
• Vegetasi : Asri
• Utilitas : PLN, PDAM, Saluran Kota.
2.3 Tinjauan Fungsi
2.3.1 Deskripsi Pelaku dan Kegiatan
a. Pelaku Kegiatan
Pelaku kegiatan dalam Stadion Sepakbola di Medan ini terdiri dari: pengunjung,
pengelola dan service.
• Pengunjung
Dari kelompok pengunjung tersebut dapat dibagi lagi atas:
Anak-anak. Baik yang bermain, berlatih maupun yang menonton
pertandingan atau beraktivitas di dalam dan area
Remaja. Baik yang bermain, berlatih sebagai bagian tim/klub yang bernaung
di bawah Klub PSMS Medan serta yang datang sebagai penonton
pertandingan.
Dewasa. Baik pemain, pelatih, staf ofisial, penyewa, pengelola dan pengurus
yang beraktivitas di dalam dan area stadion.
Orang Tua. Baik yang datang menonton pertandingan, berbelanja, mencari
hiburan bersama keluarga, dll
Pengelola, yaitu pihak yang bertugas mengelola dan mengurus segala bentuk
perawatan dan jalannya fungsi stadion sebagaimana mestinya.
Service, pihak yang bertugas menjalankan aktivitas pemeliharaan, perawatan
serta menjaga keadaan stadion dalam kondisi optimal.
b. Kegiatan
Beberapa kegiatan yang dilakukan di stadion ini dibagi atas :
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Bermain, berlatih dan bertanding sepakbola
2. Rekreatif
Menonton pertandingan dari berbagai kompetisi dan divisi yang diadakan
klub.
Menonton pagelaran konser musik
3. Edukatif
Tempat berlatih dan belajar mengembangkan kemampuan fisik, sarana
interaksi dan pembentukan mental.
Kegiatan Pendukung 1. Ruang Permainan
Bermain game ketangkasan, asah otak dan virtual game.
2. Konser Musik
Selain untuk olahraga sepakbola stadion ini juga menampung aktivitas lain
yang membutuhkan area luas dan pengunjung banyak seperti konser musik,
pertemuan-pertemuan serta acara besar tingkat daerah.
3. Souvenir Shop
Menjual berbagai merchandise dan peralatan olah raga, musik, dan souvenir.
4. Restoran dan Kafe
Tempat yang menyediakan makanan dan minuman.
5. Ruang Pertemuan
Tempat diadakannya pertemuan antar petinggi klub, pemuka olahraga,
pejabat undangan atau wartawan.
6. Pusat Kebugaran
Salah satu fasilitas yang menampung kegiatan berolahraga olahtubuh dan
kebugaran dalam ruang yang menggunakan alat-alat bantu olahraga seperti
jogging, sepeda, dll.
7. Museum Olahraga
Tempat memamerkan dan melihat sisa peninggalan serta catatan sejarah
sepakbola dari masa lalu hingga masa kini di daerah Sumatera Utara.
c. Kegiatan Pengelolaan dan Pemeliharaan
Kegiatan yang kompleks pada stadion ini juga membutuhkan pengelolaan
dan pemeliharaan yang kompleks. Oleh sebab kegiatan pengelolaannya tidak
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
pemeliharaan dibagi ke dalam beberapa bagian berdasarkan banyaknya jenis
aktivitas. Masing-masing bagian bertanggung jawab pada pengelola utama.
d. Cakupan Pelayanan
Pelayanan meliputi masyarakat Kota Medan pada khususnya dan masarakat
Sumatera Utara pada umumnya serta dapat melayani kebutuhan nasional dan
internasional jika diperlukan.
2.3.2 Deskripsi Kebutuhan Ruang
Stadion dalam bahasa Romawi menunjukkan suatu satuan ukur, panjangnya
kira-kira 200 meter. Di masa Romawi awal, panjang suatu gelanggang adalah 1
stadion, sehingga nama yang menyebutkan unit kadang-kadang juga
diberlakukan untuk bangunan itu.
Stadion Sepakbola memiliki fasilitas-fasilitas yang harus memenuhi standard
sebagai berikut:
a. Lapangan sepakbola
Lapangan yang digunakan berstandard internasional dengan kapasitas tribun
>45.300 tempat duduk tertutup seluruhnya dilengkapi dengan segala atribut dan
fasilitas yang baik.
Kapasitas Penonton
1. Kapasitas stadion didasarkan pada kebutuhan lokal
2. Jika diharapkan nantinya stadion akan digunakan untuk event sepakbola
internasional maka kapasitas 30,000 perlu dikembangkan.
3. Untuk pertandingan final contohnya final kejuaraan Piala Konfederasi
maka harus memenuhi syarat 50,000 tempat duduk, sedangkan final
Piala Dunia membutuhkan kapasitas di atas 60,000 tempat duduk.
b. Ruang-ruang Utama
- Ruang ganti pemain dengan toilet
- Ruang ganti pelatih dan wasit
Ruang ganti untuk pemain, pelatih dan ofisial
harus privat, area terlindung yang mudah diakses
langsung oleh bus tim. Terpisah dari penonton,
media dan yang tidak mendapat izin. Jalur antara
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
entrance khusus dan ruang ganti harus langsung dan tidak berbelok yang
dapat mempersulit sirkulasi pemain cedera yang ditandu.
- Ruang Pijat/Massage
- Ruang P3K/Kesehatan/Medical Examination Room
Ruang kesehatan atau ruang medis diletakkan dekat dengan ruang ganti
pemain dan wasit, serta bila memungkinkan dekat dengan lapangan
pertandingan dan mudah untuk akses ke luar stadion. Pintu dan koridor harus
cukup lebar untuk dilalui kursi roda dan tandu.
- Ruang Pemeriksaan Obat Terlarang
Pososinya harus dekat dengan ruang ganti tim dan
wasit dan tidak terjangkau media dan publik. Ruang
pemeriksaan terdiri atas : ruang kerja, toilet, dan
ruang tunggu.
- Ruang Pemanasan
- Ruang Latihan
- Tempat duduk penonton biasa
Area penonton/tempat duduk harus dibagi
sedikitnya ke dalam empat sektor, masing-masing
harus memiliki akses point sendiri, penyegaran, dan
fasilitas penting lainnya.
- Tempat duduk VIP
Ditempatkan di tengah tribun sisi terpanjang dimana ruang ganti pemain
ditempatkan, pada posisi di atas area permainan, terpisah dari area tempat
duduk publik dan.VIP area juga sebaiknya ditempatkan di tribun yang sama
dengan fasilitas media, administrasi dan lain-lain.
- Toilet Penonton
- Kantor Pengelola
- Ruang Pertemuan
- Gudang
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
- Ruang Pos Keamanan
Untuk pertandingan pertandingan yang memerlukan keamanan yang ketat
maka dibutuhkan penjagaan oleh pasukan anti huru-hara.
- Tiket Box
- Ruang Pers/Media
Untuk ruang pers/media seharusnya ada sebuah pintu masuk spesial dengan
meja tulis atau ruang tempat kemasan informasi media dikumpulkan.
- Studio Televisi
Dibuat paling sedikit 3 buah untuk pertandingan besar, masing-masing
berukuran 25m2 dengan tinggi minimun 4 m untuk memudahkan setting TV
dan pencahayaan. Lokasinya mudah dicapai dari ruang ganti pemain dan
pelatih.
- Ruang Komentator
Ruang Komentator harus berada di tengah posisi tribun berada di posisi yang
sama dengan posisi kamera utama. Pemakaian penutup saat berada di laur
ruangan lebih baik daripada di dalam ruangan.
- Fasilitas untuk Photografer
- Tempat Parkir
c. Ruang Pendukung • Restoran
Fasilitas dari bangunan yang merupakan tempat menjual makanan dan
minuman.
Kebutuhan ruang :
- Banquet
- Bar
- Ruang penyimpanan
- KM / WC
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
- Kasir
- Dapur
- Gudang
- Ruang Pegawai
- Ruang operator acara
- Sirkulasi
• Ruang Pertemuan (conference hall)
Fasilitas dari bangunan yang berfungsi sebagai
tempat pertemuan para petinggi klub, temu pers,
perjamuan.
- Ruang Pertemuan
- Ruang Pengelola
- Ruang Peralatan
- Ruang Tunggu/Lobby
- Ruang Sound Sistem
- Ruang Rapat
- Dapur
- Janitor
- Toilet
• Pusat Kebugaran/Fitness Center
Fasilitas kebugaran untuk para atlit maupun masyarakat umum.
- Ruang Penerima/Lobby
- Ruang Latihan
- Janitor
- Kasir
- Ruang Pegawai
- Ruang Instruktur
- Ruang Reparasi
- KM / WC
- Ruang Ganti/Locker
• Ruang Pameran/Museum Prestasi
Ruang Tunggu/Lobby Ruang Pertemuan
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Gambar 2.6. Fasilitas pendukung berupa museum dan trophy cabinet
Tempat menyimpan, memelihara dan memajang berbagai bentuk
penghargaan, piala, catatan sejarah dan prestasi klub.
- Ruang Pameran
- Ruang Pengelola
- Ruang Penyimpanan
d. Fasilitas Hiburan dan Perbelanjaan
a. Ruang Permainan (Amusement Center/Game Zone)
Fasilitas hiburan berupa permainan ketangkasan, virtual game dan
pengetahuan.
- Ruang Permainan
- Ruang Penerima
- Ruang Pegawai
- Snack Bar
- Ruang Penyimpanan
- Toilet
- Janitor
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Menjual dan menyediakan barang-barang, merchandise, buku, majalah, film,
souvenir dan peralatan olahraga khususnya sepakbola.
Ruang-ruang yang dibutuhkan dalam Retail Shop ini adalah :
Display / Ruang Pamer
Kasir
Gudang
2.3.3 Kebutuhan Ruang
a. Ruang Utama
Tabel 2.1
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Tribun penonton
vip
Penonton • Menonton
pertandingan
Penonton • Menonton
pertandingan
• Gemuruh
• Meriah
• Spontan
Ruang ganti atlit Atlit / pemain • Istirahat
• Ganti pakaian
• Mandi
• Dsb
• Informal
• Nyaman
• Privat
Ruang ganti pelatih
/ offisial
• Pelatih
• Offisial
• Istirahat
• Ganti pakaian
• Mandi
• Ganti pakaian
• Mandi
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
pemanasan
dan tamu penting
• Serius
• Santai
Ruang pijat Atlit Memijat pemain • Sopan
• Nyaman
• Privat
Ruang P3K Atlit / pemain Pengobatan untuk
atlit dan penonton
• nyaman
• bersih Ruang pengelola Pegawai / pengelola • pengelolaan
bangunan
• kegiatan administrasi
Formal
Ruang pers dan
media
Ruang keamanan Petugas keamanan Menjaga keamanan
dan ketertiban
• tenang
• formal
Ruang mesin • mesin
• teknisi
• merawat mesin
• memberikan
Snack corner Pegawai Membeli makanan
dan minuman
• santai
• nyaman
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Mushalla • pengunjung
• pegawai
Menjual / membeli
tiket
serius
b. Ruang Pendukung
Restoran
Tabel 2.2
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Banquet • pengunjung
• pelayan
• memesan snack
dan minuman
• menikmati snack dan minuman
Toilet pria • pengunjung
• pegawai
Toilet wanita • pengunjung
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Kasir • kasir
Gudang Alat-alat kebersihan Menyimpan alat-alat Tertutup
Ruang pegawai • pegawai
• pengelola
• istirahat
• ganti pakaian
Formal
Ruang operator
acara
• pegawai
• teknisi
• persiapan acara
• memandu
jalannya acara
Formal
Ruang Pertemuan
Tabel 2.3
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang pertemuan /
serbaguna
• staff offisial
• rapat
• pertemuan antar
klub dan
organisasi
• konfrensi pers
• acara-acara formal
• meliput acara
• formal
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Ruang peralatan Alat-alat Penyimpanan alat informal
Ruang rapat • offisial
• pengelola
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang penerima /
lobby
Ruang latihan • pengunjung
• pegawai
• cleaning service
• berganti pakaian
• menyimpan
Ruang pengelola Pegawai / pengelola Mengurus
administrasi
• privat
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
• formal Ruang instruktur Instruktur fitness • istirahat
• persiapan
• ganti pakaian
• formal
• tenang
• nyaman
Ruang reparasi dan
peralatan
• cleaning service
• buang air
Ruang Pameran / Museum Prestasi
Tabel 2.5
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang display • pengunjung
• pegawai /
Ruang pengelola Pegawai pengelola Mengurus
administrasi
Peralatan Tempat menyimpan
peralatan
Informal
Toilet • pegawai
• pengunjung
• pengelola
• cleaning service
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
c. Fasilitas Hiburan
Ruang Permainan ( Amusement Center )
Tabel 2.6
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang permainan
Ruang penerima • pengunjung
• pegawai
Ruang pegawai • pegawai
• pengelola
• istirahat
• ganti pakaian
• privat
• tenang
• formal
Snack bar Pegawai Menjual dan
menyediakan snack
• cleaning service
• buang air
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang display Pegawai / pengelola • berjualan
• bertransaksi
• nyaman
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Souvenir Shop
Tabel 2.8
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang display Pegawai / pengelola • berjualan
• bertransaksi
• nyaman
• menarik
Ruang Pengelola Gedung
Tabel 2.9
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang kerja • staff offisial
• pegawai / pengurus
Bekerja • formal
• santai
Ruang manager Manager Manajemen
maintenance
bangunan
• privat
• formal
Ruang ass. manager Asisten manager Manajemen
maintenance
bangunan
• privat
• formal
Ruang karyawan • karyawan
• pegawai
Bekerja • formal
• tenang
Ruang ganti • karyawan
• pegawai
• istirahat
• berganti pakaian
• privat
Peralatan Tempat
penyimpanan
• cleaning service
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Ruang Pelayanan Teknis
Tabel 2.10
Kebutuhan Ruang Pemakai Kegiatan Suasana
Ruang operator • teknisi
• pegawai
Pengawasan • formal
• privat Pompa dan grand
reservoir
Teknisi Pengoperasian dan
reparasi alat
Stadion Sepak Bola
a. Klasifikasi Stadion Sepak Bola
Pada umumnya stadion diklasifikasikan berdasarkan fasilitas yang
disediakan beik berupa sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya serta
kapasitas/kemampuan manampung penonton yang disediakan oleh stadion itu.
Klasifikasi stadion sepakbola berdasarkan kapasitas dan lintasan lari1
Tipe
A B C
Kapasitas Penonton 30.000-50.000 10.000-30.000 5.000-10.000
Tabel 2.11. Klasifikasi Stadion Sepakbola
b. Persyaratan Stadion Sepak Bola Standard Lapangan Pertandingan
Pertandingan dapat dilakukan di lapangan rumput maupun artificial.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Dimensi Lapangan minimum; Lebar 64 meter, Panjang 100 meter .
Maksimum; Lebar 75 meter, Panjang 110 meter.
Lapangan pertandingan dibatasi oleh garis yang ketebalannya tidak lebih dari 12 cm
Lapangan terbagi menjadi dua yang ditandai dengan garis tengah.
Titik tengah lapangan ditandai dengan titik dengan lingkaran dengan radius 9.15 meter.
Goal area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 5.5 meter dari goal
post dan 5.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut
dihubungkan dengan menarik garis yang sejajar dengan goal line
Penalty area dibuat dengan cara menarik garis tegak lurus 16.5 meter dari
goal post dan 16.5 meter kearah lapangan pertandingan. Kedua garis tersebut
dihubungkan dengan menarik garis yang sejajar dengan goal line.
Titik penalty berada tepat di tengah-tengah goal post 11 meter dari goal line.
Setengah lingkaran yang berada di luar garis penalty area memiliki dimensi radius 9.15 meter
Bendera corner memiliki dimensi tidak lebih dari 1.5 meter dan berujung tumpul
Di setiap corner lapangan terdapat seperempat lingkaran dengan radius 1 meter.
Gol memiliki jarak antara tiang 7.32 meter dan tinggi 7.24 meter dari tanah. Tiang gol dan crossbars harus di cat putih. Tiang gol harus
tertanam/permanen.
Lorong menuju lapangan harus dapat diakses langsung dari ruang ganti pemain. Dibuat dengan mementingkan faktor keamanan pemain.
Pagar pemisah antara daerah penonton dan lapangan harus memiliki tinggi tak kurang dari 3 m.
Setiap klub harus menjaga segala fasilitas yang ada agar standarisasi lapangan tetap terjaga. Formulir pemeliharaan reguler harus diisi dan
diserahkan kepada Badan Liga Indonesia secara berkala.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Tempat khusus bagi fotografer yang terletak di belakang gawang.
Area Rumput dan Lapangan
Permukaan rumput harus benar-benar rata dan terukur, harus rumput alami
(dapat digunakan rumput buatan dalam hal tertentu), dalam kondisi sempurna
dan memiliki sistem pengairan yang baik pada iklim kering. Pada iklim dingin
lapangan pertandingan harus dilengkapi sistem pemanasan bawah tanah untuk
mencegah lapangan yang membeku saat musim salju.
Lapangan dengan rumput buatan/artificial
Olahraga sepakbola sangat cepat mangadopsi teknologi sehingga kemungkinan
penerapan peraturan baru mengenai permukaan lapangan berkembang lebih
cepat. Cepat atau lambat penggunaan rumput tiruan harus dapat diterima untuk
pertandingan profesional di tingkat yang paling tinggi. Adapun
pertimbangan-pertimbangan akan hal tersebut :
1. Hamparan rumput tiruan yang terbaik sedang diproduksi saat ini dengan
tidak terbatas. Lebih baik daripada bahan duapuluh atau tigapuluh tahun
yang lalu.
Pantulan dan putaran bola sama seperti pada rumput alami berkwalitas,
namun mungkin lebih konsisten.
Penggunaan material sekarang ini dan derajat tingkat kehalusan yang
dikembangkan memastikan bahwa masalah-masalah sepertiresiko
luka-luka/kerugian, sulitnya untuk mengontrol bola, dll., tidak lagi berlaku.
Secara singkat, banyak tenaga ahli dari hal ini. Pemain dan pemain
terdahulu, merasakan permukaan rumput tiruan saat ini lebih baik dibanding
rata-rata bidang rumput alami.
1. Penggunaan rumput tiruan akan berarti bahwa olahraga bisa menikmati
tingkat konsistensi tinggi di dalam hal mutu permukaan permainan, dari
stadion ke stadion, yang itu tidak pernah bisa dicapai dengan rumput alami.
3. Pengembangan dan disain stadion seluruh penjuru dunia tidak menetapkan
perlunya dinding dan atap sebagai pelindung dengan alasan memberikan
persediaan cahaya, udara, dan hujan yang dibutuhkan rumput alami untuk
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Jika hamparan rumput tiruan bisa diterima untuk semua tingkat sepak bola,
para perancang stadion akan lebih berkonsentrasi pada produksi stadion yang
akan menawarkan jumlah maksimum standard kenyamanan untuk penonton,
tanpa membatasi kebutuhan struktur dan gaya struktur stadion mereka yang
mempengaruhi kesehatan rumput alami.
4. Kemungkinan membutuhkan penanaman dana yang besar dari klub untuk
pemakaian rumput tiruan untuk pertandingan. Adapun manfaat utamanya
mencakup:
a. Rumput buatan bisa digunakan 24 jam sehari yang berarti tidak
memerlukan perawatan tersendiri dari stadion tersebut.
b. Kerugian pendapatan disebabkan oleh faktor perubahan cuaca yang
menghalangi jalannya pertandingan dapat dihapuskan.
c. Area permainan bisa dimanfaatkan untuk jangkauan menyeluruh seperti
peristiwa di luar dari pertandingan sepak bola, tanpa menyebabkan
manapun kerusakan. Tiap-tiap stadion harus menemukan sumber
pendapatan tambahan, tetapi saat ini untuk melindungi rumput yang
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Gambar 2.7. Lapangan Pertandingan
Technical Area
Technical Area harus memiliki bench/kursi panjang yang dapat mengakomodasi
minimal 11 orang. Technical area itu harus dibatasi dengan garis yang jelas dan
ditandai dengan jelas pula. Technical Area berlaku bagi tim tamu dan tuan
rumah. Jarak kedua technical area harus sama dan diukur dari garis tengah.
Technical area harus memiliki atap yang memadai guna melindungi pemain dan
tim ofisial.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Gambar 2.8. Technical Area dan Standard Bench/Bangku Cadangan
Service Track di Sekeliling Area Rumput
Servis Trek ini disediakan untuk memfasilitasi pergerakan di dalam area
permainan, seperti sarana pengangkutan (tandu), ambulans, peralatan keamanan.
Selain itu adanya ruang lebih di sisi lapangan akan memberikan ruang gerak
lebih banyak pada pemain saat melakukan tendangan corner.
Rekomendasi Jarak Minimum antara Lapangan ke Dinding Penopang dan
Parit
Dari Touch Line = 6 m
Dari tiap Garis Gawang = 7,5 m
Drainase
Lapangan pertandingan harus dilengkapi dengan sistem drainase untuk
mengantisipasi kemungkinan terhenti/batalnya pertandingan akibat genangan
air.
Net Gawang
ukuran gawang Bendera sudut ( corner flag )
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
dari tanah
Gambar 2.9. Furniture Pertandingan.
Bingkai/mistar gawang terbuat dari bahan yang tidak berpeluang mencederai
pemain.
Gambar 2.10.Potongan Tiang Gawang
Papan Iklan di sekeliling Area Permainan
Ketika membangun sebuah stadion, harus diperhitungkan fakta-fakta bahwa
garis penglihatan penonton tidak terhalang oleh papan iklan.
Jarak minimum antara batas garis lapangan permainan dan papan iklan, yang
normal memiliki tinggi maksimum 90cm adalah :
- Pada Touch Line; 4 m
- Dari belakang tengah garis gawang 3-5 m dikurangi kea rah bendera corner.
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009. USU Repository © 2009
Selain itu papan iklan tidak boleh :
a. Ditempatkan di tempat yang dapat berbahaya bagi pemain, ofisial dan
lainnya.
b. Didirikan pada papan pertunjukan dengan bentuk dan material yang
dapat membahayakan pemain, contohnya papan berputar yang
digerakkan dengan voltase rendah yang tidak dapat membahayakan
keselamatan peserta pertandingan.
c. Dibuat dengan permukaan yang memantulkajn cahaya yang dapat
menyilaukan pemain, wasit dan penonton.
d. Didirikan pada papan pertunjukan yang dapat menghalangi penonton saat
evakuasi darurat ke area permainan.
Papan Skor / Score Board
Gambar 2.12. Score Board
Lampu Sorot
Andry P.Tondang : Pancing Football Stadium (Green Stadium), 2009.
Gambar 2.13 Lampu Sorot pada Stadion
1. Lampu sorot harus memiliki kekuatan penerangan rata-rata 800 flux. Lampu
sorot itu harus dipelihara secara reguler oleh pihak ketiga yang memiliki
kompetensi untuk melakukan hal tersebut.
2. Pihak ketiga yang disebutkan di peraturan di atas harus memberikan surat
keterangan bahwa lampu sorot sudah mamenuhi syarat seperi yang tertuang pada
peraturan di atas.
Pagar Pengaman, Parit Benteng atau Layar
Sebenarnya antara lapangan dan tribun penonton tidak harus dikelilingi oleh
pagar atau layar pengaman. Alasan hal ini dilakukan dikarenakan beberapa hal
yang menyangkut faktor kemanan dan ketertiban pertandingan. Meskipun
begitu, FIFA dan beberapa konfederasi sepakbola lainnya memutuskan final
kompetisi hanya akan dimainkan di stadion yang bebas pagar atau layar.
Konsep pengamanan apapun yang diterapkan, tujuannya adalah melindungi
peserta pertandingan dari gangguan penonton. Ada banyak cara atau kombinasi
pengamanan yang dilakukan.
(1). Penjagaan polisi atau petugas keamanan di sekitar area lapangan
pertandingan
(2). Konfigurasi/penempatan tempat duduk yang memposisikan barisan
depan penonton pada tempat yang lebih tinggi di arena yang akan
mencegah kemungkinan gangguan penonton ke dalam lapangan
permainan.
(3). Parit dengan kedalaman dan ketebalan yang cukup untuk melindungi
lapangan permainan.
(4). Layar transparan atau pagar transparan yang dapat dipasang dan dilepas.
Pemasangan layar atau pagar transparan ini dapat dilakukan hanya pada
pertandingan tertentu saja.
Apapun bentuk proteksi yang dilakukan adalah cara yang dapat dipenuhi
dengan kemapuan di wilayah tersebut dan tidak menimbulkan bahaya