• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawetan Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq) dengan Bahan Pengawet Diffusol-CB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengawetan Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq) dengan Bahan Pengawet Diffusol-CB"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Kondisi ke. Kondisi kedalaman penanaman contoh uji dilihat dari samping
Gambar 3. Nilai retensi kayu jabon umur 5 tahun
Gambar 6. Persentase kehilangan berat kayu jabon umur 5 tahun yang tidak
Gambar 7. Persentase kehilangan berat kayu jabon umur 6 tahun yang tidak
+4

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan dengan larutan NaOH pada konsentrasi 15% dan 20% memberikan hasil yang diharapkan sedangkan pada konsentrasi 25% meningkatkan kristalinitas pulp ketika

Hasil T-test dari pengawet kapur menunjukkan bahwa nilai penurunan bobot contoh uji pada rendaman 2 hari tidak berbeda nyata dengan rendaman 14. hari, begitu juga antara rendaman

Data tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi kitosan yang efektif dalam menghambat perkembangan mati pucuk pada bibit jabon yaitu 0.10% yang hanya menyerang

Analisis sidik ragam pada selang kepercayaan 95% (Tabel 5) yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang nyata antara kedua faktor perlakuan (posisi

Pemberian arang kayu terhadap media bekas tambang pasir tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai jabon pada selang kepercayaan 95%, hal ini

Analisis ragam pada Tabel 1 memperlihatkan bahwa pemberian Rootone-F dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf nyata 5% terhadap

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengawetan rendaman dingin dan fumigasi amonia memberi pengaruh nyata terhadap kehilangan berat dan mortalitas

Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menguji konsentrasi, penetrasi dan ongkos produksi pengawetan bambu- kayu jika menggunakan bahan pengawet alami dari