• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Regresi Cox Proportional hazard pada Analisis Survival dan Identifikasi Faktor Lama Studi Mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penerapan Regresi Cox Proportional hazard pada Analisis Survival dan Identifikasi Faktor Lama Studi Mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD

PADA ANALISIS SURVIVAL DAN IDENTIFIKASI

FAKTOR LAMA STUDI MAHASISWA S-1

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

SKRIPSI

NITA MULIA SARI

100803015

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PENERAPAN REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD

PADA ANALISIS SURVIVAL DAN IDENTIFIKASI

FAKTOR LAMA STUDI MAHASISWA S-1

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains

NITA MULIA SARI

100803015

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : Penerapan Regresi Cox Proportional hazard pada Analisis Survival dan Identifikasi Faktor Lama Studi Mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Kategori : SKRIPSI

Nama : Nita Mulia Sari

Nomor Induk Mahasiswa : 100803015

Program Studi : Sarjana (S1) Matematika

Departemen : Matematika

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara

Diluluskan di

Medan, November 2014

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2 Pembimbing 1

Dr. Pasukat Sembiring, M.Si Drs. Agus Salim Harahap, M.Si NIP. 19531113 198503 1 001 NIP. 19540828 198103 1 004

Diketahui/Disetujui oleh

Departemen Matematika FMIPA USU Ketua,

(4)

PERNYATAAN

PENERAPAN REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD

PADA ANALISIS SURVIVAL DAN IDENTIFIKASI

FAKTOR LAMA STUDI MAHASISWA S-1

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya

Medan, November 2014

(5)

PENGHARGAAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT Yang Maha Esa dan Kuasa

atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

Pada skripsi ini penulis mengambil judul tentang Penerapan Regresi Cox Proportinal Hazard pada Analisis Survival dan Identifikasi Faktor Lama

Studi Mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak yang membantu, sehingga

dengan segala rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Agus Salim, M.Si. selaku dosen dan pembimbing 1 yang berkenan

dan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran guna memberikan petunjuk

dan bimbingannya dalam penulisan skripsi ini.

2. Bapak Dr. Pasukat Sembiring, M.Si. selaku dosen dan pembimbing 2 yang

juga berkenan dan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran guna

memberikan petunjuk dan bimbingannya dalam penulisan skripsi ini.

3. Bapak Drs. Rosman Siregar, M.Si. dan Bapak Dr. Open Darnius, M.Si. selaku

komisi penguji atas masukan dan saran yang telah diberikan demi perbaikan

skripsi ini.

4. Bapak Dr. Sutarman, M.Sc. selaku dekan FMIPA USU.

5. Bapak Prof. Dr. Tulus, M.Si. dan Ibu Dr. Mardiningsih, M.Si. selaku ketua

dan sekretaris Departemen Matematika FMIPA USU.

6. Ibunda tercinta Sudarti, Ayahanda tercinta Muhammad Imran dan abangda

Juanda Koko Satrio dan adik Yenni Triastuti tersayang atas segala pengertian,

kesabaran, dukungan, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada penulis

selama di bangku perkuliahan hingga akhirnya menyelesaikan skripsi ini.

7. Teman-teman angkatan 2010 tersayang terkhusus untuk Kesebelasan, Ade,

(6)

banyak lagi yang tak tersebutkan namanya yang telah membantu penulis

dengan memberikan semangat dan doa dalam menyelesaikan tulisan ini.

8. Atlet UKM Bola Voli USU, Wahyu, Mas Tiyok, Diva, Bang Lulik, Tukinik,

Kak Tuty, Bang Pandi, Angga, Mas Yudi, Frans, dan Mas Dika, atas

kebahagiaan luar biasa yang kalian berikan, dan masih banyak lagi yang tak

tersebutkan namanya yang telah membantu penulis dengan memberikan

semangat dan doa dalam menyelesaikan tulisan ini.

Penulis juga menyadari masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, baik

dalam teori maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran

dari pembaca demi perbaikan bagi penulis. Semoga segala kebaikan dalam bentuk

bantuan yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT. Akhirnya penulis

berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, November 2014

Penulis

Nita Mulia Sari

(7)

PENERAPAN REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD

PADA ANALISIS SURVIVAL DAN IDENTIFIKASI

FAKTOR LAMA STUDI MAHASISWA S-1

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAK

Analisis survival (Survival Analysis) merupakan analisis statistika khusus yang digunakan untuk menganalisis data yang variabelnya berkaitan dengan waktu hingga munculnya suatu peristiwa. Tingginya tingkat keberhasilan mahasiswa dan rendahnya tingkat kegagalan mahasiswa dapat mencerminkan kualitas proses belajar mengajar dari suatu perguruan tinggi. Kebutuhan akan analisis dan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi lama studi mahasiswa S-1 Manajemen Faklutas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, menjadi alasan dilakukan penelitian terhadap waktu survival mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif dari 229 mahasiswa ditemukan 116 kasus (50,7%) yang mengalami kejadian yaitu kelulusan. Metode Kaplan-Meier digunakan untuk mengestimasi probabilitas survival lama studi mahasiswa. Faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap lama studi mahasiswa adalah asal daerah sekolah SMA, jalur masuk dan IPK. Penelitian ini juga menggunakan regresi cox proportional hazard sebagai model yang menggambarkan besar resiko lama studi mahasiswa berdasarkan faktor yang mempengaruhi survival tersebut. Berdasarkan model diperoleh mahasiswa dengan IPK tinggi memiliki peluang kelulusan 2,103 kali lebih besar dibanding IPK rendah.

(8)

APLICATION OF REGRESSION IN SURVIVAL ANALYSIS AND THE IDENTIFICATION OF THE STUDENT’S COURSE DURATION

FACTOR S-1 MANAJEMEN FACULTY OF EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRACT

Analysis of survival (Survival Analysis) is specialized statistical analysis used to analyze the data variables related to the time until the appearance of an event. The high level of student success and lower failure rates can reflect the quality of the student learning process of a college. The need for analysis and information about the factors that affect the S-1 student study Faklutas Management Economics, University of North Sumatra, the reason for an examination of the survival time student. The results showed descriptively of 229 college students found 116 cases (50.7%) who experienced the events of graduation. Kaplan-Meier method was used to estimate the probability of survival period of study students. The factors that significantly affect the course duration students are from the high school, and IPK asuk lines. This study also used Cox regression hazard proportioan as a model that describes the study duration greater risk students based on factors that affect the survival. Based on the model obtained with a high IPK student has the opportunity pass 2,103 times greater than a low IPK.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan i

Pernyataan ii

Penghargaan iii

Abstrak v

Abstract vi

Daftar Isi vii

Daftar Tabel ix

Daftar Gambar x

Daftar Lampiran iix

Bab 1. Pendahuluan 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 4

1.3 Batasan Masalah 4

1.4 Tujuan Penelitian 4

1.5 Kontribusi Penelitian 5

Bab 2. Landasan Teori 6

2.1 Analisis Survival 6

2.1.1 Data Tersensor 7

2.1.2 Fungsi Survival dan Fungsi Hazard 9

2.2 Kaplan Meier 12

2.3 Uji Log rank 13

2.4 Cox Proportional Hazard 14

2.5 Faktor Lama Studi Mahasiswa 17

Bab 3. Metode Penelitian 19

3.1 Sumber Data 19

3.2 Populasi 19

3.3 Sampel 19

3.4 Variabel dan Definisi Operasional 19

3.4.1 variabel 19

3.4.2 Definisi Operasional 20

3.5 Pengumpulan Data 22

3.6 Pengolahan Data 22

(10)

Bab 4. Hasil dan Pembahasan 25

4.1 Gambaran Data Penelitian 25

4.2 Keterbatasan Data dan Penelitian 25

4.3 Analisis Data 26

4.3.1 Analisis Univariat 26

4.3.2 Analisis Bivariat 32

4.3.3 Analisis Multivariat 42

Bab 5. Kesimpulan dan Saran 45

5.1 Kesimpulan 45

5.1 Saran 46

Daftar Pustaka

47

Lampiran 1 49

(11)

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

Tabel

4.1 Ukuran Statistik Waktu Survival Lama Studi Mahasiswa 26

Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

tahun Angkatan 2008.

4.2 Estimasi Probabilitas Survival Lama Stdi Mahasiswa 33

Manajemen FE USU Tahun Angkatan 2008 Menggunakan

Metode Kaplan-Meier.

4.3 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 35

Manajemen FE USU Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan

Asal Daerah Sekolah SMA Menggunakan Metode Kapalan-Meier

4.4 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 36

Manajemen FE USU Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Status

Sekolah SMA Menggunakan Metode Kapalan-Meier

4.5 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 38

Manajemen FE USU Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan

Penghasilan Orang Tua Menggunakan Metode Kapalan-Meier

4.6 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen 39

FE USU Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Penghasilan

Orang Tua Menggunakan Metode Kapalan-Meier

4.7 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen 41

FE USU Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Jalur Masuk

Menggunakan Metode Kapalan-Meier

4.8 Analisis Variabel Kandidat dengan Survival Lama 42

Studi Mahasiswa Menggunakan Regresi Cox

4.9 Hasil Uji Asumsi Proportional Hazard dengan 43

Time Dependent Covariat

4.10 Hasil Akhir Pengontrolan Variabel Kandidat Menggunakan 43

(12)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

Gambar

2.1 Grafik Data Tersensor 8

2.2 Kurva Fungsi Survival 10

2.3 Kurva Fungsi Hazard 11

4.1 Distribusi Frekuensi Waktu 27

4.2 Distribusi Frekuensi Asal Daerah Sekolah SMA Mahasiswa 28

Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

4.3 Distribusi Frekuensi Status Sekolah SMA Mahasiswa 29 Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

4.4 Distribusi Frekuensi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Mahasiswa 30 Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

4.5 Distribusi Frekuensi Penghasilan Orang Tua Mahasiswa Manajemen 31

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

4.6 Distribusi Frekuensi Jalur Masuk Mahasiswa Manajemen Fakultas 32 Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

4.7 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 47

Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008.

4.8 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 35

Manajemen Berdasarkan Asal Daerah Sekolah SMA di FE USU

Tahun Angkatan 2008

4.9 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 37

Manajemen Berdasarkan Status Sekolah SMA di Fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

4.10 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 38

Manajemen Berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

(13)

4.11 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 40 Manajemen Berdasarkan Penghasilan Orang Tua

FE USU Tahun Angkatan 2008

4.12 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa 42 Manajemen Berdasarkan Penghasilan Orang Tua

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

Lamp

1. Lampiran 1 49

(15)

PENERAPAN REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD

PADA ANALISIS SURVIVAL DAN IDENTIFIKASI

FAKTOR LAMA STUDI MAHASISWA S-1

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAK

Analisis survival (Survival Analysis) merupakan analisis statistika khusus yang digunakan untuk menganalisis data yang variabelnya berkaitan dengan waktu hingga munculnya suatu peristiwa. Tingginya tingkat keberhasilan mahasiswa dan rendahnya tingkat kegagalan mahasiswa dapat mencerminkan kualitas proses belajar mengajar dari suatu perguruan tinggi. Kebutuhan akan analisis dan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi lama studi mahasiswa S-1 Manajemen Faklutas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, menjadi alasan dilakukan penelitian terhadap waktu survival mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif dari 229 mahasiswa ditemukan 116 kasus (50,7%) yang mengalami kejadian yaitu kelulusan. Metode Kaplan-Meier digunakan untuk mengestimasi probabilitas survival lama studi mahasiswa. Faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap lama studi mahasiswa adalah asal daerah sekolah SMA, jalur masuk dan IPK. Penelitian ini juga menggunakan regresi cox proportional hazard sebagai model yang menggambarkan besar resiko lama studi mahasiswa berdasarkan faktor yang mempengaruhi survival tersebut. Berdasarkan model diperoleh mahasiswa dengan IPK tinggi memiliki peluang kelulusan 2,103 kali lebih besar dibanding IPK rendah.

(16)

APLICATION OF REGRESSION IN SURVIVAL ANALYSIS AND THE IDENTIFICATION OF THE STUDENT’S COURSE DURATION

FACTOR S-1 MANAJEMEN FACULTY OF EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRACT

Analysis of survival (Survival Analysis) is specialized statistical analysis used to analyze the data variables related to the time until the appearance of an event. The high level of student success and lower failure rates can reflect the quality of the student learning process of a college. The need for analysis and information about the factors that affect the S-1 student study Faklutas Management Economics, University of North Sumatra, the reason for an examination of the survival time student. The results showed descriptively of 229 college students found 116 cases (50.7%) who experienced the events of graduation. Kaplan-Meier method was used to estimate the probability of survival period of study students. The factors that significantly affect the course duration students are from the high school, and IPK asuk lines. This study also used Cox regression hazard proportioan as a model that describes the study duration greater risk students based on factors that affect the survival. Based on the model obtained with a high IPK student has the opportunity pass 2,103 times greater than a low IPK.

(17)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ada banyak penelitian yang outcome nya berkaitan dengan lama waktu. Secara umum waktu ini dikatakan waktu kesintasan. Banyak metode analisis yang dapat

digunakan untuk waktu kesintasan yang lengkap. Namun faktanya dilihat data

yang ada di masyarakat sulit sekali ditemukan data dengan waktu kesintasan yang

lengkap dan data tersebut jarang terdistribusi secara normal, melainkan miring dan

secara khas terdiri dari banyak kejadian baru. Oleh karena itu dibutuhkan analisis

khusus untuk menyelesaikan masalah ini. Metode ini dikenal sebagai analisis

survival (survival analysis).

Analisis survival atau dikenal sebagai analisis ketahanan hidup (survival analysis) merupakan analisis statistika khusus yang membantu menganalisis suatu kasus yang tidak dapat diselesaikan dengan analisis statistika standard. Analisis

ini digunakan ketika kasus berkaitan dengan waktu atau lama waktu hingga terjadi

peristiwa tertentu dan kemungkinan adanya data tersensor merupakan

karakteristik khas yang membedakannya dengan analisis ini. Kejadian pada

analisis ini adalah kelulusan mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Universitas Sumatera Utara. Untuk selanjutnya istilah kesintasan akan

digunakan pada penulisan ini.

Regresi cox atau cox proportional hazard merupakan pemodelan yang sangat umum dan popular pada analisis ini. Dikatakan umum karena model ini

tidak didasarkan pada asumsi – asumsi tentang sifat atau bentuk distribusi yang

mendasari kesintasan dan model ini sangat popular karena fungsi baseline hazard

(18)

dan kurva kesintasan biasa untuk situasi data yang bervariasi dapat diperoleh

dengan model ini. Selain itu model cox proportional hazard dikatakan juga sebagai model robust, yaitu hasil dari model cox ini hampir sama dengan hasil

menggunakan model parametrik (Kleinbaum dan Klein, 2005). Cox proportional hazard merupakan pendekatan model matematika yang digunakan untuk mengestimasi kurva survival ketika mempertimbangkan beberapa variable

independen secara serentak (Kleinbaum dan Klein, 2005). Variable–variable ini

merupakan kovariat yang dikenal dengan faktor resiko yaitu factor yang

diestimasi mempengaruhi waktu survival. Cox proportional hazard dapat membedakan waktu survival dari beberapa kelompok observasi sesuai dengan faktor-faktor yang berbeda (Kleinbaum et. al, 2005). Survival yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa untuk menyelesaikan

studinya.

Kualitas mahasiswa adalah tinggi rendahnya penilaian prestasi mahasiswa

selama perkuliahan di perguruan tinggi. Universitas Sumatera Utara (USU)

sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi juga memiliki harapan yang tinggi

agar mahasiswa dapat memiliki prestasi belajar yang baik, sehingga nantinya

ketika lulus bisa meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi. Menurut

Muslimin (2012), melalui IPK yang tinggi akan lebih memungkinkan atau

membuka peluang yang lebih besar bagi para lulusan untuk mendapatkan

pekerjaan. Hal ini dikarenakan salah satu syarat yang sering dijadikan persyaratan

untuk bisa lolos seleksi administrasi adalah besarnya IPK lulusan. Kecenderungan

sekarang semakin banyak instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta, yang

menuntut IPK yang tinggi bagi para pelamarnya.

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) terdiri dari tiga jurusan

(S1) yaitu Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen. Dari tiga jurusan

tersebut diketahui bahwa kualitas mahasiswa Manajemen (2008) sebagian besar

memiliki IPK dibawah 3. Padahal standar IPK syarat untuk melamar pekerjaan

adalah 3,2. Hal ini menyebabkan semakin lama waktu yang diperlukan untuk

(19)

Berdasarkan database dari data yang diperoleh, bahwa masih ada 65

Mahasiswa Departmen Manajemen Fakultas Ekonomi stambuk 2008 yang belum

menyelasaikan studi S-1. Berdasarkan Peraturan Akademik Program Sarjana S-1

Universitas Sumatera Utara pasal 7 point 7. a. Seluruh beban kredit program

pendidikan sarjana reguler dan reguler mandiri harus berhasil diselesaikan

selambat-lambatnya dalam batas masa studi yaitu 12 semester. Oleh karena itu

perlu dilakukan kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi lama studi

sehingga dapat dijadikan informasi yang bermanfaat bagi keberhasilan

mahasiswa. Faktor–faktor yang mempengaruhi lama studi mahasiswa, yaitu: asal

daerah sekolah SMA, status sekolah, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif),

penghasilan orang tua dan jalur masuk. Pemilihan faktor-faktor tersebut dilakukan

berdasarkan pertimbangan ketersediaan data karena mahasiswa yang diteliti saat

ini sebagian sudah dinyatakan lulus.

Di tahun 2008, Ratnaningsih dan Saefuddin melakukan penelitian tentang

kesintasan mahasiswa putus sekolah pada pendidikan tinggi jarak jauh. Mereka

menggunakan estimasi breslow untuk mengetahui peluang kegagalan melanjutkan studi di Universitas Terbuka berdasarkan berbagai karakteristik mahasiswa.

Mega dan Irawan (2013) menggunakan pendekatan Bayesian Mixture Survival untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa berhenti studi (droup out). Pada penelitian ini penulis mencoba memakai metode Kaplan-Meier dan pemodelan Regresi Cox Proportional hazard untuk mengestimasi survival studi mahasiswa dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi lama studi mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi

(20)

1.2 Rumusan Masalah

Karena masih banyak mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi USU

stambuk 2008 yang masih belum menyelesaikan studinya padahal sudah sampai

batas akhir masa studi, masalah utama yang akan diteliti ialah berapa probabilitas

survival studi mahasiswa menggunakan regresi Cox Proportional Hazard

berdasarkan faktor jalur masuk, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dan asal sekolah

SMA, status sekolah dan penghasilan orang tua yang mempengaruhi survival

tersebut.

1.3 Pembatasan Masalah

Masalah yang diteliti dibatasi pada pembentukan model cox proportional hazard

dan estimasi fungsi survival menggunakan metode Kaplan-Meier. Sedangkan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder yaitu mahasiswa S-1

Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun angkatan 2008,

yang berjumlah 235 mahasiswa. Namun karena alasan kelengkapan, data yang

bisa diteliti hanya 229 mahasiswa. Dalam hal ini data hanya sebagai bahan untuk

perhitungan dan tidak memperhatikan bagaimana pengaruh dan fenomena yang

terjadi pada data yang digunakan.

1.4 Tujuan penelitian

(21)

dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi survival tersebut dan menentukan model cox proportional hazard.

1.5 Kontribusi Penelitian

Penelitian tugas akhir ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi

mengenai penerapan statistika khususnya aplikasi model regresi cox proportional hazard pada analisis survival. Dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi lama studi mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara serta menambah referensi bagi pembaca dalam

(22)

BAB 2

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dipaparkan teori-teori yang menjadi dasar dan landasan dalam

penelitian sehingga membantu mempermudah pembahasan bab selanjutnya dan

pembahasan utama dalam penelitian ini. Teori tersebut meliputi analisis survival

data tersensor, fungsi survival dan fungsi hazard, estimasi Kaplan-Meier, model

cox proportional hazard.

2.1 Analisis Survival

Armitage dan Berry (1987) mengatakan bahwa analisis survival merupakan analisis yang melibatkan uji statistik untuk menganalisis data yang variabelnya

berkaitan dengan waktu atau lamanya waktu sampai terjadinya peristiwa tertentu.

Menurut Klein baum dan Klein (2005) analisis survival adalah kumpulan dari prosedur statistik untuk menganalisis data dimana outcome variabelnya adalah waktu hingga terjadi peristiwa muncul. Waktu survival dapat didefinisikan sebagai waktu dari awal observasi hingga terjadinya peristiwa, dapat berupa hari,

bulan, maupun tahun.

Menurut Le (2003) dalam menentukan waktu survival, T, terdapat tiga elemen dasar yang diperlukan yaitu:

1. Waktu awal (time origin).

2. Peristiwa akhir/waktu akhir (failure event).

3. Skala waktu sebagai satuan pengukuran waktu.

T (lama waktu)

(23)

T adalah lama dari waktu awal (time origin) harus didefinisikan dengan jelas, yaitu waktu awal melakukan studi. Begitu juga waktu akhir harus

didefinisikan secara jelas yaitu kegagalan dalam menyelasaikan studi (skala

waktu) (Le, 2003).

Analisis survival memiliki beberapa tujuan (Kleinbaum dan Klein, 2005): 1. Mengestimasi dan mengiterpretasikan fungsi survival dan fungsi

hazard.

2. Membandingkan fungsi survival dan fungsi hazard.

3. Mengestimasi hubungan antara variabel penjelas dengan waktu

survival.

2.1.1 Data Tersensor

Perbedaan antara analisis survival dengan analisis statistika lainnya adalah terjadinya suatu peristiwa yang lama waktu terjadinya terhadap objek adalah

bervariasi. Selain itu adanya data tersensor pada analisis survival. Menurut Machin et. al (2006) data dikatakan tersensor jika pengamatan waktu survival

hanya sebagian, tidak sampai failure event. Penyebab terjadinya data tersensor antara lain (Le, 2003):

1. Loss to follow up, terjadi bila objek yang kita alami hilang dalam pengamatan.

2. Drop out, terjadi bila perlakuan dihentikan karena alasan tertentu.

3. Termination of study, terjadi bila masa penelitian berakhir sementara objek yang diobservasi belum mencapai failure event.

Sedangkan menurut Kleinbaum dan Klein (2005) ada 3 alasan umum terjadinya

penyensoran, yaitu:

1. Objek belum mengalami peristiwa sebelum masa penelitian berakhir.

(24)

3. Objek ditarik dari penelitian karena kegagalan atau disebabkan alas an

lain.

Situasi ini diilustrasikan dengan grafik di bawah ini. Grafik menggambarkan

beberapa orang atau objek yang diikuti X menyatakan orang atau objek yang mendapatkan peritiwa.

Gambar 2.1 Grafik Data Tersensor

Dalam bukunya Crowder et. al (1991) mengatakan bahwa ada tiga jenis penyensoran, yaitu:

1. Left-censored, pengamatan dikatakan left-cencored jika objek yang diobservasi mengalami peristiwa di bawah waktu yang telah ditetapkan atau

ketika masa observasi belum selesai.

2. Right-censored, pengamatan dikatakan right-cencored jika objek masih hidup atau masih beroperasi ketika masa observasi telah selesai.

3. Interval-censored, ketika objek mengalami peristiwa diantara interval waktu tertentu maka pengamatan dikatakan interval-censored.

dikeluarkan

hilang

X

X

Penelitian berakhir

Penelitian berakhir

(25)

Menurut Lee dan Wang (2003) ada 3 tipe penyensoran data, yaitu:

1. Tipe I, jika objek-objek diobservasi selama waktu tertentu, namun ada

beberapa objek yang mengalami peristiwa setelah periode atau masa

observasi selesai, dan sebagian lagi mengalami peristiwa diluar dari yang

ditetapkan.

2. Tipe II, masa obsevasi selesai setelah sejumlah objek yang diobservasi

diharapkan mengalami peristiwa yang ditetapkan, sedang objek yang tidak

mengalami peristiwa disensor.

3. Tipe III, jika waktu awal dan waktu berhentinya observasi dari objek berbeda-beda. Sensor tipe III ini sering disebut sebagai random-censored.

2.1.2. Fungsi Survival dan Fungsi Hazard

Pada analisis survival ada 2 hal yang mendasar yaitu fungsi survival dan fungsi

hazard. Fungsi survival merupakan fungsi dasar dari analisis ini, karena meliputi probabilitas survival dari waktu yang berbeda-beda yang memberikan informasi

penting tentang data survival. Secara teori, fungsi survival dapat digambarkan

dengan kurva mulus dan memilki karakteristik sebagai berikut (Kleinbaum dan

Klein, 2005):

1. Tidak meningkat, kurva cenderung menurun ketika t meningkat.

2. Untuk t = 0, S(t) = S(0) = 1 adalah awal dari penelitian, karena tidak ada objek yang mengalami peristiwa, probabilitas dari suatu survival 0 adalah 1.

3. Untuk t = ∞, S(t) = S(∞) = 0 secara teori, jika periode penelitian meningkat tanpa limit maka tidak ada satu pun yang bertahan sehingga kurva survival

(26)

Gambar 2.2 Kurva Fungsi Survival

Berbeda dengan fungsi survival yang fokus pada tidak terjadinya

peristiwa, fungsi hazard fokus pada terjadinya peristiwa. Oleh karena itu fungsi

hazard dapat dipandang senagai pemberi informasi yang berlawanan dengan

fungsi survival. Sama halnya dengan kurva fungsi survival, kurva fungsi hazard

juga memiliki karakteristik, yaitu (Kleinbaum dan Klein 2005):

1. Selalu nonnegatif, yaitu sama atau lebih besar dari nol

2. Tidak memiliki batas atas

Selain itu fungsi hazard juga digunakan untuk alasan:

1. Member gambaran tentang keadaan failure rate. 2. Mengidentifikasi bentuk model yang spesifik

(27)

Gambar 2.3 Kurva Fungsi Hazard

Misalkan T melambangkan waktu survival dari waktu awal sampai terjadinya peristiwa yang merupakan variable acak yang memiliki karakteristik fungsi

survival dan fungsi hazard. Jika fungsi survival dinotasikan dengan �(�), didefinisikan sebagai probabilitas suatu objek yang bertahan lebih dari � waktu,

maka (Le, 2003):

�(�) =��(�>�), � ≥0

(2.1)

�(�) dikenal juga sebagai rata-rata survival, dan fungsi hazard merupakan laju

failure atau kegagalan sesaat dengan asumsi objek telah bertahan sampai waktu ke-t, yang didefinisikan sebagai berikut :

ℎ(�) =�(�)

�(�)

(2.2)

dengan f(t) adalah fungsi kepadatan probabilitas T. Sekarang misalkan �(�) = Pr(� ≤ �) =∫ �0� (�)�� , � ≥0 adalah fungsi distribusi kumulatif dari T, maka fungsi survival menjadi (Korosteleva,2003):

�(�) =��(�> �) =∫ � (�)�� = 1− �(�), � ≥0

(2.3)

Dan fungsi hazard kumulatif �(�), didefinisikan sebagai:

h(t)

(28)

�(�) =∫ ℎ0� (�)��� ≥0 (2.4)

2.2Kaplan-Meier

Telah diketahui bahwa salah satu tujuan dari analisis survival ialah mengestimasi

dan menginterpretasi fungsi survival dan fungsi hazard. Banyak metode yang

digunakan untuk mengestimasi fungsi survival, diantaranya Nelson-Aalen estimator, metode life-table (actuarial), metode Kaplan-Meier, AFT, bayessian counting process dan lain-lain. Namun dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Kaplan-Meier. Penelitian ini ialah penelitian statstik

nonparametric dengan data tersensor, sehingga penggunaan metode

Kaplan-Meier adalah yang paling baik.

Sebenarnya metode life-table sama dengan Kaplan-Meier, namun pada life-table objek di klasifikasikan berdasarkan karakteristik tertentu yang masing-masing karakteristik disusun dengan interval dengan menganggap

peluang terjadinya efek selama masa interval adalah konstan, sehingga data yang

diperoleh akan lebih umum. Sedangkan pada metode Kaplan-Meier objek

dianalisis sesuai dengan waktu aslinya masing-masing. Hal ini mengakibatkan

proporsi survival yang pasti karena menggunakan waktu survival secara tepat

sehingga diperoleh data yang lebih akurat. Selain itu Kaplan-Meier merupakan

metode yang digunakan ketika tidak ada model yang layak untuk data survival.

Selama hampir 4 dekade metode estimasi Kaplan- Meier merupakan salah satu

dari kunci metode statistika untuk analisis data survival tersensor, estimasi

Kaplan-Meier dikenal juga dengan estimasi product limit.

Misalkan sebanyak k waktu survival diamati, yang diatur dalam urutan meningkat yaitu �1 <�2 < ⋯< ��, andaikan waktu survival diamati secara jelas pada sampel berukuran n dari sebuah populasi yang homogen dengan fungsi

(29)

�̂ (t) = , t≥ 0

�� = ���������������������� masih bertahan pada �� (1≤ � ≤ �)

�� = menyatakan jumlah objek yang lulus pada ��

2.3Uji Log Rank

Pada statistika, uji log-ran k (uji mantel-cox) adalah sebuah uji hipotesis untuk membandingkan fungsi survival diantara dua kelompok. Uji ini merupakan uji

statistik nonparametrik dan sesuai digunakan ketika data tidak simetris yaitu data

miring ke kanan. Uji log-rank diperluas untuk analisis stratifikasi, sebagai contoh, pengaruh variabel prognostik yang patut dperhitungkan, dan untuk

membandingkan tiga grup atau lebih (Machin et. al, 2006).

Menurut Armitage dan Berry (1987) langkah pengerjaan uji ini ialah menyusun

waktu survival, mengurutkan kedua grup yang diobservasi. Misalkan ada dua grup A dan B, jika �� menyatakan waktu ada �� objek yang mengalami peristiwa

misalnya kelulusan dan ��,�� masing-masing menyatakan jumlah objek yang

memiliki resiko namun masih bertahan dari grup A dan B, maka ekspektasi

banyaknya objek yang mengalami peristiwa ialah:

�(���) = �����

��

���(���) =��(�� − ��)����

2(

� −1)

Uji statistik untuk kesamaan rata-rata peristiwa (misalnya kelulusan) dari kedua

grup ialah dengan:

�22 =

(∑ ���− ∑ �(���))2

∑ �(���) +

(∑ ���− ∑ �(���))2

(30)

2.4Cox Proportional Hazard

Fungsi survival dan fungsi hazard merupakan analisis yang digunakan untuk

melihat perbedaan 2 kelompok atau lebih. Namun apabila variabel-variabel

kovariat yang ingin dikontrol atau bila menggunakan beberapa variabel penjelas

dalam menjelaskan hubungan antara waktu survival maka regresi cox lah yang

digunakan. Jadi regresi cox merupakan model yang menggambarkan hubungan

antara waktu survival sebagai variabel dependen dengan 1 set variabel

independen. Variabel independen ini bias kontinu maupun kategorik.

Cox proportional hazard merupakan pemodelan yang digunakan dalam analisis survival yang merupakan model semiparametrik. Regresi cox proportional hazard digunakan bila outcome yang diamati adalah panjang waktu suatu kejadian. Pada mulanya pemodelan ini digunakan pada cabang statistika

khususnya biostatistika yaitu digunakan untuk menganalisis kematian atau

harapan hidup seseorang. Namun seiring perkembangan zaman pemodelan ini

banyak dimanfaatkan di berbagai bidang. Diantaranya bidang akademik,

kedokteran, sosial, science, teknik, pertanian dan sebagainya.

Menurut Machin et. al (2006) dengan menotasikan rata-rata fungsi hazardℎ0(�), kita dapat menentukan hazard (resiko) objek tertentu ℎ(�), dengan:

ℎ(�) =�(�)ℎ0(�)

(2.9)

(31)

�(�) = ℎ(�)

ℎ0(�)

(2.10)

Ketika �(�) tidak berubah maka ℎ(�) =ℎ, dimana h adalah konstanta.

Formula model Cox merupakan perkalian dari dua besaran yaitu fungsi baseline hazard dan bentuk eksponensial untuk penjumlahan linier dari βiXi ,yaitu penjumlahan dari p variabel independent X (Kleinbaum dan Klein, 2005).

ℎ0( t ) × �∑��=1����

baselin hazard Eksponensial melibatkan t melibatkan x

tetapi tidak x tetapi tidak t

Pada model regresi umum, fungsi hazard tergantung pada t dan kovariat dependen �1(�),�2(�), … ,�(�). Dan pada model cox proportional hazard

sederhana, dimana kovariat �1,�2, … ,�� tergantung pada t maka fungsi hazard

nya adalah sebagai berikut:

ℎ(�,�1,�2, … ,��,�1,�2, … ,��) =ℎ0(�)���{�1�1+�2�2+⋯+����}

(2.11)

fungsi ℎ0(�) dikatakan sebagai fungsi dasar dari hazard, yaitu ketika fungsi

hazard dari objek yang nilai semua kovariatnya adalah nol (biasanya sebagai hipotesis) (Korosteleva, 2003).

Karakteristik penting dari formula ini ialah mengenai asumsi propotional

hazard yuitu baseline hazard ialah fungsi dari t tetapi tidak melibatkan variabel X.

Berbeda dengan bentuk eksponensial yang melibatkan variabel X tetapi tidak melibatkan t. X dikatakan time-independent (tidak tergantung waktu). Asumsi pada model cox proportional hazard ialah hazard rasio yang membandingkan 2 kategori dari variabel independen adalah konstan pada setiap waktu atau tidak

bergantung pada waktu. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka model yang

(32)

baseline hazard, h0 (t), ialah fungsi yang tidak ditentukan. Inilah yang membuat

cox proportional hazard merupakan model semiparametrik.

Model cox proportional hazard merupakan pemodelan yang sangat terkenal pada analisis kesintasan. Menurut Kleinbaum dan Klein (2005) hal yang

menyebabkan model ini terkenal dan digunakan secara luas antara lain:

1. Model cox merupakan model semiparametrik

2. Dapat mengestimasi hazard ratio tanpa perlu h0 (t) atau baseline hazard

function.

3. Dapat mengestimasi h0 (t), h(t, X), dan fungsi kesintasan walaupun h0 (t)

tidak spesifik.

4. Merupakan model robust sehingga hasil dari model cox hampir sama dengan hasil model parametrik.

5. Model yang aman dipilih ketika berada dalam keraguan untuk menentukan model parametriknya, sehingga tidak ada ketakutan tentang pilihan model parametrik yang salah

6. Lebih baik daripada model logistik ketika tersedianya informasi tentang waktu survival dan adanya pensensoran.

2.5Faktor Lama Studi Mahasiswa

Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat

tetap ada dan berkembang. Salah satu jenjang pendidikan yang menjadi

persyaratan dasar dalam mencari pekerjaan adalah perguruan tinggi, yang mana

perguruan tinggi akan mempersiapkan calon-calon sarjana yang handal dan

mempunyai keterampilan dibidangnya. Pada dasarnya setiap perguruan tinggi

berusaha semaksimal mungkin meningkatkan mutu kelulusan para mahasiswanya,

baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kuantitas diharapkan jumlah

mahasiswa yang lulus sama dengan yang terdaftar. Sedangkan secara kualitas

diharapkan para mahasiswa dapat lulus dengan IPK yang maksimal dan tepat

(33)

Berdasarkan hal tersebut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas

mahasiswa perlu diperhatikan baik dari internal maupun eksternal. Faktor internal

yang mempengaruhi kualitas adalah indeks prestasi kumulatif (IPK) dan jalur

masuk. Faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas adalah asal daerah sekolah

SMA, status sekolah SMA dan penghasilan orang tua.

1. Asal daerah sekolah

Biasanya mahasiswa yang berasal dari luar daerah akan memiliki daya juang yang

tinggi karena ia menyadari orang tuanya sudah berusaha dengan keras untuk

memenuhi biaya pendidikannya baik biaya kost, makan, dan biaya kuliah

sehingga ia akan berusaha untuk lulus secepat mungkin atau tepat waktu.

2. Status Sekolah

Latar belakang pendidikan yang baik akan menghasilkan mahasiswa yang rajin

dan disiplin. Hal itu bisa menjadi dasar yang kuat untuk sukses dalam studinya.

3. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

Seorang lulusan dikatakan baik apabila lulus tepat waktu atau waktu lama studi

tidak lebih dari 4 tahun (48 bulan) untuk jenjang Strata 1 (S1) dan diikuti dengan

nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang baik pula. Berdasarkan buku

Akademik Universitas Sumatera Utara, waktu lama studi adalah waktu yang

dibutuhkan seorang mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan sesuai dengan

jenjang masing-masing. IPK adalah alat ukur berupa angka yang menunjukkan

prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester

pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh. Menurut buku

Panduan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, pendidikan program S1

dijadwalkan untuk diselesaikan dalam 8 semester (4 tahun) atau dapat ditempuh

kurang dari 8 semester dan selama-lamanya 12 semester (6 tahun). Mahasiswa

dikatakan lulus dari PT apabila telah memenuhi syarat kelulusan yakni telah

(34)

ditetapkan di dalam kurikulum masing-masing program studi, pada program

Managemen yaitu sebanyak 144 sks.

4. Penghasilan orang tua

Orang tua yang mempunyai penghasilan yang baik akan mampu membiayai

pendidikan mahasiswa. Sehingga mahasiswa bisa fokus dalam belajar karena

tidak harus bekerja keras untuk mencari biaya kuliah.

5. Jalur masuk

Mahasiswa yang masuk melalui jalur mandiri biasanya lebih santai dibandingkan

mahasiswa yang masuk melalui ujian tertulis, karena untuk masuk ke perguruan

tinggi ia harus berjuang keras (usaha yang sungguh-sungguh) sehingga ia akan

(35)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Sumber Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yaitu lama

mahasiswa (dalam semester) S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara tahun angkatan 2008.

3.2 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Manajemen Fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3.3 Sampel

Sampel dalam penelitian ini ialah mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara stambuk 2008. Yang melakukan registrasi awal pada

tahun 2008 yang berstatus masih aktif kuliah dimulai dari semester 7, yakni

sebanyak 235 orang mahasiswa. Sampel penelitian yang diambil ialah mahasiswa

yang memiliki data yang lengkap sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin

dicapai.

3.4 Variabel dan Defenisi Operasional

3.4.1 Variabel

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah waktu yang diperlukan mahasiswa

dalam menjalankan studi hingga akhir studi dinyatakan lulus S-1 yang

dilambangkan dengan t dan satuan waktunya adalah semester. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini ialah variabel yang tersedia dari

(36)

1. Asal daerah sekolah SMA

2. Status sekolah SMA

3. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

4. Penghasilan orang tua

5. Jalur masuk

Variabel dependen dan variabel independen diukur berdasarkan database

mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi USU.

3.4.2 Defenisi Operasional

Variabel dependen pada penelitian ini ialah waktu survival lama studi mahasiswa

dimulai dari semester 7 sampai pengamatan terakhir semester 11, lalu dilakukan

pengecekan terhadap status mahasiswa. Mahasiswa dikatakan mengalami kejadian

(kelulusan) apabila ada keterangan dari data bahwa mahasiswa tersebut

dinyatakan lulus. Untuk mahasiswa yang tidak diketahui statusnya pada akhir

pengamatan dikatakan tersensor (beresiko).

Hasil : waktu survival (semester)

Skala : nominal

Status : mengalami kejadian (kelulusan) = 1

Tersensor (beresiko) = 0

Variabel independen dalam penelitian ini ialah:

Asal daerah sekolah SMA

Asal daerah sekolah mahasiswa sesuai dengan yang tertera di data mahasiswa,

dengan kategori wilayah kota Medan dan luar kota Medan. Kota Medan ( Medan,

Binjai, Tanjung Morawa ).

Hasil : Medan dan luar Medan

Skala : nominal

(37)

Luar Medan = 2

Status Sekolah SMA

Status sekolah mahasiswa sesuai dengan yang tertera di data mahasiswa

Hasil : Negeri dan Swasta

Skala : nominal

Status : Negeri = 1

Swasta = 2

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

Hasil : IPK < 2,75, 2,75 ≤ IPK ≤ 3,00, IPK > 3,00

Skala : nominal

Status : IPK < 2,75 = 1

2,75 ≤ IPK ≤ 3,00 = 2

IPK > 3,00 = 3

Penghasilan orang tua

Penghasilan orang tua sesuai dengan yang tertera di data mahasiswa

Hasil : Rp 500.000-Rp 1.000.000, Rp 1.000.000-Rp 2.500.000, Rp 2.500.000-Rp

5.000.000, Rp 5.000.000-Rp 7.500.000.

Skala : nominal

Status : Rp 500.000-Rp 1.000.000 = 1

Rp 1.000.000-Rp 2.500.000 = 2

Rp 2.500.000-Rp 5.000.000 = 3

Rp 5.000.000-Rp 7.500.000 = 4

Jalur masuk

Jenis jalur masuk mahasiswa sesuai yang tertera di data base

Hasil : Undangan, UMB, SNMPTN, dan Mandiri

Skala : nominal

Status : Undangan = 1

(38)

SNMPTN = 3

Mandiri = 4

3.5 Pengumpulan Data

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa (S1) Manajemen Fakultas

Ekonomi USU dimulai dari semester 7 sampai 11. Data yang digunakan adalah

data sekunder dari kantor bagian akademik mahasiswa Manajemen Fakultas

Ekonomi USU. Data mahasiswa yaitu asal daerah sekolah SMA, status sekolah

SMA, jalur masuk, penghasilan orang tua,dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Data yang diperoleh akan disesuaikan dengan batasan untuk dijadikan data

penelitian.

3.6 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Editing, yaitu mengkaji dan meneliti data yang telah terkumpul dari hasil data base mahasiswa.

2. Coding, yaitu pemberian kode pada data untuk mempermudah proses memasukkan data ke dalam program komputer.

3. Entry, yaitu memasukkan data ke dalam program computer untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

4. Tabulating, yaitu setelah data tersebut masuk ke dalam program computer kemudian direkap dan disusun dalam bentuk tabel agar dapat di baca

(39)

3.7 Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan bantuan software statistik SPSS versi 16,0 dan Microsoft exel untuk menggambarkan karakteristik data. Adapun analisis yang

akan dilakukan ialah analisis univariat, bivariat, dan multivariat.

1. Analisis univariat merupakan analisis distribusi variabel tunggal. Pada

analisis univariat akan digambarkan karakteristik data masing-masing

variabel dependen dan variabel independen lama studi mahasiswa

Manajemen Fakultas Ekonomi USU. Analisis ini hanya menghasilkan

distribusi dan persentase dari tiap variabel. Untuk mendukung

karakteristik lama studi mahasiswa dalam bentuk diagram.

2. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara 1 variabel

independen dengan variabel dependen. Pada analisis ini digunakan metode

Kaplan-Meier untuk menentukan estimasi survival kelulusan mahasiswa.

Selanjutnya untuk menentukan apakah ada perbedaan fungsi survival

antara variabel independen digunakan uji log rank. Jika didapat p > 0,05 maka tidak ada perbedaan antara variabel independen dengan fungsi

survival atau dapat dilihat dari kurva survival yang saling berpotongan

yang menandakan tidak adanya perbedaan antara variabel independen

dengan fungsi survival.

3. Analisis multivariat digunakan untuk mengetahui berapa besar hubungan

beberapa variabel secara serentak terhadap variabel dependennya.

Regresi Cox Proportional Hazard digunakan untuk analisis ini.

Pada analisis ini langkah awal yang harus dilakukan ialah

menentukan variabel kandidat yang akan diikutsertakan pada analisis

multivariat. Variabel yang akan diikutsertakan merupakan variabel yang

(40)

(Sirait et. al, 2003) pada analisis bivariat. Diantara variabel kandidat tersebut ditentukan variabel independen yang berpengaruh terhadap waktu

(p < 0,05). Selanjutnya dilakukan pengujian interaksi antara variabel

independen dengan menggunakan time dependent covariat, jika nilai p <

0,05 berarti interaksi tersebut masuk dalam model. Namun jika nilai p >

(41)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Data Penelitian

Selama penelitian data mahasiswa manajemen fakultas Ekonomi USU tahun 2008

sebanyak 235 kasus akan tetapi yang dapat dianalisis hanya 229 kasus. Hal ini

dikarenakan kurang lengkapnya data mahasiswa yang dibutuhkan untuk

penelitian. Bedasarkan 229 kasus yang diteliti ditemukan 116 kasus (50,7%) yang

mengalami kejadian yaitu kelulusan, 65 kasus (28,4%) yang belum lulus, serta 48

kasus (21%) tidak diketahui keadannya karena tidak adanya nomor telepon yang

bisa dihubungi, selain itu juga karena sangat jauhnya alamat yang bisa dikunjungi

yang pada umumnya berada di luar kota Medan.

4.2. Keterbatasan Data dan Penelitian

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yaitu database

mahasiswa manajemen fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

angkatan 2008. Oleh karena itu tidak semua faktor-faktor yang berhubungan

dengan survival dapat diteliti oleh peneliti. Hal ini dikarenakan keterbatasan

dalam kelengkapan database mahasiswa. Peneliti hanya mengambil database

mahasiswa yang lengkap catatannya.

Selain itu juga dikarenakan oleh data mahasiswa yang tidak lengkap,

seperti nomor telepon, sehingga peneliti mengalami kesulitan untuk menghubungi

mahasiswa agar dapat mendapatkan data yang lebih lengkap tentang studi

mahasiswa. Oleh karena itu peneliti melakukan penyensoran terhadap mahasiswa

yang datanya tidak lengkap.

Selain dikarenakan adanya keterbatasan dalam hal data, keterbatasan

waktu juga menjadi hal yang menyebabkan terbatasnya penelitian. Sangat

sedikitnya waktu untuk melakukan penelitian membuat peneliti hanya membatasi

(42)

karena itu data mahasiswa tahun 2008 lah yang digunakan peneliti untuk diteliti

kemudian dilakukan pengamatan hingga semester 11 tahun 2014.

4.3. Analisis Data 4.3.1. Analisis Univariat

Pada analisis univariat akan digambarkan karakteristik data masing-masing

variabel baik dependen maupun independen lama studi mahasiswa Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara secara deskriptif yang akan

ditampilkan dalam bentuk diagram.

a. Waktu Survival Lama Studi Mahasiswa

Waktu survival lama studi mahasiswa tidak terdistribusi secara normal, lebih

cenderung miring ke kiri, dengan rata-rata dan median . Waktu kesintasan

terpendek ialah 2 hari sementara waktu terpanjang ialah 571 hari. Untuk lebih

[image:42.595.170.457.508.633.2]

jelasnya dapat dilihat pada tabel dan gambar dibawah ini.

Tabel 4.1 Ukuran Statistik Waktu Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun Angkatan 2008.

Ukuran Statistik Waktu (semester)

Minimum 8

Maksimum 11

Rata-rata 8,4

Median 8

(43)
[image:43.595.130.463.96.379.2]

Gambar 4.1. Distribusi Frekuensi Waktu

b. Asal Daerah Sekolah SMA

Asal daerah sekolah mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara tahun angkatan 2008 yang diikutkan dalam penelitian berjumlah

229 orang. Dengan kategori wilayah kota Medan ialah 132 orang dan kategori luar

Medan ialah 97 orang. Mahasiswa terbanyak berasal dari wilayah kota Medan

yaitu 132 orang atau 57,6% dan yang paling sedikit berasal dari wilayah luar kota

Medan yaitu 97 orang atau 42,4%. Untuk lebih jelasnya distribusi lama studi

mahasiswa berdasarkan asal daerah sekolah SMA dapat dilihat pada gambar di

(44)
[image:44.595.130.494.82.339.2]

Gambar 4.2 Distribusi Frekuensi Asal Daerah Sekolah SMA Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

c. Status Sekolah

Status Sekolah mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Sumatera

Utara tahun angkatan 2008 diantaranya ada yang berstatus sekolah swasta dan

negeri. Status sekolah terbanyak mahasiswa ialah negeri yaitu 66,4% (152 orang)

dan yang paling sedikit ialah swasta yaitu 33,6% (77 orang). Distribusi frekuensi

lama studi mahasiswa berdasarkan status sekolah dapat dilihat pada gambar di

bawah ini. 0 20 40 60 80 100 120 140

Medan Luar Medan

frekuensi 132 97

fre

k

u

e

n

s

(45)
[image:45.595.115.477.82.357.2]

Gambar 4.3 Distribusi Frekuensi Status Sekolah SMA Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

d. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara tahun angkatan 2008 dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu

IPK < 2,75, 2,75 < IPK < 3,00 dan IPK > 3,00. Dari 229 orang didapat IPK <

2,75 berjumlah 86 orang (37,6%), dan 2,75 ≤ IPK ≤ 3,00 berjumlah 43 orang

(18,8%), dan selebihnya IPK > 3,00 berjumlah 100 orang (43,7%). Distribusi

frekuensi lama studi mahasiswa berdasarkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 0

20 40 60 80 100 120 140 160

Negeri Swasta

frekuensi 152 77

fre

k

u

e

n

s

(46)
[image:46.595.132.493.83.303.2]

Gambar 4.4 Distribusi Frekuensi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008

e. Penghasilan Orang Tua

Penghasialan orang tua mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara tahun angkatan 2008 dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu

Rp 500.000-Rp 1.000.000, Rp 1.000.000–Rp 2.500.000, Rp 2.500.000–Rp

5.000.000, dan Rp 5.000.000–Rp 7.500.000. Penghasilan orang tua mahasiswa di

bawah Rp 1.000.000 berjumlah 33 orang (14,4%), dan Rp 1.000.000 – Rp

2.500.000 berjumlah 61 orang (26,6%), Rp 2.500.000 – Rp 5.000.000 berjumlah

63 orang (27,5%), dan selebihnya Rp 5.000.000 – Rp 7.500.000 berjumlah 72

orang (31,4%). Distribusi frekuensi lama studi mahasiswa berdasarkan IPK

penghasilan orang tua dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

IPK < 2,75 2,75 <=IPK<=3,00

IPK > 3,00

frekuensi 86 43 100

fre

k

u

e

n

s

(47)
[image:47.595.133.494.83.368.2]

Gambar 4.5 Distribusi Frekuensi Penghasilan Orang Tua Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

f. Jalur Masuk

Jalur masuk mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

tahun angkatan 2008 dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu Undangan, UMB,

SNMPTN, dan Mandiri. Jalur masuk mahasiswa terbanyak ialah jalur UMB yaitu

50,2% (115 orang), dan yang paling sedikit ialah jalur SNMPTN 7% (16 orang).

Untuk jalur mandiri 22,7% (52 orang), dan undangan 20,1% (46 orang). Distribusi

frekuensi lama studi mahasiswa berdasarkan jalur masuk dapat dilihat pada

gambar di bawah ini. 0 10 20 30 40 50 60 70 80

500.000-1.000.000

1.000.000 - 2.500.000

2.500.000 -5.000.000

5.000.000 -7.500.000

frekuensi 33 61 63 72

fre

k

u

e

n

s

(48)
[image:48.595.132.494.81.345.2]

Gambar 4.6 Distribusi Frekuensi Jalur Masuk Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

4.3.2 Analisis Bivariat

Pada analisis bivariat ingin diketahui hubungan antara variabel independen dan

variabel dependen yaitu survival lama studi mahasiswa Manajemen fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Pada penelitian ini Kaplan-Meier

digunakan sebagai estimasi survival lama studi mahasiswa dan untuk mengetahui

adanya perbedaan antara survival mahasiswa untuk setiap variabel independen

digunakan uji log rank dengan derajat kemaknaan 0,05.

Berikut ini dipaparkan hasil analisis bivariat yang dapat dilihat pada tabel dan

kurva survival dengan menggunakan metode Kaplan-Meier.

a. Waktu Survival Lama Studi Mahasiswa

0 20 40 60 80 100 120

Undangan UMB SNMPTN Mandiri

frekuensi 46 115 52 16

fre

k

u

e

n

s

(49)

Survival lama studi mahasiswa selama waktu t dapat diketahui melalui

[image:49.595.118.517.230.438.2]

perhitungan fungsi survivsl berikut:

Tabel 4.2 Estimasi Probabilitas Survival Lama Stdi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Menggunakan Metode Kaplan-Meier.

Waktu Survival

��

Sensor

Pada �

Kejadian

��

Beresiko

��

��

�� �1−

��

ni�

�̂(�)

7 13 0 216 0 1 1

8 9 84 123 0,683 0,317 0,317

9 10 11 12 8 6 25 0 7 86 78 65 0,291 0 0,108 0,709 1 0,892 0,223 0,223 0,199

Sumber: Dioalah oleh teliti

Dari 229 kasus lama studi mahasiswa diperoleh 116 orang (50,7%) yang

mengalami peristiwa (kelulusan), data yang disensor yang hilang dari pengamatan

ada 48 orang (21%). Tabel 4.2 memperlihatkan estimasi probabilitas survival

lama studi mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

tahun angkatan 2008. Waktu survival lama studi mahasiswa ditunjukkan dalam

satuan semester. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Kaplan-Meier

diperoleh estimasi probabilitas lama studi mahasiswa manajemen Fakultas

Ekonomi sebesar 0,199 (20%).

Untuk lebih jelasnya hasil perhitungan estimasi probabilitas survival lama studi

mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

angkatan 2008 menggunakan metode Kaplan-Meier dapat digambarkan dengan

(50)
[image:50.595.145.476.130.380.2]

Gambar 4.7 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi USU Tahun Angkatan 2008.

a. Asal Daerah Sekolah SMA dengan Survival

Asal daerah lama studi mahasiswa dikelompokkan menjadi 2 kelompok. Asal

daerah dengan kategori wilayah kota Medan ialah 132 kasus dan 63 kasus

diantaranya mengalami kejadian (kelulusan) diperoleh probabilitas survival

sebesar 0,038 (3,8%), dan asal daerah dengan kategori luar Medan ialah 97 kasus

dan 53 kasus diantaranya mengalami kejadian (kelulusan) diperoleh probabilitas

survival lama studi mahasiswa sebesar 0,191 (19,1%). Kemudian pada analisis

pengujian kemaknaan menggunakan uji log rank dengan df = 1 diperoleh chi-square = 4,087 dan p = 0,043 ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara asal daerah sekolah SMA dengan survival lama studi mahasiswa. Untuk lebih jelasnya

(51)

Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun angkatan 2008 dapat dilihat dari tabel

[image:51.595.108.518.225.314.2]

dan kurva di bawah ini.

Tabel 4.3 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekono mi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Asal Daerah Sekolah SMA Menggunakan Metode Kapalan-Meier

Asal Daerah

Sekolah SMA

ni di sensor �̂(�)

Medan 132 63 69 0,038

Luar Medan 97 53 44 0,191

[image:51.595.129.495.363.645.2]
(52)

b. Status Sekolah SMA dengan Survival

Estimasi probabilitas survival lama studi mahasiswa dikelompokkan menjadi dua

kelompok, kelompok status sekolah SMA negeri terdiri dari 152 kasus dan 74

kasus diantaranya mengalami kejadian ialah 0,101(10,1%), untuk kelompok status

sekolah SMA swasta terdiri dari 77 kasus dan 42 kasus mengalami kejadian

sebesar 0,201(20,1%).

Analisis selanjutnya untuk melihat kemaknaan menggunakan uji log rank

dengan df = 1 diperoleh chi-square = 0,657 dan p = 0,417 ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara asal daerah sekolah SMA dengan survival lama

studi mahasiswa. Untuk lebih jelasnya estimasi probabilitas survival lama studi

mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

[image:52.595.103.518.478.543.2]

angkatan 2008 dapat dilihat dari tabel dan kurva di bawah ini.

Tabel 4.4 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Status Sekolah SMA Menggunakan Metode Kapalan-Meier

Status Sekolah SMA ni di sensor �̂(�)

Negeri 152 74 78 0,101

(53)
[image:53.595.130.496.125.387.2]

Gambar 4.9 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Berdasarkan Status Sekolah SMA di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

c. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dengan Survival

Lama studi mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

tahun angkatan 2008. Untuk IPK < 2,75 memiliki estimasi probabilitas survival

0,406(40,6%) dengan banyak kasus 86 dan 14 diantaranya mengalami kejadian,

sedangkan mahasiswa yang 2,75 ≤ IPK ≤ 3,00 memiliki estimasi probabilitas

sebesar 0,094(9,4%) dengan banyak kasus 43 dan 20 diantaranya mengalami

kejadian, sementara kasus dengan IPK > 3,00 tidak memiliki probabilitas survival.

Analisis selanjutnya untuk melihat kemaknaan menggunakan uji log rank dengan

df = 2 diperoleh chi-square = 73,276 dan p lebih kecil dari 0,05 ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara indeks prestasi kumulatif (IPK) dengan survival lama

(54)

mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

[image:54.595.111.517.229.316.2]

angkatan 2008 dapat dilihat dari tabel dan kurva di bawah ini.

Tabel 4.5 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Penghasilan Orang Tua Menggunakan Metode Kapalan-Meier

IPK ni di sensor �̂(�)

IPK < 2,75 86 14 72 0,406

2,75 ≤ IPK ≤ 3,00 43 20 23 0,094

IPK > 3,00 100 82 18 0,000

Gambar 4.10 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

[image:54.595.129.497.376.642.2]
(55)

Mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

angkatan 2008 dengan penghasialan orang tua 500.000 - 1.000.000, memiliki

estimasi probabilitas survival sebesar 0,175(17,5%), dengan banyak kasus 33 dan

14 diantaranya mengalami kejadian, untuk penghasilan orang tua 1.000.000 -

2.500.000 tidak memiliki estimasi probabilitas survival. Penghasilan orang tua

2.500.000 - 5.000.000 sebesar 0,133(13,3%) dengan banyak kasus 63 dan 38

diantaranya mengalami kejadian, untuk penghasilan orang tua 5.000.000 –

7.500.000 memiliki estimasi probabilitas survival sebesar 0,139(13,9%), dengan

banyak kasus 72 dan 29 diantaranya mengalami kejadian.

Analisis selanjutnya untuk melihat kemaknaan menggunakan uji log rank

dengan df = 3 diperoleh chi-square = 3,576 dan p = 0,311 ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara penghasilan orang tua dengan survival lama

studi mahasiswa. Untuk lebih jelasnya estimasi probabilitas survival lama studi

mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun

[image:55.595.108.517.520.646.2]

angkatan 2008 dapat dilihat dari tabel dan kurva di bawah ini.

Tabel 4.6 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Penghasilan Orang Tua Menggunakan Metode Kapalan-Meier

Penghasilan orang

tua

ni di sensor �̂(�)

500.000-1.000.000 33 14 19 0,175

1.000.000-2.500.000 61 35 26 0,000

2.500.000-5.000.000 63 38 25 0,133

(56)
[image:56.595.132.493.136.390.2]

Gambar 4.11 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Berdasarkan Penghasilan Orang Tua di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

e. Jalur Masuk dengan Survival

Jalur masuk lama studi mahasiswa Manajemen fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara tahun angkatan 2008 dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Pada

jalur masuk Undangan tidak memiliki estimasi probabilitas, pada jalur masuk

UMB terdiri dari 115 kasus dan 56 kasus mengalami kejadian diperoleh estimasi

probabilitas survival sebesar 0,070 (7%), kelompok jalur masuk SNMPTN terdiri

dari 16 kasus dan 10 diantaranya mengalami kejadian diperoleh estimasi

probabilitas survival sebesar 0,300 (30%), serta pada jalur masuk Mandiri

diperoleh estimasi probabilitas sebesar 0,154 (15,4%) yaitu dari 52 kasus dan 27

kasus diantaranya mengalami kejadian. Kemudian pada analisis pengujian

(57)

18,157 dan p tidak kecil dari 0,05 ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara jalur masuk dengan survival lama studi mahasiswa. Untuk lebih jelasnya estimasi

probabilitas survival lama studi mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara tahun angkatan 2008 dapat dilihat dari tabel dan kurva

[image:57.595.127.497.449.727.2]

di bawah ini.

Tabel 4.7 Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008 Berdasarkan Jalur Masuk Menggunakan Metode Kapalan-Meier

Jalur Masuk ni di sensor �̂(�)

Undangan 46 23 23 0,000

UMB 115 56 59 0,070

SNMPTN 16 10 6 0,300

(58)

Gambar 4.12 Kurva Estimasi Probabilitas Survival Lama Studi Mahasiswa Manajemen Berdasarkan Jalur Masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Tahun Angkatan 2008

4.3.3 Analisis Multivariat

Analisis selanjutnya yang akan dilakukan ialah analisis multivariate, analisis ini

dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui factor-faktor

yang berhubungan dengan survival lama studi mahasiswa. Berdasarkan analisis

bivariat diperoleh variabel kandidat yang akan diikutsertakan pada analisis

multivariat. Variabel yang akan menjadi kandidat pada analisis multivariat ini

ialah variabel yang memiliki nilai p < 0,05 pada analisis bivariat. Diantara variabel-variabel di atas yang memenuhi syarat menjadi variabel kandidat ialah

asal daerah sekolah SMA, jalur masuk, dan IPK(Indeks Prestasi Kumulatif).

Selanjutnya dilakukan penyeleksian variable kandidat. Hasil penyeleksian

variabel kandidat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.8 Analisis Variabel Kandidat dengan Survival Lama Studi Mahasiswa Menggunakan Regresi Cox

variabel

kandidat β SE wald df p

Exp(β)

Asal daerah

Sekolah SMA

-0,057 0,195 0,086 1 0.770 0,945

IPK -0,072 0,101 0,506 1 0,477 0,931

[image:58.595.120.516.518.708.2]

Gambar

Gambar 2.1 Grafik Data Tersensor
Gambar 2.2 Kurva Fungsi Survival
Gambar 2.3 Kurva Fungsi Hazard
Tabel 4.1 Ukuran Statistik Waktu Survival  Lama Studi Mahasiswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

JUDUL : Efisiensi Kerja Pada Bagian Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.. Tanggal : ………...2012

individu yang masuk pada waktu yang sama. Pada penyensoran sebelah kanan tipe I, penelitian diakhiri apabila waktu pengamatan yang ditentukan tercapai.

Pelayanan yang Diberikan Pegawai Terhadap Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera

didalam meningkatkan Peranan dan Fungsi Pegawai Didalam Memberikan Pelayanan Kepada Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Sebagai tambahan

Adapun judul skripsi saya adalah : “ Manajemen Stres Mahasiswa Program Ekstensi 2014 dalam Penyusunan Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara”.. Dalam

Saya Desi Riau Faska Harianja adalah mahasiswa Program Ekstensi 2014 di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian dengan judul “Manajemen

Inform consent dan kuesioner kepada subjek melakukan penelitian ke atas mahasiswa.. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Pada penelitian ini juga dapat dilihat bahwa pengetahuan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara angkatan 2008 mengenai urutan pelaksanaan