PROYEKSI VOLUME PENJUALAN CRUDE PALM OIL
(CPO) UNTUK TAHUN 2007 – 2011 PT. PP.
LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk
MEDAN
TUGAS AKHIR
ELFI ZAHARA MATONDANG
052407075
PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ii
PERSETUJUAN
Judul : PROYEKSI VOLUME PENJUALAN CRUDE PALM
OIL (CPO) UNTUK TAHUN 2007 – 2011 PT. PP.
LONDONSUMATRA INDONESIA Tbk MEDAN
Kategori : TUGAS AKHIR
Nama : ELFI ZAHARA MATONDANG
Nomor Induk Mahasiswa : 052407075
Program Studi : D-III STATISTIKA
Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA)
Departemen Matematika FMIPA USU
Ketua Pembimbing
Dr. Saib Suwilo, M.Sc. Drs. Henry Rani Sitepu, M.Si
iii
PERNYATAAN
PROYEKSI VOLUME PENJUALAN CRUDE PALM OIL (CPO) UNTUK TAHUN 2007 – 2011 PT. PP.
LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk MEDAN
TUGAS AKHIR
Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Mei 2008
iv
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya berupa kejernihan dalam berfikir, kesehatan, kesempatan dan nikmat lainnya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada program studi Diploma III Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Jugashalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. sebagai pemimpin umat yang telah meninggalkan pedoman yang mulia dalam bentuk Al-Qur’an dan sunnah beliau.
Adapun Tugas Akhir ini berjudul “Proyeksi Volume Penjualan Crude Palm
Oil (CPO) untuk Tahun 2007 – 2011 PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan”. Dimana membahas tentang bagaimana prediksi volume penjualan CPO pada 5 (lima) tahun ke depan dengan menggunakan metode Eksponential.
Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini, penulis banyak menerima bantuan dari pihak yang ikut terlibat yang sangat berarti. Untuk itu, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada Ibunda tercinta Derliana Hutabarat, Ayahanda tercinta Lukman Hakim Matondang dan Kakanda-kakandaku tercinta Indra Hakim Mtd, Andri Hakim Mtd, Asrul Hakim Mtd serta adindaku tersayang Rahmadhani Fitra Mtd yang telah banyak memberikan dukungan baik moril serta nasehat berupa dorongan sehingga Tugas Akhir ini selesai.
Bapak Dr. Eddy Marlianto, M.Sc., selaku Dekan Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Bapak Dr. Sutarman, M.Sc., selaku Pembantu Dekan I yang telah memberikan pengarahan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Bapak Dr.Saib Suwilo, M.Sc., selaku Ketua Pelaksana Program Studi Ilmu Komputer dan Statistika dan selaku Dosen Wali yang telah banyak membimbing penulis selama masa perkuliahan. Bapak Drs. Henry Rani Sitepu, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak membantu dan meluangkan tenaga dan waktu dalam memberikan bimbingan, petunjuk dan saran bagi penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Bapak/Ibu staf pengajar serta seluruh staf pegawai FMIPA USU yang telah mengajari dan membantu penulis selama masa perkuliahan. Bapak/Ibu staf pegawai PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan.
v
Terima kasih atas semua kenangan-kenangan indah semasa SMP untuk sahabat sejatiku Khairina Novriani. Thanks for everything that you give to me and thanks for all.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Tugas Akhir ini masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi menyempurnakan Tugas Akhir ini dan semoga Tugas akhir ini bemanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Akhrinya semoga segala bantuan, kebaikan serta perhatian yang telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini kiranya mendapatkan ridho dari Allah SWT, Amin...
Medan, Mei 2008
Penulis
vi
ABSTRAK
vii
2.2 Penjualan dan Volume Penjualan 12
2.3 Kelapa Sawit 15
Bab 3 Gambaran Perusahaan 18
3.1 Sejarah Singkat Berdirinya PT. PP. London Sumatra Indonesia 18
3.2 Tujuan, Misi dan Visi PT. PP. London Sumatra Indonesia 21
3.3 Ruang Lingkup PT. PP. London Sumatra Indonesia 22
3.4 Makna Logo PT. PP. London Sumatra Indonesia 24
3.5 Struktur Organisasi PT. PP. London Sumatra Indonesia 24
3.6 Kegiatan dan Jaringan Kerja PT. PP. London Sumatra Indonesia 25
Bab 4 Analisa Data 29
4.1 Pengolahan Data 29
4.2 Analisa Volume Penjualan Crude Palm Oil 30
4.3 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2007 dengan
Menggunakan Rumus Eksponential 32
4.4 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2008 dengan
Menggunakan Rumus Eksponential 32
4.5 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2009 dengan
Menggunakan Rumus Eksponential 33
4.6 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2010 dengan
viii
4.7 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2011 dengan
Menggunakan Rumus Eksponential 34
Bab 5 Implementasi Sistem 38
5.1 Tahap Implementasi 38
5.2 Sekilas Tentang Microsoft Excel 38
5.3 Mengaktifkan Microsoft Excel 39
5.4 Lembar Kerja Microsoft Excel 40
5.5 Pengisian Data Microsoft Excel 41
5.6 Pembuatan Grafik 42
Bab 6 Penutup 44
6.1 Kesimpulan 44
6.2 Saran 45
Daftar Pustaka 46
ix
Crude Palm Oil Sales
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Produksi hasil perkebunan merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang
dapat menambah devisa negara. Salah satu dari hasil perkebunan tersebut adalah
kelapa sawit. Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil
minyak masak, minyak industri maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya
menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama
dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada
tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya
ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun
1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat
Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Dari sini kemudian muncul ide membuat
perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka
2
dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah
Adrien Hallet, seorang Belgia yang lalu diikuti oleh K. Schadt. Perkebunan kelapa
sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal
perkebunan mencapai 5.123 hektar.
Kelapa sawit termasuk tumbuhan pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter.
Bunga dan buahnya berupa tandan serta bercabang banyak. Buahnya kecil, apabila
masak berwarna merah kehitaman dan daging buahnya padat. Daging dan kulit
buahnya mengandung minyak. Minyak itu digunakan sebagai bahan minyak goreng,
sabun dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak, khususnya sebagai
salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan
bakar dan arang. Kelapa sawit yang berkembang biak dengan biji, tumbuh di daerah
tropik pada ketinggian 0 – 500 meter di atas aras laut. Kelapa sawit menyukai tanah
yang subur dan tempat terbuka dengan kelembaban tinggi. Kelembaban tinggi itu
antara lain ditentukan oleh adanya curah hujan tinggi sekitar 2.000 – 2.500 mm
setahun.
Produksi kelapa sawit menghasilkan produk awal berupa Tandan Buah Segar
(TBS) yang kelak akan diolah menjadi minyak sawit kasar CPO (Crude Palm Oil), inti
sawit (Palm Kernel) dan sabut sawit (Palm Fibre). Kelebihan minyak nabati dari sawit
adalah harga yang murah, rendah kolestrol dan memiliki kandungan karoten tinggi.
Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia.
Namun proyeksi ke depan memperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan
menempati posisi pertama. Oleh karena itu, kelapa sawit sekarang ini menjadi
3
Table 1.1 Produksi, Konsumsi dan Ekspor CPO Indonesia (Ton)
Periode Sektor
2002 2003 2004 2005 2006
Produksi 9.623.000 10.441.000 11.807.000 12.620.000 13.272.000
Konsumsi 6.818.208 7.548.870 7.840.029 8.054.375 8.554.375
Ekspor 2.804.792 2.892.130 3.966.971 4.565.625 4.617.625
Sumber: BPS & Direktorat Jenderal Perkebunan (diolah)
Permintaan domestik terhadap komoditas minyak sawit terus meningkat dari
tahun ke tahun. Pada Konferensi Internasional tentang kelapa sawit di Nusa Dua, Bali
pada tahun 1998, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)
menuliskan bahwa hingga tahun 2010 diperkirakan kebutuhan minyak sawit mencapai
lebih dari 3 juta ton per tahun. Sementara itu, di pasar dunia dalam dua dekade
terakhir kebutuhan terhadap minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya juga
semakin meningkat, menggeser kedudukan minyak nabati lain, seperti minyak
kedelai. Jurnal minyak nabati World meramalkan pula pada tahun 2015 minyak kelapa
sawit juga akan meningkat.
Table 1.2 Produksi dan Konsumsi CPO Dunia (dalam juta Ton)
Tahun Jumlah Produksi Jumlah Konsumsi
2002 25.033.000 25.000.000
2003 25.905.000 26.000.000
2004 26.000.000 26.850.000
2005 27.680.000 27.690.000
2006 29.750.000 31.520.000
4
Oleh karena perencanaan dan kebijakan penjualan suatu perusahaan
didasarkan oleh perkiraan tentang kejadian-kejadian dan volume penjualan dimasa
yang akan datang, maka pada hakekatnya sebuah perusahaan perlu melakukan proses
atau teknik proyeksi penjualan untuk memperoleh tentang volume penjualan dimasa
yang akan datang. Dimana volume penjualan adalah jumlah kuantitas barang atau jasa
yang terjual atau berpindah kepemilikan dari penjual kepada pembeli pada suatu
periode waktu tertentu. Volume penjualan dapat dinyatakan dalam bentuk uang,
unit-unit bagian atau persentasi. Meskipun secara statistik tidak dapat memproyeksikan
kebenaran tanpa kesalahan dimasa depan, tetapi pada saat ini dengan bantuan statistik
itu pulalah dapat diketahui dan diukur perubahan dan peningkatan dari proyeksi.
Bertitik tolak dari uraian di atas, nyatalah telihat betapa pentingnya suatu
proyeksi terhadap perencanaan dan kebijakan dalam mendukung keberhasilan
perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Maka untuk mengimplementasikan
keadaan di atas dalam Tugas Akhir ini penulis mengambil judul ”Proyeksi Volume
Penjualan Crude Palm Oil (CPO) Untuk Tahun 2007 – 2011 PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan”.
1.2 Identifikasi Masalah
Masalah penjualan pada suatu perusahan perkebunan merupakan masalah pokok
karena hasil produksi perkebunan tersebut harus dijual agar perusahaan mendapatkan
untung dari apa yang dikerjakannya selama ini. Oleh karena adanya proyeksi maka
setidaknya hal-hal yang dapat merugikan perusahaan dapat dihindari karena proyeksi
adalah merupakan suatu perkiraan atau taksiran mengenai terjadinya suatu kejadian
5
pengertian proyeksi tersebut dan latar belakang masalah di atas yang menjadi
identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana peluang pemasaran Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia.
2. Faktor apa yang mempengaruhi pemasaran produk CPO di pasaran dunia.
3. Berapa besarnya perkiraan volume penjualan CPO untuk tahun 2007-2011
PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan.
I.3 Batasan Masalah
Untuk menghindari kerancuan permasalahan dalam penelitian ini, maka dilakukan
pembatasan terhadap masalah. Masalah yang diteliti ini adalah berapa besarnya
perkiraan volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) untuk tahun 2007 – 2011 PT. PP.
London Sumatra Indonesia Tbk Medan.
1.4Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa
besarnya volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) untuk tahun 2007 – 2011 PT. PP.
London Sumatra Indonesia Tbk Medan. Apakah mengalami peningkatan atau
penurunan pada bidang penjualannya sehingga resiko-resiko kerugian dapat dihindari.
1.5Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian atau pengumpulan data mengenai volume penjualan Crude Palm Oil (CPO)
6
Jl. Jend. A. Yani No. 2 Medan. Data ini merupakan data volume penjualan Crude
Palm Oil (CPO) PT. PP. LONSUM Medan dari tahun 2002 – 2006. Waktu
pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 11 – 15 Januari 2008.
1.6Metodologi Penelitian
Metode penelitian adalah suatu cara yang terdiri dari langkah-langkah atau urutan
kegiatan yang berfungsi sebagai pedoman umum yang digunakan untuk melaksanakan
penelitian sehingga apa yang menjadi tujuan dari penelitian itu terwujud. Dalam
penelitian Tugas Akhir ini metode yang penulis gunakan adalah :
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Dalam hal ini penulis melakukan pengambilan data yang berhubungan
dengan objek penelitian dengan membaca, menelaah serta mengkaji buku–
buku dan literatur yang berkaitan dengan masalah yang diperlukan.
2. Metode Pengumpulan data
Metode pengumpulan data dapat dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu:
a. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya,
diamati dan dicatat untuk pertama kalinya.
b. Data Sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri
pengumpulannya oleh peneliti. Misalnya dari PT. PP. London
Sumatra Indonesia Tbk, majalah, internet serta
7
Adapun data yang digunakan untuk penulisan ini merupakan data sekunder
dari PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk, Medan. Ruang lingkup datanya adalah
volume penjualan CPO.
1.7Tinjauan Pustaka
Teori penunjang yang digunakan untuk mewujudkan tulisan ini dikutip dari beberapa
buku di dalam melakukan proyeksi adalah model proyeksi yang relevan
memungkinkan perhitungan proyeksi untuk fenomena yang bersifat penjualan. Model
proyeksi tersebut dapat digunakan dengan asumsi bahwa rata-rata angka atau tingkat
penjualan tiap tahun cenderung stabil/konstan.
Dalam masalah bisnis dan ekonomi, sering kali dibutuhkan data untuk
mengikuti rata-rata persentase tingkat penjualan sepanjang waktu. Misalnya rata-rata
persentase pertumbuhan hasil penjualan atau harga setiap 5 (lima) tahun mendatang.
Berapa besarnya penjualan 5 (lima) tahun mendatang? Pertanyaan itu sebetulnya sama
dengan menghitung dari persentase tingkat pertumbuhan tahunan yang terjadi secara
alami. Nilai tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode Eksponensial yang
berguna untuk menghitung besarnya volume penjualan yang berlangsung
terus-menerus. Rumus proyeksi dengan metode Eksponensial terlihat seperti di bawah ini.
Pt = Po.e r.t atau r =
t Po
Pt
8
Dimana:
Pt : Jumlah penjualan pada tahun ke-t.
Po : Jumlah penjualan pada tahun awal yang dijadikan tahun dasar perhitungan.
r : Angka penjualan rata-rata.
t : Tenggang waktu dimulai dari tahun dasar ke tahun yang akan diproyeksikan.
e : Bilangan pokok dari sistem logaritma natural yang besarnya sama dengan
2.71828.
I.8 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika dalam penulisan Tugas Akhir secara garis besarnya di bagi dalam
6 (enam) bab yang masing-masing bab dibagi atas beberapa sub-sub bab sebagai
berikut.
BAB 1 : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian,
lokasi dan waktu penelitian, metode penelitian, tinjauan pustaka dan
sistematika penulisan Tugas Akhir.
BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS
Bab ini menguraikan tentang segala sesuatu yang menyangkut terhadap
penyelesaian masalah yang dihadapi sesuai dengan judul yang diutarakan.
9
BAB 3 : GAMBARAN PERUSAHAAN
Bab ini menguraikan tentang gambaran dari perusahaan tempat peneliti
mengambil dan memperoleh data untuk diteliti.
BAB 4 : ANALISA DATA
Bab ini menguraikan tentang data yang telah diamati dan beserta
analisanya.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang program atau software yang dipakai sebagai
analisis terhadap data yang diperoleh. Penulis menggunakan software
Microsoft Excel untuk melakukan pengolahan data.
BAB 6 : PENUTUP
Dalam bab ini penulis memberikan beberapa kesimpulan sesuai dengan
BAB 2
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Proyeksi
Sebuah perencanaan penjualan harus ditunjang dengan informasi tentang kondisi
pasar, modal, kondisi struktur organisasi perusahaan dan lainnya. Informasi yang
harus tersedia tidak hanya menyangkut keadaan pada waktu rencana tadi disusun,
tetapi lebih penting lagi mengenai perkiraan pada waktu yang akan datang. Guna
memperoleh landasan yang kuat bagi perencanaan perlu dibuat prediksi penjualan.
Dimana prediksi tersebut sering dikenal dengan istilah proyeksi atau peramalan.
Proyeksi atau peramalan pada dasarnya memiliki arti sebagai suatu cara untuk dapat
memperkirakan suatu kejadian (nilai dari suatu variabel) secara kwantitatif yang
terjadi pada masa yang akan datang berdasarkan data yang relevan pada masa lalu
dimana hasilnya kemungkinan tidak selalu sama dengan kenyataannya.
Proyeksi ini digunakan untuk mengambil suatu keputusan dalam menghindari
atau mengurangi tingkat resiko dari suatu kesalahan yang dilakukan oleh pihak
11
atas apa yang akan terjadi pada saat keputusan ini dilaksanakan. Apabila proyeksi
yang didapat kurang tepat maka makin kurang baik keputusan yang diambil.
Walaupun demikian perlu disadari bahwa suatu proyeksi adalah tetap proyeksi atau
ramalan, dimana selalu ada unsur kesalahannya. Sehingga yang terpenting adalah
mengusahakan untuk memperkecil kemungkinan kesalahan tersebut.
Untuk mendapatkan hasil proyeksi yang baik maka perlu dilakukan
perhitungan proyeksi. Dimana proyeksi yang kita gunakan bersifat alami mengingat
bahwa faktor-faktor yang ikut berperan terjadi secara alami pula. Perhitungan
proyeksi tersebut dapat digunakan dengan asumsi bahwa rata-rata angka atau tingkat
penjualan tiap tahun cenderung stabil/konstan. Perhitungan tersebut dapat diperoleh
dengan menggunakan metode Eksponensial yang berguna untuk menghitung besarnya
volume penjualan yang berlangsung terus-menerus. Rumus proyeksi dengan metode
Eksponensial terlihat seperti di bawah ini.
Pt = Po.e r.t atau r =
Pt : Jumlah penjualan pada tahun ke-t.
Po : Jumlah penjualan pada tahun awal yang dijadikan tahun dasar perhitungan.
r : Angka penjualan rata-rata.
t : Tenggang waktu dimulai dari tahun dasar ke tahun yang akan diproyeksikan.
e : Bilangan pokok dari sistem logaritma natural yang besarnya sama dengan
12
2.2 Penjualan dan Volume Penjualan
Penjualan adalah proses pertukaran barang atau jasa antara penjual dengan pembeli
yang saling menguntungkan. Penjualan juga merupakan suatu kemampuan yang
dimiliki seseorang dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli barang-barang
yang ditawarkannya. Penjualan bisa pula diartikan sebagai proses mendistribusikan
produk kepada konsumen, baik konsumen akhir maupun konsumen industri yang
mengolah kembali produk tersebut.
Menurut pendapat Susanto (1993:1) menyatakan bahwa “Penjualan adalah
usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan sejumlah barang kebutuhan yang
telah dihasilkan kepada mereka yang memerlukannya dengan imbalan menurut harga
yang ditentukan atas persetujuan secara bersama-sama”. Sedangkan menurut Swastha
(1998:8) menyatakan bahwa “Menjual adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi
yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang
dan jasa yang ditawarkannya”.
Penjualan bagi sebuah perusahaan merupakan cara untuk memperoleh
pendapatan yang menjadi tujuan dan kegiatan utama perusahaan tersebut. Hasil
penjualan merupakan kesepakatan antara produsen dan konsumen atau pemakai,
dimana pihak produsen menerima sejumlah uang yang senilai dengan barang yang
diberikan kepada konsumen.
Dalam melakukan penjualan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi
13
1. Kondisi dan kemampuan penjual
Penjual harus dapat meyakinkan pembelinya agar dapat berhasil mencapai
sasaran penjualan. Untuk maksud tersebut penjual harus memahami
beberapa masalah penting yang berkaitan yaitu:
a. Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan.
b. Harga produk.
c. Syarat penjual seperti pembayaran, pengantaran, pelayanan sesudah
penjualan dan garansi.
2. Kondisi pasar
Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran
penjualan. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Jenis pasarnya, apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual,
pasar pemerintah atau pasar internasional.
b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya.
c. Frekuensi pembeliannya.
d. Kegiatan dan kebutuhan.
e. Sarana penjualan.
3. Kondisi organisasi dan perusahaan
Pada perusahaan besar biasanya masalah penjualan ditangani oleh bagian
tersendiri (bagian penjualan) yang ahli dalam bidang penjualan. Lain
halnya dengan perusahaan kecil dimana masalah penjualan ditangani oleh
14
4. Faktor-faktor lainnya
Faktor lainnya adalah periklanan, peragaan kampanye, pemberian hadiah
sering mempengaruhi penjualan. Taktik penjualan harus digunakan agar
pelayanan yang diberikan kepada orang lain dapat memberi kepuasan.
Sedangkan volume penjualan memiliki pengertian berupa jumlah kuantitas
barang atau jasa yang terjual atau berpindah kepemilikan dari penjual kepada pembeli
pada suatu periode waktu tertentu. Volume penjualan dapat dinyatakan dalam bentuk
uang, dapat pula dinyatakan dalam bentuk unit-unit, bagian atau persentasi.
Adapun faktor yang mempengarui volume penjualan dapat dibagi menjadi dua
faktor yaitu:
1. Faktor internal
Faktor yang dikendalikan oleh pihak perusahaan, pada umumnya faktor
internal ini adalah sebagai berikut:
a. Kemampuan perusahaan untuk mengelola produk yang akan
dipasarkan.
b. Kebijakan harga dan promosi yang digariskan oleh perusahaan.
c. Kebijakan untuk memilih perantaraan yang digunakan.
2. Faktor eksternal
a. Perkembangan ekonomi dan perdagangan baik nasional maupun
internasional.
b. Kebijakan pemerintah dibidang ekonomi, perdagangan dan moneter
15
2.3 Kelapa Sawit
Kelapa sawit merupakan sebuah pohon yang tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar
serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga
terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk
mendapatkan tambahan aerasi. Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun
majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih
muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang
tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur
12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga
penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Bunga jantan dan betina terpisah namun
berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda
sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk
lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan
sebagai tetua jantan. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu,
hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang
muncul dari tiap pelepah. Minyak dihasilkan oleh buah dan kandungan minyak
bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam
lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan
16
Bagian daging buah yang menghasilkan minyak kelapa sawit mentah diolah
menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak
nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol dan memiliki kandungan
karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti
menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Minyaknya itu digunakan
sebagai bahan minyak goreng, sabun dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk
makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan
pembuatan makanan ayam.
Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Buah diproses
dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang
telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan
pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan
pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa
cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Sisa pengolahan buah sawit sangat
potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi
kompos.
Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan
embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. Kelapa sawit berkembang
biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan
berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Habitat aslinya
adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15°
LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0 – 500 m dari
17
curah hujan stabil, 2000 – 2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air
saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan
mempengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.
Kelapa sawit memiliki banyak jenis, berdasarkan ketebalan cangkangnya
kelapa sawit dibagi menjadi Dura, Pisifera dan Tenera. Dura merupakan sawit yang
buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin
pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak
pertandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga
betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan
antara induk Dura dan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi
kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga
betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat
mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%.
Penyakit yang berkaitan dengan kelapa sawit dikaitkan dengan serangga
perusak daun sawit seperti ulat bungkus dan beluncas. Ulat bungkus ataupun beluncas
yang banyak akan memakan daun sawit, sehingga menyebabkan daun tinggal bagian
lidinya saja. Pokok sawit akan kehilangan permukaan daun untuk melakukan proses
fotosintesis yang bertujuan untuk menghasilkan buah. Jumlah ulat bungkus melebihi
10 ekor larva hidup dan memakan daun pada setiap pelepah sudah dianggap melebihi
batas ambang dan perlu diatasi dengan menggunakan racun serangga. Cuaca panas
yang berkepanjangan menyebabkan jumlah serangga berkembang lebih cepat daripada
biasa. Hal ini akan menyebabkan serangga perusak mencapai jumlah besar dengan
BAB 3
GAMBARAN PERUSAHAAN
3.1Sejarah Singkat Berdirinya PT. PP. London Sumatra Indonesia
Sejalan dengan perkembangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, baik masa
penjajahan Belanda, Jepang sampai pada masa kemerdekaan dan masa pembangunan
saat ini, perusahaan perkebunan di Indonesia khususnya dikawasan Sumatera Utara
yang dikenal dengan daerah perkebunannya yang banyak mengalami perkembangan.
Berbagai perusahaan perkebunan mengambil kesempatan untuk memanfaatkan
Sumber Daya Alam yang ada di daerah Sumatera Utara ini.
Kesempatan ini diambil oleh Horrison & Crossfield Ltd. yang berdiri sejak
tahun 1884 di London dan beroperasi di Indonesia pada tahun 1906. Pada mulanya
perusahaan ini bekas hak Concessie berdasarkan perjanjian antara Zelfbestuur Deli
dengan beberapa perusahaan Rubber Company Ltd. yang disyahkan resident Sumatera
Timur. Dalam Rangka konfersi Undang-Undang Pokok Agraria (UU No.5 Tahun
1960) hak Concessie tersebut dikonversi menjadi Hak Guna Usaha sebagaimana
19
Pada tahun 1962 perusahaan ini memperluas bidang usahanya dangan
mengadakan penggabungan diantara perusahaan perkebunan Inggris yang memiliki
beberapa kebun di Sumatera Utara. Dengan adanya penggabungan ini terbentuklah
PT. PP. London Sumatra Indonesia.
PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk didirikan dengan akte pendirian No.
93 tanggal 18 Desember 1962 dihadapan notaris Raden Kardiman di Jakarta dan
naskah No. 20 tanggal 9 September 1963 yang dibuat dihadapan notaris yang sama.
Kemudian timbul pergolakan akibat adanya perubahan situasi antara pemerintah
Indonesia dengan pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia berniat mengambil alih
pengurusan perusahaan dan menyerahkannya kepada bangsa Indonesia. Pengambil
alihan ini segera dilaksanaan pada tanggal 22 Januari 1964.
Kemudian berdasarkan ketetapan Presiden No. 6 Tahun 1967, diadakanlah
suatu perjanjian antara pemerintah Republik Indonesia dengan Horrison dan
Crossfield Ltd. dan anak perusahaannya. Persetujuan perjanjian ini berlaku mulai
tanggal 20 Maret 1968. Maksud dan tujuan dari persetujuan ini adalah:
a. Pengembangan hak milik penguasaan dan pengusahaan dari pemerintah
Republik Indonesia kepada Horrison & Crossfield Ltd. terhadap
perkebunan yang pernah dikelolanya.
b. Melakukan kerjasama untuk kepentingan bersama dalam hal perkebunan
karet dan kelapa sawit dan proyek pertanian lainnya serta proyek-proyek
20
Terwujudnya perjanjian ini juga didasarkan atas pertimbangan:
a. Instruksi Presiden Kabinet No. 28/U/1996 tertanggal 12 Desember 1996 dan
semua peraturan lain yang bertalian dengan pengembalian
perusahaan-perusahaan asing di Indonesia.
b. Undang-undang No. 1 Tahun 1967 mengenai penanaman modal asing dan
semua peraturan lain mengenai penanaman modal asing di Indonesia.
Dengan adanya perjanjian ini maka kepemilikan dan penguasaan perusahaan
tersebut oleh pemerintah Republik Indonesia dikembalikan kepada pemiliknya semula
yaitu Horrison & Crossfield Ltd. pada tanggal 1 April 1968 dan diganti kembali
namanya menjadi PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk.
Pada tanggal 21 Nopember 1991, PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk.
melakukan merger dengan beberapa perusahaan dibawah ini:
1. PT Nagodang Plantation Company.
2. PT Seibulan Plantation Company.
3. PT Perusahaan Perkebunan Bajue Kidoel.
4. PT Perusahaan Perkebunan Sulawesi.
Keempat perusahaan ini menggabungkan namanya menjadi PT. PP.
London Sumatra Indonesia Tbk. Status PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk yaitu
perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan surat Ketua Badan
Koordinasi Penanaman Modal Tanggal 12 Nopember 1991 Nomor
21
Pada tanggal 27 Juli 1994, kepemilikan saham PT. PP. London Sumatra
Indonesia Tbk. sepenuhnya diambil oleh Pan London Sumatra Plantation dengan
komposisi saham 100%, dikarenakan krisis moneter yang melanda Indonesia
menyebabkan komposisi saham mengalami beberapa kali perubahan. Pada tahun 1998
kepemilikan saham PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. adalah Pan London
Sumatra Plantatioan dengan komposisi saham sebesar 47,23%, Commerzbank (SEA)
Ltd. Singapura sebesar 5.83% dan sisanya sebesar 46,94% dimiliki oleh masyarakat.
Sejak tahun 1996, perusahaan ini menjadi perusahaan yang Go Public.
Dengan demikian PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. telah dituntut untuk
menjalankan aktivitasnya secara lebih professional lagi. Untuk melanjutkan usahanya
PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. telah memperpanjang Hak Guna Usaha yaitu
terhitung tanggal 1 Januari 2024.
3.2Tujuan, Misi dan Visi PT. PP. London Sumatra Indonesia
Tujuan PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. adalah menjadi perusahaan terbaik
dan menghasilkan keuntungan yang telah ditargetkan. Sedangkan misi perusahaan
adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan penyediaan lapangan pekerjaan
yang luas dan menjadi salah satu penghasil pajak terbesar untuk negara. Visi
perusahaan adalah menjadi perusahaan perkebunan yang paling efisien dengan
memberikan strategi yang meliputi:
1. Perusahaan perkebunan dan peningkatan kapasitas produksi.
22
3. Pengembangan secara terus-menerus dalam program penelitian,
pengembangan serta produksi CPO (Crude Palm Oil), karet dan cokelat.
3.3 Ruang Lingkup PT. PP. London Sumatra Indonesia
PT. PP. London Sumatra Tbk. adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
perkebunan dan pengolahan hasil produksi dari bahan mentah menjadi bahan baku.
Ruang lingkup kegiatan perusahaan ini meliputi penanaman, pemeliharaan,
pemanenan, pengolahan dan penjualan hasil produksi.
Perusahaan ini mempunyai perkebunan yang tersebar di wilayah Republik
Indonesia yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.
Khusus wilayah kabupaten Dati-II Deli Serdang terdapat 4 (empat) perkebunan yang
terletak di kecamatan Galang, Tanjung Morawa, Rampah dan Tebing tinggi. Total
luas areal seluruhnya adalah 13.114,5 Ha.
PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. menanam berbagai jenis tanaman
meliputi kelapa sawit, karet dan coklat (cocoa) yang lokasi perkebunannya mayoritas
berada di Sumatera Utara, sedangkan untuk tanaman karet dan kopi berada di daerah
Jawa yaitu di Jember dan Surabaya. Perkebunan-perkebunannya yang lain terletak di
Ujung Pandang, Palembang, Jakarta, Samarinda, Sampit dan Kertasari (Bandung).
Perusahaan ini memiliki pabrik pengolahan sendiri sehingga seluruh hasil
perkebunan dapat diolah sendiri tanpa harus mengirimkannya ke tempat lain. Semua
23
cokelat kering. Oleh karena itu produk tersebut termasuk komoditi yang mutunya
diawasi oleh pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Perdagangan. Hasil
produksi yang akan dieksport tersebut dikirimkan ke negara pengimpor. Hasil
produksi tersebut dikirimkan dengan menggunakan jasa perkapalan melalui pelabuhan
Belawan.
Dari tahun ke tahun PT. PP. London Sumatra Tbk. mengalami perkembangan
yang semakin pesat. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan ini telah memiliki
metode pengelolahan organisasi yang baik. Dengan keberhasilan yang diperoleh PT.
PP. London Sumatra Indonesia Tbk. telah banyak memberikan manfaat kepada
pemerintah antara lain:
a. Penghasil devisa Negara.
b. Memberikan bantuan modal dalam pelaksanaan pembangunan.
c. Mempertahankan dan melestarikan alam Indonesia.
d. Menyerap tenaga kerja dengan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga
dapat mengurangi jumlah pengangguran.
Pada tahun 2000 PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. telah
memperkerjakan lebih dari 26.000 tenaga kerja tetap dan tidak tetap. Untuk kebun di
Sumatera Utara, Jawa, Sulawesi, Sumatera Selatan dan Kalimantan. Jumlah tersebut
terdiri dari 513 orang staff, 12.867 orang tenaga kerja tidak tetap. Pengurangan tenaga
kerja tidak tetap sejumlah 8000 orang pada tahun 1999 terjadi karena efisiensi yang
24
berpengaruh besar terhadap produksi perusahaan. Perusahaan juga berusaha untuk
tetap memperhatikan kesejahteraaan pekerjanya dengan memberikan sarana- sarana
seperti perumahan, keagamaan, sosial, pelayanan, kesehatan dan olahraga.
3.4 Makna Logo PT. PP. London Sumatra Indonesia
Logo PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk mengandung arti:
1. Warna hijau
Mengandung pengertian bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang
perkebunan dan bertujuan turut menghijaukan wilayah Indonesia.
2. Daun sawit
Melambangkan daun sawit yang sedang berkembang dimana perusahaan ini
sedang giat-giatnya untuk terus menggunakan pohon sawit sebagai komoditi
utama perusahaan walaupun perusahaan juga menanam pohon lain seperti
karet, kopi dan teh.
3.5 Struktur Organisasi PT. PP. London Sumatra Indonesia
Struktur organisasi adalah susunan atau perwujudan yang mencerminkan arus atau
garis perintah, tugas, kewajiban serta tanggung jawab. Pada umumnya suatu
organisasi digambarkan dalam bentuk bagan tertentu sehingga dengan bagan tersebut
akan dapat dilihat dengan jelas tentang tugas serta kedudukan masing-masing orang
25
Dalam menjalankan fungsi dan tugas masing-masing serta memperlancar
aktifitas arus kerja perusahaan, maka diperlukan struktur organisasi yang jelas dalam
menggambarkan departemen-departemen yang dapat membantu pimpinan dalam
mencapai suatu tujuan serta dapat mengetahui posisi, tugas dan wewenang setiap
departemen-departemen tersebut.
Bentuk struktur organisasi pada PT PP London Sumatra Indonesia Tbk.
adalah struktur organisasi garis atau line organization yang menggambarkan
pembagian tugas, fungsi tanggung jawab serta wewenang di dalam perusahaan secara
vertical serta mencerminkan hubungan antar departemen secara horizontal.
3.6 Kegiatan dan Jaringan Kerja PT. PP. London Sumatra Indonesia
Berikut ini dijelaskan tentang kegiatan dan jaringan kerja pada masing-masing bagian
yang terdapat di dalam PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk. berdasarkan struktur
organisasi yang terlampir dalam laporan.
1. Dewan Komisaris (Board of Commissioner)
Dewan Komisaris adalah posisi yang tertinggi dalam struktur organisasi di
perusahaan ini dikuasai oleh pemegang saham yang pengangkatannya
ditunjuk/disahkan oleh para pemegang saham. Wewenang dan tanggung jawab
dari Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
a. Mengawasi pekerjaan direksi.
26
c. Mempertimbangkan serta memutuskan laporan tahunan dan program
kerja tahunan yang diajukan Presiden Direktur.
d. Menyetujui kebijaksanaan Presiden Direktur dalam Penggunaan
kekayaan menurut cara pandang yang baik.
2. Presiden Direktur ( Presiden Director)
Presiden Direktur adalah pimpinan tertinggi yang berkuasa penuh terhadap
perusahaan dengan berkewajiban mengawasi pekerjaan para direktur. Bagian ini
merupakan direktur utama yang bertanggung jawab terhadap semua kegiatan
perusahaan yang mana kegiatan tersebut dikerjakan oleh beberapa direktur.
Wewenang dan tanggung jawab dari Presiden Direktur adalah sebagai berikut:
a. Membuat kebijaksanaan yang diperlukan dalam pelaksanaan.
b. Mengatur strategi agar pelaksanaan operasi perusahaan dapat berjalan
dengan lancar.
c. Merencanakan dan mengendalikan kebijaksanaan keuangan yang dibuat
oleh bagian keuangan termasuk menyetujui anggaran belanja dan biaya
perusahaan.
3. Director Production
a. Bertugas dan bertanggung jawab atas perencanaan, pengaturan bidang
produksi termasuk kelancaran proses produksi baik kualitas maupun
kuantitas.
27
4. Director Accounts
a. Merencanakan dan mengawasi keuangan perusahaan dalam hal
pengadaan atau perolehan dana agar tidak terjadi suatu pemborosan atau
penggunaan uang yang tidak tepat.
b. Bertanggung jawab terhadap pengukuan laporan keuangan perusahaan.
c. Mengendalikan atau mengadakan pengawasan terhadap arus uang masuk
dan uang keluar.
5. Inspectorate
a. Meneliti dan mengawasi tanaman secara langsung ke lapangan.
b. Mengadakan percobaan-percobaan terhadap tanah, bibit dan lain-lain
baik untuk keperluan sendiri maupun untuk dijual.
6. Estate Departments
a. Membuat laporan bulanan, tahunan dan laporan rutin.
b. Mengatur peredaran uang tunai.
c. Membuat perbandingan harga tiap bulan.
d. Mengatur pemakaian modal.
7. Management Department
a. Mengadakan perencanaan tenaga kerja, training, kenaikan pangkat
sampai pada masalah pemberhentian maupun pension.
b. Mengurusi segala macam sekretariat, pengaturan perjalanan tamu-tamu
28
c. Mengurus hal yang berhubungan dengan hukum, agraria, perizinan dan
keamanan.
d. Bertindak sebagai public Relation perusahaan.
8. Accounts Administration Section
a. Melakukan pembayaran atas semua pembelian yang dilakukan
oleh perusahaan.
b. Melaksanakan pembayaran dengan memindahkan dana melalui
bank atas permintaan uang yang dibutuhkan oleh kebun ataupun
kantor cabang.
c. Mengurus asuransi alat-alat, mesin, mobil serta barang-barang
komoditi yang diangkat dari kebun ke pelabuhan Belawan
9. Taxation Section
a. Mempersiapkan serta menghitung besarnya pajak yang
ditanggung oleh perusahaan seperti pajak penghasilan dan pajak
pertambahan nilai serta pajak yang ditanggung oleh para
karyawan dan tenaga kerja.
b. Menyiapkan dan mengajukan karyawan memasuki ASTEK.
BAB 4
ANALISA DATA
4.1 Pengolahan Data
Data merupakan alat dalam pengambilan keputusan yang telah dikumpulkan, baik
berasal dari sampel, untuk keperluan laporan atau analisis selanjutnya yang perlu
diatur, disusun, disajikan dalam bentuk yang jelas dan baik. Keputusan yang baik
dapat dihasilkan jika pengambilan keputusan tersebut didasarkan atas data yang baik
pula.
Untuk membahas masalah tentang proyeksi volume penjualan Crude Palm Oil
(CPO) seperti yang diuraikan pada bagian sebelumnya, penulis mengumpulkan data
yang berhubungan dengan permasalahan tersebut. Data yang dikumpulkan dari PT.
PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan adalah data volume penjualan CPO.
Dimana variabel volume penjualan CPO yang digunakan adalah total volume
penjualan per tahun selama 5 (lima) periode dari tahun 2002 – 2006. Adapun datanya
30
Tabel 4.1 Volume Penjualan Crude Palm Oil (CPO) Tahun 2002 – 2006 PT. PP.
London Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
Periode Bulan
2002 2003 2004 2005 2006
Januari 24.704.346 26.986.456 20.410.577 19.439.919 23.206.139
Februari 15.250.000 7.763.244 11.496.783 9.999.719 13.243.215
Maret 8.299.752 14.110.399 10.228.550 10.690.087 15.638.148
April 13.344.697 9.845.226 10.375.949 12.463.220 13.459.644
Mei 12.290.573 14.297.361 12.814.952 11.860.469 14.789.994
Juni 13.094.496 16.498.353 15.568.921 16.245.874 14.787.496
Juli 16.421.928 16.508.560 11.462.635 21.429.996 18.455.589
Agustus 8.857.846 13.894.970 26.338.799 17.083.757 16.946.828
September 18.945.675 12.329.782 9.423.524 21.944.936 16.691.644
Oktober 12.834.456 13.736.301 15.762.501 12.659.812 18.611.702
November 12.039.175 13.080.289 13.665.023 16.074.754 12.920.137
Desember 8.390.284 12.760.808 15.271.485 16.005.957 11.351.487
Total 164.473.228 171.811.749 152.409.122 185.898.500 178.750.536
Sumber: Sales & Area Accounting Dept. LONSUM Medan (diolah)
Pada tabel di atas diperlihatkan beberapa data yang nantinya akan dianalisa
dengan menggunakan rumus Eksponential. Sehingga total volume penjualan CPO
pada tahun 2007 – 2011 akan dapat diramalkan.
4.2 Analisa Volume Penjualan Crude Palm Oil
Berdasarkan tabel di atas maka dapatlah kita lakukan perhitungan untuk mengetahui
berapa besarnya volume penjualan pada PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk
32
4.3 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2007 dengan Menggunakan
Rumus Eksponential
Rumus: Pt = Po.e r.t
Dengan: P2006 = 178.750.536
t = 1 tahun
r = 0,02075
P2007 = ...?
Penyelesaian: Pt = Po.e r.t
Pt = 178.750.536 x 2,7182821(0,02075)
Pt = 178.750.536 x 2,718282 0,02075
Pt = 178.750.536 x 1,02097
Pt = 182.498.935
4.4 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2008 dengan Menggunakan
Rumus Eksponential
Rumus: Pt = Po.e r.t
Dengan: P2006 = 178.750.536
t = 2 tahun
r = 0,02075
33
Penyelesaian: Pt = Po.e r.t
Pt = 178.750.536 x 2,7182822(0,02075)
Pt = 178.750.536 x 2,718282 0,0415
Pt = 178.750.536 x 1,042
Pt = 186.258.059
4.5 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2009 dengan Menggunakan
Rumus Eksponential
Rumus: Pt = Po.e r.t
Dengan: P2006 = 178.750.536
t = 3 tahun
r = 0,02075
P2009 = ...?
Penyelesaian: Pt = Po.e r.t
Pt = 178.750.536 x 2,7182823(0,02075)
Pt = 178.750.536 x 2,718282 0,06225
Pt = 178.750.536 x 1,064
34
4.6 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2010 dengan Menggunakan
Rumus Eksponential
Rumus: Pt = Po.e r.t
Dengan: P2006 = 178.750.536
t = 4 tahun
r = 0,02075
P2010 = ...?
Penyelesaian: Pt = Po.e r.t
Pt = 178.750.536 x 2,7182824(0,02075)
Pt = 178.750.536 x 2,718282 0,083
Pt = 178.750.536 x 1,0865
Pt = 194.212.457
4.7 Proyeksi Volume Penjualan CPO untuk Tahun 2011 dengan Menggunakan
Rumus Eksponential
Rumus: Pt = Po.e r.t
Dengan: P2006 = 178.750.536
t = 5 tahun
r = 0,02075
35
Penyelesaian: Pt = Po.e r.t
Pt = 178.750.536 x 2,7182825(0,02075)
Pt = 178.750.536 x 2,718282 0,10375
Pt = 178.750.536 x 1,109
Pt = 198.234.344
Tabel 4.2 Proyeksi Volume Penjualan Crude Palm Oil (CPO) Tahun 2007 – 2011
PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
Tahun Total Volume Penjualan CPO
2007 182.498.935
2008 186.258.059
2009 190.190.570
2010 194.212.457
36
Tabel 1 Volume Penjualan CPO Tahun 2002–2006 PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
Periode Bulan
2002 2003 2004 2005 2006
Januari 24.704.346 26.986.456 20.410.577 19.439.919 23.206.139
Februari 15.250.000 7.763.244 11.496.783 9.999.719 13.243.215
Maret 8.299.752 14.110.399 10.228.550 10.690.087 15.638.148
April 13.344.697 9.845.226 10.375.949 12.463.220 13.459.644
Mei 12.290.573 14.297.361 12.814.952 11.860.469 14.789.994
Juni 13.094.496 16.498.353 15.568.921 16.245.874 14.787.496
Juli 16.421.928 16.508.560 11.462.635 21.429.996 18.455.589
Agustus 8.857.846 13.894.970 26.338.799 17.083.757 16.946.828
September 18.945.675 12.329.782 9.423.524 21.944.936 16.691.644
Oktober 12.834.456 13.736.301 15.762.501 12.659.812 18.611.702 November 12.039.175 13.080.289 13.665.023 16.074.754 12.920.137 Desember 8.390.284 12.760.808 15.271.485 16.005.957 11.351.487
Total 164.473.228 171.811.749 152.409.122 185.898.500 178.750.536
Sumber: Sales & Area Accounting Dept. LONSUM Medan (diolah)
Gambar 1 Grafik Volume Penjualan CPO Tahun 2002–2006 PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
0
50000000
100000000
150000000
200000000
2002
2003
2004
2005
2006
Tahun
Grafik Volume Penjualan CPO
37
Tabel 2 Proyeksi Volume Penjualan CPO Tahun 2007 – 2011 PT. PP. London
Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
Tahun Total Volume Penjualan CPO
2007 182.498.935
2008 186.258.059
2009 190.190.570
2010 194.212.457
2011 198.234.344
Gambar 2 Grafik Proyeksi Volume Penjualan CPO Tahun 2007 – 2011 PT. PP.
London Sumatra Indonesia Tbk Medan (Kg)
170000000
2007
2008
2009
2010
2011
Tahun
Total Volume Penjualan CPO
BAB 5
IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap penerapan hasil desain tertulis ke dalam bentuk
programming (coding). Pada tahap ini seluruh hasil desain dituangkan ke dalam
bahasa programming tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang
sesuai dengan hasil akhir desain tertulis. Implementasi yang sudah selesai harus diuji
coba kehandalannya sehingga dapat diketahui dari sistem tersebut hasil akhir yang
diinginkan. Dalam data pengolahan volume penjualan, implementasi yang digunakan
penulis adalah dengan menggunakan software Microsoft Excel.
5.2 Sekilas Tentang Microsoft Excel
Microsoft Excel merupakan program aplikasi spreadsheet (lembar kerja electronik)
yang merupakan produk unggulan dari Microsoft Corporation yang banyak berperan
39
proyeksi, analisa dan mempresentasikan data dalam bentuk grafik dengan lebih
mudah.
Sejak diperkenalkannya Microsoft Excel pada tahun 1985, software ini telah
diklaim sebagai spreadsheet yang paling canggih dan terpopuler hingga dekade
terakhir ini. Kini pertengahan tahun 2001 Microsoft Excel hadir dengan generasi
terbarunya yaitu Microsoft Excel XP (experience) yang tampil lebih terintegrasi dan
fleksibel dengan program aplikasi berbasis windows lainnya dan dapat bekerja pada
sistem jaringan serta dapat memanfaatkan fasilitas internet maupun intranet.
5.3 Mengaktifkan Microsoft Excel
Langkah-langkah dalam memulai MicrosoftExcel yaitu:
1. Klik tombol Start pada Taskbar, kemudian pilih All Programs.
2. Microsoft Office lalu pilih Microsoft Office Excel 2003.
40
3. Kemudian muncul jendela Microsoft Office Excel dan secara otomatis
ditampilkan lembar kerja Excel.
Gambar 5.2 Tampilan Lembar Kerja Microsoft Excel
5.4 Lembar Kerja Microsoft Excel
Setelah program aplikasi Microsoft. Excel dibuka atau dijalankan, maka sebuah
lembar kerja (worksheet) baru yang masih kosong otomatis akan ditampilkan. Lembar kerja adalah kumpulan kolom dan baris, dimana kolom berurutan dari atas ke bawah
dan baris berurutan dari kiri ke kanan. M.S. terdiri dari tiga lembar kerja yang diwakili
tab lembar kerja yang berada di bawah, yaitu Sheet1, sheet2, Sheet3. Setiap lembar
kerja Excel memiliki 256 kolom dan 65.536 baris pada setiap lembar kerja.
Perpotongan baris dan kolom disebut sel (cell). Sel diberi nama menurut posisi kolom
dan baris dilokasi sel tersebut berada. Pada lembar kerja Microsoft Excel terdapat
41
5.5 Pengisian Data Microsoft Excel
Pengisian data ke dalam lembar kerja Microsoft Excel adalah sama dengan
pemasukan atau penelitian data ke dalamnya. Ada dua alternatif pengisian data, yaitu
menggunakan keyboard atau melalui sub menu yang terdapat pada menu Excel.
Dalam pengisian data ke dalam lembar kerja dengan menggunakan keyboard,
diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Letakkan pointer pada sel yang ingin diisi data.
2. Ketik data yang diinginkan.
3. Tekan enter atau klik tombol kiri mouse pada sel yang lain untuk konfirmasi
atau mengakhirinya.
Sedangkan alternatif kedua dalam mengisi data adalah dengan menggunakan
sub menu pada menu edit pada Microsoft Excel. Dengan alternatif ini memiliki lebih
banyak pilihan yaitu: Dowm, Up, Right, Left dan Series (Autofill).
42
5.6 Pembuatan Grafik
Salah satu fasilitas MS. Excel adalah kemampuan untuk membuat grafik (chart)
sehingga data dalam bentuk angka-angka yang tersusun dalam tabel dapat
dipresentasikan ke dalam bentuk yang lebih menarik yakni dalam grafik bentuk
batang, garis, kolom, lingkaran dan bentuk grafik lainnya.
Untuk membuat grafik pada MS. Excel bisa menggunakan icon chart wizard
yang terdapat pada toolbar. Adapun langkah-langkah yang diperlukan sebagai berikut:
1. Sorot sel atau range sel yang ingin dibuat grafik.
2. Klik icon Chart Wizard. Tampil kotak dialog Chart Type.
3. Klik tipe grafik yang diinginkan dan klik Next. Tampil kotak dialog Chart
Source Data.
43
4. Pada tampilan akan terlihat range data yang telah disorot dan klik radiobutton
rows atau coloums yang diinginkan, klik Next. Tampil kotak dialog Chart
Option.
5. Pada Chart Option, ketik judul grafik. Setelah itu klik Next. Tampil kotak
dialog Chart Location.
6. Anda bisa memilih tempat untuk meletakkan grafik ini lalu klik Finish. Maka
grafik akan ditempatklan di lembar kerja Anda.
BAB 6
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan analisis, maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:
1. Hasil peramalan data volume penjualan Crude Palm Oil untuk tahun 2007 –
2011 berturut-turut yaitu: 182.498.935, 186.258.059, 190.190.570,
194.212.457, 198.234.344. Dengan asumsi bahwa rata-rata angka atau
tingkat penjualan tiap tahun cenderung stabil/konstan (r = 2,075%).
2. Dari hasil peramalan data volume penjualan Crude Palm Oil untuk tahun
2007 – 2011 dapat kita lihat bahwa, volume penjualan tiap tahun ke
depannya selalu mengalami kenaikan. Hasil dari proyeksi ini dapat
digunakan oleh pihak pengambil keputusan dalam melakukan pemilihan
45
6.2 Saran
Dari analisis dan kesimpulan yang telah didapat, ada beberapa saran yang mungkin
bisa membantu dalam masalah volume penjualan sebagai berikut:
1. Perlu dibuatnya suatu proyeksi peramalan volume penjualan yang
melibatkan beberapa faktor seperti jumlah produk yang dihasilkan, besarnya
biaya pendistribusian, persaingan pasar dan faktor-faktor lainnya sebagai
kelanjutan dari proyeksi volume penjualan dan menghasilkan penyelesaian
agar tidak menimbulkan suatu kesenjangan dalam masalah harga.
2. Perlunya mengganti tanaman yang sudah renta dengan tanaman yang baru
dan areal yang belum ditanami segera ditanami dalam upaya peningkatan
hasil produksi.
3. Sebaiknya perusahaan mengolah sendiri produk mereka, dari minyak sawit
mentah (CPO) menjadi minyak goreng. Hal ini bertujuan untuk lebih
meningkatkan volume penjualan minyak sawit yang dihasilkan oleh
perusahaan baik itu untuk tujuan pasar dalam negeri maupun pasar luar
46
DAFTAR PUSTAKA
J. Kodoatie, Robert. Analisis Ekonomi Teknik. Yogyakarta: PT. Andi.
Kartadinata, Abas. Akuntansi dan Analisis Biaya. 2000. Jakarta: Asdi Mahasatya.
Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Dasar-dasar
Demografi. 1981. Jakarta.
Mantra, Ida Bagus. Pengantar Studi Demografi. 1991. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muliakusuma, Sutarsih. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Lembaga Demografi
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Panduan Tatacara Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir. 2006. Dokumen Nomor Akad/05/2005. Medan: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara.
Team Work Potensi Utama. Buku Paduan Belajar Microsoft Excel XP. Medan.
http://www.google.com
http://www.londonsumatra.com