• Tidak ada hasil yang ditemukan

BNPB and JICA 2015 Petunjuk Teknis Penyu 001

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BNPB and JICA 2015 Petunjuk Teknis Penyu 001"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran ini adalah Contoh Tabel Matriks yang menunjukkan Kegiatan dan

Pelaku Aksi Penanggulangan Bencana yang ada dalam Aplikasi Pendukung

Penyusunan RPB (RPB Formulation Support Application).

Pertimbangkan dan susun dokumen RPB Daerah dengan mengacu pada

lampiran ini.

●:

Penanggung Jawab

○:

Pendukung

Aksi

Pelaku

(2)
[image:2.1191.67.1104.101.734.2]

Table L3- 1 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku

[Strategi Dasar untuk Semua Jenis Bencana]

Ke pal

B

up

at

i/W

al

ik

ot

a

D

is

di

kp

or

a

D

in

ke

s

D

is

so

sn

ak

er

tr

an

s

D

is

hu

bk

om

in

fo

D

in

as

P

U

D

in

as

T

at

a

K

ot

a

D

is

ko

pe

rin

da

g

D

is

bu

dp

ar

D

in

as

P

er

ta

ni

an

,

P

er

ik

an

an

d

an

K

el

au

ta

n

D

in

as

K

eb

er

si

ha

n

B

ag

ia

n

H

uk

um

S

ek

re

ta

ris

D

ae

ra

h

B

ap

pe

da

S

at

po

l P

P

&

L

in

m

as

B

LH Dinas

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

B

ak

es

ba

ng

po

l

P

D

E

D

is

pe

nd

uk

ca

pi

l

D

in

as

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

In

sp

ek

to

ra

t

D

ae

ra

h

S

emu

a

S

K

P

D

B

P

M

B

K

D

B

al

ai

L

at

ih

an

K

er

ja

K

ot

a

B

P

2K

B

P

2M

B

P

2K

B

D

in

as

D

amk

ar

K

oma

nd

an

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

K

aj

i C

ep

at

B

P

B

D

K

ab

/K

ot

a

B

N

P

B

B

P

B

D

P

ro

vi

ns

i

S

A

R

B

A

S

A

R

D

A

E

S

D

M

B

M

K

G

P

V

MB

G

P

U BPS KEME

N

A

G

K

E

ME

N

D

A

G

R

I

P

O

LR

I

T

N

I

P

M

I

ID

I/

R

S

(I

ka

ta

n

D

ok

te

r

In

do

ne

si

a/

R

uma

h

S

ak

it)

P

LN PDA

M

T

E

LK

O

M

O

pe

ra

to

r

S

el

ul

er

(A

so

si

as

i)

P

er

us

ah

aa

n

T

ra

ns

po

rt

as

i

M

ed

ia

Le

m

ba

ga

R

is

et

/

U

ni

ve

rs

ita

s

A

so

si

as

i S

ek

ol

ah

S

w

as

ta

P

er

ba

nk

an

d

i K

ab

/K

ot

a

P

er

us

ah

aa

n

S

w

as

ta

LS

M

Le

m

ba

ga

D

on

or

I

nt

er

na

si

on

al

K

ec

ama

ta

n

K

el

ur

ah

an

P

er

ta

m

in

a

T

A

G

A

N

A

F

or

um

R

is

et

D

ae

ra

h

F

or

um

P

R

B

O

R

A

R

I

R

el

aw

an

1 Menyusun Rancangan Peraturan Bupati/Walikota tentang

Penanggulangan Bencana Daerah - Adanya Peraturan Bupati/Walikota tentang Penanggulangan Bencana Daerah

○ ○ ○

2 Menyusun Rancangan Peraturan Daerah Kab/Kota tentang

Penanggulangan Bencana Daerah -Adanya Pertaturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana Daerah

3 Menyusun aturan daerah tentang penganggaran darurat bencana -Paling lambat akhir tahun 2016 telah disahkan Peraturan Daerah tentang Penganggaran

darurat bencana Kab/Kota

○ ○ ○

4

Melakukan Sinkronisasi Peraturan Daerah tentang Tata Guna Lahan dengan Peraturan Bupati/Walikota / Daerah / tentang Penanggulangan Bencana

-Paling lambat akhir tahun 2017 telah disahkan Peraturan Daerah tentang Tata Guna Lahan yang baru yang sudah disinkronisasi dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

5

Melakukan Sinkronisasi Peraturan Daerah tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Peraturan Bupati/Walikota / Daerah / tentang Penanggulangan Bencana

-Paling lambat akhir tahun 2017 telah disahkan Peraturan Daerah tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru yang sudah disinkronisasi dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

6

Melakukan Sinkronisasi Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sumberdaya Air dengan Peraturan Bupati/Walikota / Daerah / tentang Penanggulangan Bencana

-Paling lambat akhir tahun 2017 telah disahkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sumberdaya Air yang baru yang sudah disinkronisasi dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

7

Melakukan Sinkronisasi Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan Peraturan Bupati/Walikota / Daerah / tentang Penanggulangan Bencana

-Paling lambat akhir tahun 2017 telah disahkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang baru yang sudah disinkronisasi dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

8 Menyusun tata aturan dan mekanisme penggalangan bantuan dari pihak lain dalam Penanggulangan Bencana di Daerah

-Adanya tata aturan dan mekanisme penggalangan bantuan dari pihak lain. Pada tahun

2016.

9 Menyusun Prosedur Operasi Standar Penanganan Darurat Bencana-Adanya SOP Penanganan darurat bencana, untuk bencana-bencana prioritas yang

berdampak besar

10Menyusun Prosedur Operasi Standar Monitoring dan Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat dan Pemulihan pasca bencana

-Adanya SOP untuk Monitoring dan Evaluasi Penanganan Tanggap darurat dan

Pemulihan Pasca Bencana

Peningkatan Implementasi kerangka hukum penyelenggaraan penanggulangan bencana yang telah diperkuat

11Melakukan Pra Tinjau terhadap Peraturan Daerah yang telah diberlakukan berkaitan dengan kebencanaan daerah

-Adanya Evaluasi terhadap berlakunya PERDA / PERWALI yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah untuk mengetahui Efektifitas dan daya dukungnya terhadap PRB di Daerah

12

Membangun Sistem Informasi dan Data Kebencanaan Daerah dalam bentuk website yang memadai yang dapat diakses oleh struktur pemerintahan paling bawah dan masyarakat pengguna secara luas

-Ditargetkan pada pertengahan tahun 2016 telah terbangun website tentang Data dan Informasi Kebencanaan Daerah Kab/Kota yang memadai yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas

13

Melakukan pembaharuan Data dan Informasi Kebencanaan Daerah Kab/Kota Secara periodik sesuai dengan perkembangan Kejadian Kebencanaan Daerah

-Sejak mulai dioperasionalisasikannya Sistem Informasi Data dan Kebencanaan daerah, maka secara periodik petugas yang ditunjuk melakukan pembaharuan data dan informasi kebencanaan daerah.secara terus menerus

○ ○

14

Mengangkat 2 orang tenaga profesional yang mengendalikan website dan melakukan Pembaharuan Data dan Informasi Kebencanaan Daerah secara periodic

-Adanya 2 orang petugas profesional yang diangkat oleh pemerintah daerah untuk

mengendalikan Sistem Informasi dan Data Kebencanaan Daerah Kab/Kota.

○ ○

Peningkatan Kapasitas Sumbedaya

Manusia Pada Lembaga-lembaga terkait penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

15 Penyelenggaraan Latihan Kesiapsiagaan secara berkala -Terlaksananya Latihan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap bencana minimal sekali

dalam setahun dengan peserta 100 orang

○ ●

16Pengadaan peralatan dan perlengkapan untuk kesiapsiagaan daerah

-Tersedianya peralatan dan perlengkapan minimal untuk berjalannya program

kesiapsiagaan daerah

17Pengadaan peralatan dan perlengkapan untuk tanggap darurat bencana

-Tersedianya peralatan dan perlengkapan minimal untuk berjalannya operasi tanggap

darurat bencana jika terjadi bencana

18Pengadaan peralatan dan perlengkapan untuk Pemulihan Pasca Bencana

-Tersedianya peralatan dan perlengkapan minimal untuk berjalannya program

pemulihan pasca terjadi bencana

Monitoring, Evaluasi, dan Pemutakhiran Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD)

19Menyusun mekanisme monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran secara berkala RPB Kab/Kota

-Adanya standarisasi mekanisme monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran secara

berkala terhadap RPB Kab/Kota

Pengarusutamaan Penanggulangan Bencana Daerah dalam RPJMD 1

Mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab/Kota

-Terintegrasikannya RPBD Kab/Kota dalam RPJMD yang berbasis kebencanaan

2 Menyusun kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kab/Kota dengan memperhatikan aspek kebencanaan

-Pada tahun 2016 telah selesai diadakan sosialisasi bencana banjir di sekolah-sekolah

yang berada di daerah-daerah rawan bencana banjir, dan peserta telah memahaminya

○ ●

3 Menyusun kembali rencana pengelolaan lingkungan hidup dengan

memperhatikan aspek kebencanaan

-Adanya Pembaharuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup yang memuat aspek

Kebencanaan, Pada tahun 2017

4 Menyusun kembali Rencana Tata Guna Lahan Kab/Kota dengan memperhatikan aspek kebencanaan

-Adanya Pembaharuan Rencana Tata Guna Lahan Kab/Kota yang memuat aspek

kebencanaan, pada tahun 2016

○ ●

5

Menyusun dan mengaplikasikan kembali Rencana dan Pola - Pola sistem pertanian Tanaman Pangan dengan memperhatikan aspek kebencanaan untuk menghindari gagal panen karena kekeringan

-Adanya pembaharuan rencana dan pola - pola sistem pertanian tanaman pangan yang mempertimbangkan aspek bencana kekeringan, dan perubahan iklim, pada tahun 2016.

6 Memperbaharui Master Plan Infrastruktur Drainase Kota dengan memperhatikan aspek kebencanaan

-Adanya Master Plan Infrastruktur Drainase Kota yang memperhatikan aspek

kebencanaan. Selambat-lambatnya Master Plan ini di akhir tahun 2016.

7 Membentuk UMKM di masing-masing kelurahan rawan bencana -Terbentuknya UMKM masing-masing kelurahan minimal 1 unit UMKM pada tahun 2016

○ ●

8 Membentuk Koperasi UMKM di masing-masing Kecamatan daerah rawan Bencana

-Terbentuknya Koperasi UMKM masing-masing 1 unit Koperasi UMKM di tiap-tiap

Kecamatan

○ ●

9 Mengadakan Pelatihan Usaha mandiri dan UMKM minimal 2 kali dalam setahun selama 5 tahun berturut-turut

-Terselenggaranya Pelatihan Usaha Mandiri dan UMKM 2 kali dalam setahun dengan

peserta 25 orang per angkatan selama 5 tahun berturut-turut

○ ●

10Membuat mekanisme asuransi jiwa bagi masyarakat miskin di

daerah terpapar bencana-bencana prioritas Kab/Kota -Adanya jaminan asuransi kepada kelompok rentan terhadap bencana

○ ●

11

Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan oleh lembaga pelatihan masyarakat yang ada minimal dua kali setahun dengan jumlah peserta 30 orang per pelatihan

-Terlaksananya pelatihan 2 kali setahun dengan peserta 30 orang per pelatihan

○ ●

12Menyelenggarakan mekanisme permodalan bergilir yang sehat tanpa kredit macet di masyarakat pengguna bantuan

-Adanya modal bergulir 50 juta rupiah per kelompok UMKM pada 6 UMKM di

masing-masing Kecamatan

○ ●

Kesehat

an Lifeline Lain-lain

STRATEG

I

FOKUS

PRIORITA

S

PROGRAM

AKSI

INDIKATOR

Masyarakat Pemerintah Daerah (Kab/Kota)

Pemerintah Pusat/Provinsi

Organisasi Lainnya

SKPD Keadaa

n

1.Penguatan Regulasi dan Kapasitas Kelembagaan

Penguatan Kerangka Hukum Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Tata Kelola Penanggulangan Bencana

Pengarusutamaan Penanggulangan Bencana dalam Pembangunan

Revisi dan Penataan Peraturan Bupati/Walikota dan atau Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

Penyelarasan peraturan lain yang telah berlaku dengan Undang-Undang dan atau dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana

Penyempurnaan Peraturan Teknis Penanggulangan Bencana

Pengembangan Sistem Informasi -Implementasi Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

Peningkatan Kapasitas Sarana dan Prasarana kelembagaan untuk Penanggulangan Bencana

Optimalisasi Sumberdaya serta Penataan Ruang dan Lahan untuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana

2.Perencanaan Penanggulangan Bencana Terpadu

(3)

Ke pal

B

up

at

i/W

al

ik

ot

a

D

is

di

kp

or

a

D

in

ke

s

D

is

so

sn

ak

er

tr

an

s

D

is

hu

bk

om

in

fo

D

in

as

P

U

D

in

as

T

at

a

K

ot

a

D

is

ko

pe

rin

da

g

D

is

bu

dp

ar

D

in

as

P

er

ta

ni

an

, P

er

ik

an

an

d

an

K

el

au

ta

n

D

in

as

K

eb

er

si

ha

n

B

ag

ia

n

H

uk

um

S

ek

re

ta

ris

D

ae

ra

h

B

ap

pe

da

S

at

po

l P

P

&

L

in

m

as

B

LH Dinas

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

B

ak

es

ba

ng

po

l

P

D

E

D

is

pe

nd

uk

ca

pi

l

D

in

as

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

In

sp

ek

to

ra

t D

ae

ra

h

S

em

ua

S

K

P

D

B

P

M

B

K

D

B

al

ai

L

at

ih

an

K

er

ja

K

ot

a

B

P

2K

B

P

2M

B

P

2K

B

D

in

as

D

am

ka

r

K

om

an

da

n

Ti

m

S

at

ko

rla

k

Ta

ng

ga

p

D

ar

ur

at

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

K

aj

i C

ep

at

B

P

B

D

K

ab

/K

ot

a

B

N

P

B

B

P

B

D

P

ro

vi

ns

i

S

A

R

B

A

S

A

R

D

A

E

S

D

M

B

M

K

G

P

V

M

B

G

P

U BPS KEM

E

N

A

G

K

E

M

E

N

D

A

G

R

I

P

O

LR

I

T

N

I

P

M

I

ID

I/

R

S

(I

ka

ta

n

D

ok

te

r I

nd

on

es

ia

/R

um

ah

S

ak

it)

P

LN PDA

M

T

E

LK

O

M

O

pe

ra

to

r

S

el

ul

er

(A

so

si

as

i)

P

er

us

ah

aa

n

T

ra

ns

po

rt

as

i

M

ed

ia

Le

m

ba

ga

R

is

et

/

U

ni

ve

rs

ita

s

A

so

si

as

i S

ek

ol

ah

S

w

as

ta

P

er

ba

nk

an

d

i K

ab

/K

ot

a

P

er

us

ah

aa

n

S

w

as

ta

LS

M

Le

m

ba

ga

D

on

or

I

nt

er

na

si

on

al

K

ec

am

at

an

K

el

ur

ah

an

P

er

ta

m

in

a

T

A

G

A

N

A

F

or

um

R

is

et

D

ae

ra

h

F

or

um

P

R

B

O

R

A

R

I

R

el

aw

an

13Sinkronisasi Kajian Risiko Bencana dengan mempehitungkan kebijakan penanggulangan bencana lintas batas daerah Kab/Kota

-Terjalin Hubungan antar daerah dalam penanganan penanggulangan bencana lintas batas dan ditandatanganinya MoU antar daerah yang bersangkutan paling lambat akhir 2016.

● ○

● ○

14

Tergalangnya kerjasama dengan daerah tetangga dalam pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan bencana pada masa sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana, pada daerah-daerah perbatasan

-Terwujudnya kerjasama antar daerah tetangga dalam penanggulangan bencana

15Mengintegrasikan Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Sistem Operasi Tanggap darurat bencana

-Adanya Dokumen Sistem Operasi Tanggap Darurat Bencana yang integral dengan

PRB

○ ○

16Menyusun rencana kontinjensi bencana-bencana prioritas penanganan kabupaten/kota

-Adanya Dokumen Rencana Kontijensi bencana-bencana prioritas penanganan di

Kab/Kota

○ ○

Pemaduan penyelenggaraan pemulihan bencana dengan pengurangan risiko bencana

17Mengintegrasikan Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi

-Adanya Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana yang integral

dengan PRB

○ ○

Pembangunan Sistem Peringatan Dini Bencana Multi Bahaya 18

Membangun sistem peringatan dini Bencana dengan memadukan teknologi dan kearifan lokal daerah

-Terpasang dan berfungsinya sistem peringatan dini bencana untuk bencana-bencana

prioritas penanganan Kab/Kota, dengan keterpaparan hingga tingkat rumah tangga

○ ○ ○○ ●

19Memperbanyak pemasangan sistem peringatan dini bencana untuk

bencana-bencana prioritas yang berdampak besar

-Pada masing-masing kawasan rawan bencana dengan keterjangkauan 4 Km per unit

alat terpasang

○ ○ ○○ ●

20

Penyebaran peringatan dini bencana melalui media massa lokal : TV, Radio, Berita Online, SMS tersentral, Koran Lokal, untuk mempublikasikan peringatan dini bencana yang dikeluarkan oleh institusi yang berwenang

-Pada setiap ada peringatan dini bencana dari institusi yang berwenang segera

disiarkan melalui media massa lokal

● ○

○ ●

○ ○

1

Menyusun kurikulum kebencanaan untuk pendidikan formal pada : 1. Tingkat Sekolah Dasar (SD), 2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3. Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

-Paling lambat akhir tahun 2016 telah tersusun kurikulum kebencanaan untuk pendidikan

formal tingkat Dasar sampai Menengah

● ○

2

Mensosialisasikan kurikulum kebencanaan untuk pendidikan formal pada : 1. Tingkat Sekolah Dasar (SD), 2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3. Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

-Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di sekolah target.

3

Mengadakan Pelatihan tanggap darurat bencana di sekolah tingkat dasar sampai dengan menengah atas terhadap bencana-bencana prioritas yang berdampak paling besar

-Minimal sekali pelatihan tanggap darurat tingkat sekolah dasar terselenggara pada tahun 2016. Minimal sekali pelatihan tanggap darurat bencana tingkat sekolah SMP terselenggara pada tahun 2017. dan minimal sekali pelatihan tanggap darurat bencana tingkat sekolah SMA pada tahun 2018.

● ○

4

Memberikan pelatihan praktek penanganan bencana pada saat pra bencana, saat terjadi bencana, maupun pasca bencana kepada guru-guru dan sivitas akademika dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi

-Mengadakan pelatihan praktek penanganan bencana kepada guru dan sivitas

akademika minimal setahun sekali

● ○

5 Membangun Kelurahan siaga bencana daerah -Membangun 1 Kelurahan percontohan siaga bencana di setiap kecamatan di daerah

rawan bencana

● ○

6 Melakukan Pendidikan dan Pelatihan terhadap masyarakat relawan siaga bencana

-Melakukan pendidikan dan pelatihan secara rutin 1 kali setahun terhadap masyarakat

relawan siaga bencana

● ○

7

Memberikan kebijakan tentang arah dan orientasi inovasi riset kebencanaan yang jelas Kepada perguruan tinggi dan para peneliti daerah

-Ada alokasi anggaran Pemerintah Daerah untuk mendukung para peneliti melakukan

riset kebencanaan di Daerah Kab/Kota ( dana pendukungan riset kebencanaan daerah)

● ○

8 Melakukan inovasi teknologi tepat guna yang mampu diterapkan di

tingkat masyarakat

-Hasil inovasi teknologi tepat guna dari perguruan tinggi akan diserap oleh pemerintah

daerah untuk diterapkan di masyarakat.

● ○

9 Membuat dan menyusun kebijakan penanggulangan bencana berbasis hasil riset khas daerah

-Ada konektivitas antara hasil riset kebencanaan dari perguruan tinggi dengan

kebijakan penanggulangan bencana yang ditinjau kembali setiap 2 tahun sekali.

● ○

10

Membentuk forum riset kebencanaan daerah sebagai wadah komunikasi dan sinkronisasi antar pelaku riset kebencanaan di daerah

-Pada akhir tahun 2017 telah terbentuk forum riset kebencanaan daerah dalam wadah

lembaga Dewan Riset Daerah

● ○

11Membuat pustaka hasil riset kebencanaan daerah yang dapat diakses secara luas

-Pada akhir tahun 2018 telah terbangun perpustakaan sebagai tempat pustaka hasil riset

kebencanaan daerah.

● ○

● ○

1

Menyusun Konsepsi Forum Masyarakat PRB beserta Diskripsi Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawabnya dalam Penanggulangan Bencana

-Pada akhir tahun 2016 telah tersusun job diskripsi, pembagian kewenangan, penanganan penanggulangan bencana Kab/Kota. Pada awal tahun 2017 telah

tersosialisasikan pada Forum Masyarakat PRB

2

Menyusun Rencana Strategis Forum PRB Kab/Kota yang mendukung pencapaian Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

-Adanya Renstra untuk Forum PRB Kab/Kota

3

Membentuk Forum Masyarakat Pengurangan Risiko Bencana (Forum Masyarakat PRB) Kab/Kota dengan Surat Keputusan dari Bupati/Walikota Setempat

-Paling lambat akhir tahun 2016 telah terbentuk Forum Masyarakat PRB Kab/Kota

4

Memetakan aktor didaerah yang terlibat dalam diskusi informal antar kelompok (baik pemerintah, LSM, Akademis,tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda) untuk pengurangan risiko bencana daerah yang berkelanjutan

-Ada peta aktor di daerah yang terdiri dari pemerintah,LSM,akademis,tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat) dalam upaya Penanggulangan Bencana di

daerah

5

Konsolidasi dan koordinasi berkala Forum PRB Kab/Kota dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana

-Koordinasi dilakukan dengan rapat forum masyarakat PRB minimal 3 bulan sekali

ketika tidak terjadi bencana

● ○

6 Membangun komunikasi dan memperpendek birokrasi antar penyelenggara penanggulangan bencana

-Adanya pengelolaan penanggulangan bencana yang tersentral di sekretariat bersama

yang ditentukan oleh PEMDA dan Forum PRB

● ○

7 Membuat kegiatan dengan melibatkan seluruh aktor PRB dengan momentum tertentu

-Terlaksananya 2 kegiatan PB di daerah yang menggunakan anggaran bersumber dari

aktor-aktor yang telah terpetakan didalam kegiatan PB di daerah

8 Melaksanakan diskusi diskusi yang melibatkan seluruh kelompok (pemerintah, LSM dll)

-Adanya 4 publikasi procesding hasil diskusi aktor lintas sektor terkait PB di beberapa

media massa

9 Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penanganan penanggulangan bencana

-Adanya kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam penanggulangan bencana, baik mereka sebagai korban bencana maupun relawan bencana dengan sumberdaya yang

dimilikinya

○ ○

10Mengadakan Pelatihan ketrampilan kerja UMKM untuk

meningkatkan pendapatan masyarakat -Terlatihnya 25 orang calon pengusaha UMKM per angkatan per tahun

○ ●

11Membangun dukungan partisipasi sektor swasta dan dunia usaha

dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana

-Adanya MoU Kontrak kerjasama antara pemerintah dengan dunia usaha dalam

penggunaan CSR untuk upaya pengurangan risiko bencana

● ○

12

Membuat MoU Kontrak kerjasama antara Pemerintah dan pihak pihak lain yang mendukung persediaan kebutuhan-kebutuhan penanganan darurat dan pemulihan bencana

-Adanya MoU Kontrak kerjasama antara Pemerintah dan pihak pihak lain yang mendukung persediaan kebutuhan-kebutuhan penanganan darurat dan pemulihan

bencana

● ○

13

Membangun dukungan partisipasi dengan Media Massa Lokal (TV, Berita Online, Radio, Koran ) dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana

-Adanya publikasi setiap kegiatan PRB yang melibatkan masyarakat banyak melalui

media TV, Radio, maupun Koran lokal, dan website kebencanaan daerah

● ○

● ○

14

Menggalang kerjasama dengan daerah tetangga dalam pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan bencana pada masa sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana

-Adanya MoU dengan daerah tetangga dengan Dokumen kesepakatan pelaksanaan penanggulangan di daerah perbatasan (pada masa sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana ), dan melakukan Sinkronisasi kebijakan penanggulangan bencana dengan memperhitungkan risiko lintas batas

● ○

● ○

Kesehat

an Lifeline Lain-lain

STRATEG

I

FOKUS

PRIORITA

S

PROGRAM

AKSI

INDIKATOR

Optimalisasi pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan bencana

Peningkatan Kemitraan Multi Pihak dalam Penanggulangan Bencana

Masyarakat Pemerintah Daerah (Kab/Kota)

Pemerintah Pusat/Provinsi

Organisasi Lainnya

SKPD Keadaa

n

3.Penelitian, Pendidikan dan Pelatihan

4.Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat

Peningkatan Kemitraan multi pihak dalam Penanggulangan Bencana

Pemaduserasian Mekanisme Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Peningkatan Kemitraan Multi pihak dalam penanggulangan bencana

Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Pendayagunaan Lembaga Pendidikan sebagai media pembangun budaya sadar bencana

Penguatan dan peningkatan peran relawan dalam Penanggulangan Bencana (PB)

Perkuatan Riset dan Penerapan hasilnya untk efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana

Redifinisi dan Optimalitas pemberdayaan masyarakat yang sinergis berbasis lokalitas, dan proses saling berbagi antar pelaku dengan mengedepankan kemandirian sumberdaya

Penguatan Forum PRB Daerah dan tematik sebagai media untuk saling berbagi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana

Penguatan Kemitraan untuk kemandirian dan keberlanjutan penyelenggaraan penanggulangan bencana 2.Perencanaan

Penanggulangan Bencana Terpadu

Penguatan kemitraan untuk kemandirian dan keberlanjutan penyelenggaraan penanggulangan bencana

Pemaduan Upaya Pengurangan Risiko Bencana dengan Penanganan Darurat

(4)

Ke pal

B

up

a

ti/

W

a

lik

o

ta

D

is

di

kp

or

a

D

in

ke

s

D

is

so

sn

a

ke

rt

ra

n

s

D

is

hu

bk

o

m

in

fo

D

in

as

P

U

D

in

as

T

at

a

K

o

ta

D

is

ko

pe

ri

nd

ag

D

is

bu

dp

a

r

D

in

as

P

e

rt

a

ni

an

,

P

er

ik

an

an

d

an

K

el

au

ta

n

D

in

as

K

e

be

rs

ih

an

B

ag

ia

n

H

uk

u

m

S

ek

re

ta

ris

D

a

er

ah

B

ap

p

ed

a

S

at

po

l P

P

&

L

in

m

as

B

LH

D

in

as

P

e

nd

a

pa

ta

n

D

ae

ra

h

B

ak

e

sb

an

g

po

l

P

D

E

D

is

pe

nd

u

kc

ap

il

D

in

as

P

e

nd

a

pa

ta

n

D

ae

ra

h

In

sp

ek

to

ra

t

D

ae

ra

h

S

em

u

a

S

K

P

D

B

P

M

B

K

D

B

al

ai

L

at

ih

an

K

e

rja

K

ot

a

B

P

2

K

B

P

2

M

B

P

2

K

B

D

in

as

D

a

m

ka

r

K

o

m

an

da

n

T

im

S

at

ko

rl

ak

T

a

ng

ga

p

D

a

ru

ra

t

T

im

S

at

ko

rla

k

T

a

ng

g

ap

D

a

ru

ra

t

T

im

K

aj

i C

e

pa

t

B

P

B

D

K

ab

/K

o

ta

B

N

P

B

B

P

B

D

P

ro

vi

ns

i

S

A

R

B

A

S

A

R

D

A

E

S

D

M

B

M

K

G

P

V

M

B

G

P

U

B

P

S

K

E

M

E

N

A

G

K

E

M

E

N

D

A

G

R

I

P

O

LR

I

T

N

I

P

M

I

ID

I/R

S

(Ik

a

ta

n

D

ok

te

r I

nd

on

es

ia

/R

um

ah

S

ak

it)

P

LN

P

D

A

M

T

E

L

K

O

M

O

pe

ra

to

r

S

e

lu

le

r

(A

s

os

ia

si

)

P

er

u

sa

h

aa

n

T

ra

n

sp

or

ta

si

M

ed

ia

Le

m

ba

ga

R

is

e

t

/

U

ni

ve

rs

ita

s

A

so

s

ia

si

S

e

ko

la

h

S

w

a

st

a

P

er

ba

nk

a

n

di

K

ab

/K

ot

a

P

er

us

ah

a

an

S

w

a

st

a

LS

M

Le

m

ba

ga

D

o

no

r

In

te

rn

a

si

on

al

K

ec

a

m

at

a

n

K

el

ur

ah

an

P

er

ta

m

in

a

T

A

G

A

N

A

F

o

ru

m

R

is

et

D

ae

ra

h

F

o

ru

m

P

R

B

O

R

A

R

I

R

el

aw

a

n

Peningkatan kapasitas kelembagaan dan komunitas dalam pencegahan dan mitigasi bencana

1

Mensosialisasikan ancaman bencana dan dampak yg akan

ditimbulkan kepada masyarakat, anak sekolah dan media -Terlaksananya sosialisasi bahaya dan dampaknya bagi masyarakat

○ ○

2Zonasi daerah rawan bencana gempa bumi dan pengaturan

penggunaan lahan

-Adanya peta zonasi rawan gempa bumi dan adanya penyesuaian penggunaan lahan di

daerah rawan bencana gempa bumi

○ ○

3Penerapan standar bangunan aman gempa hingga ke tingkat

kelurahan yang di adopsi dari Building Code provinsi

-Adanya pedoman standar pendirian bangunan tahan gempa pada tiap-tiap bangunan di

Kab/Kota sesuai dengan kelasnya

○ ○

4Menerapkan peraturan building code hingga tingkat kelurahan -Adanya tanda pengenal bangunan tahan gempa pada tiap-tiap bangunan di Kab/Kota

sesuai dengan kelas nya

● ○

5Menerapkan peraturan tata guna lahan dan IMB berdasarkan kajian

risiko bencana gempa bumi -Adanya pembatasan ijin mendirikan bangunan di daerah-daerah rawan gempa bumi

6Membangun dan memelihara tempat perlindungan dan tempat

evakuasi. -Tiap Kecamatan minimal 1 tempat pengungsian

7Membuat perencanaan penempatan pemukiman untuk mengurangi

tingkat kepadatan hunian di daerah rawan bencana gempa bumi

-Adanya peta zonasi permukiman Kab/Kota sesuai dengan tata guna lahan yang

mempertimbangkan aspek kebencanaan

● ○

8Membuat rumah percontohan rumah tahan gempa sebagai model

yang dapat ditiru oleh masyarakat luas

-Adanya bangunan rumah percontohan rumah tahan / aman gempa yang dapat dilihat

dan ditiru oleh masyarakat luas

● ○

9Melakukan identifikasi fasilitas pemerintah dan fasilitas publik

berdasarkan standar pendirian bangunan aman gempa

-Teridentifikasinya bangunan gedung fasilitas pemerintah berdasarkan klasifikasi

bangunan aman gempa

● ○

10

Membangun dan melakukan retrofit gempa terhadap bangunan pemerintah dan fasilitas umum sehingga lebih tahan terhadap gempa.

-Pembangunan fasilitas umum dan pemerintah yg tahan terhadap gempa -Melakukan retrofit gempa terhadap bangunan pemerintah dan fasilitas umum yang telah ada sehingga lebih tahan terhadap gempa

● ○

11Retrofit gempa terhadap infrastruktur yg ada -Terlaksananya retrofit gempa terhadap infrastruktur yg ada

● ○

12Mensosialisakan panduan pedoman standar pendirian bangunan

aman gempa hingga ke tingkat kelurahan

-Terlaksananya sosialisasi pedoman standar pendirian bangunan aman gempa di 50

keluarahan yang diadakan di masing-masing kecamatan

● ○

1

Melakukan sosialisasi tentang kesiapsiagaan dan cara menyelamatkan diri apabila terjadi bencana kepada pelajar dan masyarakat yg tinggal di daerah rawan bencana

-Terlaksananya sosialisasi cara-cara menyelamatkan diri

○ ○

2Menyusun Rencana Evakuasi tingkat Kab/Kota di zona prioritas

bencan -Adanya dokumen rencana evakuasi tingkat Kab/Kota

3Menyusun pedoman standar penyelamatan diri dan evakuasi saat

terjadi bencana -Adanya dokumen pedoman standar penyelamatan diri

4Melaksanakan latihan evakuasi masyarakat yg tinggal di daerah

rawan bencana -Terlaksananya latihan evakuasi minimal 1 tahun sekali secara simultan dan bergiliran

○ ○

5Melaksanakan latihan kesiapsiagaan bencana secara teratur -Terlaksananya latihan kesiapsiagaan masyarakat

6

Melaksanakan perencanaan logistik dan penyediaan dana, peralatan dan material yang diperlukan untuk kegiatan/upaya tanggap darurat

-Adanya penyediaan logistik, dan anggaran, serta peralatan dan material untuk

persiapan tanggap darurat bencana

7Mengadakan fasilitas dan infrastruktur tanggap darurat bencana. -Pengadaan fasilitas dan infrastruktur tanggap darurat bencana

○ ○

Percepatan pembangunan sarana prasarana dan logistik dalam penanganan darurat

8

Menyediakan tempat dan jalur evakuasi, tempat pengungsian sementara, dan sarana prasarana air bersih dan sanitasi lingkungan / MCK

-Adanya tempat evakuasi, terpasangnya rambu-rambu evakuasi, dan tempat

penampungan sementara

9Membentuk Pos Komando Tanggap Darurat -Adanya Pusdalops

○ ○

● ●

● ○ ○ ○

○ ○ ○

10Mengumpulkan & menyebarkan informasi kepada publik -Implementasi pengumpulan dan penyebaran informasi kepada masyarakat

○ ○

○ ○

11Kaji Cepat Bencana -Tersedianya rekomendasi status darurat bencana maksimal 1x24 jam sejak bencana

selesai

○ ○

● ●

● ○ ○

12Meminta & menerima bantuan dari pemerintah Provinsi -Membuat keputusan untuk meminta bantuan berdasarkan kaji cepat bencana

-Meminta dan menerima bantuan dari Pemprov

● ○ ○

13Tindakan SAR untuk korban bencana

-Maksimum 1x6 jam setelah kejadian bencana telah memulai pelaksanaan tugas -Maksimum 3x24 jam setelah kejadian bencana berakhir, telah selesai melakukan pencarian semua korban selamat

○ ○

● ●

● ○ ○ ●

○ ○ ○ ○

○ ○

14Mendukung upaya memberikan pertolongan pertama kepada

korban

-Memberikan pertolongan P3K kepada korban telah selesai maksimum 3x24 jam

setelah kejadian bencana

● ○

○ ○ ○ ○

15Mendukung upaya evakuasi warga -Proses evakuasi telah selesai maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana

○ ○ ○

○ ○ ○

○ ○

16Memadamkan kebakaran -Pemadaman Api telah selesai dilakukan maksimum 1x24 jam setelah kejadian

bencana

○ ○

17Memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat

berlindung, kesehatan, air bersih dan sanitasi

-Kebutuhan dasar sudah harus didistribusikan ke semua tempat penampuangan

maksimum 2x24 jam setelah kejadian bencana

● ●

● ○ ○

○ ○ ○

18Mengelola tempat evakuasi korban bencana -Mobilisasi sumber daya untuk mengelola tempat-tempat evakuasi

○ ●

○ ○ ○

19Mengurus korban yang meninggal dunia -Korban meninggal sudah selesai dimakamkan paling lama 7x24 jam setelah kejadian

bencana

● ○

○ ○

20Melindungi dan memberikan pertolongan kepada kelompok rentan -Melindungi dan memberikan pertolongan kepada kelompok rentan

○ ●

21Menerima bantuan dari relawan -Menyediakan tempat dan mempersiapkan diri untuk menerima Relawan

-Implementasi penerimaan Relawan.

○ ○

○ ○ ○ ○

22Pemulihan darurat untuk fungsi fasilitas & infrastruktur vital

-Maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana berakhir, telah diketahui status seluruh fasilitas & infrastruktur yang ada di daerah bencana

-Maksimum 7x24 jam setelah kejadian bencana selesai, telah dapat memfungsikan fasilitas & infrastruktur vital yang rusak (baik secara permanen ataupun temporer)

● ●

○ ○

○ ○ ○

23Pemulihan darurat untuk fungsi lifeline(sarana dan prasarana vital)

-Maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana, telah diketahui status seluruh fasilitas lifeline yang ada di daerah bencana

-Maksimum 7x24 jam setelah kejadian bencana selesai, telah dapat memfungsikan fasilitas lifeline yang rusak

○ ○ ○ ○

24Membersihkan limbah padat dan reruntuhan -Membersihkan limbah padat dan reruntuhan untuk melancarkan jalur transportasi

darurat maksimum 3x24 jam sesudah kejadian bencana

○ ○

25Menjaga kebersihan dan mencegah wabah penyakit -Tindakan untuk menjaga kebersihan dan mencegah wabah penyakit sudah harus

berfungsi maksimum 3x24 jam setelah kejadian bencana

26Mengamankan jaringan transportansi darurat berserta seluruh

aktivitasnya

-Jaringan transportasi darurat beserta aktivitas darurat sudah harus berfungsi maksimum

3x24 jam setelah kejadian bencana

● ○

○ ○

27Menjaga keamanan di lokasi bencana -Tindakan untuk menjaga keamanan sudah harus berfungsi maksimum 3x24 jam

sesudah kejadian bencana

● ●

28Mencegah terjadinya kepanikan -Tindakan untuk mencegah terjadinya kepanikan sudah harus berfungsi maksimal 1x24

jam setelah kejadian bencana

● ●

1Pengkajian Kerusakan dan Kerugian akibat bencana -Adanya dokumen hasil kajian dan perhitungan kerugian dan kerusakan

2Penyusunan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi -Adanya dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi

○ ●

3Pemulihan prasarana sarana publik dan rekonstruksi rumah warga

korban bencana -Terlaksananya rencana rehabilitasi dan rekonstruksi

○ ●

4Pemulihan Normalisasi kehidupan warga masyarakat korban

bencana -Kehidupan masyarakat berjalan kembali secara normal

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang

Sosial, Ekonomi, dan Budaya 5

Melakukan rehabilitasi sosial, ekonomi, dan budaya, warga masyarakat korban bencana

-Kehidupan masyarakat secara sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan berjalan

kembali

Lain-lain

STRATEG

I

FOKUS

PRIORITA

S

PROGRAM

AKSI

INDIKATOR

Masyarakat Pemerintah Daerah (Kab/Kota)

Pemerintah Pusat/Provinsi

Organisasi Lainnya

SKPD Keadaa

n Kesehat

an Lifeline

5.Pengurangan Risiko Bencana

6.Peningkatan Efektivitas Penanganan Darurat Bencana

7.Optimalisasi Pemulihan Dampak Bencana

Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana

Penyelenggaraan Pemulihan Dampak Bencana

Optimalisasi pengelolaan sumberdaya serta Penataan Ruang dan Lahan untuk Upaya pencegahan dan mitigasi bencana

Pengelolaan Mitigasi Bencana

Pembangunan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana

Accelerating the Development of Facility, Infrastructure, and Logistics in Emergency Management

Peningkatan Kapasitas Penanganan darurat bencana

[image:4.1191.113.1070.75.767.2]

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang Fisik

(5)

Ke pal

B

up

at

i/W

al

ik

ot

a

D

is

di

kp

or

a

D

in

ke

s

D

is

so

sn

ak

er

tra

ns

D

is

hu

bk

om

in

fo

D

in

as

P

U

D

in

as

T

at

a

K

ot

a

D

is

ko

pe

rin

da

g

D

is

bu

dp

ar

D

in

as

P

er

ta

ni

an

,

P

er

ik

an

an

d

an

K

el

au

ta

n

D

in

as

K

eb

er

si

ha

n

B

ag

ia

n

H

uk

um

S

ek

re

ta

ris

D

ae

ra

h

B

ap

pe

da

S

at

po

l P

P

&

L

in

m

as

B

LH Dinas

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

B

ak

es

ba

ng

po

l

P

D

E

D

is

pe

nd

uk

ca

pi

l

D

in

as

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

In

sp

ek

to

ra

t

D

ae

ra

h

S

em

ua

S

K

P

D

B

P

M

B

K

D

B

al

ai

L

at

ih

an

K

er

ja

K

ot

a

B

P

2K

B

P

2M

B

P

2K

B

D

in

as

D

am

ka

r

K

o

m

an

da

n

T

im

S

a

tk

o

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

u

ra

t

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

K

aj

i C

ep

at

B

P

B

D

K

ab

/K

ot

a

B

N

P

B

B

P

B

D

P

ro

vi

ns

i

S

A

R

B

A

S

A

R

D

A

E

S

D

M

B

M

K

G

P

V

M

B

G

P

U BPS KEM

E

N

A

G

K

E

M

E

N

D

A

G

R

I

P

O

LR

I

T

N

I

P

M

I

ID

I/R

S

(I

ka

ta

n

D

o

kt

er

In

d

on

es

ia

/R

um

a

h

S

a

ki

t)

P

LN PDA

M

T

E

LK

O

M

O

pe

ra

to

r

S

el

ul

er

(A

so

si

as

i)

P

er

us

ah

aa

n

T

ra

ns

po

rt

as

i

M

ed

ia

Le

m

ba

ga

R

is

et

/

U

ni

ve

rs

ita

s

A

so

si

as

i S

ek

ol

ah

S

w

as

ta

P

er

ba

nk

an

d

i K

ab

/K

ot

a

P

er

us

ah

aa

n

S

w

as

ta

LS

M

Le

m

ba

ga

D

on

or

I

nt

er

na

si

on

al

K

ec

am

at

an

K

el

ur

ah

an

P

er

ta

m

in

a

T

A

G

A

N

A

F

or

um

R

is

et

D

ae

ra

h

F

or

um

P

R

B

O

R

A

R

I

R

el

aw

an

1Mensosialisasikan ancaman bencana dan dampak yg akan

ditimbulkan kepada masyarakat, anak sekolah dan media -Terlaksananya sosialisasi bahaya dan dampaknya bagi masyarakat

○ ○

2Membuat Peta inundasi tsunami dari hasil modeling berbagai

sumber gempa -Adanya peta inudasi tsunami skala 1 : 10.000 untuk Kab/Kota

3Menerapkan hasil riset untuk membangun peredam tekanan

gelombang tsunami di Zona Prioritas PB Tsunami.

-Adanya uji coba material peredam tekanan gelombang hasil riset perguruan tinggi /

perorangan / lembaga

Optimalisasi pengelolaan sumberdaya serta Penataan Ruang dan Lahan untuk Upaya pencegahan dan mitigasi bencana

4

Penetapan peraturan terkait tata guna lahan dan Izin Medirikan

Bangunan -Adanya surat edaran Bupati/Walikota tentang larangan membangun rumah tinggal di

daerah rawan tsunami, di sepanjang garis pantai Kab/Kota

5Membangun dan memelihara tempat perlindungan dan tempat

evakuasi. -Tiap Kecamatan minimal 1 tempat pengungsian

6Pembangunan daerah penyangga dan peredam dampak bencana

Tsunami -Terbangunnya daerah penyangga dan peredam di daerah rawan bencana tsunami

7Proteksi kawasan terumbu karang 2-3 km dari pantai di Zona

Prioritas PB Tsunami

-Adanya pengawasan eksplorasi dan eksploitasi terumbu karang di daerah rawan

bencana tsunami

8Konstruksi Seawall /Tanggul Laut -Konstruksi Seawall /Tanggul Laut

○ ●

○ ○ ○

9Memasang peralatan untuk memantau tinggi muka air laut -Tersedianya sistem dan melakukan pemantauan tinggi muka air laut untuk memahami

potensi terjadinya tsunami dan gelombang ekstrim

1

Melakukan sosialisasi tentang kesiapsiagaan dan cara menyelamatkan diri apabila terjadi bencana kepada pelajar dan masyarakat yg tinggal di daerah rawan bencana

-Terlaksananya sosialisasi cara-cara menyelamatkan diri

○ ○

2Melakukan sosialisasi tentang sistem peringatan dini di daerah

rawan bencana -Pelaksanaan kegiatan sosialisasi

● ○

○ ●

○ ○

3Menyusun Rencana Evakuasi tingkat Kab/Kota di zona prioritas

bencan -Adanya dokumen rencana evakuasi tingkat Kab/Kota

4Menyusun pedoman standar penyelamatan diri dan evakuasi saat

terjadi bencana -Adanya dokumen pedoman standar penyelamatan diri

5Melaksanakan latihan evakuasi masyarakat yg tinggal di daerah

rawan bencana -Terlaksananya latihan evakuasi minimal 1 tahun sekali secara simultan dan bergiliran

○ ○

6Melaksanakan latihan kesiapsiagaan bencana secara teratur -Terlaksananya latihan kesiapsiagaan masyarakat

7

Melaksanakan perencanaan logistik dan penyediaan dana, peralatan dan material yang diperlukan untuk kegiatan/upaya tanggap darurat

-Adanya penyediaan logistik, dan anggaran, serta peralatan dan material untuk

persiapan tanggap darurat bencana

8Mengadakan fasilitas dan infrastruktur tanggap darurat bencana. -Pengadaan fasilitas dan infrastruktur tanggap darurat bencana

○ ○

9

Menyediakan tempat dan jalur evakuasi, tempat pengungsian sementara, dan sarana prasarana air bersih dan sanitasi lingkungan / MCK

-Adanya tempat evakuasi, terpasangnya rambu-rambu evakuasi, dan tempat

penampungan sementara

10Memasang sistem peringatan dini untuk menyebarkan informasi

peringatan dini kepada masyarakat, media, dll

-Terpasangnya sistem peringatan dini bencana tsunami di 3 tempat di 3 kecamatan

yang berada pada garis pantai.

● ○

○ ●

○ ○

11Membentuk Pos Komando Tanggap Darurat -Adanya Pusdalops

○ ○

● ●

● ○ ○ ○

○ ○ ○

12Mengumpulkan & menyebarkan informasi kepada publik -Implementasi pengumpulan dan penyebaran informasi kepada masyarakat

○ ○

○ ○

13Kaji Cepat Bencana -Tersedianya rekomendasi status darurat bencana maksimal 1x24 jam sejak bencana

selesai

○ ○

● ●

● ○ ○

14Meminta & menerima bantuan dari pemerintah Provinsi -Membuat keputusan untuk meminta bantuan berdasarkan kaji cepat bencana

-Meminta dan menerima bantuan dari Pemprov

● ○ ○

15Tindakan SAR untuk korban bencana

-Maksimum 1x6 jam setelah kejadian bencana telah memulai pelaksanaan tugas -Maksimum 3x24 jam setelah kejadian bencana berakhir, telah selesai melakukan pencarian semua korban selamat

○ ○

● ●

● ○ ○ ●

○ ○ ○ ○

○ ○

16Mendukung upaya memberikan pertolongan pertama kepada

korban

-Memberikan pertolongan P3K kepada korban telah selesai maksimum 3x24 jam

setelah kejadian bencana

● ○

○ ○ ○ ○

17Mendukung upaya evakuasi warga -Proses evakuasi telah selesai maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana

○ ○ ○

○ ○ ○

○ ○

18Memadamkan kebakaran -Pemadaman Api telah selesai dilakukan maksimum 1x24 jam setelah kejadian

bencana

○ ○

19Memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat

berlindung, kesehatan, air bersih dan sanitasi

-Kebutuhan dasar sudah harus didistribusikan ke semua tempat penampuangan

maksimum 2x24 jam setelah kejadian bencana

● ●

● ○ ○

○ ○ ○

20Mengelola tempat evakuasi korban bencana -Mobilisasi sumber daya untuk mengelola tempat-tempat evakuasi

○ ●

○ ○ ○

21Mengurus korban yang meninggal dunia -Korban meninggal sudah selesai dimakamkan paling lama 7x24 jam setelah kejadian

bencana

● ○

○ ○

22Melindungi dan memberikan pertolongan kepada kelompok rentan -Melindungi dan memberikan pertolongan kepada kelompok rentan

○ ●

23Menerima bantuan dari relawan -Menyediakan tempat dan mempersiapkan diri untuk menerima Relawan-Implementasi penerimaan Relawan.

○ ○

○ ○ ○ ○

24Pemulihan darurat untuk fungsi fasilitas & infrastruktur vital

-Maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana berakhir, telah diketahui status seluruh fasilitas & infrastruktur yang ada di daerah bencana

-Maksimum 7x24 jam setelah kejadian bencana selesai, telah dapat memfungsikan fasilitas & infrastruktur vital yang rusak (baik secara permanen ataupun temporer)

● ●

○ ○

○ ○ ○

25Pemulihan darurat untuk fungsi lifeline(sarana dan prasarana vital)

-Maksimum 1x24 jam setelah kejadian bencana, telah diketahui status seluruh fasilitas lifeline yang ada di daerah bencana

-Maksimum 7x24 jam setelah kejadian bencana selesai, telah dapat memfungsikan fasilitas lifeline yang rusak

○ ○ ○ ○

26Membersihkan limbah padat dan reruntuhan -Membersihkan limbah padat dan reruntuhan untuk melancarkan jalur transportasi

darurat maksimum 3x24 jam sesudah kejadian bencana

○ ○

27Menjaga kebersihan dan mencegah wabah penyakit -Tindakan untuk menjaga kebersihan dan mencegah wabah penyakit sudah harus

berfungsi maksimum 3x24 jam setelah kejadian bencana

28Mengamankan jaringan transportansi darurat berserta seluruh

aktivitasnya

-Jaringan transportasi darurat beserta aktivitas darurat sudah harus berfungsi maksimum

3x24 jam setelah kejadian bencana

● ○

○ ○

29Menjaga keamanan di lokasi bencana -Tindakan untuk menjaga keamanan sudah harus berfungsi maksimum 3x24 jam

sesudah kejadian bencana

● ●

30Mencegah terjadinya kepanikan -Tindakan untuk mencegah terjadinya kepanikan sudah harus berfungsi maksimal 1x24

jam setelah kejadian bencana

● ●

1Pengkajian Kerusakan dan Kerugian akibat bencana -Adanya dokumen hasil kajian dan perhitungan kerugian dan kerusakan

2Penyusunan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi -Adanya dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi

○ ●

3Pemulihan prasarana sarana publik dan rekonstruksi rumah warga

korban bencana -Terlaksananya rencana rehabilitasi dan rekonstruksi

○ ●

4Pemulihan Normalisasi kehidupan warga masyarakat korban

bencana -Kehidupan masyarakat berjalan kembali secara normal

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya 5

Melakukan rehabilitasi sosial, ekonomi, dan budaya, warga masyarakat korban bencana

-Kehidupan masyarakat secara sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan berjalan

kembali

Lain-lain

STRATEG

I

FOKUS

PRIORITA

S

PROGRAM

AKSI

INDIKATOR

Masyarakat Pemerintah Daerah (Kab/Kota)

Pemerintah Pusat/Provinsi

Organisasi Lainnya

SKPD Keadaa

n Kesehat

an Lifeline

5.Pengurangan Risiko Bencana

6.Peningkatan Efektivitas Penanganan Darurat Bencana

7.Optimalisasi Pemulihan Dampak Bencana

Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana

Penyelenggaraan Pemulihan Dampak Bencana

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang Fisik

Peningkatan kapasitas kelembagaan dan komunitas dalam pencegahan dan mitigasi bencana

Pengelolaan Mitigasi Bencana

Pembangunan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana

Accelerating the Development of Facility, Infrastructure, and Logistics in Emergency Management

Percepatan pembangunan sarana prasarana dan logistik dalam penanganan darurat

Peningkatan Kapasitas Penanganan darurat bencana

(6)

Table L3- 4 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku

[Letusan Gunung Api]

Ke pal

B

up

at

i/W

al

ik

ot

a

D

is

di

kp

or

a

D

in

ke

s

D

is

so

sn

ak

er

tr

an

s

D

is

hu

bk

omi

nf

o

D

in

as

P

U

D

in

as

T

at

a

K

ot

a

D

is

ko

pe

rin

da

g

D

is

bu

dp

ar

D

in

as

P

er

ta

ni

an

,

P

er

ik

an

an

d

an

K

el

au

ta

n

D

in

as

K

eb

er

si

ha

n

B

ag

ia

n

H

uk

um

S

ek

re

ta

ris

D

ae

ra

h

B

ap

pe

da

S

at

po

l P

P

&

L

in

m

as

B

LH Dinas

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

B

ak

es

ba

ng

po

l

P

D

E

D

is

pe

nd

uk

ca

pi

l

D

in

as

P

en

da

pa

ta

n

D

ae

ra

h

In

sp

ek

to

ra

t

D

ae

ra

h

S

em

ua

S

K

P

D

B

P

M

B

K

D

B

al

ai

L

at

ih

an

K

er

ja

K

ot

a

B

P

2K

B

P

2M

B

P

2K

B

D

in

as

D

am

ka

r

K

om

an

da

n

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

S

at

ko

rla

k

T

an

gg

ap

D

ar

ur

at

T

im

K

aj

i C

ep

at

B

P

B

D

K

ab

/K

ot

a

B

N

P

B

B

P

B

D

P

ro

vi

ns

i

S

A

R

B

A

S

A

R

D

A

E

S

D

M

B

MK

G

P

V

M

B

G

P

U BPS KEM

E

N

A

G

K

E

M

E

N

D

A

G

R

I

P

O

LR

I

T

N

I

P

MI

ID

I/R

S

(Ik

at

an

D

ok

te

r I

nd

on

es

ia

/R

um

ah

S

ak

it)

P

LN PDA

M

T

E

LK

O

M

O

pe

ra

to

r

S

el

ul

er

(A

so

si

as

i)

P

er

us

ah

aa

n

T

ra

ns

po

rt

as

i

Me

di

a

Le

mb

ag

a

R

is

et

/

U

ni

ve

rs

ita

s

A

so

si

as

i S

ek

ol

ah

S

w

as

ta

P

er

ba

nk

an

d

i K

ab

/K

ot

a

P

er

us

ah

aa

n

S

w

as

ta

LS

M

Le

mb

ag

a

D

on

or

I

nt

er

na

si

on

al

K

ec

am

at

an

K

el

ur

ah

an

P

er

ta

mi

na

T

A

G

A

N

A

F

or

um

R

is

et

D

ae

ra

h

F

or

um

P

R

B

O

R

A

R

I

R

el

aw

an

Peningkatan kapasitas kelembagaan dan komunitas dalam pencegahan dan mitigasi bencana

1

Mensosialisasikan ancaman bencana dan dampak yg akan

ditimbulkan kepada masyarakat, anak sekolah dan media -Terlaksananya sosialisasi bahaya dan dampaknya bagi masyarakat

○ ○

Optimalisasi pengelolaan sumberdaya

serta Penataan Ruang dan Lahan untuk Upaya pencegahan dan mitigasi bencana

2

Penetapan peraturan terkait tata guna lahan dan Izin Medirikan

Bangunan -Adanya surat edaran Bupati/Walikota tentang larangan membangun rumah tinggal di

daerah rawan tsunami, di sepanjang garis pantai Kab/Kota

3Membangun dan memelihara tempat perlindungan dan tempat

evakuasi. -Tiap Kecamatan minimal 1 tempat pengungsian

4Membangun saluran untuk mengalihkan aliran lahar dari daerah

pemukiman -Terbangunnya saluran untuk mengalihkan aliran lahar dari daerah pemukiman

○ ○

5Memasang peralatan untuk memantau erupsi gunung api -Terpasangnya peralatan untuk memantau erupsi gunung api

○ ○

1

Melakukan sosialisasi tentang kesiapsiagaan dan cara menyelamatkan diri apabila terjadi bencana kepada pelajar dan masyarakat yg tinggal di daerah rawan bencana

-Terlaksananya sosialisasi cara-cara menyelamatkan diri

○ ○

○<

Gambar

Table L3- 1 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku [Strategi Dasar untuk Semua Jenis Bencana]
Table L3- 2 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku  [Gempa Bumi]
Table L3- 5 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku [Banjir]
Table L3- 6 Contoh Matriks Kegiatan dan Pelaku [Longsor]
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ide yang diberikan dalam penulisan ini adalah pemakaian sebuah alat, yaitu Automatic Safety Anti-Collision Sensor yang dipasang pada kendaraan bermotor terutama mobil agar

The coefficients of the Tuesday variable, except for Shanghai A, are not significantly negative after January 1, 1995 for all four stock markets.. This results indicates that,

Febriani et.al (2016), mengemukakan bahwa akuntabilitas mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hasil penelitian menunjukkan bahwa

Berdasarkan permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah air perasan bawang putih (. Linn.) dan madu ( ) mempercepat waktu penutupan luka pada mencit Swiss

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H 2 SO 4 ) pada proses pikel berpengaruh (P&lt;0,05) terhadap nilai keasaman (pH), dan kadar krom (Cr 2

Sales yang memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi akan mendorong mereka untuk mengetahui visi, misi, serta tujuan perusahaan sehingga sales akan

Hal ini terlihat dari dampak negatifnya yaitu pencemaran udara baik itu dari bau limbah, asap pabrik serta asap mobil angkutan perusahaan yang membawa TBS