Sanksi pidana bagi praktek perkawinan di bawah umur: Kajian hukum islam dan hukum positif
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam hukum pidana Islam tidak begitu terperinci membahas tindak pidana anak karena dalam hukum pidana Islam seorang anak atau belum balig tidak dapat dikenakan hukuman,
Untuk menganalisa hasil istinbath hukum fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menetapkan hukumnya, yakni hukuman Bagi Produsen, Bandar, Pengedar Dan
Menurut sebagian ulama tanpa memandang pelakunya, baik dilakukan oleh orang yang belum menikah atau orang yang telah menikah, selama persetubuhan tersebut berada diluar
Bab dua, merupakan bab teoritis yang mendeskripsikan mengenai narkotika dan tanggung jawab pidananya bagi anak di bawah umur dilihat dari perspektif hukum Islam dan
Me- mang, dalam hal yang praktis, aturan hukum khususnya hukum pidana harus menyesuai- kan diri dengan perkembangan di masyara- kat sehingga terkadang dibutuhkan suatu
Hilman Hadikusuma dalam Muhammad Syarifuddin dkk menjelaskan bahwa setiap anak yang belum dewasa atau sudah dewasa (baligh) tetapi keadaan hidupnya miskin dan tidak
Sedangkan dalam fiqih jinayah seorang anak tidak akan dikenakan sanksi pidana karena kejahatan yang dilakukannya, karena tidak ada beban tanggung jawab hukum sampai
Republik Indonesia, Undang-undang No.. kedewasaan bagi calon mempelai. Bagi mereka, akil dan baligh saja sudah cukup, karena Nabi sendiri menikahi A’isyah ra dalam usia masih muda