• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial."

Copied!
131
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Riko Fridolend S
  • Pengajar:
    • Bapak Prof. Dr. M. Arif Nasution
    • Bapak Drs. Matias Siagian
    • Ibu Hairani Siregar S.Sos, M.SP
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Ilmu Kesejahteraan Sosial
  • Topik: Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2008
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang pentingnya Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan dalam konteks pelayanan sosial. Organisasi ini berperan penting dalam menangani berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Dengan jumlah penduduk yang besar dan kompleksitas masalah sosial, PMI berfungsi sebagai jembatan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana PMI Cabang Medan melaksanakan program-program sosialnya dan dampaknya terhadap masyarakat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menyoroti sejarah dan perkembangan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan sosial. Sejak didirikan, PMI telah berkomitmen untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama dalam situasi darurat. Dengan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia, PMI berusaha untuk memberikan bantuan yang efektif dan tepat waktu. Hal ini menciptakan kebutuhan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang bagaimana PMI Cabang Medan dapat berkontribusi dalam menangani masalah sosial.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah bertujuan untuk mengarahkan fokus penelitian pada program-program yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan dalam pelayanan sosial. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana PMI beroperasi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Dengan memahami permasalahan ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sosial.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menggambarkan program-program yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan, serta memahami dampaknya terhadap masyarakat. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi akademisi dan praktisi dalam bidang kesejahteraan sosial, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan program pelayanan sosial yang ada.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menyajikan teori-teori dan konsep-konsep yang relevan dengan penelitian tentang PMI dan pelayanan sosial. Tinjauan pustaka mencakup definisi kesejahteraan sosial, lembaga sosial, serta prinsip-prinsip dasar pelayanan sosial. Dengan memahami kerangka teoritis ini, penelitian dapat mengaitkan temuan dengan literatur yang ada, sehingga memperkaya pemahaman tentang peran PMI dalam konteks sosial.

2.1 Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan sosial merupakan bagian integral dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berbagai definisi dari ahli menjelaskan bahwa kesejahteraan sosial mencakup tindakan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar individu dan kelompok. Dalam konteks PMI, kesejahteraan sosial menjadi fokus utama dalam program-program yang dilaksanakan, terutama dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.

2.2 Usaha Kesejahteraan Sosial

Usaha kesejahteraan sosial mencakup berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PMI sebagai lembaga sosial berperan dalam melaksanakan usaha-usaha ini melalui pelayanan yang terorganisir. Penelitian ini akan menilai bagaimana PMI Cabang Medan melakukan usaha kesejahteraan sosial dan dampaknya terhadap masyarakat yang dilayani.

2.3 Pelayanan Sosial

Pelayanan sosial adalah aktivitas yang terorganisir untuk membantu individu dan kelompok dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Dalam konteks PMI, pelayanan sosial mencakup berbagai program yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Pemahaman tentang pelayanan sosial ini penting untuk menganalisis efektivitas program PMI Cabang Medan.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk tipe penelitian, lokasi, dan teknik pengumpulan data. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan program-program PMI Cabang Medan dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui wawancara dan observasi, data dikumpulkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan program.

3.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang program PMI Cabang Medan. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang relevan dan menganalisisnya dengan cara yang sistematis. Dengan pendekatan ini, hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan realitas yang ada di lapangan.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ditetapkan di PMI Cabang Medan, yang merupakan pusat pelayanan sosial di wilayah tersebut. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada relevansinya dengan penelitian, mengingat PMI Cabang Medan memiliki berbagai program yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Lokasi ini juga memberikan akses untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data meliputi penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mengumpulkan informasi dari sumber-sumber tertulis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan staf PMI dan relawan. Teknik ini diharapkan dapat memberikan data yang komprehensif tentang program-program yang dilaksanakan PMI Cabang Medan.

IV. DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

Bab ini memberikan gambaran umum tentang PMI Cabang Medan, termasuk sejarah, struktur organisasi, dan kegiatan yang dilaksanakan. Deskripsi ini penting untuk memahami konteks di mana program-program sosial dijalankan dan bagaimana PMI beroperasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

4.1 Sejarah Umum Organisasi

Sejarah PMI menunjukkan bagaimana organisasi ini dibentuk sebagai respon terhadap kebutuhan kemanusiaan di Indonesia. Dengan latar belakang sejarah yang kuat, PMI telah berkembang menjadi lembaga yang diakui secara internasional. Pemahaman tentang sejarah ini penting untuk mengapresiasi peran PMI dalam pelayanan sosial, terutama di Cabang Medan.

4.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi PMI Cabang Medan mencerminkan komitmen untuk memberikan pelayanan sosial yang efektif. Dengan adanya pembagian tugas yang jelas, setiap anggota organisasi memiliki peran penting dalam melaksanakan program-program yang ada. Analisis struktur organisasi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana PMI dapat beroperasi secara efisien dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

4.3 Kegiatan dan Pelayanan

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan mencakup berbagai program pelayanan sosial, termasuk penanganan bencana dan pelayanan kesehatan. Dengan berfokus pada kebutuhan masyarakat, PMI berusaha untuk memberikan respon yang cepat dan tepat dalam situasi darurat. Pemahaman tentang kegiatan ini penting untuk menilai dampak dari program-program yang dilaksanakan.

V. ANALISA DATA

Bab ini menyajikan analisis data yang diperoleh dari penelitian, termasuk evaluasi terhadap program-program yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang efektivitas program dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

5.1 Program-program PMI Cabang Medan

Analisis program-program yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan menunjukkan bahwa organisasi ini telah melaksanakan berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama dalam situasi bencana. Dengan memahami program-program ini, kita dapat menilai dampaknya terhadap masyarakat yang dilayani.

5.2 Kekuatan dan Kelemahan Program

Evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan program PMI menunjukkan bahwa meskipun banyak keberhasilan, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Kekuatan program terletak pada respon cepat dan kerjasama dengan berbagai pihak, sedangkan kelemahan sering kali terkait dengan keterbatasan sumber daya dan pelatihan untuk relawan. Analisis ini penting untuk merumuskan rekomendasi bagi perbaikan di masa depan.

5.3 Rekomendasi untuk Perbaikan

Berdasarkan analisis yang dilakukan, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas program PMI Cabang Medan. Rekomendasi ini mencakup peningkatan pelatihan untuk relawan, penguatan kerjasama dengan lembaga lain, serta pengembangan program yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan melaksanakan rekomendasi ini, diharapkan PMI dapat meningkatkan kualitas pelayanan sosial yang diberikan.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan program PMI Cabang Medan di masa depan. Kesimpulan diambil berdasarkan analisis data yang menunjukkan dampak positif dari program-program yang dilaksanakan, sementara saran ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pelayanan sosial.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa PMI Cabang Medan telah melaksanakan program-program sosial yang signifikan dalam membantu masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Program-program ini telah memberikan dampak positif, meskipun masih terdapat tantangan yang harus diatasi. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya peran PMI dalam konteks pelayanan sosial di Indonesia.

6.2 Saran-saran

Saran-saran yang diberikan mencakup perlunya peningkatan kapasitas relawan, pengembangan program yang lebih inklusif, dan peningkatan kerjasama dengan lembaga lain. Dengan melaksanakan saran-saran ini, diharapkan PMI Cabang Medan dapat lebih efektif dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Referensi Dokumen

  • Bulan Sabit Merah Indonesia ( BSMI )
  • Palang Merah Amerika ( Palang Merah Amerika )
  • USAID ( USAID )
  • Palang Merah Denmark ( Palang Merah Denmark )
  • Palang Merah Belgia ( Palang Merah Belgia )

Gambar

Tabel IV.1 Kegiatan dan pelayanan   PMI

Referensi

Dokumen terkait

e. melaksanakan pengembangan sumber daya manusia kepeawatan,.. Maulida Sinamo : Sistem Akuntansi Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Umum Dr. melaksanakan tugas-tugas lain yang

a. Reliabylity: kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas sudah memahami untuk hal melayani donor darah, hal ini didapatkan dari beberapa informan diketahui

Memahami aspek-aspek Pengelolaan Sumber daya Manusia dalam Organisasi, cetakan pertama, Grasindo, Jakarta.. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,

Manajemen Sumber Daya Manusia : Konsep, Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogjakarta.. Sutrisno, Edy, 2009.Manajemen Sumber

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa komunikasi organisasi yang biasanya dilakukan oleh ketua unit pelayanan ambulance Palang Merah

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan

Program pembangunan perlu diimbangi dengan pemberdayaan masyarakat, diperlukan juga pengembangan sumber daya manusia dalam mengambil dan melaksanakan kebijakan di Kawasan pesisir.9

Hasil wawancara dengan sumber lain, dengan Rusdin, S.Sos selaku Sekretaris pada PMI Kota Bima sebagai berikut: Strategi komunikasi humas dalam Membangun Kesadaran Masyarakat Untuk