Perlindungan Hukum Nasabah Bank Dalam Cyber Crime Terhadap Internet Banking Dikaitkan Dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Peraturan yang dipakai saat ini dalam melindungi nasabah yang menggunakan fasilitas electronic banking adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan, pertama pengaturan alat bukti cyber crime dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi
Masalah pencurian dana nasabah bank saat ini diatur oleh Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, akan tetapi dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,
signature dapat dijadikan sebagai alat bukti sah melalui metode interpretasi. Kelemahan dari metode interpretasi terkadang banyak interpretasi hukum yang dilakukan oleh hakim
Namun dalam prakteknya dan pertanggung jawaban masih banyak yang tidak sesuai dengan undang – undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi
Ketiga, tinjauan hukum pidana Islam terhadap cyber crime dalam bentuk phising menurut Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu
8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap pencantuman klausula baku dimaksudkan oleh UU Perlindungan Konsumen tersebut sebagai usaha untuk menempatkan
Penetapan hukum tentang perlindungan konsumen sendiri telah diatur dalam Undang-undang no 8 tahun 1999 terhadap transaksi jual beli pada pasal 1 angka 2 menjelaskan bahwa konsumen