• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Pajak Kendaraan Bemotor Pada Kantor Sistem Adminitrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Rantau Prapat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Pajak Kendaraan Bemotor Pada Kantor Sistem Adminitrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Rantau Prapat"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS AKHIR

PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI

TATA CARA PELAKSANAAN PEMBAYARAN PAJAK KENDERAAN BERMOTOR PADA KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL DIBAWAH SATU ATAP UNIT PELAKSANAAN TEKNIS

(SAMSAT UPT) DAERAH RANTAU PRAPAT

O L E H

NAMA : SONYDA DEWI RIZKI SIREGAR NIM : 092600024

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Diploma III

Administrasi Perpajakan

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang ... 1

B. Tujuan dan manfaat... 4

C. Uraian Teoritis... 6

D. Ruang Lingkup ... 10

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri ... 10

F. Metode Pengumpulan Data ...11

G. Sistematika Penulisan ... 12

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara ...14

B. Struktur Organisasi ...16

C. Sejarah Singkat SAMSAT Rantau Prapat ...17

(3)

A. Ketentuan...25

B. Prosedur Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor ...27

BAB IV ANALISA DAN EVALUASI DATA A. Mekanisme Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor ...33

B. Wajib Pajak Yang Menunda Pembayaran Pajak kendaraan Bermotor...35

C. Faktor Pendukung Pencapaian Target Penerimaan Pajak ...36

D. Faktor Penghambatan Pencapaian Target ...37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan...38

B. Saran ...39

DAFTAR PUSTAKA

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah Nya, sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.

Adapun penyusunan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Diploma pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Pada Kesempatan ini penulis akan membahas suatu topik dengan judul “Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Pajak Kendaraan Bemotor Pada Kantor Sistem Adminitrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Rantau Prapat”

Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Hal ini disebabkan keterbatasan ilmu yang dimiliki penulis. Oleh, sebab itu dengan terbuka, penulis menerima segala saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak.

Dalam kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu, memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis. Ucapan terima kasih disampaikan kepada :

1. Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah Nya dan senantiasa memberikan jalan dan kesabaran kepada penulis.

(5)

3. Bapak Drs.Alwi Hashim Batubara.M.Si selaku Ketua Program Studi Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Sekaligus dosen pembimbing penulis. 4. Ibu Arlina, SH, M.Hum selaku Sekretaris Program Studi Administrasi

Perpajakan Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak Sofian Nur, SIP selaku Supervisor Lapangan yang telah banyak membantu memberikan bimbingannya selama masa penyelesaian Tugas Akhir ini.

6. Buat Keluarga besar penulis khususnya buat ibunda tercinta Idawati Pulungan,terima kasih buat kasih sayang dan semua yang ibunda berikan buat penulis.

7. Buat abangda Afrizal Pasaribu S.sos terima kasih semua masukan serta informasi yang sangat penting buat penulis.

8. Seluruh Dosen dan Staf Pegawai D-III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah membantu segala administrasi pada masa perkuliahan.

9. Buat Aris Mananda Harahap, terima kasih penulis ucapkan buat perhatian, kasih sayang, dan selalu menuntun penulis untuk selalu sabar.

(6)

Choiriah Purba, Agela Lokan Winantika untuk kasih sayang, pengertian dan dukungan, penulis banyak belajar dari kalian, kalian “TERBAIK” yang pernah penulis kenal.

11.Terima kasih kepada teman-teman IMPROSAJA Periode 2011/2012. 12.Buat Seluruh Tax A,B,C yang tidak bisa penulis sebutin satu persatu

terima kasih buat masa-masa indah selama ini.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan ,besar harapan penulisTugas Akhir ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Atas bantuan teman-teman semua penulis ucapkan banyak terima kasih.

Medan, Agustus 2012 Hormat Saya

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Pajak merupakan suatu fenomena menarik dalam kehidupan masyarakat dan negara.ini tercermin dari pengertian pajak itu sendiri yang berdasarkan pengamatan dan kajian penulis pengertiannya adalah sebagai berikut “pembayaran (pengalihan) sebagian harta kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat kepada negara yang dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang,namun pembayarannya tidak mendapatkan suatu balas jasa secara langsung,untuk digunakan membiayai pengeluaran negara guna meningkatkan kualitas masyarakat “. Dari pengertian tersebut terlihat adanya dua pihak yang saling berhadapan yaitu masyarakat (di satu pihak),dengan pemerintah atau negara (di pihak lain). Bahwa melalui sarana pajak, maka sebagian harta kekayaan masyarakat akan mengalir kepada negara berdasarkan sistem dan mekanisme yang telah ditetapkan, walaupun masyarakat tidak memperoleh balas jasa secara langsung dari negara dari pembayaran pajak tersebut.

(8)

penyelenggaraan pemerintah Daerah dan pembangunan Daerah.

Pemerintah adalah entitas masyarakat dalam suatu negara yang diberi kewewenangan untuk menjalankan pemerintahan.Pelaksanaan Pemerintah hanya dapat dilaksanakan dengan adanya beberapa unsur pendukung,salah satunya adalah tersedianya dana yang memadai.sebab tanpa dukungan dana,semua program pemerintah tidak akan dapat dilaksanakan dan itu berarti fungsi pemerintah dalam suatu negara tidak berjalan secara optimal.dana yang diperoleh negara merupakan penerimaan yang dipergunakan untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut merupakan uraian pembiayaan yang dipergunakan penyelenggaraan pemerintahan dan keperluan pembangunan.

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bukanlah jenis pajak yang baru melainkan telah lama ada di Indonesia,yang merupakan sumber penerimaan Pemerintah Daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Masing-masing yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan tugas-tugas rutin pemerintah dan pembangunan di daerah.sebelum dilakukan reformasi terhadap Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,cukup banyak jenis dan ragam pajak dan Retribusi yang dibuat masing-masing daerah,hal ini disebabkan yang mendasar cukup kuat untuk mengenakan pajak dan retribusi.

(9)

didominasi oleh Subsidi Daerah Otonom (SDO) yang kini menjadi Dana Alokasi Umun (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Disamping itu, dari peraturan Pajak Daerah yang ada beberapanya mempunyai biaya administrasi yang lebih tinggi dibanding dengan hasilnya (high cost of collection), atau hasilnya tidak memadai. Juga adanya beberapa jenis pajak yang tidak memadai untuk dipungut Daerah karena tumpang tindih dengan pajak lain, menghambat efisiensi alokasi sumber ekonomi, bersifat tidak adil, atau tidak benar-benar bersifat pajak, tetapi cenderung sebagai retribusi.

Sedangkan dari peraturan Retribusi yang ada menunjukkan beberapa kelemahan seperti:

1. Hasilnya kurang memadai jika dibanding dengan biaya penyediaan jasa oleh Daerah

2. Biaya pemungutan relatif tinggi

3. Kurang kuatnya prinsip dasar Retribusi terutama dalam pengenaan,penetapan,struktur, dan besarny tarif.

4. Adanya beberapa jenis Retribusi yang pada hakikatnya bersifat pajak karena pemungutannya tidak dikaitkan langsung dengan pelayanan Pemerintah Daerah kepada pembayaran Retribusi

5. Adanya Retribusi perizinan yang tidak efektif dalam usaha untuk melindungi kepentingan umum dan kelestarian lingkungan

(10)

Untuk itu,agar pajak daerah lebih efektif dan efisien maka pada tahun 1997 Pemerintah telah melakukan reformasi terhadap aturan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang ada sebelumnya,untuk disesuaikan dengan perkembangan perekonomian nasional,demikian juga untuk mengakomodir prinsip-prinsip perpajakan dan Retribusi yang baik. Kemudian sejalan dengan kebijakan Pemerintah melakukan otonomi daerah menuju desentralisasi pemerintahan, pada tahun 2000 lalu dilakukan lagi reformasi perpajakan yang kedua atas Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Berdasarkan uraian diataslah penulis tertarik untuk melakukan praktik dengan judul yaitu “TATA CARA PELAKSANAAN PEMBAYARAN PAJAK KENDERAAN BERMOTOR PADA KANTOR BERSAMA SAMSAT UPT RANTAU PRAPAT”.

B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Praktik Kerja Lapangan Mandiri merupakan salah satu sarat yang wajib oleh mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

(11)

a. Untuk mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan pihak fiskus dalam menyadarkan wajib pajak dalam pembayaran pajak kenderaan bermotor.

b. Untuk mengetahui berapa besar pajak serta sanksi yang dikenakan pihak fiskus dalam keterlambatan pembayaran pajak.

c. Untuk mengetahui bagaimana cara kerja dinas pendapatan Rantau Prapat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor.

2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Adapun yang menjadi manfaat penulis dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri :

2.1 Bagi mahasiswa

a. Untuk mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan pembayaran pajak kenderaan bermotor pada kantor SAMSAT dan masalah-masalah apa saja yang dihadapi penulis dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM).

b. Menambah motivasi belajar dan mengetahui bagaimana dunia kerja yang sebenarnya.

c. Menjadikan mahasiswa sebagai tenaga ahli yang siap pakai dan mengetahui bagaimana cara menyelesaikan masalah-masalah dalam dunia kerja.

(12)

a. Dengan dilaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ( PKLM ) bagi mahasiswa dituntut keikut sertaan terhadap instansi baik berupa saran maupun kritikan yang bersifat membangun yang menjadi sumber masukan untuk meningkatkan kinerja di lingkungan instansi tersebut.

b. Memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga terampil yang sesuai dengan keahliannya dan nantinya merupakan tenaga ahli yang siap pakai.

c. Sebagai sarana untuk mempererat hubungan yang positif antara Dinas Pendapatan Rantau Prapat khususnya SAMSAT UPT Rantau Prapat dengan lembaga pendidikan Program DIPLOMA III Administrasi Perpajakan Universitas Sumatera Utara.

2.3Bagi Program Studi Diploma III Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sumatera Utara (FISIP USU)

a. Mempromosikan sumber daya manusia yang ahli,sesuai dalam bidang masing-masing.

b. Menetapkan keterampilan mahasiswa khususnya di bidang perpajakan. c. Membuka interaksi antara dosen dan instansi pemerintahan khususnya

(13)

C. Uraian teoritis

1. Pengertian Pajak

Beberapa ahli perpajakan banyak mengemukakan pengertian berbeda tentang pajak,tetapi pada dasarnya beberapa pengertian tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh :

1.1 Prof.Dr.Rochmat Soemitro,SH dalam Mardiasmo (2008 : 1)

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

1.2 Dr. N. J. Feldmann dalam Resmi (2008 : 2) berpendapat bahwa :

Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkan secara umum),tanpa adanya kontraprestasi, dan semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran-pengeluaran umum.

1. Pengertian pajak kendaraan bermotor

(14)

energy tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan, termasuk alat-alat besar yang bergerak.

2.1 Subjek dan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

Secara umum yang disebut subjek pajak daerah adalah orang pribadi atau badan yang dapat dikenakan pajak daerah. Berkaitan dengan Pajak Kendaraan Bermotor, maka yang disebut Subjek Pajak Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan yang memiliki dan/atau menguasai kendaraan bermotor. Pengertian memiliki berarti orang yang bersangkutan mempunyai hak sepenuhnya kepemilikan dan penggunaan atau pemanfaatan dari kendaraan bermotor tersebut, sedangkan mengusai kendaraan mempunyai arti orang yang bersangkutan hanya dapat memanfaatkan atau menggunakan saja dari kendaraan bermotor tersebut tanpa memiliki.

Subjek pajak akan menjadi wajib pajak jika bersangkutan telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah, sebagai wajib pajak daerah. Berdasarkan pengertian ini, maka Wajib Pajak Kenderaan Bermotor adalah orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan bermotor dan diwajibkan untuk melakukan pembayaran pajak kenderaan bermotor yang terutang. Termasuk dalam pengertian wajib pajak ini adalah pemungut atau pun pemotong pajak.

a. Objek Pajak kendaraan Bermotor

(15)

menjadi objek pajak adalah keadaan benda tersebut. Dengan demikian, yang dimaksud Objek Pajak Kendaraan Bermotor adalah kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor oleh pribadi atau badan.

b. Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor

Dasar Pengenaan Pajak merupakan ukuran atau pengakuan nilai tertentu digunakan sebagai dasar pengenaan pajak. Nilai yang menjadi dasar pengenaan pajak tersebut harus dapat diukur. Ukuran nilai yang obyektif adalah nilai penyerahan barang. Berkaitan dengan PKB, maka dengan demikian nilai penyerahan dapat berupa nilai jual-beli, nilai tukar menukar dan lain sebagainya. Dasar pengenaan Pajak Kenderaan Bermotor dihitung sebagai perkalian dari 2 (dua) unsur pokok yaitu:

a. Nilai jual kendaraan bermotor,

b. Bobot relatif kadar kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan. 2.4Tarif Pajak Kendaraan Bermotor

Besarnya pokok Pajak Kendaraan Bermotor yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak. Adapun Tarif Pajak Kendaraan Bermotor ditetapkan sebesar :

a. 1,5% untuk kendaraan bermotor bukan umum, b. 1% untuk kendaraan bermotor umum,

c. 0,5% untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar.

(16)

Bermotor yang harus dibayar adalah aparat pajak daeraah. Meskipun menurut Peraturan Daerah Pemerintah Propinsi DIY Nomor 1 tahun 2002, Pasal 24 ayat (1) “setiap wajib pajak diwajibkan mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) atau dokumen lain yang di persamakan,sekurang-kurangnya memuat :

a. Nama dan alamat lengkap pemilik,

b. Jenis,merk.tipe,isi cylinder,tahun pembuatan,nomor rangka,warna,dan nomor mesin,

c. Gandengan dan jumlah sumbu.

2.5 Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Terutang

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan untuk masa pajak 12 (dua belas) bulan berturut-turut terhitung mulai saat pendaftara n kendaraan bermotor. Pajak Kendaraan Bermotor yang terutang dipungut di wilayah daerah tempat kendaraan bermotor terdaftar dan dibayar sekaligus di muka.karena suatu hal masa pajaknya tidak sampai 12 bulan, maka kelebihan pembayaran PKB dapat dilakukan restitusi. Tatacara pelaksanaan restitusi ditetapkan oleh Gubernur.

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

(17)

meningkatkan pendapatan daerah dan pembiayaan semua pembangunan daerah khususnya daerah Rantau Parapat,termasuk beberapa masalah sebagai berikut :

1. Tata Cara Penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor Pada kantor SAMSAT daerah rantau Prapat

2. Sanksi Administrasi dan denda yang dikenakan pada Wajib Pajak Kenderaan Bermotor

3. Persyaratan yang perlu dilengkapi Wajib Pajak dalam Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data dan informasi sesuai dengan metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Tahap Persiapan

Pada tahap ini penulis melakukan berbagai persiapan dimulai dari pemilihan objek dan lokasi PKLM,pengajuan proposal PKLM,dan surat pengantar

b. Studi literatur (keperpustakaan)

Dalam tahap ini penulis mencarai berbagai sumber bacaan seperti : buku,undang-undang,dan lain-lain yang berhubungan dengan objek PKLM c. Studi Observasi Lapangan

(18)

1. Pengumpulan data a. Data primer

Bersumber dari pihak yang mengetahui tentang Pajak Kendaraan Bermotor khususuny pada kantor SAMSAT UPT daerah Rantau Parapat

b. Data sekunder.

Bersumber dari buku-buku tentang perpajakan,peraturan perpajakan,serta buku-buku lain yang berhubungan dengan pajak daerah.

F. Metode Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data PKLM ini, penulis mengumpulkan data dan informasi PKLM yaitu dengan metode data sebagai berikut :

1. Metode wawancara (interview)

Yaitu melakukan Tanya jawab secara langsung dengan pihak terkait mengenai hal-hal yang terkait dengan masalah yang diteliti.

2. Metode Observasi (observation Guide)

Dalam metode ini penulis terjun langsung kelapangan dengan melihat,mendengarkan dan meneliti secara langsung, tujuannya adalah untuk memperoleh sumber data yang diperukan.

3. Metode Dokumen

(19)

G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Adapun yang menjadi Sistematika Penulisan Laopran Prakrik Kerja Lapangan Mandiri adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam Bab ini penulis mengemukakan latar belakang yang menjadi dasar pemilihan dalam menyusun laporan,tujuan dan manfaat, uraian teoritis,ruang lingkup, metode praktik, metode pengumpulan data serta sistematika penulisan laporan.

BAB II : GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PKLM

Dalam Bab ini diuraikan tentang gambaran umum objek lokasi PKLM.

BAB III : GAMBARAN DATA

Pada bab ini penulis menguraikan mengenai ketentuan yang mengatur tentang pelaksanaan pembayaran pajak kendaraan bermotor, cara pembayaran pajak kendaraan bermotor ( PKB ) dan lain-lain yang dilakukan selama melakukan Praktik Kerja Lapangan.

BAB IV : ANALISA DAN EVALUASI

Dalam Bab ini penulis menganalisa data yang diperoleh kemudian mengadakan evaluasi.

(20)
(21)

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA

A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara

Pada mulanya, urusan pengelolaan Pendapatan Daerah berada dalam koordinasi Biro Keuangan (Sekretariat) sebagai Bagian Pajak dan Pendapatan. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No.102/II/GSU tanggal 6 Maret 1973 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Setwilda Tingkat I Sumatera Utara, Biro Keuangan berubah menjadi Direktorat Keuangan sejak tanggal 16 Mei 1973. Dengan demikian bagian Pajak dan Pendapatan juga berubah bentuk menjadi Sub Direktorat Pendapatan Daerah pada Direktorat Keuangan.

Dengan terbitnya SK Gubernur Sumatera Utara tanggal 21 Maret 1975 No.137/II/GSU (berdasarkan SK Mendagri tanggal 7 November 1974 No. Finmat 7/15/3/74), maka terhitung sejak 1 April 1975, Sub direktorat Pendapatan Daerah ditingkatkan menjadi Direktorat Pendapatan Daerah.

(22)

pada Perda Provinsi Sumatera Utara No.3 Tahun 2001 tentang Organisasi Dinas-Dinas Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Sk Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No.060.254.K Tahun 2002.

SAMSAT merupakan singkatan dari ”Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap” adalah gabungan tiga instansi yang mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda tetapi mempunyai objek dana yaitu kendaraan bermotor yang berdomisili daerah Provinsi Sumatera Utara.

Instansi yang terkait dalam Kantor Bersama Samsat yaitu :

1) Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara yaitu DITLANTAS POLDA. 2) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yaitu Dinas Pendapatan Provinsi.

3) Depatemen Keuangan yaitu : PT. (Persero) Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara.

Berdirinya Kantor Bersama Samsat Merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri ( Menhankam, Menkeu, Menteri Dalam Negeri ) yang membentuk kerja sama dengan sistem baru yang disebut Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Online Under Room Operation) dengan tujuan sebagai berikut:

1) Sebagai usaha untuk lebih meningkatkan Pelayanan kepada masyarakat pemilik Kendaraan Bermotor yang berdomisili di Provisi Sumatera Utara.

(23)

3) Meningkatkan pendapatan Provinsi Sumatera Utara melalui penerimaan Asuransi Kerugian Kecelakaan Jasa Raharja Cabang Utama Sumatera Utara yang merupakan Aparat Departemen Keuangan Provinsi Sumatera Utara.

4) Sebagai usaha menyeragamkan tindakan, ketertiban dan kelancaran pengadaan Administrasi Kendaraan Bermotor.

B. Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Dalam rangka untuk memberikan Pendelegasian Wewenang dan Tanggung jawab yang seimbang, maka perlu dibentuk Struktur Organisasi yang baik, sehingga tugas yang diberikan dapat dikerjakan secara efisien, sistematis dan terkoordinir.

(24)

Yang menjadi susunan organisasi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara terdiri dari :

1) Kepala Dinas 2) Wakil Kepala Dinas 3) Bagian Tata Usaha 4) Sub Dinas Bina Program

5) Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Diatas Air

6) Sub Dinas Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

7) Sub Dinas Restribusi dan Pendapatan lain-lain 8) Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan 9) Unit Pelaksanaan Teknis

10)Kelompok Jabatan Fungsional

C. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara

(25)

Dalam melaksanakan kegiatannya Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, mempunyai tugas sebagai berikut:

1) Membantu segala kegiatan-kegiatan dan fungsi Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara yang berada di dalam wilayah Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

2) Memberi laporan kepada kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara dan tembusan disampaikan kepada Kas Daerah Provinsi Sumatera Utara.

3) Memberikan data dan informasi serta saran-saran yang berhubungan dengan upaya Peningkatan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara yang berada di dalam wilayah kerja yang bersangkutan.

D. Sejarah Singkat Terbentuknya SAMSAT Rantau Prapat Visi : Terwujudnya Pelayanan Prima

Misi : Tercapainya Realisasi Penerimaan PAD

Motto : Kami Siap Melayani dan Senyum Anda Kebahagiaan Kami

A. Dasar Hukum Pembentukan UPT Dispendasu/ SAMSAT Rantau Prapat a. UPT dinas pendapatan provinsi Rantau Prapat berdiri atas surat keputusan

bersama 3 (tiga) menteri,menteri pertahanan keamanan/panglima ABRI,menteri keuangan, dan menteri dalam negeri.

(26)

c. Peraturan Gubernur no. 19 tahun 2010 tentang uraian tugas,fungsi dan tata kerja Dinas pendapatam provinsi sumatera utara.

d. Peraturan Gubernur no. 44 tahun 2010 tentang tugas,fungsi dan tata kerja dinas pendapatan serta organisasi dan tata kerja unit pelaksanaan teknis pada dinas pendapatan provinsi sumatera utara.

B. Dasar pungutan

a. Pajak kendaraan bermotor

1. Peraturan daerah provinsi sumatera utara nomor : 1 tahun 2011 tentang pajak daerah provinsi sumatera utara.

2. Peraturan gubernur no 44 tahun 2010 tentang tugas, fungsi dan tata kerja pada dinas pendapatan serta organisasi dan tata kerja unit pelaksanaan teknis pada dinas pendapatan provinsi Sumatera Utara.

b. Bea balik nama kendaraan bermotor

(27)

c. Dasar hukum mekasnisme pungutan PKB/BBN-Kb pada kantor SAMSAT

1. Inber Menhankam, Mandagri dan Menteri Keuangan No. INS/03/M/X/1999 tentang pelaksanaan SAMSAT dan penerbitan STNK, TNKB, STCK dan pungutan PKB,BBN-KB serta SWDKLLJ

2. SKB kapolri, Dirjen Pemum dan Otda dan Dirut PT.Jasa Raharja No. SKEP/03/X/1999, No. 973-1228, dan dalam penerbitan STNKB, STCKB, TNKB, dan pungutan PKB,BBN-Kbserta SWDKLLJ

d. Pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan

1. Peraturan daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor : 1 tahun 2011 tentang pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan

2. Peraturan Gubernur Provinsi Sumatera Utara No. 23 tahun 2011 tentang petunjuk pelaksanaan pajak air permukaan

e. Sumbangan pihak ketiga (SP-3)

(28)

2. Surat Gubernur Provinsi Sumatera Utara nomor :

970/3203.K/Tahun 2011 tanggal 30 Agustus 2011 tentang pengumpulan sumbangan pihak ke tiga,penjualan

kendaraan baru,penjuanalan makanan dan

minuman,penjalan/lelang No Polisi Kendaraan Bermotor dan Hasil Produksi Pertokoan.

3. Surat Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 970/4138/2011 tentang petunjuk teknis

pengumpulan sumabangan dari Dealer atas penjualan Kendaraan Bermotor Baru.

E. Tugas dan Kewenangan

Pengelola pungutan PKB/BBN-KB pada UPT dilaksanakan melalui kewenangan pada SAMSAT yang unsur terdiri dari Polri Ditlantas,Pemprovsu (Dispendasu) dan PT. Jasa Raharja yang di Implementasikan Melalui :

1. Identifikasi PAD

a. Melakukan sosialaisasi kepada para wajib pajak melalui spanduk, brousur himbauan dan melalui media massa dan radio lokal. b. Melakukan pengiriman SUPER PKB bagi yang tidak pernah

(29)

2. Otoritas kewenangan UPDT/SAMSAT Rantau Prapat antara lain memproses :

a. Pengesahan STNK b. BBN-KB II

c. Ganti STNK 5 Tahun

d. Fiscal antar daerah/antar Provinsi

e. Menerima Pembayaran PKB/BBN-KB, SWDKLLJ f. Menerima sumbangan Pihak Ketiga

g. Menerima pembayaran PAP

h. Mengoperasikan SAMSAT Keliling di setiap kecamatan/desa secara berkala di Kabupaten Labuhan Batu

F. Jenis PAD Yang Dikelola 1. Pajak

a. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) b. Pajak Kendaraan Alat Berat (KBAB)

c. Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) d. Pajak Progresif

e. Pajak Air Permukaan Umum (PAPU) 2. Retribusi

(30)

BAB III

GAMBARAN DATA OBJEK PAJAK

A. Ketentuan

Surat Keputusan bersama Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor POL.KEP 13 / XII / 76.KEP / 1693 / MK / IV / 12 / 1976. Tentang Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah Tingkat I, Komando Daerah Kepolisian dan Aparrat Departemen Keuangan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat Serta Peningkatan Pendapatan Daerah Kususnya Mengenai Pajak-pajak Kendaraan bermotor.

Adapun isi keputusan bersama yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Di Bawah Satu Atap di seluruh Indonesia sebagai berikut:

1) Menyempurnakan Wadah pelayanan dalam penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan Pemungutaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraab Bermotor (BBN-KB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dengan sistem Administrasi Manunggal Di bawah Satu Atap (SAMSAT).

(31)

3) Menentukan standarisasi saran dan prasarana ddalam pelaksanaan SAMSAT.

4) Meningkatkan Profesionalisme dan dedikasi aparat SAMSAT.

5) Membentuk tim Pembinaan SAMSAT pusat dalam meningkatkan koordinasi pelaksanaan SAMSAT.

6) Menyempurnakan petunjuk pelaksanaan bersama SAMSAT.

7) Melaporkan pelaksanaan SAMSAT kepada menteri Pertahanan Keamanan,Menteri dalam Negeri dan Menteri Keuangan Secara Berkala. 8) Pada saat instruksi bersama ini berlaku, instruksi Bersama Panglima

Angkatam Bersenjata, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor INS/02/II/1993, Nomor 01/IMK.01/1993 dan Nomor 2a tahun 1993, tentang penyempurnaan pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap dalam pengeluaran Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Pembayaran Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotot (BBN-KB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dinyatakan tidak berlaku.

9) Instruksi bersama berlaku sejak tanggal ditetapkan.

(32)

Untuk mengatasi masalah – masalah di atas tersebut, maka perlu diciptakan suatu “Sistem Administrasi” yang dapat menjamin tercapainya usaha – usaha pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang sekaligus pula menjamin usaha meningkatkan penerimaan daerah khususnya dari sektot PKB dan SWDKLLJ.

B. Prosedur Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor

Sistem Administrasi Manunggal Di Bawah Satu Atap Prosedur Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor berdasarkan Sistem Satu Atap yang di kaitkan dengan Pendaftaran, Pengeluaran dan Penelitian Ulang STNK sekaligus dengan pembayaran SWDKLLJ.

1. Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah

Pemungutan adalah suatu rangkaian dari perhimpunan data objek dan subjek pajak, penentuan besarnya pajak yang terutang sampai pada kegiatan penagihan pajak kepada wajib pajak serta pengawasan penyetoran.Pemungut pajak daerah pada umumnya tidak dapat di berikan kepada pihak ke tiga. Pajak daerah di pungut berdasarkan penetapan Kepala Daerah atau dengan kata lain di bayar sendiri oleh wajib pajak, wajib pajak yang membayar pajaknya sendiri dengan mengunakan surat Keputusan Pajak Daerah (SKPD) yang di keluarkan oleh Kepala Daerah atau pejabat yang di tunjuk.

(33)

- Pengambilan Formulir SPPKB - Pengisian Formulir SPPKB - Pendaftaran Berkas

- Menyampaikan berkas pada petugas checking

B) Penelitian Berkas

Dalam tahapan ini yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

- Chec persyaratan dan kelengkapan berkas - Pendaftaran ( Entry )

- Menyampaikan berkas kepada bagian penetapan C) Penetapan

Yang dilakukan pada bagian penetapan ini adalah sebagai berikut :

- Membuat perhitungan dan penetapan ( pembukuan ) - Membuat nomor kohir

- Mencek ketetapan tanda lembar SKPD

- Menyampaiakan berkas pada korektor ( final cheking ) D) .Final Cheking ( korektor )

Yang dilakukan oleh bagian final cheking ( korektor ) adalah dengan melakukan

(34)

- Meneliti kebenaran

- Meneliti data pajak dalam ketetapan PPKB / BBN-KB E) Pembayaran

Pada bagian pembayaran Pajak yang menjadi tanggung jawab dari hasil pembayaran pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak adalah dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

- Menerima pembayaran dari wajib pajak ( loket ) - Membukukan hasil penerimaan

- Menyampaikan SKPD pada loket Embossing STNK

- Menyetorkan hasil penerimaan kasir kepada Bendaharawan ( PKKP ) - Menyampaikan berkas belum bayar penagihan

F) Penagihan

Yang menjadi tugas dibagian penagihan ini adalah sebagai berikut :

- Menghimpun dan membukukan berkas tunggakan pajak

- Membuat dan menyampaikan Surat Tagihan Pajak yang belum mendaftar dan yang menunggak kepada wajib pajak

- Membuat penetapan denda tunggakan pajak bagi hasil pajak yang menyelesaikan tunggakan.

G)Pelaporan

(35)

- Mempersiapkan laporan target dan realisasi penerimaan

- Laporan permintaan pemakaian SPT / SKPD dan pemakaian formulir lainnya

- Setoran Bank

- Laporan tunggakan dan laporan lainnya.

Dalam hal mengenai pendaftaran kendaraan akibat mutasi sama saja dengan proses pendaftaran sebelum mutasi, yang berarti sama seperti proses pendaftaran. Perincian penjelasan mengenai persyaratan kelengkapan dokumen yang di penuhi sebagai berikut.

1. Pendaftaran Pertama Kendaraan Bermotor yang Baru

Dalam hal ini yang harus dilakukan wajib pajak adalah :

A) Mengisi formulir SPPKB (surat Pendataan dan Pendaftaran Kendaraan Bermotor)

B) Identitas :

Untuk Perorangan : tanda jati diri yang sah + 1 lembar foto copy bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai.

Untuk Badan Hukum : Salinan Akte pendirian + 1 lembar foto copy, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai dan di tanda tangani oleh pimpinan serta dicap Badan Hukum yang bersangkutan.

(36)

C) Faktur

D) Sertifikat uji tipe atau buku tanda bukti lulus uji berkala, sertifikat NIK dan tanda pendaftaran tipe.

E) Kendaraan bermotor yang mengalami perubahan bentuk harus melampirkan surat keterangan dari perusahaan Karoseri yang mendapat izin.

F) Surat keterangan bagi kendaraan bermotor angkutan umum, yang telah memenuhi persyaratan.

G) Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.

2. Pengesahan STNK Setiap Tahun

Persyaratannya :

A) Mengisi formulir SPPKB yang sekaligus berfungsi sebagai persyaratan tidak terjadi perubahan spesifikasi Kendaraan Bermotor.

B) Instansi :

Untuk Perorangan : tanda jati diri yang sah, bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai.

Untuk Badan Hukum : Salinan Akte pendirian surat kuasa bermaterai dan di tanda tangani oleh pimpinan serta dicap Badan Hukum yang bersangkutan.

(37)

C) STNK asli D) BPKB asli

(38)

BAB IV

ANALISIS DAN EVALUASI DATA

A.Mekanisme Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor

Sesuai dengan tujuan dari Praktik Kerja Lapangan Mandiri ( PLKM ), Penulis laksanakan dikantor bersama SAMSAT UPT Rantau Prapat dalam rangka untuk mengetahui tentang apa yang menjadi pokok permesalahan dalam penelitian ini, akan tetapi untuk menjelaskannya penulis menguraikannya berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan secara kualitatif disertai dengan penjelasan yang objektif dan sistematis.

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan setahun sekali atau setahun kedepan dari masa berlakunya Pajak tesebut dan tidak dibenarkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dua tahun atau lebih.

Untuk menghitung Pajak Kendaraan Bermotor didasarkan / berpedoman kepada nilai jual Kendaraan Bermotor ( NJKB ) yang ditetapkan dengan peraturan Mendagri No. 29 Tahun 2009 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan PKB dan BBN-KB. Kemudian dalam menghitung pajak tersebut dikenakan tarifnya 1,5%, jadi 1,75% x NJKB.

Contoh :

Merk : Toyota kijang

(39)

Pajak setahun = 1,75 % x Rp 98.000.000 = Rp 1.715.000

Maka Pajak Kedaraan Bermotor tersebut 1 Tahun sebesar Rp 1.715.000

Selanjutnya penulis kemukakan bahwa apabila menyangkut / wajib Pajak Kendaraan Bermotor terlambat membayar sesuai masa berlaku / jatuh tempo dikenakan sanksi berupa denda sebesar 2 % sebulan.

B. Sanksi yang Diterapkan Pada Wajib Pajak yang Tidak Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Tepat Pada Waktunya.

Sanksi yang diterapkan merupakan usaha untuk memotivasi wajib pajak agar membayar pajak kendaraan bermotornya tepat pada waktunya. Semakin lama penunggakan yang dilakukan oleh wajib pajak maka semakin besar sanksi yang dikenakan terhadap wajib pajak tersebut sehingga dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor tidak terlepas dari sanksi-sanksi yang diterapkan. Karena dengan adanya sanksi yang tegas maka setiap wajib pajak berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.

(40)

Adapun penerapan sanksi yang ditetapkan oleh kantor Samsat Sumatera Utara terhadap wajib pajak yang menunda pembayaran pajak kendaraan bermotor adalah tidak berbeda dengan penerapan sanksi terhadap jenis-jenis pajak daerah lainnya. Dan dalam penerapan sanksi pajak kendaraan bermotor juga selalu berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada yaitu sebesar 2 % dari jumlah pajak yang terhutang ditambah dengan pajak terhutang dalam tahun yang bersangkutan.

Contoh :

Tuan C menunda pajaknya selama 12 bulan dan pajak yang terhutang adalah :

12 bulan x 2% x Rp 95.000 = Rp 22.800

Rp 95.000 + Rp 22.800 = Rp. 117.800

Maka besarnya pajak terhutang Tuan C adalah sebesar Rp 117.800

Adapun tujuan penerapan sanksi terhadap pajak kendaraan bermotor untuk mendorong agar setiap wajib pajak kendaraan bermotor melaksanakan pembayaran pajaknya dengan tepat waktu setiap tahunnya yang akan dapat memperbesar pajak terhutang.

(41)

C. Upaya yang dilakukan untuk menagih / piutang Pajak Kendaraan Bermotor

1) Melakukam Razia Pajak Kendaraan Bermotor

2) Mengadakan Bus SAMSAT keliling

3) Mengirim surat pernyataan kepada wajib pajak yang menunggak.

D. Faktor pendukungpencapaian target penerimaan pajak Kendaraan bermotor

E. Upaya yang dilakukan untuk menagih / piutang Pajak Kendaraan Bermotor

Dalam Pencapaian target penerimaan pajak kendaraaan bermotor terdapat faktor yang menjadi pengahambat tingkat Pajak Kendaraan Bermotor SAMSAT Rantau Prapat yaitu :

1. Satabilitas ekonomi dan politik

Krisis yang melanda Indonesia turut berperan menurunkan pendapatan perkapita masyarakat di Indonesia, khususnya Sumatera Utara juga mengalami hal yang sama. Terjadi inflasi, di mana harga barang pada umumnya setba naik, namun nilai jual rupiah tetap bahkan turun.

2. Rendahnya kesadaran Masyarakat

(42)

3. Usis Kendaraan Bermotor

Usia Kendaraan Bermotor juga mempengaruhi jumlah realisasi PKB, kendaraan bermotor terlambat didaftarkan dan pada waktu didaftarkan pada saat usia kendaraan sudah tua sehingga tidak bernilai ekonomis lagi.

4. Banyaknya kendaraan bermotor dalam bentuk CBU

(43)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari penelitian yang penulis lakukan dan telah di jelaskan pada Bab-bab sebelunya, maka dalam bab ini penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan serta memberikan saran-saran tentang pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai hasil akhir dari keseluruhan dari Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) yang dilaksanakan di kantor SAMSAT Rantau Prapat adalah sebagai berikut :

1) Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan atau penguasaan kendaraan bermotor roda dua atau lebih serta gandengannya dan di gerakan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah sumber daya energi menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan.

2) Penundaan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dilakukan oleh wajib pajak di karenakan alasan-alasan tertentu yang menyangkut ekonomi dan pindahnya tempat tinggal wajib pajak. 3) Sistem penerapan sanksi yang di tegaskan oleh fihak fiskus adalah

(44)

pembayaran pajak kendaraan bermotor serta mendorong wajib pajak untuk tidak menunda pembayaran pajaknya.

4) Dari apa yang dibahas di atas dan berdasarkan hal-hal tersebut di atas, masih di rasakan dari pemilik kendaraan bermotor dalam pemilihan kewajiban pajaknya dapat di katakana rendah.

B. SARAN

Sebagai hasil akhir dari isi laporan ini, penulis juga mempunyai saran-saran yang mungkin dapat bermanfaat dalam memotivasi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara maupun untuk Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan. Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan dari hasil pengamatan penulis selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) adalah sebagai berikut :

1) Bagi atasan termasuk Kepala Kantor SAMSAT Rantau Prapat hendaknya selalu memberikan motivasi atau dorongan agar menindak lanjuti Proses Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor yang tidak tepat waktu.

2) Bagi pihak Instansi (pegawai atau petugas) pemungut Pajak Kendaraan Bermotor hendaknya dapat memberikan masukan atau dorongan kepada masyarakat agar menyadari kewajiban pajaknya. 3) Agar meningkatkan frekwensi razia secara rutin di lapangan

(45)

4) Memberikan penjelasan kepada Wajib Pajak tentang Pajak Kendaraan Bermotor dan perannya dalam pembangunan Daerah Media Masa.

(46)

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo, Perpajakan edisi Revisi 2008, andi Yogyakarta

Resmi, Siti. 2008. Perpajakan: Teori dan Kasus. Edisi keempat. Salemba Empat. Jakarta

Mustaqiem, Pajak Daerah dalam Tansisi Otonomi Daerah,FH UII Press 2003.Yogyakarta

Kesit Bambang, Pajak dan Retribusi Daerah, UII Press,2003. Yogyakarta Liberty pandiangan,pemahaman praktis undang-undang perpajakan

Indonesia,Erlangga 2002,Jakarta

Undang –Undang nomor 28 tahun 2007 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan mengajar guru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual

The proposed framework is comprised of four sequential approaches: selection of grouping method, grouping analysis, generating layout, and evaluation with AHP as main tool to

[r]

Berdasarkan perhitungan N-gainsecara rata-rata dengan tujuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis peserta didik, dari hasil

Pardede, Pontas M., 2007, Manajemen Operasi dan Produksi: Teori, Model, dan.. Kebijakan, Penerbit

Pengambilan sampel tanah menggunakan metode Grid Bebas dengan tingkat survei detail dan analisis sampel C-organik tanah diukur dengan metode Walkey and Black sedangkan N-total

a. Menyusun daftar nama dan nomor telepon orang, badan atau instansi yang sering berhubungan dengan Dekan. Mengatur tata ruang Dekan, tata letak buku-buku Dekan, ruang

Hasil tabulasi silang antara kategori waist-hip ratio dengan derajat nyeri subjek menunjukkan bahwa 34 orang penderita obese menderita nyeri berderajat berat, sementara 1 orang