• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATRIKS PRIORITAS NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MATRIKS PRIORITAS NASIONAL"

Copied!
175
0
0

Teks penuh

(1)

MATRIKS PRIORITAS NASIONAL

(2)
(3)

1.L-1

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2012

PRIORITAS 1 REFORMASI BIROKRASI DAN TATA KELOLA

Tema Prioritas Pemantapan tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui terobosan kinerja secara terpadu, penuh integritas, akuntabel, taat kepada hukum yang berwibawa, dan transparan. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditopang oleh efisiensi struktur pemerintah di pusat dan di daerah, kapasitas pegawai pemerintah yang memadai, dan data kependudukan yang baik

Penanggungjawab Wakil Presiden Bekerjasama dengan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Menteri Sekretaris Negara; Menteri Pendidikan Nasional; Menteri Perindustrian; Menteri Koperasi dan UKM;

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Menteri Kelautan dan Perikanan; Menteri Keuangan; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas; Menteri Badan Usaha Milik Negara; Menteri Pekerjaan Umum; Menteri Kehutanan; Menteri Pertanian; Menteri Dalam Negeri; Menteri Riset dan Teknologi; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; Kepala Badan Pertanahan Nasional; Sekretaris Kabinet

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I. PROGRAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI I.1 Pengembangan kebijakan koordinasi dan evaluasi

program kelembagaan Terlaksananya penataan kelembagaan

instansi pemerintah lainnya Persentase instansi pemerintah (PPK-BLU) yang telah tertata kelembagaannya 50% 1,13 Kemen PAN dan RB Persentase LNS yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 50%

Jumlah peraturan / kebijakan mengenai Pedoman Umum Grand Design Sistem

Kelembagaan Pemerintah Sosialisasi

Jumlah kebijakan mengenai kelembagaan instansi vertikal 1 Perpres

(4)

1.L-2

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I.2 Pengembangan Kebijakan, Koordinasi dan Evaluasi

Kelembagaan Polhukam

Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang polhukhankam

Persentase Kementerian Negara bidang Polhukam yang telah tertata organisasi

dan tata kerjanya 50% 1,10 Kemen PAN

dan RB Persentase LPNK bidang polhukam yang telah tertata organisasi dan tata

kerjanya. 50%

Persentase Sekretariat Lembaga Negara yang telah tertata organisasi dan tata

kerjanya 50%

I.3 Pengembangan Kebijakan, Koordinasi dan Evaluasi

Kelembagaan Perekonomian I

Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang perekonomian I

Persentase Kementerian Negara bidang perekonomian I yang telah tertata

organisasi dan tata kerjanya. 50% 1,8 Kemen PAN

dan RB Persentase LPNK bidang Perekonomian I yang telah tertata organisasi dan tata

kerjanya 50%

Persentase Perwakilan RI yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 50%

I.4 Pengembangan Kebijakan, Koordinasi dan Evaluasi

Kelembagaan Perekonomian II

Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang perekonomian II

Persentase Kementerian Negara bidang perekonomian II yang telah tertata

organisasi dan tata kerjanya. 50% 1,0 Kemen PAN

dan RB Persentase LPNK bidang Perekonomian II yang telah tertata organisasi dan tata

kerjanya 50%

I.5 Pengembangan Kebijakan, Koordinasi dan

Evaluasi Kelembagaan Kesra Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang kesra

Persentase Kementerian Negara bidang Kesra yang telah tertata organisasi dan

tata kerjanya 50% 1,0 Kemen PAN

dan RB Persentase LPNK bidang Kesra yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 50%

Persentase Pemda yang dievaluasi organisasi dan tatakerjanya 50%

I.6 Pelaksanaan perumusan kebijakan

pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi

Meningkatnya koordinasi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan reformasi birokrasi

Persentase K/L yang menyampaikan usulan reformasi birokrasi sesuai kebijakan

RB Nasional 75% 8,55 Kemen PAN

dan RB Persentase K/L yang telah melaksanakan reformasi birokrasi sesuai kebijakan RB

Nasional 50%

Tingkat kualitas pelaksanaan RB yg terukur sesuai dg kebijakan RB Nasional 85%

Jumlah kebijakan pelaksanaan reformasi birokrasi yang diterbitkan 5

(5)

1.L-3

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I.7 Koordinasi pelaksanaan kebijakan pendayagunaan

aparatur negara dan reformasi birokrasi pusat Meningkatnya pelaksanaan kebijakan

PAN dan RB di pusat Jumlah K/L yang melaksanakan kebijakan program PAN dan RB sesuai dengan

sasaran pembangunan nasional 20 1,68 Kemen PAN

dan RB

Persentase jumlah K/L yang mengikuti FORTEKPAN 80%

Persentase instansi yang menerima sosialisasi 100%

Persentase asistensi reformasi birokrasi kepada instansi pusat 100%

I.8 Koordinasi pelaksanaan kebijakan pendayagunaan

aparatur negara dan reformasi birokrasi daerah Meningkatnya koordinasi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan reformasi birokrasi

Persentase asistensi reformasi birokrasi kepada instansi daerah 40% Pemda 1,37 Kemen PAN dan RB Persentase instansi yang menerima sosialisasi (Daerah) 70% Pemda

Jumlah Pemda

yang mengikuti FORKOMPANDA 33 Prov, 250

Kab/ Kota Jumlah Pemda yang melaksanakan kebijakan program PAN dan RB sesuai

dengan sasaran pembangunan nasional 5 Pemda

I.9 Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kebijakan pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi pusat

Meningkatnya koordinasi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan reformasi birokrasi

Jumlah K/L yang dimonitor dan dievaluasi 29 KL 1,11 Kemen PAN

dan RB Persentase KL yang diolah sesuai hasil monitoring dan evaluasi oleh tim

independen dan tim qality assurance 100%

Jumlah laporan monitoring dan evaluasi program PAN dan RB 2 I.8 Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kebijakan

pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi daerah

Meningkatnya koordinasi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan reformasi birokrasi

Jumlah Prov/Kab/Kota yang dijadikan baseline pemetaan 3 1,85 Kemen PAN

dan RB Jumlah Propinsi Kab/Kota yang dimonitor dan dievaluasi 3

Jumlah Prov/Kab/Kota yang diolah sesuai hasil monitoring dan evaluasi oleh tim

independen dan tim qality assurance 3

Jumlah laporan monitoring dan evaluasi program PAN dan RB 2 II. PROGRAM PENINGKATAN DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KKP

II.1 Pembinaan dan koordinasi penyiapan produk

hukum dan penataan organisasi KKP Meningkatnya pemenuhan peraturan perundang- undangan serta kemutakhiran hukum laut, perjanjian, perizinan, organisasi dan tata laksana serta terselenggaranya pelayanan bantuan hukum

Persentase pemenuhan jumlah peraturan perundang-undangan serta

kemutakhiran hukum laut, perjanjian, peirizinan, organisasi dan tata laksana serta terselenggaranya pelayanan bantuan hukum

70% 15 Kemen KP

(6)

1.L-4

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

III. PROGRAM PENGELOLAAN DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH

III.1 Penataan Urusan Pemerintahan Daerah Lingkup I Meningkatnya Implementasi urusan pemerintahan daerah I dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah.

Penerapan indikator utama pelayanan publik di daerah lingkup urusan pemerintah

daerah I diterapkan oleh Daerah 8 SPM 4,0 Kementerian

Dalam Negeri III.2 Penataan Urusan Pemerintahan Daerah Lingkup II Meningkatnya implementasi urusan

pemerintahan daerah II dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah

Penerapan indikator utama pelayanan publik di daerah lingkup urusan

pemerintahan daerah II 7 SPM 4,0 Kementerian

Dalam Negeri III.3 Penataan daerah Otonom dan Otonomi Khusus

dan DPOD Terevaluasinya perkembangan daerah

otonom baru Persentase daerah otonom baru (<3tahun) yang dievaluasi 100% 2,5 Kementerian

Dalam Negeri Terlaksananya seluruh mekanisme

pengusulan pemekaran dan penggabungan daeah sesuai dengan PP No 78 tahun 2007, dalam rangka penghentian / pembatasan pemekaran wilayah/pembentukan daerah otonom baru

Persentase evaluasi setiap usulan pemekaran, penggabungan, dan penghapusan

daerah sesuai dengan PP No 78 Tahun 2007. 100%

Jumlah daerah otonom baru yang terbentuk berdasarkan usulan pemerintah 0 (nol) IV PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

IV.1 Pembinaan dan Fasilitasi Dana Perimbangan Peningkatan efektifitas pemanfaatan

DAK sesuai Petunjuk Pelaksanaan Persentase daerah yang telah memanfaatkan DAK sesuai Petunjuk Pelaksanaan /

Petunjuk Teknis 80% 1,2 Kementerian

Dalam Negeri Optimalisasi penyerapan DAK oleh

daerah Persentase daerah yang telah Optimal (100%) menyerap DAK 80%

Tersusunnya kebijakan/regulasi di bidang fasilitasi dana perimbangan yang dapat diimplementasikan di daerah

Jumlah kebijakan /regulasi/pedoman di bidang dana perimbangan dan dana transfer

lainnya 2 Permendagri

IV.2 Pembinaan Administrasi Anggaran Daerah Peningkatan kualitas belanja daerah

dalam APBD Persentase Daerah Provinsi yang belanja langsungnya lebih besar dari belanja tidak

langsung 50% 3,2 Kementerian

Dalam Negeri Persentase belanja modal terhadap total belanja APBD Provinsi (Provinsi) 28%

Penetapan APBD secara tepat waktu APBD yang disahkan tepat waktu. 80%

IV.3 Pembinaan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Provinsi dan kabupaten/ kota memiliki Persentase daerah Provinsi yang ber-LKPD sesuai dengan indikator kedisiplinan 50% 7,7 Kementerian

(7)

1.L-5

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keuangan Daerah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

(LKPD) berstatus Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

penggunaan anggaran dalam APBD sebagai upaya dari pencapaian status WTP Dalam Negeri

Penetapan dan penyampaian Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara tepat waktu

Persentase penetapan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Provinsi)

yang disahkan secara tepat waktu. 70%

V. PROGRAM PENINGKATAN PENGELOLAAN PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAHAN DAERAH V.1 Perumusan kebijakan, bimbingan teknis, dan

pengelolaan transfer ke Daerah Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi

Pengelolaan Dana Transfer 1. Persentase ketepatan jumlah penyaluran dana transfer ke daerah

2. Ketepatan waktu penyelesaian dokumen pelaksanaan penyaluran dana transfer ke daerah

3. Indeks kepuasan pengguna layanan

100%

100%

4

11,7 Kemenkeu

Terciptanya Tata Kelola yang Tertib Sesuai Peraturan Perundang- undangan, Transparan, adil, proporsional, Kredibel, Akuntabel, dan Profesional dalam Pelaksanaan Transfer ke Daerah

V.2 Perumusan kebijakan bimbingan teknis,

monitoring, dan evaluasi di bidang PDRD 1. Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

2. Mewujudkan Kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mendukung Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah

1. Persentase Perda PDRD yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2. Indeks kepuasan pengguna layanan

3. Persentase jumlah kebijakan yang direalisasikan 4. Rata-rata persentase realisasi janjai layanan unggulan 5. Persentase evaluasi Perda PDRD sesuai rencana

70%

100% 4 100%

100%

23,9 Kemenkeu

VI. PROGRAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI VI.1 Pengembangan kebijakan perencanaan dan

pengadaan SDM aparatur Tersusunnya data usulan formasi PNS

secara tepat dan akurat Persentase instansi yang mengirimkan data usulan formasi PNS secara tepat dan

akurat 80% 3,0 Kemen PAN

dan RB Tersusunnya Laporan mengenai PNS

Nasional

Laporan mengenai PNS Nasional 1

VI.2 Pengembangan kebijakan pemantapan

pengembangan SDM aparatur Tersusunnya kebijakan tentang manajemen kepegawaian (SDM Aparatur Negara

Jumlah (UU) kebijakan tentang manajemen kepegawaian (SDM Aparatur Negara) 1 UU 2,56 Kemen PAN

(8)

1.L-6

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Tersusunnya kebijakan tentang

penilaian kinerja pegawai (SKP) Persentase instansi pemerintah yang menerapkan sasaran kinerja pegawai (SKP) 50% dan RB VI.3 Pengembangan kebijakan kesejahteraan SDM

aparatur Tersusunnya PP tentang remunerasi

SDM Aparatur Persentase (%) Instansi yang mendapatkan sosialisasi kebijakan (PP) tentang

Remunerasi SDM Aparatur 70% 2,55 Kemen PAN

dan RB Tersusunnya kebijakan tentang sistem

Pengelolaan Dana Pensiun PNS Persentase (%) Instansi yang mendapatkan sosialisasi Kebijakan (PP) tentang

sistem Pengelolaan Dana Pensiun PNS 30%

VII PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN DALAM NEGERI VII.1 Penataan Produk Hukum dan Pelayanan

Bantuan Hukum Departemen Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang- undangan di tingkat Pusat dan daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan.

Jumlah perda yang dikaji 3.000 perda 1,6 Kemendagri

VIII PROGRAM PEMBENTUKAN HUKUM

VIII.1 Kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah Meningkatkan pemerintahan daerah (provinsi, kab/kota) yang di petakan dan dipublikasikan peraturan daerahnya dalam sistem informasi peraturan daerah yang akurat dan up to date.

Persentase (%) Pemerintahan Daerah Provinsi,Kab/Kota yang Dipetakan dan Dipublikasikan Peraturan Daerahnya Dalam Sistem Informasi Peraturan Daerah yang Akurat dan Up To Date Sesuai Dengan Rencana dan Permohonan Fasilitasi

60% 0,3 Kemenkumham

Persentase pemerintahan daerah di wilayah I yang memperoleh fasilitasi

perancangan peraturan daerah. 60% 0,7

Persentase pemerintahan daerah di wilayah II yang memperoleh fasilitasi

perancangan peraturan daerah. 60% 0,4

Persentase pemerintahan daerah di wilayah III yang memperoleh fasilitasi

perancangan peraturan daerah. 60% 0,4

Jumlah bidang SPM yang dimonitor penerapannya Jumlah bidang SPM yang dievaluasi penerapannya

IX PROGRAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI IX.1 Pengembangan kebijakan dan evaluasi program Terlaksananya sosialisasi UU Nomor

25 tahun 2009 dan peraturan Persentase Provinsi yang diberi sosialisasi 80% 2,55 Kemen PAN

Persentase instansi (pusat dan daerah) yang telah mendapatkan sosialisasi 100% dan

(9)

1.L-7

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

pelayanan publik pelaksanaannya ( PP) Persentase implementasi instansi pusat dan daerah 30% Pusat

30% Daerah RB

IX.2 Peningkatan Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan

Publik di Bidang Perekonomian Terlaksananya asistensi untuk mendorong penerapan OSS/PTSP

Persentase Pemda yang menerapkan OSS (pelayanan terpadu satu pintu) 80% 2,55 Kemen PAN dan RB

IX.3 Pengembangan Sistem dan Standarisasi

Pelayanan Publik Terlaksananya kompetisi antar unit

pelayanan publik/antar instansi dan Pemerintah Daerah

Jumlah Unit Pelayanan yang dinilai Berdasarkan usulan instansi/Pemerintah

Provinsi 250 Unit

Pelayanan 2,15 Kemen PAN

dan RB Persentase Unit Pelayanan yang berkategori baik sesuai penilaian 70%

X PROGRAM PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA X.1 Penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana

Kewilayahan Meningkatnya clearance rate tindak

pidana di tingkat masyarakat. Intensifikasi clerance rate rata rata seluruh tindak pidana POLRI

XI PROGRAM PEMBINAAN DAN PENYELENGGARAAN PEMASYARAKATAN XI.1 Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di bidang

Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan barang Rampasan Negara.

Terkelolanya benda sitaan negara dan

barang rampasan perkara Persentase (%) Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara yang

Diregistrasi/Diidentifikasi Secara Tepat Waktu dan sesuai standar 80% 0,3 Kemenkumham Persentase (%) Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara yang

Diamankan dan Dipelihara Sesuai standar

80% 0,3

Persentase (%) Mutasi dan Penghapusan Benda Sitaan Negara dan Barang

Rampasan Negara yang Tepat Waktu dan Akuntabel 80% 0,4

XI.2 Pembinaan Penyelenggaraan Kegiatan di bidang

Keamanan dan Ketertiban. Penyelenggaraan kegiatan di bidang keamanan dan kertertiban yang berkualitas serta pengelolaan benda sitaan Negara dan barang rampasan Negara.

Persentase (%) Rutan dan Lapas yang Memenuhi Standar Hunian dan

Keamanan 20% 0,4 Kemenkumham

Persentase (%) Menurunnya Pelanggaran Ham, Kasus Penyebaran Napza, Kejahatan Terorganisir dan Pelanggaran Kode Etik Petugas Pemasyarakatan di UPT Pas

4% 0,4

(10)

1.L-8

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Persentase (%) Pengaduan Masyarakat Maupun Tahanan dan Warga Binaan

Pemasyarakatan yang Ditindaklanjuti Secara Cepat dan Tepat 70% 0,3

Persentase (%) Tindak Lanjut Pelanggaran Ham, Kasus Penyebaran Napza, Kejahatan Terorganisir dan Pelanggaran Kode Etik Petugas Pemasyarakatan di UPT PAS

60% 0,3

XI.3 Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di Bidang Pelayanan Tahanan dan Pembinaan Narapidana.

Terlakasananya pembinaan terhadap tahanan dan narapidana yang tepat dan akuntabel.

Persentase (%) Tahanan dan Narapidana yang Teregistrasi dan Terklasifikasi

Secara Tepat Waktu dan Akuntabel 72% 0.3 Kemenkumham

Persentase (%) Tahanan yang Memperoleh Pelayanan dan Bantuan Hukum Secara

Tepat Waktu dan Akuntabel 70% 0.2

Persentase (%) Narapidana yang Memperoleh Program Reintegrasi Secara Tepat

Waktu dan Akuntabel 70% 0.1

Persentase (%) Narapidana yang Terserap di Kegiatan Kerja Sesuai Program Kegiatan Kerja

75% 0.4

Persentase (%) Narapidana yang Memperoleh Pembinaan Kepribadian Sesuai dengan Program pembinaan kepribadian

80% 0.2

XI.4 Pembinaan Penyelenggaraan kegiatan di bidang

Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak. Penyeleggaraan kegiatan Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak yang

berkualitas. Persentase (%) Anak Didik Pemasyarakatan dan Klien Pemasyarakatan yang Teregistrasi dan terklasifikasi Secara Tepat Waktu dan Akuntabel

72% 0.4 Kemenkumham

Persentase (%) Anak Didik Pemasyarakatan yang Memperoleh Pendidikan dan

Reintegrasi Sesuai dengan program pendidikan dan reintegrasi 70% 0.2 Persentase (%) Anak Didik Pemasyarakatan yang Memperoleh

Pendampingan dan Pembimbingan Secara Tepat Waktu dan Akuntabel 70% 0.5 Persentase (%) Klien Pemasyarakatan yang Memperoleh Pembimbingan dan

Pengawasan Sesuai dengan program pembimbingan dan pengawasan 70% 0.5

Persentase (%) Anak Didik Pemasyarakatan dan Klien Pemasyarakatan yang Mendapatkan Litmas Secara Tepat Waktu dan Akuntabel

80% 0.3

(11)

1.L-9

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

XII PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM XII.1 Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan

Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen. Peningkatan kenerja lulusan diklat kepemimpinan dan manajemen pada unit kerja.

Peningkatan kenerja lulusan diklat kepemimpinan dan manajemen pada unit kerja. 65% 0,3 Kemenkumham

XII.2 Kegiatan penyelenggaraan Pendidikan dan

Pelatihan Teknis Peningkatan kualitas SDM hukum dan

HAM Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di bidang teknis pada unit kerjanya. 35% 0,3 Kemenkumham

XII..3 Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan

Pelatihan Fungsional HAM. Peningkatan kualitas SDM hukum dan

HAM Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di bidang fungsional dan HAM pada

unit kerjanya 63% 0,3 Kemenkumham

XII.4 Kegiatan Pendidikan Kedinasan. Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis

pemasyarakatan.

Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis pemasyarakatan. 95% 4,3 Kemenkumham

Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis keimigrasian

Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis keimigrasian. 95% 5.0

XIII PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENKUMHAM.

XIii.1 Kegiatan pengawasan Inspektorat khusus. Terlaksananya mekanisme pebgaduan masyarakat yang responsif terhadap kinerja aparat Kemenkumham

Persentase pengaduan dan kasus yang dituntaskan secara tepat waktu 60% 3,1 Kemenkumham

XiV PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENKUMHAM.

XiV.1 Kegiatan Pengelolaan dan Pembinaan Kepegawaian Kemenkumham.

Peningkatan kualitas SDM Kemenkumham

Persentase (%) Unit Kerja yang Memiliki Kaderisasi Berkesinambungan dan

Pegawai yang Memperoleh Pengembangan Karir 100% 4 Kemenkumham

Persentase (%) Unit Kerja yang Memiliki Alokasi Sdm Profesional Sesuai Kebutuhan

dan Persentase (%) Pegawai yang Memperoleh Promosi Secara Tepat Waktu 100% 1 Persentase (%) Kelengkapan Data Pegawai Secara Up-To-Date, Akurat dan On Line 96% 7.4

(12)

1.L-10

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Persentase (%) Administrasi Biro Kepegawaian yang Akuntabel dan Persentase (%)

Aparatur yang Memperoleh Pembinaan Sikap Mental Sesuai Kebutuhan 96% 9.7 Persentase (%) penyelesaian pelanggaran disiplin pegawai dan peresentase

penyelesaian permohonan pegawai 96% 0.7

XV PROGRAM PENINGKATAN KINERJA SELEKSI HAKIM AGUNG DAN PENGAWASAN PERILAKU HAKIM XV.1 Seleksi Hakim Agung, seleksi hakim dan

Pemberian Penghargaan Hakim Memperoleh calon hakim agung kompeten untuk diajukan ke DPR, serta pemberian apresiasi terhadap kinerja para hakim, serta hakim yang kompeten untuk bertugas dalam lingkungan peradilan umum, peradilan agama dan peradilan tata usaha Negara

Jumlah calon Hakim Agung yang mendaftar 79 9,2 Komisi Yudisial

Jumlah calon Hakim Agung yang lulus seleksi KY dan diajukan ke DPR 30

Jumlah peserta seleksi calon hakim yang mendaftar 800

Jumlah peserta seleksi calon hakim yang lulus seleksi administrasi 200 Jumlah putusan hakim tingkat pertama, tingkat banding, dan MA yang diteliti dan

dianalisa 200

Jumlah kegiatan pengembangan kualitas dan kapabilitas hakim yang terselenggara 7

Jumlah peradilan yang diberi penghargaan 4

XV..2 Pelayanan Pengawasan Perilaku Hakim dan

peningkatan kompetensi hakim Penyelesaian laporan pengaduan hakim yang diduga melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim serta meningkatnya kemampuan profesionlisme hakim

% laporan masyarakat yang ditangani hingga tuntas 75% 7,9 Komisi

Yudisial Jumlah sidang pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim yang diproses

sampai tingkat Majelis Kehormatan Hakim (MKH) 12

Jumlah peserta pelatihan kemampuan dan profesionalisme hakim yang

dilaksanakan 200

Jumlah laporan pemantauan proses persidangan di badan peradilan yang menarik perhatian publik

35

XVI PROGRAM: PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA MA-RI XVI.1 Pengawasan dan pemeriksaan kinerja serta

perilaku aparat Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya

Meningkatnya kualitas kinerja hakim dan aparat peradilan dan kepercayaan publik kepada lembaga peradilan

Jumlah laporan pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kinerja serta perilaku

hakim dan aparat peradilan. 100 laporan 3,1 MA-RI

XVII PROGRAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

XVII.1 Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi Penyelidikan Kasus Potensial (Kasus) 70 7.07 KPK

Kasus Solid (Kasus) 40

(13)

1.L-11

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

XVII.2 Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Penyidikan Penyidikan (Perkara) 65 6.96 KPK

Penyidikan Lengkap (Perkara) 38

XVII.3 Penuntutan dan Eksekusi Tindak Pidana Korupsi Penuntutan

Eksekusi Penuntutan (Perkara) 55 7.77 KPK

Berkas Perkara yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri(Perkara) 42 Pelaksanaan Pidana Badan terhadap putusan Pengadilan Tipikor yang berkekuatan

hukum tetap (Persen) 100%

XVII.4 Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsup)

TPK Korsup Penindakan Peningkatan perkara yang disupervisi KPK (Persen) 100% 3,45 KPK

Peningkatan jumlah penerimaan SPDP (Persen) 100%

XVII.5 Pengelolaan LHKPN Penanganan LHKPN LHKPN yang diumumkan dalam TBN (Jumlah 19.000 8.7 KPK

Klarifikasi kepada Penyelenggara Negara 440

Kasus diserahkan kepada Dit.Lidik, (Jumlah) 4

XVII.6 Pengelolaan Gratifikasi Penanganan Gratifikasi Jumlah SK Penetapan Status Gratifikasi 360 3,8 KPK

Kasus diserahkan kepada Dit.Lidik (Jumlah) 8

Jumlah Instansi/ Lembaga (Pem., BUMN dan Swasta) yang melaksanakan

Program Pengendalian Anti Gratifikasi 6

Terbentuknya agen perubahan 400

XVII.7 Penyelenggaraan Pendidikan, Sosialisasi, dan

Kampanye Anti Korupsi Pendidikan, Sosialisasi, dan Kampanye Jumlah Sekolah/ Lembaga pendidikan yang menerapkan Modul Anti Korupsi 90 20.8 KPK

Jumlah Komunitas Anti Korupsi 30

Instansi/Lembaga (Pem, Swasta, Masy) yang Melaks. Zona Anti Korupsi (Jumlah) 20

Pusat studi anti korupsi 1

XVII.8 Penanganan Pengaduan Masyarakat Penanganan Dumas Kasus siap LIDIK (Jumlah) 80 2.76 KPK

XVII PROGRAM PENDIDIKAN DAN LATIHAN APARATUR KEJAKSAAN XVII.1 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

Manajemen dan Kepemimpinan Terlaksananya Pendidikan dan Latihan Tersusunnya rencana dan pemantauan serta evaluasi pelaksanaan program

pendidikan dan pelatihan manajemen dan kepemimpinan 11 diklat 13,2 Kejaksaan

Agung

(14)

1.L-12

No. SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET

TAHUN 2012

PAGU TAHUN 2012

INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Manajemen Kepemimpinan dalam rangka meningkatkan profesionalisme integritas dan kapabilitas Aparatur Kejaksaan

Terselenggaranya proses pendidikan dan pelatihan manajemen dan kepemimpinan

Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

Teknis Fungsional Terlaksananya Pendidikan dan Latihan

Teknis Fungsional dalam rangka meningkatkan kualitas &

profesionalisme Aparatur Kejaksaan

Tersusunnya rencana dan pemantauan serta evaluasi pelaksanaan program

pendidikan dan pelatihan teknis fungsional 26 diklat 62,8

Terselenggaranya proses pendidikan dan pelatihan teknis fungsional XIX PROGRAM PENATAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 1

XIX.1 Pengembangan Sistem Adminstrasi

Kependudukan (SAK) Terpadu Terlaksananya tertib administrasi kependudukan dengan tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu.

Jumlah penduduk yang menerima e-KTP berbasis NIK dengan perekaman sidik

jari 100,51 juta jiwa;

300 kab/kota

3.600,0 Kemendagri

(15)

I.L-13

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2012

PRIORITAS 2 PROGRAM AKSI BIDANG PENDIDIKAN

Tema Prioritas Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, terjangkau, relevan, dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan dan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja.

Penanggung Jawab Menteri Pendidikan Nasional

Bekerjasama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika; Menteri Agama

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I PROGRAM PENDIDIKAN DASAR I.1 Dukungan Manajemen dan

Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Dikdas

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen Dikdas

Persentase dewan pendidikan kab/kota yang terbina 76,00% 597,8 Kementerian Pendidikan

Nasional

I.2 Penjaminan Kepastian Layanan

Pendidikan SD Tecapainya Keluasan dan Kemerataan Akses SD, Bermutu dan Berkesetaraan

APM SD/SDLB/Paket A 85,10% 1.660,4 Kementerian Pendidikan

Nasional

Persentase SD menerapkan e-Pembelajaran 28,00%

(16)

I.L-14

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Jender di Semua Kabupaten Jumlah siswa SD di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan yang memperoleh PMTAS

1.200.000

Jumlah siswa SD/SDLB sasaran BOS 28.006.000

I.3 Penjaminan Kepastian Layanan

Pendidikan SMP Tercapainya Keluasan dan kemerataan Akses SMP, Bermutu dan Berkesetaraan Jender di Semua Kabupaten

APM SMP/SMPLB/Paket B 60,58% 3.401,7 Kementerian Pendidikan

Nasional

Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran BOS 10.354.000

I.4 Penyediaan dan Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tendik yang Kompeten untuk Jenjang Pendidikan Dasar

Meningkatnya kesejahteraan dan keterdsediaan, pendidik dan Tenaga kependidikan jenjang pendidikan

Persentase SD yang memiliki rasio guru terhadap siswa sesuai SPM 8,00% 7.072,1 Kementerian Pendidikan Nasional Persentase SMP yang memiliki rasio guru terhadap siswa sesuai SPM 8,00%

II PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH II.1 Penyediaan dan Peningkatan

Layanan Pendidikan SMA Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMA Bermutu, Berkesetaraan Jender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten

APK SMA nasional 38,34% 1.216,7 Kementerian Pendidikan

Nasional

II.2 Penyediaan dan Peningkatan

Layanan Pendidikan SMK Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Bermutu, Berkesetaraan Jender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten

APK SMK 32,70% 1.807,3 Kementerian Pendidikan

Nasional Persentase SMK bersertifikat ISO 9001:2000/ 9001:2008 30,00%

III PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI

III.1 Penyediaan Layanan Tercapainya layanan pembelajaran dan APK PT usia 19-23 thn 24,20% 2.511,5 Kementerian Pendidikan

(17)

I.L-15

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Pembelajaran dan Kompetensi

Mahasiswa kompetensi mahasiswa Nasional

Jumlah perguruan tinggi masuk top 500 dunia 6

III.2 Penyediaan Layanan Kelembagaan dan Kerja Sama

Tersedianya dan Keluasan Akses PT yang Bermutu dan Berdaya saing Internasional

Jumlah kerjasama kelembagaan 2.175 3,3 Kementerian Pendidikan

Nasional III.3 Dukungan Manajemen dan

Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen Dikti

Persentase PT bersertifikat ISO 9001:2008 100,00% 8.351,6 Kementerian Pendidikan

Nasional

IV PROGRAM PENGEMBANGAN PROFESI PTK DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN IV.1 Peningkatan Layanan Pendidik

untuk Jenjang PAUD, Dikdas, Dikmen dan Dikti

Terwujudnya Layanan Pendidik untuk semua Jenjang

Persentase guru PAUD mengikuti peningkatan profesionalisme berkelanjutan (PPB)

35,00% 110,0 Kementerian Pendidikan

Nasional

Persentase guru SD/SDLB mengikuti PPB 35,00%

Persentase guru SMP/SMPLB mengikuti PPB 55,00%

Persentase guru SMA/SMALB mengikuti PPB 70,00%

(18)

I.L-16

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Persentase guru SMK mengikuti PPB 67,00%

Jumlah program dan model pengembangan pendidk yang dihasilkan

setiap tahun sesuai bidangnya 10

IV.2 Peningkatan Layanan Tenaga Kependidikan

Meningkatnya layanan Tenaga Kependidikan Persentase kepala SD/SDLB yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00% 110,0 Kementerian Pendidikan

Nasional Persentase kepala SMP/SMPLB yg sudah mengikuti peningkatan

kompetensi

50,00%

Persentase kepala SMA/SMLB yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00%

Persentase kepala SMK yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi 50,00%

Persentase pengawas TK/SD yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00%

Persentase pengawas SMP/SMPLB yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00%

Persentase pengawas SMA/SMLB yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00%

Persentase pengawas SMK yg sudah mengikuti peningkatan kompetensi

50,00%

(19)

I.L-17

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

V PROGRAM PENDIDIKAN ISLAM V.1 Peningkatan Akses dan Mutu

Madrasah Ibtidaiyah Meningkatnya APM MI APM MI 10,59% 531,4 Kementerian Agama

V.2 Peningkatan Akses dan Mutu

Madrasah Tsanawiyah Meningkatnya APM MTs APM MTs 14,82% 585,0 Kementerian Agama

V.3 Peningkatan Akses dan Mutu

Madrasah Aliyah Meningkatnya APK MA APK MA 7,35% 939,2 Kementerian Agama

V.4 Peningkatan Akses dan Mutu

Pendidikan Tinggi Islam Meningkatnya APK PTA APK PTA 2,55% 1.225,7 Kementerian Agama

V.5 Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah

Terlaksananya sertifikasi guru Guru yang tersertifikasi (orang) 90.000 9.624,0 Kementerian Agama

V.6 Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Agama Islam pada Sekolah

Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan

Pendidikan Agama dan Keagamaan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) 33 107,9 Kementerian Agama

V.7 Penyediaan Subsidi Pendidikan

Madrasah Bermutu Siswa MI penerima BOS (Siswa) 3.182.761 3.849,1 Kementerian Agama

Siswa MTs penerima BOS (Siswa) 2.726.762

Jumlah siswa RA dan MI di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan

kepulauan yang memperoleh PMTAS 180.000

V.8 Penyediaan Subsidi Pendidikan

Agama Islam Bermutu Siswa Siswa Ula penerima BOS 139.365 296,2 Kementerian Agama

Siswa Siswa Wustha Penerima BOS 303.301

(20)

I.L-18

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

VI PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL VI.1 Penyempurnaan Kurikulum,

Sistem Pembelajaran dan Perbukuan

Tersedianya Kurikulum, Sistem

Pembelajaran dan Buku Ajar yang Bermutu dan Murah

Jumlah standar kompetensi pendidikan kewirausahaan, budaya dan karakter bangsa pada tingkat nasional, daerah dan sekolah pada pendidikan dasar

3 165,1 Kementerian Pendidikan

Nasional

Jumlah standar kompetensi pendidikan kewirausahaan, budaya dan karakter bangsa pada tingkat nasional, daerah dan sekolah pada pendidikan menengah

3

Jumlah model kurikulum SD/MI 7

Jumlah model kurikulum SMP/MTs 5

Jumlah model kurikulum SMA/MA yang dihasilkan 4

Jumlah model kurikulum SMK/MAK yang dihasilkan 7

Persentase mata pelajaran SD yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya ( total 78 jilid mapel)

100,00%

Persentase mata pelajaran SMP yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 47 jilid mapel)

100,00%

Persentase mata pelajaran SMA yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 93 jilid mapel)

100,00%

Persentase mata pelajaran SMK yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 493 jilid mapel)

76,00%

(21)

I.L-19

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN

2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

VI.2 Penyediaan Informasi Hasil

Penilaian Pendidikan Tersedianya Informasi Penilaian Kualitas PAUD, DIKDAS, DIKMEN, dan Pendidikan Orang Dewasa

Jumlah model penilaian satuan pendidikan 58 60,2 Kementerian Pendidikan

Nasional

Jumlah model penilaian kesulitan belajar 2

Jumlah model penilaian kelas 1

Jumlah laporan/profil/peta berdasar hasil

un/uasbn/survai/penelitian/layanan serta publikasinya, di bidang penilaian pendidikan

121

VII PROGRAM PENGEMBANGAN APLIKASI INFORMATIKA VII.1 Pembinaan dan Pengembangan

E-government

Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis dan evaluasi pengembangan e-government nasional untuk mendorong peningkatan nilai e-government nasional menjadi 3,4 dan tingkat e-literasi menjadi 50%

Jumlah sekolah di 5 kab/kota provinsi DIY yang memiliki sistem e-

pendidikan 150 41,86 Kemenkominfo

Catatan :

* Alokasi untuk sub kegiatan e-pendidikan di DIY sebesar Rp 41,86 milyar merupakan bagian dari alokasi Pembinaan dan Pengembangan E-government pada Prioritas 6.

(22)

I.L-20

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2012

PRIORITAS 3 PROGRAM AKSI BIDANG KESEHATAN

Tema Prioritas Penitikberatan pembangunan bidang kesehatan melalui pendekatan preventif, tidak hanya kuratif, melalui peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan diantaranya dengan perluasan penyediaan air bersih, pengurangan wilayah kumuh sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan angka harapan hidup dari 70,7 tahun pada tahun 2009 menjadi 72,0 tahun pada tahun 2014, dan pencapaian keseluruhan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.

Penanggung Jawab Menteri Kesehatan

Bekerjasama dengan Menteri Pekerjaan Umum; Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN KESEHATAN I.1 Pembinaan, Pengembangan

Pembiayaan dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Terumuskannya kebijakan pembiayaan dan jaminan kesehatan

Persentase penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang memiliki jaminan kesehatan

67,5 122,0 Kementerian Kesehatan

1.2 Pembinaan Administrasi

Kepegawaian Meningkatnya pelayanan administrasi

kepegawaian Jumlah Tenaga Kesehatan yang didayagunakan dan diberi insentif di DTPK dan

di DBK 3.820 95,2 Kementerian Kesehatan

(23)

I.L-21

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

II PROGRAM BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK 2.1

Pembinaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi

Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan reproduksi

1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN)

88 119,9 Kementerian Kesehatan

2. Persentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal (cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4))

90

3. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan KB sesuai standar

75

2.2

Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan anak

1. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) 88 104,1 Kementerian Kesehatan

2. Cakupan pelayanan kesehatan bayi 86

3. Cakupan pelayanan kesehatan anak balita 81

2.3 Pembinaan Gizi Masyarakat Meningkatnya kualitas penanganan

masalah gizi masyarakat 1. Persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan 100 314,5 Kementerian Kesehatan

2. Persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) 75

2.4 Bantuan Operasional

Kesehatan (BOK) Tersedianya Bantuan Operasional

Kesehatan (BOK) untuk puskesmas Jumlah puskesmas yang mendapatkan bantuan operasional kesehatan dan menyelenggarakan lokakarya mini untuk menunjang pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)

9.236 1.032,0 Kementerian Kesehatan

III PROGRAM PEMBINAAN UPAYA KESEHATAN

3.1 Pembinaan Upaya Kesehatan Meningkatnya pelayanan medik 1. Jumlah kota di Indonesia yang memiliki RS standar kelas dunia (world class) 3 991,0 Kementerian Kesehatan

(24)

I.L-22

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rujukan

spesialistik kepada masyarakat

2. Persentase RS kab/kota yang melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal

Emergensi Komprehensif (PONEK) 90

3.2 Pelayanan Kesehatan Rujukan Bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas)

Meningkatnya pelayanan kesehatan

rujukan bagi penduduk miskin di RS 1. Persentase RS yang melayani pasien penduduk miskin peserta program Jamkesmas

85 4.935,3 Kementerian Kesehatan

2. Persentase tempat tidur (TT) kelas III RS yang digunakan untuk pelayanan Jaminan kesehatan

39 3.3 Pelayanan Kesehatan Dasar

Bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas)

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk miskin di Puskesmas

Jumlah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk

miskin 9.236 1.000,0 * Kementerian Kesehatan

3.4 Pembinaan Upaya Kesehatan

Dasar Meningkatnya pelayanan kesehatan

dasar kepada masyarakat 1. Jumlah puskesmas yang menjadi puskesmas perawatan di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar berpenduduk

86 205,4 Kementerian Kesehatan

2. Persentase puskesmas yang mampu Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED

80

3.5 Pelayanan Kesehatan bagi Ibu

bersalin (Jampersal) Meningkatnya pelayanan kesehatan

bagi ibu bersalin di sarana kesehatan Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah melayani program jampersal 2.269 1.559,6 Kementerian Kesehatan

IV PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN 4.1

Pembinaan Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra

Meningkatnya pembinaan di bidang surveilans, imunisasi, karantina, dan

1. Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap 85 132,4 Kementerian Kesehatan 2. Persentase anak usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi campak 88

(25)

I.L-23

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

kesehatan matra 4.2

Penyehatan Lingkungan

Meningkatnya penyehatan dan pengawasan kualitas lingkungan

1. Persentase penduduk yang memiliki akses terhadap air minum berkualitas 63 141,2 Kementerian Kesehatan

2. Persentase kualitas air minum yang memenuhi syarat 95

3. Persentase penduduk yang menggunakan jamban sehat 69

4. Jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 11.000 4.3

Pengendalian Penyakit Menular

Langsung Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular langsung

1. Jumlah kasus TB per 100.000 penduduk 228 89,1 Kementerian Kesehatan

2. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan 80 3. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang disembuhkan 87 4. Persentase ODHA yang mendapatkan Anti Retroviral Treatment (ART) 40 5. Persentase Kab/Kota yang melakukan upaya peningkatan pengetahuan

komprehensif tentang HIV dan AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun 55 6. Jumlah orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan

testing HIV 500.000

7. Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan pencegahan penularan HIV

sesuai pedoman 70

8. Penggunaan kondom pada kelompok hubungan seks berisiko tinggi

(berdasarkan pengakuan pemakai) 45 (Perempuan)

30 (Laki-laki) 4.4. Pengendalian Penyakit

Bersumber Binatang Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit bersumber binatang

Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk 1,5 69,3 Kementerian Kesehatan

(26)

I.L-24

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

V PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN 5.1 Peningkatan Ketersediaan Obat

Publik dan Perbekalan Kesehatan

Meningkatnya ketersediaan obat esensial generik di sarana pelayanan kesehatan dasar

Persentase ketersediaan obat dan vaksin 90 1.295,2 Kementerian Kesehatan

VI PROGRAM PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN 6.1 Pengawasan Produksi Produk

Terapetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

Meningkatnya mutu sarana produksi produk terapetik dan PKRT sesuai Good Manufacturing Practice (GMP) terkini

Persentase sarana produksi obat yang memiliki sertifikasi GMP yang terkini (total

jumlah sarana 202 unit) 70 10,2 Badan POM

6.2 Pengawasan Obat dan Makanan di 31 Balai Besar/Balai POM

Meningkatnya kinerja pengawasan obat

dan makanan di seluruh Indonesia 1. Jumlah sarana produksi dan distribusi obat dan makanan yang diperiksa

(dihitung dari sekitar 150.000) 40.000 557,9 Badan POM

2. Jumlah produk obat dan makanan yang disampel dan diuji (dihitung dari sekitar

1 juta produk beredar) 98.950

VII PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 7.1 Pengaturan, Pembinaan,

Pengawasan, dan Pelaksanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Peningkatan pelayanan air minum

untuk daerah perkotaan dan pedesaan Jumlah kawasan dan desa yang terfasilitasi pembangunan air minum 392 kawasan 894 desa

124 IKK

2.797,9 Kementerian Pekerjaan Umum

7.2 Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, dan Pelaksanaan Pengembangan Sanitasi Dan

Peningkatan pelayanan infrastruktur air

limbah, persampahan dan drainase Jumlah kawasan dan kab/kota yang terfasilitasi pembangunan sanitasi (air limbah

dan drainase) dan persampahan 143 kawasan

155 kab/kota 2.676,1 Kementerian Pekerjaan

Umum

(27)

I.L-25

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Persampahan

VIII PROGRAM KOORDINASI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT 8.1

Penataan Kelembagaan Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Tersusunnya perangkat hukum SJSN PP Tata Pengelolaan dan Pengembangan Dana Jaminan Sosial bekerja sama

dengan Kemkeu - (persen) 80% 18,4

Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan

DJSN

Tersusunnya berbagai studi dan kajian

di bidang jaminan sosial untuk memperkuat pelaksanaan SJSN

Studi Keterkaitan Pembiayaan SJSN dengan Aturan Perdagangan,

Ketenagakerjaan, Perpajakan dan Investasi (bekerja sama dengan Kemkeu) 0%

Terharmonisasinya regulasi di bidang

jaminan sosial Harmonisasi dengan UU Jamsostek (bekerjasama dengan Kemnaker) 100%

Terselenggaranya jaminan sosial berbasis asuransi bagi seluruh pekerja formal maupun informal dengan prioritas utama asuransi kesehatan;

dan terciptanya sistem, prosedur, serta struktur organisasi penyelenggara jaminan sosial yang efisien dan efektif

Implementasi model manajemen tabungan hari tua pada BPJS (bekerja sama

dengan Kemkeu) 0%

IX PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA 9.1

Peningkatan Pembinaan Kesertaan Ber-KB Jalur Pemerintah

Meningkatnya pembinaan, kemandirian dan kesertaan KB melalui 23.500 klinik KB (20.203 klinik KB pemerintah)

1. Jumlah peserta KB baru yang mendapatkan jaminan ketersediaan alat kontrasepsi gratis (peserta KB baru KPS dan KS1, seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) di 7 provinsi wilayah khusus, penyediaan alat dan obat kontrasepsi untuk pelayanan Baksos, Jampersal, dan lain-lain (juta)

4,89 683,7 BKKBN

2. Jumlah klinik KB pemerintah dan swasta yang mendapatkan dukungan sarana 4.700

(28)

I.L-26

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

dan prasarana pelayanan KB 9.2

Peningkatan Kemandirian dan Pembinaan Kesertaan Ber-KB Jalur Swasta

Meningkatnya pembinaan, kemandirian dan kesertaan ber-KB melalui 23.500 klinik KB (3.297 klinik KB swasta, 70.000 DPS/dokter praktek swasta dan BPS/bidan praktek swasta)

1. Jumlah tenaga pelatih medis teknis 231 41,7 BKKBN

2. Jenis alokon mandiri (LIBI/Lingkaran Biru) yang beredar di pasaran 2

9.3 Peningkatan Pembinaan Lini

Lapangan Meningkatnya peran serta LSM,

swasta, dan masyarakat dalam penyelenggaraan program KKB

1. Persentase kab/kota yang mempunyai petugas lapangan KB (PLKB) dan

penyuluh KB (PKB) sesuai rasio 20 7,0 BKKBN

2. Jumlah tenaga PKB/PLKB yang kompetensinya meningkat tentang program

KKB 7.542

9.4 Pengelolaan Pembangunan

Kependudukan dan KB Provinsi Terlaksananya pengelolaan pembangunan kependudukan dan KB provinsi

1. Jumlah klinik KB pemerintah dan swasta yang mendapat dukungan

penggerakan pelayanan KB 23.500 1.321,8 BKKBN Provinsi

2. Jumlah PPLKB, PLKB/PKB dan IMP (Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan) yang mendapatkan dukungan operasional

a. PPLKB 4.671

b. PKB/PLKB 19.886

c. PPKBD 85.562

d. Sub PPKBD 391.474

3. Jumlah tenaga lini lapangan program KB yang mengikuti Latihan Dasar Umum

(LDU) 1.342

4. Jumlah tenaga lini lapangan program KB yang mengikuti pelatihan refreshing 2.750 5. Jumlah tenaga lini lapangan program KB yang mengikuti pelatihan teknis 3.450

(29)

I.L-27

NO SUBSTANSI INTI/

KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012

(MILYAR RUPIAH) INSTANSI PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

6. Persentase kab/kota yang mendayagunakan materi KIE melalui Mobil Unit

Penerangan KB (MUPEN) 100

* Alokasi pagu tahun 2012 untuk kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas) telah terdapat pada Prioritas 4

(30)

I.L-28

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2012

PRIORITAS 4 PROGRAM AKSI BIDANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Tema Prioritas Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 13,33% pada 2010 menjadi 10,5%- 11,5% pada 2012 dan perbaikan distribusi pendapatan dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah

Penanggung Jawab Wakil Presiden

Bekerjasama dengan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Menteri Kesehatan; Menteri Pendidikan Nasional; Menteri Sosial; Menteri Keuangan; Menteri Negara Koperasi dan UKM; Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I PROGRAM PERLINDUNGAN DAN JAMINAN SOSIAL

I.1 Bantuan Tunai Bersyarat Terlaksananya pemberian Bantuan Tunai

Bersyarat bagi RTSM (PKH) Jumlah RTSM yang mendapatkan Bantuan

Tunai Bersyarat PKH (RTSM) 1.516.000 2.084,9 Kementerian

Sosial II PROGRAM REHABILITASI SOSIAL

(31)

I.L-29

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

II.1 Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Anak Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi anak telantar, anak jalanan, anak cacat, dan anak nakal yang membutuhkan perlindungan khusus

Jumlah anak dan balita telantar, anak jalanan, anak cacat, anak berhadapan dengan hukum, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa)

171.000 305,7 Kementerian

Sosial

II.2 Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan

rehabilitasi sosial bagi lanjut usia Jumlah lanjut usia telantar yang berhasil dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa)

38.365 135,5 Kementerian

Sosial II.3 Rehabilitasi Sosial Orang Dengan

Kecacatan Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan

rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat Jumlah penyandang cacat yang berhasil dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa)

51.922 223,9 Kementerian

Sosial

III PROGRAM KOORDINASI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT III.1 Penyediaan subsidi beras untuk masyarakat

miskin (RASKIN) Penyediaan beras untuk seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan jumlah yang memadai dalam satu tahun

Jumlah RTS penerima Raskin (dengan 15 kg

per RTS selama 12 bulan) 17.488.007 RTS 15.912,3 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat/Perum

Bulog IV

PROGRAM PENGELOLAAN PERTANAHAN NASIONAL

IV.1 Pengelolaan Pertanahan Provinsi Terlaksananya redistribusi tanah Jumlah bidang tanah yang diredistribusi 182.575 bidang 128,9 BPN

V PROGRAM KOORDINASI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

(32)

I.L-30

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

V.1 Koordinasi kebijakan pengarusutamaan kebijakan dan anggaran penanggulangan kemiskinan

Meningkatnya jumlah koordinasi, sinkronisasi, kajian serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang pengarusutamaan kebijakan dan anggaran

Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dan peraturan perundangan penanggulangan kemiskinan di bidang pengarusutamaan kebijakan

9 Kegiatan 1,6 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan

sinkronisasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang pengarusutamaan anggaran

5 Kegiatan

Tingkat (indeks) koordinasi kebijakan dan anggaran penanggulangan kemiskinan dan peraturan perundangannya

100%

V.2 Sektretariat koordinasi kebijakan penguatan

kelembagaan Penanggulangan Kemiskinan Meningkatnya jumlah koordinasi, sinkronisasi, kajian serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang penguatan kelembagaan TKPK

Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan

sinkronisasi kebijakan kelembagaan TKPK 9 Kegiatan 1,5 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat Jumlah usulan rekomendasi kebijakan

penguatan kelembagaan TKPK 7 Kegiatan

Tingkat (indeks) usulan rekomendasi kebijakan

yang menjadi kebijakan formal 100%

V.3 Koordinasi penguatan masyarakat dan

kawasan Meningkatnya jumlah koordinasi, sinkronisasi,

kajian serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang penguatan masyarakat dan kawasan

Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam penguatan masyarakat dan kawasan perkotaan

10 Kegiatan 1,5 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan

sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam penguatan masyarakat dan kawasan perdesaan

11 Kegiatan

(33)

I.L-31

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Tingkat (indeks) koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam penguatan masyarakat dan kawasan perkotaan dan perdesaan

100%

V.4 Koordinasi kebijakan kelembagaan dan

kemitraan Meningkatnya jumlah koordinasi, sinkronisasi,

kajian serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang kelembagaan dan kemitraan

Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi penguatan kelembagaan penanggulangan kemiskinan

9 Kegiatan 1,9 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan

sinkronisasi pelaksanaan kemitraan penanggulangan kemsikinan

7 Kegiatan

Tingkat (indeks) koordinasi dan hasil sinkronisasi pelaksanaan penguatan kelembagaan dan kemitraan

100%

V.5 Koordinasi kebijakan keuangan mikro dan

pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Meningkatnya jumlah koordinasi, sinkronisasi, kajian serta pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang Keuangan Mikro dan Pemanfaatan TTG

Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi persiapan LKM dengan kementerian/lembaga maupun masyarakat

8 Kegiatan 1,6 Kementerian

Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat Jumlah penyiapan kegiatan koordinasi dan

sinkronisasi pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna

6 Kegiatan

Tingkat (indeks) koordinasi kebijakan pelaksanaan LKM dan pengembangan Teknologi Tepat Guna

100%

VI PROGRAM PENDIDIKAN DASAR

(34)

I.L-32

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

VI.1 Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan SD

Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses SD, Bermutu, dan Berkesetaraan Jender di Semua Kabupaten

Jumlah siswa SD/SDLB penerima beasiswa miskin

3.640.780 1.310,7 Kementerian

Pendidikan Nasional VI.2 Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan

SMP

Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses SMP, Bermutu, dan Berkesetaraan Jender di Semua Kabupaten

Jumlah siswa SMP/SMPLB penerima beasiswa miskin

1.346.020 740,3 Kementerian

Pendidikan Nasional VII PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH

VII.1 Penyediaan dan Peningkatan Pendidikan SMK

Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Bermutu, Berkesetaraan Jender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten

Jumlah siswa SMK penerima beasiswa miskin 475.417 370,8 Kementerian

Pendidikan Nasional VII.2 Penyediaan dan Peningkatan Pendidikan

SMA

Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMA Bermutu, Berkesetaraan Jender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten

Jumlah siswa SMA penerima beasiswa miskin 614.396 479,2 Kementerian

Pendidikan Nasional VIII PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI

VIII.1 Penyediaan Layanan Pembelajaran dan Kompetensi Mahasiswa

Tersedianya Layanan Pembelajaran dan Kompetensi Mahasiswa

Jumlah mahasiswa miskin penerima beasiswa PPA/BBM

240.000 1.008,0 Kementerian

Pendidikan Nasional IX PROGRAM PENDIDIKAN ISLAM

(35)

I.L-33

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

IX.1 Penyediaan Subsidi Pendidikan Madrasah Bermutu

Menguatnya tata kelola, sistem pengendalian, manajemen, dan terlaksananya pengelolaan pendidikan di kanwil Kementerian Agama

Siswa Miskin MI Penerima Beasiswa (Siswa) 750.000 270,0 Kementerian

Agama

Siswa Miskin MTs Penerima Beasiswa (Siswa) 600.000 432,0

Siswa Miskin MA Penerima Beasiswa (Siswa) 400.000 304,0 Kementerian

Agama IX. 2 Penyediaan Subsidi Pendidikan Tinggi Islam Tersedianya Beasiswa Mahasiswa Miskin Mahasiswa Miskin Penerima Beasiswa (Orang) 63.856 76,6 Kementerian

Agama X PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN KESEHATAN

X.1 Pembinaan, Pengembangan Pembiayaan dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Terumuskannya kebijakan pembiayaan dan jaminan kesehatan

Persentase penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang memiliki jaminan kesehatan

67,5 122,0 Kemenkes

XI PROGRAM PEMBINAAN UPAYA KESEHATAN XI.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi

Masyarakat Miskin (Jamkesmas)

Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi Penduduk Miskin di Puskesmas

Jumlah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk miskin

9.236 1.000,0 Kemenkes

XI.2 Pelayanan Kesehatan Rujukan Bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas)

Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Rujukan Bagi Penduduk Miskin di RS

Persentase RS yang melayani pasien penduduk

miskin peserta program Jamkesmas 85 4.935,3 Kemenkes

Persentase tempat tidur (TT) kelas III RS yang

digunakan untuk pelayanan jaminan kesehatan 39 XII PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA

(36)

I.L-34

NO SUBSTANSI INTI/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR TARGET TAHUN 2012 PAGU TAHUN 2012 INSTANSI

PELAKSANA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

XII.1 Peningkatan Pembinaan Kesertaan Ber-KB Jalur Pemerintah

Meningkatnya pembinaan, kemandirian dan kesertaan KB melalui 23.500 klinik KB (20.203 klinik KB pemerintah)

1. Jumlah peserta KB baru KPS dan KS I yang mendapatkan jaminan ketersediaan alat kontrasepsi gratis (juta)

3,89 683,7 BKKBN

2. Jumlah peserta KB aktif KPS dan KS I yang mendapatkan jaminan ketersediaan alat kontrasepsi gratis (juta)

12,5

XII.2 Peningkatan Kesertaan KB Galciltas (tertinggal, terpencil, dan perbatasan), Wilayah Khusus, dan Sasaran Khusus

Meningkatnya pembinaan dan kesertaan KB di daerah Galciltas (199 Kab/Kota Galciltas), wilayah khusus, dan sasaran khusus

Jumlah mitra kerja setelah mendapatkan fasilitasi pembinaan kesertaan KB galciltas, wilayah khusus, dan sasaran khusus

4 5,5 BKKBN

XII.3 Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Meningkatnya komitmen stakeholder terhadap program pemberdayaan ekonomi keluarga

Persentase PUS KPS dan KS I anggota

kelompok UPPKS yang menjadi peserta KB 74,9%

(dari 1.775.000)

5,2 BKKBN

XII.4 Pengelolaan Pembangunan Kependudukan dan KB Provinsi

Terlaksananya pengelolaan pembangunan kependudukan dan KB provinsi

Jumlah frekuensi pelayanan KB mobile di

wilayah galciltas (12 kali dalam 1 tahun) 12 1.321,8 BKKBN Provinsi

XIII PROGRAM PENEMPATAN DAN PENINGKATAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA XIII.1 Pengembangan dan Peningkatan Perluasan

Kesempatan Kerja

Tersedianya pekerjaan untuk sementara waktu bagi penganggur dan terbangunnya sarana fisik yang dibutuhkan masyarakat

Jumlah penganggur yang mempunyai pekerjaan sementara

105.000 417,6 Kemenakertrans

Jumlah kabupaten/kota yang

menyelenggarakan program pengurangan pengangguran sementara

360

XIV PROGRAM PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DAN PENGEMBANGAN SISTEM PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

Referensi

Dokumen terkait

Penjadwalan yang telah ada dan dilaksanakan di SMA Trinitas selama ini masih bersifat manual. Penjadwalan dilaksanakan dengan menuliskan jadwal yang akan dijalankan pada

Internet Protocol adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model)

Pada Tugas Akhir ini, terdapat berbagai macam permasalahan seperti pengacakan huruf-huruf untuk generate board yang dimaksudkan adalah bagaimana pola pengacakannya dapat

Yang perlu disadari oleh semua pihak yang bekerja dalam lapangan konflik bahwa sekalipun sebuah aksi telah dibicarakan secara bersama dengan semua pihak tetapi

Gambar 6 menunjukkan bahwa untuk relawan berusia &gt;30 tahun, konsentrasi etilen terendah didapatkan pada relawan wanita usia 33 tahun sebesar 0.742 ±0,05 ppm pada

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis litologi, fluida distribusi litologi, fasies dan nilai dari parameter petrofisik pada batuan reservoir

diselenggarakan di SDN Kebon Pala 12, Jakarta Timur. Guru-guru di sekolah dasar tersebut dalam menjalankan tugas utama mendidik, mengajar, dan membimbing sudah