I
PENGARUH BIAYA OPERASI, UMUR REKSA DANA, UKURAN DANA, INFLASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM DI
INDONESIA PERIODE 2015-2019
TESIS
Diajukan oleh
Alexandre Donny Algustie 182222205
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
2021
II
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING
TESIS
PENGARUH BIAYA OPERASI, UMUR REKSA DANA, UKURAN DANA, INFLASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KINERJA REKSA
DANA SAHAM DI INDONESIA PERIODE 2015-2019
III
LEMBAR PERSETUJUAN
Setelah membaca hasil perbaikan Tesis dari mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma :
Alexandre Donny Algustie, S.E.
182222205 Dengan Judul :
IV
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Kesuksesan berasal dari kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusias -Winston Churchill-
Jalan terus sampai ada yang memberhentikanmu, setelah itu …… jalan lagi
-D. A. Benton-
Tesis ini kupersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai serta membimbingku …….
Istri tercinta Alexandra Agnestasya Magdalena yang selalu mendoakan, memberi semangat dan motivasi untukku ……
Kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga yang selalu mendoakan serta semua dukungannya kepadaku ……
V
UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa tesis dengan judul :
PENGARUH BIAYA OPERASI, UMUR REKSA DANA, UKURAN DANA, INFLASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KINERJA REKSA
DANA SAHAM DI INDONESIA PERIODE 2015-2019
Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 26 April 2021 adalah hasil karya saya.
Saya juga menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya.
Yogyakarta,
Yang membuat pernyataan,
Alexandre Donny Algustie
VI
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Alexandre Donny Algustie
Nomor Mahasiswa : 182222205
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
PENGARUH BIAYA OPERASI, UMUR REKSA DANA, UKURAN DANA, INFLASI, DAN PERTUMBUHAN PDB TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM DI INDONESIA PERIODE 2015-2019
beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me-ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Atas kemajuan teknologi informasi, saya tidak berkeberatan jika nama, tanda tangan, gambar atau image yang ada di dalam karya ilmiah saya terindeks oleh mesin pencari (search engine), misalnya google.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal : 8 September 2021 Yang menyatakan
( Alexandre Donny Algustie. )
VII ABSTRAK
Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui apakah biaya operasi berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana, 2) Untuk mengetahui apakah ukuran dana berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana, 3) Untuk mengetahui apakah umur reksa dana berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana, 4) Untuk mengetahui apakah inflasi berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana, 5) Untuk mengetahui apakah pertumbuhan PDB berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dipublikasikan oleh Bappepam, OJK, Bareksa.com. Sampel penelitian dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu dengan kriteria bahwa reksa dana saham yang beroperasi pada tahun 2015 dan masih tercatat di https://reksadana.ojk.go.id, masih aktif sampai dengan Desember 2019, perusahaan reksa dana saham yang berdenominasi IDR.
Berdasarkan kriteria tersebut jumlah sampel yang diteliti adalah 57 reksa dana saham. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan program EVIEWS 11.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasi tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia. Ukuran dana tidak berpengaruh pada kinerja reksa dana saham di Indonesia. Umur reksa dana berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia. Inflasi berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia. Pertumbuhan PDB tidak berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia. Hasil uji F yang dilakukan menunjukkan bahwa biaya operasi, ukuran dana, umur reksa dana, inflasi, dan pertumbuhan PDB berpengaruh secara simultan pada kinerja reksa dana saham di Indonesia tahun 2015 – 2019. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi di sektor non-riil.
Kata Kunci : Reksa Dana, Biaya Operasi, Umur Reksa Dana, Ukuran Dana, Inflasi, Kurs, Pertumbuhan PDB
VIII ABSTRACT
The purpose of this study 1) To determine whether operating costs have a positive effect on mutual fund performance, 2) To determine whether the size of funds has a positive effect on mutual fund performance, 3) To determine whether the age of mutual fund has a positive effect on mutual fund performance, 4) To determine whether inflation positive effect on mutual fund performance, 5) To determine whether GDP growth has a positive effect on mutual fund performance.
This study uses secondary data published by Bappepam, OJK, Bareksa.com. The research sample was selected using purposive sampling, namely the criteria that equity funds operating in 2015 and still listed at https://reksadana.ojk.go.id, are still active until December 2019, equity fund companies denominated in IDR. Based on these criteria, the number of samples studied was 57 equity funds. Hypothesis testing uses the t test and the F test with the EVIEWS 11 program.
The results showed that operating costs had no effect on the performance of equity funds in Indonesia. Fund size has no effect on the performance of equity funds in Indonesia. The age of mutual fund has a positive effect on the performance of equity funds in Indonesia. Inflation has a positive effect on the performance of equity funds in Indonesia. GDP growth does not have a positive effect on the performance of equity funds in Indonesia. The results of the F test conducted show that operating costs, fund size, the age of mutual fund, inflation, and GDP growth have a simultaneous effect on the performance of equity funds in Indonesia in 2015- 2019. The results of this study can be used by investors in making investment decisions in the non-real sector.
Keywords: Mutual Funds, Operating Costs, The Age of Mutual Fund , Fund Size, Inflation, Exchange Rates, GDP Growth
IX
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengaruh Biaya Operasional, Umur Reksa Dana, Ukuran Dana, Inflasi, Dan Pertumbuhan PDB Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia Periode 2015-2019”. Tesis ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar derajad S-2 Magister Manajemen pada program Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Tesis merupakan salah satu karya terbesar bagi kaum sarjana sebagai wadah penerapan teori pada aplikasi nyata dalam bentuk tulisan. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih banyak memiliki kekurangan, baik dalam penyusunan kalimat, pembahasan setiap materi, dan penggunaan alat ukur dalam pengujian hipotesis.
Proses pembuatan tesis ini melibatkan banyak pihak yang berperan membantu penulis dalam bentuk materi maupun bimbingan dan nasehat yang membangkitkan motivasi penulis untuk menyelesaikan tesis ini. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih disertai penghargaan yang setinggi- tingginya kepada :
1. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku dosen pembimbing akademik yang selama ini telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan kesungguhan hati.
2. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi khususnya Program Studi Pasca Sarjana Magister Manajemen, Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang diberikan.
X
3. Kedua orang tua, keluarga Algustie dan Istri tercinta yang senantiasi memberikan doa, kasih sayang, semangat, dukungan, serta kenyamanan, semuanya adalah sumber inspirasi atas karya ini.
4. Para staf administrasi, referensi keuangan dan seluruh staf MM USD, atas semua bantuan yang anda berikan secara ikhlas.
5. Dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, penulis mengucapkan banyak terima kasih bagi semuanya.
Hanya doa yang dapat penulis panjatkan, semoga Allah berkenan membalas semua kebaikan Bapak, Ibu, saudara dan teman-teman sekalian. Akhir kata semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.
Klaten, 26 April 2021 Penulis
Alexandre Donny Algustie
XI DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... I LEMBARAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... II LEMBARAN PERSETUJUAN TESIS ... III HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... IV LEMBAR PERYATAAN KEASLIAN ... V LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ... VI ABSTRAK ... VII KATA PENGANTAR ... VII DAFTAR ISI ... XI DAFTAR TABEL ... XIV DAFTAR GAMBAR ... XV DAFTAR LAMPIRAN ... XVI BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. RUMUSAN MASALAH ... 6
C. TUJUAN PENELITIAN ... 7
D. MANFAAT PENELITIAN ... 7
BAB II KAJIAN LITERATUR A. TEORI PORTOFOLIO ... 9
1. Pengertian Portofolio ... 9
2. Return Portofolio ... 10
3. Risiko Portofolio ... 11
B. REKSA DANA ... 11
1. Definisi ... 11
2. Bentuk Reksa Dana ... 13
3. Sifat Reksa Dana ... 14
4. Jenis Reksa Dana... 15
5. Risiko Investasi Reksa Dana ... 20
6. Manfaat Investasi Reksa Dana ... 21
7. Pihak – Pihak Penunjang Reksa Dana ... 23
8. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana ... 24
9. Mekanisme Pembelian Reksa Dana ... 25
10. Biaya – Biaya Pada Reksa Dana ... 26
C. PENELITIAN TERDAHULU ... 28
D. BIAYA OPERASIONAL ... 34
E. UMUR REKSA DANA ... 35
F. UKURAN DANA ... 37
G. INFLASI ... 38
XII
H. PERTUMBUHAN PDB ... 39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. RUANG LINGKUP PENELITIAN ... 40
B. METODE PENGUMPULAN DATA ... 40
C. POPULASI DAN SAMPEL ... 41
D. DEFINISI OPERASIONAL ... 42
1. Kinerja Reksa Dana... 43
2. Biaya Operasi ... 44
3. Umur Reksa Dana ... 44
4. Ukuran Dana ... 45
5. Inflasi... 45
6. PDB ... 46
E. METODE ANALISIS DATA ... 46
1. Menghitung Return dan Risiko ... 46
2. Uji Asumsi Klasik ... 47
a. Uji Normalitas ... 47
b. Uji Multikolinearitas ... 48
c. Uji Autokorelasi ... 48
d. Uji Heterokedastisitas ... 49
3. Uji Regresi Linier Berganda ... 50
4. Uji Koefisien Determinasi (𝑅2) ... 51
5. Uji Hipotesis ... 51
a. Uji Parsial (Uji t) ... 51
b. Uji Simultan (Uji F) ... 52
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ... 54
B. STATISTIK DESKRIPTIF ... 55
C. UJI PENENTUAN MODEL ESTIMASI TERBAIK ... 57
1. Uji Chow ... 57
2. Uji Hausman ... 58
3. Uji Lagrange Multiplier ... 58
D. MODEL EMPIRIS RANDOM EFFECT ... 59
E. UJI ASUMSI KLASIK ... 60
1. Uji Normalitas ... 60
2. Uji Asumsi Non-Multikolinearitas ... 61
3. Uji Heterokedastisitas ... 62
4. Uji Autokorelasi ... 63
F. UJI PARSIAL (Uji t) ... 64
G. UJI F dan R-SQUARED ... 65
H. PEMBAHASAN ... 66
XIII BAB V KESIMPULAN
A. KESIMPULAN ... 70
B. IMPLIKASI ... 73
DAFTAR PUSTAKA ... 75
LAMPIRAN 1 ... 79
LAMPIRAN 2 ... 87
XIV
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Perkembangan Reksa Dana Saham ... 4
Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 32
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel ... 43
Tabel 4.1 Rincian Pemilihan Sampel Penelitian ... 55
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif ... 56
Tabel 4.3 Uji Lagrange Multiplier ... 59
Table 4.4 Uji Non-Multikolinearitas ... 62
Tabel 4.5 Uji Autokorelasi ... 63
Tabel 4.6 Random Effect Model ... 64
Tabel 4.7 Random Effect Model ... 66
XV
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 27 Gambar 4.1 Uji Normalitas ... 61
XVI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Observasi Data Panel Penelitian ... 73 Lampiran 2 : Random Effect Model ... 79
1 BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Investasi di Indonesia yang semakin berkembang pesat saat ini dan serta diikuti perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat Indonesia mendapatkan informasi. Namun, tidak semua investor memiliki pengetahuan dan keahlian khusus untuk mengelola portofolio investasinya dengan baik untuk mendapatkan return yang diharapkan, mengingat risiko yang melekat pada return tersebut (Bodie, Kane & Marcus, 2014). Masyarakat mulai tertarik dengan dunia investasi yang mereka kenal melalui banyak media saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut Lina (2015) investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan yang sangat penting dilakukan agar dapat memaksimalkan potensi uang serta mencapai suatu tujuan keuangan. Pasar modal merupakan pilihan investasi yang memberikan kebebasan bagi para investornya untuk berinvestasi sesuai dengan preferensi risiko mereka (Pardosi & Andhi, 2015). Bagi para investor, melalui pasar modal dapat memilih obyek investasi dengan beragam tingkat pengembalian dan tingkat risiko yang dihadapi, sedangkan bagi para penerbit (issuers atau emiten) melalui pasar modal dapat mengumpulkan dana jangka panjang untuk menunjang kelangsungan usaha (Hermawan, 2012).
Investor biasanya mengalami kendala untuk melakukan investasi secara langsung terhadap surat-surat berharga. Kendala tersebut antara lain perlunya melakukan berbagai analisa dan memonitor kinerja pasar secara terus -
2 menerus yang sangat menyita waktu. Seorang investor yang cerdas tentunya memiliki resep yang baik dalam membangun portofolio, agar mampu menciptakan portofolio multi asset yang terdiversifikasi (Israelsen, 2010).
Diversifikasi merupakan prinsip dasar bagi investor dalam mengelola asset berjangka (Melin, 2010). Namun hal tersebut sekarang bukan lagi menjadi masalah yang menghalangi para investor untuk melakukan investasi, karena para calon investor dapat memberikan kepercayaanya kepada manajer investasi untuk mengelola dana yang mereka miliki. Pada tanggal 07 September 1995 diperkenalkan sebuah instrumen investasi baru yang disebut Reksa Dana. Kata
“Reksa Dana” sering disebut “mutual fund”. Memiliki makna “saling menguntungkan”, Reksa Dana juga sering disebut dengan istilah “Danareksa”.
Danareksa adalah suatu perusahaan investasi dengan nama “PT. Danareksa”
yang merupakan BUMN dibawah departemen keuangan. “PT. Danareksa”
banyak menerbitkan instrumen investasi yang salah satu instrumennya adalah Reksa Dana. Sedangkan Reksa Dana adalah satu jenis instrumen investasi, secara abstrak kita dapat membayangkan Reksa Dana sebagai suatu instrumen investasi seperti deposito (Hadi, 2013). Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu serta keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Dibandingkan dengan pilihan untuk berinvestasi langsung dalam bentuk saham/obligasi. Reksa Dana sifatnya lebih sederhana dibandingkan dengan bunga deposito yang sekarang kurang diminati karena bunganya tidak lagi mengundang orang untuk berinvestasi di bank (Andri,
3 2012). Reksa Dana memiliki empat jenis produk sebagai alternatif investasi yaitu Reksa Dana Pasar Uang yaitu Reksa Dana yang melakukan investasi pada efek pasar uang seperti efek-efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap yaitu Reksa Dana yang melakukan investasi dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang seperti obligasi, Reksa Dana Saham yaitu Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham), dan Reksa Dana Campuran yaitu Reksa Dana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) yang alokasinya tidak termasuk di dalam kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham (Hermawan. Denny & Ni Luh P. W, 2016). Dari keempat Reksa Dana tersebut, Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang paling sering dipilih. Reksa Dana Saham dipilih karena elastisitas kegiatan jual beli saham yang sangat tinggi (Anggara, 2017).
Tabel 1.1 menunjukkan perkembangan Reksa Dana Saham di Indonesia dari tahun 2015-2019. Pesatnya pertumbuhan Reksa Dana Saham di Indonesia membuat investor memiliki banyak pilihan untuk menginvestasikan modalnya pada Reksa Dana Saham.
4 Tabel 1.1
Perkembangan Reksa Dana Saham di Indonesia Tahun 2015-2019
Tahun Jumlah Reksa Dana Saham
2015 201
2016 257
2017 305
2018 333
2019 347
Sumber : Data Olah Excel
Perkembangan jumlah reksa dana maka akan menambah jumlah bisnis yang semakin ketat seperti persaingan reksa dana dibutuhkan ketelitian yang extra untuk menilai suatu kinerja reksa dana (Ferreira, M.A., Aneel, K., Antonio F.
M., & Sofia B.R, 2019). Pemilihan Reksa Dana yang tepat sebagai alternatif investasi memerlukan analisa yang tepat, sehingga dapat diketahui Reksa Dana mana yang mampu memberikan tingkat pengembalian (return) tinggi serta memperkecil risiko yang ada. Return merupakan indikator para investor dalam berinvestasi dengan harapan memperoleh imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya (Asmi, 2014).
Informasi mengenai risiko menjadi penting dalam membandingkan kinerja investasi Reksa Dana. Investor saham merupakan pemilik saham yang diterbitkan suatu perusahaan, yang sekaligus mempunyai hak kepemilikan atas perusahaan tersebut, sehingga investor berhak atas segala informasi yang berkaitan dengan perkembangan perusahaan (Khoiruddin & Faizati, 2014).
Pengukuran kinerja dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain memberikan informasi bagi investor tentang sejauh mana kinerja yang diberikan oleh
5 manajer investasi dikaitkan dengan risiko yang diambil untuk mencapai kinerja tersebut. Manakala investor dihadapkan pada pengambilan keputusan investasi, risiko merupakan faktor dominan yang harus dipertimbangkan karena besar kecilnya risiko yang terkandung dalam suatu alternatif investasi akan mempengaruhi pendapatan investasi tersebut (Witiastuti, 2012). Metode pengukuran kinerja Reksa Dana secara umum ada dua pendekatan, yaitu melalui return Reksa Dana itu sendiri dan mengukur tingkat Risk Adjusted Return. Metode Sharpe, Treynor dan Jensen dapat digunakan dalam pemilihan
investasi dengan melihat kondisi pasar yang sedang berlangsung. Ketiga model itu mendasarkan analisisnya pada return masa lalu yang kemudian digunakan untuk memprediksi return dan risiko di masa datang. Dan dalam meningkatkan kinerja reksa dana tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung yang dapat membuat kinerja reksa dana tersebut meningkat. Faktor-faktor tersebut antara lain : Biaya Operasi, Umur Reksa Dana, Ukuran Dana, Inflasi, dan Pertumbuhan PDB.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nugraha (2011) bahwa Biaya Operasi memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Lalu penelitian yang dilakukan oleh Asriwahyuni (2017) bahwa Umur Reksa Dana tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham. Untuk penelitian yang dilakukan oleh Gusni (2018) bahwa Ukuran Dana tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Penelitian yang dilakukan oleh Maulana (2013) membuktikan bahwa Inflasi memberikan pengaruh yang negatif terhadap kinerja reksa dana saham. Sedangkan penelitian yang
6 dilakukan oleh Sari (2019) bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Biaya Operasi, Umur Reksa Dana, Ukuran Dana, Inflasi, dan Pertumbuhan PDB Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia Periode 2015-2019”
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa pihak yang akan menanamkan modalnya (investor) mengalami kebimbangan dalam menentukan pilihan yang tepat di dalam mengalokasikan dana yang dimilikinya. Gambaran Reksa Dana dibandingkan dengan kinerja pasar yang diperolah dari hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kinerja histories Reksa Dana menjadi pertimbangan utama dari investor dalam memilih Reksa Dana.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah Biaya Operasi berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham
di Indonesia periode 2015-2019 ?
2. Apakah Umur Reksa Dana berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia periode 2015-2019 ?
3. Apakah Ukuran Dana berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia periode 2015-2019 ?
4. Apakah Inflasi berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia periode 2015-2019?
7 5. Apakah Pertumbuhan PDB berpengaruh terhadap kinerja reksa dana
saham di Indonesia periode 2015-2019 ? C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menguji pengaruh secara bersama-sama Biaya Operasi, Ukuran Dana, Umur Reksa Dana, Inflasi, Pertumbuhan PDB Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia periode 2015- 2019.
2. Untuk menguji pengaruh secara parsial Biaya Operasi, Ukuran Dana, Umur Reksa Dana, Inflasi, Pertumbuhan PDB Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia periode 2015-2019.
D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini adalah : 1. Bagi Investor
Hasil dari penulisan ini dapat dijadikan salah satu faktor pendukung investor dalam pengambilan keputusan saat hendak melakukan investasi Reksa Dana Saham. Investor dapat lebih spesifik ingin menanamkan modalnya untuk bertransaksi dengan pertimbangan faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana dan manajer investasi mana yang menggunakan faktor tersebut sebagai salah satu dasar penggambilan keputusannya, sehingga investor dapat lebih lengkap memperoleh data guna untuk menganalisis lebih dalam dan transparan.
8 2. Bagi Manajer Investasi
Hasil dari penulisan ini dapat dijadikan fokus untuk manajer investasi guna mempresentasikan bahwa manajer investasi menggunakan faktor-faktor yang hasilnya berpengaruh signifikan sebagai dasar dalam bertransaksi sehingga menambah kepercayaan nasabah terhadap kinerja manajer investasi tersebut.
3. Bagi Mahasiswa
Penulisan penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi mahasiswa untuk mengetahui investasi dalam reksa dana di Indonesia. Dengan mengetahui investasi reksa dana, mahasiswa dapat ikut serta dalam investasi di reksa dana Indonesia dan mendapatkan pendapatan lainnya.
4. Bagi Universitas
Penulisan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai sumbangan gagasan bagi perkembangan keilmuan dan sebagai referensi untuk menambah wawasan terkait investasi reksa dana di Indonesia.
Selain itu penelitian ini dapat dijadikan indikator dalam penentuan investasi reksa dana di Indonesia.
5. Bagi Peneliti
Penulisan ini dapat menambah wawasan peneliti mengenai reksa dana di Indonesia dan mempraktekkan teori yang diperoleh saat kuliah.
9 BAB II
KAJIAN LITERATUR A. TEORI PORTOFOLIO
1. Pengertian Portofolio
Teori Portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry Markowitz (1952) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize dibidang ekonomi pada tahun 1990.
Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor terhadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasikan tersebut.
Hal yang diharapkan dalam berinvestasi adalah mendapatkan return (imbal hasil) yang merupakan hasil yang diperoleh dari investasi yang dilakukan.
Return dapat berupa imbal hasil yang terealisasi (realized return) dan
imbal hasil yang diharapkan (expected return).
Menurut Husnan (2001), portofolio berarti sekumpulan investasi.
Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa porsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan
10 diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung.
Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam portofolio pasar terdapat risiko investasi yang terdiri dari dua komponen (Sunariyah, 2004) yaitu :
a. Risiko tidak sistematik (unsystematic risk) yaitu risiko yang terkait dengan suatu saham tertentu yang umumnya dapat dihindari atau diperkecil melalui diversifikasi.
b. Risiko sistematik (systematic risk) yaitu risiko pasar yang bersifat umum dan berlaku bagi semua saham dalam pasar modal yang bersangkutan, risiko ini tidak mungkin dapat dihindari oleh investor melalui diversifikasi sekalipun.
2. Return Portofolio
Menurut Jogiyanto (2010) return dibagi dua, yaitu : a. Return Realisasi (Realized Return)
Return realisasi yang telah terjadi. Return realisasi dapat dihitung melalui
data historis. Return realisasi penting karena digunakan untuk mengukur kinerja dari perusahaan. Return historis ini juga berfungsi sebagai dasar penentuan return ekspektasi dan risiko dimasa mendatang.
b. Return Ekspektasi (Expected Return)
Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor di masa yang akan datang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi ini sifatnya belum terjadi.
11 3. Risiko Portofolio
Risiko portofolio adalah risiko investasi dari sekelompok saham portofolio atau sekelompok instrument keuangan dalam portofolio (Winingrum, 2011). Terdapat dua ukuran yang digunakan sebagai risiko, yaitu :
a. Deviasi Standar (Variance)
Deviasi standar menggambarkan gejolak return saham dari return rata - rata.
b. Beta Saham
Sedangkan beta saham mengestimasi return saham dengan menggunakan metode capital asset pricing model (CAPM).
B. REKSA DANA 1. Definisi
Reksa dana didefinisikan sebagai wadah yang berisi sekumpulan sekuritas yang dikelola oleh perusahaan investasi dan dibeli oleh investor (Tandelilin, 2010). Dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995 BAB I, Pasal 1 Ayat 27 tentangpasar modal, definisi reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikandalam portofolio efek oleh manajer investasi. Pemodal yang menempatkandananya pada reksa dana akan mendapatkan return investasi berupa deviden, bunga, atau capital gain sesuai dengan jenis reksa dana yang mereka pilih.
12 Reksa dana merupakan investasi yang bersifat fleksibel, karena investasi ini dapat ditempatkan pada berbagai instrumen efek, baik di pasar uang maupun pasar modal sesuai dengan tujuan dan kebutuhan investor dalam berinvestasi. Jadi semakin bervariasi bentuk suatu investasi semakin kecil risiko yang dihadapi. Variasi investasi pada instrumen efek ini dinamakan diversifikasi portofolio.
Dengan reksa dana dapat dilakukan diversifikasi portofolio yang akan dikelola oleh manajer investasi, sehingga investor cukup hanya memperhatikan nilai aktiva bersih yang dimilikinya. Investasi reksa dana sangat cocok bagiinvestor yang tidak memiliki waktu yang cukup banyak, memiliki keterbatasan kapasitas dan pengetahuan investasi, dan keterbatasan dana, reksa dana sangat cocok dengan investor yang baru mengenal dunia investasi.
Setiap pembelian produk reksa dana, investor akan mendapatkan bukti satuan kepemilikan reksa dana yang dinamakan unit penyertaan (UP). Unit Penyertaan ini memperlihatkan tanda bukti satuan kepemilikan investasi atas Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tertentu. Cara menghitung NAB per Unit Penyertaan adalah dengan menghitung total nilai aktiva bersih masing-masing reksa dana dibagi dengan jumlah unit penyertaan (UP).
Dengan bukti unitpenyertaan (UP) ini, nasabah reksa dana dengan mudah dapat menjual kembalireksa dana tersebut atau juga dapat meminta laporan hasil pertumbuhan/pendapatan atas investasi portofolio reksa dana yang dilakukan oleh manajerinvestasi (Ambarwati, 2005).
13 Reksa dana merupakan sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksadana untuk digunakan sebagai modal berinvestasi baik di pasar modal maupun di pasar uang.
Menurut Hanggoro (2014) perusahaan reksadana akan menghimpun dana dari investor yang akan di bentuk manajer investasi menjadi portofolio.
2. Bentuk Reksa Dana
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksa dana di Indonesia ada dua, yakni :
a. Reksa Dana Perusahaan (Investment Companies)
Reksadana perusahaan (Investment Companies) adalah reksa dana berbentuk suatu perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha mengelola portofolio efek.Perseroan yang telah mendapat ijin usaha dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Investor yang tertarik berinvestasi pada reksa dana ini dapat membeli saham yang dikeluarkanperusahaan tersebut. Reksa dana perusahaan dapat bersifat terbuka atautertutup.
b. Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif (Unit Investment Trust)
Reksa dana kontrak investasi kolektif (Unit Investment Trust) adalah reksa dana yang dibentuk berdasarkan suatu kontrak investasi kolektif (KIK) antara manajer investasi dan bank kustodian. Investor yang tertarik berinvestasi pada reksa dana tersebut dapat membeli unit penyertaan yang dikeluarkan reksa dana tersebut. Reksadana kontrak investasi kolektif hanya bersifat terbuka.
14 Pengelolaan reksa dana yang dilakukan oleh manajer investasi baik dalam bentuk investment companies maupun unit investment trust selalu berdasarkan kontrak. Untuk reksa dana berbentuk investment companies kontrak pengelolaan dibuat oleh direksi dengan manajer investasi.
Sedangkan pengelolaan unit investment trust dibuat antara manajer investasi dan bank kustodian.
3. Sifat Reksa Dana
Dilihat dari segi sifatnya atau cara penerbitan dan perdagangan sahamnya menurut Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1)reksa dana dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Reksa Dana Tertutup (Close-End Funds)
Reksa dana yang menerbitkan saham/unit penyertaan dan menjualnya kepada investor namun tidak memiliki kewajiban untuk membeli saham/unit penyertaan yang telah dijualnya. Investor hanya dapat menarik investasinyadengan cara menjual atau mengalihkan saham/unit penyertaan yangdimilikinya kepada investor lain yang berminat.
b. Reksa Dana Terbuka (Open-End Funds)
Reksa dana yang menerbitkan saham/unit penyertaan dan menjualnya kepada investor dan memiliki kewajiban untuk membeli kembali saham/unitpenyertaan yang telah dijualnya.
Manajer investasi reksa dana terbuka berbentuk investment companies dan unit investment trust wajib menghitung nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio setiap hari bursa berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh
15 bapepam.Nilai saham reksa dana terbuka berbentuk investment companies dan unit investment trust ditentukan berdasarkan nilai aktiva bersih, nilai aktiva bersihwajib dihitung dan diumumkan untuk informasi publik. Semua kekayaan reksadana wajib disimpan pada bank kustodian.
4. Jenis Reksa Dana
Berikut ini adalah macam-macam jenis atau produk reksa dana yang ada pada saat ini berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995pasal 18, yaitu :
a. Reksa Dana Konvensional (Biasa)
Reksa dana konvensional (biasa) adalah reksa dana yang dapat dibeli ataudijual kembali oleh investor setiap saat tergantung tujuan investasi, jangka waktu dan profil risiko investor. Jenis-jenis reksa dana konvensional (biasa)adalah sebagai berikut (Wijaya, 2014) :
1) Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang menempatkan seluruh aset investornya pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang adalah efek yang jangka waktunya kurang dari setahun, misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau obligasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun, oleh karena potofolio investasinya ditanamkan pada kebanyakan aset negara maka profil risiko Reksa Dana ini adalah yang terkecil untuk mengalami kebangkrutan. Reksa dana pasar uang mempunyai ciri-ciri antara lain :
a) Risiko relatif aman dan sangat likuid, setara dengan deposito.
16 b) Fluktuasi relatif sangat stabil.
c) Strategi investasi bersifat jangka pendek.
d) Manajemen fee paling rendah dibanding dengan reksa dana jenislainnya.
e) Cocok untuk investor pemula.
Komposisi investasi terdiri dari Treasury Bill, Surat Berharga, Deposito, Commercial Paper dengan batas maksimum 80% dari seluruh portofolionya. Sisa 20% diinvestasikan pada efek ekuitas maupun efekutang jangka panjang.
2) Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang berinvestasi terbesar pada efek utang, umumnya pada obligasi. Reksa Dana ini memiliki risiko sedikit lebih besar dibandingkan Reksa Dana pasar uang karena 80% atau lebih dana kelolaannya diwajibkan dalam bentuk portofolio uang, baik utang obligasi swasta maupun pemerintah dalam jangka waktu yang lebih panjang dari 1 tahun.
Reksa dana pendapatantetap mempunyai ciri-ciri antara lain : a) Risiko lebih aman dibandingkan dengan reksa dana saham
dancampuran.
b) Fluktuasi relatif lebih stabil.
c) Strategi investasi menengah dan jangka panjang.
d) Manajemen fee relatif lebih rendah.
e) Cocok bagi investor Risk Adverter (investor yang takut merugi).
17 Komposisi investasi pada reksa dana ini terdiri dari efek-efek utang dengan batas maksimum 80% dari seluruh portofolionya. Sisa 20%
diinvestasikan pada efek ekuitas maupun pasar uang.
3) Reksa Dana Saham merupakan Reksa Dana yang menginvestasikan portofolionya sebanyak 80% atau lebih di dalam surat berharga yaitu saham. Hingga saat ini manajer investasi yang mengelola dana kelolaan hanya diperbolehkan membeli surat berharga yang listing pada bursa efek Jakarta. Reksa Dana ini memiliki risiko paling besar dibandingkan lainya akibat dari fluktuasi harga saham yang begitu dinamis. Reksa danasaham mempunyai ciri-ciri antara lain :
a) Risiko paling tinggi
b) Fluktuasi sangat sering dan tajam
c) Strategi investasi harus bersifat jangka panjang
d) Manajemen fee paling tinggi dari seluruh jenis reksadana.
e) Cocok bagi investor yang bertipe Risk Taker (investor yang beranimengambil risiko).
Komposisi investasi pada reksa dana ini terdiri dari common stock maupun preferred stock dengan batas maksimum 80% dari seluruh portofolionya. Sisa 20% dengan batas maksimum 80% dari seluruh portofolionya.
4) Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang menginvestasikan dananya pada efek ekuitas (saham) dan efek utang (obligasi dan deposito) dengan komposisi yang tidak termasuk kategori Reksa
18 Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham, maupun Reksa Dana Pasar uang. Reksa dana campuran mempunyai ciri-ciri antara lain :
a) Risiko lebih rendah dari reksa dana saham tetapi lebih tinggi darireksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.
b) Fluktuasi lebih rendah dari reksa dana saham tetapi lebih tinggi darireksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.
c) Strategi investasi jangka menengah dan jangka panjang.
d) Manajemen fee lebih rendah dari reksa dana saham, tetapi lebihtinggi dari reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.
e) Cocok bagi investor yang moderat terhadap risiko.
Komposisi investasi kombinasi efek bersifat utang dan ekuitas.
b. Reksa Dana Terstruktur
Reksa dana terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijualkembali oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh manajer investasi. Jenis-jenis reksa dana terstruktur adalah sebagai berikut :
1) Exchange Traded Fund (ETF)
Exchange traded fund (ETF) adalah sebuah reksa dana yang
merupakan suatu inovasi dalam dunia industri reksa dana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksa dana tertutup dan reksa dana
19 terbuka, dan ETF ini biasanya adalahmerupakan reksa dana yang mengacu kepada indeks saham.
ETF lebih efisien daripada reksa dana konvensional, karena unit penyertaannya diperdagangkan langsung di bursa setiap hari menyerupaireksa dana tertutup (dimana tidak dapat dijual kembali kepada manajerinvestasi).
2) Reksa Dana Terproteksi (Protected Fund)
Reksa dana terproteksi (protected fund), tergolong masih baru di Indonesiadan lahir setelah longsornya nilai aset reksa dana beberapa tahun lalu. Reksa dana ini diinvestasikan pada instrumen surat hutang, biasanya pada obligasi yang hampir jatuh tempo. Khusus pada reksa dana ini usianya biasanya pendek sesuai dengan jatuh tempo surat hutang yang dibelinya.
3) Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah mengandung pengertian sebagai reksa dana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syariat Islam.
Reksa dana syariah, misalnya tidak diinvestasikan pada saham- saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandungalkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.
20 4) Reksa Dana Indeks (Index Fund)
Reksa dana indeks (index fund) adalah reksa dana yang portofolio efeknyaterdiri dari atas efek yang menjadi bagian dari suatu indeks yang menjadi acuannya. Sekurang-kurangya 80% dari NAB diinvestasikan pada efekyang merupakan bagian dari kumpulan efek yang ada dalam indekstersebut. Pembobotan masing-masing efek antara 20% sampai 80% daripembobotan atas masing-masing efek dalam indeks yang menjadi acuandan tingkat penyimpangan dari kinerja reksa dana indeks terhadap kinerja indeks yang menjadi acuan.
5. Risiko Investasi Reksa Dana
Berikut ini adalah risiko yang akan dihadapi oleh investor yang akan berinvestasi di reksa dana. Risiko itu antara lain (Utomo, 2010) :
a. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan. Pailitnya perusahaan penerbit efek pendapatan tetap/tertundanya pembayaran bunga akibat kesulitan likuiditas penerbit efek pendapatan tetap. Hal ini mengakibatkan NAB per unit penyertaan turun secara signifikan.
b. Risiko Likuiditas. Penjualan kembali tergantung kepada likuiditas portofolio atau kemampuan dari manajer investasi untuk membeli kembali dengan menyediakan uang tunai (reksa dana terbuka). Bagi reksa dana tertutup penjualan atauredemption dilakukan di bursa tempat saham reksa dana tercatat.
21 c. Risiko Pertanggungan atas Kekayaan Reksa Dana.Bila terjadi hal – hal seperti wanprestasi oleh pihak yang terkait dengan reksa dana seperti bencana alam, kebakaran, serta kerusuhan akan mempengaruhiNAB per unit.
d. Risiko Perubahan Politik Ekonomi. Perubahan kondisi politik dan ekonomi dapat mempengaruhi investasi padareksa dana.
e. Risiko Penurunan Suku Bunga Penerimaan bunga investasi reksa dana tergantung pada kemampuan manajer investasi dalam memilih jenis- jenis investasi yang menguntungkan sertakondisi pasar modal dan pasar uang di dalam dan luar negeri.
f. Risiko Pertukaran Mata Uang. Investasi reksa dana pada mata uang asing, memungkinkan terjadinya rugi kurs valuta asing yang menyebabkan penurunan NAB.
6. Manfaat Investasi Reksa Dana
Reksa dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain (Utomo, 2010) :
a. Dikelola oleh Manajemen Profesional
Pengelolaan portofolio suatu reksa dana dilaksanakan oleh manajer investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran manajer investasi sangat penting mengingat pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek sertamengakses informasi ke pasar modal.
22 b. Diversifikasi Investasi
Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan reksa dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehinggarisikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risikobila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
c. Transparansi Informasi
Reksa dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang unit penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat. Pengelola reksa dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
d. Likuiditas yang Tinggi
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, pemodal dapat mencairkan kembali unit penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing reksa dana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksa dana terbuka wajib membeli kembali unitpenyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.
23 e. Biaya Rendah
Karena reksa dana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pulaefisiensi biaya transaksi. Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.
7. Pihak – Pihak Penunjang Reksa Dana
Adapun pihak-pihak yang menunjang dalam kegiatan reksa dana yang dinyatakan dalam Undang-Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995 pasal 18 antaralain :
a. Kontrak Investasi Kolektif (KIK)
Kontrak investasi kolektif (KIK) adalah kontrak pengelola asset investasi yang dilakukan secara kolektif antara bank kustodian yang bertindak untukkepentingan pemodal dan manajer investasi.
b. Manajer Investasi
Manajer investasi adalah pihak yang ditunjuk sebagai pengelola reksa dana.
c. Bank Kustodian
Bank kustodian adalah pihak yang ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemodal untuk mengawasi ketaatan manajer investasi terhadap kontrak investasi kolektif (KIK), bertanggung jawab untuk menyimpan aset reksa dana, menjalankan transaksi efek sesuai perintah manajer
24 investasi, melaksanakan administrasi reksa dana, menghitung nilai aktiva bersih (NAB)dan memelihara catatan data pemodal.
d. Auditor
Auditor adalah pihak yang ditunjuk untuk memeriksa secara berkala kegiatan pengelolaan dana, pembukuan dan perpajakan, pelaksanaan prinsip keberhati-hatian yang dilakukan oleh manajer investasi.
e. Konsultan Hukum/Notaris
Konsultan hukum/notaris adalah pihak yang memberikan opini hukum terhadap pembentukan reksa dana dan membuat kontrak investasi kolektif(dituangkan dalam Akta) yang diikat secara notariil.
f. Agen Penjual
Agen penjual adalah pihak yang ditunjuk oleh manajer investasi untuk memasarkan reksa dana kepada nasabah.
8. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana
Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) merupakan alat ukur kinerja reksa dana. Nilai aktiva bersih berasal dari nilai portofolio reksa danayang bersangkutan. Kekayaan reksa dana dapat berupa kas, deposito, SBI, SBPU, saham, obligasi, right dan efek lainya. Sedangkan kewajiban reksa dana dapat berupa fee manajer investasi yang belum dibayar, fee broker yang belum dibayar serta pembelian efek yang belum dilunasi (Akbarini, 2004).
Nilai aktiva bersih merupakan jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban yang ada. Sedangkan NAB per unit penyertaan merupakan jumlah NAB
25 dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar. Nilai NAB sangat bergantung dengan kinerja aset yang merupakan portofolio reksa dana. Jika harga pasar aset-aset suatu reksa dana mengalami kenaikan dan demikian pulasebaliknya.
NAB per unit dihitung setiap hari oleh Bank Kustodian setelah mendapat data dari manajer investasi dan nilai tersebutlah yang kemudian setiap hari dapat dilihat pada keesokan harinya di media massa setiap hari kerja.
Berdasarkan informasi NAB yang transparan kepada umum, setiap orang dapat menghitung tingkat pengembalian reksa dana selama satu periode pengamatan.
9. Mekanisme Pembelian Reksa Dana
Untuk berinvestasi dalam reksa dana tidak begitu sulit. Setiap investor memiliki keleluasaan untuk menanamkan dananya di perusahaan investasi manapun yang disukai. Pada dasarnya tata cara bagi investor untuk menanamkan modal di reksa dana tidak berbeda dengan kalau ia ingin membuka rekening dibank ataupun membuka deposito. Mekanisme yang harus dilakukan oleh investorapabila ingin berinvestasi di reksa dana antara lain :
a. Datang ke sales agent dari reksa dana yang diinginkan.
b. Mengisi aplikasi atau form penanaman modal pada reksa dana yang diinginkan.
c. Menyerahkan dokumen-dokumen penunjang seperti : foto copy KTP, datarekening di bank, dll.
26 d. Melakukan setoran modal pada reksa dana yang dipilih.
10. Biaya Biaya pada Reksa Dana
Adapun terdapat biaya dalam berinvestasi di reksa dana menurut Peraturan Bapepam :
a. Biaya yang ditanggung oleh investor
1) Biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee)
2) Biaya pencairan kembali Unit Penyertaan (redemption fee) 3) Biaya pengalihan Unit Penyertaan (switching fee)
b. Biaya yang ditanggung oleh reksa dana 1) Jasa Manager Investasi
2) Jasa Bank Kustodian
3) Biaya transaksi, audit, pembaharuan prospectus c. Biaya yang ditanggung oleh manajer investasi
1) Biaya awal pembentukan reksa dana 2) Biaya promosi dan pemasaran
27 Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran Data NAB bulanan
RDS Periode 2015 - 2019
Kinerja bulanan RDS dengan perubahan NAB
Data bulanan Biaya Operasi, Umur Reksa
Dana, Ukuran Dana, Inflasi, Pertumbuhan PDB
Uji asumsi klasik - Normalitas - Multikolinearitas - Autokorelasi - Heteroskestisitas
Uji Regresi Linier Berganda
Uji Hipotesis - Uji t
- Uji f
Koefisien Determinasi
28 C. PENELITIAN TERDAHULU
Nguyen (2018) dalam penelitiannya yang berjudul “The Impact of Country- level and Fund-level Factors on Mutual Fund Performance in Vietnam”.
Menjadikan inspirasi dalam pembuatan tesis ini untuk dilakukan pada reksa dana saham di Indonesia. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 54 reksa dana selama 10 tahun terakhir. Sumber data yang digunakan berasal dari Bloomberg dan laporan keuangan bank dunia yang dapat diakses secara publik sehingga semua orang dapat dengan mudah mendapatkan data yang serupa dan menjadikannya indikator dalam berinvestasi reksa dana. Hasil dari penelitian ini tidak ada pengaruh ukuran dana, baik besar maupun kecil terhadap kinerja reksa dana. Ada hubungan positif antara perkembangan keuangan tingkat negara terhadap kinerja reksa dana. Lembaga hukum yang lebih kuat dengan perlindungan investor yang lebih baik dan penegakan hukum yang ketat akan meningkatkan kinerja reksa dana.
Nugraha (2011) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Ukuran Dana Kelolaan, Umur Reksa Dana, dan Biaya Operasional Reksa Dana Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham (Periode Tahun 2011)”. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari situs resmi yang dipublikan selama periode tahun 2011. Jumlah reksa dana saham yang dijadikan sampel adalah sebanyak 22 reksa dana saham dari total reksa dana saham sebanyak 79 reksa dana saham yang aktif sepanjang 2011. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dimana pengaruh secara simultan
29 diuji dengan menggunakan uji F dan pengaruh secara parsial diuji dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua kinerja reksa dana saham unggul (outperform) terhadap kinerja pasar. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh positif tidak signifikan secara bersama-sama antara variabel ukuran dana kelolaan, umur reksa dana, dan biaya operasi reksa dana. Pengujian secara parsial membuktikan bahwa variabel ukuran dana kelolaan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan,, variabel umur reksa dana memiliki pengaruh positif signifikan, dan biaya operasi reksa dana memiliki pengaruh positif tidak signifikan. Koefisien multiplier (R2) sebesar 0,262 atau 26,2% sedangkan sisanya sebesar 73,8%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini Asriwahyuni (2017) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Ukuran dan Umur Pada Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia”. Dalam penelitian ini kinerja reksa dana diukur dengan menggunakan Sharpe Ratio. Ukuran reksa dana dihitung berdasarkan jumlah dana kelolaan dan umur reksa dana dihitung berdasarkan tanggal efektif reksa dana tersebut ditawarkan. Data yang digunakan berupa Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana saham, BI Rate dan prospektus 47 reksa dana saham yang dijadikan sampel dengan periode penelitian selama tahun 2012-2016. Metode penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Metode yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah Uji Koefisien Determinasi, Uji F dan Uji Hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran reksa dana
30 berpengaruh positif pada kinerja reksa dana saham. Umur reksa dana tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia. Hasil dari uji F yang dilakukan menunjukkan bahwa ukuran reksa dana dan umur reksa dana berpengaruh secara simultan pada kinerja reksa dana saham.
Gusni. Silviana, & Faisal. H. (2018) dalam penelitiannya yang berjudul
“Factors Affecting Equity Mutual Fund Performance: Evidence From Indonesia”. Penelitian ini menyelidiki kinerja reksa dana saham dengan menggunakan kinerja yang disesuaikan dengan risiko yang diusulkan oleh Treynor (1965) dan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja reksa dana dengan menggunakan kemampuan manajer investasi (waktu pasar dan keterampilan pemilihan saham), ukuran dana, dan inflasi. Untuk mencapai tujuan studi ini, total 19 reksa dana saham dipilih menggunakan purposive sampling metode dari periode 2011 hingga 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reksa dana saham cenderung berfluktuasi di Indonesia. Kinerja reksa dana saham dipengaruhi oleh keterampilan pemilihan saham dan inflasi, sementara itu, keterampilan market timing dan ukuran dana tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Maulana (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh SBI, Jumlah Uang Beredar, Inflasi Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia Periode 2004-2012”. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 6 ekuitas dana dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk ujinya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa SBI berpengaruh negatif signifikan, jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana
31 saham. Sedangkan inflasi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Rachman, Ainur & Imron Mawardi (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, BI Rate Terhadap Net Asset Value Reksa Dana Saham Syariah”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan kurs BI terhadap Net Asset Value (NAV) Dana Ekuitas Syariah dari Januari 2011 hingga Desember 2014.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan persamaannya adalah Y = 12,081-1,755 (I) -0,131 (RER) -84,492 (BI rate). Berdasarkan hasil uji t, nilai tukar rupiah memiliki pengaruh signifikan oleh nilai -3,017. Inflasi dan BI rate secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Dana Ekuitas Syariah dengan hasil t -0,144 untuk Inflasi dan -1,431 untuk BI rate. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa inflasi, nilai tukar rupiah, dan kurs BI berpengaruh signifikan berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah dengan nilai signifikansi 0,004. Itu saran manajer investasi adalah tetap memperhatikan faktor ekonomi makro tersebut seperti inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga BI. Untuk berinvestasi dalam dana ekuitas syariah bisa menyumbang keuntungan maksimum.
Sari (2019) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kinerja Reksadana Saham”.
Dalam penelitian ini berupaya memverifikasi dan menjelaskan pengaruh jumlah uang beredar dan pertumbuhan ekonomi dalam kinerja reksadana di
32 Indonesia. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Series Periode dari Januari 2014 hingga Desember 2018. Studi menemukan bahwa secara simultan menunjukkan pengaruh yang signifikan tentang 74,7% jumlah pasokan uang dan dampak pertumbuhan ekonomi pada kinerja reksadana saham di Indonesia. Ditemukan bahwa pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksadana saham adalah jumlah uang beredar, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Secara ringkas penelitian terdahulu dapat dipaparkan dalam Tabel 2.1 berikut :
Tabel 2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu No. Nama / Judul Metode
Analisis
Variabel Hasil Fokus
Penelitian 1 Nguyen, H. T.
& Dung T. H.
N. (2018) The Impact of Country-level and Fund-level Factors on Mutual Fund Performance in Vietnam
Analisis regresi linier berganda
Fund Growth, Board Size, Fund Age, Fees, Eco Growth, Voice
Ukuran dana tidak
berpengaruh terhadap kinerja, ada hubungan positif antara perkembangan keuangan tingkat negara dengan
kinerja
Mengukur kinerja Reksa Dana di Vietnam menggunakan berbagai banyak faktor
2 Nugraha, A. A.
(2011) Pengaruh Ukuran Dana Kelolaan, Umur Reksa Dana, dan Biaya Operasional
Analisis regresi linier berganda
Ukuran Dana Kelolaan, Umur Reksa Dana, Biaya Operasi
Biaya Operasi memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja Reksa Dana
Analisis kinerja Reksa Dana yang aktif dan terseleksi
33 Reksa Dana
Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham (Periode Tahun 2011)
Reksa Dana, Kinerja Reksa Dana Saham 3 Asriwahyuni, I
G. A. P. (2017) Pengaruh Ukuran dan Umur Pada Kenerja Reksa Dana Saham di Indonesia.
Analisis regresi linier berganda
Ukuran Reksa Dana, Umur Reksa Dana
Umur Reksa Dana tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham
Penggunaan Sharpe Ratio digunakan mengukur kinerja Reksa Dana
4 Gusni.
Silviana., &
Faisal. H.
(2018) Factors Affecting Equity Mutual Fund
Performance:
Evidence From Indonesia.
Analisis regresi linier berganda
Market Timing Skill, Stock Selection Skill, Fund Size, Inflation
Ukuran Dana (Fund Size) tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja Reksa Dana Saham
Analisis kinerja Reksa Dana hanya menggunakan 4 variabel independen
5 Maulana, Akbar. (2013) Pengaruh SBI, Jumlah Uang Beredar, Inflasi Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia Periode 2004- 2012.
Analisis regresi linier berganda
Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar (M2), Inflasi dan Reksa Dana Saham
Inflasi memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja Reksa Dana
Mengukur kinerja Reksa Dana Saham yang terdaftar di
BAPEPAM tahun 2004- 2012
6 Rachman, Ainur
& Imron Mawardi.
(2015) Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, BI Rate Terhadap Net Asset Value
Analisis regresi linier berganda
Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, BI Rate
Nilai Tukar Rupiah secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap NAV Reksa Dana Saham Syariah
Analisis kinerja Reksa Dana Saham Syariah berdasarkan Net Asset Value
34 Reksa Dana
Saham Syariah.
7 Sari, Amalia Paramita.
(2019) Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kinerja Reksadana Saham.
Method of multiple linear regression analysis
Jumlah Uang Beredar (M2), Gross Domestic Product
Pertumbuhan Ekonomi tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja Reksa Dana saham di Indonesia.
Analisis kinerja Reksa Dana Saham periode Januari 2014 – Desember 2018
Sumber : Berbagai jurnal dan tesis yang diolah D. BIAYA OPERASI
Menurut Simatupang (2010) menjelaskan bahwa investor harus memahami apa saja dan berapa besar biaya operasional yang ditimbulkan dari investasi pada suatu reksa dana. Hal ini penting dipahami dan diperhatikan mengingat bahwa segala biaya reksa dana tersebut dipastikan akan berpengaruh dengan kinerja dari reksa dana yang bersangkutan.
Biaya-biaya yang umum selalu ada dalam setiap reksa dana diantaranya yaitu biaya pengelolaan yang ditetapkan oleh manajer investasi (management fee), biaya bank kustodian sebagai pihak yang bertugas dan bertanggung jawab
dalam administrasi dan pengamatan reksa dana, biaya transaksi jual dan beli suatu reksa dana (selling and redemption fee), biaya penggantian/pertukaran (switching fee), biaya audit, biaya laporan keuangan dan prospectus.
Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha (2011) bahwa Biaya Operasi memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan terhadap variabel biaya operasi reksa
35 dana dapat disimpulkan bahwa hipotesis biaya operasi reksa dana memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Pengaruh yang tidak signifikan antara biaya operasi reksa dana terhadap kinerja reksa dana dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pertimbangan para investor setelah melihat semua keuntungan reksa dana menyebabkan investor dapat membeli reksa dana tanpa mempertimbangkan biaya operasi reksa dana.
Ha 1 : Biaya Operasi berpengaruh positif terhadap kinerja Reksa Dana Saham E. UMUR REKSA DANA
Umur reksa dana mengindikasikan kapan suatu reksa dana mulai diperdagangkan. Menurut Akbarini (2004) umur reksa dana merupakan kategori yang berjenis numerik, dimana ia menunjukkan usia dari tiap reksa dana yang dihitung sejak tanggal reksa dana tersebut efektif diperdagangkan.
Asumsi yang ada menyatakan bahwa semakin tua umur reksa dana maka ia akan berkinerja lebih baik, karena manajer investasinya sudah lebih berpengalaman dibandingkan dengan yang berusia muda dan dengan umur yang muda mungkin akan menghadap pada biaya (balik modal) yang lebih tinggi pada periode awal. Selain itu bila reksa dana memiliki umur yang lebih lama maka memiliki track record yang lebih panjang dan dapat dijadikan gambaran kerja yang lebih baik kepada investornya.
Penelitian yang dilakukan oleh Asriwahyuni (2017) bahwa Umur Reksa Dana tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dengan bantuan SPSS atas hasil uji parsial
36 pengaruh umur reksa dana terhadap kinerja reksa dana saham maka diperoleh koefisien regresi variabel umur reksa dana dengan nilai -0,007. Angka tersebut memiliki arti apabila umur reksa dana naik satu satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan, maka kinerja reksa dana saham mengalami penurunan sebesar 0,007 satuan. Koefisien regresi bernilai negatif, maka arah pengaruh umur reksa dana terhadap kinerja reksa dana saham adalah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa jika umur reksa dana bertambah maka kinerja reksa dana mengalami penurunan. Nilai signifikansi sebesar 0,118 (> 0,05) maka umur reksa dana tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham, Hipotesa ditolak yang berarti ukuran reksa dana berpengaruh negatif terhadap kinerja reksa dana saham.
Hasil penelitian Asriwahyuni (2017) tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwausia reksa dana yang lebih lama memiliki pengalaman yang lebih banyakdibandingkan dengan yang masih baru, semakin lama usia reksa dana semakin banyak pengalaman manajer investasi akan menghasilkan kinerja lebih baik. Reksa dana dengan umur yang lebih lama akan memiliki track record yang lebih panjang, tetapi tidak dapat memberikan gambaran kinerja yang lebih baik kepadainvestor. Umur reksa dana yang lebih muda membuat manajer investasi lebihberhati-hati dalam menyusun produk reksa dana dengan tujuan mendapatkan return yang tinggi. Umur reksa dana yang muda dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada usia reksa dana yang sudah lama di pasar. Hal tersebut terjadi karena di umur yang muda, tingkat kapitalisasi reksa dana masih kecil sehingga pengelolaan dalam
37 pembentukan portofolio akan lebih mudah dan tingkatlikuiditas reksa dana di umur yang muda masih kecil.
Ha 2 : Umur Reksa Dana berpengaruh positif terhadap kinerja Reksa Dana Saham
F. UKURAN DANA
Ukuran dana atau jumlah aset adalah indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam menilai kinerja reksa dana. Semakin besar ukuran aset yang dikelola seharusnya akan memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi pada reksa dana tersebut dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya (Asriwahyuni, 2017). Ukuran dana juga diprediksi akan mempengaruhi kinerja reksa dana. Besarnya ukuran dana yang dikelola oleh manajer investasi mencerminkan kepercayaan dari investor terhadap suatu reksa dana. Manajer investasi yang mengelola reksa dana dengan dana yang lebih besar akan memiliki kinerja yang lebih baik. Hal ini antara lain disebabkan karena adanya economies of scales, efisiensi, bargaining power serta peluang return yang
lebih besar bagi reksa dana tersebut. Nilai aktiva bersih yang besar juga memberikan keleluasan bagi manajer investasi di dalam berinvestasi ke dalam portofolio (Nugraha, 2011).
Penelitian yang dilakukan oleh Gusni (2018) bahwa Ukuran Dana tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Hasil empirik menunjukkan bahwa variabel tidak berpengaruh pada kinerja reksa dana saham.
Ha 3 : Ukuran Dana berpengaruh positif terhadap kinerja Reksa Dana Saham