5
Universitas Kristen Petra
2. LANDASAN TEORI
2.1. Anaglyphic Imaging
2.1.1. Pengertian Anaglyphic Imaging
Anaglyphic imaging adalah salah satu teknik stereoscopic imaging.
Teknik stereoscopic imaging adalah sebutan untuk teknik – teknik yang bertujuan menghasilkan ilusi kedalaman bagi orang yang melihatnya (Martini, Timmons &
Mckinley, 2000). Anaglyphic imaging menghasilkan ilusi kedalaman pada gambar 2D dengan cara memperlihatkan gambar yang berbeda antara mata kiri dan mata kanan. Untuk melakukan hal itu dibutuhkan dua buah gambar, satu gambar adalah gambar yang akan dilihat oleh mata kiri dan yang lainnya adalah gambar yang akan dilihat oleh mata kanan, karena itu kedua gambar tersebut memiliki cakupan gambar yang berbeda.
Selain perbedaan cakupan ada juga perbedaan warna, pada umumnya gambar yang akan dilihat oleh mata kiri memiliki intensitas warna biru dan hijau yang kecil, sedangakan gambar yang akan dilihat oleh mata kanan pada umumnya memiliki intensitas warna merah yang kecil. (Anaglyph for 3D dimensional viewing, 2010)
Setelah warna dari masing – masing gambar diatur, kedua gambar tersebut kemudian ditumpuk. Karena terdapat perbedaan cakupan gambar dan warna, jika dilihat dengan mata telanjang maka gambar anaglyph akan menjadi gambar yang buram dan terlihat berbayang. Efek 3D dari gambar anaglyph baru akan terlihat dengan menggunakan anaglyphic glasses. Tentunya lensa anaglyphic glasses yang digunakan pun juga harus sesuai dengan warna yang dipakai.
6
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.1 Gambar Anaglyph
2.1.2. Keuntungan dan Kerugian Dari Gambar Anaglyph Keuntungan gambar anaglyph
1. Tidak perlu menyilangkan mata untuk melihat efek 3d yang dihasilkan.
2. Semua orang dengan penglihatan normal dapat melihat gambar anaglyph.
3. Gambar anaglyph mencakup semua bagian dari gambar.
4. Satu proyektor sudah dapat menampilkan gambar anaglyph.
5. Anaglyphic glasses sebagai filter warna bisa didapat dengan harga murah.
Kelemahan gambar anaglyph
1. Efek ghosting dapat terjadi ketika warna yang ditujukan agar dilihat oleh mata kiri terlihat oleh mata kanan atau sebaliknya, sehingga gambar terlihat berbayang.
2. Warna yang sama dengan gambar asli tidak dapat terjaga, karena setiap mata hanya melihat sebagian dari warna RGB dari gambar asli.
2.1.3. Teknik – teknik M Gambar anaglyph
tinggi untuk gambar yang akan dilihat oleh mata kiri, sedangkan intensitas yang tinggi pada gambar kanan bisa berupa warna hijau, biru, atau
Anaglyph Method Compare
• True anaglyph
Dimana :
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
• Gambar menjadi
• Gambar sedikit berbayang
• Warna asli dari gambar tidak terjaga
• Gray anaglyph
Dimana :
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru
Berikut adalah catatan untuk metode ini
• Gambar lebih berbayang jika dibandingkan dengan metode anaglyph
• Warna asli dari gambar tidak terjaga
7
Universitas Kristen Petra
Membuat Gambar Anaglyph
pada umumnya memiliki intensitas warna merah yang tinggi untuk gambar yang akan dilihat oleh mata kiri, sedangkan intensitas yang tinggi pada gambar kanan bisa berupa warna hijau, biru, atau cyan
Anaglyph Method Compare – Sweel 3D, 2010).
(2
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar Anaglyph r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
Gambar menjadi gelap Gambar sedikit berbayang
Warna asli dari gambar tidak terjaga
(2
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar Anaglyph r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
Gambar lebih berbayang jika dibandingkan dengan metode
Warna asli dari gambar tidak terjaga
Universitas Kristen Petra
pada umumnya memiliki intensitas warna merah yang tinggi untuk gambar yang akan dilihat oleh mata kiri, sedangkan intensitas yang cyan (Color
(2 – 1)
(2 – 2)
Gambar lebih berbayang jika dibandingkan dengan metode True
• Color anaglyph
Dimana :
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
• Akan terjadi penolakan warna oleh retina (
• Menjaga sebagian besar warna asli
• Half-color anaglyph
Dimana :
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
• Penolakan warna oleh retina ( dibandingkan dengan metode
• Warna asli yang terjaga lebih sedikit bila dibandingkan dengan metode color anaglyph
• Optimized anaglyph
Dimana :
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri
8
Universitas Kristen Petra
(2 – 3)
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar Anaglyph r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan
lah catatan untuk metode ini
Akan terjadi penolakan warna oleh retina (Retinal rivalry) Menjaga sebagian besar warna asli dari gambar
color anaglyph
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar Anaglyph r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan
lah catatan untuk metode ini
Penolakan warna oleh retina (retinal rivalry) lebih sedikit bila dibandingkan dengan metode Color anaglyph
Warna asli yang terjaga lebih sedikit bila dibandingkan dengan color anaglyph
Optimized anaglyph
(2 – 5)
ra, ga, ba = warna merah, hijau, biru untuk gambar Anaglyph r1, g1, b1 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kiri
Universitas Kristen Petra
3)
Retinal rivalry)
(2 – 4)
) lebih sedikit bila
Warna asli yang terjaga lebih sedikit bila dibandingkan dengan
5)
9
Universitas Kristen Petra
r2, g2, b2 = warna merah, hijau, biru untuk gambar kanan Berikut adalah catatan untuk metode ini
• Hampir tidak terdapat penolakan warna oleh retina (retinal rivalry)
• Menjaga sebagian besar warna asli dari gambar
2.1.4. Hal – hal Umum Pada Gambar Anaglyph
1. Orang yang hanya memiliki satu mata yang berfungsi tidak dapat melihat efek 3D
2. Orang yang kedua matanya tidak bekerja bersamaan tidak dapat melihat efek 3D
3. Orang yang menggunakan kacamata dengan perbedaan antara mata kiri dan kanan yang besar tidak dapat melihat efek 3D
4. Jika terdapat ketidaksesuaian vertikal pada saat gambar anaglyph ditampilkan maka efek 3D tidak dapat terlihat
2.2. Anaglyphic Glasses
Di dunia nyata, kedua mata manusia berjarak sekitar 5cm, sehingga mata kiri dan kanan melihat gambar yang sedikit berbeda. Kemudian otak manusia menginterpretasi perbedaan tersebut untuk mengukur kedalaman dari suatu benda yang dilihat oleh kedua mata (Anaglyph for 3D dimensional viewing, 2010).
Anaglyphic glasses adalah kacamata khusus dengan warna lensa kiri dan kanan berbeda. Warna-warna yang umum dijumpai pada kedua lensa tersebut adalah, lensa kiri berwarna merah, sedangkan pada lensa kanan bisa berwarna biru atau hijau atau perpaduan dua warna tersebut, yaitu cyan.
Kedua lensa tersebut bertindak sebagai filter warna saat melihat gambar anaglyphic. Misalnya, saat menggunakan anaglyphic glasses Red and Blue, mata kiri yang ditutupi lensa merah melihat warna merah sebagai warna putih dan warna biru sebagai warna hitam, sebaliknya mata yang ditutupi lensa biru melihat warna biru sebagai putih dan warna merah sebagai warna hitam.
Oleh karena itu, saat menggunakan anaglyphic glasses ketika melihat gambar anaglyph, gambar yang terlihat oleh mata kiri dan kanan berbeda, dan dari
perbedaan itulah otak menginterpretasikan perbedaan itu menjadi kedalaman, sehingga gambar anaglyph
Lensa pada Anaglyph Glasses
transparan yang keras, dan memiliki intensitas warrna yang tinggi. Tetapi untuk melihat ilusi kedalaman dari gambar anaglyph, lensa tidak harus terbuat dari plastik keras. Kertas transparansi juga dapat digunakan, s
memiliki intensitas warna yang tinggi.
Gambar 2.2
2.3. Anaglyphic Movie
Anaglyphic ditemukan pada tahun 1850 dari penelitian yang dilakukan oleh Joseph D’Almedia dan Louis Du Hauron
Kemudian di tahun 1858 D’Almedia membuat lentera
menggunakan pemisahan warna merah dan biru, dan para penonton menggunakan anaglyphic glasses merah dan biru
membuat film 3D pertama, dengan men
pertama kali ditunjukkan kepada masyarakat umum pada tahun 1893 Pada awalnya, anaglyphic movie
proyektor, yang sama – sama menampilkan gambar ke layar yang sama. Dimana satu proyektor menampilkan gambar untuk mata kiri, dan proyektor yang lainnya menampilkan gambar untuk mata kanan.
ditampilkan tanpa menggunakan dua proyektor, dengan cara gambar untuk mata kiri dan kanan digabung menjadi satu gamb
10
Universitas Kristen Petra
perbedaan itulah otak menginterpretasikan perbedaan itu menjadi kedalaman, terlihat memiliki efek 3D.
Anaglyph Glasses berkualitas tinggi terbuat dari plastik transparan yang keras, dan memiliki intensitas warrna yang tinggi. Tetapi untuk melihat ilusi kedalaman dari gambar anaglyph, lensa tidak harus terbuat dari plastik keras. Kertas transparansi juga dapat digunakan, selama kertas tersebut memiliki intensitas warna yang tinggi.
Gambar 2.2 Anaglyphic Glasses Red And Blue
Anaglyphic Movie
ditemukan pada tahun 1850 dari penelitian yang dilakukan oleh Joseph D’Almedia dan Louis Du Hauron (History of anaglyph
Kemudian di tahun 1858 D’Almedia membuat lentera slide show 3D menggunakan pemisahan warna merah dan biru, dan para penonton menggunakan
merah dan biru. Kemudian di tahun 1889 Friese
pertama, dengan menggunakan kamera dengan dua lensa, dan pertama kali ditunjukkan kepada masyarakat umum pada tahun 1893.
anaglyphic movie ditampilkan dengan menggunakan dua sama menampilkan gambar ke layar yang sama. Dimana r menampilkan gambar untuk mata kiri, dan proyektor yang lainnya menampilkan gambar untuk mata kanan. Namun saat ini anaglyphic movie ditampilkan tanpa menggunakan dua proyektor, dengan cara gambar untuk mata kiri dan kanan digabung menjadi satu gambar sebelum ditampilkan.
Universitas Kristen Petra
perbedaan itulah otak menginterpretasikan perbedaan itu menjadi kedalaman,
berkualitas tinggi terbuat dari plastik transparan yang keras, dan memiliki intensitas warrna yang tinggi. Tetapi untuk melihat ilusi kedalaman dari gambar anaglyph, lensa tidak harus terbuat dari elama kertas tersebut
ditemukan pada tahun 1850 dari penelitian yang dilakukan History of anaglyph, 2010).
3D yang menggunakan pemisahan warna merah dan biru, dan para penonton menggunakan . Kemudian di tahun 1889 Friese-Green ggunakan kamera dengan dua lensa, dan
ditampilkan dengan menggunakan dua sama menampilkan gambar ke layar yang sama. Dimana r menampilkan gambar untuk mata kiri, dan proyektor yang lainnya anaglyphic movie dapat ditampilkan tanpa menggunakan dua proyektor, dengan cara gambar untuk mata
11
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.3 Anaglyphic Movie yang ditampilkan dengan menggunakan dua proyektor
Sumber : http://www.3dglassesonline.com/how-do-3d-glasses-work/
2.4. Struktur file AVI dan MPEG-1
Pada aplikasi yang akan dibuat di tugas akhir ini, aplikasi dapat menerima dua jenis video yang akan dikonversikan, yaitu file dengan tipe AVI dan MPG(MPEG)-1.
2.4.1. File AVI
Audio Video Interleave (AVI) adalah format penyimpanan multimedia yang diperkenalkan oleh Microsoft pada tahun 1992 sebagai bagian dari teknologi
“Video for Windows Technology”. File AVI dapat menyimpan data video dan audio, yang memungkinkan pemutaran video dan audio yang sinkron.
(Steganography IV – Reading and Writing AVI Files, 2010)
File AVI memisahkan data – data pada file menjadi berkas atau disebut
“Chunk”. Setiap berkas ini ditandai dengan label “FourCC” (Four-character- code), yaitu urutan empat bytes yang digunakan untuk mengidentifikasi format data.
Terdapat dua berkas utama dan satu berkas tambahan yang bersifat optional pada file AVI. Berkas utama yang pertama memiliki label FourCC
“hdrl”. Berkas ini berisikan informasi – informasi metadata video seperti lebar,
12
Universitas Kristen Petra
tinggi dan frame rate. Berkas utama kedua memiliki label FourCC “movi”. Berkas ini berisikan data video dan audio dari file AVI yang bersangkutan. Berkas ketiga memiliki label FourCC “idx1”. Berkas ini berisikan daftar offset dari berkas data di dalam file.
Tabel 2.1 Ukuran file - file AVI dengan durasi 1 detik
2.4.2. File MPEG-1
Moving Picture Experts Group (MPEG) dibentuk oleh ISO (International Organization for Standardization) sebagai standar untuk audio, video compression dan transmission. (MPEG. ORG – Mpeg home, 2010)
Metode kompresi yang digunakan pada file MPEG, dianggap tidak simetris, karena encoder lebih rumit bila dibandingkan dengan decoder. Encoder harus memiliki sifat beradaptasi sedangkan decoder hanya menjalankan hal yang sama dan berulang – ulang. Namun hal ini menguntungkan dalam beberapa kasus, misalnya saat melakukan broadcasting, dimana terdapat decoder dengan harga murah dalam jumlah yang besar.
Struktur dalam MPEG-1 tepisah menjadi lima bagian, yaitu : System, Video, Audio, Compliance Testing dan Software Simulation.
13
Universitas Kristen Petra
• System
Bagian ini menggabungkan satu atau lebih data stream dari bagian video dan audio file MPEG-1 dengan informasi waktu menjadi satu stream. Ini adalah proses yang penting, karena setelah bagian – bagian tersebut tergabung menjadi satu, data tersebut menjadi ideal untuk transmisi atau penyimpanan digital.
• Video
Bagian ini menyimpan informasi – informasi yang digunakan untuk melakukan kompresi bagian video.
• Audio
Bagian ini menyimpan informasi – informasi yang digunakan untuk melakukan kompresi bagian audio
• Compliance Testing
Bagian ini menjelaskan bagaimana pengecekan apakah decoder dan bitstream memenuhi persyaratan yang sesuai dengan bagian 1, 2 dan 3 dari standar MPEG-1.
• Software Simulation
Berisi laporan mengenai implementasi software terhadapa bagian 1, 2 dan 3 dari MPEG-1.