33
Penelitian ini mengambil tempat di SMK Batik 1 Surakarta Program Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) dengan beberapa alasan yaitu:
a. SMK Batik 1 Surakarta merupakan salah satu sekolah kejuruan yang bertujuan menyiapkan siswanya untuk bekerja.
b. Tempat penelitian tersebut berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
c. Belum pernah diteliti.
2. Waktu Penelitian
Peneliti merencanakan penelitian selama 6 bulan dari bulan Mei sampai Oktoberr 2021. Waktu penelitian meliputi kegiatan persiapan hingga penyusunan laporan. Persiapan penelitian di awali dengan pengajuan masalah penelitan, penyusunan proposal penelitian sampai menyiapkan perlengkapan penelitian yang memerlukan waktu 3 bulan dari bulan Mei- Agustus 2021.
Pelaksanaan penelitian yang terdiri dari uji coba instrumen penelitian dan pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan yakni bulan September 2021. Bulan September digunakan untuk menganalisis data, bulan Oktober digunakan penyelasaian skripsi, waktu sidang dan revisi. Adapun jadwal penelitian dijelaskan pada tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4. Perincian Waktu Penelitian No Jadwal
Penelitian
Bulan Pelaksanaan Tahun 2021
Mei Juni Juli Agustus September Oktober 1 Tahap Persiapan
Penyusunan Proposal 2 Pengumpulan
Data
Analisis Data Perumusan Hasil Penelitian 3 Tahap
Penyelesaian Penyelesaian Kerangka Skripsi Penulisan Skripsi Revisi dan Editing Skripsi
(Sumber: Data yang Diolah Tahun 2021)
B. Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Santoso (2021:61) menyatakan deskriptif kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan suatu instrumen penelitian yang analisisnya bersifat statistik atau angka dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena atau situasi yang aktual. Pendekatan penelitian yaitu pendekatan penelitian korelasional, yaitu penelitian yang bertujuan mengkaji ada atau tidaknya hubungan antar variabel-variabel (Santoso, 2021:65).
2. Variabel Penelitian
Santoso (2021:30) menyatakan variabel adalah suatu konsep yang dapat ditempatkan pada berbagai nilai yang berbeda. Variabel sebagai objek penelitian dibagi menjadi dua, yakni variabel independent (bebas) dan
variabel dependent (terikat). Penelitian ini mengkaji 4 (empat) variabel yang dibedakan dalam dua jenis yaitu sebagai berikut:
a. Variabel dependent (Variabel Terikat)
Variabel terikat adalah suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang dan dipengaruhi oleh variabel lain (Santoso, 2021:31).
Penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah kesiapan kerja yang disimbolkan dengan huruf (Y).
b. Variabel Independent (Variabel bebas)
Santoso (2021:31) berpendapat variabel bebas adalah variabel yang merupakan rangsangan untuk memengaruhi variabel terikat, yang terdiri dari, Praktik Kerja Industri (X1), Motivasi Memasuki Dunia Kerja (X2), dan Pemahaman Akuntansi (X3)
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Mengidentifikasi populasi merupakan langkah awal untuk menentukan responden. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK Batik 1 Surakarta program AKL yang berjumlah 109 siswa dengan rincian pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Jumlah Siswa SMK Batik 1 Surakarta
Kelas Jumlah Siswa
X 47
XI 32
XII 30
Total 109
(Sumber: Data Sekunder yang Diolah 2021) 2. Sampel
Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI dan kelas XII program AKL SMK Batik 1 Surakarta yaitu sejumlah 62 siswa, dengan alasan kelas X belum melaksanakan prakerin sehingga tidak dapat dijadikan sampel.
D. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan purposive sampling. Sugiyono (2019:132)
menyatakan bahwa teknik pengambilan sampel secara non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sementara itu, purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti, yaitu siswa yang sudah melakukan prakerin dari program AKL SMK Batik 1 Surakarta.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik penggunaan angket untuk variabel prakerin, motivasi memasuki dunia kerja, dan kesiapan kerja serta teknik tes untuk variabel pemahaman akuntansi.
1. Angket atau Kuisioner
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya menurut Sugiyono (2019:199).
Data yang diperoleh dari pengumpulan angket selanjutnya akan dianalisis.
Angket dibagikan kepada responden untuk mengukur variabel prakerin, motivasi memasuki dunia kerja, dan kesiapan kerja. Angket yang digunakan bersifat tertutup, artinya responden hanya bisa memilih alternatif jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.
Skala data yang digunakan adalah skala Likert. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Tabel 6 berikut menjelaskan tentang penskoran:
Tabel 6. Skor Jawaban
Pernyataan Positif (+) Pernyataan Negatif (-) Alternatif
Jawaban
Skor Kriteria Penilaian
Alternatif Jawaban
Skor Kriteria Penilaian Sangat
Setuju
5 SS Sangat
Setuju
1 SS
Setuju 4 S Setuju 2 S
Ragu-Ragu 3 RR Ragu-Ragu 3 RR
Tidak Setuju
2 TS Tidak
Setuju
4 TS
Sangat 1 STS Sangat 5 STS
Tidak Setuju
Tidak Setuju (Sumber: Data Sekunder yang Diolah 2021)
Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut:
a. Variabel Praktik Kerja Industri
Variabel Prakerin terdiri dari 20 butir pertanyaan dengan kisi-kisi pada Tabel 7 sebagai berikut:
Tabel 7. Kisi-Kisi Variabel Praktik Kerja Industri
Indikator
Butir
Pernyataan Jumlah Positif Negatif
Pemahaman tentang Prakerin 4 1 5
Kesesuaian tempat Prakerin dengan program keahlian
2 1 3
Penerapan bidang keahlian 6 2 8
Pengalaman yang diperoleh 4 - 4
Total 16 4 20 (Sumber: Data Sekunder yang Diolah 2021)
b. Variabel Motivasi Memasuki Dunia Kerja
Variabel motivasi memasuki dunia kerja berjumlah 20 butir pertanyaan, dengan kisi-kisi pada tabel 8 sebagai berikut:
Tabel 8. Kisi-kisi Variabel Motivasi Memasuki Dunia Kerja No Indikator Butir Pernyataan
Jumlah Positif Negatif
1 Desakan 2 3 5
2 Motif 3 2 5
3 Kebutuhan 3 2 5
4 Keinginan 4 1 5
Total 12 8 20
(Sumber: Data Sekunder yang Diolah 2021) c. Variabel Kesiapan Kerja
Variabel kesiapan kerja berjumlah 20 Butir pertanyaan, dengan kisi-kisi pada tabel 9 sebagai berikut:
Tabel 9. Kisi-kisi Variabel Kesiapan Kerja No Indikator Butir Pernyataan
Jumlah Positif Negatif
1 Karakterisik personal
4 2 6
2 Kemampuan organisasi
3 2 5
3 Kompetensi kerja 3 1 4
4 Kecerdasan sosial 3 2 5
Total 13 7 20
(Sumber: Data Sekunder yang diolah 2021) 2. Tes
Dalam penelitian ini selain menggunakan angket, pengumpulan data juga menggunakan soal tes. Soal tes dipakai untuk mengukur tingkat pemahaman akuntansi pada indikator variabel pemahaman akuntansi. Tabel 10 berikut ini kisi-kisi soal tes yang dipakai dalam penelitian, yaitu:
Tabel 10. Kisi-kisi soal tes
Variabel Materi Soal No. Soal
Pemahaman akuntansi
3.1 Pengertian, Tujuan dan Peran Akuntansi, Pihak-Pihak yang membutuhkan informasi akuntansi
1,5,7,9,19
3.4 Asumsi, Prinsip, Konsep Dasar Akuntansi
4,13,14,18,20
3.5 Siklus Akuntansi 2,6,11,15,17
3.7 Transaksi Bisnis Pers. Jasa, Dagang 3,8,10,12,16 (Sumber: Data Sekunder yang Diolah 2021)
F. Teknik Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas
Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner tersebut mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut (Santoso, 2021:71). Teknik validitas angket penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan validitas soal tes menggunakan validitas isi. Validitas konstruk berhubungan dengan kemampuan alat ukur untuk mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Instrumen penelitian dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat
mengungkapkan data dari variabel yang hendak diteliti sehingga diperlukan uji validitas kuisioner. Pengujian validitas ini menggunakan bantuan program SPSS version 26. Uji coba instrumen kuisioner diterapkan pada siswa kelas XI dan XII Program AKL SMKN 3 Surakarta sebanyak 30 siswa.
Teknik validitas instrumen digunakan untuk menghitung tingkat validitas variabel prakerin, motivasi memasuki dunia kerja, dan kesiapan kerja siswa. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui suatu pernyataan valid apabila rhitung> rtabel dan apabila rhitung< rtabel maka pernyataan tersebut tidak valid (Siswandari, 2015:80). Berikut hasil uji validitas kuesioner variabel prakerin, motivasi memasuki dunia kerja, dan kesiapan kerja siswa yang dicantumkan dalam tabel 11:
Tabel 11. Hasil Uji Validitas Kuesioner Kesiapan Kerja (Y)
Variabel No Penyataan RHitung RTable Kesimpulan
Y
1. ,572 ,361 Valid
2. ,585 ,361 Valid
3. ,750 ,361 Valid
4. ,730 ,361 Valid
5. ,496 ,361 Valid
6. ,511 ,361 Valid
7. ,720 ,361 Valid
8. ,171 ,361 Tidak Valid
9. ,037 ,361 Tidak Valid
10. ,528 ,361 Valid
11. ,497 ,361 Valid
12. ,482 ,361 Valid
13. ,579 ,361 Valid
14. ,573 ,361 Valid
15. ,724 ,361 Valid
16. ,764 ,361 Valid
17. ,679 ,361 Valid
18. -,093 ,361 Tidak Valid
19. ,674 ,361 Valid
20. ,513 ,361 Valid
Tabel 12. Hasil Uji Validitas Kuesioner Praktik Kerja Industri (X1) Variabel No Penyataan RHitung RTable Kesimpulan
X1
1. ,606 ,361 Valid
2. ,619 ,361 Valid
3. ,164 ,361 Tidak Valid
4. ,637 ,361 Valid
5. ,386 ,361 Valid
6. ,556 ,361 Valid
7. ,385 ,361 Valid
8. ,477 ,361 Valid
9. ,750 ,361 Valid
10. ,463 ,361 Valid
11. ,563 ,361 Valid
12. -,092 ,361 Tidak Valid
13. ,465 ,361 Valid
14. ,560 ,361 Valid
15. ,473 ,361 Valid
16. ,571 ,361 Valid
17. ,633 ,361 Valid
18. ,555 ,361 Valid
19. ,694 ,361 Valid
20. ,541 ,361 Valid
Tabel 13. Hasil Uji Validitas Kuesioner Motivasi Memasuki Dunia Kerja (X2) Variabel No Penyataan RHitung RTable Kesimpulan
X2
1. ,229 ,361 Tidak Valid
2. ,446 ,361 Valid
3. ,417 ,361 Valid
4. ,465 ,361 Valid
5. ,388 ,361 Valid
6. ,591 ,361 Valid
7. ,174 ,361 Tidak Valid
8. ,710 ,361 Valid
9. ,624 ,361 Valid
10. ,560 ,361 Valid
11. ,369 ,361 Valid
12. ,566 ,361 Valid
13. ,501 ,361 Valid
14. ,526 ,361 Valid
15. ,631 ,361 Valid
16. ,288 ,361 Tidak Valid
17. ,691 ,361 Valid
18. ,584 ,361 Valid
19. ,476 ,361 Valid
20. ,187 ,361 Tidak Valid
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.
Pengukuran reliabilitas dilakukan one shot atau pengukuran sekali saja, disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Uji reliabilitas terhadap kuesioner dilakukan dengan metode Cronbach Alpha.
Jika rhitung > 0,6 maka instrumen tersebut reliabel. Bila rhitung < 0,6 maka intrumen tersebut tidak reliabel.
Tabel 14 berikut menjelaskan mengenai hasil uji reliabilitas instrumen prakerin, motivasi memasuki dunia kerja, dan kesiapan kerja:
Tabel 14. Hasil Uji Reliabilitas Kesiapan Kerja (Y) Reliability Statistics
Variabel Cronbach's Alpha N of Items
Y ,885 20
X1 ,836 20
X2 ,836 20
X3 ,887 20
Berdasarkan tabel 14 disimpulkan bahwa kuesioner yang dibagikan bersifat konsisten atau reliable karena nilai Cronbach Alpha > 0,6
G. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis data statistik inferensial karena terdapat lebih dari satu variabel dalam penelitian. Sugiyono (2019:208) menyatakan bahwa analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi ganda digunakan untuk menaksir naik-turunnya variabel dependent, bila dua/lebih variabel independent sebagai prediktor dimanipulasi. Sebelum melakukan analisis korelasi ganda, terlebih dahulu harus dilakukan uji prasyarat analisis (Siswandari, 2015:31).
1. Uji Prasyarat analisis
Uji diperlukan supaya temuan atau hasil penelitian tidak kehilangan makna karena penelitian dapat dipercaya. Statistik hanya merupakan alat untuk memecahkan sebuah persoalan. Jika alat tersebut digunakan dengan benar, maka alat tersebut dapat dipakai untuk mengambil kesimpulan dan rekomendasi secara akurat (Siswandari, 2015:31). Terdapat empat syarat yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi ganda. Empat syarat atau asumsi yang harus dipenuhi yaitu:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas terhadap serangkaian data bertujuan untuk mengetahui apakah residu berdistribusi normal atau tidak. Model korelasi yang baik adalah yang memiliki residu terdistribusi normal atau yang mendekati normal. Pada penelitian ini, untuk mendeteksi normalitas data menggunakan aplikasi SPSS 26.0 for Windows dengan metode Kolmogrov Smirnov yang pada prinsip kerjanya membandingkan frekuensi dengan frekuensi kumulatif distribusi empiris/ observasi (Siregar, 2014:153). Pengujian normalitas ini menggunakan resiko kesalahan 5%
atau 0.05. Sugiyono (2019:213) menyebutkan bahwa jika nilai signifikasi kurang dari 0.05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas
Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat bersifat linear atau tidak. Sugiyono (2016:265) menyebutkan salah satu uji asumsi dari analisis korelasi adalah linieritas. Uji linieritas menunjukkan apakah korelasi antara X dan Y membentuk garis linier atau tidak. Apabila tidak linier maka analisis korelasi tidak dapat dilanjutkan. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam penerapan korelasi linier. Kriteria pada pengambilan keputusan uji linieritas apabila signifikansi pada Deviation From inearity
>0.05 maka hubungan antar variabel adalah linear (Sarjono & Julianita, 2011:80). Pengujian linieritas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program SPSS 26.0 for Windows.
c. Uji Multikolinearitas
Siswandari (2015:33) menyatakan bahwa pada analisis korelasi linear berganda perlu dilakukan uji multikolinearitas. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan terjadi tidaknya multikolinearitas menggunakan harga Variance Inflance Factor (VIF) dan tolerance. Jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0.01 menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas. Sebaliknya, jika nilai VIF > 10 dan nilai tolerance < 0.01 menunjukkan adanya multikolinearitas.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model korelasi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Penelitian ini melakukan pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan metode glejser. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian ini adalah jika nilai signifikansi >
0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas.
2. Uji Hipotesis
a. Uji Korelasi Sederhana
Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik statistika korelasi Pearson Product Moment. Siregar (2014:338) menyatakan bahwa analisis korelasi adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui derajat hubungan dan kontribusi variabel bebas dengan variabel terikat.
Korelasi dilambangkan dengan (r) dengan ketentuan r tidak lebih dari harga (-1 ≤ r ≤ + 1). Terdapat hubungan variabel yang signifikan apabila rhitung ≥ rtabel atau apabila nilai signifikan ≤ 0,05.
Uji korelasi sederhana ini akan menjawab hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:
1) Hipotesis I
Terdapat hubungan yang positif antara prakerin dengan kesiapan kerja siswa Program AKL SMK Batik 1 Surakarta.
2) Hipotesis II
Terdapat hubungan yang positif antara motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja siswa Program AKL SMK Batik 1 Surakarta 3) Hipotesis III
Terdapat hubungan yang positif antara pemahaman akuntansi dengan kesiapan kerja siswa Program AKL SMK Batik 1 Surakarta
b. Uji Korelasi Berganda
Analisis korelasi berganda digunakan untuk mengetahui derajat kekuatan hubungan antara seluruh variabel X terhadap variabel Y secara bersamaan. Korelasi dilambangkan dengan (R) dengan ketentuan nilai R tidak lebih dari harga (-1≤R≤+1). Terdapat hubungan variabel secara simultan yang signifikan apabila Fhitung ≥ Ftabel atau apabila nilai signifikansi ≤ 0.05. Uji korelasi ganda ini digunakan untuk mencari besarnya hubungan prakerin, motivasi memasuki dunia kerja dan pemahaman akuntansi dengan kesiapan kerja siswa, sehingga akan menjawab ketiga hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:
Terdapat hubungan yang positif antara prakerin, motivasi memasuki dunia kerja dan pemahaman akuntansi dengan kesiapan kerja siswa Program
AKL SMK Batik 1 Surakarta. Tingkat korelasi dan kekuatan hubungan dijelaskan dalam tabel 15 sebagai berikut:
Tabel 15. Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan
Nilai Korelasi Tingkat
Hubungan
0.00 – 0.199 Sangat lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Cukup
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
(Sumber: Siregar, 2017: 337) c. Koefisien determinasi
Koefisien ini disebut dengan koefisien penentu, karena varians yang terjadi pada variabel dependent dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel yang terjadi pada variabel independent (Sugiyono, 2019:231). Hasil perhitungan koefisien determinasi dapat dilihat pada output model summary. Pada kolom R Square dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independent terhadap variabel dependent.
H. Prosedur Penelitian
Penelitian kuantitatif sebagai kegiatan ilmiah berawal dari adanya suatu fenomena atau masalah, merujuk teori, mengemukakan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, hingga membuat kesimpulan. Prosedur penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1) Adanya fenomena atau permasalahan
Menetapkan tujuan dalam merumuskan masalah
Membagi permasalah kedalam sub-sub permasalahan
Mengajukan solusi sementara terhadap permasalahan dengan
hipotesis Mencari data dan mengorganisasikan data.
Menginterpretasikan hasil data atas solusi permasalahan pada laporan
penelitian
Gambar 2. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan fenomena atau permasalahan atau isu-isu yang penting, yang aktual dan menarik. Masalah dapat digali dari berbagai sumber empiris ataupun teoretis sebagai aktivitas penelitian pendahuluan. Tahapan selanjutnya dari prosedur penelitian ini adalah menentukan tujuan sebagai suatu permasalahan. Masalah yang telah ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah .
Rumusan masalah penelitian kuantitatif disusun dalam bentuk pertanyaan. Rumusan masalah merupakan penentuan faktor-faktor atau aspek- aspek yang terkait dengan lingkup kajian penelitian. Diperlukan pembatasan pada faktor atau aspek yang dominan pada rumusan masalah agar permasalahan yang diangkat tidak terlalu melebar. Setiap sub permasalahan dicari kemungkinan pemecahannya ke dalam bentuk hipotesis yang sesuai. Penelitian menahan sementara hipotesis atau pertanyaan sampai semua data terkumpul dan diinterpretasikan.
Pada tahap selanjutnya, penelitian diarahkan untuk mencari data didasari oleh rumusan masalah dan hipotesis yang dikemukakan sebelumnya, diperlukan desain penelitian yang berisi tahapan penelitian, metode penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data (populasi dan sampel), serta alasan mengapa menggunakan metode tersebut. Sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan, terlebih dahulu harus ditetapkan teknik penyusunan dan pengujian instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Data yang sudah terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis menggunakan teknik statistika yang sudah dibahas pada teknik analisis data di atas. Hasil analisis data merupakan temuan yang belum bermakna dan belum memiliki solusi permasalahan.
Untuk memberikan pemaknaan terhadap hasil analisis data, dilakukan melalui interpretasi yang mengarah pada upaya mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. Pada tahap ini diketahui apakah hipotesis sudah dapat diterima atau justru ditolak. Pada tahap ini juga dapat dilihat hubungan antara temuan yang satu dengan temuan yang lainnya. Hasil interpretasi akan digeneralisasikan menjadi kesimpulan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka
diciptakanlah implikasi dan rekomendasi serta saran dalam pemanfaatan hasil penelitian yang akan dituangkan dalam laporan penelitian atau hasil skripsi