PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI KEHUTANAN NOMOR : P.01 / VI-SET / 2008
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN PROPOSAL TEKNIS PERMOHONAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DALAM HUTAN ALAM PADA HUTAN PRODUKSI
DIREKTUR JENDERAL,
Menimbang : a. Bahwa berdasarkan Pasal 7 ayat (6) Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.20/Menhut-II/2007, Direktur Jenderal melakukan penilaian proposal teknis permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi;
b. bahwa sebagai tindak lanjut butir a, Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan telah membentuk Tim Penilai Proposal Teknis Permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi dengan Keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Nomor : SK.241/VI-BRPHP/2007 tentang Pembentukan Tim Penilai Dokumen Administrasi dan Proposal Teknis Permohonan UPHHK Pada HTI Dalam Hutan Tanaman Pada Hutan Produksi dan Tim Penilai Proposal Teknis Permohonan UPHHK Dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi;
c. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai sebagaimana dimaksud butir b, perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Penilaian Proposal sebagai pedoman dalam penilaian;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan di atas perlu menetapkan Petunjuk Teknis Penilaian Proposal Teknis Permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi dengan Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 jo. Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan;
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 jo. Peraturan Pemerintah
Nomor 3 Tahun 2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan;
4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;
5. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Nomor 94 Tahun 2006;
6. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Nomor 17 Tahun 2007;
8. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.74/Menhut-II/2006 jo. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2007 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Departemen Kehutanan;
9. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.20/Menhut-II/2007 jo. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.61/Menhut-II/2007 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi Melalui Permohonan;
10. Keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Nomor: SK.241/VI-BRPHP/2007 tentang Pembentukan Tim Penilai Dokumen Administrasi dan Proposal Teknis Permohonan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman pada Hutan Produksi dan Tim Penilai Proposal Teknis Permohonan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi.
M EM U T U S K A N :
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI KEHUTANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN PROPOSAL TEKNIS PERMOHONAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DALAM HUTAN ALAM PADA HUTAN PRODUKSI.
Pasal 1
Penilaian Proposal Teknis Permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi, yang selanjutnya disebut Proposal Teknis, dilakukan oleh Tim Penilai Proposal Teknis Permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi, yang selanjutnya disebut Tim Penilai, berdasarkan kriteria penilaian sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini.
Pasal 2 Tata cara pelaksanaan penilaian :
1. Pelaksanaan penilaian Proposal Teknis yang diajukan oleh pemohon, dilakukan setelah persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.20/Menhut-II/2007, dinyatakan lengkap.
2. Pelaksanaan penilaian dilakukan oleh Tim Penilai terhadap Proposal Teknis, dan dipaparkan oleh Pemohon dalam acara ekspose/presentasi di hadapan Tim Penilai. 3. Ekspose/presentasi Proposal Teknis sebagaimana dimaksud butir 2 dilakukan oleh
Direksi dengan dihadiri oleh Komisaris Utama perusahaan pemohon.
4. Resume/ringkasan Proposal Teknis yang akan dinilai wajib disampaikan pemohon ke Sekretariat Tim Penilai dalam waktu paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum waktu pelaksanaan penilaian proposal teknis.
Pasal 3
(1) Hasil pelaksanaan penilaian dituangkan dalam Berita Acara Penilaian.
(2) Tim Penilai menyampaikan hasil penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Direktur Jenderal dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari setelah dilaksanakannya penilaian.
Pasal 4
(2) Dalam hal personil Tim Penilai tidak dapat hadir untuk melakukan penilaian, yang bersangkutan dapat memberikan tugas/wewenang sepenuhnya untuk melakukan penilaian dan menandatangani Berita Acara Penilaian kepada pejabat/staf secara struktural di bawahnya.
Pasal 5
Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan Peraturan ini dibebankan pada Anggaran Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan.
Pasal 6 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 3 Maret 2008 DIREKTUR JENDERAL, TTD.
Dr. Ir. HADI S. PASARIBU, MSc. NIP. 080044005
Salinan : Keputusan in idisampaikan kepada Yth : 1. Menteri Kehutanan;
2. Pejabat Eselon I Lingkup Departemen Kehutanan;
Lampiran : Peraturan Direktur Jenderal Bina produksi Kehutanan Nomor : P.01/VI-Set/2008
Tanggal : 3 Maret 2008
Tentang : PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN PROPOSAL TEKNIS PERMOHONAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DALAM HUTAN ALAM PADA HUTAN PRODUKSI.
KRITERIA PENILAIAN PROPOSAL TEKNIS PERMOHONAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DALAM HUTAN ALAM PADA HUTAN PRODUKSI
A. Kondisi Areal (20%)
1. Pembagian fungsi hutan, batas-batas administratif, dan batas-batas geografis.
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Peta yang didasarkan analisis fungsi kawasan, izin-izin kehutanan, izin-izin penggunaan kawasan hutan, dan mutasi kawasan yang dituangkan dalam data spasial
1 20%
2. Tidak ada 0
2. Perkiraan potensi hutan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Penjelasan tentang perkiraan potensi hutan untuk mengetahui potensi kayu jenis niagawi
1 30%
2. Tidak ada 0
3. Rencana Pemanfaatan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana pemanfaatan dalam kaitan dengan penataan areal kerja meliputi produksi, lingkungan, dan sosial
5 50%
2. Hanya rencana pemanfaatan aspek produksi (semua aspek TPTI)
3 3. Rencana pemanfaatan aspek produksi (tidak
lengkap)
1 4. Tidak ada rencana pemanfaatan 0
B. Kondisi Perusahaan (50%)
1. Pemegang saham dan kredibilitas dalam pengelolaan IUPHHK-HA/HPH
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Seluruh Pengurus Perusahaan berpengalaman dalam usaha pemanfaatan hutan ≥ 5 tahun
5 3%
2. Pengurus Perusahaan ada yang berpengalaman dalam usaha pemanfaatan hutan ≥ 5 tahun
3
3. Tidak ada Pengurus Perusahaan yang berpengalaman
2. Bidang Usaha
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Pemohon mempunyai izin usaha bidang kehutanan
5 9% 2. Pemohon mempunyai izin usaha bidang non
kehutanan (pertanian atau perkebunan)
1 – 4 3. Pemohon tidak mempunyai izin 0 3. Kondisi Permodalan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Memiliki jaminan pendanaan untuk kegiatan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam, tersedia rencana alokasi dana untuk setiap kegiatan, serta terdapat rencana strategi nilai kapitalisasi modal yang akan ditanamkan kembali ke dalam hutan
1 17%
2. Tidak ada 0
4. Tenaga Teknis Kehutanan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana penggunaan tenaga teknis di bidang perencanaan, pemanfaatan dan sosial diuraikan
1 – 5 14%
2. Tidak ada 0
5. Kelayakan Finansial
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Menguraikan rencana investasi dan analisis perhitungan B/C
1 – 5 14%
2. Tidak menguraikan 0
6. Deskripsi analisis ekonomi
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Ada 1 – 5 9%
2. Tidak ada 0
7. Rencana Pengembangan Sosial (14%) a. Penyerapan Tenaga Kerja
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana pemanfaatan tenaga kerja baik secara kualitatif maupun kuantitatif serta asal tenaga kerja yang digunakan diuraikan
1 – 5 40%
b. Pelibatan masyarakat sekitar hutan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana pemberdayaan masyarakat setempat melalui antara lain kemitraan dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan Hutan Rakyat Pola Kemitraan (HRPK) diuraikan
1 – 5 40%
2. Tidak ada rencana 0
c. Pembangunan Fasilitas umum dan sosial
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana mengembangkan fasilitas umum dan sosial (seperti: tempat ibadah, pasar, sekolah, klinik, TPU dll) bagi masyarakat sekitar hutan diuraikan
1 – 5 20%
2. Tidak ada rencana 0
8. Rencana Pengembangan Kelola Lingkungan (17%)
a. Penerapan Penebangan Ramah Lingkungan (Reduced Impact Logging / RIL)
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana penebangan dengan menerapkan metode RIL secara menyeluruh dan rinci
1 – 5 50%
2. Tidak ada rencana 0
b. Penerapan perlindungan hutan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana perlindungan hutan terhadap pembalakan liar, kebakaran hutan, dan penanganan hama penyakit tanaman diuarikan
1 – 5 50%
2. Tidak ada rencana 0
9. Organisasi
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana organisasi yang menangani setiap kegiatan
1 – 5 3% 2. Tidak ada rencana organisasi 0
C. Faktor Pendukung (30%)
1. Rencana Pengembangan Sumber Daya Hutan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana Pengembangan Sumber Daya Hutan diuraikan
1 – 5 50%
2. Rencana Pelestarian Sumber Daya Hutan
No. Uraian Nilai Bobot Perolehan
1. Rencana Pelestarian Sumber Daya Hutan diuraikan
1 – 5 50%
2. Tidak ada rencana 0
PERHITUNGAN NILAI AKHIR :
1. Mengisi kolom perolehan = Nilai x Bobot (%)
2. Nilai akhir = Perolehan Kondisi Areal (A) + Peroelahan Kondisi Perusahaan (B) + Perolehan Faktor Pendukung (C); dimana :
a. A = (Perolehan A1+A2+A3) x 20%
b. B = (Perolehan B1+B2+B3+B4+B5+B6+B7+B8+B9) x 50%, dimana : - B7 = (Perolehan B7a+B7b+B7c) x 14%
- B8 = (Perolehan B8a+B8b) x 17% c. C = (Perolehan C1+C2) x 30%
3. Nilai akhir (butir 2) x 100 ≥ 254 = lulus (dapat diproses lebih lanjut).