• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekspresi Pulasan Imunohistokimia Rantes Pada Jaringan Endometriosis Di RSUP H.Adam Malik Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ekspresi Pulasan Imunohistokimia Rantes Pada Jaringan Endometriosis Di RSUP H.Adam Malik Medan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

SEMINAR HASIL PENELITIAN SPESIALIS

EKSPRESI PULASAN IMUNOHISTOKIMIA RANTES

PADA JARINGAN ENDOMETRIOSIS

DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

Oleh :

Meifi Elfira

Pembimbing:

1. Dr.dr.Henry Salim Siregar, SpOG.K

2. dr.M.Oky Prabudi, M.Ked(OG), SpOG.K

Penyanggah:

1. Dr. dr. Sarma N.Lumbanraja, M.Ked (OG),SpOG.K

2. dr. Edy Ardiansyah, M.Ked (OG),SpOG.K

3. dr. Khairani Sukatendel, M.Ked (OG).SpOG.K

DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

RSUP. H. ADAM MALIK / RSUD Dr. PIRNGADI

MEDAN

2015

(2)

PENELITIAN INI DI BAWAH BIMBINGAN TIM – 5

Pembimbing : Dr. dr. Henry Salim Siregar, SpOG (K)

dr.M.Oky Prabudi,M.Ked(OG), SpOG (K)

Penyanggah : Dr. dr. Sarma N.Lumbanraja,M.Ked (OG),SpOG(K)

dr. Edy Ardiansyah, M.Ked (OG),Sp.OG(K)

dr. Khairani Sukatendel,M.Ked(OG),SpOG(K)

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi

salah satu syarat untuk mencapai keahlian dalam bidang

(3)

Universitas Sumatera Utara

(4)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat Rahmat

dan Hidayah-Nya penulisan tesis ini dapat diselesaikan.

Tesis ini disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu

syarat untuk memperoleh keahlian dalam bidang Obstetri dan Ginekologi. Sebagai

manusia biasa, saya menyadari bahwa tesis ini memiliki banyak kekurangan dan

masih jauh dari sempurna, namun demikian besar harapan saya kiranya tulisan

sederhana ini dapat bermanfaat dalam menambah perbendaharaan pustaka, dengan

judul :

EKSPRESI PULASAN IMUNOHISTOKIMIA RANTES PADA JARINGAN ENDOMETRIOSIS DI RSUP H.ADAM MALIK MEDAN

Dengan selesainya laporan penelitian ini, perkenankanlah saya

menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada

yang terhormat :

1. Rektor Universitas Sumatera Utara dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas

Sumatera Utara Prof. dr. Gontar Alamsyah Siregar, SpPD (KGEH), yang telah

memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti Program Pendidikan

Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran USU Medan.

2. Prof. dr. Delfi Lutan, MSc, SpOG(K), Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi

FK-USU Medan; Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked(OG), SpOG(K), Sekretaris

Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan.

3. Dr. dr. Henry Salim Siregar, SpOG(K), Ketua Program Studi Dokter Spesialis

Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan; dr. M. Rhiza Z. Tala, M.Ked(OG),

SpOG(K), Sekretaris Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

FK-USU Medan.

(5)

ii

Universitas Sumatera Utara

di Departemen Obstetri dan Ginekologi. Semoga Allah SWT membalas kebaikan

budi guru-guru saya tersebut.

5. Kepada Dr.dr.Henry Salim Siregar,SpOG(K) dan dr.M.Oky Prabudi, Mked

(OG),SpOG(K) sebagai pembimbing utama tesis saya serta Dr.dr.Sarma

N.Lumbanraja,MKed(OG),SpOG(K), dr.EdyArdiansyah M.Ked(OG)SpOG(K), dr.

Khairani Sukatendel, M.Ked(OG),SpOG(K) selaku penyanggah atas segala

koreksi, kritik yang membangun, serta atas segala bantuan, bimbingan, juga

waktu dan pikiran yang telah diluangkan dengan penuh kesabaran, dalam rangka

melengkapi penulisan dan penyusunan tesis ini hingga dapat terselesaikan

dengan baik.

6. Dr. Indra G Munthe,Mked(OG),SpOG(K) selaku Bapak Angkat saya selama

menjalani masa pendidikan, yang telah banyak mengayomi, membimbing dan

memberikan nasehat yang bermanfaat kepada saya selama dalam pendidikan.

7. Kepada dr. Surya Darma, MPH yang telah meluangkan waktu dan pikiran untuk

membimbing saya dalam penyelesaian uji statistik tesis ini.

8. Kepada Divisi Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi yang telah mengizinkan

saya untuk melakukan penelitian ini.

9. dr.Muara P Lubis,Mked(OG),SpOG selaku pembimbing Referat Fetomaternal

saya yang berjudul “Peran Yodium Dalam Kehamilan”, dr.Ichwanul Adenin,MKed(OG),SpOG(K) selaku pembimbing referat Fertilitas Endokrinologi

dan Reproduksi saya yang berjudul “Intracytoplasmic Morphologically

Selected Sperm Injection”dan dr.Deri Edianto,M.Ked(OG)SpOG(K) selaku

pembimbing Referat Onkologi-Ginekologi saya yang berjudul “Nutrisi Pada Pasien Kanker Ginekologi”.

10. Seluruh Staf Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan,

yang secara langsung telah banyak membimbing dan mendidik saya sejak awal

hingga akhir pendidikan. Semoga Allah SWT membalas budi baik guru-guru

saya.

11. Para guru yang saya hormati, seluruh staf pengajar Departemen Obstetri dan

Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang tidak dapat

saya sebutkan satu persatu, baik di RSUP H. Adam Malik, RSUD dr. Pirngadi, RS

Tembakau Deli, RSU Sundari, RS Haji Mina dan RS KESDAM II Putri Hijau

Medan, yang telah banyak membimbing dan mendidik saya sejak awal hingga

(6)

akhir pendidikan.

12. Direktur RSUP. H. Adam Malik Medan dan Ketua Departemen Ilmu Kebidanan

dan Penyakit Kandungan, beserta seluruh staf medis, paramedis maupun non

medis-paramedis yang telah memberikan kesempatan, sarana serta bantuan

kepada saya untuk bekerja selama mengikuti pendidikan dan selama saya

bertugas di instansi tersebut.

13. Direktur RSUD dr. Pirngadi Medan dan Ketua SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit

Kandungan beserta seluruh staf medis, paramedis maupun non medis-paramedis

yang telah memberikan kesempatan, sarana serta bantuan kepada saya untuk

bekerja selama mengikuti pendidikan dan selama saya bertugas di instansi

tersebut.

14. Direktur dan kepala SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Haji Mina

Medan, direktur dan kepala SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS

Tembakau Deli, direktur dan kepala SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit

Kandungan RSU Sundari, Kepala Rumkit Tk.II Puteri hijau Kesdam II/BB Medan

dan kepala SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumkit Tk.II Puteri

hijau Kesdam II/BB Medan, serta seluruh staf medis, paramedis maupun non

medis-paramedis yang telah memberikan kesempatan, sarana serta bantuan

kepada saya untuk bekerja selama mengikuti pendidikan dan selama saya

bertugas di instansi tersebut.

15. Kepada direktur RSUD Salak Phakphak Barat beserta seluruh staf medis,

paramedis maupun non medis-paramedis. Terima kasih atas segala kesempatan,

sarana serta bantuan yang diberikan selama saya bertugas di RSUD Salak.

16. Kepada seluruh staf pegawai negeri dan pegawai honorer dan seluruh petugas

yang bekerja di lingkungan Departemen Obstetri dan Ginekologi RSHAM dan

RSPM.

17. Kepada seluruh pasien, rekan residen, rekan dokter muda, staf medis, paramedis

maupun non medis-paramedis pada seluruh instansi di tempat saya pernah

mengikuti pendidikan maupun bertugas. Terima kasih banyak atas segala

kerjasama, bantuan, bimbingan, serta kebaikan yang diberikan selama masa

pendidikan yang saya jalani.

Tiada kata yang dapat saya ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT

(7)

iv

Universitas Sumatera Utara

kedua orang tua saya yang sangat saya cintai, Drs.H Nawawi dan ibunda saya Hj.T

Erwina yang telah membesarkan, membimbing, mendoakan, dan mendidik saya

dengan penuh kesabaran dan kasih sayang serta menjadi inspirasi dan panutan

saya dari sejak kecil hingga kini.

Kepada suami saya tercinta dr.Mitra Arif Rizaldy saya ucapkan terima kasih

sebesar-besarnya atas segala kesabaran dan dukungannya serta tetap

mendampingi saya dalam menjalani pendidikan ini. Teramat khusus kepada buah

hatiku tersayang Muhammad Ariq Oubrey yang senantiasa menjadi motivasi saya

agar dapat segera menyelesaikan pendidikan ini.

Terimakasih saya ucapkan kepada mertua saya Alm H.Risman dan Hj.Mariani

yang telah memberikan dorongan, doa dan semangat kepada saya selama menjalani

pendidikan ini.

Kepada keempat saudara kandung saya : dr. Erfitrina M.Ked(Oph)Sp.M;

Erliana; Winny Hasfiany Bsc; dan dr. M. Erwin Syahputra; terima kasih atas bantuan

doa dan dukungan kepada saya selama menjalani pendidikan.

Kepada seluruh keluarga handaitolan yang tidak dapat saya sebutkan

namanya satu persatu, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah

banyak memberikan bantuan, dukungan dan doa, saya ucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya.

Semoga Allah SWTsenantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada

kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Medan, Juli 2015

dr.Meifi Elfira,MKed(OG)

(8)

DAFTAR ISI

2.1.3.2. Luteinized Unruptured Follicle (LUF) 8

2.1.3.3.Gangguan Imunitas 9

2.1.7.2. Inflamasi dan Respon Imun 22

(9)

vi

Universitas Sumatera Utara

2.2 RANTES 28

2.3 Peran RANTES pada Endometriosis 30

2.4 Kerangka Teori 35

2.5.Kerangka Konsep 36

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 37

3.1. Rancangan Penelitian 37

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian 37

3.2.1.Waktu Penelitian 37

3.2.2.Tempat Penelitian 37

3.3. Sampel Penelitian 37

3.4. Kriteria inklusi dan eksklusi Penelitian 38

3.5. Besar Sampel 38

3.6. Identifikasi Variabel 39

3.7. Definisi Operasional 40

3.8. Cara Kerja dan Teknik Pengumpulan Data 43

3.9. Kerangka Kerja 45

3.10.Rancangan Analisa 45

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 46

4.1. Hasil Penelitian 46

4.2. Pembahasan 51

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 57

5.1. Kesimpulan 57

5.2. Saran 58

DAFTAR PUSTAKA 59

(10)

DAFTAR TABEL

TABEL 4.1 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia Penderita 46

TABEL 4.2 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Paritas Penderita 47

TABEL 4.3 Kesesuaian Penelitian Observer tentang ekspresi RANTES pada

Jaringan endometriosis dan Jaringan Endometrium Normal 48

TABEL 4.4 Perbedaan Pulasan RANTES pada jaringan endometriosis dan

Jaringan endometrium normal 48

(11)

viii

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SINGKATAN

AFS : American Fertility Society

ASRM : American Society for Reproductive Medicine

CAMs : Cell-Adhesion Molecules

cAMP : cyclic Adenosine Monophospat

CA-125 : Cancer antigen 125

CCL5 : Chemokine ( cc motif ) Ligand 5

CD : Cluster of Differentiation

NK cel : Natural Killer cel

RANTES : Regulated Upon Activation, Normal T cell Expressed and Secreted.

STAR : Steroidogenic Acute Regulatory Protein

(12)

TGF-b : Transforming Growth Factor b

TNF-a : Tumor Necrosing Factor a

(13)

x

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Patofisiologi nyeri dan infertilitas berhubungan dengan

endometriosis 6

Gambar 2.Algoritme diagnosis dan penatalaksanaan endometriosis 16

Gambar 3.Klasifikasi endometriosis berdasarkan the american society for

reproductive medicine yang direvisi 18

Gambar 4.Skema lesi endometriosis di dalam panggul 20

Gambar 5. Imunobiologi endometriosis 24

Gambar 6.Struktur molekul RANTES (CCL5) 30

Gambar 7.Perubahan imunologi pada endometriosis 33

Gambar 8.Imunohistokimia RANTES pada endometrium normal, endometrium

eutopik dan jaringan endometrium ektopik (400x) 34

(14)

EKSPRESI PULASAN IMUNOHISTOKIMIA RANTES PADA JARINGAN ENDOMETRIOSIS DI RSUP.H ADAM MALIK MEDAN

Elfira M, Siregar HS, Prabudi O, Lumbanraja SN, Ardiansyah E, Sukatendel K

Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi – Departemen Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran – Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan: untuk mengetahui perbedaan ekspresi pulasan imunohistokimia RANTES pada jaringan endometriosis dan jaringan endometrium normal pada kasus mioma uteri.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan pemeriksaan imunohistokimia terhadap parafin blok jaringan endometriosis dan parafin blok jaringan endometrium normal pada kasus mioma uteri untuk melihat perbedaan ekspresi RANTES. Tempat penelitian dilakukan di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/RSUP H.Adam Malik Medan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu satu kelompok dari blok parafin yang sebelumnya telah didiagnosa sebagai endometriosis yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pada penelitian ini akan menggunakan sampel sebanyak 20 orang pada endometriosis dan 18 orang pada endometrium normal kasus mioma uteri.

Hasil: Intensitas ekspresi RANTES dengan intensitas +1 seluruhnya hanya dijumpai pada kelompok penelitian dari endometrium normal dan tidak ada dijumpai pada kelompok dengan endometriosis. Ekspresi dengan intensitas +2 sebagian besar dijumpai pada kelompok penelitian dengan endometriosis (60%) sedangkan yang memberikan ekspresi dengan intensitas +3 hanya dijumpai pada kelompok penelitian dengan endometriosis (40%). Hal ini menunjukkan bahwa intesitas ekspresi RANTES dari jaringan endometriosis lebih tinggi dari intensitas dari jaringan endometrium normal dan berdasarkan uji statistik dengan Fisher exact test didapatkan nilai p < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna intensitas ekspresi RANTES antara jaringan endometriosis dengan jaringan endometrium normal. Pada endometriosis stadium 2 umumnya mempunyai intensitas ekspresi RANTES dengan skor +3 (60%), sedangkan endometriosis stadium 3 lebih banyak dengan intensitas ekspresi RANTES +2 (55,6%) dan endometriosis stadium 4 sebagian besar dengan intensitas ekspresi RANTES +2 (83,3%). Berdasarkan uji statistik dengan uji Fisher exact didapatkan nilai p > 0,05. Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara intensitas ekspresi RANTES dengan stadium endometriosis.

Kesimpulan: Intesitas ekspresi RANTES dari jaringan endometriosis lebih tinggi dari intensitas dari jaringan endometrium normal dan berdasarkan uji statistik dengan Fisher exact test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna intensitas ekspresi RANTES antara jaringan endometriosis dengan jaringan endometrium normal. Akan tetapi tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas ekspresi RANTES dengan stadium endometriosis.

(15)

xii

Universitas Sumatera Utara

RANTES IMMUNOHISTOCHEMISTRY STAINING EXPRESSION ON ENDOMETRIOSIS TISSUE AT RSUP.H ADAM MALIK MEDAN

Elfira M, Siregar HS, Prabudi O, Lumbanraja SN, Ardiansyah E, Sukatendel K

Fertility and Endocrinology Reproduction-Obstetric and Gynecologic Department

Faculty of Medicine University of Sumatera Utara

Medan, Indonesia July 2015

ABSTRACT

Objective: To find the differences in expression of RANTES immunohistochemistry staining on the endometriosis tissue and normal endometerial tissue in uterine fibroid cases.

Methods: This study was an analytic study with a cross sectional approach with immunohistochemistry examination of the paraffin blocks of endometriosis tissue and the paraffin blocks of normal endometrial tissue in uterine fibroid cases to see the difference of RANTES expression. This study was done in the Obstetric and Gynecology Department in Medical Faculty of University of Sumatera Utara/H. Adam Malik General Hospital in Medan. The study samples were divided into two different groups: one group of paraffin blocks which had been diagnosed previously as an endometriosis that met the inclusion and exclusion criteria of the study. In this study, 20 people will be used as samples for endometriosis groups and 18 people will be used as samples for normal endometrial in the case of uterin fibroid.

Results: The intensity of RANTES expression with all of the +1 intensity was only found in the study group of normal endometrial and nothing was not found from the group with endometriosis. Most of the expression with +2 intensity were found in the study group with endometriosis (60%) whereas the expression with +3 intensity were only found in study group with endometriosis (40%). This shown that the intensity of RANTES expression from endometriosis tissue was higher than the intensity from the normal endometrium tissue and based on the statistical test with Fisher exact test p value < 0,05, which indicates a significant differences of RANTES expression between endometriosis tissue and normal endometrium tissue. At stage 2 endometriosis generally has the intesity of RANTES expression with a score +3 (60%), while at stage 3 endometriosis was more than the +2 intensity of RANTES expression (55,6%) and most of the stage 4 endometriosis with the intensity of RANTES expression +2 (83,3%). Based on the statistical test with Fisher exact test p value > 0,05. It showed that there was no significant relationship between the intensity of RANTES expression and endometriosis stages.

Conclusion: The intensity of RANTES expression from endometriosis tissue is higher than the intensity from normal endometrium tissue and based on statictical test with Fisher exact test showed a significant difference of RANTES expression between endometriosis tissue and normal endometrial tissue. But, there weas no significant relationship between the intensity of RANTES expression and the endometriosis stages.

Keyword: Endometriosis, RANTES expression, Immunohistochemistry

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Didapati perbedaan yang signifikan dari subjek dengan ekspresi gen HOXA10 pada jaringan endometrium dan tanpa endometriosis. Kata kunci : HOXA10,

Hasil uji Fischer exact menunjukkan adanya perbedaan nilai ekspresi reseptor leptin yang bermakna antara jaringan endometriosis dibandingkan dengan jaringan

reseptor progesteron B pada jaringan endometriosis dibandingkan dengan. jaringan

didapatkan perbedaan yang bermakna ekspresi 17βHSD tipe 2 pada. endometriosis dibandingkan dengan endometrium normal didalam

Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna terhadap ekspresi aktivitas sel NK dengan CD107a pada endometrium ektopik penderita endometriosis dibandingkan dengan

dapat dijadikan penelitian awal untuk mengetahui keberadaan serabut saraf pada lapisan fungsional endometrium dan lesi endometriosis ovarium pada perempuan Asia serta

Tujuan penelitian ini adalah melihat apakah serabut saraf yang dipulas dengan PGP9.5 dijumpai pada lapisan fungsional endometrium dan jaringan endometriosis di

Hasil Penelitian : Dari 30 kasus endometriosis yang diamati, sebanyak 12 (40%) jaringan endometrium ektopik penderita endometriosis terwarnai dengan intensitas +3 dan +2 sedangkan