• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Eceng Gondok di Samosir (Studi Tentang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Huta Namora)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Eceng Gondok di Samosir (Studi Tentang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Huta Namora)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Data Informan

1. Nama : Heddy Simbolon

Umur : 54 Tahun

Pekerjaan : Pengrajin

2. Nama : Merli Sinurat

Umur : 56 Tahun

Pekerjaan : Pengrajin

3. Nama : Janter Gurning

Umur : 46 Tahun

Pekerjaan : Pengrajin

4. Nama : Wanjen Simbolon

Umur : 32 Tahun

Pekerjaan : Pengrajin

5. Nama : Gusta Sitanggang

Umur : 85 Tahun

Pekerjaan : Petani

6. Nama : Marulak Malau

(2)

Pekerjaan : Sekretaris Dinas Pendidikan Samosir

8. Nama : Rafael Malau

Umur : 38 Tahun

Pekerjaan : Petani Kopi

9. Nama : Nonie Simbolon

Umur : 25 Tahun

(3)

Glosarium

Mangaletek : Aktivitas atau kegiatan menganyam pandan dan eceng gondok yang

dilakukan oleh pengrajin untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Bayon : Tanaman pandan yang digunakan oleh pengrajin sebagai bahan baku

untuk menganyam tikar dan tandok (tempat beras)

Tandok : Wadah atau tempat beras yang terbuat dari anyaman pandan, dan

dibawa pada saat pesta adat Batak Toba seperti acara pernikahan

dengan cara ditaruh di atas kepala dan dijadikan sebagai simbol hadiah

untuk kedua pengantin.

Ombur-ombur: Sebutan eceng gondok dalam bahasa Batak Toba dan istilah ini yang

biasa digunakan oleh masyarakat Desa Huta Namora.

Sasabi : Pisau dengan bentuk melengkung yang digunakan oleh pengrajin

untuk mengambil eceng gondok dari Danau Toba.

Matoras : Istilah yang digunakan masyarakat Desa Huta Namora untuk

menyebut jenis eceng gondok yang tidak terlalu muda dan tidak

terlalu tua, jenis ini yang biasa digunakan pengrajin sebagai bahan

baku menganyam.

(4)

Lampiran Gambar

Gambar: Lahan eceng gondok di Danau Gambar: Proses mengambil eceng gondok Toba

(5)

Gambar: Proses penjemuran eceng gondok Gambar: Eceng gondok yang sudah kering

(6)

Gambar: Proses menganyam produk kerajinan tas

Referensi

Dokumen terkait

Sebab alasan apapun mengenai perceraian dalam masyarakat Batak Toba yang beragama Kristen tidak dapat dilakukan kecuali dengan kematian dan hendaknya Pengetua Adat, Pendeta,

penelitian ini peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang “ FUNGSI TANAH DAN KAITANNYA DENGAN KONFLIK TANAH PADA MASYARAKAT BATAK TOBA ( STUDI DI

Penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Pergeseran Fungsi “Parhobas” dalam Acara Pesta pada Sistem Kekerabatan Batak Toba di Desa Sitinjak Kecamatan Onan

Dalam masyarakat Batak Toba unsur nasab yang dilarang dalam perkawinan aitu ”semarga”. masyarakat adat Batak Toba, perkawinan semarga dilarang, karena masyarakat adat Batak

Ornamen Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding rumah bagian luar dan bagian depan dari rumah adat Batak

Ornamen Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding rumah bagian luar dan bagian depan dari rumah adat Batak

(Studi Kasus Tentang Peran Opinion Leader Dalam Masyarakat Hukum Adat Batak Toba di Desa Hutauruk, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera

Adapun yang menjadi unit analisa dan informan dalam penelitian ini adalah warga yang beretnis Batak toba, Mandailing, Jawa dan sunda, tokoh adat dan tokoh agama yang